Tag Archives: asuransi Allianz

Asuransi bukanlah Masalah Untung-Rugi

Contoh kasus.  Berdasarkan tabel premi sakit kritis 1 Miliar, maka untuk profil:

Pria 30th.

Premi = 500rb perbulan

Manfaat:

UP dasar       = 200 juta

UP 49 sakit kritis   = 500 juta

UP 100 sakit kritis     = 500 juta

(Total UP sakit kritis = 1 Miliar)

Manfaat payor

 

Saya setor premi 500 ribu perbulan, dalam 10 tahun berarti saya keluar dana 60 juta untuk dapat proteksi sakit kritis sebesar 1 Miliar.  Jika dalam 10 tahun itu saya tidak sakit kritis, UPnya tidak cair ya? Wah, saya rugi 60 juta dong ya….

 

Penjelasan:

Pertama, meluruskan pemahaman bahwa Asuransi = proteksi.

Asuransi bukanlah masalah untung-rugi.  Menjadi untung, jika sudah beli asuransi, lalu terjadi sakit kritis, ada Uang Pertanggungan yang cair.  Menjadi rugi, jika sudah beli asuransi, tapi tidak terjadi sakit kritis, tidak ada Uang pertanggungan yang cair, premi yang dibayarkan menjadi “terasa” hangus.

Mari kita sama-sama meluruskan pemahaman ini.  Mari kita membuka wawasan diri dengan pemahaman yang lebih baik, yaitu bahwa Asuransi Jiwa adalah salah satu bagian dari beberapa rencana keuangan keluarga Anda.  Jika Anda sudah mengatur pos-pos pengeluaran rutin bulanan, kini saatnya Anda menambah alokasi pos untuk premi asuransi.  Tidak ada dana lebih untuk asuransi?  Tidak masalah, Anda bisa mengurangi biaya di pos “gaya hidup”.  Kurangi biaya “gaya hidup” Anda, untuk memaksimalkan biaya hidup.  Lebih detil untuk ini, silahkan googling ya.

Memiliki asuransi jiwa merupakan ikhtiar/upaya untuk menyiapkan dana tunai jumlah besar, dengan menyisihkan hanya sebagian kecil dari penghasilan Anda.  Setuju ya?

Kedua.  Kita tidak pernah tau apakah resiko hidup tersebut (contohnya: sakit kritis) akan datang pada kita?  Bisa ya, bisa tidak.  Kita tidak pernah tau kapan resiko tersebut bisa terjadi?  Mungkin saat usia senja, mungkin malah saat usia produktif.  Kita juga tidak bisa pilih-pilih resiko, maunya kalau sakit tuh hanya sakit pilek saja lah, sakit jantung stroke kankernya terjadi kepada si Fulan saja….  Kita tidak bisa seperti itu.  Menjadi sakit adalah takdir Allah SWT yang tidak bisa ditolak, harus diterima, dan tetap disyukuri.

Yang bisa kita siasati di awal adalah bagaimana strategi kita dalam mengatur rencana keuangan keluarga kita (baca kembali poin pertama).

Lanjut.  Katakanlah usia Anda saat ini 30th.  Anda menerapkan pola hidup sehat, sehingga sampai usia 40 tahun kondisi kesehatan Anda tetap prima.  Hal ini wajar bukan?  Secara umum diketahui bahwa usia non produktif itu adalah setelah masa pensiun, sekitar usia 55 tahun lebih.  Secara umum, justru pada usia senja tersebutlah baru muncul gejala penurunan kondisi kesehatan.  Ini juga dianggap wajar, karena demikianlah yang terjadi di sekitar kita.

Nah, yang dianggap belum wajar itu yang bagaimana?  Yaitu yang mengalami gejala penurunan kondisi kesehatan pada usia produktif!  Belum bisa dianggap wajar, namun saat ini faktanya demikian.  Contoh yang semua orang tau, tentunya kisah hidup artis muda Indonesia.  Masih muda, namun sudah mengalami sakit kritis.

