Tag Archives: asuransi allianz terbaik

Tiga Produk Asuransi dari Allianz yang Menyediakan Manfaat Melahirkan

Asuransi Allianz memiliki produk khusus yang menyediakan manfaat perlindungan keuangan jika melahirkan.

Berikut ketentuan umum tentang tiga produk asuransi yang menyediakan manfaat melahirkan.

Keterangan Allisya Care Maxi Violet Smartmed Premier
Jenis produk Asuransi kesehatan murni (tanpa investasi, bukan unitlink) Asuransi kesehatan murni (tanpa investasi, bukan unitlink) Asuransi kesehatan murni (tanpa investasi, bukan unitlink)
Kontrak Tahunan Tahunan Tahunan
Frekuensi pembayaran premi Tahunan Tahunan  – Tahunan– Semesteran (harus pakai kartu kredit)
Manfaat dasar (wajib diambil) Rawat inap Rawat inap Rawat inap
Cara klaim Cashless dan reimburse Cashless dan reimburse Cashless dan reimburse
 Plan A (100) sd H (1000) A (100) sd H (1000) A (500) sd K (6000)
Usia masuk dan pertanggungan rider Melahirkan 18 sd 45 tahun 18 sd 45 tahun 18 sd 45 tahun
Manfaat yang ditanggung Melahirkan normal, melahirkan abnormal, melahirkan dengan operasi, keguguran yang legal, dan pemeriksaan sebelum & sesudah melahirkan. Melahirkan normal, melahirkan abnormal, melahirkan dengan operasi, keguguran yang legal, dan pemeriksaan sebelum & sesudah melahirkan. Melahirkan normal, melahirkan abnormal, melahirkan dengan operasi, keguguran yang legal, komplikasi melahirkan, dan pemeriksaan sebelum & sesudah melahirkan.
Masa tunggu hingga melahirkan 280 hari (9 bulan 10 hari) 280 hari (9 bulan 10 hari) 280 hari (9 bulan 10 hari)

Ilustrasi Premi dan Manfaat

Seorang istri usia 30 tahun, baru menikah dan belum hamil (ini wajib), ingin mendapatkan asuransi untuk melahirkan. Dia ingin seluruh biaya mulai dari kehamilan sd melahirkan ditanggung secara gratis.

Berapakah preminya?

Mari kita lihat plan tertinggi dari Allisya Care dan Maxi Violet, yaitu plan H (kamar 1 juta per hari). Lalu untuk Smartmed Premier saya buatkan plan yang sama (kamar 1 juta per hari).

Jika menggunakan produk Allisya Care, preminya sebesar Rp15.662.000 setahun, terdiri dari premi Rawat inap Rp4.810.000 ditambah premi rider Melahirkan Rp10.816.000 (plus admin 36 ribu).

Jika menggunakan produk Maxi Violet, preminya sebesar Rp15.907.000 setahun, terdiri dari premi Rawat inap Rp5.055.000 ditambah premi rider Melahirkan Rp10.816.000 (plus admin 36 ribu).

Jika menggunakan produk Smartmed Premier, preminya adalah Rp18.386.700 setahun, terdiri dari premi Rawat inap Rp6.070.000 ditambah premi rider Melahirkan Rp12.280.700 (plus admin 36 ribu).

Bisa kita lihat bahwa premi untuk rider melahirkan lebih tinggi daripada premi Rawat inap untuk plan yang sama.

Manfaatnya disini, mari kita perhatikan pada tabel berikut. Pertama untuk produk si kembar Allisya Care dan Maxi Violet.

Maternity AC 2

Seperti bisa kita lihat pada tabel di atas, dengan premi 15 jutaan setahun, melahirkan normal ditanggung dengan batas 10 juta. Jika ternyata harus sesar, batas yang ditanggung naik jadi 20 juta. Lalu untuk perawatan atau kontrol sebelum dan sesusah melahirkan, ditanggung maksimal 5 juta. Jadi total manfaat sekitar 25 juta, dengan asumsi ada operasi sesar.

