Tag Archives: artikel

Hindari Kesalahan dalam Membeli Asuransi

Sering kita kecewa tentang layanan asuransi yang kurang maksimal atau clime yang tidak dibayar. Hal tersebut bisa jadi adalah saat membeli asuransi, kita tidak mengerti tentang apa yang ada di polis yang kita beli. Berikut ini yang biasanya terjadi:

Uang Pertanggungan Kurang.

Uang Pertanggungan atau UP adalah uang yang menanggung nilai jiwa orang yang diasuransikan. Misalnya Anda membeli asuransi jiwa, UP adalah yang diterima ahli waris saat Anda meninggal. Mengapa dikatakan UP kurang? Karena demi mengejar premi kecil Anda menerima saja perhitungan UP yang dilakukan agen. “Saat ini, dibutuhkan UP antara Rp1,4 miliar sampai Rp3,5 miliar,” tegas Aidil. “Jadi, kalau UP asuransi Anda di bawah Rp1 miliar, bahkan ada yang dibawah Rp100 juta, well, Anda underinsured.”

Allianz menawarkan produk asuransi (utamanya jenis unitlink) yang memberikan proteksi maksimal dengan premi ringan.  Saya seringkali memberikan penawaran kepada calon nasabah untuk memiliki proteksi dengan UP minimal 1 Miliar.  Kenapa?  Karena: kontrak antara nasabah dan perusahaan asuransi (dalam hal ini Allianz) adalah kontrak jangka panjang, dimana Allianz melindungi nasabah seumur hidup.  Dengan memberikan proteksi yang besar (UP jumlah besar, minimal 1M), diharapkan nominal tersebut masih “terasa manfaatnya” minimal sampai 10 tahun ke depan.  Hal ini dengan mempertimbangkan adanya inflasi, dll.  Walaupun idealnya, dianjurkan bagi nasabah untuk me-review kembali polis asuransinya minimal dalam 5 tahun, dan mempertimbangkan kembali Uang Pertanggungan yang ada dalam polis.  Apakah Uang Pertanggungan dalam polis masih sesuai dengan fungsinya kelak, yaitu untuk menggantikan biaya hidup bulanan keluarga, jika terjadi resiko pada pencari nafkah utama.

Ahli waris salah.

Siapa yang Anda jadikan sebagai ahli waris atau penerima manfaat atau pemaslahat atau beneficiary? Kalau Anda menjawab ‘anak’, bisa jadi Anda melakukan kesalahan. Mengapa? “Karena anak yang belum cakap hukum nggak bisa menerima waris. Karena seseorang dikatakan cakap hukum bila berusia 21 atau sudah menikah,” ujar Aidil. “Jadi, jika Anda mencantumkan anak sebagai ahli waris, segera ubah. Bisa digantikan dengan nama pasangan atau orang tua. ”

Di Allianz, bila nasabah mencantumkan nama anak sebagai ahli waris, dan ternyata saat resiko terjadi sang anak masih di bawah umur, maka Allianz akan mengacu pada surat “Perwalian Hak Asuh Anak” dari pengadilan.  Artinya, siapapun nama wali yang menjadi keputusan hak asuh anak, maka UP yang cair akan diberikan pada wali tersebut, bukan kepada anak.  Bila nasabah ingin UP menjadi milik anak, silahkan buat Surat Wasiat secara lengkap dan detil, yang kelak menjadi tanggung jawab anggota keluarga (utamanya wali asuh anak) untuk menuruti/mengacu pada isi Surat Wasiat tersebut.  Asuransi hanya bertanggung jawab sampai pada hasil keputusan resmi dari pengadilan.

Tertanggung salah.