Anda sudah menerapkan pola hidup sehat, tapi lingkungan sekitar tidak mendukung.  Menjamurnya restoran cepat saji, outlet penjual kopi, makanan instan yang mudah didapat di warung dekat rumah, sayur dan buah organik yang harganya malah lebih mahal, pola hidup tetangga Anda yang kurang sehat, tetangga Anda buang ludah sembarangan, dan sebagainya…  Hal sepele, namun sedikit banyak tentu bisa memberikan dampak juga bagi kesehatan Anda.

Hal penting untuk dipertimbangkan:

Jika selama ini Anda menyisihkan sedikit dari penghasilan Anda untuk ditabung, atau diinvestasikan, pasti tujuannya untuk kebahagiaan Anda, bukan?  Untuk masa depan anak, pendidikan anak, liburan, perjalanan ibadah, dll.  Sudahkah Anda menyisihkan sedikit penghasilan Anda untuk tujuan meminimalkan dampak buruk keuangan keluarga Anda, jika terjadi resiko hidup yang tidak diinginkan?  Inilah yang dimaksud dengan asuransi sebagai salah satu bagian dari beberapa rencana keuangan keluarga.

Jika dalam 10 tahun ke depan, Anda tidak mengalami sakit kritis, Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Sungguh, saya pun selalu mendoakan agar saya dan semua nasabah saya senantiasa diberi nikmat kesehatan oleh Allah, agar kita semua dapat beraktifitas, dapat berkarya, dapat berpenghasilan, dapat menyisihkan penghasilan untuk ditabung.  Aamiin…  Semua hasil dari upaya yang kita kerjakan adalah bertujuan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik, bagi diri kita dan anak-anak kita.  Setuju ya?

Ketiga, pemahaman tentang konsep asuransi jiwa Syariah.  Pada asuransi Syariah, premi yang disetorkan kepada Perusahaan Asuransi (sebagai pengelola dana) adalah Dana Tabarru atau Dana Kebajikan.  Semua peserta asuransi Syariah mengeluarkan dana tabarru.  Dana Tabarru ini dikumpulkan dalam rekening terpisah yaitu rekening Tabarru.  Jika seorang nasabah mengalami resiko, maka diambillah Dana Tabarru ini sebagai Uang Pertanggungan.  Memiliki asuransi syariah, artinya secara otomatis kita melakukan sedekah rutin setiap bulannya (mengikuti cara bayar), dan juga bisa ikut membantu peserta lain yang tertimpa musibah.

sumber: https://proteksikita.com/2017/08/01/kehilangan-sedikit-atau-kehilangan-banyak-yang-mana-pilihan-bijak-anda/

Pendaftaran dan informasi hubungi:

Natanael Agen Allianz life tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Advertisements

Alasan Mengapa Mengambil Polis Asuransi

 

Pertanyaannya, kenapa ada sebagian orang mengambil sejumlah polis asuransi? Setidaknya karena 3 hal:

  1. Orang tersebut tidak mau merepotkan orang lain
  2. Orang tersebut tidak rela kerja keranya sia-sia
  3. Orang tersebut tidak mau keluarganya terlantar

Orang yang tidak punya asuransi sangat mungkin mengalami tiga hal di atas.

  1. Merepotkan Orang

Jika ada teman atau saudara anda sakit dan dia pinjam uang kepada anda, apakah anda akan langsung meminjaminya uang atau berpikir dulu cukup panjang? Jawablah dengan jujur. Jika anda akhirnya meminjaminya uang, berapa banyak yang bisa anda keluarkan? Jika bantuan dari anda tidak cukup, tidakkah dia akan minta bantuan ke orang lain lagi?

Bagaimana jika yang terpaksa harus meminjam uang itu anda?

Di sini kita butuh asuransi kesehatan untuk rawat inap. Dengan memiliki asuransi kesehatan, kita bukan saja sudah berupaya untuk tidak merepotkan orang lain di kala kita sakit, tapi juga membantu banyak orang yang ikut asuransi ini untuk sama-sama tidak merepotkan teman atau keluarganya di kala sakit.

  1. Kerja Keras Sia-sia

Jika orang itu sakitnya sangat berat dan membutuhkan biaya sangat besar, contoh kena kanker atau stroke, dia mungkin tidak akan merepotkan anda lagi karena percuma saja. Tapi tidakkah aset-aset yang dia miliki, seperti perhiasan, kendaraan, dan rumah, bisa habis dijual atau digadaikan?

