Tag Archives: asuransi Allianz

3 Hal Yang Dilakukan Istri Jika Suami Meninggal Dunia Tanpa Asuransi Jiwa

Istri asuransi jiwa

Ketika agen asuransi datang dan menawarkan asuransi jiwa, tak jarang para suami khawatir istrinya tidak setuju, dan istri terkadang khawatir uang belanjanya jadi berkurang. Suami-istri yang bijak seharusnya membujuk pasangannya untuk setuju dengan asuransi jiwa.

Karena pernahkah terpikirkan oleh anda, terutama istri, apa yang harus dilakukan jika suami meninggal dunia dalam usia muda dengan kondisi meninggalkan anak-anak yang masih belia?

Setidaknya ada 3 langkah yang pada umumnya dilakukan istri jika suaminya meninggal dunia tanpa memiliki asuransi jiwa. Continue reading

Advertisements

Cara Mengecek Saldo Investasi Unitlink

Banyak nasabah asuransi yang masih bingung bagaimana mengetahui nilai saldo unit-link yang mereka miliki. Apakah anda pun demikian?

Berikut 4 cara mengecek saldo atau nilai investasi unit-link.

  1. Pernyataan Transaksi

Pernyataan Transaksi atau laporan transaksi dikirimkan secara berkala (bulanan, kuartalan, semesteran, atau tahunan, tergantung cara bayar premi) ke email atau alamat rumah/kantor nasabah. Continue reading

Asuransi sebagai Kebutuhan

Tuhan Menjamin Rezeki Setiap Makhluk

Asuransi itu kebutuhan. Sebagai kebutuhan, dia harus dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, maka akan memunculkan kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, banyak hal yang tidak seharusnya terjadi, terpaksa harus terjadi. Banyak hal yang tidak seharusnya dilakukan, terpaksa harus dilakukan.

Contoh 1

Manusia mungkin mengalami sakit. Jika sakit ingin sembuh. Untuk sembuh perlu uang. Jika uang tak ada atau tak cukup, muncullah kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, tadinya tidak perlu jual harta, terpaksa harus jual harta. Tadinya tidak perlu pinjam uang, terpaksa harus pinjam uang. Tadinya tidak perlu minta sumbangan, terpaksa harus minta sumbangan. Jika solusi-solusi di atas masih kurang, tidak mustahil ada orang yang terpaksa harus melakukan kejahatan. Continue reading

Jika Saudara Sakit, Seberapa Besar Kita Bisa Membantu?

Memulai tulisan ini saya akan bertanya, seandainya saudara sakit dan dia meminjam uang kepada anda, berapa yang sanggup anda bantu?

Jika anda sudah membantu, tapi ternyata saudara anda sakitnya cukup berat sehingga butuh uang sebesar Rp 100 juta dan dia kembali meminjam uang kepada anda, apakah anda sanggup membantu dengan memberi pinjaman Rp 100 Juta?

Bagaimana jika yang sakit berat itu menimpa kita atau keluarga kita sendiri, apakah kita akan meminta bantuan uang (entah sedekah atau pinjaman) kepada saudara-saudara kita? Apakah yakin kalau mereka akan memberikan bantuan uang kepada kita? Seberapa besar bantuan yang bisa mereka berikan?

Pertanyaan-pertanyaan ini sulit dijawab. Seberat kita membantu mereka dalam hal keuangan, biasanya seberat itu pula mereka membantu kita.

Tapi saya punya solusi bagi anda dan saudara-saudara anda, supaya masalah bantu-membantu dalam urusan yang sensitif (baca: pinjam-meminjam uang) ini tidak perlu terjadi, yaitu:  milikilah asuransi yang tepat.

Untuk risiko sakit yang memerlukan rawat inap, milikilah asuransi kesehatan.

Untuk risiko sakit yang berat (contoh: kanker, jantung, stroke, gagal ginjal), selain asuransi kesehatan, miliki jugalah asuransi penyakit kritis.

Selain memiliki asuransi yang tepat, besarnya manfaat atau uang pertanggungannya atau uang santunan tunai pun harus cukup besar, bukan asal ada. Berapa kecukupannya, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anda membayar premi.

Sebagai gambaran, seorang yang terkena sakit kritis semacam kanker, dia membutuhkan uang hingga miliaran rupiah.

biaya-chrisye

Jadi, sebisa mungkin anda juga punya uang pertanggungan penyakit kritis sebesar 1 miliar.

