Tag Archives: asset

Contoh Kasus Perbandingan Hidup dengan atau tanpa Asuransi

hidup tanpa asuransi

Contoh Kasus Perbandingan Hidup dengan atau tanpa Asuransi

Dua Orang AMIR dan ARIF, masing-masing berusia 30 Tahun, keduanya tidak merokok dan memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta. Amir dan Arif merencanakan keuangannya dengan menabung sebesar Rp. 500.000/bulan demi Masa Depan Keluarga mereka dengan cara :

  • AMIR dengan Tabungan Biasa
  • ARIF dengan Tapro (Tabungan Proteksi) Allianz

kasus 1-1kasus 1kasus 2kasus 3kasus 4kasus 5kasus 6kasus 7kasus selamat

Ingin konsultasi atau dibuatkan ilustrasi Tapro Allianz? Hubungi Natanael, HP 08113436830

Mengumpulkan Polis Asuransi Lebih Penting Daripada Mengumpulkan Asset

Saat perjalanan ke Malang, saya kembai merenung tentang mana yang lebih penting, mengumpulkan polis asuransi atau mengumpulkan asset.

Ketika masih hidup, menurut teman saya yang saat itu berbincang di rumahnya adalah yang paling penting mengumpulkan asset sebanyak mungkin. Kemudian saya jawab, jika kita menjalani hidup hanya mengumpulkan asset sebanyak mungkin tetapi sama sekali tidak membeli polis asuransi, itu adalah tindakan yang sangat nekad dan tidak bijaksana sekali.

Jujur saja, saya tidak pernah menemukan ada orang yang selama hidup nya memiliki asset yang berlimpah namun sama sekali tidak memiliki polis asuransi khususnya polis asuransi jiwa dan asuransi penyakit kritis. Rata rata orang yang saya kenal dan saya temui dan kebetulan memiliki aset yang banyak, pasti memiliki polis asuransi lebih dari satu.

Jika saat anda membaca artikel ini, anda mengenal seseorang yang mungkin adalah kerabat maupun teman anda dan kebetulan teman anda ini memiliki aset yang banyak tetapi sama sekali belum memiliki asuransi baik asuransi jiwa maupun asuransi penyakit kritis, anda bisa meminta kerabat atau teman anda itu untuk sama sama membaca artikel ini.

Mengapa? Karena sangat penting sekali bagi anda untuk memiliki polis asuransi untuk melindungi finansial anda. Anda boleh tidak mengumpulkan aset tetapi anda wajib memiliki polis asuransi. Tetapi anda tidak boleh memiliki aset yang banyak namun sama sekali tidak memiliki asuransi. Itu sangat berbahaya sekali dan sangat beresiko. Dan saya yakin jika anda adalah seorang yang suka berinvestasi dan mengumpulkan aset, pasti anda orang yang pintar dan bijak yang telah mengasuransikan diri anda dan keluarga.

Bayangkan saja jika seumur hidup, anda bekerja mati matian banting tulang untuk mengumpulkan aset, tetapi di saat anda terkena penyakit kritis, anda menjual semua asset anda yang telah anda kumpulkan dari sejak muda dengan keringat dan air mata hanya demi disumbangkan kepada dokter dan rumah sakit untuk menyembuhkan penyakit kritis yang tengah anda derita saat ini?

Jika anda memiliki polis asuransi penyakit kritis, anda tidak perlu sampai menjual aset anda apabila anda terdiagnosa penyakit kritis. Biarkan perusahaan asuransi saja yang mengeluarkan uang untuk membayar biaya pengobatan anda. Simpel kan?

dokter juga butuh uang

Ada sebuah kisah yang ingin saya sharing kan dengan anda sekalian. Mungkin setelah membaca kisah ini dapat mengubah paradigma anda tentang asuransi.

Menurut saya, pengetahuan yang saya dapatkan ini sangat penting dalam hidup kita. Di saat semua orang sedang berlomba dan bersaing untuk memiliki berbagai macam aset yang bernilai tinggi, seperti properti, Tanah, dan lain lain, Saya mendapatkan sebuah pengetahuan yang sangat berharga dari seorang teman. Saya harap mudah mudahan pengetahuan ini dapat bermanfaat untuk anda juga.