Apakah mudah mengumpulkan aset? Tidak mudah, butuh kerja keras dan juga butuh waktu.

Apakah mudah menghabiskan aset? Sangat mudah dan bisa terjadi dalam sekejap.

Di sini kita butuh asuransi penyakit kritis. Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, kita bukan saja melindungi aset-aset yang kita miliki, tapi juga melindungi aset-aset orang-orang lain yang ikut asuransi seperti kita.

  1. Keluarga terlantar

Jika orang itu tidak bisa bekerja lagi karena sakitnya tidak sembuh, atau bahkan meninggal dunia, dan dia selama ini adalah pencari nafkah dalam keluarga, selanjutnya siapa yang memberikan nafkah bagi keluarganya?

Kenapa agama sangat menganjurkan kita menyantuni anak yatim? Karena anak yatim tidak punya ayah yang memberinya nafkah – dan perhatian.

Di sini kita butuh asuransi jiwa. Dengan ikut asuransi jiwa, kita bukan saja melindungi anak-anak kita, tapi juga anak-anak orang-orang lain yang menjadi peserta asuransi jiwa seperti kita.

Rekomendasi asuransi jiwa, klik di “Tapro Allisya Protection Plus“.

Jadi, apakah anda:

  • Suka merepotkan orang lain?
  • Rela kerja keras anda sia-sia?
  • Mau keluarga anda terlantar?

Jika tidak, ambillah asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, dan asuransi jiwa sekarang juga.

Selain itu, sebetulnya bisa ditambahkan beberapa alasan lain.

4.  tidak mau terjerembab ke dalam riba.

Kok riba? Ya, kalau saya butuh uang tapi tak ada teman atau saudara yang bisa membantu, paling mudah adalah cari pinjaman yang ada ribanya. Mungkin gesek kartu kredit, KTA (kredit tanpa agunan), atau gadai BPKB 1 jam cair.

5. tidak mau mati meninggalkan utang.

Jika kita meninggal dunia dengan meninggalkan utang, dan keluarga kita tidak mampu melunasi, maka sampai di akhirat pun utang tsb tetap wajib dibayar. Dibayar dengan apa? Dengan amal baik, itu pun jika ada.

Mungkin saat ini anda tidak punya utang dan bertekad tidak akan berutang kepada siapa pun. Tapi jika mengalami sakit berat, mungkin saja tekad itu harus dibatalkan.

6. tidak mau terhina di hadapan manusia. 

Biarlah kita terhina di hadapan Tuhan, karena memang demikian adanya, tapi janganlah kita sampai terhina di hadapan manusia. Bilamana itu terjadi? Jika kita punya utang dan tidak mampu melunasinya sehingga terpaksa harus sembunyi karena dikejar-kejar penagih utang. Bahkan dengan meminjam uang saja, itu sudah membuat kita berposisi lebih rendah dibandingkan orang yang kita pinjami uang.

sumber; myallisya.com/2017/08/23/3-alasan-kenapa-saya-ambil-asuransi/

 

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, anda bisa menghubungi:

Natanael HP/WA 08113436830

email: natanae;

Kalau Tujuannya Investasi Jangan Ambil Asuransi. Ini Perbedaanya!

Uang selalu kita butuhkan, tentu saja untuk kebutuhan yang penting, misalnya makan, bayar listrik, air, spp anak, belanja istri, dll.

Secara garis besar, keutuhan uang di masa yang akan datang bisa dikelompokkan menjadi dua macam.

  1. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui. Contoh: kelahiran anak, pendidikan anak (jika anak belum sekolah), liburan, perjalanan ibadah, dan pensiun.
  2. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui. Contoh: sakit rawat inap, sakit kritis, cacat tetap, dan meninggal dunia.

Dua kebutuhan ini berbeda cara memenuhinya. Untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui, cara memenuhinya adalah dengan menabung atau investasi. Sedangkan untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui, cara memenuhinya ialah dengan asuransi.

Perbedaan antara menabung/investasi dengan asuransi adalah menabung/investasi butuh waktu untuk menjadi besar, sedangkan asuransi relatif tidak butuh waktu.

