Tag Archives: allianz

Jangan Pelit Sama Diri Sendiri

Berikut ini saya ulas artikel dari blog teman sesama agen Asuransi yang berjudul

Jangan Pelit Sama Diri Sendiri (Julia Perez). Di dalam isi tulisan tersebut diceritakan tentang isi ucapan almarhum Julia Perez yakni “Jangan pelit sama diri sendiri”. Dalam beberapa hari ini banyak tulisan yang berisi kedukaan terhadap meninggalnya Julia Perez. Hal ini bukan apa-apa, karena si Julia Perez sendiri salah satu nasabah Allianz yang tempo hari pernah mendapatkan clime sakit kritis.

Isi quote yang pernah disampaikan artis Julia Perez itu memang mewakili kondisi seseorang yang mengalami sakit kritis.  Ternyata memang benar dan fakta bahwa sakit kritis itu butuh biaya besar.  Akan berbeda maknanya, apabila seseorang yang mengalami sakit kritis itu:

  1. Tidak punya asuransi
  2. Punya asuransi seadanya
  3. Punya asuransi dengan santunan besar/maksimal.

Sebelum membahas lebih dalam, mari kita samakan dulu pemahaman bahwa asuransi merupakan salah satu ikhtiar dalam upaya merencanakan keuangan keluarga.  Jadi asuransi adalah salah satu pos “pengeluaran” keuangan keluarga yang bertujuan melindungi penghasilan dari resiko hidup yang dampak keuangannya tidak dapat kita tanggung.

TIDAK PUNYA ASURANSI

Bila belum memiliki pos pengeluaran keuangan keluarga untuk berasuransi, mungkin kita menyetor dana di tabungan di bank.  Dengan harapan, dana akan berkembang dan bila resiko hidup terjadi maka dananya tersedia di bank.

Ralat 1:  jika tujuan kita adalah mengembangkan dana di bank, jangan simpan di tabungan.  Silahkan sisihkan dana kita di instrumen investasi.

Ralat 2:  ubah tujuan Anda menabung.  Tujuan menabung lebih tepatnya adalah untuk menyimpan dana likuid.  Dana yang Anda gunakan sehari-hari, cashflow rutin bulanan Anda saja.  JANGAN: gunakan dana di tabungan sebagai dana cadangan untuk menutup kebutuhan hidup bila terjadi resiko hidup yang dampak keuangannya tidak dapat kita tanggung.

Jika tidak punya asuransi, maka ketika terjadi sakit kritis, solusinya adalah:  kuras tabungan, ambil investasi, jual aset, pinjam teman/keluarga.

Masalah:  Bagaimana Jika:

  • tabungan kita masih sedikit?
  • investasi kita tidak cukup?
  • aset tidak langsung terjual dengan cepat sementara kondisi sakit kritisnya tidak bisa menunggu alias perlu tindakan segera?
  • merasa malu untuk pinjam uang pada keluarga dan bingung nanti bagaimana cara mengembalikan hutangnya karena jumlahnya yang begitu besar? (awas, hindari riba hutang!)

 

PUNYA ASURANSI SEADANYA

Sering suatu saat ketemu calon nasabah dengan penghasilan 50 juta perbulan, namun meminta proteksi asuransi dengan premi termurah di Allianz.  Padahal, Pakar Perencana Keuangan menyarankan bahwa sebaiknya ada alokasi dana untuk asuransi adalah minimal 10% dari gaji, atau sesuai kebutuhan.  Kenapa?  Orang dengan penghasilan 50 juta perbulan, tentunya memiliki gaya hidup yang berbeda dengan orang yang berpenghasilan 5 juta perbulan. Artinya: Gaya hidup yang lebih tinggi itu, tentu menuntut pengeluaran yang lebih tinggi juga.

Sebaiknya dalam memiliki proteksi asuransi, bila dananya memang ada, kita sewajarnya membeli proteksi yang Uang Pertanggungannya sesuai pengeluaran rutin bulanan dan cukup untuk memenuhi kebutuhan rutin bulanan kita.  Uang Pertanggungan diberikan oleh perusahaan asuransi dalam bentuk UANG TUNAI yang jumlahnya bisa sangat besar (contoh miliar-an).

Bila gaya hidup kita tinggi, artinya pengeluaran juga tinggi, tapi proteksi asuransi yang dimiliki hanya dengan santunan/UP seadanya, ini sangat beresiko. Karena jika kita terkena sakit kritis misalnya, stroke atau jantung, maka uang dari mana untuk membiayai sakit tersebut.