Bulan Januari 2016 lalu, saya pergi keluar kota untuk bertemu dengan calon nasabah. Ketika saya bertemu dengan beliau, Saya terpana dan bersyukur mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dari calon nasabah saya tersebut. Sebut saja namanya Bpk. Yusuf, Beliau bekerja di salah satu perusahaan minyak asing dengan jabatan Direktur. Istri beliau juga bekerja di sebagai seorang bankir, dengan jabatan yang sudah tinggi. Singkatnya, saya terpana dengan sebuah penjelasan dari beliau,saat kami mengobrol sebelum masuk ke penjelasan mengenai produk asuransi, Saya bertanya mengenai aset yang dipunyai beliau, mulai dari tanah, rumah dan lainnya.

Dan beliau menyampaikan hanya mempunyai:
– 2 aset tanah kosong masing-masing luasnya 7.500an m persegi saja
– 1 apartemen dan rumah yang beliau tempati.

Dengan tidak merasa takut saya bertanya, “Pak, kenapa sosok seperti Bapak tidak punya aset tanah yang banyak? Maaf, karena menurut saya, dengan latar pekerjaan Bapak seharusnya Bapak lebih dari mampu untuk punya aset yang banyak.”

Kemudian beliau menjawab, “Coba temukan saya satu orang di Indonesia yang bisa menjual aset tanah saya dalam waktu kurang dari 1 jam jika saya terkena atau terdiagnosa penyakit kritis, dan uang penjualan tanah saya yang bernilai di atas Rp. 1 Milyar tersebut harus bisa di transfer ke rekening bank saya tidak lebih dari 1 hari, Adakah orang yang sanggup melakukannya??”

Lalu saya terdiam dan menjawab, “Tidak ada,Pak.” Kemudian beliau menunjukan note/arsip penting beliau kepada saya,dan saya sangat terkejut, Karena beliau sendiri sudah mempunyai 82 polis dengan beliau sbagai pemilik polis dan tertanggung, Istri beliau sudah mempunyai 27 polis, Anak-anak beliau masing-masing yang sulung 13 polis dan yang bungsu 7 polis..

Dan beliau berkata,”Kalau saya sakit dan meninggal, uang santunan yang diterima oleh anak-anak dan istri saya totalnya adalah Rp. 220 Milyar. Bagaimana menurut kamu? Apakah cara saya sudah tepat?”, tanya Bapak tersebut. Lalu saya mengangguk dan menjawab ” Luar Biasa Pak ”

Bagaimana? Anda mengerti dengan pengetahuan yang baru saja saya bagikan? Saya harap anda dapat mengerti karena hal ini sangat penting dalam kehidupan kita semuanya. Selain aset, asuransi merupakan hal yang tidak kalah pentingnya untuk di miliki apalagi di masa krisis ekonomi sekarang ini sangat lah membantu, apalagi di saat seseorang harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Karena, seperti yang kita ketahui, sekarang untuk biaya pengobatan tidaklah murah, terkadang kita sampai menjual segala aset yang kita miliki hanya untuk biaya perawatan.

Jika demikian, berarti sia-sia bukan uang yang selama ini kita tabung untuk membeli aset, jika pada akhirnya akan kita jual kembali asetnya hanya untuk membiayai biaya pengobatan kita kelak apabila kita terkena penyakit kritis?

Disaat usia kita masih muda, alangkah baiknya jika anda sudah memiliki asuransi, dimana asuransi sudah memproteksi anda dari muda sampai anda tua. Kita tidak akan pernah tahu atau bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan kita besok.

Oleh sebab itu miliki sekarang juga proteksi untuk diri kita dan juga untuk menjaga masa depan anda kelak. Jika anda ingin berkonsultasi dengan saya, dan anda membutuhkan keterangan apapun seputar asuransi, silakan hubungi saya di sini.

 

Contact: Natanael

Agen Allianz Life / Phone: 08113436830 (WA/SMA)

email: natanael.albertus@gmail.com

sumber: Mengumpulkan Polis Asuransi lebih penting daripada Mengumpulkan Asset

Strategi Mencegah Kerugian Financial Akan Suatu Musibah

Saat ini kita sehat, tapi siapa yang menjamin kita akan selalu sehat, apalagi jika usia tidak lagi muda? Bahkan yang muda pun tidak kebal dari penyakit. Ketika sakit, banyak kerugian akan kita alami, antara lain berkurangnya kenyamanan fisik, finansial, dan waktu yang berharga. Oleh karena itu, mumpung masih muda, sehat, dan punya waktu, persiapkanlah sesuatu agar kerugian di kala sakit bisa diminimalkan. Di sini, asuransi kesehatan berperan mengurangi kerugian finansial.