Selanjutnya kita bandingkan dengan produk Smartmed Premier.

Maternity SP 2

Seperti kita lihat pada tabel di atas, dengan premi 18 jutaan setahun, manfaat melahirkan ditanggung sesuai tagihan, dengan limit 35 juta per tahun. Dengan catatan: masuk kamar yang harganya Rp1 juta atau kurang. Jika masuk kamar dengan harga di atas Rp1 juta, maka dikenakan plafon seperti pada kolom paling kanan.

Demikian sekilas gambaran tentang asuransi melahirkan yang ada di Allianz. Bagaimana menurut anda?

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Natanael (Agen Asuransi Jiwa dan Kesehatan Allianz)

HP/WA 08113436830

Sumber kupasan: produk-asuransi-untuk-melahirkan/

Advertisements

Pembayaran Klaim Sakit Jantung Sebesar Rp250 juta di Surabaya

 

Klaim Allianz Sby 1

 

Siapa yang mau diberi uang Rp 250jt? Namun, syaratnya harus terkena sakit kritis lebih dahulu. Eit! Banyak orang pasti ndak mau. Tapi tunggu dulu! Tidak ada yang ingin sakit, apalagi sakit kritis. Tapi jika terpaksa harus kena sakit, akan lebih baik jika tidak perlu memikirkan masalah biaya. Apakah kalau sakit kritis, trus kita harus pinjam tetangga atau saudara?

Gambar di atas adalah seremoni pembayaran klaim sakit kritis yakni jantung, sebesar 250 juta di Surabaya. Usia nasabah 38 tahun. 

Selain itu, polis nasabah sebesar 500 ribu per bulan (6 juta per tahun) pun dibebaskan pembayaran preminya sampai usia nasabah 65 tahun, yaitu sampai tahun 2045 atau selama 27 tahun.

Total pembebasan premi 27 tahun x 6 juta = 162 juta.

Jadi total klaim 250 juta + 162 juta = 412 juta. 

Dan masih ada manfaat UP jiwa sampai dengan nasabah usia 100 tahun diambah dengan nilai investasi.

Produk apa yang dimiliki nasabah sehingga dengan membayar 500 ribu per bulan bisa mendapat bantuan 250 juta di kala terkena penyakit jantung?

Ingin mengetahui lebih lanjut hubungi :

Natanael (Business Partner ASN)

HP/WA: 0811-343-6830 | Email: natanael.albertus@gmail.com | Tinggal di Surabaya | 

Peluang Bisnis Financial Security Network Dibalik Maraknya Resiko Penyakit Kritis

Mengulang sukses dengan tingginya minat terhadap Program Proteksi Income Keluarga terhadap resiko sakit yang membutuhkan biaya besar yakni sakit kriitis, maka kami membuka kesempatan bagi Anda Anda untuk bergabung dalam Bisnis Financial Security Network. Potensi Income 100 juta dalam 2 tahun, Jalan-jalan Gratis ke Seoul dan Los Angeles, serta Ipad Gratis.

Financial security Network business, sebuah bisnis tanpa modal besar di era digital yang sangat cocok bagi Anda Generasi muda maupun Anda yang memiliki mental pebisnis. Apalagi bisnis ini sangat bisa dijalankan lewat online, sudah terbukti bisa menghasilkan income ratusan juga perbulan. Banyak yang sudah membuktikan.

Support System

Untuk mendukung kesuksesan anda, ada banyak support system yang bisa anda manfaatkan.