Lalu siapa saja yang harus punya asuransi?

Jika anda khawatir dan akan kerepotan jika dipinjami uang oleh saudara-saudara anda, berarti saudara-saudara anda harus punya asuransi. Begitu pula keluarga dari saudara-saudara anda.

Tentunya saudara-saudara anda pun akan kerepotan jika dipinjami uang oleh anda, jadi anda dan keluarga anda pun harus punya asuransi.

Intinya, semua orang perlu punya asuransi. Anda, pasangan, anak, orangtua, saudara, kerabat dekat dan jauh, tetangga, teman-teman, rekan kerja. Mereka semua sangat mungkin akan menghubungi anda ketika membutuhkan uang.

Setuju?

Jika ya, sampaikan kabar baik ini kepada semua orang. []

(Artikel diambil dari https://myallisya.com/2017/10/06/)

 

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS dan pendaftaran polis hubungi saya:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

85% Pasien Sakit Kanker Bangkrut karena Kehabisan Biaya Berobat

Tulisan ini bukan menakut-nakuti anda tetapi ini fakta di lapangan bahwa banyak penderita kanker yang bangkut karena kebabisan biaya berobat.

Hal ini seperti yang tertulis di harian Kompas berikut ini? gbr 5  A

Atau dengan kenyataan seperti yang terlihat di bawah ini?

resiko-1Tahukah anda bahwa penyakit kritis yang mungkin kita maupun salah satu anggota keluarga kita alami, pasti memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan kita? Dan tahukah anda bahwa hanya Asuransi Jiwa Allianz dengan manfaat penyakit kritis yang melindungi sampai usia anda mencapai 100 tahun, yang dapat menghindari anda dari risiko bangkrut karena terkena penyakit kritis?

Sebagai seorang manusia normal, tidak dapat dipungkiri, semua risiko ini pastilah menghantui setiap kita yang masih hidup, tidak peduli warga negara apa, suku dan ras apa, status sosial dan jabatan apa maupun keadaan ekonomi seperti apa.

Semuanya sama sama menghadapi risiko terkena penyakit kritis ataupun bahkan meninggal dunia oleh karena sakit penyakit maupun kecelakaan. Merupakan hal yang alamiah bahwa semua manusia yang masih hidup di dunia ini, suatu saat akan meninggal dunia. Tidak ada seorangpun yang dapat meramalkan kapan saat itu tiba.

Pertanyaannya adalah apakah anda siap apabila suatu saat anda dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa? Kemudian, apabila anda meninggalkan dunia ini, apa warisan yang akan anda tinggalkan kepada keluarga yang anda cintai di dunia ini agar mereka dapat melanjutkan hidup mereka secara layak kelak meskipun anda sudah tidak ada bersama sama dengan mereka?

Konsultasi lebih lanjut hubungi :

Agen Allianz berlisensi

Natanael

HP/WA 08113436830

natanael.allianz@gmail.com

 

Meringankan Resiko Keuangan Keluarga dengan Berasuransi

Suatu ketika ada seorang bertanya, “Pak, saya sudah ada sakit yakni Hepatitis, apa sakit saya ini ditanggung oleh asuransi, khususnya Allianz?”

“Kalau bapak sebelum ikut asuransi kondisi sudah punya sakit Hepatitis, maka sakit Hepatitis bapak tidak ditanggung alias dikecualikan oleh asuransi Allianz dan juga asuransi lain”.

“Seandainya bapak daftarnya masih sehat dan belum sakit, ya pasti ditanggung oleh asuransi”, Dan jika bapak ingin penyakit Hepatitis bapak dicover/ditanggung oleh Allianz maka ada produk yang bagus yakni smartmed premier. Smartmed premier menanggung/mencover sakit yang sudah bapak alami sebelumnya. Syaratnya, masa kepesertaan polis harus sudah dua tahun.

(Penjelasan tentang smartmed premier yang mencover/menanggung penyakit yang sudah ada sebelumnya bisa di baca di sini smartmed-premier/)

Intinya adalah asuransi itu tugasnya menanggung resiko yang akan terjadi besok, bukan menanggung resiko yang sudah dialami atau riwayat penyakit yang masa lalu. Menanggung dalam hal ini adalah meringakan keuangan kita sebagai pemegang polis. Jadi resiko dalam hal ini adalah resiko finansial atau keuangan.