Sekarang kita kaya, tapi siapa yang bisa memastikan kita akan kaya selamanya? Ada sejumlah kemungkinan yang bisa membangkrutkan harta seseorang. Kebakaran, kemalingan, bencana alam, sakit, kecelakaan, dan cacat. Asuransi berfungsi memproteksi penghasilan kita dari risiko-risiko semacam itu. Tentu kita berharap hal-hal tersebut tidak perlu dialami. Tapi siapa yang tahu?

Sedangkan asuransi jiwa adalah pengingat yang luar biasa bahwa setiap manusia pasti mati, dan kematian itu tidak tentu waktunya. Ikut asuransi jiwa berarti dengan rendah hati mengakui bahwa kita ini manusia fana, yang mungkin mati kapan saja. Yang dilindungi asuransi jiwa bukanlah diri kita, tapi orang-orang yang kita sayangi (istri/suami, anak-anak, kerabat). Terutama bagi penanggung nafkah utama keluarga, asuransi jiwa wajib dimiliki agar kita dapat memperhatikan mereka bukan hanya ketika kita hidup, tapi juga jika kita ditakdirkan berumur pendek. Asuransi jiwa membantu para janda dan anak-anak yatim agar tidak telantar.

Asuransi tidak mencegah risiko terjadi. Ikut asuransi atau tidak, manusia tetap mungkin mengalami musibah, entah itu sakit, kecelakaan, ataupun kematian. Yang dicegah asuransi adalah kerugian keuangan yang timbul akibat musibah itu. Demikian[]

Info lebih lanjut tentang pembukaan polis hubungi”

Natanaael HP 08113436830

Mengubah Nasi yang Sudah Menjadi Bubur

Banyak orang mengatakan, nasi sudah menjadi bubur ketika mereka menyesali tidak mengambil satu pun program asuransi sebelum resiko hidup terjadi. Begitu kepala keluarga pencari nafkah kehilangan penghasilan karena sakit berat, kecelakaan berat yang menyebabkan cacat tetap atau pindah dunia terlalu cepat, keluarga baru menyadarinya. Mereka seringkali menyesali mengapa tidak mendengar penjelasan dan mengambil tindakan membeli polis segera. Nasi sudah menjadi bubur.

Akan tetapi, banyak yang lupa bahwa bubur sekarang diperdagangkan dengan sangat laris. Dengan beberapa tambahan seperti cakwe, ayam suir, bawang goreng dll, maka bubur pun bisa dijual kalau enak. Tugas kitalah menjadikan nasi yang sudah menjadi bubur ini menjadi bubur yang enak .

Kita bisa belajar dari apa yang sudah dialami orang lain. Untuk kasus seperti diatas, tentu selain butuh biaya pengobatan yang besar, biaya hidup keluarga juga terus berjalan seperti tagihan listrik, biaya sekolah anak-anak, cicilan dll. Asuransi kesehatan seperti BPJS, asuransi kesehatan swasta, atau jaminan biaya pengobatan tanggungan kantor mungkin banyak membantu biaya ketika rawat inap. Tapi diluar itu masih banyak biaya-biaya lainnya yang harus ditanggung sendiri.

Walaupun kita sudah memiliki deposito yang jumlahnya bisa dipakai untuk  membayar sebagian biaya hidup dan memiliki bisnis apapun, kita tetap membutuhkan asuransi jiwa. Sebab, asuransi memiliki fitur-fitur yang berbeda dengan deposito, tabungan atau bisnis real.

Asuransi memberikan anda kepastian uang pertanggungan, misalnya uang pertanggungan Rp. 1 milyar atau Rp. 2 milyar. Sementara, untuk mendapatkan Rp. 5 juta per bulan sebagai pengganti penghasilan, kita harus memiliki deposito sebesar Rp. 1,2  Milyar dengan tingkat suku bunga 6% per tahun.

Bagi anda yang hingga sekarang belum memiliki satu pun polis asuransi, segera ambil salah satu program asuransi. Mumpung anda masih punya penghasilan, mumpung anda masih muda. Mumpung masih sehat. Hidup akan bertambah sulit jika tidak memiliki asuransi. Jika nasi sudah menjadi bubur, saya meragukan anda bisa mengubahnya menjadi bubur yang enak.

