Tag Archives: allianz syariah

Tabungan Asuransi Biaya Haji: Membantu dalam Mewujudkan Impian Menunaikan Ibadah Haji

Untuk mewujudkan niat ibadah haji sebagai salah satu dari lima pondasi (rukun) memerlukan kesiapan batin serta tersedianya dana haji untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Dengan perencanaan tahapan dana haji yang tepat dari Allianz Syariah, niat haji Anda dapat direalisasikan dan diwujudkan dengan tambahan manfaat perlindungan bagi Anda dan keluarga tercinta.

Keunggulan:

Berapapun kemampuan keuangan Anda dalam mewujudkan niat suci Anda untuk menunaikan ibadah Haji ke depan, Allianz Tasbih menyediakan solusi mudah.

tabuingan haji fleksibel.PNG

Manfaat Tabungan

A. Perencanaan keuangan yang fleksibel sesuai kebutuhan dana haji Anda ke depan:

Target Dana Haji

  • Min IDR 50.000.000
  • > IDR 50.000.000

Jangka waktu pembayaran premi:

  • 5 Tahun (dengan masa asuransi 15 tahun)
  • 10 Tahun (dengan masa asuransi 20 tahun)
  • 15 Tahun (dengan masa asuransi 25 tahun)

Pilihan termin pembayaran:

  • Triwulan
  • Semester
  • Tahunan

 

B. Jumlah kontribusi yang terjangkau untuk Anda

Keunggulan Allianz Tasbih adalah Anda cukup menabung kontribusi selama jangka waktu yang telah ditentukan oleh Anda tanpa perlu sampai sejumlah Target Dana Tahapan Haji yang diinginkan.

Manfaat Asuransi

A. Manfaat Meninggal Dunia

manfaat asuransi tasbih.PNG

B. Evakuasi Medis & Repatriasi Darurat (Blue Dot)

Apabila Peserta mengalami kecelakaan atau terkena sakit secara tiba-tiba selama bepergian jauh, diperkuat dengan penilaian medis dari Allianz, apabila fasilitas medis tidak bisa melakukan penanganan pasien, maka penyedia evakuasi (Blue Dot) akan memindahkan pasien ke tempat fasilitas medis lainnya (termasuk yang lebih jauh) atau rumah (selama berada di area regional tempat tinggal).

Skema Bagi Hasil

skema bagi hasil tasbih.PNG

Gambar di atas merupakan skema bagi hasil pada asuransi Allianz Tasbih. Allianz Tasbih memiliki skema bagi hasil yang memudahkan Anda merencanakan Target Dana Haji berikut manfaat asuransinya ke depan.

Proyeksi Dana Naik Haji

Rencanakan terlebih dahulu proyeksi dana naik haji Anda berdasarkan simulasi biaya dan inflasi ke depan.

Menyiapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bukan hanya mempersiapkan batin, namun perlu kesiapan dana haji yang benar. Yang kadang menjadi masalah bukan hanya daftar haji yang panjang, namun perlu memperhitungkan juga potensi meningkatnya biaya Ongkos Naik Haji (ONH).

(Biaya Haji ONH Reguler mengikuti ketentuan per wilayah):

Simulasi Asumsi Biaya Untuk Naik Haji

– Silahkan pilih tipe BPIH/ONH Anda.
– Silahkan masukan jumlah biaya pada kolom abu-abu.
No Asumsi Kebutuhan Asumsi Jumlah Saat ini(IDR) Asumsi Kenaikan Asumsi Jumlah Akan Datang(IDR)
 Kisaran Biaya Haji(BPIH/ONH) Reguler   5%  
 Kisaran Biaya Haji(BPIH/ONH) Plus 10%
Kisaran Biaya Haji BPIH/ONH memakai jumlah BPIH Reguler yang telah ditetapkan oleh Presiden RI yaitu Peraturan Presiden No. 64 Tahun 2015 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan telah diikuti dengan penetapan Peraturan Menteri Agama No. 29 Tahun 2015 Tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Reguler.
Biaya Pendaftaran Haji(Setoran Awal) 25,000,000
Kekurangan Biaya ONH 0 5% 0
Asumsi Sisa Jumlah Pelunasan Biaya ONH

