Tag Archives: allianz

Hal yang Perlu Diperhatikan Para Nasabah

Berikut ini 11 hal yang perlu diperhatikan para nasabah pemegang polis asuransi jiwa, khususnya pemegang polis unit-link Tapro Allianz.

  1. Nomor polis. Nomor polis perlu dicatat di HP atau buku catatan yang mudah diakses. Tak jarang saya mendapati nasabah saya menanyakan nomor polis saat mereka sedang melakukan pembayaran premi di ATM. Jika saat itu saya sedang luang, tentu saya segera mengecek ke Portal ASN. Tapi terkadang saya tidak dalam posisi untuk bisa segera menjawab, sehingga pembayaran premi jadi tertunda hanya karena tidak tahu nomor polis.
  2. Besaran premi. Jika polis anda hanya satu, besarnya premi tentu mudah diingat, tapi jika anda memiliki banyak polis termasuk milik keluarga anda, sebaiknya semua polis dicatat berikut nomor polisnya di HP anda.
  3. Tanggal jatuh tempo. Yang juga perlu diingat adalah tanggal jatuh tempo, dan perlu dicatat jika polis anda lebih dari satu. Tanggal jatuh tempo akan bergeser ke bulan berikutnya setiap kali anda bayar premi. Jika telat bayar, jatuh tempo tidak akan bergeser dan jika telah melewati masa tenggang (45 hari untuk polis Tapro Allianz), polis bisa lapse (batal).
  4. Cara pembayaran premi. Jika cara pembayaran melalui transfer manual, pastikan anda tahu cara melakukannya. Jika cara pembayaran melalui autodebet rekening bank, pastikan dana selalu tersedia saat jadwal pendebetan. Jika melalui kartu kredit, pastikan limitnya tidak penuh, dan ketika masa berlaku kartu habis, pastikan anda memperpanjangnya. Dan jika ada perubahan rekening bank atau kartu kredit segera informasikan kepada agen atau CS anda.
  5. Manfaat polis. Apa saja manfaat perlindungan dari polis asuransi jiwa dan seberapa besar uang pertanggungannya, baik untuk asuransi dasar maupun rider. Juga hal-hal apa yang tidak ditanggung, supaya anda tidak kecewa jika salah kira.
  6. Data polis. Meliputi nama tertanggung dan pemegang polis, nama ahli waris, tanggal lahir, alamat, email, nomor HP, dsb, pastikan semuanya tertulis dengan benar agar tidak ada urusan tambahan yang tidak perlu pada saat terjadi klaim.
  7. Tempat penyimpanan buku polis. Simpan buku polis di tempat yang aman dan mudah diakses. Misalnya di lemari penyimpanan. Tempatkan bersama dokumen penting anda lainnya, seperti sertipikat rumah, BPKB, dan kontrak-kontrak penting. Tapi jangan simpan di safe deposit box bank, karena SDB hanya bisa diakses oleh anda sendiri, yang bisa menyulitkan pengambilan jika terjadi kondisi darurat. Pastikan pasangan atau keluarga dekat anda mengetahui keberadaan buku polis tersebut. Kadang ada kasus seorang janda baru mengetahui almarhum suaminya punya polis asuransi jiwa setelah bertahun-tahun kemudian.
  8. Cara klaim. Secara garis besar anda perlu mengetahui bagaimana cara klaim dari polis anda. Jika klaimnya cashless (untuk manfaat rawat inap), pastikan kartu cashlessnya disimpan di tempat yang mudah diakses. Di luar manfaat rawat inap, ada form klaim yang harus diisi. Anda tidak harus memegang form klaimnya sekarang, tapi pastikan anda tahu di mana harus memperolehnya pada saat diperlukan. Form-form klaim dapat diunduh di web perusahaan asuransi, juga dapat diminta ke kantor asuransi, atau diminta kepada agen anda.
  9. Laporan transaksi rutin. Anda akan menerima Pernyataan Transaksi setiap kali membayar premi, sesuai frekuensi bayar anda. Jika cara bayar anda bulanan, anda akan menerima Pernyataan Transaksi setiap bulan sekitar 3-7 hari setelah premi dibayarkan. Pernyataan Transaksi dikirim ke email atau alamat rumah anda sesuai permintaan, berisi informasi tentang premi yang disetorkan, potongan biaya yang dikenakan, jumlah dan harga unit, dan saldo investasi. Pastikan anda menerima Pernyataan Transaksi secara rutin; jika tidak, laporkan ke perusahaan atau agen anda.
  10. Layanan polis. Sekarang ini banyak perusahaan asuransi menyediakan layanan dalam bentuk digital untuk para nasabahnya. Contohnya di Allianz, nasabah dapat memeriksa nilai investasi, histori pembayaran premi, laporan bulanan dan tahunan, riwayat klaim, dan banyak hal lagi melalui portal Allianz Eazy Connect. Untuk klaim kesehatan secara reimburse, di Allianz pun tersedia aplikasi Allianz Eazy Claim. Untuk menebus obat, ada aplikasi Allianz Eazy Med. Dan bagi nasabah yang suka hadiah kejutan, tersedia aplikasi Allianz Smart Point.
  11. Kontak agen dan customer service. Di luar semua itu, tentu saja anda perlu menyimpan nomor kontak agen asuransi anda. Agen asuransi anda mengetahui, atau setidaknya dapat mengakses, semua informasi yang anda perlukan terkait sejumlah poin di atas. Tapi tentunya akan lebih nyaman bagi kedua pihak jika pemegang polis pun memperhatikan poin-poin di atas, setidaknya untuk hal-hal yang dapat dilakukan sendiri. Selain itu, anda pun perlu menyimpan nomor kontak resmi dari customer service perusahaan, baik telepon atau email. Untuk Allianz Life Indonesia, kontak CS adalah 1500136 (umum) dan 1500139 (khusus syariah), email contactus@allianz.co.id. Jika polis anda memiliki manfaat rawat inap cashless, simpan juga kontak AdMedika Allianz di nomor 1500126 sebagai pemberi informasi di saat terjadi klaim rawat inap.