A. Dari Manajemen Allianz Life Indonesia

Dari pihak manajemen Allianz Life Indonesia, ada dua training yang wajib diikuti oleh setiap agen, yaitu:

  1. Basic Training Program. Ini adalah training dasar yang wajib diikuti setiap agen Allianz. Training dasar meliputi: ASN Orientasi Program, Basic Product Training, dan Basic Operation Training. Training ini dilaksanakan selama 2 hari.
  2. Fast Track To Management (FTTM). Ini adalah training untuk agen yang telah mencapai level BP. Training dilaksanakan selama 1 hari.

Kedua training ini dilaksanakan setelah anda terdaftar sebagai agen.

Selain itu ada beberapa acara lain yang rutin diadakan Allianz, antara lain:

  1. SnR (Selling and Recruitting), seminar intensif selama beberapa hari yang menghadirkan pembicara dari kalangan internal maupun luar.
  2. Kick off Meeting, diadakan setiap bulan Januari, berisi pengarahan dari manajemen Allianz dan info-info seputar berbagai kontes yang diadakan di tahun itu.
  3. ASN Recognition, sebuah acara selebrasi untuk memberikan penghargaan kepada para agen yang mencapai target promosi, kontes trip, MDRT, dan MDIT.
  4. ASN Final Lap, diadakan setiap awal bulan Oktober. Seminar sehari yang menghadirkan para pembicara level nasional dan internasional untuk menyemangati para agen menghadapi tiga bulan terakhir.

Support system lainnya adalah aneka kontes untuk memacu semangat agen dalam melakukan penjualan. Kontes yang rutin diadakan adalah:

  1. Trip ke luar negeri. Biasanya ada tiga negara tujuan trip yang dapat dipilih dengan persyaratan penjualan pribadi dan atau penjualan tim.
  2. CPC (Consistent Producers Club), penghargaan untuk para agen yang konsisten berproduksi setiap bulan.
  3. Rookie BP, sebuah tantangan berhadiah double overriding bagi BP baru yang memenuhi kualifikasi.

IIngin berjuang dan berbisnis tanpa modal, segera hubungi saya,

Natanael, HP/WA 08113436830

Cara Menyiapkan Warisan Rp 1 Milyar + Dana Rp 500jt Jika Terdiagnosa Sakit Kritis

Sore tadi, saya baru bertemu ibu yang sudah berusia 50 tahun. Dia seorang penggembala atau dapat diistilahkan seorang pendeta di sebuah gereja di Surabaya.

Ibu ini sadar akan manfaat asuransi sehingga meminta saya dibuatkan proposal untuk program warisan jika meninggal sebesar Rp 1 Milyar untuk anak satu-satunya dan program bantuan dana jika ibu ini terdiagnosa dari 49 penyakit kritis sebesar Rp 500jt.

Berikut diagramnya.

diagram UP 1 M sakit kritis 500jt.PNG

Program ini seperti terggambar pada diagram di atas disebut TAPRO (Tanggung Problem). Mengapa disebut Tanggung PRoblem? Karena program ini dapat menanggung problem semua orang. Cocok sekali untuk ibu ini. Sebut saja ibu ini ibu Bijak (usia 50 tahun).

Berapa premi perbulan agar mendapat dana untuk diwariskan ke anaknya sebesar Rp 1 Milyar?

Cukup hanya membayar Rp 2 juta. Uang Rp 2jt tidak seberapa jika dibanding manfaatnya. Butuh waktu berapa lama menabung Rp 2jt hingga mencapai saldo Rp 1 Milyar. Jika menabung di bank, ibu ini harus menabung lima ratus bulan.

Namun, jika ikut program TAPRO ini, ibu Bijak cukup menabung Rp 2jt perbulan dan jika ibu Bijak meninggal sebelum tabungan terkumpul, katakanlah meninggal saat bulan ke 12 (dua belas), maka asuransi Tapro Allianz akan memberi dana Rp 1 Milyar untuk anak ibu Bijak.

Coba perhatikan tabel di bawah ini: Dana warisan sudah siap pada saat selesai mendaftar dan memiliki polis Tapro Allianz.

sumarry 2 update.PNG

Manfaat kedua adalah : Dana Sakit Kritis.

