Tag Archives: asuransi allianz syariah

SmartMed Cancer di dalam Asuransi Kesehatan Allianz

Kanker adalah salah satu penyakit kritis yang mematikan di Indonesia dan di dunia.

smartmed cancer tapro allianz.jpeg

Atas dasar inilah Allianz berinovasi meluncurkan produk terbarunya, Allianz SmartMed Cancer.

Apa itu SmartMed Cancer dan apa keunggulannya?

  • Perlindungan keuangan menyeluruh atas risiko biaya sakit kanker.
  • Keamanan finansial karena manfaat dapat digunakan untuk mengganti pengeluaran biaya medis.
  • Menjamin pengobatan tradisional, konseling psikologis, konsultasi ahli diet, konsultasi rawat jalan lanjutan, serta pemeriksaan diagnostik setelah didapati gejala kanker.
  • Jangkauan pengobatan yang luas di seluruh dunia (kecuali Amerika Serikat).
    Kenyamanan fasilitas cashless di Rumah Sakit Jaringan Allianz-AdMedika.

 

Detail Produk:

  • Usia Masuk:
    1 bulan 1 hari – 60 tahun (ulang tahun terdekat).
  • Usia Pertanggungan:
    Maksimal 75 tahun.
  • Mata Uang:
    Rupiah (IDR).
  • Wilayah Pertanggungan:
    Seluruh dunia, kecuali Amerika Serikat, dan disesuaikan pilihan Plan.
  • Masa Tunggu:
    90 hari sejak Tanggal Efektif rider.
  • Metode Pembayaran Premi:
    Mengikuti Polis Dasar (bulanan, kuartalan, semesteran, tahunan).
  • Underwriting:
    • Full Medical Underwriting mengikuti Polis Dasar.
    • Tinggal dan/atau bermukim di Indonesia dengan bukti KTP/KITAS/KIMS.
    • Reinstatement (pemulihan polis):
      • < 75 hari: Polis otomatis aktif kembali. Auto Reinstatement diperbolehkan selama tidak ada catatan klaim akibat kanker atau perawatan apa pun terkait kanker, secara langsung maupun tidak langsung.
      • b)> 75 hari: Polis dianggap new business, masa Tunggu dan Kondisi Pre-existing berlaku.
  • Kelayakan:
    • Satu Tertanggung hanya diperbolehkan memiliki 1 rider SmartMed Cancer.
    • Tertanggung anak-anak hanya diperbolehkan untuk memiliki Plan 1.
    • Plan tidak dapat diubah.
    • Pertanggungan SmartMed Cancer dihentikan jika Polis Dasar jatuh tempo.
    • Kondisi Pre-Existing (terdeteksi/tidak terdeteksi) berlaku.

Detail Manfaat SmartMed Cancer:

  • Pemeriksaan diagnostik untuk menegakkan diagnosis kanker (tidak termasuk pemeriksaan kesehatan rutin/medical check-up). Penggantian secara reimbursement
  • Perawatan Kanker dan Bedah Rekonstruksi.
  • Pemantauan.
  • Pemulihan (termasuk konsultasi rawat jalan pasca rawat inap dan pembedahan, konseling psikologis, konsultasi ahli diet, fisioterapi, perawat di rumah, dan pengobatan tradisional yang memiliki izin dari Departemen Kesehatan/Pemerintah setempat).
  • Santunan Kematian.

 

Pilihan Plan smartmed cancer

1. Apakah yang dimaksud dengan Batas Manfaat Maksimum, Batas per Kanker, Batas Per Kunjungan, dan Batas Seumur Hidup?
 Batas Manfaat Maksimum: nilai maksimal yang akan dibayarkan untuk seluruh Manfaat per tahun asuransi/per kunjungan/ per perawatan yang diterima sesuai Plan Anda.
 Batas per Kanker: penggantian sebesar Manfaat sesuai Plan yang dipilih untuk tiap 1 kanker yang diderita.
 Batas per Kunjungan: jumlah maksimal kunjungan untuk tiap Manfaat per tahun asuransi.
 Batas Seumur Hidup: penjaminan seluruh kanker sepanjang umur selama Polis masih berlaku.
2. Bagaimana SmartMed Cancer melindungi saya ketika saya terkena kanker pertama kali?
Manfaat SmartMed Cancer dapat digunakan jika Polis telah melampaui Masa Tunggu dan tidak termasuk ke dalam Pengecualian.
3. Bagaimana bila saya terkena kanker yang sama dalam jangka waktu 5 tahun?
Contoh Penggunaan Manfaat:
Plan yang dipilih: SmartMed Cancer Plan 1
Batas per Kanker: Rp500 juta
Batas Seumur Hidup: Rp1 miliar

batas kanker.PNG

Apabila Anda terdiagnosis kembali dengan kanker yang sama dalam waktu 5 tahun, maka jumlah manfaat yang dibayarkan adalah Rp500 juta dikurangi dengan manfaat yang telah dibayarkan pada kanker yang sama tersebut.