Banyak orang salah kaprah soal tertanggung. Misalnya menjadikan anak sebagai tertanggung alias mengasuransikan anak. Biasanya agen Anda akan menawarkan – setelah Anda dan pasangan – agar anak diasuransikan juga. Padahal anak tidak mempunyai nilai ekonomis, sehingga tidak bisa diasuransikan. Kesalahan ini terjadi utamanya pada asuransi pendidikan, di mana agen mencantumkan anak sebagai tertanggung, umumnya dengan dalih agar premi lebih kecil dan UP lebih besar. Padahal dengan demikian asuransi justru akan keluar pada saat anak Anda meninggal. Itu berarti tujuan memiliki asuransi pendidikan buat anak jadi tidak tepat.

Allianz adalah perusahaan asuransi yang mengutamakan proteksi, bukan investasi.  Meskipun Allianz punya produk unitlink (produk utama yang saya jual: Tapro Allisya) yang menjawab kebutuhan nasabah akan hal tersebut, yaitu memberi proteksi dan investasi.  Namun fungsi utama investasi disini adalah untuk menjaga polis tetap aktif selama masa perlindungan.  .

Kami memahami benar fakta di lapangan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang belum memiliki pemahaman yang sama. Artinya calon nasabah masih berharap bisa mendapatkan hasil investasi yang besar dari asuransi.  Hal ini terbukti dari banyaknya “permohonan ilustrasi untuk persiapan dana pendidikan anak” yang masuk ke email saya.

Membeli rider yang tidak perlu.

Selain asuransi dasar, Agen pasti menawarkan berbagai riders atau asuransi tambahan. Nah, kerap kali pihak agen juga kesulitan menjelaskan soal riders, sehingga timbul salah kaprah. Misalnya riders berbentuk asuransi kesehatan atau hospital benefit, dengan alasan asuransi meng-cover critical illness. Jika pemahaman Anda bahwa asuransi akan membayar saat Anda didiagnosis menderita 42 penyakit kritis yang disebutkan dalam polis, Anda salah besar. Karena yang dimaksud di sini adalah asuransi hanya akan membayar ketika Anda sudah dalam tahap sakit kritis – misalnya dalam kondisi stadium 4 kanker. “Jadi saat Anda didiagnosis, bahkan di stadium 3B pun asuransi nggak akan bayar,” ungkap Aidil. “Jadi benar-benar dibayarkan kalau Anda sudah kritis, dan kenyataannya, dari stadium 4 ke 4B itu jaraknya hanya 6-8 bulan sebelum akhirnya meninggal.” Lalu, apakah tidak perlu membeli riders critical illness sama sekali? “Tergantung riwayat kesehatan ayah dan ibu,” jawab Aidil. “Kalau ada riwayat penyakit kanker dan sebagainya dalam keluarga, beli saja. Kalau tidak ada, abaikan.” (Antono Purnomo)

Tentang kapabilitas agen asuransi.  Penting sekali untuk mengetahui profil calon agen Anda, apakah calon agen tersebut benar-benar memahami Anda, peduli kebutuhan proteksi Anda sehingga bisa memberikan solusi terbaik untuk menjawab kebutuhan tersebut?  apakah calon agen Anda benar-benar sudah memahami produk yang dijualnya?  Bila Anda bertemu langsung dengan calon agen yang belum pernah Anda kenal atau baru saja Anda kenal, ada baiknya Anda coba menyelami juga karakternya, apakah Anda sudah “klik” dengan karakternya?

Bila Anda bertemu dengan calon agen via blog bisnisnya, silahkan Anda telusuri artikel-artikel yang ada di blognya.  Dari situ Anda bisa ketahui bagaimana karakter calon agen (si penulis artikel / pengelola blog), bagaimana pendapatnya tentang asuransi, tentang produknya, tentang rencana keuangan, dll.  Jangan sampai salah pilih calon agen Anda.  Bila Anda setuju dengan pemikirannya (yang dituangkan pada artikelnya), berminat dengan produknya, silahkan kontak calon agen Anda.  Karena calon agen Anda adalah mitra Anda untuk membantu rencana proteksi Anda, dan mendampingi Anda sampai tahun-tahun mendatang (jangka panjang).