Jika anda menabung atau berinvestasi sebesar 1 juta per bulan, dalam satu tahun uang anda menjadi kurang-lebih 12 juta. Sedangkan untuk menjadi 1 miliar, setidaknya dibutuhkan waktu 80 tahun.

Tapi berbeda dengan asuransi. Jika kita mendaftar polis asuransi jiwa senilai 1 miliar dengan premi misalnya 1 juta per bulan, maka begitu pengajuan polis disetujui, hari itu juga uang 1 miliar sudah tersedia. Jika, maaf, anda meninggal keesokan harinya, uang 1 miliar berhak diterima ahli waris anda. Untuk jenis asuransi lain ada yang dikenakan masa tunggu, misalnya 3 bulan pada asuransi penyakit kritis, atau 12 bulan untuk penyakit tertentu pada produk asuransi kesehatan rawat inap. Tapi tetap saja, dibandingkan menabung sendiri, masa tunggu ini jauh lebih singkat.

Itulah sebabnya asuransi cocok untuk mengantisipasi kebutuhan dari kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui. Sebab jika hanya mengandalkan tabungan, bagaimana jika musibah terjadi saat tabungan belum mencukupi? Tentu akan timbul masalah keuangan. Bahkan jika pun tabungan mencukupi, biasanya orang tidak rela jika hasil kerja bertahun-tahun habis begitu saja diserahkan ke dokter dan rumah sakit.

Jadi intinya jika kita membeli polis asuransi itu jangan berpikiran investasi. Jika ingin investasi dengan return tinggi jangan beli asuransi. Asuransi hanya untuk hal yang sifatnya sulit diduga.

Sumber artikel: kebutuhan-uang-di-masa-depan-dan-solusinya/

 

Untuk konsultasi GRATIS mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Natanael (Agen Allianz Life tinggal di Surabaya)

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Perlukah Asuransi Kesehatan Rawat Jalan?

Punya asuransi rawat jalan itu enak. Datang ke dokter sebentar periksa sekadar pilek atau bisul, pulang tanpa bayar. Atau bayar dulu pake duit sendiri/kartu kredit, nanti minta ganti dengan cara direimburse.

Tapi asuransi bukan untuk cari enak. Asuransi itu tujuannya untuk mendapatkan perlindungan. Perlindungan dari apa? Perlindungan dari risiko-risiko yang tidak sanggup kita tanggung, atau akan terasa berat jika kita menanggungnya sendirian. Jika sesuatu masih sanggup kita tanggung tanpa memberatkan keuangan kita, pada dasarnya hal tsb tidak memerlukan asuransi.

Pertanyaannya: apakah anda sanggup membayar sendiri biaya periksa dokter plus obat untuk sakit semacam pilek dan bisul?

Jika anda sanggup, berarti anda tidak membutuhkan asuransi.

Jika tidak sanggup, berarti anda tergolong orang yang tidak mampu. Anda bisa memanfaatkan program pemerintah semacam JKN-BPJS atau Jamkeskin.

Beres.

Inti Tulisan Ini

  • Asuransi rawat jalan itu TIDAK PERLU.
  • Jika anda sudah memilikinya dari kantor, bersyukurlah, karena kalau beli sendiri, preminya mahal sekali. (Contoh premi rawat jalan bisa dilihat di sini: Tabel Premi Allisya Care. Boleh dibandingkan dengan premi rawat inap untuk plan yang sama).
  • Premi mahal, itu alasan kedua kenapa askes rawat jalan tidak perlu. Seberapa mahal? Contoh: premi 5 juta setahun, manfaatnya maksimal sekitar 10 juta setahun, itu pun jika dipakai semua. Sedangkan untuk asuransi rawat inap dan asuransi jiwa, premi 5 juta setahun manfaatnya bisa ratusan juta sd miliaran.
  • Alasan pertama: biaya berobat jalan tidaklah besar, pakai uang sendiri pun bisa dan tidak akan bikin bangkrut.