Jika total manfaat yang dibayarkan sudah mencapai Rp500 juta dan Batas Seumur Hidup masih tersedia, maka Anda dapat menggunakan Batas Seumur Hidup untuk mengobati kanker tersebut. Namun, jika Batas Seumur Hidup sudah habis digunakan, maka Polis SmartMed Cancer Anda akan berakhir.

4. Bagaimana bila saya menderita kanker yang berbeda dalam jangka waktu 5 tahun setelah saya terkena kanker?
Contoh Penggunaan Manfaat:
Plan yang dipilih: SmartMed Cancer Plan 1
Batas per Kanker: Rp500 juta
Batas Seumur Hidup: Rp1 miliar

tabel thn kedua.PNG

Apabila Anda terdiagnosis kanker A pada tahun kedua dan Anda mengajukan klaim senilai Rp200 juta, maka sisa manfaat untuk Polis SmartMed Cancer sesuai Batas Per Kanker adalah Rp300 juta dan sesuai Batas Seumur Hidup adalah Rp 800 juta.
Jika pada tahun kelima, Anda terdiagnosis kanker B, maka manfaat SmartMed Cancer Anda adalah Rp500 juta sesuai Batas Per Kanker dan Rp1 miliar sesuai Batas Seumur Hidup. Namun, jika total klaim Kanker A dan Kanker B sudah mencapai Rp1 miliar (sesuai Batas Seumur Hidup), maka Polis SmartMed Cancer Anda akan berakhir.

5. Pada proses pra-otorisasi, apakah yang dimaksud dengan kriteria “Dibutuhkan Secara Medis”?
Dibutuhkan Secara Medis adalah pelayanan kesehatan atau pengobatan yang dirujuk oleh dokter dan wajib memenuhi semua ketentuan berikut:
 Wajar dan biasa, dan
 Ditujukan untuk pengobatan langsung pada penyakit/luka, dan
 Tepat dan konsisten dengan keluhan, gejala, diagnosis dan pengobatan dari penyakit/luka, dan
 Sesuai dengan standar praktik kedokteran yang berlaku, dan
 Bukan untuk mencari keuntungan atau kepentingan bagi Tertanggung atau dokter atau rumah sakit atau institusi medis lainnya.

6. Apakah yang dimaksud dengan pengobatan/perawatan “Wajar dan Biasa”?
Wajar dan biasa adalah memenuhi semua ketentuan sebagai berikut:
 Tidak berlebihan atau di bawah standar yang berlaku, dan merupakan rangkaian biaya yang dapat dijelaskan secara logis dan kelayakan secara medis.
7. Apakah yang menyebabkan proses pra-otorisasi dinyatakan tidak disetujui oleh Allianz?
Hal-hal yang menjadi penyebab pra-otorisasi gagal, sebagai berikut:
 Data medis Tertanggung yang diperlukan untuk pra-otorisasi tidak lengkap.
 Pelayanan yang diberikan bukan “Dibutuhkan Secara Medis”.
 Pelayanan yang diberikan tidak memenuhi ketentuan pengobatan/perawatan yang “Wajar dan Biasa”.
 Pelayanan termasuk dalam kategori Kondisi Pre-Existing.
 Konsekuensi bila pra-otorisasi dinyatakan tidak berlaku, maka semua biaya yang terjadi pada Tertanggung tidak ditanggung oleh Allianz.
8. Bagaimana cara menghindari Ekses Klaim?
Ekses klaim terjadi karena penggunaan perawatan yang tidak sesuai atau melebihi manfaat yang menjadi haknya. Oleh karena itu, disarankan pada Tertanggung untuk secara bijak memilih rumah sakit dan kamar perawatan sesuai dengan haknya.
Pada SmartMed Cancer, plan dibedakan berdasarkan jumlah tempat tidur yang tersedia dalam Kamar Perawatan. Misalnya, jika Anda memilih Plan 1, maka pastikan Anda dirawat di Kamar Perawatan Standar 2 Tempat Tidur.
9. Apa yang dimaksud dengan Ekses Susulan?
Ekses susulan dapat terjadi pada transaksi yang menggunakan AdMedika karena:
 Selisih waktu antara pengajuan klaim reimbursement (penggantian klaim) dengan klaim dari RS Jaringan Allianz-AdMedika Individu.
 Penghitungan ulang biaya pelayanan kesehatan oleh Allianz berdasarkan dokumen klaim yang diterima dari RS Jaringan Allianz-AdMedika Individu.
 Bila terjadi kelebihan bayar dari Allianz, maka Tertanggung wajib membayar kelebihan biaya pelayanan kesehatan tersebut kepada Allianz secara sekaligus sesuai dengan tanggal yang ditentukan oleh Allianz.
 Bila terjadi kekurangan bayar dari Allianz, maka Allianz akan membayarkan kekurangan tersebut kepada Tertanggung secara sekaligus.