Kita masih harus nombok banyak untuk bisa menjalani proses pengobatan dan perawatan sakit kritisnya.

PUNYA ASURANSI DENGAN MANFAAT/SANTUNAN YANG MAKSIMAL

Kegunaan UP (Uang Pertanggungan) pada asuransi sakit kritis adalah:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Bagaimana mengetahui Uang Pertanggungan yang sesuai dan cukup untuk kebutuhan rutin bulanan?  Setelah Anda mengetahui UP yang sesuai dan cukup, kita bisa diskusikan berapa besarnya premi yang  Anda bayarkan untuk mendapatkan UP senilai tersebut, sesuai dengan profil Anda.

Memiliki produk asuransi yang tepat, didampingi oleh agen yang tepat (memahami kebutuhan Anda dan memberikan solusi yang sesuai), dengan manfaat santunan yang maksimal, akan:

  • memantapkan kita dalam keseharian bekerja mencari nafkah demi keluarga.
  • menenangkan kita jika resiko sakit kritis terjadi.
  • keluarga kita juga tenang.

Jadi, apakah kita masih:

  • lebih mementingkan kesenangan dan gaya hidup berlebih?
  • merasa berat untuk menunda kesenangan agar bisa menyisihkan dana untuk berasuransi?
  • bahkan pelit sama diri sendiri?

 

Bijaklah dengan uang Anda.  Mari berasuransi.

Konsultasi GRATIS, kontak saya: Natanael HP 08113436830

 

Sumber: jangan-pelit-sama-diri-sendiri-julia-perez/

Jantung, Jenis Sakit Kritis yang Sering Diklaim di Allianz

Saya akan bahas tentang salah satu jenis sakit kritis yang sering diklaim nasabah yakni jantung.

JANTUNG 

 

#   Pada rider CI+ (49 jenis sakit kritis), ada beberapa kondisi organ jantung yang termasuk dalam kriteria sakit kritis yang bisa diklaim ke Allianz, yaitu:

 

SERANGAN JANTUNG PERTAMA (kondisi no.1)

Infark sebagian otot jantung sebagai akibat kurangnya suplai darah ke jantung.  Kriteria diagnostik yang harus dipenuhi pada saaat terjadinya serangan tersebut adalah harus memenuhi 3 kriteria dari 5 kriteria di bawah ini dimana sesuai dengan diagnosa serangan jantung pertama:

  1. Adanya nyeri dada khas pada saat serangan
  2. Terjadinya perubahan gambaran elektrokardiogram yang khas untuk Infark Myocardial stadium dini
  3. Terjadinya peningkatan pada kadar enzim jantung CK-MB
  4. Terjadinya peningkatan Troponin (T or I)
  5. Left Centricular Ejevtion fraction kurang dari 50% yang berlangsung selama 3 bulan atau lebih setelah serangan

 

OPERASI JANTUNG KORONER (kondisi no. 3)

Operasi dengan membuka dinding dada, untuk melakukan operasi pada satu atau lebih pembuluh darah arteri jantung karena penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah arteri tersebut.  Diagbosa ditegakkan berdasarkan angiography yang menunjukkan adanya penyumbatan arteri koroner yang bermakna dan prosedur untuk itu harus berdasarkan pertimbangan yang dibuat oleh ahli jantung.

Tidak termasuk teknik yang tidak memerlukan pembedahan, seperti Angioplasti atau laser.

 

OPERASI PENGGANTIAN KATUP JANTUNG  (kondisi no.4)

Operasi dengan membuka jantung untuk mengganti atau memperbaiki katup-katup jantung sebagai akibat rusaknya katup jantung.  Diagnosa katup jantung abnormal harus ditegakkan berdasarkan kateterisasi jantung atau echocardiogram dan prosedur pemeriksaan tersebut harus berdasarkan pertimbangan yang dibuat oleh dokter ahli jantung.