Tentang asuransi kesehatan dan asuransi sakit kritis.  Asuransi kesehatan dan asuransi sakit kritis adalah 2 hal yang memiliki pemahaman yang berbeda. Asuransi Kesehatan =  sangat membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit. Tapi untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit, asuransi kesehatan tidak bertanggung jawab lagi.   Asuransi penyakit kritis = bisa membantu untuk berbagai biaya dan keperluan yang timbul DI LUAR rumah sakit, karena klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (cash). Besarnya sesuai jumlah uang pertanggungan (UP) yang tercantum dalam polis.

Tentang proteksi sakit kritis.

Asuransi penyakit kritis (Critical Illness) memiliki 5 fungsi:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Allianz paling banyak cover sakit kritis (dibanding perusahaan asuransi lain), yaitu 49 sakit kritis.  Seiring waktu, melihat kebutuhan masyarakat yang besar terhadap proteksi sakit kritis, kemudian Allianz melahirkan proteksi sakit kritis yang lebih besar dan lebih luas, yaitu 100 sakit kritis.

Keunggulan proteksi 100 sakit kritis pada produk unitlink (Tapro) Allianz:

  • cover 100 kondisi kritis
  • kondisi kritis sejak tahap awal
  • proteksi sampai usia nasabah 100 tahun
Advertisements

Asuransi Nilai Utamanya Proteksi bukan Investasi

Asuransi itu proteksi, bukan investasi. Membeli produk asuransi mestinya diniatkan untuk tujuan memperoleh proteksi atau perlindungan dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Bahkan walaupun produk asuransi yang diambil itu jenisnya unit-link (asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi), niat utamanya tetap proteksi, bukan investasi.

Salahkah jika unit-link diniatkan untuk investasi? Ini bukan soal benar-salah, tapi jika tujuannya untuk investasi, ada banyak instrumen lain yang bisa memberikan keuntungan lebih besar dengan biaya yang lebih murah. Misalnya obligasi, reksadana, dan saham. Jika tidak mengerti tentang obligasi, reksadana, dan saham, atau tidak punya waktu untuk mempelajarinya, anda bisa berinvestasi di instrumen tradisional yang lebih sederhana dan mudah dipahami, seperti deposito, emas, dan properti.

Perlu diketahui juga, investasi unit-link pun sebetulnya sama persis dengan reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi, dan disalurkan ke instrumen investasi seperti deposito, obligasi, dan saham, atau campuran dari ketiganya (tergantung jenis reksadananya). Investasi reksadana mengandung risiko, dan investasi unit-link pun sama. Bedanya, struktur biaya pada reksadana jauh lebih rendah daripada struktur biaya pada unit-link, sehingga imbal hasil yang diharapkan pun bisa lebih tinggi.

Perbedaan Asuransi dengan Investasi

Asuransi bukan saja berbeda dengan investasi, tapi keduanya memang memiliki sifat-sifat yang bertolak belakang. Jika disatukan, maka memperbesar yang satu akan memperkecil yang lainnya. Contoh dalam produk unit-link, jika uang pertanggungannya diperbesar, biaya asuransi (tabarru) akan lebih besar pula sehingga nilai investasinya otomatis menjadi lebih kecil. Sebaliknya, jika seorang nasabah ingin nilai investasinya lebih besar, uang pertanggungan asuransinya harus diperkecil.

Secara ringkas, perbedaan asuransi dan investasi adalah sebagai berikut.

  1. Asuransi tujuannya melindungi uang supaya tidak habis, investasi tujuannya mengembangkan uang supaya tambah banyak.

Misalnya anda punya tabungan 100 juta, dengan asuransi kesehatan, uang 100 juta itu tidak perlu terpakai jika anda mengalami sakit atau kecelakaan. Sedangkan investasi, misalnya anda punya tabungan 100 juta, anda berpikir harus disalurkan ke mana uang itu supaya dalam 5 tahun menjadi 200 juta.

  1. Asuransi itu jaga-jaga dari hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja, investasi itu persiapan untuk hal-hal yang diinginkan di masa depan.

Hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja misalnya rawat inap, sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap, dan meninggal dunia. Kapan saja itu mungkin tahun depan, mungkin bulan depan, atau bahkan mungkin esok hari, kita tak pernah tahu. Datangnya kejadian-kejadian tersebut tidak memandang apakah kita sudah punya uang atau tidak. Untuk itulah kita butuh asuransi supaya dampak keuangannya bisa ditanggulangi atau diminimalkan.

Sedangkan hal-hal yang diinginkan di masa depan itu contohnya pendidikan anak, ibadah haji, dan pensiun. Semua itu sama-sama butuh dana, tapi waktunya bisa diketahui atau direncanakan sehingga setiap orang bisa mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari. Cara mempersiapkannya ialah dengan investasi (jika jangka waktunya relatif panjang) atau menabung (jika jangka waktunya pendek, kurang dari satu tahun).

  1. Asuransi itu jangka pendek, investasi itu jangka panjang.

Asuransi itu jangka pendek karena nilai dari manfaat asuransi akan semakin mengecil seiring waktu. Misalnya anda punya uang pertanggungan jiwa 1 miliar, saat ini nilainya mungkin terasa besar, tapi semakin lama nilainya semakin mengecil karena faktor inflasi. Oleh karena itu, setiap periode tertentu, misalnya setiap 5 tahun, uang pertanggungan asuransi harus ditingkatkan (upgrade).

Sedangkan investasi itu jangka panjang karena keuntungan investasi akan semakin membesar seiring waktu. Semakin panjang masa investasi, keuntungan yang dihasilkannya akan semakin besar.

  1. Asuransi itu tidak butuh waktu untuk menjadi besar, investasi itu butuh waktu untuk menjadi besar.

Ini perbedaan lain yang harus disadari. Banyak orang menolak asuransi karena mendingan uangnya ditabung atau diinvestasikan saja. Padahal jika musibah datang dalam waktu dekat, tentu tabungannya belum banyak dan yang belum banyak itu bisa habis semuanya dalam sekejap. Dengan asuransi, dalam waktu singkat telah tersedia sejumlah besar dana untuk menanggulangi dampak dari musibah yang bisa terjadi kapan saja, karena asuransi itu memakai prinsip berbagi risiko di antara sejumlah orang.

  1. Asuransi itu kekuatan bersama, investasi itu kekuatan sendiri.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang datangnya tidak terduga, mana yang lebih efektif: melakukannya sendirian atau melakukannya bersama-sama?

Asuransi, baik konvensional maupun syariah, bisa mengumpulkan dana besar secara cepat karena ada banyak orang yang terlibat di dalamnya sebagai peserta. Setiap peserta merelakan uangnya dipakai untuk membayar klaim peserta lain, dan tidak keberatan jika dirinya sendiri tidak memperoleh uang klaim (artinya tidak terjadi musibah).

Sedangkan investasi adalah murni uang sendiri berikut pengembangannya. Nilai investasi pada produk unit-link adalah milik tiap-tiap peserta, tidak tercampur sama sekali dengan uang dari peserta lain. Dalam asuransi yang disebut “asuransi pendidikan” pun, dana tahapan yang diterima peserta seluruhnya berasal dari uang sendiri, tidak ada sama sekali uang dari peserta lain.

  1. Asuransi itu biaya dan biaya itu hangus, investasi itu cara mengembangkan dana agar tumbuh lebih besar.

Dalam perencanaan keuangan, asuransi itu bagian dari biaya seperti halnya pengeluaran untuk listrik dan telepon. Yang namanya biaya, tentu hangus alias tidak kembali. Dan sebagai gantinya, kita memperoleh proteksi. Entah musibah terjadi atau tidak, kita tetap memperoleh proteksi. Proteksi tidak bisa dilihat atau diraba secara fisik, tapi bisa dirasakan dalam bentuk ketenangan.