10. Apa yang dimaksud dengan penyesuaian Prorate?
Penyesuaian prorate akan diterapkan pada semua Manfaat jika Tertanggung memilih kamar perawatan dengan nilai yang lebih tinggi daripada Plan Tertanggung. Berikut adalah cara perhitungan penggantian biaya perawatan secara prorata, yaitu:

hak kamar rs.PNG

Contoh Kasus:
Plan SmartMed Cancer:
 Plan 1 (Kamar Perawatan dengan 2 tempat tidur)
 Rawat inap untuk perawatan kanker di RS Jaringan Allianz Admedika Individu, di mana harga kamar di RS tersebut adalah:

Kelas 1.PNG

hsl rumus.PNG

Total biaya yang dijamin Smartmed Cancer = Rp49.500.000

11. Apakah layanan Allianz Hospital Assistant (AHA) berlaku untuk SmartMed Cancer?
Selama Anda melakukan rawat inap di RS Jaringan Allianz-AdMedika Individu di Indonesia, petugas AHA akan mendampingi dengan cara menghubungi Anda secara personal melalui telepon seluler yang didaftarkan ke rumah sakit saat proses rawat inap.

Informasi yang diberikan adalah berhasil atau tidaknya proses administrasi, status penjaminan, dan berakhirnya masa rawat inap. Anda pun dapat menghubungi petugas AHA jika membutuhkan bantuan administratif lainnya.
12. Mengapa saya harus menghubungi Call Center Allianz-AdMedika sebelum melakukan perawatan kanker di luar negeri?
Kami memahami bahwa upaya penyembuhan kanker adalah fokus terpenting bagi Tertanggung dan keluarga. Oleh karena itu, demi kenyamanan dan kemudahan selama menjalani perawatan, AllianzAdMedika akan berkoordinasi dengan RS Jaringan Allianz-AdMedika Individu di luar negeri untuk memastikan Tertanggung mendapatkan pelayanan medis yang optimal.

Maka, hubungi Call Center Allianz-AdMedika paling lambat 5 hari kerja sebelum Anda melakukan perawatan medis luar negeri.

13. Di mana saya bisa mendapatkan informasi daftar RS Jaringan Allianz-AdMedika Individu?
MyGuide telah dilengkapi dengan booklet daftar RS Jaringan Allianz-AdMedika Individu. Anda juga bisa mendapatkan daftar terbaru di di http://www.allianz.co.id (menu Layanan – Customer Service – Daftar Rumah Sakit) atau hubungi Call Center Allianz-AdMedika.
14. Apakah pengobatan tradisional dijamin oleh Allianz?
Ya, selama berhubungan dengan perawatan pasca kanker dan sesuai dengan ketentuan berikut:
 Tertanggung dirawat oleh dokter yang memiliki izin mengeluarkan resep pengobatan tradisional di wilayah geografis praktiknya.
 Dilakukan oleh dokter atau pelaku pengobatan tradisional yang memiliki izin praktik resmi dari pemerintah sesuai wilayah praktiknya untuk praktik pengobatan tradisional.
 Tidak termasuk terapi metafisis.

15. Apakah anggota keluarga saya bisa mendapatkan konseling psikologis pasca perawatan kanker?
Ya, selama berhubungan dengan kanker yang diderita, Tertanggung dan anggota keluarga terdekat bisa mendapatkan konseling psikologis.
16. Apakah saya dapat memilih ahli diet untuk pasca perawatan kanker?
Ahli diet ditunjuk berdasarkan rekomendasi dokter dan memiliki izin praktik resmi dari pemerintah sesuai wilayah praktiknya.
17. Apakah yang harus dilakukan bila saya lupa membawa atau kehilangan Kartu Peserta Allianz, sementara Peserta harus dirawat inap?
 Jika Anda lupa membawa Kartu Peserta Allianz, Anda dapat melakukan pelayanan medis dengan mekanisme reimbursement (lihat pada halaman 6).
 Jika Kartu Peserta Hilang, Anda dapat membuat Kartu Peserta Allianz baru dengan menghubungi AHCS – Health Policy Management. Pembuatan kartu baru akan dikenai biaya administrasi Rp10 ribu dan memerlukan waktu selama 14 hari kerja untuk proses cetak ulang. Selama proses cetak ulang, Anda dapat melakukan pelayanan medis dengan mekanisme reimbursement.
18. Pada prosedur pembayaran reimbursement, Tertanggung harus melampirkan dokumen formulir klaim termasuk diagnosis dokter. Bagaimana bila Tertanggung lupa meminta diagnosis dokter?
 Diagnosis dokter merupakan hal penting untuk diverifikasi oleh Allianz. Oleh sebab itu, jika Tertanggung tidak melampirkan dokumen tersebut, cara yang dapat dilakukan oleh Tertanggung yaitu:

 Menghubungi bagian Rekam Medis/Medical Record pada RS/klinik tersebut untuk meminta diagnosis dokter yang akan diisi pada formulir yang tersedia di bagian rekam medis disertai dengan paraf/tanda tangan dokter pemeriksa.
 Kembali ke dokter, meminta diagnosis dituliskan di resume medis dan dilengkapi nama, tanda tangan,dan cap stempel dokter tersebut.
 Setelah Tertanggung melengkapi diagnosis dokter, kirimkan diagnosis tersebut dan Surat Pengembalian yang dikirimkan oleh Allianz ke Kantor Pusat Allianz.
 Allianz akan memproses klaim dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak dokumen diterima secara lengkap di Kantor Allianz dan disetujui Allianz.
19. Bagaimana cara pengajuan Koordinasi Manfaat Asuransi (Coordination of Benefit/CoB)?
Pada CoB, Allianz hanya membayar perawatan medis dan/atau pengeluaran yang tidak ditanggung oleh asuransi lain dan Tertanggung wajib mengirimkan dokumen berikut ini kepada Allianz:
 Formulir Klaim Asuransi Kesehatan yang diisi dengan identitas lengkap dan ditandatangani oleh Tertanggung.
 Resume Medis yang ditandatangani dokter dengan stempel rumah sakit atau salinan yang dilegalisir.
 Surat asli selisih dan perincian biaya yang dibayarkan dan tidak dibayarkan yang dikeluarkan oleh asuransi kesehatan lainnya.
 Kuitansi asli selisih dan perincian biaya yang dibayarkan dan tidak dibayarkan.

Mau daftar asuransi dengan manfaat smartmed cancer? Segera hubungi saya,

Natanael,

HP/WA 08113436830


 

Advertisements

Premi Rp600rb Perbulan dapat UP Sakit Kritis Rp 750jt

Jumpa lagi dengan saya, Natanael, Bisnis Eksekutif Allianz Star Network. Kali ini saya akan cerita dengan sebuah ilustrasi.

“Ada seorang pengendara motor berkendara tanpa memakai helm. Ditengah perjalanan, tiba-tiba dia terjatuh dan kepalanya terbentur dengan sangat keras dan terluka parah”.

Pertanyaan:

  • Kapan saat yang tepat untuk memakai helm?
    • A. Saat terjatuh dari motor, atau
    • B. Saat sebelum terjatuh dari motor.
  • Berapa ukuran helm yang harus digunakan?
    • A. Lebih kecil dari kepala, atau
    • B. Lebih besar dari kepala.

Ilustrasi diatas menggambarkan penggunaan asuransi dalam hidup kita. Banyak orang tidak mau menggunakan asuransi, namun ketika sudah ‘terjatuh‘, barulah terpikir asuransi, apakah terlambat? Bisa ya, bisa tidak. Apabila sakit kritis, maka terlambat. Tetapi apabila sakit biasa, masih belum terlambat.

Pertanyaan kedua berkaitan dengan Uang Pertanggungan. Ukuran helm yang diperlukan pastinya lebih besar dari ukuran kepala, demikian juga Uang Pertanggungan Sakit Kritis, sudah seharusnya lebih besar dari kebutuhan hidup kita.

Jadi, kapan saat yang tepat untuk berasuransi? Proteksi penyakit kritis di Allianz ada masa tunggu 90 hari. Jadi, saat yang tepat berasuransi sebenarnya adalah 90 hari yang lalu. Namun, jika kita sehat masih belum terlambat.

Dan berapa Uang Pertanggungan yang harus disiapkan? Nah, untuk hal ini, mari kita bahas.

img_1699
Biaya sakit kritis

Apabila teman-teman mencari tahu berapa “biaya sakit kritis”, maka hasil pencarian paling atas adalah artikel di koran kompas, Tiga Penyakit Kritis dengan Biaya Pengobatan Tinggi.

Bila dibaca dengan seksama, di artikel tersebut dituliskan bahwa tarif medis setiap tahun mengalami kenaikan 8 persen dan terus berkembang. Itu baru tarif medis, belum lagi biaya hidup.

a1

Bukan rahasia lagi kalau penyakit kritis dapat menggerogoti kantong si pasien dan keluarganya. Apa sebabnya? Karena seseorang yang tertimpa penyakit kritis sudah pasti kemampuan bekerjanya menjadi berkurang, seberapa besarnya tergantung seberapa parah penyakitnya. Sedangkan kemampuan bekerja berkaitan erat dengan penghasilan. Tanpa penghasilan, kondisi finansial bisa jadi akan terpuruk.

Ilustrasi Proteksi Penghasilan

a2
Ilustrasi gambar penghasilan dan pengeluaran.