Demikian hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai nasabah asuransi jiwa dan kesehatan,  semoga bermanfaat.

Ingin mendaftar atau info hubungi:

Natanael (Bussines Partner ASN)

HP/WA 08113436830

Advertisements

Cara Mudah Mewariskan Rp 1 Milyar untuk Anak

Pasti membaca judul di atas diantara kita ada yang berpendapat, “Ah mustahil, mana bisa mudah mendapatkan uang Rp1Milyar.”

Komentar di atas wajar. Wajar untuk kebanyakan orang.

Apalagi kita kebanyakan masih banyak hutang. Misalnya, beli rumah secara kredit. Nyatakah judul diatas?

Apa semua orang mungkin mendapat kesempatan memberikan warisan Rp 1 Milyar ke anak kita.

Menjawab pertanyaan itu, Saya akan gambarkan misalnya, jika kita menabung secara konvensional, berapa lamakah kita bisa menyiapkan warisan uang Tunai sebesar 1 M dengan menabung hanya 500 ribu per bulan?

1.000.000.000 dibagi 500 ribu/bulan = 2.000 bulan

2000 bulan itu setara dengan kurang lebih 167 tahun. Ditambah dengan umur Anda sekarang (misalkan 30 tahun), maka kurang lebih Anda butuh 167+30 = 197 tahun menabung untuk dapat menghasilkan warisan uang tunai 1 M. Apakah Ayah punya CUKUP WAKTU 197 TAHUN?

Belum lagi jika saat merencanakan keuangan tiba-tiba terkena sakit kritis misal stroke jantung dan lainnya. Rencana pasti rusak.

Melihat hal tersebut, saya akan tawarkan sebuah program dari Allianz Life yakni

Jika saat ini Ayah berumur 33 tahun, maka dengan menabung Rp 1200.000 saja per bulan dengan konsisten, maka satu hari sejak diterima oleh Allianz, sudah tercipta dana tunai Warisan sebesar 1 M.

Jika dalam periode menabung, terjadi sebuah resiko “kepastian hidup”, yaitu meninggal dunia, atau terdiaknosa sakit kritis, maka dana Warisan 1 M akan dibayarkan kepada ahli waris yang ditunjuk, meskipun jumlah yang disetorkan baru beberapa bulan saja.

Berikut contoh ilustrasinya;

Capture1

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program WARISAN INSTANT KELUARGA ini, silakan hubungi, Natanael HP: 08113436830

Ketenangan Anda dan Keluarga dengan Tambahan Dana Santunan Jiwa

term life

(gambar diambil dari https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-jiwa/term-life)

Saya dan anda secara pribadi pasti tidak ingin membebani istri dan anak dalam hal keuangan.

