Tag Archives: allianz

Cara Mengurus Claim Coordination of Benefit (Koordinasi Manfaat Asuransi Kesehatan)

Jika seorang nasabah memiliki dua asuransi kesehatan atau lebih di perusahaan asuransi yang berbeda, dia dapat memanfaatkan keduanya melalui skema COB. COB kepanjangan dari Coordination of Benefits dapat diterjemahkan sebagai Koordinasi manfaat. Koordinasi Manfaat tersebut merupakan istilah di dalam klaim asuransi kesehatan.

Jenis asuransi kesehatan yang dimaksud adalah produk yang menggunakan prinsip indemnity (membayar klaim sesuai kerugian yang dialami nasabah dengan maksimal sebesar limit produk). Produk ini biasanya dilengkapi fasilitas kartu cashless, bukan asuransi jenis santunan harian reimburse (cash plan) dan bukan pula asuransi penyakit kritis.

 

Ketentuan Coordination of Benefits

  • Saat opname (rawat inap), nasabah menggunakan salah satu asuransi kesehatan, disebut penanggung pertama. Jika produk dilengkapi kartu cashless, nasabah tinggal menunjukkan kartu ke petugas admin Rumah Sakit. Nasabah tidak dapat menggunakan dua kartu askes pada saat bersamaan.
  • Jika penanggung pertama sudah membayar seluruh biaya tagihan rumah sakit, maka nasabah tidak dapat melakukan klaim ke asuransi kesehatan yang satunya lagi (disebut penanggung kedua). Di sini tidak berlaku COB.
  • Tapi jika tagihan RS melebihi limit yang dapat ditanggung oleh penanggung pertama, maka nasabah dapat mengklaimkan selisih biaya atau ekses klaim ke penanggung kedua dengan cara reimbursementDi sinilah berlaku skema COB atau koordinasi manfaat.

Penanggung kedua ini pun hanya dapat membayar sesuai limit manfaat yang dimilikinya. Jika penanggung kedua ini tidak mampu membayar semua selisih, dan nasabah memiliki asuransi kesehatan ketiga, maka selisihnya bisa diklaimkan ke penanggung ketiga.

Dengan prinsip indemnity, maka berapa pun produk asuransi kesehatan yang dimiliki nasabah, dia hanya dapat mendapatkan penggantian maksimum sebesar biaya yang dibebankan rumah sakit, dengan batasan setinggi-tingginya sesuai limit dari produk asuransi kesehatan yang dia ambil. Dengan kata lain, nasabah tidak bisa cari untung dari asuransi kesehatan. Itulah tujuan dari dibuatnya skema COB atau koordinasi manfaat.

 

Cara Melakukan Klaim COB

  • Mengisi formulir klaim asuransi kesehatan
  • Lampiran yang diperlukan:
  1. Resume medis yang diisi dan ditandatangani dokter serta dicap RS
  2. Surat Koordinasi Manfaat (asli) dari asuransi penanggung pertama disertai perincian biaya yang dibayarkan dan tidak dibayarkan. Di surat ini disertakan juga salinan seluruh dokumen klaim yang telah disetujui penanggung pertama, meliputi surat persetujuan klaim, kuitansi, perincian biaya, salinan resep, dan hasil tes diagnostik.
  3. Kuitansi asli selisih biaya (ekses klaim) yang dibayar oleh nasabah berikut perincian biaya dari ekses klaim.
  • Semua dokumen dikirim ke kantor pusat perusahaan asuransi atau dititip lewat agen.

Contoh Surat Koordinasi Manfaat

Berikut adalah contoh Surat Koordinasi Manfaat. Surat ini harus diminta ke asuransi pertama setelah rawat inap selesai, dan ditujukan ke asuransi kedua.

Surat Koordinasi ManfaatSumber : https://myallisya.com/2017/10/21

allianz.co.id

 

 

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Natanael Agen Asuransi Allianz tinggal di Surabaya- Sidoarjo

HP/WA 08113436830

 

Advertisements

Pernyataan Resmi PT.Allianz Life Terkait Status Keberatan Klaim Nasabah

Terkait pelaporan oleh seorang nasabah dalam kasus klaim produk asuransi santunan harian, PT Asuransi Allianz Life Indonesia telah mengeluarkan dua pernyataan resmi.

Yang pertama dikeluarkan tanggal 28 September 2017, dengan judul “Pernyataan Resmi dari PT Asuransi Allianz Life Indonesia Terkait Kasus Keberatan Status Klaim Nasabah“. Bisa dilihat di web Allianz Life Indonesia (http://www.allianz.co.id). Isinya sebagai berikut:

Pernyataan Resmi Allianz ttg Peninjauan Ulang Klaim 1

Pernyataan kedua dikeluarkan tanggal 2 Oktober 2017, dengan judul “Allianz Keluarkan Pernyataan Mengenai Peninjauan Ulang Klaim“. Bisa dilihat di web Allianz Life Indonesia (http://www.allianz.co.id) dan disiarkan pula di beberapa media. Isinya sbb:

Pernyataan Resmi Allianz ttg Peninjauan Ulang Klaim

Pernyataan Resmi Allianz ttg Peninjauan Ulang Klaim 2

Intinya, Allianz menghormati hak nasabah untuk mengajukan keberatan mengenai klaimnya. Sebagai perusahaan asuransi terbesar dunia, tidak mungkin Allianz akan mengorbankan reputasinya hanya demi menghindari membayar klaim.