Di polis Ibu Bijak juga ada manfaat bantuan Dana Sakit Kritis sebesar Rp 500jt. Beliau sadar pentingnya manfaat Dana Sakit Kritis dari Tapro asuransi Allianz Life yakni mengamankan dana dari biaya pengobatan di Rumah Sakit untuk pengobatan sakit kritis.

Bagi yang berminat dan ingin mendapat program dana warisan Rp 1 Milyar dan bantuan dana sakit kritis Rp 500jt, bisa hubungi saya, Natanael.

Agen Asuransi Allianz

Natanael

HP/WA 08113436830

 

 

 

Premi Rp600rb Perbulan dapat UP Sakit Kritis Rp 750jt

Jumpa lagi dengan saya, Natanael, Bisnis Eksekutif Allianz Star Network. Kali ini saya akan cerita dengan sebuah ilustrasi.

“Ada seorang pengendara motor berkendara tanpa memakai helm. Ditengah perjalanan, tiba-tiba dia terjatuh dan kepalanya terbentur dengan sangat keras dan terluka parah”.

Pertanyaan:

  • Kapan saat yang tepat untuk memakai helm?
    • A. Saat terjatuh dari motor, atau
    • B. Saat sebelum terjatuh dari motor.
  • Berapa ukuran helm yang harus digunakan?
    • A. Lebih kecil dari kepala, atau
    • B. Lebih besar dari kepala.

Ilustrasi diatas menggambarkan penggunaan asuransi dalam hidup kita. Banyak orang tidak mau menggunakan asuransi, namun ketika sudah ‘terjatuh‘, barulah terpikir asuransi, apakah terlambat? Bisa ya, bisa tidak. Apabila sakit kritis, maka terlambat. Tetapi apabila sakit biasa, masih belum terlambat.

Pertanyaan kedua berkaitan dengan Uang Pertanggungan. Ukuran helm yang diperlukan pastinya lebih besar dari ukuran kepala, demikian juga Uang Pertanggungan Sakit Kritis, sudah seharusnya lebih besar dari kebutuhan hidup kita.

Jadi, kapan saat yang tepat untuk berasuransi? Proteksi penyakit kritis di Allianz ada masa tunggu 90 hari. Jadi, saat yang tepat berasuransi sebenarnya adalah 90 hari yang lalu. Namun, jika kita sehat masih belum terlambat.

Dan berapa Uang Pertanggungan yang harus disiapkan? Nah, untuk hal ini, mari kita bahas.

img_1699
Biaya sakit kritis

Apabila teman-teman mencari tahu berapa “biaya sakit kritis”, maka hasil pencarian paling atas adalah artikel di koran kompas, Tiga Penyakit Kritis dengan Biaya Pengobatan Tinggi.

Bila dibaca dengan seksama, di artikel tersebut dituliskan bahwa tarif medis setiap tahun mengalami kenaikan 8 persen dan terus berkembang. Itu baru tarif medis, belum lagi biaya hidup.

a1

Bukan rahasia lagi kalau penyakit kritis dapat menggerogoti kantong si pasien dan keluarganya. Apa sebabnya? Karena seseorang yang tertimpa penyakit kritis sudah pasti kemampuan bekerjanya menjadi berkurang, seberapa besarnya tergantung seberapa parah penyakitnya. Sedangkan kemampuan bekerja berkaitan erat dengan penghasilan. Tanpa penghasilan, kondisi finansial bisa jadi akan terpuruk.

Ilustrasi Proteksi Penghasilan

a2
Ilustrasi gambar penghasilan dan pengeluaran.

Mari kita perhatikan gambar di atas. Uang tunai di sebelah kanan atas adalah penghasilan seriap bulan yang kita terima, kita simpan di rekening, sebagian menjadi aset, sebagian menjadi tabungan, dan sebagian harus keluar sebagai kebutuhan hidup rutin.