Tabel Premi untuk manfaat Asuransi Jwa Dasar dan CI 00

image

image

Jangan Sampai Kanker Menghancurkan Hidup Keluargamu Juga

Hari ini saya  membaca sebuah pengalaman teman yang bergelut sebagai agen asuransi. Pada saat Ia mengirim ratusan email ke beberapa calon nasabah. Selang sepuluh menit salah satu prospek langsung merespon: “Terima kasih atas penawarannya yang sangat penting ini. Saya berminat ambil asuransi, tapi kondisi saya sekarang ini sedang terserang kanker, apakah bisa ya?” 

Dalam kondisi seperti di atas, berat kemungkinan untuk diterima asuransi. Sebab salah satu syarat untuk mengajukan asuransi adalam kondisi yang bersangkutan sehat dan tidak punya riwayat sakit yang amat serius. Setelah merenung kemudian saya membalasnya: “Ibu, sebenarnya bisa saja dalam kondisi yang sedang Ibu alami saat ini tetap mendaftar asuransi. Tapi harus melampirkan seluruh resume medis dari rumah sakit yang merawat Ibu. Apakah diterima atau tidaknya nanti tergantung underwraiting.”

Keesokan harinya beliau kembali membalas email. “Kalau begitu saya akan menuntaskan pengobatan dulu. Setelah pulih saya baru daftar, ya.” “Baik, Bu. Begitu lebih baik. Semoga cepat sembuh Bu, ya.

Semoga pengalaman Ibu ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.

Kanker, penyakit ganas yang berkeliaran dan gampang menyerang siapa saja. Tak kenal usia bahkan. Salah satu penyebabnya adalah polusi dan banyaknya makanan dan minuman instant yang sulit kita hindari. Akan lebih baik jika kita cepat daftar asuransi. Sedia payung sebelum hujan adalah langkah yang tepat. Sayangnya, kalau yang cerita seperti ini agen asuransi dikira hanya nakut-nakuti, ujung-ujungnya mau jualan asuransi. Semuanya kembali pada diri kita masing-masing. Wallahu a’lam.

Mengakhiri tulisan ini, berikut ini saya berikan ilustrasi asuransi jiwa dengan tambahan rider perlindungan 100 jenis penyakit kritis. Hanya di Allianz yang menanggung 100 jenis penyakit kritis hingga usia 100 tahun. Pria, usia 30 tahun, tidak merokok. Hanya dengan premi Rp 1.500.000/bln dia mendapatkan: 1) santunan kematian (UP jiwa): 1 miliar. 2) santunan 100 jenis penyakit kritis (UP CI-100): 1 miliar. Ditambah dengan saldo investasi sesuai dengan perkembangan.

Ilustrasi lengkap klik gambar di bawah:

Ilustrasi Manfaat 1 Miliar

Masih kurang jelas/masih ragu berasuransi? Silahkan hubungi saya:

Natanael Agen Asuransi Allianz Surabaya

HP/SMS/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com / natanael.allianz@gmail.com

Mengenai 49 Penyakit Kritis yang dicover Allianz Life

masalahRider penyakit kritis adalah manfaat tambahan yang diberikan jika tertanggung terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis. Untuk daftar penyakit yang termasuk dalam 49 penyakit kritis, silakan lihat di bawah.

B. Masa perlindungan

  • Sampai dengan tertanggung berusia 70 tahun.

C. Uang pertanggungan

  • Minimum 8 juta, maksimum 2 Miliar atau sama dengan UP dasar.
  • Untuk anak-anak, maksimum 500 juta.

D. Usia masuk tertanggung

  • Anak-anak mulai dari 1 tahun sampai dengan 17 tahun.
  • Dewasa mulai dari 18 tahun sampai dengan 64 tahun.

E. Jenis Rider Penyakit Kritis

  • CI: Klaim mengurangi UP dasar, masa perlindungan sampai dengan usia 85 tahun
  • CI+: Klaim tidak mengurangi UP dasar, masa perlindungan sampai dengan usia 70 tahun.

F. Masa tunggu (perioder eliminasi)

  • 90 hari dari tanggal berlaku polis.

G. Kelebihan

  • Tanpa syarat masa bertahan hidup (survival period)
  • Klaim dapat di ajukan begitu terdiagnosa, tanpa harus perawatan terlebih dahulu
  • Menanggung cacat tetap total
  • Menanggung terminal illness.