Asuransi tambahan term life akan membantu keuangan keluarga anda sebagai ahli waris. Ahli waris akan mendapat santunan jiwa jika tertanggung sebagai pencari nafkah meninggal.

Syarat dan ketentuan dalam mendaftar dan mendapat Rider Term life:

  • Usia masuk: 1 – 69 tahun.
  • Maksimum usia perlindungan: 85 tahun.
  • Jumlah santunan: Minimum 20 Juta hingga maksimum tidak terbatas (dapat melebihi nilai santunan jiwa dasar) dengan mengikuti ketentuan underwriting.
  • Pengecualian berlaku sesuai syarat & ketentuan dalam polis.
  • Tersedia dalam versi non syariah & syariah.

Ingin info atau ingin mendaftar sebagai nasabah Asuransi Kesehatan dan Jiwa Allianz, hubungi saya di WA: 08113436830, Bpk Natanael

Selamat membaca

 

 

 

 

Berapa Uang Pertanggungan yang Anda Butuhkan, 1M, 2M atau 10M?

Anda butuh Uang Pertanggungan berapa besar, apakah 1M, 2M, atau bahkan 10M ?

Atau anda masih bingung apa yang dimaksud dengan Uang Pertanggungan.

Uang Pertanggungan sangat dibutuhkan sebagai penutup biaya tak terduga si keluarga jika pemegang polis (misalnya ayah) meninggal. Uang Pertanggungan yang cukup bisa menopang hidup anaknya, terutama biaya pendidikan.

Ngeri jika tiba-tiba meninggal, hutang belum lunas. Wah bisa tiap hari si istri atau anak tidak tenang karena selalu dikejar penagih hutang. Disinilah pentingnya Uang Pertanggungan.

Misalnya, seorang pengusaha muda yang punya hutang 1 Milyar, maka wajib dia mengikat kontrak berupa polis asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan sebesar Rp 1 Milyar.

Berikut ini merupakan bukti pencairan klaim asuransi jiwa Allianz sebesar Rp 2 Milyar.

 

Allianz membuktikan bahwa uang ratusan Juta hingga Milyaran dibayarkan !

info pendaftaran:

Natanael, HP/WA 08113436830

Jadilah Bijak, Amankan Finansial Anda

Menurut data klaim, 3 pembunuh tak bersuara paling sadis di dunia: (Silent Killer)

1. Jantung

2. Stroke

3. Kanker

Sudahkah Anda mempersiapkan biaya pengobatan hal tersebut di atas jika namanya resiko itu terjadi?  Biaya pengobatan Penyakit Silent Killer itu mahal, sangat mahal, saat ini memakan 500 juta – 2 Milyar.

Jika Anda siap dengan biaya pengobatan, ada 1 (satu) hal lagi  yang harus dibereskan, yaitu biaya kehidupan.

Biaya pengobatan memang mahal, tapi biaya  kehidupan jauh lebih mahal dan terus meningkat.

Di satu sisi, penghasilan terancam STOP saat silent killer tadi menghampiri.

biaya-pengobatan-sakit-kritis.jpeg

Di saat seperti ini, saat Anda paling membutuhkan bantuan, berapa nominal uang yang ingin Anda lihat saat Anda cek rekening di ATM Anda ?

Mari tanyakan kepada diri Anda :

Sudah seberapa siap Anda menghadapi hal ini?

Sudah berapa besar Proteksi yang Anda miliki?

Mau uang tunai (cash) berapa ditransfer Allianz ketika resiko “silent killer” ini menghampiri? Bagaimana jika saya bisa membantu Anda menciptakan Dana Tunai Cash Milyaran untuk mengantisipasi silent killer?

Mari kita rencanakan keuangan kita dengan lebih matang.

info penjelasan dan pendaftaran program perlindungan keuangan ini, hubungi: 

Natanael, HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

 

Pentingnya Pencoveran Penyakit Kritis di dalam Produk Asuransi Kesehatan

Ada tiga hal yang lebih penting dari hanya manfaat rawat inap/jalan saja dalam memilih asuransi kesehatan yang bagus, tiga hal penting ini pada umumnya tidak semua perusahaan asuransi jiwa / kesehatan berani mengcovernya, hal-hal penting itu adalah :

  • COVER PENYAKIT KRITIS

Penyakit yang paling ditakuti semua orang saat ini adalah SAKIT KRITIS, baik itu jantung, kanker, tumor, stroke, dan lainnya. Penyakit tersebut setiap tahun semakin banyak jumlah penderitanya. Hal itu disebabkan pola hidup tidak sehat, stress, bahkan bisa juga karena kegemukan.

survey-penyakit-kritis-allianz

Dan menurut survey yang telah dilakukan oleh WHO, 90% manusia meninggal sebelumnya karena terkena sakit kritis. Artinya hanya sekitar 10% manusia yang meninggal dalam kondisi alami.