Namun bila diperhatikan, dibagian Uang Tunai di kanan atas tsb ada BOM bertuliskan SKCMT. Apa itu SKCMT? Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Total, Meninggal, Tua.

Beberapa jenis sakit kritis di atas membuat penghasilan kita terhenti.

a3
Ilustrasi penghasilan terhenti.

Jika tiba-tiba kita terkena sakit kritis salah satu di atas, akibatnya penghasilan terhenti, apakah menjadi MASALAH ?

Tidak ada uang yang ditabung setiap bulan, aset dan tabungan terkuras untuk kebutuhan hidup, salah satunya adalah biaya medis.

Perhatikan lubang yang berwarna merah, biaya medis. Apabila kita memiliki BPJS atau asuransi kesehatan dari kantor / swasta, maka bersyukurlah, karena lubang biaya medis mungkin tertutup. Tetapi, itu baru satu lubang kecil, lubang pengeluaran lainnya tidak dapat dibayar dengan BPJS, semua harus menggunakan uang tunai.

a4
TAPRO Allianz adalah SOLUSINYA.

Saat orang terdiagnosa penyakit kritis, yang pertama dipikir oleh anggota keluarganya adalah uang tunai, baik untuk berobat maupun untuk kebutuhan lain. Kesehatan dipengaruhi pikiran. Beruntung sekarang ada solusi bagi masalah ini. Uang ratusan juta hingga milyaran akan ditransfer ke rekening sehingga menjawab kebutuhan hidup.

a5
Ilustrasi TAPRI vs TAPRO

Gambar diatas adalah perbedaan menabung PRIBADI dengan menabung di ALLIANZ. Yang kiri adalah TAPRI (Tabungan Pribadi), menyimpan uang di bank atau di celengan setiap bulan 1 Juta, untuk mencapai 2 M diperlukan waktu 166 tahun.

Yang kanan adalah TAPRO (Tabungan Proteksi) menyimpan 1 Juta di Allianz, dalam waktu 90 hari sudah ready uang 2 M.

Namun, bagi yang merasa 1 Juta per bulan terlalu tinggi, jangan khawatir, Allianz sangat mengerti kebutuhan kita. Kini dengan menabung 600ribu per bulan, Uang Proteksi Sakit Kritis Rp 750jt pun sudah dapat kita miliki.

Bagi beberapa orang, Uang Proteksi Jiwa (warisan) tidak terlalu dibutuhkan, contohnya adalah orang yang hidup sebatang kara, tanpa sanak saudara maupun orang tua. Namun, Uang Proteksi Sakit Kritis yang besar dapat sangat berguna.

Coba lihat ilustrasi berikut:

UP 1 Milyar Premi 600rb usia 33thn

Dari gambar di atas dapat dijelaskan.

Bapak Bijaksana menabung Rp 600rb perbulan

Manfaat yang didapat:

  1. Jika terdiaknosa sakit kritis seperti stroke atau jantung maka Asuransi Allianz bertanggung jawab memberi uang cash sejumlah Rp 750jt.
  2. Pembebasan Premi Berkala jika Pembayar Premi terdiagnosa salah satu dari 49 Penyakit Kritis atau TPD dan Allianz membayarkan sebesar Premi Berkala tsb s/d usia Pembayar Premi mencapai 65 tahun.
  3. Bila pihak yang diasuransikan hidup sampai usia 100 tahun, Manfaat yang dibayarkan adalah sebesar Nilai Investasi.
    Bila pihak yang diasuransikan meninggal dunia sebelum mencapai usia 100 tahun, Manfaat yang di bayarkan adalah Nilai Investasi + 100% UP.
  4. JIka pada usia 80 thn masih hidup dan membutuhkan keperluan lain, saldo dana tabungannya bisa diambil sesuai hasil investasi saat tahun tersebut. Jika di ilustrasi diperkirakan mencapai Rp 30 Milyar.