Kepada para nasabah lain dan para calon nasabah, tidak perlu khawatir dengan komitmen Allianz untuk membayar klaim. Dilakukannya pendalaman atas klaim seorang nasabah ini merupakan satu upaya untuk memastikan bahwa klaim yang diberikan merupakan hak nasabah dan juga untuk melindungi jutaan nasabah lainnya dari pembayaran klaim yang tidak memenuhi syarat.

Dan jangan lupa untuk selalu memproteksi diri dan keluarga anda dengan proteksi yang mencukupi, bukan sekadar punya.

 

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, hubungi saya:

Natanael Agen Allianz Berlisensi

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

 

Kisah Warsito Tim Investigasi Kejahatan Asuransi: Modus Manipulasi Klaim

 

Membeli asuransi bagi sebagian orang kalau ditanya, mereka menjawab sebagai proteksi dan ada pula bukan sebagai proteksi. Jawaban mereka cukup membuat saya terkejut yakni sebagai siasat mencari uang atau kekayaan. Bagaimana caranya?

Cara yang sering dipakai yakni dengan memalsukan identitas pada polis, memanipulasi kematian, menenggelamkan kapal, atau membakar rumahnya. Tujuannya hanya untuk mendapatkan uang yang sangat besar dari klaim, rata-rata angkanya miliaran rupiah.

Berikut sejumlah modus kejahatan terkait klaim asuransi:

  1. Klaim Kapal Pengangkutan Barang

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah kapal pengangkutan barang tenggelam dalam perjalanan dari Surabaya ke Kawasan Timur Indonesia. Kapal itu membawa berbagai kebutuhan pokok seperti makanan, dan barang kebutuhan sehari-hari yang akan didistribusikan ke kawasan Timur.

Klaim asuransi pun diajukan senilai Rp10 miliar, sesuai dengan polis asuransi marine cargo atau pengangkutan kapal. Perusahaan asuransi yang menanggung kemudian melakukan penyelidikan. Selain menggunakan jasa loss adjuster atau penilai kerugian, perusahaan asuransi itu juga menggunakan jasa seorang investigator independen.

Dari hasil investigasi, ternyata kapal itu sengaja ditenggelamkan. Si investigator menemukan ada lubang di badan kapal yang terbuat dari kayu. Sebelum kapal berlayar, kapal telah dilubangi, tetapi disumbat. Di tengah lautan, sumbat itu dibuka dan kapal tenggelam. Klaim pun diajukan, namun batal dibayarkan sebab fakta rekayasa penenggelaman berhasil diungkapkan.

Kisah itu diceritakan oleh Warsito Sanyoto, si investigator. Dia mengisahkan, kecurigaannya muncul saat menemui fakta bahwa kapal yang digunakan untuk mengangkut barang-barang tersebut adalah kapal sewaan.

Warsito sudah menjadi investigator spesialis asuransi sejak 1988. Sampai saat ini, berbagai kasus klaim sudah dia tangani. Tahun lalu, Warsito menangani 15 kasus klaim asuransi. Dia memaparkan, selain cerita yang dipaparkannya tadi, ada beberapa modus operandi yang kerap dilakukan untuk merekayasa klaim asuransi marine cargo.

2. Barang Fiktif

Dari sejumlah kejahatan asuransi di bidang marine kargo, hal yang cukup sering ditemui adalah memasukkan barang-barang fiktif ke kargo. Para pelaku mengganti barang yang seharusnya dibawa dan diasuransikan dengan barang-barang tidak berharga seperti karpet bekas, ban bekas, garam, dan lainnya. Barang-barang itu dibungkus rapi. Dilapisi plastik tebal dan peti kemas.

Sementara barang yang diasuransikan dan seharusnya dibawa, disimpan di gudang rahasia. Di tengah lautan, kapal dikondisikan seolah-seolah terkena badai. Beberapa peti dibuang ke laut.

Saat mengajukan klaim, barang yang disebutkan adalah sepeda motor, semen, atau barang-barang berharga lainnya. Padahal barang-barang itu tersimpan aman di gudang.

3. Transshipment.

Modus operandi yang lain melakukan transshipment, yakni pemindahan barang dari kapal A ke kapal B.

Kapal melaju dan membawa barang-barang yang diasuransikan. Tiba di suatu pulau, barang-barang dari kapal yang diasuransikan dipindahkan ke kapal lainnya. Lalu kapal melaju lagi. Sampai pada kedalaman tertentu yang tidak memungkinkan dilakukan penyelaman, kapal akan ditenggelamkan. Detik-detik saat kapal tenggelam pun akan direkam lewat video dan gambar. Lalu klaim diajukan. Gambar dan video dijadikan bukti bahwa kapal sudah tenggelam.