H. Pengecualian

  • Segala penyakit yang timbul dari luka yang dilakukan secara sengaja, contoh percobaan bunuh diri.
  • Segala penyakit yang disebabkan oleh AIDS, langsung maupun tidak langsung.
  • Segala penyakit bawaan sejak lahir.
  • Penyakit kritis yang didiagnosa sebelum polis berlaku, atau didiagnosa dalam periode eliminasi.

I. Daftar 49 Penyakit Kritis

1. Serangan jantung pertama
2. Stroke
3. Operasi jantung koroner
4. Operasi penggantian katup jantung
5. Kanker
6. Gagal ginjal
7. Kelumpuhan
8. Multiple sclerosis
9. Transplantasi organ vital tubuh
10. Penyakit alzheimer/gangguan otak organik degeneratif yang tidak dapat pulih kembali.
11. Koma
12. Penyakit parkinson
13. Terminal illness
14. Penyakit paru-paru kronis/tahap akhir
15. Penyakit hati kronis
16. Penyakit motor neuron
17. Muscular dystrophy
18. Anemia aplastis
19. Operasi pembuluh aorta
20. Hepatitis fulminant
21. Pulmonary arterial hypertension primer
22. Meningitis bakteri
23. Tumor otak jinak
24. Radang otak
25. Luka bakar
26. Poliomyelitis
27. Trauma kepala serius
28. Apallic syndrome
29. Penyakit jantung koroner lain yang serius
30. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk penyakit jantung koroner
31. Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus)
32. HIV yang didapatkan melalui transfusi darah dan pekerjaan
33. Tuli (hilangnya fungsi indra pendengaran)
34. Bisu (kehilangan kemampuan bicara)
35. Kebutaan
36. Skleroderma progresif
37. Penyakit kista medullary
38. Cardiomyopathy
39. Aneurisma pembuluh darah otak yang mensyaratkan pembedahan
40. Terputusnya akar-akar syaraf plexus brachialis
41. Stroke yang memerlukan operasi arteri carotid
42. Operasi scoliosis idiopatik
43. Pankreatitis menahun yang berulang
44. Penyakit kaki gajah kronis
45. Hilangnya kemandirian hidup
46. Kematian selaput otot atau jaringan (gangrene)
47. Rheumatoid arthritis berat
48. Colitis ulterative berat (cronh’s disease)
49. Penyakit kawasaki yang mengakibatkan komplikasi pada jantung

Info lebih lanjut

Natanael, HP 08113436830 sms/WA

Premi Rp 2jt an per Bulan UP Total 4 Milyar

Juni 2015, aku dihubungi oleh seorang dokter umum. Dia sangat ramah.

“Pagi pak Natanael,” sapanya lewat Whatsapps.

“Pagi, ada yang bisa saya bantu?” Jawabku.

“Pak Natanael, apa benar bapak agen Allianz. Saya diberi nomor bapak dari Pak Asep. Saya minta tolong dibuatkan ilustrasi tapro syariah dengan manfaat CI100 Rp 1Milyar. Suami saya juga diikutkan ya.”

Aku kaget, dengan permintaan calon nasabahku ini. ” Oh ok, ini ibu atau bapak?”

“Saya ibu”

Oh ternyata seorang ibu.

Singkat cerita, ibu ini berprofesi sebagai dokter umum di Surabaya, tepatnya di daerah menganti Wiyung.

Atas permintaannya, saya buatkan ilustrasi dengan CI100 Rp 1 milyar dan Uang Pertanggungan Ro 1 Milyar, TPD Rp 1 Milyar, dan S Payor B Basic karena mengikutkan suaminya juga. Setelah saya masukkan program, ternyata preminya Rp 2,7 juta perbulan. Jadi total UP Rp 4 Milyar.

Keesokan harinya, ibu dokter tersebut saya telpon.

“Bu dokter, premi nya Rp 2,7jt perbulan dapat total UP 4 Milyar. Bagaimana?”

“Ok, kapan bisa ke kantor saya. Saya ingin segera tanda tangan SPAJ?” jawab dokter itu

Mendengar hal itu, aku terlonjak kaget. Kegirangan plus terkejut.

“Besok saya meluncur ke kantor ibu,” jawabku.

:”Ok pak, saya tunggu.”

Demikianlah, cerita tentang perkenalan saya dengan seorang dokter yang sampai sekarang menjadi nasabah saya. Terimakasih Pak Asep.

Jika ingin bantuan dan konsultasi tentang Allianz. Silahkan hubungi saya,

Natanael, HP 08113436830 (sms atau WA)