Tentang jangka wakut bayar/menabung itu terserah nasabah. JIka pada tahun ke 10 ingin cuti membayar premi juga bisa. Namun, sebelum cuti bayar premi harus melihat saldo investasi di rekening polis nasabah. Kalau tidak tahu jumlah saldo, bisa habis atau istilahnya leaps.

info lebih lanjut segera hubungi

Bisnis Eksekutif Allianz Star Network

Natanael

HP/WA 08113436830

Pandangan yang Salah oleh Masyarakat terhadap Asuransi

Kesadaran berasuransi di tengah masyarakat Indonesia sejauh ini masih rendah, seperti yang dilansir KOMPAS.com –

Berikut ini pandangan salah yang berkembang di masyarakat, dan bagaimana pandangan yang lebih tepat mengenai asuransi.

1. Membeli Asuransi = Investasi?

Masih banyak kalangan yang menganggap, membeli asuransi sama saja membuang uang percuma. Malah, tak sedikit yang menilai membeli asuransi sebagai langkah investasi.

Pandangan seperti itu sebenarnya salah kaprah. Asuransi dalam kamus perencanaan keuangan adalah salah satu strategi manajemen risiko finansial. Dengan membeli produk asuransi, kita mengalihkan risiko keuangan pada pihak ketiga yaitu perusahaan asuransi.

intinya adalah, sebagai manusia biasa kita memiliki risiko untuk sakit. Sakit membuat kita harus berobat yang menguras biaya.

Kondisi sakit juga membuat kita tidak bisa bekerja. Dengan membeli asuransi kesehatan, ketika risiko sakit itu menimpa kita, biaya berobat dan kerugian akibat produktivitas yang terhenti, kita alihkan ke perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi yang akan membayar biaya berobat tersebut.

2. Asuransi dan penghasilan

Banyak yang salah kaprah dalam tujuan membeli asuransi. Pada saat memiliki penghasilan, banyak orang yang langsung membeli asuransi. Padahal langkah ini belum tentu benar. Membeli asuransi diperlukan jika Anda telah memiliki tanggungan seperti anak atau istri.

Saat itulah sebagai pencari nafkah kita mengalihkan risiko kematian atau kesehatan diri dan keluarga kepada perusahaan asuransi. Jika belum memiliki tanggungan, belum ada kondisi mendesak bagi kita untuk memiliki asuransi.

3. Asuransi jiwa tak wajib

Selama ini asuransi jiwa sering disepelekan sehingga tak banyak yang membeli asuransi jenis ini.

Padahal jika kita sudah bekerja dan memiliki tanggungan yang akan terpengaruh kesejahteraan hidupnya bila kita meninggal dunia, maka memiliki proteksi jiwa adalah wajib hukumnya bagi kita.

Asuransi jiwa tersebut akan berfungsi menggantikan kontribusi finansial kita kepada para ahli waris yang selama ini menjadi tanggungan kita.

Sebaliknya, bila kita sudah bekerja tetapi tidak menanggung siapapun, belum perlu bagi kita membeli asuransi jiwa. Jadi, perlukah anak muda membeli produk asuransi?

Untuk asuransi kesehatan, kita bisa menjadi peserta Asuransi Kesehatan Allianz yakni Maxi Violet dan Smartmed Premier, untuk mengcover risiko-risiko terkait kesehatan. Bagaimana dengan asuransi jiwa?

Bila kita saat ini sudah menanggung hidup orang lain, seperti orangtua, adik, atau saudara, maka lebih baik memiliki asuransi jiwa yakni Tapro Allianz.

4. Salah mengasuransikan diri

Dan jangan salah mengasuransikan diri. Pencari nafkah, suami atau istri, itulah yang diasuransikan. Bukan anak atau istri/suami.