“Betul pak, saya setiap bulan harus keluar uang Rp 2jt untuk biaya cek / kontrol dan suntik karena Hepatitis saya ini. Yah mungkin sudah takdir Tuhan.”

Kasihan memang mendengar keluhan bapak ini. Sayangnya baru sadarnya terlambat.

Resiko apa saja yang dapat diasuransikan

(1) Meninggal dunia (death) baik secara alamiah (natural death) maupun meninggal pada usia muda karena sakit, kecelakaan (accidental death) dan lain sebagainya.
Setiap orang pasti akan meninggal dunia, meskipun tidak tahu pasti kapan hal tersebut akan terjadi. Kematian pencari nafkah akan berakibat hilangnya sumber pendapatan bagi yang berkepentingan seperti keluarga yang ditinggalkan (istri dan anak anaknya). Oleh karena itu diperlukan jaminan keuangan dalam jangka waktu tertentu selama keluarga yang ditinggalkan belum dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru.

(2) Cacat tubuh (disability) karena sakit atau kecelakaan.
Jika seseorang menderita cacat total dan tetap, mereka tidak dapat bekerja lagi secara permanen sehingga tidak memperoleh penghasilan sama sekali untuk menghidupi dirinya sendiri maupun keluarganya.

(3) Penyakit kritis
Penyakit kritis bisa datang sewaktu-waktu tanpa memandang usia, apakah seseorang itu masih muda atau sudah tua. Penyakit kritis tidak dapat diketahui dengan pasti kapan datangnya.

(4) Umur tua (old age) / Pensiun
Peristiwa hari tua pasti akan terjadi, tetapi berapa lama kehidupan hari tua tersebut berlangsung, tidak bisa diketahui dengan pasti.

Ayo! Sebelum terlambat, mumpung masih sehat, daftarlah asuransi agar resiko pengeluaran keuangan yang besar dan mahal bisa teratasi atau terbantu. 

Silahkan menghubungi Konsultan Asuransi Allianz berlisensi

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

Asuransi bukanlah Masalah Untung-Rugi

Contoh kasus.  Berdasarkan tabel premi sakit kritis 1 Miliar, maka untuk profil:

Pria 30th.

Premi = 500rb perbulan

Manfaat:

UP dasar       = 200 juta

UP 49 sakit kritis   = 500 juta

UP 100 sakit kritis     = 500 juta

(Total UP sakit kritis = 1 Miliar)

Manfaat payor

 

Saya setor premi 500 ribu perbulan, dalam 10 tahun berarti saya keluar dana 60 juta untuk dapat proteksi sakit kritis sebesar 1 Miliar.  Jika dalam 10 tahun itu saya tidak sakit kritis, UPnya tidak cair ya? Wah, saya rugi 60 juta dong ya….

 

Penjelasan:

Pertama, meluruskan pemahaman bahwa Asuransi = proteksi.

Asuransi bukanlah masalah untung-rugi.  Menjadi untung, jika sudah beli asuransi, lalu terjadi sakit kritis, ada Uang Pertanggungan yang cair.  Menjadi rugi, jika sudah beli asuransi, tapi tidak terjadi sakit kritis, tidak ada Uang pertanggungan yang cair, premi yang dibayarkan menjadi “terasa” hangus.

Mari kita sama-sama meluruskan pemahaman ini.  Mari kita membuka wawasan diri dengan pemahaman yang lebih baik, yaitu bahwa Asuransi Jiwa adalah salah satu bagian dari beberapa rencana keuangan keluarga Anda.  Jika Anda sudah mengatur pos-pos pengeluaran rutin bulanan, kini saatnya Anda menambah alokasi pos untuk premi asuransi.  Tidak ada dana lebih untuk asuransi?  Tidak masalah, Anda bisa mengurangi biaya di pos “gaya hidup”.  Kurangi biaya “gaya hidup” Anda, untuk memaksimalkan biaya hidup.  Lebih detil untuk ini, silahkan googling ya.

Memiliki asuransi jiwa merupakan ikhtiar/upaya untuk menyiapkan dana tunai jumlah besar, dengan menyisihkan hanya sebagian kecil dari penghasilan Anda.  Setuju ya?

