Tag Archives: asuransi allianz terbaik

Pembayaran Klaim Sakit Jantung Sebesar Rp250 juta di Surabaya

 

Klaim Allianz Sby 1

 

Siapa yang mau diberi uang Rp 250jt? Namun, syaratnya harus terkena sakit kritis lebih dahulu. Eit! Banyak orang pasti ndak mau. Tapi tunggu dulu! Tidak ada yang ingin sakit, apalagi sakit kritis. Tapi jika terpaksa harus kena sakit, akan lebih baik jika tidak perlu memikirkan masalah biaya. Apakah kalau sakit kritis, trus kita harus pinjam tetangga atau saudara?

Gambar di atas adalah seremoni pembayaran klaim sakit kritis yakni jantung, sebesar 250 juta di Surabaya. Usia nasabah 38 tahun. 

Selain itu, polis nasabah sebesar 500 ribu per bulan (6 juta per tahun) pun dibebaskan pembayaran preminya sampai usia nasabah 65 tahun, yaitu sampai tahun 2045 atau selama 27 tahun.

Total pembebasan premi 27 tahun x 6 juta = 162 juta.

Jadi total klaim 250 juta + 162 juta = 412 juta. 

Dan masih ada manfaat UP jiwa sampai dengan nasabah usia 100 tahun diambah dengan nilai investasi.

Produk apa yang dimiliki nasabah sehingga dengan membayar 500 ribu per bulan bisa mendapat bantuan 250 juta di kala terkena penyakit jantung?

Ingin mengetahui lebih lanjut hubungi :

Natanael (Business Partner ASN)

HP/WA: 0811-343-6830 | Email: natanael.albertus@gmail.com | Tinggal di Surabaya | 

Advertisements

Peluang Bisnis Financial Security Network Dibalik Maraknya Resiko Penyakit Kritis

Mengulang sukses dengan tingginya minat terhadap Program Proteksi Income Keluarga terhadap resiko sakit yang membutuhkan biaya besar yakni sakit kriitis, maka kami membuka kesempatan bagi Anda Anda untuk bergabung dalam Bisnis Financial Security Network. Potensi Income 100 juta dalam 2 tahun, Jalan-jalan Gratis ke Seoul dan Los Angeles, serta Ipad Gratis.

Financial security Network business, sebuah bisnis tanpa modal besar di era digital yang sangat cocok bagi Anda Generasi muda maupun Anda yang memiliki mental pebisnis. Apalagi bisnis ini sangat bisa dijalankan lewat online, sudah terbukti bisa menghasilkan income ratusan juga perbulan. Banyak yang sudah membuktikan.

Support System

Untuk mendukung kesuksesan anda, ada banyak support system yang bisa anda manfaatkan.

A. Dari Manajemen Allianz Life Indonesia

Dari pihak manajemen Allianz Life Indonesia, ada dua training yang wajib diikuti oleh setiap agen, yaitu:

  1. Basic Training Program. Ini adalah training dasar yang wajib diikuti setiap agen Allianz. Training dasar meliputi: ASN Orientasi Program, Basic Product Training, dan Basic Operation Training. Training ini dilaksanakan selama 2 hari.
  2. Fast Track To Management (FTTM). Ini adalah training untuk agen yang telah mencapai level BP. Training dilaksanakan selama 1 hari.

Kedua training ini dilaksanakan setelah anda terdaftar sebagai agen.

Selain itu ada beberapa acara lain yang rutin diadakan Allianz, antara lain:

  1. SnR (Selling and Recruitting), seminar intensif selama beberapa hari yang menghadirkan pembicara dari kalangan internal maupun luar.
  2. Kick off Meeting, diadakan setiap bulan Januari, berisi pengarahan dari manajemen Allianz dan info-info seputar berbagai kontes yang diadakan di tahun itu.
  3. ASN Recognition, sebuah acara selebrasi untuk memberikan penghargaan kepada para agen yang mencapai target promosi, kontes trip, MDRT, dan MDIT.
  4. ASN Final Lap, diadakan setiap awal bulan Oktober. Seminar sehari yang menghadirkan para pembicara level nasional dan internasional untuk menyemangati para agen menghadapi tiga bulan terakhir.