 

PENYAKIT JANTUNG KORONER LAIN YANG SERIUS  (kondisi no. 29)

Penyempitan dari salah satu arteri koroner dengan minimal 75% dan dua arteri koroner lainnya dengan minimal 60% yang dibuktikan dengan coronary arteriography, tanpa memandang apakah operasi sudah dilakukan atau belum.  Arteri koroner yang dimaksud adalah: Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC)

 

ANGIOPLASTI DAN PENATALAKSANAAN INVASIF LAINNYA UNTUK PENYAKIT JANTUNG KORONER  (kondisi no. 30)

Batasan pembayaran manfaat ini adalah 10% dari total Maslahat Penyakit Kritis (CI+) atau maksimal tidak lebih dari Rp. 200.000.000,- setelah peserta melakukan balloning angioplasty atau intra arterial kateter prosedur untuk mengobati penyempitan minimal pembuluh darah koroner 60% dari satu atau lebih pembuluh darah arteri koroner yang major yang dibuktikan dari angiographic.  Revascularisasi ini harus sesuai dengan indikasi dan consultan cardiologist atau dokter spesialis jantung.

Arteri koroner yang dimaksud adalah: Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC)

Pembayaran manfaat tersebut di atas untuk penyakit ini hanya dilakukan 1x saja dan sisa dari manfaat yang ada untuk program tambahan Penyakit Kritis (CI+) lainnya akan diteruskan dengan sisa sebesar 90% dari jumlah maslahat Penyakit Kritis (CI+).

Tindakan Diagnostik dengan angioplasty dikecualikan dari penyakit ini.

 

CARDIOMYOPATHY  (kondisi no. 38)

Diagnosis yang telah ditegakkan oleh dokter ahli jantung bahwa cardiomyopathy disebabkan oleh kerusakan fungsi bilik Ventrikel Jantung, ditunjukkan oleh hasil ECG yang tidak normal dan dikonfirmasikan oleh echo cardio graphy dan menyebabkan ketidakmampuan fisik secara permanen dengan derajat paling sedikit pada Clas III sesuai dengan New York Association Classification of Cardial Impairment.

Class III – Ketidakmampuan yang bermakna ditandai dengan – Pasien dalam kondisi yang nyaman dalam posisi istirahat tapi kemampuan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sangat terbatas dari biasanya dan menunjukkan gejala-gejala dari gagal jantung kongestif

Class IV – Ketidakmampuan melakukan aktifitas apapun.  Gejala-gejala gagal jantung kongestif timbul meskipun dalam kondisi istirahat.  Setiap ada peningkatan aktifitas fisik, ketidaknyamanan akan terjadi.

Cardiomyopathy yang berlangsung berhubungan dengan penyalahgunaan minuman beralkohol dikecualikan dari penyakit ini.

 

#   Pada rider CI100  (100 kondisi sakit kritis), ada tambahan beberapa kondisi organ jantung yang termasuk dalam kriteris sakit kritis yang bisa diklaim ke Allianz, yaitu:

 

KATEGORI  EARLY CRITICAL ILLNESS

KELAINAN JANTUNG  (kondisi no.1)

Pemasangan Alat Pacu Jantung  (kondisi no. 1.a)

Pemasangan alat pacu jantung yang diperlukan karena aritmia jantung yang btidak dapat diterapi dengan cara lain.  Pemasangan alat pacu jantung harus dinyatakan oleh dokter spesialis jantung sebagai hal yang diperlukan secara medis.

Pericardectomy  (kondisi no. 1.b)

Tindakan pericardectomy atau prosedur pembedahan lain yang menggunakan prosedur keyhole sebagai akibat dari penyakit pericardial.  Prosedur pembedahan ini harus dinyatakan oleh dokter spesialis jantung sebagai pembedahan yang diperlukan secara medis.

 

TRANSMYOCARDIAL LASER THERAPY  (kondisi no.3)

Menjalani terapi laser transmyocardial untuk pengobatan refractory angina yang masih menetap walaupun telah mendapatkan terapi medis yang optimal.

Tindakan operasi bypass dan percutaneous angioplasty telah gagal dilakukan atau dianggap tidak tepat.

Manfaat ini tidak dibayarkan jika telah dilakukan tindakan revaskularisasi jantung lainnya termasuk CABG dan angioplasty.

 

PEMBEDAHAN KATUP JANTUNG PERCUTANEOUS  (kondisi no.4)

Pembedahan katup jantung percutaneous mengacu pada percutaneous valvuloplasty, percutaneous valvotomy dan penggantian katup percutaneous dimana prosedur ini dilakukan melalui teknik kateter intravaskuler.

Prosedur pada katup jantung yang membuka atau memasuki dada melalui thoractotomy incision dikecualikan.