(Setelah dikurangi setoran awal)

34,500,000
Asumsi Biaya-Biaya Lain
1 Asumsi Biaya Tambahan Yayasan 5% 3,150,000
2 Asumsi Biaya Konsumsi 150rb/hari* 5% 6,300,000
3 Asumsi Biaya Transportasi 50rb/hari* 5% 2,100,000
4 Asumsi Biaya Pemeriksaan Kesehatan* 5% 630,000
5 Asumsi Biaya Darurat Haji* 5% 5,250,000
Daftar pengeluaran di atas bisa bertambah apabila diperlukan pengurusan dokumen passport
*) Asumsi kisaran jumlah yang diperlukan
ASUMSI DANA ONH+LAINNYA YANG DIPERLUKAN 64,480,000

Sumber untuk biaya haji ONH Reguler: Kementrian Agama R.I, http://haji.kemenag.go.id/v2

 

Berapapun kemampuan keuangan Anda untuk mewujudkan niat suci Anda untuk menunaikan ibadah Haji ke depan, Allianz Tasbih menyediakan solusi mudah. Mulailah merencanakan keuangan dana haji disertai proteksi bagi Anda dan keluarga.

sumber: /www.allianz.co.id

Ingin mendaftar asuransi Allianz Tasbih. Hubungi saya,

Natanael Agen asuransi Allianz berlisensi

HP/WA 08113436830

 

Advertisements

Tidak Mau Rugi, Ikutlah Asuransi

Sebagian orang beralasan bahwa tidak mau berasuransi adalah karena tidak mau rugi.

Asuransi adalah kontrak jangka panjang, peserta harus menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabungkan, premi yang disetor secara berkala inilah yang seringkali menjadi pertimbangan banyak orang. Rugi katanya.

Begitupun sebaliknya, orang berasuransi, ternyata sama, alasannya adalah karena tidak mau rugi.

Saat resiko hidup terjadi, mereka tidak mau rugi besar. terutama beban ekonomi lebih jelasnya keuangan keluarga. Namun, bagi para peserta asuransi Allianz, saat resiko penyakit kritis terjadi, mereka tidak khawatir karena ada uang pertanggungan besar yang mereka terima di rekening mereka.

“Wah pak, preminya kok mahal sekali, jangan mahal-mahal. Kemampuan saya hanya Rp 300rb an perbulan.” Komentar calon nasabah saat saya mengajukan proposal dengan fasilitas lengkap. Terutama yang saya berikan adalah rider atau fasilitas uang cash jika orang tersebut terdiagnosa jantung atau kanker atau sakit kritis lainnya yang perlu biaya ratusan juta. Padahal orang tersebut mampu membeli mobil. Namun, menyisihkan premi saja tidak mau.

Orang tidak berasuransi karena tidak mau rugi kecil, premi berkala, uang ratusan ribu perbulan mereka perdebatkan.

Orang berasuransi karena tidak mau rugi besar, uang pengobatan klaim penyakit kritis, daripada menanggung sendirian, lebih baik mengalihkan resiko.

Kemudian ada lagi yang menghubungi saya, “Pak tolong buatkan saya asuransi sakit kritis,” INi jadinya berapa hari? APa bisa dipercepat?”

Saya curiga dengan pertanyaan mendesak ini. Setelah saya selidiki ternyata, orang tersebut mau mendaftarkan asuransi istrinya yang ternyata sudah terdiagnosa kanker payudara. Wah, maaf pak tidak bisa. Karena, asuransi hanya menerima saat anda sehat bukan saat anda sakit. Itu uniknya dan juga kelebihannya.

Yah ibarat mobil, kalau sudah tabrakan masak baru mau diasuransikan. Pasti ditolak oleh asuransi.