Support system lainnya adalah aneka kontes untuk memacu semangat agen dalam melakukan penjualan. Kontes yang rutin diadakan adalah:

  1. Trip ke luar negeri. Biasanya ada tiga negara tujuan trip yang dapat dipilih dengan persyaratan penjualan pribadi dan atau penjualan tim.
  2. CPC (Consistent Producers Club), penghargaan untuk para agen yang konsisten berproduksi setiap bulan.
  3. Rookie BP, sebuah tantangan berhadiah double overriding bagi BP baru yang memenuhi kualifikasi.

IIngin berjuang dan berbisnis tanpa modal, segera hubungi saya,

Natanael, HP/WA 08113436830

Cara Menyiapkan Warisan Rp 1 Milyar + Dana Rp 500jt Jika Terdiagnosa Sakit Kritis

Sore tadi, saya baru bertemu ibu yang sudah berusia 50 tahun. Dia seorang penggembala atau dapat diistilahkan seorang pendeta di sebuah gereja di Surabaya.

Ibu ini sadar akan manfaat asuransi sehingga meminta saya dibuatkan proposal untuk program warisan jika meninggal sebesar Rp 1 Milyar untuk anak satu-satunya dan program bantuan dana jika ibu ini terdiagnosa dari 49 penyakit kritis sebesar Rp 500jt.

Berikut diagramnya.

diagram UP 1 M sakit kritis 500jt.PNG

Program ini seperti terggambar pada diagram di atas disebut TAPRO (Tanggung Problem). Mengapa disebut Tanggung PRoblem? Karena program ini dapat menanggung problem semua orang. Cocok sekali untuk ibu ini. Sebut saja ibu ini ibu Bijak (usia 50 tahun).

Berapa premi perbulan agar mendapat dana untuk diwariskan ke anaknya sebesar Rp 1 Milyar?

Cukup hanya membayar Rp 2 juta. Uang Rp 2jt tidak seberapa jika dibanding manfaatnya. Butuh waktu berapa lama menabung Rp 2jt hingga mencapai saldo Rp 1 Milyar. Jika menabung di bank, ibu ini harus menabung lima ratus bulan.

Namun, jika ikut program TAPRO ini, ibu Bijak cukup menabung Rp 2jt perbulan dan jika ibu Bijak meninggal sebelum tabungan terkumpul, katakanlah meninggal saat bulan ke 12 (dua belas), maka asuransi Tapro Allianz akan memberi dana Rp 1 Milyar untuk anak ibu Bijak.

Coba perhatikan tabel di bawah ini: Dana warisan sudah siap pada saat selesai mendaftar dan memiliki polis Tapro Allianz.

sumarry 2 update.PNG

Manfaat kedua adalah : Dana Sakit Kritis.

Di polis Ibu Bijak juga ada manfaat bantuan Dana Sakit Kritis sebesar Rp 500jt. Beliau sadar pentingnya manfaat Dana Sakit Kritis dari Tapro asuransi Allianz Life yakni mengamankan dana dari biaya pengobatan di Rumah Sakit untuk pengobatan sakit kritis.

Bagi yang berminat dan ingin mendapat program dana warisan Rp 1 Milyar dan bantuan dana sakit kritis Rp 500jt, bisa hubungi saya, Natanael.

Agen Asuransi Allianz

Natanael

HP/WA 08113436830

 

 

 

Premi Rp600rb Perbulan dapat UP Sakit Kritis Rp 750jt

Jumpa lagi dengan saya, Natanael, Bisnis Eksekutif Allianz Star Network. Kali ini saya akan cerita dengan sebuah ilustrasi.

“Ada seorang pengendara motor berkendara tanpa memakai helm. Ditengah perjalanan, tiba-tiba dia terjatuh dan kepalanya terbentur dengan sangat keras dan terluka parah”.

Pertanyaan:

  • Kapan saat yang tepat untuk memakai helm?
    • A. Saat terjatuh dari motor, atau
    • B. Saat sebelum terjatuh dari motor.
  • Berapa ukuran helm yang harus digunakan?
    • A. Lebih kecil dari kepala, atau
    • B. Lebih besar dari kepala.