 

PEMBEDAHAN PEMBULUH DARAH AORTA  (kondisi no. 17)

Pembuluh invasif minimum terhadap Pembuluh darah Aorta  (17.a)

Pembedahan melalui teknik invasif minimum atau intra-arterial untuk memperbaiki atau melakukan koreksi atas suatu aneurisma, penyempitan, penyumbatan atau diseksi pembuluh darah aorta, yang dibuktikan oleh pemeriksaan ekokardiogram jantung atau uji diagnostik lainnya yang tepat dan tersedia.  Defenisi pembuluh darah aorta yang dimaksud di atas adalah pembuluh darah aorta torakalis dan aorta abdominalis saja, tidak mencakup cabang-cabangnya.

Aneurisma besar aorta asimtomatik  (17.b)

Aneurisma besar pada aorta abdominalis atau aorta torakalis atau diseksi aorta sebagaimana dibuktikan oleh teknik imaging yang sesuai.  Diameter pembuluh darah aorta harus lebih besar dari 55 mm dan diagnosis harus ditegakkan oleh dokter spesialis jantung.

 

HIPERTENSI PULMONALIS TAHAP AWAL  (kondisi no.18)

Hipertensi pulmonalis primer dengan adanya pembesaran ventrikel kanan yang mengakibatkan ketidakmampuan fisik permanen sesuai dengan kelas III dari Classification Cardiac Impairment the New York Heart Association (NYHA) Classification.  Diagnosis harus didukung dengan pemeriksaan kateterisasi jantung yang ditegakkan oleh dokter spesialis jantung.

Class III – Ketidakmampuan yang bermakna ditandai dengan – Pasien dalam kondisi yang nyaman dalam posisi istirahat tapi kemampuan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sangat terbatas dari biasanya dan menunjukkan gejala-gejala dari gagal jantung kongestif

Class IV – Ketidakmampuan melakukan aktifitas apapun.  Gejala-gejala gagal jantung kongestif timbul meskipun dalam kondisi istirahat.  Setiap ada peningkatan aktifitas fisik, ketidaknyamanan akan terjadi.

 

PENYAKIT ARTERI KORONER RINGAN  (kondisi no. 25)

Penyempitan pada pembuluh darah arteri koroner minimal 60% yang dapat dibuktikan melalui angiografi koroner (pemeriksaan CT/MRI Angiography tidak dapat diterima).  Penyempitan arteri koroner harus menyebabkan gejala yang tidak dapat disembuhkan melalui terapi medis.  Paling tidak salah satu dari arteri koroner sudah dilakukan penatalaksanaan dengan angioplasti koroner.

Arteri koroner yang dimaksud adalah: Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC)

KATEGORI INTERMEDIATE CRITICAL ILLNESS

PEMASANGAN DEFIBRILATOR JANTUNG  (kondisi no.1)

Telah dilakukan pemasangan defibrilator jantung secara permanen sebagai akibat dari aritmia jantung yang tidak dapat diterapi dengan metode lain.  Prosedur pembedahan haruslah dikonfirmasi oleh dokter spesialis jantung sebagai hal yang diperlukan secara medis.

KATEGORI ADVANCES CRITICAL ILLNESS

Adalah kondisi sakit kritis seperti pada CI+ (49 sakit kritis) yang sudah disebutkan di atas, yaitu kondisi

no. 1 (Serangan Jantung Pertama),

no. 3  (Operasi Jantung Koroner),

no. 4  (Operasi Penggantian Katup Jantung),

no. 19  (Operasi Pembuluh Aorta),

no. 21  (Pulmonary Artery Hypertension Primer),

no. 29  (Penyakit Jantung Korone Lain Yang Serius),

no. 37  (Cardiomyopathy)

KATEGORI CATASTROPHIC CRITICAL ILLNESS

SERANGAN JANTUNG YANG EKSTENSIF

Kematian sebagian besar otot jantung yang timbul karena suplai darah yang tidak mencukupi.  Diagnosis ini harus didukung oleh seluruh kriteria berikut ini sesuai dengan serangan jantung baru dan berat:

  1. Nyeri dada yang khas, dan
  2. Perubahan elektrokardiogram (EKG) baru dengan kehadiran gelombang Q terus menerus, dan
  3. Peningkatan enzim jantung CK-MB atau protein jantung Troponin (T atau I), dan
  4. Ejection Fraction kurang dari 30% secara terus menerus yang dibuktikan pada echocardiogram jantung atau metode diagnostik lain yang dapat diandalkan, dan dilakukan oleh dokter spesialis jantung, setelah 60 hari dari seranga jantung akut, dan mengakibatkan gangguan fisik permanen sesuai dengan kleas IV klasifikasi New York Heart Association (NYHA)

TRANSPLANTASI JANTUNG DAN PARU-PARU

Transplantasi jantung dan paru-paru dari donor manusia yang dilakukan secara bersamaan.