Saran

  • Jika anda punya uang untuk bayar premi rawat jalan, simpan saja sebagai dana darurat. Sewaktu-waktu mampir ke dokter, silakan pakai. Itu akan lebih menghemat pengeluaran.
  • Bergabunglah dengan program Jaminan Kesehatan Nasional dari BPJS. Program JKN menyediakan manfaat rawat jalan, rawat gigi, melahirkan, imunisasi, rawat inap, hingga operasi. Preminya sangat murah, mulai 25 ribu sd 80 ribu per bulan per orang.
  • Banyak orang yang menanyakan askes rawat jalan sebetulnya belum punya asuransi yang lebih penting dan prioritas, yaitu: proteksi meninggal dunia, askes rawat inap, penyakit kritis, dan cacat tetap.
  • Jangan sampai anda lebih mencemaskan bisul yang tampak di permukaan, tapi lupa dengan kanker yang mengendap di pedalaman.
  • Prioritas asuransi diukur dari dampak keuangannya, bukan dari frekuensi kejadiannya. Selengkapnya bisa dibaca di sini: Mengukur Prioritas Asuransi dari Frekuensi Kejadian dan Dampak Keuangan. []

 

Info lebih lanjut hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

Jaring Pengaman Sosial pada Asuransi?

kamar kelas 3

kamar kelas 3

Saya setuju dengan tulisan Asuransi-sebagai-jaring-pengaman-sosial. Di beberapa provinsi dan kabupaten/kota, jika ada warganya yang sakit dan orang itu bersedia dirawat di kamar kelas 3 (kamar paling ramai penghuni), maka biaya perawatannya gratis. Siapa yang bayar? Pemerintah daerah. Dari mana uangnya? Tentunya dari dana yang memang dianggarkan untuk keperluan itu, semacam dana jaminan sosial atau dana jaring pengaman sosial.

Bagaimana jika orang itu tidak bersedia dirawat di kamar kelas 3, tapi maunya di kelas 2 atau kelas 1, atau bahkan di ruang VIP dan VVIP? Tentunya dia harus mengusahakan biayanya sendiri.

fasilitas kamar 1

fasilitas kamar 1

Orang yang bersedia dirawat di rumah sakit kamar kelas 3 dianggap orang tidak mampu, dan negara hadir untuk membantu mereka.

Sedangkan orang yang ingin mendapatkan penanganan lebih baik, lebih nyaman, atau bahkan ingin fasilitas eksklusif, dianggap orang mampu dan dia tidak mungkin mengandalkan bantuan pemerintah.

Walaupun dianggap mampu, bukan berarti mereka ini pasti punya uang ketika tiba-tiba harus mengalami sakit. Banyak dari mereka justru rentan jatuh miskin ketika terkena musibah, tapi pada saat yang sama bantuan pemerintah dan lembaga sosial lain belum berpihak ke mereka.

Tapi ada satu cara bagi warga yang tergolong mampu untuk mendapatkan jaring pengaman sosial ketika terkena musibah tertentu. Cara itu ialah asuransi.

Asuransi ada bermacam-macam, tergantung jenis risiko yang ditanggungnya. Ada asuransi kesehatan, yang memberikan penggantian biaya ketika seseorang dirawat inap di rumah sakit. Dengan asuransi kesehatan yang dimiliki sendiri, dia dapat memilih kelas perawatan sesuai dengan nilai premi yang disetornya. Asuransi kesehatan dilengkapi fasilitas kartu cashless, sehingga orang yang memilikinya dapat langsung dirawat tanpa harus menyetor sejumlah deposit.

Ada lagi asuransi jiwa, yang memberikan sejumlah uang tunai ketika seseorang meninggal dunia. Uang tunai ini tentu saja diberikan kepada ahli waris dari orang yang meninggal. Kita tahu, kejadian meninggal dunia, khususnya jika menimpa pencari nafkah dalam keluarga, bisa berarti kehilangan sumber penghasilan bagi keluarga tersebut. Asuransi jiwa menjadi jaring pengaman sosial bagi keluarga yang ditinggalkan untuk melanjutkan kehidupannya.

Lalu ada lagi asuransi penyakit kritis, yang memberikan sejumlah uang tunai ketika seseorang mengalami penyakit kritis. Kita tahu, penyakit kritis seperti kanker, jantung, stroke, dan gagal ginjal menimbulkan biaya yang teramat besar. Selain itu juga mengakibatkan hilangnya kemampuan produktif dan penghasilan. Asuransi yang dikhususkan untuk penyakit kritis akan menjadi jaring pengaman sosial yang tepat jika hal ini terjadi.