Ilustrasi diatas menggambarkan penggunaan asuransi dalam hidup kita. Banyak orang tidak mau menggunakan asuransi, namun ketika sudah ‘terjatuh‘, barulah terpikir asuransi, apakah terlambat? Bisa ya, bisa tidak. Apabila sakit kritis, maka terlambat. Tetapi apabila sakit biasa, masih belum terlambat.

Pertanyaan kedua berkaitan dengan Uang Pertanggungan. Ukuran helm yang diperlukan pastinya lebih besar dari ukuran kepala, demikian juga Uang Pertanggungan Sakit Kritis, sudah seharusnya lebih besar dari kebutuhan hidup kita.

Jadi, kapan saat yang tepat untuk berasuransi? Proteksi penyakit kritis di Allianz ada masa tunggu 90 hari. Jadi, saat yang tepat berasuransi sebenarnya adalah 90 hari yang lalu. Namun, jika kita sehat masih belum terlambat.

Dan berapa Uang Pertanggungan yang harus disiapkan? Nah, untuk hal ini, mari kita bahas.

img_1699
Biaya sakit kritis

Apabila teman-teman mencari tahu berapa “biaya sakit kritis”, maka hasil pencarian paling atas adalah artikel di koran kompas, Tiga Penyakit Kritis dengan Biaya Pengobatan Tinggi.

Bila dibaca dengan seksama, di artikel tersebut dituliskan bahwa tarif medis setiap tahun mengalami kenaikan 8 persen dan terus berkembang. Itu baru tarif medis, belum lagi biaya hidup.

a1

Bukan rahasia lagi kalau penyakit kritis dapat menggerogoti kantong si pasien dan keluarganya. Apa sebabnya? Karena seseorang yang tertimpa penyakit kritis sudah pasti kemampuan bekerjanya menjadi berkurang, seberapa besarnya tergantung seberapa parah penyakitnya. Sedangkan kemampuan bekerja berkaitan erat dengan penghasilan. Tanpa penghasilan, kondisi finansial bisa jadi akan terpuruk.

Ilustrasi Proteksi Penghasilan

a2
Ilustrasi gambar penghasilan dan pengeluaran.

Mari kita perhatikan gambar di atas. Uang tunai di sebelah kanan atas adalah penghasilan seriap bulan yang kita terima, kita simpan di rekening, sebagian menjadi aset, sebagian menjadi tabungan, dan sebagian harus keluar sebagai kebutuhan hidup rutin.

Namun bila diperhatikan, dibagian Uang Tunai di kanan atas tsb ada BOM bertuliskan SKCMT. Apa itu SKCMT? Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Total, Meninggal, Tua.

Beberapa jenis sakit kritis di atas membuat penghasilan kita terhenti.

a3
Ilustrasi penghasilan terhenti.

Jika tiba-tiba kita terkena sakit kritis salah satu di atas, akibatnya penghasilan terhenti, apakah menjadi MASALAH ?

Tidak ada uang yang ditabung setiap bulan, aset dan tabungan terkuras untuk kebutuhan hidup, salah satunya adalah biaya medis.

Perhatikan lubang yang berwarna merah, biaya medis. Apabila kita memiliki BPJS atau asuransi kesehatan dari kantor / swasta, maka bersyukurlah, karena lubang biaya medis mungkin tertutup. Tetapi, itu baru satu lubang kecil, lubang pengeluaran lainnya tidak dapat dibayar dengan BPJS, semua harus menggunakan uang tunai.

a4
TAPRO Allianz adalah SOLUSINYA.

Saat orang terdiagnosa penyakit kritis, yang pertama dipikir oleh anggota keluarganya adalah uang tunai, baik untuk berobat maupun untuk kebutuhan lain. Kesehatan dipengaruhi pikiran. Beruntung sekarang ada solusi bagi masalah ini. Uang ratusan juta hingga milyaran akan ditransfer ke rekening sehingga menjawab kebutuhan hidup.

a5
Ilustrasi TAPRI vs TAPRO

Gambar diatas adalah perbedaan menabung PRIBADI dengan menabung di ALLIANZ. Yang kiri adalah TAPRI (Tabungan Pribadi), menyimpan uang di bank atau di celengan setiap bulan 1 Juta, untuk mencapai 2 M diperlukan waktu 166 tahun.