Berapa Persen Alokasi Asuransi dan Investasi?

 

Unitlink“Berapa persen alokasi asuransi dan investasi?” Dengan kata lain, “Berapa persen premi yang masuk ke asuransi dan berapa persen premi yang masuk ke investasi?”

Bicara terus-terang, pertanyaan ini perlu penjelasan lebih lanjut. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini dengan tegas, karena sesungguhnya alokasi asuransi dan investasi bukan berbentuk persentase.

Dalam hal ini ada tiga hal yang perlu dibedakan:

  1. Perbandingan antara alokasi asuransi dengan alokasi investasi. Tidak berbentuk persentase.
  2. Perbandingan antara alokasi investasi dengan biaya akuisisi. Berbentuk persentase.
  3. Perbandingan antara premi berkala dengan top up berkala. Bisa dipersentasekan.

Yang pertama, perbandingan antara alokasi asuransi dengan alokasi investasi bukan berbentuk persentase. Dalam unit-link, premi yang disetorkan memang akan dibagi ke dalam dua keranjang, yaitu keranjang asuransi dan keranjang investasi. Tapi perbandingannya bukan dalam bentuk persentase, karena keranjang asuransi sebetulnya terdiri dari berbagai macam biaya, yang meliputi biaya akuisisi, biaya administrasi, biaya asuransi (cost of insurance, tabarru dalam asuransi syariah), biaya pengelolaan investasi, dan biaya top up. Sedangkan alokasi investasi adalah sisa dari premi setelah dikurangi berbagai macam biaya tersebut.

Yang kedua, perbandingan antara alokasi investasi dengan biaya akuisisi memang berbentuk persentase. Yang perlu dipahami, biaya akuisisi hanyalah satu dari sejumlah biaya yang dikenakan di produk unit-link, jadi alokasi investasi di sini belum bersih karena masih dipotong biaya-biaya lain.

Sebagai contoh di Tapro Allianz, berapa persen biaya akuisisinya? Jawabannya: tahun pertama 75%, tahun kedua 40%, tahun ketiga 15%, tahun keempat 7,5%, dan tahun kelima 7,5%. Total 145%. Tahun keenam dan seterusnya tidak dikenakan lagi biaya akuisisi.

 

Tahun Biaya Akuisisi Investasi (belum dipotong biaya lain)
1 75% 25%
2 40% 60%
3 15% 85%
4 7,5% 92,5%
5 7,5% 92,5%
6 dst 0% 105,26%

 

Alokasi premi berkala setelah dipotong biaya akuisisi masuk ke investasi. Tapi bukan berarti porsi yang masuk ke investasi ini tidak dikenakan biaya apa-apa lagi.

Selain biaya akuisisi, ada beberapa biaya lagi yang selalu ada dalam produk unit-link. Dua di antaranya yang cukup signifikan untuk disebut adalah biaya administrasi dan biaya asuransi. (Selengkapnya biaya-biaya pada unit-link bisa dibaca di SINI).

  • Biaya administrasi. Dikenakan tiap bulan selama polis masih berlaku. Ada yang menggratiskan biaya administrasi tahun pertama.
  • Biaya asuransi (cost of insurance atau tabarru dalam asuransi syariah). Dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil (asuransi dasar maupun rider), sejak tahun pertama sampai masa proteksinya berakhir, selama polis masih berlaku.

Di sini, banyak nasabah bahkan agen yang salah paham dan belum bisa membedakan antara biaya akuisisi dengan biaya asuransi. Dikiranya biaya akuisisi itu sama dengan biaya asuransi dan setelah itu tidak ada biaya lagi.

Pemahaman seperti ini lalu dipakai untuk menjelaskan kenapa nilai investasi unit-link sangat kecil di tahun-tahun awal. Sering dikatakan, “Nilai investasi unit-link kecil di tahun-tahun awal karena masih kena banyak potongan untuk asuransinya. Nanti setelah lima tahun, premi seluruhnya masuk ke investasi.”