Sedangkan investasi bukanlah biaya, melainkan cara kita mengembangkan uang sehingga menjadi lebih besar dari sebelumnya. Dalam investasi ada biayanya, tapi sebisa mungkin carilah instrumen investasi yang paling minim biayanya, supaya hasilnya makin maksimal.

Perbedaan Biaya Unit-link dengan Reksadana

Membicarakan asuransi dalam kaitan dengan investasi, mau tak mau membawa kita pada perbincangan tentang unit-link. Seperti telah disinggung di atas, unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi. Sedangkan untuk investasi, lebih disarankan melalui reksadana karena struktur biayanya lebih kecil.

Perbedaan struktur biaya pada unit-link dan reksadana dapat dilihat pada tabel di bawah:

No Komponen Biaya Unit-link Reksadana
1 Biaya administrasi bulanan Ada, kisaran 20-40 ribu per bulan Tidak ada
2 Biaya akuisisi Ada dan sangat besar Tidak ada
3 Biaya asuransi (tabarru) Ada dan sangat besar Tidak ada
4 Biaya top up (penyetoran, pembelian) Ada, antara 2-5% Ada, antara 0-3%
5 Biaya penarikan dana Umumnya tidak ada Ada, sekitar 1%
6 Biaya pengelolaan investasi Ada, sekitar 1-2% per tahun Ada, sekitar 1-2% per tahun
7 Biaya bank kustodian Tidak ada Ada, sekitar 0,2-0,25% per tahun
8 Biaya pengalihan dana (switching) Umumnya tidak ada, atau baru ada jika lebih dari 4 kali swicthing dalam setahun, dengan besar sekitar 1%. Ada, antara 0-1%
9 Biaya pajak pertambahan nilai Ada, 20% dari keuntungan, hanya dikenakan di 3 tahun pertama. Jarang terjadi karena unit-link premi berkala tidak akan untung di 3 tahun pertama. Ada, 20% dari keuntungan, hanya dikenakan di 3 tahun pertama

Penjelasan:

  • Biaya akuisisi adalah potongan yang dikenakan dari premi dasar unit-link (tidak termasuk top up berkala), besarnya variatif, ada yang total 145% selama 5 tahun (seperti di unit-link Allianz), ada yang lebih dari 200%. Biaya akuisisi digunakan sebagian besar untuk komisi dan bonus agen, selebihnya untuk membiayai penerbitan polis, medical check up, dan urusan surat-menyurat. Karena ada biaya akuisisi inilah nilai investasi unit-link akan sangat rendah di tahun-tahun awal.
  • Biaya asuransi (cost of insurance [COI] atau tabarru dalam asuransi syariah) adalah biaya yang dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil. Besarnya tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis proteksi yang diambil, dan besar uang pertanggungannya. Biaya asuransi dikenakan selama masa proteksi (misalnya untuk asuransi jiwa dasar berarti sd usia tertanggung 100 tahun atau sampai meninggal dunia, mana yang lebih dulu). Adanya biaya asuransi ini menjadikan investasi unit-link sulit diharapkan keuntungannya, karena biaya asuransi atau tabarru ini naik seiring usia.
  • Biaya administrasi, akuisisi, dan asuransi tidak terdapat pada reksadana, oleh karena itu ketiga biaya ini harus dipandang sebagai biaya-biaya untuk mendapatkan manfaat proteksi. Jika tujuan anda membeli unit-link adalah untuk berasuransi, tinggal dilihat apakah biaya-biaya tersebut cukup layak (worth it) dibandingkan dengan manfaat asuransi yang diterima. Tapi jika tujuan anda membeli unit-link lebih ke keuntungan investasi, adanya biaya-biaya ini jelas akan menggerus saldo investasi anda.
  • Biaya nomor 4 sd 9 (top up/pembelian, penarikan, pengelolaan investasi, bank kustodian, pengalihan dana/switching, dan pajak) adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan investasi. Jika hanya membandingkan biaya-biaya ini, sebetulnya biaya antara unit-link dan reksadana tidak terpaut jauh, tapi secara keseluruhan biaya reksadana masih lebih rendah. Jadi, jika anda ingin mendapatkan keuntungan investasi, reksadana lebih disarankan daripada unit-link.
  • Lalu apa fungsi nilai investasi pada unit-link jika memang tidak disarankan untuk mencari keuntungan investasi? Fungsi utamanya adalah untuk melindungi polis unit-link anda supaya proteksinya tetap berlaku. Apa maksudnya? Perlu diketahui, aturan dasar dalam unit-link adalah: proteksi polis tetap berlaku selama tersedia dana cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi. Keterangan ini selalu dinyatakan dalam setiap proposal unit-link, meski banyak nasabah yang tidak menyadarinya. Jika dana tidak cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi, maka polis lapse (batal, perlindungan berhenti). Solusinya sebelum itu terjadi, nasabah harus melakukan top up secara manual (menyetor sejumlah dana ke rekening unit-linknya).
  • Nilai investasi pada unit-link juga memiliki fungsi lain yang terkait dengan fungsi utama di atas, yaitu memungkinkan nasabah mengambil cuti premi. Cuti premi artinya berhenti menyetor premi, bisa untuk sementara atau selamanya, dan pada saat yang sama nasabah tetap memperoleh perlindungan asuransi karena biaya asuransi dan administrasi dipotong setiap bulan dari saldo. Fitur cuti premi ini adalah khas pada unit-link, tidak terdapat pada produk asuransi jenis lain.