4. Persekongkolan Orang Asuransi

Banyak cara dilakukan para penjahat asuransi untuk mendapatkan miliaran rupiah dari klaim asuransi. Memalsukan identitas pada polis, memanipulasi kematian, menenggelamkan kapal, semua itu dilakukan untuk mendapatkan uang segar dari klaim yang angkanya tidak sedikit.

Loss Adjuster

Loss hanya menilai besaran klaim. Ia tidak menentukan adanya fraud atau bukan dan bergerak dengan asumsi bahwa klaim tersebut muncul karena murni risiko. Seorang loss adjuster bekerja berdasarkan data yang ada, tanpa melakukan verifikasi mendalam untuk mencari modus dibalik itu?

Kendati demikian, loss adjuster juga sering menemukan besaran klaim yang jauh di bawah nilai klaim yang diajukan tertanggung kepada perusahaan asuransi. Seorang loss adjuster dari PT Radita Hutama yang berafiliasi dengan Charles Taylor Adjusting Fikri Ramadhan Lubis menyatakan pihaknya sering menilai kerugian yang besarnya jauh di bawah nilai klaim yang diajukan. Dia menjelaskan bahwa dirinya bekerja berdasarkan polis yang ada dan membandingkannya dengan apa yang terjadi di lapangan.

Kasus Kejahatan Asuransi Jiwa

Pada asuransi jiwa kasus manipulasi juga kerap terjadi. Menurut Warsito, dari 15 kasus yang ditangani tahun lalu, sebanyak 12 kasus merupakan kasus asurani jiwa.

Pernah satu kali, seorang pemilik perusahaan penyewaan komputer mengasuransikan seorang pengangguran. Dia difigurkan sebagai seorang direktur. Kemudian, si direktur gadungan itu dibawa ke rumah sakit, dua jarinya putus terpotong pisau. Nilai klaim dari putusnya dua jari itu senilai Rp 600 juta. Atas permintaan perusahaan asuransi. Penyelidikan kasus ini pun dilakukan.

TIm investigasi melakukan reka ulang dengan menggunakan sarung tangan sekali pakai. Investigator melakukan uji coba sebanyak 55 kali. Hasilnya ditemukan bahwa dengan deskripsi kejadian yang diceritakan, jumlah jari yang terpotong harusnya tiga, bukan dua. Membuktikan bahwa jari si direktur gadungan sengaja dipotong. Klaim pun batal dibayarkan.

Tak Bisa Dijerat Pidana

Kejahatan asuransi ternyata tak membuat pelakunya serta merta bisa diperkarakan. Mereka yang telah terbukti melakukan rekayasa klaim asuransi tidak otomatis akan mendekam di penjara. Para pelaku rekayasa klaim masih berkeliaran dan kerap melakukan hal yang sama berulang-ulang.

Begitulah kiranya dapat sebagai ulasan tentang maraknya kasus kejahatan klaim asuransi akhir-akhir ini. Silahkan jika ada komentar lebih lanjut.

sumber: Modus Manipulasi Klaim

 

Alasan Mengapa Membeli Smartlink Allianz

Berikut ini saya akan bagikan cerita bapak Asep Sopyan tentang alasan beliau membeli polis asuransi smartlink Allianz (Unit link Tapro),.

“Hari Sabtu, 15 Oktober 2011, beliau menandatangani formulir pengajuan asuransi jiwa tipe unit link. Bayar premi 500 ribu per bulan, manfaat yang kuperoleh (laki-laki, 31 tahun, kelas pekerjaan 2) adalah:

  1. Jika meninggal dunia : 450 juta (sampai usia <100 tahun)
  2. Jika kecelakaan dengan akibat meninggal atau cacat : 450 juta (sampai usia <65 tahun)
  3. Jika sakit kritis (49 penyakit kritis) : 400 juta (sampai usia <70 tahun)
  4. Payor (pembebasan premi dan dibayari premi oleh perusahaan jika terdiagnosis penyakit kritis atau mengalami cacat tetap total) sampai usia 65 tahun.

Nilai tunai di akhir tahun kesepuluh sebesar Rp 50.525.000 (asumsi pertumbuhan 18%). Nilai tunai ini belum menyamai premi total yang dibayarkan selama 10 tahun (60 juta), karena mengambil porsi asuransi yang maksimal. Itu bukan masalah, karena memang tujuan beliau adalah asuransi untuk proteksi, bukan investasi.

Kalau memang tujuannya proteksi, kenapa tidak ambil asuransi murni? Kan bisa lebih murah? Alasannya sebagai berikut.

Pertama, beliau ingin asuransi yang menyediakan keempat manfaat. Di asuransi murni (tradisional) keempat manfaat bisa didapat tapi harga premi mahal.

Tentang manfaat sakit kritis, semua orang pasti memiliki potensi sakit kritis misalnya, stroke, jantung, dan sebagainya sehingga perlu kita berjaga-jaga seperti meyediakan payung sebelum hujan.

Manfaat payor menjamin bahwa rencana keuangan kita, yakni mendapat proteksi jiwa sekaligus investasi, tetap berjalan apa pun yang terjadi pada diri kita, sekalipun sakit kritis, cacat total, dan tidak bisa bekerja.