Asuransi bukan satu-satunya jaring pengaman sosial. Lagi pula tidak semua musibah memerlukan asuransi. Tapi untuk musibah-musibah tertentu, yaitu yang tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya dan membutuhkan biaya besar, hanya asuransilah jaring pengaman sosial yang tepat. Untuk kejadian-kejadian selain itu, secara umum dapat disiapkan melalui tabungan atau investasi.

Orang yang memiliki asuransi sendiri, secara langsung dia telah membantu negara dalam menyediakan jaring pengaman sosial bagi warganya. Dengan demikian, dana jaring pengaman sosial yang dianggarkan negara bisa dimaksimalkan untuk membantu warga yang memang betul-betul tidak mampu.

Oleh karena itu, saya masih heran dengan orang yang mengharamkan asuransi, bahkan asuransi syariah pun masih mereka haramkan. Bagaimana mungkin dana jaring pengaman sosial yang wajib ada dalam lingkup negara, menjadi haram ketika disiapkan secara mandiri oleh individu-individu?

sumber: Asuransi-sebagai-jaring-pengaman-sosial/

 

Asuransi : Belum Menikah vs Sudah Menikah

Image Size 635x310
Di dalam jurnal Allianz Indonesia, 11 Apr 2017 dijelaskan bahwa anak muda yang belum menikah juga sangat penting memiliki asuransi.

Kata siapa yang memiliki asuransi hanya orang yang sudah menikah? Ternyata masih banyak masyarakat muda yang berpikir asuransi untuk orang tua saja dan menganggap asuransi itu belum penting. Apakah kamu salah satunya?

Seberapa pentingkah memiliki asuransi ketika masih muda?

Ternyata pemahaman asuransi di kalangan masyarakat muda masih cukup rendah, mereka beranggapan asuransi hanya untuk orang yang sudah menikah atau yang sudah menjadi orang tua. Mereka berpendapat bahwa seseorang yang masih muda apalagi belum berkeluarga , belum memerlukan untuk memiliki Asuransi.

Sebenarnya persepsi seperti itu kurang tepat karena pada dasarnya setiap orang memerlukan perencanaan untuk melindungi rencana yang telah di susun sebelumnya. Ketika perencanaan yang telah kita lindungi sedini mungkin, kita dapat merasakan hasilnya dan menikmatinya pada saat semakin beranjak usia dan telah memasuki masa pensiun.

Hampir setiap orang tentu memiliki rencana untuk tetap memiliki badan yang sehat serta umur yang panjang sehingga dapat melihat pertumbuhan anak dan cucu kita. Namun apakah itu semua bisa di capai?

Kita pasti sepakat bahwa tidak akan ada yang dapat memastikan risiko kapan akan terjadi, mungkin akan terjadi nanti atau terjadi sekarang, kita tidak pernah akan tahu itu. Maka  di sinilah pentingnya memiliki asuransi sedini mungkin karena dengan memiliki asuransi, kita dapat mengalihkan risiko keuangan yang muncul kapanpun dan dimanapun.

Sama halnya ketika membeli mobil baru, kita akan memastikan bahwa aset tersebut sudah di lindungi oleh asuransi sehingga jika terjadi risiko, kita sebagai pemilik mobil mendapatkan ganti ruginya. Dari situlah kita mendapatkan jawabannya, kenapa kita masih berpikir berkali-kali untuk melindungi kita dari berbagai risiko? Sederhananya, sekarang mungkin kita masih singletapi kemungkinan bahwa kedepannya kita akan memiliki keluarga yang perlu di lindungi.

Dengan perkembangan gaya hidup masyarakat di jaman modern ini pun juga mendorong kita untuk memiliki kehidupan yang tinggi, seperti minum-minuman beralkohol, addicted dengan coffee, makanan yang tidak sehat, dan masih banyak lagi. Dari gaya hidup sepertilah yang membuat risiko sakit bisa datang kapan saja, hingga kita belum ada persiapan untuk mencegahnya.