Yang kanan adalah TAPRO (Tabungan Proteksi) menyimpan 1 Juta di Allianz, dalam waktu 90 hari sudah ready uang 2 M.

Namun, bagi yang merasa 1 Juta per bulan terlalu tinggi, jangan khawatir, Allianz sangat mengerti kebutuhan kita. Kini dengan menabung 600ribu per bulan, Uang Proteksi Sakit Kritis Rp 750jt pun sudah dapat kita miliki.

Bagi beberapa orang, Uang Proteksi Jiwa (warisan) tidak terlalu dibutuhkan, contohnya adalah orang yang hidup sebatang kara, tanpa sanak saudara maupun orang tua. Namun, Uang Proteksi Sakit Kritis yang besar dapat sangat berguna.

Coba lihat ilustrasi berikut:

UP 1 Milyar Premi 600rb usia 33thn

Dari gambar di atas dapat dijelaskan.

Bapak Bijaksana menabung Rp 600rb perbulan

Manfaat yang didapat:

  1. Jika terdiaknosa sakit kritis seperti stroke atau jantung maka Asuransi Allianz bertanggung jawab memberi uang cash sejumlah Rp 750jt.
  2. Pembebasan Premi Berkala jika Pembayar Premi terdiagnosa salah satu dari 49 Penyakit Kritis atau TPD dan Allianz membayarkan sebesar Premi Berkala tsb s/d usia Pembayar Premi mencapai 65 tahun.
  3. Bila pihak yang diasuransikan hidup sampai usia 100 tahun, Manfaat yang dibayarkan adalah sebesar Nilai Investasi.
    Bila pihak yang diasuransikan meninggal dunia sebelum mencapai usia 100 tahun, Manfaat yang di bayarkan adalah Nilai Investasi + 100% UP.
  4. JIka pada usia 80 thn masih hidup dan membutuhkan keperluan lain, saldo dana tabungannya bisa diambil sesuai hasil investasi saat tahun tersebut. Jika di ilustrasi diperkirakan mencapai Rp 30 Milyar.

Tentang jangka wakut bayar/menabung itu terserah nasabah. JIka pada tahun ke 10 ingin cuti membayar premi juga bisa. Namun, sebelum cuti bayar premi harus melihat saldo investasi di rekening polis nasabah. Kalau tidak tahu jumlah saldo, bisa habis atau istilahnya leaps.

info lebih lanjut segera hubungi

Bisnis Eksekutif Allianz Star Network

Natanael

HP/WA 08113436830

Pandangan yang Salah oleh Masyarakat terhadap Asuransi

Kesadaran berasuransi di tengah masyarakat Indonesia sejauh ini masih rendah, seperti yang dilansir KOMPAS.com –

Berikut ini pandangan salah yang berkembang di masyarakat, dan bagaimana pandangan yang lebih tepat mengenai asuransi.

1. Membeli Asuransi = Investasi?

Masih banyak kalangan yang menganggap, membeli asuransi sama saja membuang uang percuma. Malah, tak sedikit yang menilai membeli asuransi sebagai langkah investasi.

Pandangan seperti itu sebenarnya salah kaprah. Asuransi dalam kamus perencanaan keuangan adalah salah satu strategi manajemen risiko finansial. Dengan membeli produk asuransi, kita mengalihkan risiko keuangan pada pihak ketiga yaitu perusahaan asuransi.

intinya adalah, sebagai manusia biasa kita memiliki risiko untuk sakit. Sakit membuat kita harus berobat yang menguras biaya.

Kondisi sakit juga membuat kita tidak bisa bekerja. Dengan membeli asuransi kesehatan, ketika risiko sakit itu menimpa kita, biaya berobat dan kerugian akibat produktivitas yang terhenti, kita alihkan ke perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi yang akan membayar biaya berobat tersebut.