Mari kita perhatikan gambar di atas. Uang tunai di sebelah kanan atas adalah penghasilan seriap bulan yang kita terima, kita simpan di rekening, sebagian menjadi aset, sebagian menjadi tabungan, dan sebagian harus keluar sebagai kebutuhan hidup rutin.

Namun bila diperhatikan, dibagian Uang Tunai di kanan atas tsb ada BOM bertuliskan SKCMT. Apa itu SKCMT? Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Total, Meninggal, Tua.

Beberapa jenis sakit kritis di atas membuat penghasilan kita terhenti.

a3
Ilustrasi penghasilan terhenti.

Jika tiba-tiba kita terkena sakit kritis salah satu di atas, akibatnya penghasilan terhenti, apakah menjadi MASALAH ?

Tidak ada uang yang ditabung setiap bulan, aset dan tabungan terkuras untuk kebutuhan hidup, salah satunya adalah biaya medis.

Perhatikan lubang yang berwarna merah, biaya medis. Apabila kita memiliki BPJS atau asuransi kesehatan dari kantor / swasta, maka bersyukurlah, karena lubang biaya medis mungkin tertutup. Tetapi, itu baru satu lubang kecil, lubang pengeluaran lainnya tidak dapat dibayar dengan BPJS, semua harus menggunakan uang tunai.

a4
TAPRO Allianz adalah SOLUSINYA.

Saat orang terdiagnosa penyakit kritis, yang pertama dipikir oleh anggota keluarganya adalah uang tunai, baik untuk berobat maupun untuk kebutuhan lain. Kesehatan dipengaruhi pikiran. Beruntung sekarang ada solusi bagi masalah ini. Uang ratusan juta hingga milyaran akan ditransfer ke rekening sehingga menjawab kebutuhan hidup.

a5
Ilustrasi TAPRI vs TAPRO

Gambar diatas adalah perbedaan menabung PRIBADI dengan menabung di ALLIANZ. Yang kiri adalah TAPRI (Tabungan Pribadi), menyimpan uang di bank atau di celengan setiap bulan 1 Juta, untuk mencapai 2 M diperlukan waktu 166 tahun.

Yang kanan adalah TAPRO (Tabungan Proteksi) menyimpan 1 Juta di Allianz, dalam waktu 90 hari sudah ready uang 2 M.

Namun, bagi yang merasa 1 Juta per bulan terlalu tinggi, jangan khawatir, Allianz sangat mengerti kebutuhan kita. Kini dengan menabung 600ribu per bulan, Uang Proteksi Sakit Kritis Rp 750jt pun sudah dapat kita miliki.

Bagi beberapa orang, Uang Proteksi Jiwa (warisan) tidak terlalu dibutuhkan, contohnya adalah orang yang hidup sebatang kara, tanpa sanak saudara maupun orang tua. Namun, Uang Proteksi Sakit Kritis yang besar dapat sangat berguna.

Coba lihat ilustrasi berikut:

UP 1 Milyar Premi 600rb usia 33thn

Dari gambar di atas dapat dijelaskan.

Bapak Bijaksana menabung Rp 600rb perbulan

Manfaat yang didapat:

  1. Jika terdiaknosa sakit kritis seperti stroke atau jantung maka Asuransi Allianz bertanggung jawab memberi uang cash sejumlah Rp 750jt.
  2. Pembebasan Premi Berkala jika Pembayar Premi terdiagnosa salah satu dari 49 Penyakit Kritis atau TPD dan Allianz membayarkan sebesar Premi Berkala tsb s/d usia Pembayar Premi mencapai 65 tahun.
  3. Bila pihak yang diasuransikan hidup sampai usia 100 tahun, Manfaat yang dibayarkan adalah sebesar Nilai Investasi.
    Bila pihak yang diasuransikan meninggal dunia sebelum mencapai usia 100 tahun, Manfaat yang di bayarkan adalah Nilai Investasi + 100% UP.
  4. JIka pada usia 80 thn masih hidup dan membutuhkan keperluan lain, saldo dana tabungannya bisa diambil sesuai hasil investasi saat tahun tersebut. Jika di ilustrasi diperkirakan mencapai Rp 30 Milyar.

Tentang jangka wakut bayar/menabung itu terserah nasabah. JIka pada tahun ke 10 ingin cuti membayar premi juga bisa. Namun, sebelum cuti bayar premi harus melihat saldo investasi di rekening polis nasabah. Kalau tidak tahu jumlah saldo, bisa habis atau istilahnya leaps.

info lebih lanjut segera hubungi

Bisnis Eksekutif Allianz Star Network

Natanael

HP/WA 08113436830

Peluang Investasi yang Prospektif dan Likuid

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa investasi yang prospektif adalah property misal invest rumah atau tanah. Pendapat tsb benar, namun jika dikaji lebih dalam invest di property menurut saya kurang prospektif. Mengapa?