Mengapa Tidak Asuransi Murni?

Jika asuransi unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi, mengapa tidak berasuransi di produk asuransi yang murni proteksi saja?

Tentu saja boleh dan baik-baik saja. Tapi masalahnya tidak semua proteksi yang dibutuhkan itu tersedia di pasaran dalam bentuk asuransi murni. Mayoritas perusahaan asuransi sekarang ini berlomba-lomba menerbitkan unit-link. Mereka mungkin punya produk asuransi tradisional yang murni asuransi (term-life), tapi tidak dikembangkan lagi.

Untuk asuransi kesehatan yang menanggung rawat inap, pilihannya banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Untuk asuransi jiwa yang menanggung risiko meninggal dunia, pilihannya juga banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Tapi untuk asuransi kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis, pada umumnya hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa dan umumnya di unit-link, jarang yang berdiri sendiri.

Jadi, jika anda ingin mendapatkan proteksi dari kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis (dan semua orang butuh ini), pilihannya terbatas pada unit-link. Kalaupun ada di asuransi non-unit-link, ya itu tadi, karena tidak dikembangkan lagi oleh perusahaan asuransi, fitur-fiturnya tidak sebagus yang tersedia di unit-link.

Sebagai contoh, untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung mulai tahap awal (early stage), sejauh ini di pasaran hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa unit-link. Anda akan kesulitan sendiri jika mencari asuransi penyakit kritis tahap awal dalam bentuk asuransi murni non-unit-link. Kalaupun anda menemukan produk tersebut, belum tentu fitur-fiturnya lebih bagus daripada rider penyakit kritis yang ada di unit-link, dan belum tentu pula harganya lebih murah.

Selain itu, unit-link memiliki nilai lebih berupa kepraktisan yaitu cukup satu produk untuk segala manfaat asuransi. Daripada membeli asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi cacat tetap, dan asuransi penyakit kritis secara terpisah-pisah, bukankah lebih praktis jika semuanya disatukan dalam satu produk? [diambil dari asepsopyan, myallisya.com]

Strategi Mencegah Kerugian Financial Akan Suatu Musibah

Saat ini kita sehat, tapi siapa yang menjamin kita akan selalu sehat, apalagi jika usia tidak lagi muda? Bahkan yang muda pun tidak kebal dari penyakit. Ketika sakit, banyak kerugian akan kita alami, antara lain berkurangnya kenyamanan fisik, finansial, dan waktu yang berharga. Oleh karena itu, mumpung masih muda, sehat, dan punya waktu, persiapkanlah sesuatu agar kerugian di kala sakit bisa diminimalkan. Di sini, asuransi kesehatan berperan mengurangi kerugian finansial.