Kedua.  Kita tidak pernah tau apakah resiko hidup tersebut (contohnya: sakit kritis) akan datang pada kita?  Bisa ya, bisa tidak.  Kita tidak pernah tau kapan resiko tersebut bisa terjadi?  Mungkin saat usia senja, mungkin malah saat usia produktif.  Kita juga tidak bisa pilih-pilih resiko, maunya kalau sakit tuh hanya sakit pilek saja lah, sakit jantung stroke kankernya terjadi kepada si Fulan saja….  Kita tidak bisa seperti itu.  Menjadi sakit adalah takdir Allah SWT yang tidak bisa ditolak, harus diterima, dan tetap disyukuri.

Yang bisa kita siasati di awal adalah bagaimana strategi kita dalam mengatur rencana keuangan keluarga kita (baca kembali poin pertama).

Lanjut.  Katakanlah usia Anda saat ini 30th.  Anda menerapkan pola hidup sehat, sehingga sampai usia 40 tahun kondisi kesehatan Anda tetap prima.  Hal ini wajar bukan?  Secara umum diketahui bahwa usia non produktif itu adalah setelah masa pensiun, sekitar usia 55 tahun lebih.  Secara umum, justru pada usia senja tersebutlah baru muncul gejala penurunan kondisi kesehatan.  Ini juga dianggap wajar, karena demikianlah yang terjadi di sekitar kita.

Nah, yang dianggap belum wajar itu yang bagaimana?  Yaitu yang mengalami gejala penurunan kondisi kesehatan pada usia produktif!  Belum bisa dianggap wajar, namun saat ini faktanya demikian.  Contoh yang semua orang tau, tentunya kisah hidup artis muda Indonesia.  Masih muda, namun sudah mengalami sakit kritis.

Anda sudah menerapkan pola hidup sehat, tapi lingkungan sekitar tidak mendukung.  Menjamurnya restoran cepat saji, outlet penjual kopi, makanan instan yang mudah didapat di warung dekat rumah, sayur dan buah organik yang harganya malah lebih mahal, pola hidup tetangga Anda yang kurang sehat, tetangga Anda buang ludah sembarangan, dan sebagainya…  Hal sepele, namun sedikit banyak tentu bisa memberikan dampak juga bagi kesehatan Anda.

Hal penting untuk dipertimbangkan:

Jika selama ini Anda menyisihkan sedikit dari penghasilan Anda untuk ditabung, atau diinvestasikan, pasti tujuannya untuk kebahagiaan Anda, bukan?  Untuk masa depan anak, pendidikan anak, liburan, perjalanan ibadah, dll.  Sudahkah Anda menyisihkan sedikit penghasilan Anda untuk tujuan meminimalkan dampak buruk keuangan keluarga Anda, jika terjadi resiko hidup yang tidak diinginkan?  Inilah yang dimaksud dengan asuransi sebagai salah satu bagian dari beberapa rencana keuangan keluarga.

Jika dalam 10 tahun ke depan, Anda tidak mengalami sakit kritis, Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Sungguh, saya pun selalu mendoakan agar saya dan semua nasabah saya senantiasa diberi nikmat kesehatan oleh Allah, agar kita semua dapat beraktifitas, dapat berkarya, dapat berpenghasilan, dapat menyisihkan penghasilan untuk ditabung.  Aamiin…  Semua hasil dari upaya yang kita kerjakan adalah bertujuan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik, bagi diri kita dan anak-anak kita.  Setuju ya?

Ketiga, pemahaman tentang konsep asuransi jiwa Syariah.  Pada asuransi Syariah, premi yang disetorkan kepada Perusahaan Asuransi (sebagai pengelola dana) adalah Dana Tabarru atau Dana Kebajikan.  Semua peserta asuransi Syariah mengeluarkan dana tabarru.  Dana Tabarru ini dikumpulkan dalam rekening terpisah yaitu rekening Tabarru.  Jika seorang nasabah mengalami resiko, maka diambillah Dana Tabarru ini sebagai Uang Pertanggungan.  Memiliki asuransi syariah, artinya secara otomatis kita melakukan sedekah rutin setiap bulannya (mengikuti cara bayar), dan juga bisa ikut membantu peserta lain yang tertimpa musibah.

sumber: https://proteksikita.com/2017/08/01/kehilangan-sedikit-atau-kehilangan-banyak-yang-mana-pilihan-bijak-anda/

Pendaftaran dan informasi hubungi:

Natanael Agen Allianz life tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com