Menyimak ulasan di atas, anda termasuk tipe yang mana?

Info pendaftaran asuransi Allianz hubungi:

Natanael (Agen Asuransi Allianz Indonesia berlisensi)

HP/WA: 08113436830 email: natanael.albertus@gmail.com

 

Resiko Menunda Asuransi: Sebuah Kisah Nyata

(Video dan tulisan ini di ambil dari blog myallisya.com)

Seorang leader asuransi di Palangkaraya. Penanya di acara ini adalah Pak Didik sendiri. 

Tanya:

Pak Tung, saya Didik dari Palangkaraya. Saya datang khusus datang untuk acara ini. Kebetulan saya di bidang asuransi, saya sering bertemu nasabah-nasabah yang dia tahu persis sebenarnya asuransi itu penting, dia tahu biaya kesehatan itu mahal, tapi menunda-nunda, nanti ya nanti ya. Ada saran gak dari Bapak untuk kami yang bekerja di bidang asuransi, apa yang bisa kami sampaikan kepada para nasabah yang sebenarnya sangat tahu tentang pentingnya asuransi?

Jawab dari Bapak Tung Desem Waringin:

Begini bapak-ibu, kalau ini saya ingat kisah pribadi saya. Saya dulu juga menunda-nunda asuransi. Ternyata begini, orang menunda karena dia merasa untungnya buat dia tidak jelas. Saya untungnya apa, saya kan asuransi keluar terus nih. Lalu untungnya apa? Nanti kalau mati, kan gak enak.

Tapi satu hari saya gabung asuransi karena agen asuransinya sakti mandraguna. Pada waktu itu saya tunda tunda, tapi orangnya ulet sekali. Padahal telepon sudah saya persulit, tetap dia datang lagi. Dia tanya kapan saya kosong, wah saya tidak tahu kosongnya kapan. Satu hari dia nongol di rumah saya, wah ini mesti karyawan saya yang bocorin. Saya bilang, sori ya sekarang ini waktu untuk keluarga. Dia tetep oke, tetep baik, dia tangguh.

Dan karena saya gak enak hati, lama-lama saya nerima juga. Saya heran. Saya itu kalau ada orang yang dahsyat tangguh, saya jadi kepengen tahu kenapa kok tangguh. Kenapa sih, kalau orang lain saya tolak satu kali dua kali, anda terus menerus dahsyat luar biasa?

Dia langsung cerita. Pak Tung, saya dulu juga gak setangguh ini. Tapi hari ini saya tangguh karena kenapa?  Satu hari pada waktu saya mau nawarkan asuransi juga, hampir close, saya merasa bahwa orang ini penting, bahwa dia harus punya asuransi, ternyata orang ini sibuk jadi gak bisa ketemu. Pada waktu itu sudah hampir ya, tapi dia sibuk lagi dan sibuk lagi. Akhirnya saya merasa gak enak hati, saya jadi lupa untuk tangguh, saya gembos, saya pikir nanti kalau butuh dia akan telpon sendiri, dan ini orang adalah saudara saya.

Ternyata dia tabrakan dan meninggal dunia. Ini sodara pak. Waktu saya datang, saya kecewa pak. Saya nangis lebih kenceng dari istrinya. Kenapa? Karena saya datang hanya membawa ucapan duka dan bunga doang. Mestinya saya datang harus ngasih dia 2 miliar.

Mulai hari itu saya janji pada diri saya sendiri, bahwa kalau saya merasa bahwa yang saya jual ini penting, saya harus sungguh-sungguh, saya tidak mau menunda-nunda, saya akan ketemu, kalau akhirnya dia nolak ya terserah dia. Akan saya usahakan terus, akan saya uber, karena saya tahu bahwa ini penting untuk dia. Nah, kalau saya melihat Pak Tung, Pak Tung ini mirip saudara saya.

Cilaka gak bapak ibu?