Yang jarang dijelaskan agen, setelah lima tahun, premi yang seluruhnya masuk ke investasi itu masih dikenakan potongan lagi untuk biaya administrasi dan biaya asuransi.

Jadi, apa perbedaan biaya akuisisi dengan biaya asuransi?

 

Biaya Akuisisi Biaya Asuransi (Tabarru)
Dikenakan di 5 tahun pertama (pada umumnya) Dikenakan sejak tahun pertama sampai masa proteksi berakhir selama polis masih berlaku
Dipotong dari premi berkala (tidak termasuk top up berkala) Dipotong dari nilai investasi
Fungsinya untuk biaya-biaya pembuatan polis serta komisi dan bonus agen Fungsinya untuk membiayai manfaat proteksi (uang pertanggungan asuransi dasar dan rider)
Berbentuk persentase, cenderung turun tiap tahun Sesuai tabel biaya asuransi, cenderung naik tiap tahun

 

Biaya akuisisi dipotong dari premi berkala (istilah lain: premi reguler, premi dasar, premi target, premi pokok). Selain premi berkala, ada tambahan premi yang disebut top up berkala (istilah lain: saver). Top up berkala hampir seluruhnya masuk ke investasi, hanya dipotong sedikit untuk biaya top up.

Perbandingan antara premi berkala dengan top up berkala bisa disajikan dalam bentuk persentase. Misalnya: setoran 1 juta per bulan, terdiri dari premi berkala 700 ribu dan top up berkala 300 ribu. Berarti persentase premi berkala 70% dan top up berkala 30%. Tapi ini bukan persentase antara asuransi dengan investasi, karena baik premi berkala maupun top up berkala dua-duanya diinvestasikan dan dari nilai investasi yang terbentuk akan dipotong biaya-biaya. Bedanya, premi berkala kena biaya akuisisi, top up berkala tidak kena biaya akuisisi.

Perbandingan antara premi berkala dan top up berkala bersifat fleksibel. Dari setoran 1 juta per bulan, bisa saja 100% merupakan premi berkala tanpa top up berkala, bisa 80% banding 20%, bisa 50% banding 50%, bahkan bisa saja premi berkala hanya 25% dan 75% merupakan top up berkala. Di sini tergantung ketentuan dari perusahaan asuransi, juga tergantung racikan agen, dan tergantung kebutuhan nasabah apakah ingin fokus di proteksi atau ingin fokus di investasi. Secara umum dapat dikatakan, jika ingin fokus di proteksi, perbesar premi berkala supaya manfaat proteksinya lebih besar. Jika ingin fokus di investasi, perbesar top up berkala dan harus rela manfaat proteksinya kecil saja.

***

Kembali ke pertanyaan di awal tulisan ini, “Berapa persen alokasi investasi dan asuransi?”

Jawaban saya: “Alokasi investasi sama dengan premi yang disetor dikurangi biaya-biaya yang dikenakan.”

Jadi, untuk mengetahui nilai investasi secara garis besar, hitung saja berapa total premi yang disetor dikurangi biaya-biaya yang timbul, lalu ditambah (atau dikurangi) hasil investasinya.

Contohnya, premi 1 juta per bulan. Pertama, cek berapa premi berkala dan berapa top up berkala untuk menghitung biaya akuisisinya. Lalu kurangilah dengan biaya akuisisi (dari premi berkala), biaya administrasi, biaya asuransi, biaya top up (atau selisih harga jual-beli unit pada unit-link yang menerapkan dual price), dan biaya pengelolaan investasi. Sisanya, itulah nilai investasi yang menjadi milik anda.

Jika tujuan anda untuk mendapatkan keuntungan investasi, tidak disarankan melalui unit-link karena potongan biayanya terlalu besar dibanding jika berinvestasi di instrumen investasi lain. Potongan biaya-biaya yang besar itu adalah untuk mendapatkan manfaat asuransinya serta upah untuk perusahaan dan agen. Unit-link bagaimana pun adalah produk asuransi, jadi ambillah dengan tujuan utama untuk mendapatkan manfaat asuransinya.

sumber: berapa-persen-alokasi-asuransi-dan-investasi/

5 Fungsi Asuransi Jiwa

1. Melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan jika pencari nafkah utama meninggal dunia. (Ingat, malaikat Izrail tidak pernah menghitung usiamu).