Kedua, kita juga ingin asuransi jiwa yang bisa berlaku seumur hidup, bukan sampai usia tertentu saja. Asuransi jiwa murni (termlife) paling banter hanya sampai 70 tahun, itu pun dengan premi yang sangat mahal selewat usia 50. Dengan unit link, kita punya keleluasaan apakah tetap sampai 100 tahun ataukah kubatalkan pada usia tertentu (misalnya 70 tahun). Dengan demikian, pada usia 70 tahun, seandainya masih hidup, kita bisa punya pilihan apakah akan mewariskan uang 450 juta (kemungkinan nanti nilainya tidak seheboh sekarang akibat inflasi) kepada keluargaku, ataukah membatalkan asuransi jiwaku dan mengambil hasil investasi yang ada (di ilustrasi nilainya mencapai 948 juta).

Pilihan semacam ini tidak akan diperoleh di asuransi murni termlife. Memang, menurut teori para perencana keuangan, orang tua umur 70 tahun tidak butuh asuransi jiwa karena hartanya diasumsikan sudah banyak berkat hasil investasinya sejak masa muda. Tapi punya pilihan tentu lebih menyenangkan. Jika untuk punya pilihan itu kita harus membayar lebih. Dengan mengambil unit link sekarang, kita bisa menikmati biaya asuransi atau cost of insurance (COI) yang jauh lebih murah di masa tua, dibanding termlife. Dan dana untuk membayar COI itu tidak usah dipikirkan karena akan tertutupi oleh hasil investasi (dengan asumsi kondisi ekonomi sehat, dan tentunya kita mengharapkan demikian. Jika kondisi ekonomi tidak sehat, bukan hanya unit link yang rugi; semua investasi juga rugi, dan asuransi murni juga bisa mengalami gagal bayar klaim).

Ketiga, ada nilai tunai hasil investasi yang akan digunakan untuk merawat manfaat asuransi sampai masa berlakunya berakhir, atau jika butuh uang bisa diambil sebagian tanpa membatalkan manfaat asuransi.

Keempat, unit link menyediakan fasilitas cuti premi, yang memungkinkan diri kita:

1) berhenti menyetor premi untuk sementara (beberapa bulan) jika karena satu dan lain hal mengalami kesulitan finansial. Pemberhentian ini tidak otomatis membatalkan polis asuransi karena ada unit investasi yang akan membayarkan biaya asuransi dan administrasi. Setelah keuangan pulih, kita bisa kembali meneruskan setoran premi; 2) membayar premi lebih singkat (rencanaku 10 tahun) untuk mendapatkan proteksi lebih panjang.

Kelima, belum tentu asuransi murni lebih murah daripada unit link. Memang jika hanya membandingkan unit link vs termlife murni+reksadana, unit link akan kalah, termasuk dalam jangka panjang. Namun jika unit link dibandingkan dengan termlife+(kecelakaan+sakit kritis+payor)+reksadana, kita yakin unit link lebih unggul, termasuk dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, unit link akan lebih tampak lagi keunggulannya. Unit link dirancang untuk diambil dengan manfaat yang beragam, bukan satu manfaat saja. Dengan mengambil minimal 2 atau 3 manfaat tambahan, keunggulan unit link akan lebih terlihat.

Keenam, jelas unit link lebih praktis daripada mengambil asuransi terpisah dengan investasi. Kepraktisan adalah nilai lebih dari suatu produk, sebab bisa membantu kita menghemat waktu, tenaga, dan pikiran. Jika untuk kepraktisan ini kita membayar sedikit lebih mahal, itu lumrah. Apalagi jika lebih murah.

Ketujuh, dalam unit link ada agen yang sudah berkomitmen untuk melayani nasabah jika melakukan klaim. Ini juga nilai tambah yang tidak boleh diremehkan. Jika untuk fasilitas ini kita membayar lebih mahal, tak masalah. Apalagi jika lebih murah.

Kedelapan, kemampuan keuangan saat ini hanya memungkinkan membayar premi secara bulanan, sedangkan beberapa produk term life yang sudah kusurvai, bayarnya hanya bisa tahunan. Biarpun ada term life yang misalnya menawarkan premi 3 juta utk UP 1 miliar, saat ini aku tidak sanggup bayar sekaligus. Lagi pula, seperti kusebutkan di atas, kebutuhan proteksi bukan hanya UP jiwa.

Kesembilan, dengan alasan etis dan religius, beliau hanya ingin asuransi yang syariah. Produk term-life yang murah-murah tsb pada umumnya belum syariah. Sedangkan term-life syariah preminya lebih mahal, ridernya tidak lengkap, dan kita tidak yakin ada renewal guarantee (garansi perpanjangan).

Produk unit link yang diambil ini jenisnya syariah. Dan rata-rata penyedia unit link memiliki produk syariah.

Kesimpulan:  yakin unit link masih lebih baik daripada asuransi murni, dengan catatan:

1. Manfaat proteksinya dimaksimalkan. Perbesar uang pertanggungan meninggal, kecelakaan, dan sakit kritis, sampai jumlah maksimal yang diizinkan oleh program unit link tersebut sesuai premi yang kita bayarkan.