Ternyata begini lho bapak ibu. Orang menunda karena tidak jelas untungnya tidak tahu ruginya. Ketika orang tahu ruginya, aduh kalau aku nunda-nunda, something happen, mestinya anak istri saya bisa menerima banyak ternyata enggak, itu sangat painful.

Manusia itu otaknya mencari nikmat menghindari sengsara. Kalau tidak jelas nikmatnya, actionnya (pun tertunda). Tapi sayangnya 80% motivasi datang karena menghindari sengsara. Oo kalau anda gini dapat sekian sekian, anda gak peduli. Tapi kalau mendadak anda meninggal, keluarga anda gak dapat apa-apa cuma dapat karangan bunga, lha itu bapak-ibu. Langsung saya eksekusi, sini mana tanda tangan!

Kisah dari Bpk Tung Desem semoga dapat menjadi hikmah bagi kita agen asuransi dan juga para pembaca yang belum ikut asuransi untuk keluarganya.

Untuk konsultasi mengenai asuransi Allianz, silakan menghubungi saya:

Natanael (Agen Asuransi Allianz ASN tinggal di Surabaya- Sidoarjo)

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Cara Menjadi Agen Allianz

Berikut ini saya akan menjelaskan cara menjadi agen asuransi Allianz. Namun, sebelum lebih jauh berbicara tentang bisnis asuransi. Silahkan dijawab pertanyaan ini:

  • Apakah anda siap menghubungi beberapa orang setiap hari untuk menawarkan asuransi?
  • Apakah anda siap menghadapi banyak penolakan, dicuekin, dan di-PHP-in?
  • Apakah anda siap menjalani profesi agen asuransi seumur hidup anda?
  • Apakah anda siap melayani para nasabah seumur hidup anda?

Jika jawaban untuk empat pertanyaan di atas adalah Ya. Maka, anda memang layak bergabung dengan saya untuk melayani nasabah dan membangun impian yang masih belum terwujud.

3 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Bergabung

1. Profil perusahaan.

Anda harus mengenal perusahaan asuransi Allianz. Anda dapat membaca di “Profil Allianz“.

2. Produk yang dijual

Anda harus tahu mengenai produk yang akan dijual di Allianz? Anda juga harus setuju produk tersebut bermanfaat untuk anda dan orang-orang lain? Cobalah baca di artikel “Produk Unggulan Allianz“.

3. Sistem bisnis

Anda juga harus mengetahui sistem bisnis yang menjelaskan jenjang karier dan penghasilan yang potensial kita dapatkan ketika sudah menjalankan bisnis agen asuransi di Allianz. Anda juga harus yakin bahwa anda dapat mencapai apa yang anda inginkan melalui sistem bisnis tersebut.  Silakan dipelajari di “Sistem Bisnis ASN“.

Kualifikasi yang Diharapkan

Calon agen di tim saya harus memenuhi kualifikasi berikut:

  1. Memiliki kendaraan sendiri (syarat standar seorang sales di mana pun).
  2. Memiliki komputer atau laptop (untuk membuat proposal ilustrasi produk).
  3. Paham menggunakan internet (sesekali saya akan meminta bantuan anda untuk melayani permintaan calon nasabah).
  4. Mampu belajar mandiri dengan membaca dan tidak keberatan melakukan konsultasi jarak jauh via WA, SMS, telepon, atau email.

Persyaratan Administratif

1. Mengisi Form Aplikasi Agen dan Perjanjian Keagenan, dengan melampirkan: 

a. Fotokopi KTP (2 lembar)

b. Pas foto warna ukuran 3×4 (2 lembar)

c. Fotokopi buku tabungan (1 lembar)

d. Fotokopi NPWP (1 lembar)

e. Bukti transfer biaya ujian lisensi konvensional + syariah sebesar 285 ribu (online, lokasi di kota-kota tertentu) atau 310 ribu (paper, lokasi di luar kota-kota tertentu).

f. Jika anda pernah tergabung di asuransi lain, lampirkan fotokopi kartu lisensi AAJI dan surat terminasi dari perusahaan sebelumnya. Jika tidak ada, surat terminasi bsia diganti dengan surat penyataan telah mengundurkan diri. Kemudian biaya perpanjangan lisensi akan berbeda dengan biaya ujian untuk calon agen baru (jumlahnya akan diberitahukan kemudian).