Masih berpikir Asuransi tidak penting? Mulailah untuk memikirkan rencana Anda di masa depan dan bagaimana cara melindungi masa depan Anda dan keluarga Anda nantinya. Allianz memiliki solusi untuk kebutuhan Anda, Allianz memiliki asuransi jiwa dan asuransi kesehatan yang dapat membantu Anda untuk melindungi rencana masa depan Anda.

Untuk info lebih lanjut hubungi agen Asuransi Allianz di bawah ini,

Natanael, HP/WA 08113436830

Segelas Jus Cranberry Bikin Jantung Kian ‘Berseri’

Allianz Indonesia , Lindungi Jiwa , 27 Jun 2016

Tak hanya baik untuk Infeksi Saluran Kencing (ISK), kandungan nutrisi jus cranberry, menurut Christina Khoo dari Sciences Ocean Spray, juga dapat menunjang kesehatan jantung.

Jika dibandingkan dengan stroberi, cranberry memang belum cukup dikenal. Termasuk bentuk asli buahnya. Namun, bila menyebut jus cranberry, mungkin masyarakat cukup familiar mendengarnya. Cranberry memang populer dan mudah ditemukan dalam bentuk jus. Selain memiliki rasa yang enak, buah ini juga mengandung beragam manfaat penting bagi kesehatan. Lalu, apa saja manfaat lengkap dari segelas jus cranberry ini?

 

Meringankan Gejala ISK

Infeksi Saluran Kencing atau akrab disebut ISK merupakan salah satu penyakit yang menyerang bagian saluran ekskresi, khususnya bagian organ vital. Dari hasil penelitian, Christina Khoo dari Sciences di Ocean Spray, kandungan antioksidan dan beberapa zat alami di dalam cranberry terbukti mampu meringankan gejala ISK.

 

Meningkatkan Imunitas Tubuh

Segelas jus cranberry menyimpan antioksidan yang cukup tinggi. Kehadiran antioksidan ini dapat membantu meningkatkan daya imun tubuh. Kesehatan dan kebugaran tubuh pun bisa lebih dirasakan setelah meminum jus cranberry secara rutin.

 

Mengurangi Kolesterol Jahat

Di samping senyawa antioksidan, Christina Khoo menjelaskan bila segelas jus cranberry kaya akan kandungan polifenol. Senyawa ini dapat membantu mengurangi kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) dalam tubuh. Seperti diketahui, LDL dapat berisiko memicu terjadinya penyakit jantung.

 

Menguatkan Jantung

Penyakit jantung disebabkan oleh beragam hal, termasuk di antaranya karena adanya LDL yang dapat mengganggu kinerja jantung hingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Efeknya, suplai darah ke jantung menjadi tidak normal dan perlahan akan menyebabkan terjadinya serangan jantung. Adanya polifenol dalam segelas jus cranberry dapat mengurangi LDL dan mencegah terjadinya inflamasi, sehingga jantung yang kuat dan sehat pun kian berseri.

 

Tentunya, tak ada satu pun orang yang ingin mengalami sakit jantung. Sebelum hal buruk tersebut terjadi, tidak ada salahnya bila melakukan pencegahan dini. Termasuk di antaranya dengan mulai membiasakan gaya hidup sehat, terutama mengatur asupan yang tepat dan bergizi, seperti segelas jus cranberry setiap hari. Jangan lupa, mulai mempersiapkan Asuransi Jiwa sejak dini guna mengantisipasi segala kemungkinan terburuk dari gangguan kesehatan di masa yang akan datang.

 

Anda juga dapat menambahkan dengan rider Smartlink Cl100 yang memberikan perlindungan dari 100 macam kondisi penyakit kritis apapun kondisinya, mulai dari awal hingga kondisi lanjut. Melalui jaminan asuransi kesehatan yang pasti dan gaya hidup sehat yang tepat, pada akhirnya dapat membuat Anda lebih tenang menjalani hidup dan jauh dari bayang-bayang ancaman penyakit jantung, baik sekarang maupun di waktu kemudian. Hidup bahagia sampai pensiun, kenapa tidak?

Info lebih lanjut atau ingin mendaftar? Hubungi: Natanael, Agen Asuransi Allianz tinggal di Surabaya.

HP. 08113436830