Beliau juga tidak mengambil manfaat kesehatan karena sementara ini masih punya kartu Jamsostek dari kantor istrinya.

2. Tidak salah memilih produk. Mengapa? Karena unit link berbeda-beda dalam segi manfaat yang bisa diberikan dan biaya yang dikenakan. Sebelum memutuskan yang sekarang ini, aku telah melakukan survai terhadap 5 produk unit link (P, T, A, A, dan A). Insya Allah yang diambil ini adalah yang terbaik (manfaat paling besar, biaya paling rendah).

3. Agennya berkualitas. Jika anda bertemu agen asuransi, tanya berapa lama dia sudah jadi agen. Semakin lama insya Allah semakin baik, tandanya sudah pengalaman. Tapi juga jangan terlalu tua. Kalau bisa seumuran, sebab dia akan melayani kita seumur hidup kita. Kalau dia meninggal lebih dulu, kita bisa kehilangan fasilitas dilayani agen, kecuali agen di atasnya mau menggantikan.

Lalu tanya pula apakah agen tsb sudah menjadi nasabah dari produk yang dia tawarkan. Jika belum, itu namanya parah. Nyuruh orang beli, dia sendiri tidak pake. Kebetulan agen yang kutemui (aku yang menemuinya, bukan dia menemuiku) sudah enam tahun jadi agen dan kariernya sudah di puncak. Umurnya kelihatannya masih muda, tidak beda jauh denganku. Dan tentunya dengan kekayaan yang dia miliki, dia juga telah menjadi nasabah dari produk yang dijualnya.

Itulah beberapa pertimbangan yang diambil sebelum memutuskan membeli unit link. Sebelumnya, sempat anti dengan unit link setelah membaca saran beberapa perencana keuangan yang menganjurkan pemisahan antara asuransi dan investasi. Tapi kupikir para penyedia unit link pun membaca kritik-kritik yang dialamatkan kepada produk mereka. Ada yang sudah memperbaiki produknya, sebagian lagi belum.

Dan aku memilih produk unit link yang kelihatannya telah disempurnakan untuk siap menghadapi kritik tsb. Salah satu cirinya, dulu produk ini mengenakan biaya akuisisi 195%, sekarang biaya akuisisinya 145% dan bisa turun menjadi 118,7% jika aku membayar premi rutin hingga 10 tahun (produk ini memberikan ekstra 5,26% untuk porsi investasi sejak tahun keenam).

Demikian sekadar sharing. Jadi kita tidak sekadar anti dengan unit link tanpa punya pertimbangan yang komprehensif menyangkut sisi kelebihan dan kelemahan suatu produk. Termlife murah, tapi tidak bisa seumur hidup. Unit link lebih mahal, tapi bisa seumur hidup. Selain itu termlife saja belum cukup; kita juga butuh asuransi kecelakaan dan sakit kritis. Unit link memberikan manfaat-manfaat tambahan yang biaya asuransinya akan lebih murah dibanding harus mengambil satu-satu secara terpisah. (Di sini saya belum punya perbandingan dalam bentuk angka, tapi saya yakin setidaknya dalam jangka panjang unit link lebih murah).

Kemudian dari segi investasi, memang reksadana bisa menghasilkan retur yang lebih maksimal. Tapi tentunya kita mengambil unit link bukan dengan tujuan investasi, melainkan proteksi. Hasil investasi yang ada itu fungsinya untuk membayar biaya-biaya asuransi, sehingga sebaiknya tidak kita ambil, kecuali disisakan sejumlah dana yang cukup untuk berkembang sendiri agar kita tidak lagi harus membayar premi.” (cerita diambil dari kisah hidup Bapak Asep Sopyan, https://myallisya.com/2011/11/23/9-alasan-membeli-unit-link-3-catatan/)

Dari sharing di atas bisa disimpulkan bahwa membuka polis asuransi sangat penting terutama untuk melindungi kita secara finansial. Semoga kisah di atas menginsipirasi kita agar semakin sadar asuransi.

Pendaftaran unit link Allianz dengan manfaat di atas bisa hubungi:

Natanael Agen Asuransi Allianz

HP/WA 08113436830

 

 

Kelebihan Asuransi Allianz yang Menjadi Perhatian Saat memilih Asuransi

Apa sebenarnya kelebihan asuransi Allianz dibanding asuransi lain yang begitu banyak dan pasti semua bagus.

Berikut kelebihan yang bisa didapat dengan menjadi nasabah asuransi Allianz.

PENYAKIT KRITIS (CI100)

1. Pertanggungan s/d usia 100 tahun untuk asuransi penyakit kritis CI100. Hanya di Allianz saja yang berani memberikan perlindungan penyakit kritis sampai usia si tertanggung mencapai 100 tahun. Di asuransi lain, tidak ada yang berani.