2. Mengikuti ujian lisensi dari AAJI.

Jarak waktu dari pendaftaran ke ujian adalah sekitar 2-3 minggu. Sambil menunggu, anda bisa mulai belajar materi ujian lisensi AAJI dan materi-materi lainnya (bisa diperoleh diMateri Belajar Ujian Lisensi).

Jika lulus, anda pun resmi menjadi agen asuransi jiwa berlisensi dan mulai bisa menjual polis asuransi. Jika tidak, anda boleh mengulang ujian dengan membayar biaya sebesar 150 ribu.

Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui

  1. Apa yang harus dipelajari untuk ujian? Silakan diunduh di “Materi Belajar Ujian Lisensi AAJI dan AASI (Konvensional dan Syariah)“.
  2. Apa produk unggulan Allianz? Silakan dipelajari penjelasannya di artikel “Tapro, Produk Unggulan Allianz“.
  3. Bagaimana jenjang karier dan sistem kompensasi di Allianz? Silakan dibaca di “Sistem Bisnis ASN“. 
  4. Mengapa harus Allianz? Silakan dibaca di “Profil Allianz“.

 

Ingin info dan mau daftar sebagai agen Asuransi Allianz Life, hubungi:

Natanael (HP/WA 08113436830)

 

 

 

Premi 200rb/bulan, TOTAL UP 500 Juta! Dahsyat!

Sebelum saya menjelaskan lebih jauh tentang judul di atas yakni premi Rp200rb perbulan bisa dapat total UP Rp 500jt. Terlebih dahulu saya akan jelaskan tentang apa itu asuransi? Karena masih belum banyak yang memahami tentang asuransi.

Asuransi adalah tabungan untuk masa depan. Asuransi adalah warisan uang cash. Asuransi adalah proteksi sakit kritis, saat seseorang terdiagnosa penyakit kritis, akan menerima uang cash.

Perhatikan contoh kasus ini:

screen-shot-2017-01-19-at-7-49-23-am
Polis dengan premi 300rb per bulan.

Bapak berinisial B menabung secara rutin di Asuransi Allianz Rp 300rb per bulan, apabila sehat Bapak B akan memiliki dana masa depan. Namun kenyataan berkata lain, Bapak B ternyata tidak sehat dan mengalami Penyakit Gagal Ginjal.

Cair dana tunai 216 Juta ke rekening Bapak B, sehingga Bapak B dapat menggunakan uang tersebut untuk berobat maupun kebutuhan hidupnya.

Bapak B menggunakan fasilitas Asuransi Kesehatan BPJS untuk berobat, sehingga uang tunai 216 Juta ini dia pakai untuk kebutuhan hidupnya.

Contoh kedua:

screen-shot-2017-01-19-at-7-49-30-am
Premi 1 Juta per bulan + Proteksi 500 Juta.

Bapak O menabung 1 Juta per bulan di Allianz. Tanpa berharap sakit, Bapak O terus menabung hingga 10 tahun. Namun di tahun ke 10 tersebut, Bapak O terkena kanker tenggorokan, yang membutuhkan biaya sangat besar.

Walaupun Bapak O baru menabung 10 tahun ( 1 Juta x 12 bulan x 10 tahun = 120 Juta uang yang ditabung ), tidak jadi masalah, karena Uang Proteksi 500 Juta sudah ready kapanpun dibutuhkan (mulai dari hari ke 91 menabung)

 

Contoh ketiga:

screen-shot-2017-01-19-at-7-49-36-am
Premi 500rb + 500rb, Uang Cash 1 M.

Memiliki beberapa polis sekaligus boleh saja, karena dapat klaim secara bersamaan.