Artinya risiko si pencari nafkah ditanggung oleh perusahaan asuransi. Jika mengalami kematian, misalnya, ahli waris seperti anak dan istri, akan tetap menjalani kehidupannya dengan dana risiko dari perusahaan asuransi.

Pencari nafkah membeli asuransi untuk anak atau istri, padahal mereka bukan pencari nafkah. Istri, jika sebagai pencari nafkah bersama suami, dapat membeli asuransi jiwa dengan ahli waris anaknya atau keluarganya.

Bagaimana mendapatkan Cadangan Sumber Penghasilan?

Pernahkah Anda merasa kuatir jika suatu saat nanti Anda mengalami penurunan penghasilan? Bagaimana jika turun hingga 50% ?
Bagaimana jika bukan hanya turun 50% melainkan Anda kehilangan 100% penghasilan Anda saat ini?
Dari mana uang untuk bayar Listrik?
Dari mana uang untuk bayar Air Bersih?
Dari mana uang untuk isi Bensin, Pulsa telpon, Internet ?
Dari mana uang untuk bayar uang Sekolah Anak?
Dari mana uang untuk bayar cicilan mobil?
Dari mana uang untuk bayar cicilan rumah?
Dari mana uang untuk biaya hidup sehari2?
Dari mana uang untuk biaya kesehatan saat sakit ?
Dari mana uang untuk rekreasi bersama keluarga?
Dengan penghasilan sekarang saja terkadang tidak cukup untuk membiayai Gaya Hidup, apalagi kalo dipaksa oleh situasi kondisi mendadak HILANG-nya PENGHASILAN. 

Mari kita cermati bersama, hal-hal apa saja yang bisa memaksa kita kehilangan penghasilan secara tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi.

Kita semua mengetahui bahwa Situasi Ekonomi dan Politik bisa menyebabkan hal ini:
1. Bisnis Bangkrut
2. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi karyawan

Suatu hari nanti Anda mungkin mengalami musibah ketidaklancaran dalam dunia pekerjaan atau usaha, sehingga kita perlu mengantisipasi sebelum hal tersebut terjadi.
Bagaimana caranya? Caranya bisa dengan mengumpulkan sejumlah Tabungan. Apabila Anda memiliki tabungan, sanggup bertahan berapa lama dengan gaya hidup anda saat ini?

Kali ini mari kita diskusikan ide berikut ini :
Bagaimana seandainya kita memiliki Cadangan Sumber Penghasilan.

Konsep sederhananya yakni: jika listrik dirumah anda padam dua jam, tentu tidak menjadi masalah, bagaimana jika seminggu penuh padam? Kehadiran Genset tentu sangat kita butuhkan. Genset dalam hal ini adalah solusi masalah listrik padam.

Tentunya didunia ini banyak sekali Sumber Penghasilan yang bisa didapatkan,

Kali ini saya akan membantu untuk memilih sumber penghasilan yang ideal. Ada 10 kriteria penting untuk menentukannya:

1. Waktu yang fleksibel.
2. Memberikan Penghasilan Tak Terbatas
3. Memberikan banyak waktu, bahkan uang tetap bertambah saat anda liburan
4. Kepastian Jangka Panjang dan Sumber Penghasilan ini bisa diwariskan ke anak cucu
5. Low Stress karena tidak perlu Modal, sehingga Resiko Kecil, Simple dan disupport perusahaan terbaik di dunia
6. Keberadaan Mentor (Pembimbing) yang sudah Ahli akan mengajarkan
7. Usaha yang memiliki SPEED System dan RoadMap 2-3tahun 100jt/bulan
8. Ada Pengembangan Kepribadian, Pembangunan Karakter dan Leadership
9. Penghargaan berStandard Internasional dan Jalan-jalan Gratis ke Luar Negeri.
10. Orientasi Membantu Orang, baik Komoditi maupun Bisnisnya

Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai program Sumber Penghasilan bisa menghubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com