Penyakit kritis biayanya sangat mahal. Seandainya saat ini sudah ratusan juta bisa dibayangkan tigapuluh tahun yang akan datang, bisa jadi miliaran.

Pada saat ditawari agen asuransi, coba tanyakan  :
1. Apakah asuransinya memiliki proteksi untuk sakit kritis?
2. Berapa macam jenis penyakit kritis yang dicovernya?
3. Jika ada, cek berapa besarnya proteksi yang diperuntukkan untuk sakit kritis dan coba Anda pikirkan dan hitung lagi sudah cukupkah biaya proteksi yang diberikan dibandingkan dengan kebutuhan biaya itu pada saat terjadinya?

Pertanyaan Ini penting, karena tidak semua asuransi kesehatan memberikan perlindungan untuk sakit kritis, beberapa ada tetapi memiliki nilai tunai yang sangat kecil, itu tidak membantu kita!
Jangan lupa juga untuk cek dan tanyakan, biasanya asuransi kesehatan yang bagus akan memberikan manfaat tabungan gratis bila nasabahnya terkena penyakit kritis.

“Ah, saya  tidak mungkin terkena penyakit kritis.”

Jangan sombong dulu, anda merasa tidak mungkin terkena penyakit kritis, PERTANYAANnya :
“Dengan pola hidup sekarang ini, dalam kurun waktu 20 – 30 tahun ke depan, adakah kemungkinan kita terkena salah satu dari penyakit kritis?”

  • COVER CACAT TETAP TOTAL

Selain sakit kritis masih ada hal lain yang juga tinggi tingkat risikonya seperti cacat karena sakit ataupun kecelakaan, bahkan cacat tetap total yang memungkinkan seseorang sudah tidak dapat bekerja lagi. Bila hal ini terjadi pada nasabah, Tanyakan sedetail mungkin apakah yang dilakukan oleh perusahaan asuransi itu.

1. Mengeluarkan biaya proteksi, lalu tutup polis (putus hubungan), atau

2. Mengeluarkan biaya proteksi dan memberi manfaat tabungan gratis pada nasabahnya sampai usia tertentu, dan proteksi lainnya terus berjalan.

Saran saya, pilihlah asuransi yang memberi opsi nomor 2, karena kita semua tahu bila seseorang mengalami cacat tetap total, secara otomatis dirinya tidak bisa melakukan pekerjaan maksimal seperti sebelumnya, untuk beberapa perusahaan di Indonesia ini keadaan dari karyawan seperti ini akan menjadi pertimbangan untuk diberikannya kebijakan “pensiun dini” pada karyawan itu. Anda pasti mengerti maksud saya.
Jangan lupa juga, carilah asuransi yang memberikan proteksi cacat tetap total dengan claim bayar langsung bukan “dicicil”.

  • MASA PROTEKSI

Jika Anda memutuskan untuk memiliki proteksi saat ini, maka Anda juga harus menghitung sampai usia berapa Anda akan diproteksi, karena tentunya selisih 5 tahun saja akan sangat penting. Asuransi kesehatan yang mengklaim produknya bagus harus memiliki masa proteksi paling lama, khususnya untuk manfaat penyakit kritis (sampai nasabah berusia 70 – 100 tahun).
Selain itu carilah asuransi kesehatan yang tidak melakukan pengurangan manfaat/benefit jika terjadi claim dari salah satu penyakit kritis ataupun cacat tetap total dengan claim yang akan diterima oleh ahli waris jika tertanggung meninggal dunia.

Asuransi kesehatan yang bagus selalu menempatkan nasabah pada posisi “menang”
Artinya setiap biaya manfaat (sakit kritis/cacat tetap total) yang dikeluarkan kepada nasabahnya tidak mengganggu biaya manfaat (jiwa) lainnya, karena banyak asuransi yang sekilas memiliki biaya perlindungan yang besar, ternyata biaya manfaat itu saling mengurangi.
Bertanyalah lebih detail mengenai kekuatan financial perusahaan bukan saja dari informasi agen/iklan yang ditayangkan tetapi prestasi nyata yang diraih oleh perusahaan.