2. Asuransi dan penghasilan

Banyak yang salah kaprah dalam tujuan membeli asuransi. Pada saat memiliki penghasilan, banyak orang yang langsung membeli asuransi. Padahal langkah ini belum tentu benar. Membeli asuransi diperlukan jika Anda telah memiliki tanggungan seperti anak atau istri.

Saat itulah sebagai pencari nafkah kita mengalihkan risiko kematian atau kesehatan diri dan keluarga kepada perusahaan asuransi. Jika belum memiliki tanggungan, belum ada kondisi mendesak bagi kita untuk memiliki asuransi.

3. Asuransi jiwa tak wajib

Selama ini asuransi jiwa sering disepelekan sehingga tak banyak yang membeli asuransi jenis ini.

Padahal jika kita sudah bekerja dan memiliki tanggungan yang akan terpengaruh kesejahteraan hidupnya bila kita meninggal dunia, maka memiliki proteksi jiwa adalah wajib hukumnya bagi kita.

Asuransi jiwa tersebut akan berfungsi menggantikan kontribusi finansial kita kepada para ahli waris yang selama ini menjadi tanggungan kita.

Sebaliknya, bila kita sudah bekerja tetapi tidak menanggung siapapun, belum perlu bagi kita membeli asuransi jiwa. Jadi, perlukah anak muda membeli produk asuransi?

Untuk asuransi kesehatan, kita bisa menjadi peserta Asuransi Kesehatan Allianz yakni Maxi Violet dan Smartmed Premier, untuk mengcover risiko-risiko terkait kesehatan. Bagaimana dengan asuransi jiwa?

Bila kita saat ini sudah menanggung hidup orang lain, seperti orangtua, adik, atau saudara, maka lebih baik memiliki asuransi jiwa yakni Tapro Allianz.

4. Salah mengasuransikan diri

Dan jangan salah mengasuransikan diri. Pencari nafkah, suami atau istri, itulah yang diasuransikan. Bukan anak atau istri/suami.

Artinya risiko si pencari nafkah ditanggung oleh perusahaan asuransi. Jika mengalami kematian, misalnya, ahli waris seperti anak dan istri, akan tetap menjalani kehidupannya dengan dana risiko dari perusahaan asuransi.

Pencari nafkah membeli asuransi untuk anak atau istri, padahal mereka bukan pencari nafkah. Istri, jika sebagai pencari nafkah bersama suami, dapat membeli asuransi jiwa dengan ahli waris anaknya atau keluarganya.

Bagaimana mendapatkan Cadangan Sumber Penghasilan?

Pernahkah Anda merasa kuatir jika suatu saat nanti Anda mengalami penurunan penghasilan? Bagaimana jika turun hingga 50% ?
Bagaimana jika bukan hanya turun 50% melainkan Anda kehilangan 100% penghasilan Anda saat ini?
Dari mana uang untuk bayar Listrik?
Dari mana uang untuk bayar Air Bersih?
Dari mana uang untuk isi Bensin, Pulsa telpon, Internet ?
Dari mana uang untuk bayar uang Sekolah Anak?
Dari mana uang untuk bayar cicilan mobil?
Dari mana uang untuk bayar cicilan rumah?
Dari mana uang untuk biaya hidup sehari2?
Dari mana uang untuk biaya kesehatan saat sakit ?
Dari mana uang untuk rekreasi bersama keluarga?
Dengan penghasilan sekarang saja terkadang tidak cukup untuk membiayai Gaya Hidup, apalagi kalo dipaksa oleh situasi kondisi mendadak HILANG-nya PENGHASILAN. 

Mari kita cermati bersama, hal-hal apa saja yang bisa memaksa kita kehilangan penghasilan secara tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi.

Kita semua mengetahui bahwa Situasi Ekonomi dan Politik bisa menyebabkan hal ini:
1. Bisnis Bangkrut
2. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi karyawan

Suatu hari nanti Anda mungkin mengalami musibah ketidaklancaran dalam dunia pekerjaan atau usaha, sehingga kita perlu mengantisipasi sebelum hal tersebut terjadi.
Bagaimana caranya? Caranya bisa dengan mengumpulkan sejumlah Tabungan. Apabila Anda memiliki tabungan, sanggup bertahan berapa lama dengan gaya hidup anda saat ini?