2. Tersedia perlindungan terhadap 100 Jenis Penyakit kritis + 2 manfaat tambahan penyakit kritis (Total 102 penyakit kritis sebenarnya). Hebatnya 2 manfaat tambahan penyakit kritis ini malah Uang Pertanggungan (UP) nya tidak mengurangi UP manfaat penyakit kritis sebenarnya.

3. Perlindungan terhadap Terminal Illness di asuransi penyakit kritis Allianz (CI, CI+, CI100). Terminal illness artinya semua penyakit kritis yang telah mendapatkan diagnosa dokter & dokter Allianz dan mereka setuju berdasarkan hasil diagnosa untuk memberikan pernyataan bahwa harapan hidup dari si pasien kurang dari 12 bulan.)

4. Uang Pertanggungan yang diklaim cair sebesar 50% di tahap early stage dan 100% di tahap menengah  dan lanjutan. Bahkan untuk 5 kondisi penyakit kritis yang sangat kritis (catastrophic), Allianz menambahkan 20% dari UP lagi sehingga total UP yang dibayarkan menjadi 120%.

5. Periode Eliminasi 90 hari dihitung sejak polis aktif. Periode eliminasi ini termasuk yang paling singkat dibandingkan di asuransi lain. Asuransi lain ada yang sampai 180 hari bahkan lebih.

TOTAL PERMANENT DISABILITY (CACAT TETAP TOTAL)

6. Uang Pertanggungan dibayarkan 100 % sekaligus.

7. Jika sudah diklaim, manfaat lain seperti CI+ dan CI100 (sakit kritis), Payor, Meninggal, tetap jalan kecuali ADDB (Accidental Death & Disability Benefit).

8. Dicover sampai usia 65 tahun

9. Cacat tetap total tetap dibayar meskipun sudah ada klaim ADDB, CI+, CI100, Payor.

10. Cacat tetap total memiliki Uang Pertanggungan (UP) yang terpisah dari Uang Pertanggungan meninggal dunia/ jiwa. Di Asuransi lain, jika si nasabah terkena cacat tetap total, maka setelah nasabah melakukan klaim dan UP telah diterima maka polis langsung berakhir. Di Allianz, setelah nasabah menerima klaim UP cacat tetap total, polis belum berakhir dan masih tetap mengcover sampai dengan usia 100 tahun atau meninggal dunia (mana yang duluan terjadi)

MENINGGAL DUNIA

11. Uang Pertanggungan yang diterima ahli waris sebesar 100% meskipun sudah ada klaim CI+, CI100, TPD, ADDB & PAYOR kecuali sudah ada klaim CI Accelerated yang UP nya merupakan UP gabungan dengan UP Meninggal Dunia.

12. Untuk kasus bunuh diri atau meninggal dunia karena AIDS, tetap bisa klaim dengan catatan polis asuransinya telah berusia lebih dari 2 tahun. (Untuk kasus bunuh diri, tidak bisa dilakukan klaim di asuransi syariah/ Tapro Allisya Allianz)

ACCIDENTAL DEATH AND DISABILITY BENEFIT (CACAT ATAU MENINGGAL KARENA KECELAKAAN)

13. Dicover sampai usia 65 tahun.

ASURANSI JIWA BERJANGKA (TERM LIFE)

14. Memberikan perlindungan meninggal dunia tambahan sampai dengan usia tertanggung mencapai 70 tahun. Besar UP nya maksimal 2x UP manfaat meninggal dunia dasar.

PAYOR

15. Payor karena kondisi CI+ (sakit kritis) / TPD (cacat tetap total).

16. Payor terjadi di bawah usia 65 tahun.

17. Payor dibagi 2 yaitu : Payor Benefit ( CI+ / TPD ) dan Payor Protection ( Meninggal ). Jika CI+ ditolak, maka masih pemegang polis masih bisa ambil manfaat Payor Protection (meninggal).

18. Payor karena CI+, TPD maupun meninggal dunia, maka setoran premi akan dilanjutkan oleh Allianz sampai dengan si pemegang polis berusia 65 tahun (Seolah olah pemegang polis berusia 65 tahun untuk payor karena meninggal dunia).

SPOUSE PAYOR

19. Spouse Payor karena CI+ (sakit kritis) / TPD (cacat tetap total).

20. Spouse Payor terjadi di bawah usia 65 tahun.

21. Spouse Payor karena CI+, TPD, maka setoran premi akan dilanjutkan oleh Allianz sampai dengan si pasangan pemegang polis berusia 65 tahun.

FLEXICARE FAMILY (CASH PLAN/ SANTUNAN HARIAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT)

22. Untuk santunan harian rawat inap rumah sakit Flexicare minimal dirawat inap 1 x 24 jam saja sudah bisa reimburse. Di asuransi lain minimal harus dirawat inap 2 x 24 jam baru bisa reimburse.

23. Cover santunan rawat inap di rumah sakit maksimal 180 hari / tahun

24. Bedah tanpa disertai rawat inap tetap bisa dicover

25. Jika dirawat karena kecelakaan, manfaat yang diberikan sebesar 2 x daripada jika dirawat karena sakit penyakit

26. Tambahan santunan yang dibayarkan secara sekaligus (lump sum) apabila dirawat lebih dari 30 hari berturut turut di rumah sakit.