Apakah asuransi kesehatan Anda sudah memiliki manfaat-manfaat diatas ? Kalau belum, patut Anda pertanyakan ke financial konsultan (agen) asuransi kesehatan Anda. Bagi Anda yang belum memiliki proteksi, disini kami membantu Anda untuk bisa melihat manfaat apa saja yang akan Anda dapatkan dengan berasuransi, klik disini. Banyak fakta yang terjadi diluar sana, banyak orang lengah untuk memilih tidak memiliki asuransi jiwa, salah memilih asuransi kesehatan, dan tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain.

Maka jika Anda tidak teliti dalam mempertimbangkan manfaat proteksi, dikhawatirkan anda terjerumus pada masalah serius dalam perencanaan keuangan, bahkan tidak sedikit yang akhirnya “bangkrut” karena claim yang diberikan tidak mencukupi untuk biaya kesehatannya, karena itu fokuslah untuk melihat manfaat yang akan Anda terima nantinya.

Ingin mendaftar atau berkonsultasi hubungi saya: Natanael Agen Asuransi Allianz berlisensi tinggal di Surabaya-Sidoarjo. HP/WA 08113436830

Nasabahku Kali Ini Seorang Pendeta

Aku sungguh tidak menduga, ternyata wanita yang sudah berusia setengah abad dan sekarang duduk di depanku adalah seorang pendeta di salah satu gereja di Surabaya. Dan semenjak itu, aku tersadar bahwa bicara tentang hidup dan mati hanya ada dalam tangan Tuhan saja. Bukan ditangan manusia.

“Saya tidak takut terkena sakit kritis, pak,” jawabnya ke arahku saat aku menjelaskan tentang dampak jika manusia terkena sakit kritis. Aku tiba-tiba tersadar dan terhenyak dari alam bawah sadar setelah dia menjawab seperti itu. Singkat tapi jawaban ini membuatku berpikir ulang. Kata-kata apa yang selanjutnya meluncur dari ibu pendeta ini.

“Ada orang yang hampir mati, bisa sembuh karena saya doakan.” jawabnya bersaksi.

“sungguh, tangan dan kata-kata ibu dipakai Tuhan memberkati dan menyembuhkan semua orang.” jawabku ke ibu pendeta itu.

“Kalau bapak tidak percaya, ini pak, saya ada buktinya.” Jawabnya sambil menunjukkan video tentang kuasa Tuhan menjembuhkan orang sakit melalui ibu ini. Ajaib memang.

Dan, yang membuatku heran lagi, tiba-tiba ibu ini bilang ke saya,

“Saya menelpon bapak tujuannya untuk mendaftar asuransi. Khususnya asuransi jiwa dan sakit kritis.”

Aku kaget setengah mati. Wah, dugaanku salah. Dia seorang pendeta yang bisa menyembuhkan orang terkena sakit kritis. Tiba-tiba memintaku untuk mendaftarnya sebagai nasabah dengan manfaat sakit kritis dan jiwa.

Baik bu, ingin Uang Pertanggungan berapa?

“Saya mau yang Uang Pertanggungan Jiwa Rp 1 Milyar dan Sakit Kritis Rp 500juta.”

Saya pendeta, walaupun bisa menyembuhkan jemaat saya dengan doa, tapi saya mulai berpikir. Saya juga harus memikirkan keuangan anak saya jika tiba-tiba saya sakit yang kritis dan membutuhkan biaya besar. Tidak mungkin biayanya saya bebankan ke anak saya ini.”

Dia mengenalkan anaknya. Anaknya satu-satunya ternyata. Masih kuliah.

“Keputusan ibu tepat.” Saya berdoa agar ibu diberi umur panjang dan sehat selalu.”

“Terimakasih pak.” Tidak ada manusia yang berpikir cepat meninggal, bukan.” Apalagi mengharapkan sakit kritis.”

“Tapi sebagai manusia yang beriman, Tuhan memberi kita hikmat untuk berpikir dan tidak membebani orang. Kita diajarkan untuk memberi bukan hanya meminta.”

“Ibu pendeta betul.” Saya tersentuh dengan kalimat ibu. Terimakasih Tuhan, engkau membukakan mata dan hatiku”,