Kali ini mari kita diskusikan ide berikut ini :
Bagaimana seandainya kita memiliki Cadangan Sumber Penghasilan.

Konsep sederhananya yakni: jika listrik dirumah anda padam dua jam, tentu tidak menjadi masalah, bagaimana jika seminggu penuh padam? Kehadiran Genset tentu sangat kita butuhkan. Genset dalam hal ini adalah solusi masalah listrik padam.

Tentunya didunia ini banyak sekali Sumber Penghasilan yang bisa didapatkan,

Kali ini saya akan membantu untuk memilih sumber penghasilan yang ideal. Ada 10 kriteria penting untuk menentukannya:

1. Waktu yang fleksibel.
2. Memberikan Penghasilan Tak Terbatas
3. Memberikan banyak waktu, bahkan uang tetap bertambah saat anda liburan
4. Kepastian Jangka Panjang dan Sumber Penghasilan ini bisa diwariskan ke anak cucu
5. Low Stress karena tidak perlu Modal, sehingga Resiko Kecil, Simple dan disupport perusahaan terbaik di dunia
6. Keberadaan Mentor (Pembimbing) yang sudah Ahli akan mengajarkan
7. Usaha yang memiliki SPEED System dan RoadMap 2-3tahun 100jt/bulan
8. Ada Pengembangan Kepribadian, Pembangunan Karakter dan Leadership
9. Penghargaan berStandard Internasional dan Jalan-jalan Gratis ke Luar Negeri.
10. Orientasi Membantu Orang, baik Komoditi maupun Bisnisnya

Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai program Sumber Penghasilan bisa menghubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

 

 

Pilih Asuransi apa Deposito?