Ini fungsi pokok dari asuransi jiwa. Selama kita punya tanggungan nafkah (pasangan, anak-anak), selama itu pula kita masih butuh asuransi jiwa.

Agar asuransi jiwa mampu memainkan fungsinya sebagai ganti penghasilan, maka uang pertanggungan (UP) jiwa harus cukup besar untuk memberikan bunga/retur sebesar gaji per bulan jika didiamkan di deposito, obligasi/sukuk, atau reksadana pendapatan tetap.

2. Melindungi keluarga dari beban utang.

Mungkin rumah yang kita tempati, kendaraan yang kita pakai, barang-barang yang kita miliki, dan lain-lain, sebagian atau seluruhnya diambil dari utang. Utang adalah warisan terburuk yang mungkin diberikan seorang suami dan ayah. Utang bukan hanya membebani keluarga yang ditinggalkan, tapi juga orang yang mewariskannya, sebab di akhirat pun utang tidak akan dianggap lunas begitu saja.

Agar asuransi jiwa berperan membebaskan keluarga dari utang, maka UP jiwa minimal harus sama besar dengan utang yang dimiliki keluarga itu.

3. Memberikan sejumlah warisan yang berharga untuk anak-anak.

Para perencana keuangan kerap menyarankan batas masa kontrak asuransi jiwa hanya sampai tahap ketika anak-anak sudah mandiri atau sampai utang terlunasi. Boleh dikata, ini mungkin yang wajibnya.

Tapi merencanakan asuransi jiwa sebagai warisan pun tak kalah pentingnya, khususnya untuk zaman ini. Mungkin betul orangtua telah berhasil melewati masa-masa membesarkan anak, dan kini semua anak-anaknya sudah mandiri. Tapi sudah mandiri bukan berarti kaya dan banyak uang. Mungkin saja penghasilan mereka masih pas-pasan, sehingga belum bisa beli rumah atau kendaraan. Sekarang harga rumah mahal. Mungkin mereka sanggup membayar cicilannya, tapi untuk uang mukanya tidak.

Adanya warisan, termasuk dari uang pertanggungan asuransi jiwa, akan sangat membantu mewujudkan kebutuhan ataupun keinginan mereka, suatu saat. Kalaupun UP jiwa tidak cukup untuk beli rumah secara kontan, minimal bisa buat uang mukanya.

Yakinlah, anak-anak akan sangat berterima kasih kepada orangtua yang tetap mengasuransikan jiwanya walaupun mereka telah dewasa.

4. Sebagai final expenses (biaya kematian).

Meninggal dunia itu butuh biaya. Untuk upah orang yang memandikan, untuk pemakaman, makanan ringan untuk orang-orang yang melayat, untuk tahlilan, mencetak buku Yasin, mengurus sertifikat kematian, dan lain-lain. Apalagi di perkotaan, tanah pemakaman harganya mahal, bisa jutaan rupiah hanya untuk sewa selama tiga tahun. Dan biaya tahlilan itu, bagi yang melaksanakannya, lebih mahal lagi.

Pilihannya ada dua: apakah mau menyuruh anak-anak untuk membayar semua biaya itu, atau mempersiapkan sendiri mumpung masih hidup. Asuransi jiwa dapat dipandang sebagai salah satu cara mempersiapkan biaya terakhir hidup kita.

5. Menjadi sedekah jariyah untuk terakhir kalinya.

Ini fungsi tambahan asuransi jiwa yang jarang dikemukakan para perencana keuangan. Jika fungsi pertama sudah lewat (anak sudah mandiri), fungsi kedua sudah berlalu (utang sudah lunas), dan begitu pula fungsi ketiga dan keempat (anak-anak sudah sangat kaya sehingga tidak butuh warisan apa pun dari orangtuanya dan tak masalah dengan final expenses), maka UP jiwa bisa saja disedekahkan kepada orang miskin, masjid, lembaga amal, atau kegiatan sosial. Ini akan menjadi amal ibadah terakhir bagi yang bersangkutan, mengurangi catatan dosa-dosanya, dan menerangi perjalanannya di alam keabadian. []

sumber: 5-fungsi-asuransi-jiwa/

Allianz Life Indonesia memperoleh predikat “BAGUS” (Infobank)

Allianz Life Indonesia memperoleh predikat “BAGUS” untuk kategori Perusahaan Asuransi Jiwa dengan Aset 1 Trilliun ke atas dari majalah Infobank edisi Juni 2017.