Seperti contoh polis milik anak dari Bapak F ini. Bapak F sayang anak, sehingga dia menabungkan 500rb x 2 per bulan, total menabung 1 Juta per bulan untuk anaknya. Dengan harapan nanti ada uang untuk anaknya kuliah.

Namun selang beberapa tahun kemudian ada resiko Tumor Otak pada si anak. Bersyukur sudah tersedia Uang Cash 1 Milyar. Langsung masuk ke rekening Bapak F. Sehingga dapat dipakai untuk berobat si anak. Bahkan cukup untuk biaya sekolah si anak.

Untuk direnungkan

screen-shot-2017-01-19-at-7-49-44-am
Tanya pada istri Anda. Tanya pada suami Anda. Tanya pada anak Anda. Tanya pada orang tua Anda.

Tanya mereka : Mana yang mereka pilih, di-Waris-kan UANG CASH 1 Milyar atau di-Waris-kan HUTANG ?

Kalau sudah dapat jawabannya, sekarang jawab pertanyaan ini.

screen-shot-2017-01-19-at-7-49-51-am

 

Tanya diri sendiri : Pilih mana apabila Sakit, Mendapat UANG CASH 1M 

atau JUAL HARTA ?

Kalau Anda sudah menjawab. Silakan Anda siapkan TABUNGAN + WARISAN + PROTEKSI UANG CASH 1M di Allianz.

 

34
Bukti Pembayaran Klaim Proteksi Sakit Kritis Rp 5 Milyar

Allianz memberikan Proteksi terbesar, terlengkap, terbaik.

Tanya pada diri sendiri : Apakah sangat membantu apabila terjadi resiko sakit kritis diberikan uang oleh Allianz 5 Milyar rupiah ?

screenshot_2016-01-05-23-33-20-1
Bukti pembayaran klaim sakit kritis 1 Milyar.

Kalau Anda merasa tabungan ini dapat membantu Anda dan keluarga, Anda boleh menanyakan ke saya GRATIS. Mari kita bantu teman-teman dan saudara-saudara lainnya, keluarga Indonesia agar bisa terhindar dari keterpurukan ekonomi akibat resiko kehidupan sakit kritis.

Bagi saya yang terpenting ialah Uang Cash 1 Milyar

Setelah kita mengerti asuransi pada penjelasan di atas, maka saatnya kita menentukan, mau menabung berapa.

Besaran premi (jumlah tabungan rutin) tergantung dari kapasitas masing-masing orang.

Banyak generasi muda (usia 20-30 tahun) yang belum memiliki kemampuan menabung dalam nominal besar.

Oleh karena itu, Allianz sangat mengerti Anda.

Dengan menyisihkan kurang dari Rp 7.000 per hari, Anda sudah dapat memiliki proteksi hingga 500 Juta + tabungan masa depan.

Premi 200rb usia 20th.PNG

 

Perhatikan gambar ilustrasi diatas.

Seorang muda berusia 23 tahun menabung Rp 200.000,-/bln di TAPRO Allianz. Dengan program TAPRO ini, sudah otomatis tersedia Tabungan Masa Depan + Proteksi atas Resiko (Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Total, Meninggal Dunia)

Jadi, bagi Anda yang masih mahasiswa namun Anda peduli dengan Masa Depan Anda. Maka program TAPRO ini sangat cocok untuk Anda.

Mengapa demikian?

Karena, kalau dibandingkan dengan menabung secara pribadi, yang didapatkan hanyalah Tabungan. Lihat gambar dibawah ini:

transasksi usia 23.PNG

Menabung 200rb/bln, setahun 2,4jt. Menabung 10 tahun total 24 Juta. 76 tahun menabung belum terkumpul 200 Juta.

Apabila menabung secara pribadi dan terjadi Resiko Kehidupan (Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Total, Meninggal Dunia), maka yang dipakai adalah tabungan pribadi.