Banyak orang lebih memilih menabung di tabungan di bank seperti deposito di bandingkan membeli asuransi.
Jika diperhatikan, menabung di bank dan membeli asuransi ada kemiripan. Yaitu sama sama seperti menabung. Setiap bulan pastinya kita akan menyisihkan sebagian pendapatan yang kita peroleh baik dari gaji maupun hasil usaha untuk disetorkan. Jika menabung di bank berupa tabungan atau deposito, ya pastinya uang yang kita sisihkan itu akan masuk ke rekening bank kita dan nilainya dapat kita lihat berupa saldo kita.
Sedangkan jika membeli asuransi, maka sebagian penghasilan kita yang disisihkan tersebut akan masuk ke perusahaan asuransi. Jika asuransi yang Anda beli adalah asuransi Tapro Allianz, maka Anda bisa mengecek nilai tunai dari polis asuransi nya secara online. Tentunya Anda harus terdaftar menjadi
Saat anda menabung di bank maka anda hanya akan mendapatkan saldo + bunga saja, tidak ada perlindungan apapun. Jika suatu saat anda terkena penyakit kritis, maka uang saldo di Bank ditambah bunganya yang jumlahnya tidak seberapa itu akan anda kuras habis untuk biaya pengobatan. Pasca pengobatan penyakit kritis tersebut maka tidak akan ada yang membantu kebutuhan financial anda lagi.
Tidak ada lagi orang yang bersedia meminjamkan uang kepada Anda karena mereka tahu Anda sudah pasti tidak bisa melunasi hutang Anda ini nantinya karena Anda sudah terkena penyakit kritis dan tidak bekerja lagi. Bagaimana cara Anda mau mengembalikan pinjaman itu? Anda juga sudah tidak bisa lagi meng apply KTA (kredit tanpa agunan) di bank karena bank pastinya akan melakukan analisa terlebih dahulu tentang pekerjaan Anda sebelum mereka mau mencairkan dana pinjaman kepada Anda.
Satu satunya pihak yang bisa membantu Anda saat itu hanya pegadaian saja dimana Anda akan menggadaikan satu persatu harta benda Anda sampai semua nya sudah ludes Anda gadaikan sehingga pada akhirnya tidak ada lagi yang bisa digadaikan. Tinggal harga diri Anda saja yang belum tergadaikan.
Memiliki asuransi sebenarnya banyak kelebihannya di banding dengan menabung pada tabungan biasa di bank atau deposito.
Di asuransi biasanya jumlah setoran perminya telah ditentukan per bulan nya misalnya Rp.500.000 per bulan atau Rp 1.000.000 per bulan. maka selama kita mengikuti program tersebut kita harus menyetor uang sebesar itu setiap bulannya, tidak kurang atau lebih. Sebagian dari premi yang kita setorkan itu akan diinvestasikan dan ini yang disebut dengan nilai tunai. Jadi jika di bank, nilai yang kita cek adalah saldo sedangkan jika di asuransi, nilai yang kita cek adalah nilai tunai nya.
Dengan memiliki asuransi  kita akan mendapatkan perlindungan terhadap jiwa, dan juga penyakit kritis dan juga kesehatan, tergantung manfaat apa saja yang kita pilih. Di asuransi Tapro Allianz, manfaat dasarnya adalah asuransi jiwa. Namun Anda juga dapat menambahkan berbagai manfaat tambahan seperti manfaat tambahan proteksi terhadap penyakit kritis, manfaat kesehatan rawat inap rumah sakit, manfaat perlindungan cacat tetap total, dan lain lain. Manfaat proteksi dan perlindungan inilah yang tidak dapat disediakan oleh bank dimana kita menabung. Deposito juga tidak memberikan manfaat perlindungan ini kepada kita.
Hanya di asuransi, kita akan ditolong pada saat kita mengalami risiko kehidupan. Hanya asuransi lah yang peduli atas penderitaan dan kemalangan yang sedang kita hadapi. Di saat tidak ada yang bisa menolong, maka asuransi bisa menolong kita di saat genting. Karena itu jangan menyepelekan asuransi.
Jika asuransi tidak bermanfaat mengapa semua orang orang kaya mau membeli asuransi? Padahal orang orang kaya itu uangnya sudah banyak di bank dan di deposito tetapi mereka tetap mau membeli dan memiliki asuransi. Bahkan premi asuransi yang mereka setorkan rata rata sangat besar jumlahnya. Bisa 10 juta per bulan atau lebih.
Buat apa? Apakah Anda berpikir orang orang kayak itu bodoh? Apakah Anda berpikir orang yang punya banyak uang itu sudah terganggu kejiwaan nya sehingga mereka dengan mudahnya membuang uang 10 jutaan per bulan sebagai setoran premi kepada perusahaan asuransi?
Asal tahu saja, orang orang kaya itu memiliki perhitungan dana kalkulasi yang sangat bagus. Mereka sudah mengukur risiko hidup mereka. Mereka sadar, sebanyak apapun uang mereka di tabungan dan deposito bank, semua nya bisa raib seketika jikalau mereka atau salah satu anggota keluarga mereka terkena penyakit kritis.
Mereka menyadari bahwa mereka bukan Tuhan. Mereka tidak dapat menentukan apakah mereka bisa terbebas dari terkena penyakit kritis atau tidak. Tidak semua hal bisa mereka kendalikan di dunia ini meskipun mereka memiliki uang yang banyak.
Salah satu nya ya risiko sakit, terkena penyakit kritis atau risiko meninggal dunia. Oleh sebab itu, urusan memanage risiko itu mereka serahkan kepada yang ahlinya yaitu perusahaan asuransi. Dan satu satunya perusahaan asuransi yang terpercaya dan bisa diandalkan adalah Allianz.
Jika kita sudah memiliki asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit dan kemudian kita sakit dan harus dirawat di rumah sakit dengan biaya sebesar 10 juta misalnya, maka pihak asuransi akan membayar biaya rumah sakit tersebut tanpa mengurangi jumlah nilai tunai kita. Sementara jika menabung di tabungan biasa atau deposito pastinya tabungan kita akan berkurang sebesar 10 juta untuk membayar biaya rumah sakit tersebut karena kita bayar sendiri pakai uang pribadi kita.
Juga jika nasabah meninggal dunia, maka pihak asuransi juga akan memberikan uang santunan kepada ahli waris dari si nasabah (istri atau anak atau saudara kandung atau orang tua) dengan jumlah yang telah ditentukan tanpa mengurangi nilai tunai kita juga. Anda cukup membayar premi setiap bulan dan anda akan terproteksi seumur hidup (100 tahun) dan keluarga Anda juga berhak atas uang pertanggungan saat Anda meninggal.
Contoh jika Anda meninggal dunia maka keluarga yang Anda tinggalkan akan mendapatkan uang santunan misalnya 500 juta, 1 Milyar, 2 Milyar, 10 Milyar tergantung berapa besar uang santunan yang Anda inginkan di saat Anda membeli asuransi.
Selain itu jika hasil investasi dari nilai tunai yang ada di polsi asuransi Anda dalam jangka panjang juga dapat memberikan imbal hasil yang besar seperti hingga mencapai kurang lebih 10%/tahun yang tentunya akan memberikan keuntungan tersendiri juga, dibandingkan bunga tabungan biasa di bank atau deposito yang hanya berkisar 3-4%(setelah dikurangi pajak tabungan sebesar 20%) per tahun. Nilai tunai yang ada di dalam polis asuransi Anda ini juga semua nya akan dikembalikan kepada ahli waris/ keluarga Anda.
Coba bandingkan dengan tabungan biasa di bank atau deposito. Di saat Anda meninggal maka satu satu nya warisan yang bisa Anda berikan kepada keluarga Anda hanya sisa saldo + bunga yang ada di tabungan/ deposito Anda di kala itu. Jika jumlahnya kecil dan tidak seberapa maka segitu saja yang akan diberikan ke Anda.
Sebenarnya uang itu bukan diberikan oleh bank karena toh itu adalah hak Anda karena uang itu adalah uang si almarhumah sendiri yang ditabung di bank tersebut. Nilai tambah yang diberikan oleh pihak bank hanya berupa bunga yang besarannya juga ditentukan oleh nilai saldo yang Anda tentukan tersebut yang pastinya nilainya juga tidak seberapa. Mana cukup untuk menghidupi keluarga yang ditinggalkan kelak sepeninggal si almarhumah.
Saat anda memiliki asuransi Tapro Allianz, dan tiba-tiba anda mengalami terkena penyakit kritis atau meninggal dunia, Anda atau ahli waris Anda akan mendapat uang pertanggungan cash ratusan juta/milyaran rupiah (tergantung besarnya premi dan manfaat yang diambil). Bisakah bank di tempat Anda menabung memberikan uang santunan kepada Anda dikala Anda mengalami kemalangan seperti itu? Boro boro