Predikat ini diperoleh  berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Tim Litbang majalah Infobank terhadap rasio-rasio keuangan perusahaan.

Predikat BAGUS Bagi Allianz Life Indonesia dari Majalah Infobank

 

Untuk konsultasi gratis mengenai produk silakan menghubungi saya:

Natanael HP/WA 08113436830

Tinjauan Asuransi Kesehatan Maxi Violet Allianz

Smarthealth Maxi Violet adalah salah satu produk asuransi kesehatan perorangan dari Allianz. Produk ini tergolong asuransi kesehatan murni tanpa investasi, berdiri sendiri (stand alone), dan bersifat tahunan. Tiap tahun bisa diperpanjang sampai maksimum usia 70 tahun.

Dari sisi manfaat, produk ini sama persis dengan askes syariah Allisya Care. Dari sisi premi, Maxi Violet lebih tinggi sekitar 5% dibanding Allisya Care. Perbedaannya, Maxi Violet menyediakan fitur no-claim bonus sebesar 20% jika tidak ada klaim di tahun sebelumnya, dan no-claim bonus ini memotong premi perpanjangan tahun berikutnya. Perbedaan selengkapnya antara Maxi Violet dan Allisya Care bisa dibaca di SINI.

Berikut ini saya sajikan tabel manfaat dan tabel premi Maxi Violet utk manfaat rawat inap.

Tabel Manfaat Rawat Inap Maxi Violet

Tabel Manfaat Allisya Care (Rawat Inap)

Tabel Premi Rawat Inap Maxi Violet (tahunan)

Tabel premi Maxi Violet (Rawat inap)

Jika kita lihat di tabel tersebut untuk usia 16 sampai 25 tahun memiliki besar premi yang lebih mahal dibanding usia lainnya. Begitu juga di usia 51 sampai 70 tahun. Karena di usia 16 – 25 tahun rentang penyakit dan resiko sakit lebih besar. Begitu juga di usia 51 sampai 70 th sangat sering sakit di usia tersebut.

Melihat hal di atas, memang lebih baik kita segera beli polis asuransi kesehatan ini lebih dini.

Info pembukaan polis asuransi kesehatan Maxi Violet hubungi:

Natanael HP/WA 08113436830

 

sumber: https://myallisya.com/2015/03/20/tabel-manfaat-dan-tabel-premi-asuransi-kesehatan-smarthealth-maxi-violet/

Produk Asuransi Jiwa Murni Termlife Smartlife

Saya akan jelaskan tentang produk asuransi jiwa Termlife dari Allianz bernama SmartLife
1. Produk asuransi jiwa murni dari Allianz #SmartLife adalah produk tradisional
2. Yang memberikan perlindungan asuransi jiwa maksimal dgn premi terjangkau #SmartLife
3. Krn bersifat TermLife, maka premi hangus dan tidak ada nilai tunainya #SmartLife
4. Kontrak tersedia dari minimal 1 tahun sampai dengan 30 tahun #SmartLife
5. Kontrak adalah masa perlindungan dan masa pembayaran premi #SmartLife
6. Dimana nasabah hanya mendapat perlindungan selama masa kontrak tersebut #SmartLife
7. Pembayaran premi hanya dapat dilakukan secara semesteran per 6 bulan atau tahunan #SmartLife
8. Asuransi jiwa Termlife Allianz #SmartLife ini juga dapat ditambah rider asuransi tambahan
9. Pilihan rider TermLife Allianz #SmartLife adalah penyakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan, dan waiver of premium
10. Rider ini sifatnya optional, bisa ditambahkan bisa juga tidak #SmartLife
11. Bila rider mau ditambahkan berarti akan menambah besarnya premi #SmartLife
12. Besarnya Uang Pertanggungan meninggal bisa sampai sekian milyar rupiah #SmartLife
13. Premi akan tergantung dari umur nasabah, semakin muda umurnya akan semakin murah #SmartLife
13. Premi juga akan tergantung dari jangka waktu kontrak, semakin pendek kontrak akan semakin murah premi tahunannya #SmartLife
14. Untuk mengetahui premi Anda, sebutkan tgl lahir dan jenis kelamin Anda ke m3ld4m[at]gmail.com atau mention juga boleh
 

Salam

Natanael

HP/WA: 08113436830