Si Bapak A katakanlah baru beli rumah sehrg Rp 1 M. Pertanyaannya, apakah jika Bapak A tiba2 sakit yg mengharuskan dia membayar biaya berobat hingga 2 M (misal sakit yg berat seperti jantung, kanker, stroke, dll) dengan secepat itu dapat menjual rumahnya yg seharga Rp2M? Pasti sulit. Tidak mudah menjual rumah. Perlu waktu bulanan sampai tahunan. Padahal biaya sakit hrs cepat dibayar kalau tidak, terpaksa rumah sakit memulangkan Bapak A. Satu-satunya jalan mungkin pinjam saudara atau perusahaan. Tapi mungkin tidak sampai Rp2M.

Dari kasus tersebut, jalan yang bijaksana adalah menjadi nasabah asuransi. Bapak A bisa membuka polis asuransi dengan manfaat mendapat uang /dana cash jika terjadi sakit kritis. Besar nilai jangan tanggung-tanggung, ambillah Rp2M untuk antisipasi dana. Ini tanpa mengurangi saldo investasi di asuransi.

Selain itu, Bapak A harus mengambil juga manfaat santunan harian. Misal santunan harian Rp1.5jt per hari jika diopname di rumah sakit. Tinggal hitung saja. Misal opname sepuluh hari maka Bapak A dapat santunan dana Rp15jt.

Kalau Bapak A sudah ada asuransi dari kantor, ini bisa dipakai dobel klaim. Istilahnya sambil menyelam minum air.

Demikian ulasan saya tentang jenis pilihan investasi yang prospektif dan memilki likuiditas cepat.

Konsultasi hub

Bisnis Eksekutif Allianz tinggal di Surabaya – Sidoarjo

Natanael

Hp/WA 08113436830

Email; natanael.albertus@gmail.com

Pandangan yang Salah oleh Masyarakat terhadap Asuransi

Kesadaran berasuransi di tengah masyarakat Indonesia sejauh ini masih rendah, seperti yang dilansir KOMPAS.com –

Berikut ini pandangan salah yang berkembang di masyarakat, dan bagaimana pandangan yang lebih tepat mengenai asuransi.

1. Membeli Asuransi = Investasi?

Masih banyak kalangan yang menganggap, membeli asuransi sama saja membuang uang percuma. Malah, tak sedikit yang menilai membeli asuransi sebagai langkah investasi.

Pandangan seperti itu sebenarnya salah kaprah. Asuransi dalam kamus perencanaan keuangan adalah salah satu strategi manajemen risiko finansial. Dengan membeli produk asuransi, kita mengalihkan risiko keuangan pada pihak ketiga yaitu perusahaan asuransi.

intinya adalah, sebagai manusia biasa kita memiliki risiko untuk sakit. Sakit membuat kita harus berobat yang menguras biaya.

Kondisi sakit juga membuat kita tidak bisa bekerja. Dengan membeli asuransi kesehatan, ketika risiko sakit itu menimpa kita, biaya berobat dan kerugian akibat produktivitas yang terhenti, kita alihkan ke perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi yang akan membayar biaya berobat tersebut.

2. Asuransi dan penghasilan

Banyak yang salah kaprah dalam tujuan membeli asuransi. Pada saat memiliki penghasilan, banyak orang yang langsung membeli asuransi. Padahal langkah ini belum tentu benar. Membeli asuransi diperlukan jika Anda telah memiliki tanggungan seperti anak atau istri.

Saat itulah sebagai pencari nafkah kita mengalihkan risiko kematian atau kesehatan diri dan keluarga kepada perusahaan asuransi. Jika belum memiliki tanggungan, belum ada kondisi mendesak bagi kita untuk memiliki asuransi.

3. Asuransi jiwa tak wajib

Selama ini asuransi jiwa sering disepelekan sehingga tak banyak yang membeli asuransi jenis ini.

Padahal jika kita sudah bekerja dan memiliki tanggungan yang akan terpengaruh kesejahteraan hidupnya bila kita meninggal dunia, maka memiliki proteksi jiwa adalah wajib hukumnya bagi kita.

Asuransi jiwa tersebut akan berfungsi menggantikan kontribusi finansial kita kepada para ahli waris yang selama ini menjadi tanggungan kita.

Sebaliknya, bila kita sudah bekerja tetapi tidak menanggung siapapun, belum perlu bagi kita membeli asuransi jiwa. Jadi, perlukah anak muda membeli produk asuransi?

Untuk asuransi kesehatan, kita bisa menjadi peserta Asuransi Kesehatan Allianz yakni Maxi Violet dan Smartmed Premier, untuk mengcover risiko-risiko terkait kesehatan. Bagaimana dengan asuransi jiwa?

Bila kita saat ini sudah menanggung hidup orang lain, seperti orangtua, adik, atau saudara, maka lebih baik memiliki asuransi jiwa yakni Tapro Allianz.