Begitu pula dikala Anda sakit atau mengalami kecelakaan, Anda juga tidak perlu takut dan repot jika Anda harus opname di rumah sakit. Anda cukup menunjukkan kartu kesehatan Allianz Hospital & Surgical Plus yang berlaku di seluruh rumah sakit rekanan Allianz yang tersebar hampir di seluruh provinsi di indonesia.

Bahkan jika polis asuransi Anda dilengkapi manfaat payor maka setelah terkena penyakit kritis atau cacat tetap total maka Anda akan mendapatkan fasilitas bebas premi dimana premi asuransi yang Anda bayarkan setiap bulan setorin dan dibayarin oleh perusahaan asuransi sampai Anda berusia 65 tahun. Misal premi yang Anda bayarkan adalah sebesar Rp.2.000.000 setiap bulan, maka jumlah sebesar ini akan disetorkan oleh perusahaan asuransi ke polis asuransi anda sampai anda berusia 65 tahun.

Nilai tunai /tabungan anda tidak terganggu sama sekali dan anda mendapatkan keuntungan dari hasil investasi saldo nilai tunai anda. Apakah Bank bisa melakukan seperti ini?

(Artikel ini disadur dari : http://www.asuransi-jiwa.org/pilih-memiliki-tabungan-seperti-deposito-atau-memiliki-asuransi/

Untuk pendaftaran polis Allianz hubungi:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA 08113436830

Email: natanael.allianz@gmail.com