Sekarang kita kaya, tapi siapa yang bisa memastikan kita akan kaya selamanya? Ada sejumlah kemungkinan yang bisa membangkrutkan harta seseorang. Kebakaran, kemalingan, bencana alam, sakit, kecelakaan, dan cacat. Asuransi berfungsi memproteksi penghasilan kita dari risiko-risiko semacam itu. Tentu kita berharap hal-hal tersebut tidak perlu dialami. Tapi siapa yang tahu?

Sedangkan asuransi jiwa adalah pengingat yang luar biasa bahwa setiap manusia pasti mati, dan kematian itu tidak tentu waktunya. Ikut asuransi jiwa berarti dengan rendah hati mengakui bahwa kita ini manusia fana, yang mungkin mati kapan saja. Yang dilindungi asuransi jiwa bukanlah diri kita, tapi orang-orang yang kita sayangi (istri/suami, anak-anak, kerabat). Terutama bagi penanggung nafkah utama keluarga, asuransi jiwa wajib dimiliki agar kita dapat memperhatikan mereka bukan hanya ketika kita hidup, tapi juga jika kita ditakdirkan berumur pendek. Asuransi jiwa membantu para janda dan anak-anak yatim agar tidak telantar.

Asuransi tidak mencegah risiko terjadi. Ikut asuransi atau tidak, manusia tetap mungkin mengalami musibah, entah itu sakit, kecelakaan, ataupun kematian. Yang dicegah asuransi adalah kerugian keuangan yang timbul akibat musibah itu. Demikian[]

Info lebih lanjut tentang pembukaan polis hubungi”

Natanaael HP 08113436830

Mengubah Nasi yang Sudah Menjadi Bubur

Banyak orang mengatakan, nasi sudah menjadi bubur ketika mereka menyesali tidak mengambil satu pun program asuransi sebelum resiko hidup terjadi. Begitu kepala keluarga pencari nafkah kehilangan penghasilan karena sakit berat, kecelakaan berat yang menyebabkan cacat tetap atau pindah dunia terlalu cepat, keluarga baru menyadarinya. Mereka seringkali menyesali mengapa tidak mendengar penjelasan dan mengambil tindakan membeli polis segera. Nasi sudah menjadi bubur.

Akan tetapi, banyak yang lupa bahwa bubur sekarang diperdagangkan dengan sangat laris. Dengan beberapa tambahan seperti cakwe, ayam suir, bawang goreng dll, maka bubur pun bisa dijual kalau enak. Tugas kitalah menjadikan nasi yang sudah menjadi bubur ini menjadi bubur yang enak .

Kita bisa belajar dari apa yang sudah dialami orang lain. Untuk kasus seperti diatas, tentu selain butuh biaya pengobatan yang besar, biaya hidup keluarga juga terus berjalan seperti tagihan listrik, biaya sekolah anak-anak, cicilan dll. Asuransi kesehatan seperti BPJS, asuransi kesehatan swasta, atau jaminan biaya pengobatan tanggungan kantor mungkin banyak membantu biaya ketika rawat inap. Tapi diluar itu masih banyak biaya-biaya lainnya yang harus ditanggung sendiri.

Walaupun kita sudah memiliki deposito yang jumlahnya bisa dipakai untuk  membayar sebagian biaya hidup dan memiliki bisnis apapun, kita tetap membutuhkan asuransi jiwa. Sebab, asuransi memiliki fitur-fitur yang berbeda dengan deposito, tabungan atau bisnis real.

Asuransi memberikan anda kepastian uang pertanggungan, misalnya uang pertanggungan Rp. 1 milyar atau Rp. 2 milyar. Sementara, untuk mendapatkan Rp. 5 juta per bulan sebagai pengganti penghasilan, kita harus memiliki deposito sebesar Rp. 1,2  Milyar dengan tingkat suku bunga 6% per tahun.