HOSPITAL & SURGICAL CARE PLUS (HSC +)

27. Manfaat bedah yang diberikan rata rata jumlahnya lebih besar daripada di asuransi lain

28. Mendapatkan manfaat tambahan perawatan kanker, dialisa (cuci darah) dan fisioterapi

29. Rawat jalan yang dilakukan 30 sebelum menjalani perawatan rawat inap rumah sakit juga bisa di klaim.

30. Rawat jalan yang dilakukan 90 hari setelah menjalani perawatan rawat inap rumah sakit juga masih bisa diklaim (dengan catatan untuk kontrol penyakit yang sama dengan penyakit yang diderita saat rawat inap rumah sakit). Di asuransi lain paling lama hanya 30 hari lamanya tetapi Allianz berani mengcover sampai dengan 90 hari setelah rawat inap rumah sakit.

31. Juga mengcover rawat jalan dan rawat gigi darurat yang diakibatkan oleh kecelakaan (perawatan dilakukan dalam tempo 48 jam setelah terjadi kecelakaan dan masih tetap dicover untuk rawat jalan lanjutan samai dengan 14 hari ke depan).

HAL – HAL YANG UMUM

32. Perusahaan Allianz memberikan pengalaman akan proses klaim asuransi yang mudah

33. Biaya asuransi (cost of insurance) pada produk asuransi yang ditawarkan sangat murah

34. Cost of Insurance (COI) / Biaya Asuransi tahun ke 1 dihutangkan dulu oleh Allianz dan baru dibebankan separuhnya di tahun ke 2 dan separuhnya lagi di tahun ke 3. (perhitungan COI sudah termasuk di dalam premi yang dibayarkan, jadi tidak mempengaruhi premi)

35. Biaya administrasi Rp. 26,500 / bulan baru mulai dibebankan di bulan ke 13. (perhitungan biaya administrasi sudah termasuk di dalam premi yang dibayarkan, jadi tidak mempengaruhi premi)

36. Usia masuk maksimal 70 tahun untuk asuransi jiwa.

Banyaknya kelebihan asuransi Allianz membuatnya menjadi pilihan utama bagi yang mencari asuransi yang berkualitas.

Tujuan utama dari mengikuti asuransi adalah sebagai persiapan atau upaya untuk berjaga-jaga terhadap peristiwa yang tidak diharapkan seperti sakit, kecelakaan, ataupun meninggal dunia, sehingga bila hal tersebut terjadi sudah ada asuransi yang menanggung biayanya atau memberikan santunan pada keluarga yang ditinggalkan agar tidak kekurangan.

Jadi salah satu usaha terbaik yang bisa dilakukan untuk melindungi keluarga adalah dengan memiliki asuransi Tapro Allianz.

Pendaftaran atau pembukaan Polis Asuransi Allianz hubungi

Natanael Agen Asuransi Allianz Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

line: natanael1975

email: natanael.allianz@gmail.com

UP Rp 500jt Hanya Bayar Premi Rp 900rb Perbulan untuk Usia 54 Tahun

Pagi ini saya bertemu clien yang sudah berusia 54 tahun. Saya mulai bertanya dan cerita dengan pertanyaan seperti ini.

“Pak, di Allianz ada program yang memberi warisan Rp 500jt sampai milyaran ke anak dan istri kita jika kita.”

“Program apa pak itu,” pertanyaan balik ini menandakan beliau tertarik.

Singkat cerita, beliau ingin dibuatkan ilustrasi jiwa Tapro Allianz dengan UP untuk diwariskan ke istri dan anak-anaknya sebesar Rp 500jt. Kemampuan budget dibawah Rp 1jt perbulan.

Ilustrasi yang saya sajikan ke beliau sebagai berikut:

hal 1

Di gambar di atas dijelaskan bahwa hanya dengan membayar premi Rp 900rb perbulan, maka nasabah saya yang berusia 54 tahun dapat:

  1. Uang Pertanggungan (UP) Warisan meninggal dunia Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah). Uang untuk warisan ini cair jika nasabah saya meninggal sebelum usia 100 tahun. Misal nasabah hidup sampai 100 tahun, manfaat yang dibayar ialah sebesar nilai investasi yang ditabung.
  2. Ditambah TERM Life sebesar Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta ruiah). Term life ini cair jika nasabah saya ini meninggal karena sakit atau kecelakaan sebelum usia 85 tahun.
  3. Jika nasabah terjadi resiko (meninggal) di usia sebelum 85 tahun maka yang di wariskan adalah total dari Rp 200.000.000 + Rp 300.000.000 = Rp 500.000.000,-

 

Saya menulis ini untuk orang yang mencintai anak dan istrinya (bagi suami). Dan bagi istri, untuk anak=anaknya. Bagi anak, untuk orang tuanya.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi kita berbuat yang berharga sebelum meninggal.

Info lebih detail dan pendaftaran polis Tapro dengan UP Jiwa Rp 500jt hingga 10 Milyar bisa menghubungi

Natanael Agen Asuransi Allianz domisili Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email, natanael.allianz@gmail.com

Web: proteksifinancial.com

 

Punya Asuransi Kesehatan Sesuai Tagihan, Masih Perlukah Asuransi Penyakit Kritis?