Namun, dengan program TAPRO Allianz, apabila terjadi Resiko, entah itu kena resiko cepat (di usia muda) atau kena resiko lama (di usia tua), tetap tidak pakai uang tabungan, melainkan pakai Uang Asuransi dari Allianz.

Bagi mereka yang sudah mengerti pentingnya Asuransi, biasanya mereka menentukan Uang Pertanggungan yang besar, misalnya 1 Milyar atau 2 Milyar, atau bahkan 5 Milyar.

Mengapa??

Karena kalau Proteksi kita hanya “ala kadar”, bisa jadi Proteksi tersebut belum cukup besar untuk menutupi biaya berobat dan biaya kehidupan yang semakin meningkat akibat resiko sakit kritis.

Yang harus diperhatikan bila kita menabung di program TAPRO Allianz :
– Kita masuk bukan untuk INVESTASI (walaupun ada porsi Investasinya),
– Kita masuk bukan menyumpahi diri kita agar cepat meninggal,
– Kita masuk bukan untuk MEMBANTU teman/saudara yang menjadi agen,

TAPI kita masuk asuransi untuk PERLINDUNGAN diri kita dan keluarga kita di hari esok APABILA hal yang tidak diinginkan (seperti terjadi penyakit berat: Kanker, Stroke, Jantung, dll) terjadi.

Sumber inspirasi tulisan: satuyangterpenting.wordpress.com

Konsultasi Gratis

Natanael (Bisnis Eksekutif Allianz Star Network) tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

Line: natanael1975

 

 

Apakah Anda Mau Dana Cash dari Allianz?

Apa kelebihan Allianz? Banyak berkata demikian.

Kelebihan jika kita sudah jadi nasabah perusahaan asuransi Allianz adalah

Uang Cash yang sudah siap buat kita sebagai nasabah.

Mau ada uang cash berapa di rekeningmu? 1 Milyar, 2 Milyar. Bisa.

Siapkan lewat program Tapro Allianz.

Allianz akan transfer uang tunai ke rekeningmu saat kamu membutuhkan.

Mengapa harus Allianz?

Karena tidak ada seorangpun yang bisa pilih penyakit, setuju?

Karena kita juga tidak pernah tau siapa yang berikutnya akan kena, setuju?

Dan kita juga tidak tau kapan akan kena resiko?

Kalau semua itu masih tanda tanya, jadi untuk apa kita bersikeras tidak berasuransi?

Mau pakai uang sendiri, atau Mau terima uang dari Allianz?

Mari bijaksana. Mari berasuransi.

Konsultasi hub

Natanael

HP/WA 08113436830


“Untuk masa depan keluarga Indonesia yang lebih baik”

Menabung dengan Cara Pintar dan Cara Cerdas

Menabung itu ada 2 cara:

Cara Pintar dan
Cara Cerdas
Mau tau bedanya?

Menabung Cara Pintar:

1. Menabung sendiri tanpa ada bunga

2. Menabung di Bank dpt bunga 0.65%.

Selanjutnya Menabung Cara Cerdas:

1. Menabung di Tabungan Allianz Proteksi. Banyak manfaatnya yakni;

Disaat menabung tiba2 dlm 3 bln terjadi resiko seperti berikut:

– Kecelakaan shg mengakibatkan cacat tetap total dana sudah siap memberi santunan sebesar Rp 1 Milyar.

– Terdiagnosa sakit kritis misal stroke shg berakibat lumpuh. Maka Allianz memberi dana cash Rp 1 Milyar.

– Si Orang tua sbg pembayar premi tiba2 meninggal maka polis anak kita dibayari Allianz.

– Saat menabung baru satu bulan trus meninggal, padahal hutang belum lunas. Keluarga tidak kawatir karena Allianz memberi dana cash sebesar Rp 1 Milyar.

Kalau kamu melihat perbedaan seperti ini, cara mana yang kamu pilih?

Betul. Cara Cerdas jelas lebih Keren!

Mau menabung dengan Cara Cerdas?

Hubungi Natanael : WA 08113436830 untuk konsultasi.