4. Salah mengasuransikan diri

Dan jangan salah mengasuransikan diri. Pencari nafkah, suami atau istri, itulah yang diasuransikan. Bukan anak atau istri/suami.

Artinya risiko si pencari nafkah ditanggung oleh perusahaan asuransi. Jika mengalami kematian, misalnya, ahli waris seperti anak dan istri, akan tetap menjalani kehidupannya dengan dana risiko dari perusahaan asuransi.

Pencari nafkah membeli asuransi untuk anak atau istri, padahal mereka bukan pencari nafkah. Istri, jika sebagai pencari nafkah bersama suami, dapat membeli asuransi jiwa dengan ahli waris anaknya atau keluarganya.

Antisipasi dari yang Terburuk

Apakah yang dimaksud dengan judul di atas? Antisipasi dari yang Terburuk.

Judul tersebut mengandung arti bahwa kita mengambil langkah Prepare for the worst (antisipasi dari yang terburuk), karena sebenarnya itulah hakikat asuransi.

Di antara hal-hal buruk yang mungkin dialami manusia, ada satu yang paling buruk, yaitu hilangnya kemandirian hidup. Jadi kemungkinan hal terburuk itu tetap ada karena tidak ada satu orang pun yang mampu meramal seperti apa nasibnya kelak di kemudian hari.

Kita harus mengantisipasi hal terburuk dari hidup kita misalnya, hilangnya kemandirian hidup yang berarti ketidakmampuan melakukan beberapa aktivitas dasar manusia, yaitu:

  1. Menyuap (makan, minum)
  2. Mandi
  3. Berpakaian
  4. Beralih tempat
  5. Buang air

Ketidakmampuan melakukan sebagian atau seluruh aktivitas dasar tersebut berarti juga kehilangan kemampuan untuk bekerja mendapatkan penghasilan. Jika dia seorang karyawan, dalam waktu beberapa bulan atau maksimal satu tahun, dia harus rela diberhentikan, karena tidak ada perusahaan yang mau menggaji orang yang tidak menghasilkan.

Jika dia seorang pekerja mandiri, tidak bisa bekerja lagi membuat penghasilannya otomatis berhenti. Hanya seorang pemilik bisnis besar atau investor besar dengan penghasilan pasif yang besarlah yang diperkirakan akan mampu menanggulangi masalah ini, tapi kebanyakan orang bukanlah pemilik bisnis besar dan bukan pula investor besar.

Sementara itu, pada saat yang sama, biaya hidup masih harus dipenuhi dan begitu pula biaya untuk pengobatan, khususnya jika masih ada harapan pulih kembali.

Orang yang kehilangan kemandirian hidup, berarti hidupnya bergantung sepenuhnya pada orang lain. Orang lain itu bisa jadi pasangannya, anaknya, orangtuanya, saudaranya, atau perawat, atau gabungan dari semuanya.

Orang yang hidup dengan cara ini, besar kemungkinan dia akan merasa dirinya tidak berguna. Apa lagi yang lebih menyedihkan daripada hidup tanpa guna? Apa lagi yang lebih memilukan daripada hidup menjadi beban orang lain, walaupun itu orang-orang dekatnya dan mereka rela?

Poin-poin di atas membedakan hilangnya kemandirian hidup dengan risiko buruk lainnya, yaitu kematian. Kenapa kematian tidak saya sebut sebagai risiko terburuk? Karena masalah yang ditimbulkannya secara keuangan hanya satu, yaitu putusnya penghasilan. Sementara hilangnya kemandirian hidup ada empat: putusnya penghasilan, biaya hidup terus berlanjut, biaya pengobatan terus berlangsung, dan hidup menjadi beban orang lain.

Hilangnya kemandirian hidup dapat disebabkan beberapa hal, antara lain:

1. Kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total.

Cacat tetap total berarti tidak berfungsinya kedua lengan, atau kedua kaki, atau kedua mata, atau kombinasi dari ketiga anggota tubuh tersebut. Orang normal yang tiba-tiba mengalami cacat total, pastilah kehilangan sebagian besar kemampuan dasarnya, dan harus belajar lagi dari awal untuk menyesuaikan diri dengan kondisinya yang baru.

2. Penyakit kritis yang tidak tersembuhkan atau menimbulkan kelumpuhan

Hampir seluruh penyakit kritis, jika tidak tertangani dengan cepat dan tepat, dapat berakibat hilangnya kemandirian hidup. Contohnya tidak usah jauh-jauh. Stroke, yang dulu kerap disebut penyakitnya orang kaya, kini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang kepemilikan harta. Stroke dipicu putusnya suplai oksigen ke otak akibat penyempitan atau pecahnya pembuluh darah yang mengalir ke otak. Karena tak beroleh makanan, walau cuma beberapa detik hingga menit, sel-sel otak pun kelaparan dan mati. Lalu koordinasi dengan anggota badan yang berhubungan pun terhenti.