 Sekarang ini banyak program asuransi kesehatan yang membayar biaya pengobatan sesuai tagihan rumah sakit. Di Allianz pun sejak Agustus 2014 lalu telah diluncurkan produk SmartMed Premier, program asuransi kesehatan yang membayar klaim sesuai tagihan dengan limit tahunan 6 miliar. Artinya, berapa pun biaya yang ditagihkan rumah sakit, untuk penyakit kritis sekalipun, akan dibayar sepenuhnya oleh Allianz, selama tidak melebihi 6 miliar.

Bagus? Tentu saja. (Penjelasan lebih lengkap tentang SmartMed Premier bisa dibaca di SINI).

Pertanyaannya, jika kita sudah memiliki produk askes yang membayar klaim sesuai tagihan semacam itu, apakah kita masih perlu mengambil asuransi penyakit kritis?

Jawabannya adalah PERLU.

Mengapa?

“Karena asuransi kesehatan tidak memberikan uang tunai dalam jumlah besar; sesuatu yang sangat dibutuhkan ketika mengalami penyakit kritis.”

Aneka biaya tersembunyi penyakit kritis yang tidak ditanggung asuransi kesehatan.


Asuransi kesehatan bisa membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit. Tapi untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit, asuransi kesehatan tidak bertanggung jawab lagi.

Apa sajakah itu? Silakan dilihat kembali gambar di atas. Atau dilanjut dengan rangkuman di bawah:

  • Akomodasi untuk orang yang menemani, seperti transportasi, penginapan, biaya makan, dan lain-lain. Orang yang menemani si sakit ini bisa jadi bukan satu-dua orang. Biaya akan lebih besar jika perawatan dilakukan di luar negeri.
  • Perawatan lanjutan sepulang dari rumah sakit, seperti perawat di rumah dalam jangka waktu yang lama (untuk kasus stroke atau lumpuh), cuci darah hingga seumur hidup (untuk kasus gagal ginjal), suplemen untuk penguat tubuh yang pada umumnya berharga mahal (seperti produk kesehatan yang sering ditawarkan MLM), atau perawatan di tempat pengobatan alternatif.
  • Biaya hidup selama tidak bekerja karena menjalani perawatan, dan biaya hidup untuk keluarga jika tidak bisa bekerja lagi untuk seterusnya.
  • Segala keperluan dan cita-cita lain yang bisa terganggu akibat mengalami penyakit kritis, seperti dana pendidikan anak, rencana pensiun, cicilan rumah, cicilan mobil, rencana liburan, hingga perjalanan ibadah.

Asuransi penyakit kritis bisa membantu untuk berbagai biaya dan keperluan semacam itu, karena klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (cash). Besarnya sesuai jumlah uang pertanggungan (UP) yang tercantum dalam polis.

Misalnya dalam polis tertera UP penyakit kritis sebesar 1 miliar, maka akan diberikan sebesar 1 miliar jika tertanggung terdiagnosa suatu penyakit kritis, atau separuhnya jika penyakit kritis terdiagnosa di tahap awal (khusus untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung sejak tahap awal, contohnya CI100).

Yang namanya uang tunai, sifatnya sangat fleksibel dan tentunya boleh digunakan untuk apa saja. Mau dipakai berobat boleh, tidak berobat pun silakan saja. Berobat di rumah sakit boleh, di klinik alternatif juga boleh. Mau digunakan untuk biaya hidup sehari-hari boleh, disimpan saja untuk keperluan pendidikan anak pun baik. Untuk melunasi utang boleh, diinvestasikan untuk menambah dana pensiun pun tak masalah.

Itulah kekuatan uang tunai dalam jumlah besar, sesuatu yang tidak diberikan oleh asuransi kesehatan sebagus apa pun.

Klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (hard-cash). Penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada nasabah.

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) pada produk asuransi jiwa Tapro. Saat ini terdapat dua macam rider penyakit kritis, yaitu CI+ dan CI100. CI+ memberikan perlindungan dari 49 penyakit kritis sampai usia 70 tahun, sedangkan CI100 memberikan perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun. (Mengenai perbedaan keduanya, bisa dibaca di Perbedaan dan Persamaan antara CI+ dengan CI100).

Bagaimana dengan preminya? Sebagai contoh bisa dilihat pada gambar ilustrasi berikut:

Dengan setoran 900 ribu per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1M ditambah rider CI+ 1M. Total manfaat 2M

.

Dengan setoran 1juta per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1 M ditambah rider CI100 (100 kondisi penyakit kritis) 1 M. Total manfaat 2 M.

Untuk usia dan jenis kelamin yang berbeda, atau menginginkan manfaat tambahan yang lain, silakan menghubungi saya melalui kontak di bawah.

sumber: myallisya.com/2014/08/29/punya-asuransi-kesehatan-sesuai-tagihan-masih-perlukah-asuransi-penyakit-kritis/

Terima kasih.

Natanael Agen Allianz Indonesia

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com