Bagi anda yang hingga sekarang belum memiliki satu pun polis asuransi, segera ambil salah satu program asuransi. Mumpung anda masih punya penghasilan, mumpung anda masih muda. Mumpung masih sehat. Hidup akan bertambah sulit jika tidak memiliki asuransi. Jika nasi sudah menjadi bubur, saya meragukan anda bisa mengubahnya menjadi bubur yang enak.

Tabel Premi untuk manfaat Asuransi Jwa Dasar dan CI 00

image

image

Bagaimana Cara Mencegah Kangker Payudara?

Kanker payudara adalah salah satu jenis penyakit yang sangat ditakuti oleh kaum perempuan. Tidak hanya wanita, bahkan dalam beberapa kasus, ada pula penderita kanker payudara adalah kaum pria. Walaupun sangat jarang, di Amerika Serikat, sebagian besar kanker payudara pada pria terjadi di usia tua, yaitu lebih dari 65 tahun.

Dengan fakta tersebut, sudah sepantasnya baik kaum pria dan wanita harus menjaga diri sejak dini untuk melawan kanker payudara. Satu-satunya cara menghindari kanker payudara adalah dengan mencegah penyakit itu datang ke tubuh Anda. Bagaimana caranya?

Kurangi Konsumsi Lemak
Ternyata kanker payudara bisa datang kalau Anda terlalu banyak memiliki asupan lemak dalam tubuh. Selain kanker payudara, makanan berlemak tinggi bisa meningkatkan berat badan. Inilah jalan bagi penyakit kanker payudara untuk masuk ke dalam tubuh Anda. Untuk itu, mulai sekarang kurangi makanan tinggi lemak serta yang tidak bergizi.

Makanan Berserat
Tahukah Anda kalau makanan berserat itu adalah perisai diri dari kanker? Segera ajak keluarga tersayang untuk lebih banyak mengonsumsi makanan mengandung serat, seperti roti gandum, jagung, beras merah, bayam, kentang, apel, dan lain-lain, setiap harinya.

Kurangi Bebakaran
Makanan yang diasap, dibakar, atau diawetkan itu memiliki kandungan zat yang mampu meningkatkan risiko kanker yang lebih tinggi. Untuk itu mulai sekarang hindarkan makanan bebakaran dari keluarga Anda.

Perbanyak Makanan Bervitamin A dan C
Kanker juga bisa dicegah sedari dini dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C secara teratur setiap harinya. Anda dapat menemukan kandungan tersebut pada sayur dan buah-buahan, seperti jeruk, pisang, mangga, pepaya, tomat, dan wortel serta brokoli. Selalu hadirkan makanan-makanan tersebut dalam menu keseharian keluarga.

Check-Up Secara Teratur
Periksakan diri secara teratur kepada dokter pribadi Anda karena gejala kanker payudara bisa terjadi kapan saja, tanpa ada penyebab yang jelas. Terutama bila dirasa muncul benjolan yang tidak wajar pada bagian tersebut.

Miliki Asuransi
Untuk semakin menyeimbangkan pola hidup Anda, miliki juga asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Seperti yang telah dibahas tadi bahwa Anda tidak akan pernah tahu kapan kanker payudara akan menyerang. Sebagai langkah pencegahan, mempersiapkan segalanya, mulai dari fisik serta biaya pengobatan, harus Anda miliki.

Salah satu perusahaan asuransi jiwa terbaik adalah Allianz, yang telah dipercaya oleh ribuan wanita Indonesia untuk menjadi payung yang akan melindungi saat kanker payudara datang. Jangan tunda lagi sebelum segalanya terlambat. Proteksi diri Anda mulai sekarang dengan asuransi jiwa dari Allianz.

Info lebih lanjut hubungi:

Natanael (Bisnis Eksekutif Allianz Life)

Phone: 08113436830