Solusi.

Allianz Life Indonesia dengan produk Tapro (Allisya Protection Plus), menyediakan tiga produk rider yang menjangkau proteksi atas kondisi-kondisi terburuk yang mungkin dialami manusia, yaitu:

  1. ADDB (Accident Death and Disability Benefit), menanggung cacat sebagian, cacat total, dan meninggal dunia karena kecelakaan.
  2. TPD (Total Permanent Disability), menanggung cacat tetap total, karena sakit ataupun kecelakaan.
  3. CI,CI+, atau CI100, menanggung dari 49 sampai 100 kondisi penyakit kritis. Di antara tiga produk rider, CI100 adalah yang paling lengkap cakupan perlindungannya, karena di dalamnya ada TPD dan hilangnya kemandirian hidup. Hilangnya kemandirian hidup yang disebabkan penyakit kritis, jauh lebih besar dampak keuangannya dibanding oleh sebab lain. Oleh karena itu, proteksi penyakit kritis adalah asuransi yang paling penting dimiliki oleh siapa saja yang telah sadar akan pentingnya mengantisipasi faktor resiko terburuk.

Kesimpulan

Kebanyakan orang tidak punya asuransi. Orang yang sudah punya asuransi, pada umumnya manfaatnya masih kecil-kecil sehingga kurang membantu ketika dibutuhkan. Ada sebagian orang yang punya asuransi dengan manfaat pertanggungan besar, tapi cakupannya masih terbatas pada proteksi meninggal dunia dan asuransi kesehatan rawat inap.

Saran saya sebaiknya juga perlu dipertimbangkan membeli asuransi yang optimal.

 

Ingin mendafar asuransi Allianz hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Indahnya Tolong-Menolong Dalam Asuransi Syariah

Asuransi syariah merupakan asuransi yang berprinsip pada “saling menanggung risiko” antar sesama peserta. Hal ini menjadikan asuransi syariah ideal bagi setiap kalangan yang ingin dana asuransinya dikelola secara transparan. Apa yang menjadi karakter utama dari asuransi syariah? Simak ulasannya di bawah ini.

 

Pesatnya perkembangan lembaga-lembaga asuransi syariah di Indonesia, menunjukan besarnya minat kaum muslim untuk menjawab kebutuhan mereka akan lembaga asuransi yang aman dan sesuai syari’ah. Meskipun asuransi pernah dan masih menjadi suatu perdebatan (pro-kontra) seputar hukumnya menurut syara’, tetapi secara de facto, umat Islam membutuhkan keberadaan lembaga asuransi yang berdasarkan syari’ah, bebas dari praktek riba, gharar dan maisyir.

Pengertian Asuransi Syariah berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/ DSN-MUI/ X/ 2001 adalah sebuah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui Akad yang sesuai dengan syariah.

Proses hubungan peserta dan perusahaan dalam mekanisme pertanggungan pada asuransi syariah adalah sharing of risk atau “saling menanggung risiko”. Apabila terjadi musibah, maka semua peserta asuransi syariah saling menanggung. Dengan demikian, tidak terjadi transfer risiko (transfer of risk atau “memindahkan risiko”) dari peserta ke perusahaan seperti pada asuransi konvensional.

Peranan perusahaan asuransi pada asuransi syariah terbatas hanya sebagai pemegang amanah dalam mengelola dan menginvestasikan dana dari kontribusi peserta. Jadi pada asuransi syariah, perusahaan hanya bertindak sebagai pengelola operasional saja, bukan sebagai penanggung seperti pada asuransi konvensional.Premi dalam asuransi syariah dikategorikan menjadi 3 rekening. Ada rekening tabungan peserta, rekening perusahaan asuransi, dan yang paling penting adalah rekening tabarru. Rekening tabarru inilah yang nantinya akan dipakai oleh sesama peserta untuk saling menolong.

Rekening ini digunakan bagi peserta yang mengalami resiko asuransi.
Untuk menjaga pelaksanaanya agar tetap sesuai koridor hukum Islam, produk asuransi syariah tidak berinvestasi pada usaha-usaha yang haram atau dihindari agama, seperti: minuman beralkohol, bisnis perjudian, dan rokok.

Usaha dengan prinsip bunga (riba) pun tidak diperbolehkan dalam asuransi syariah. Hal ini diawasi langsung bukan hanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tapi juga Dewan Syariah Nasional (DSN).
Meski populer, tidak sedikit yang beranggapan kalau asuransi syariah hanya bisa diikuti oleh umat muslim saja. Padahal, masyarakat non muslim juga bisa. Pada dasarnya, asuransi syariah merupakan asurasi ideal bagi setiap kalangan yang ingin dana asuransinya dikelola secara transparan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, ikut asuransi syariah!

Ingin mendaftar asuransi syariah Allianz hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830