Tag Archives: asuransi income

Dapat Uang Di Saat Sakit, Mau?

Saya sebelum ikut program dari Allianz ini sangat bingung saat anak saya sakit (opname) di rumah sakit. Program apa yang dimaksud. Program dari Allianz ini memberi uang santunan sebesar Rp 1,5jt perhari. Program ini bernama flexicare family.

Berapa preminya? Misalnya usia si A adalah 23 tahun. Maka si A premi untuk dapat fasilitas Santunan Rp 1,5jt perhari adalah sebesar Rp 550.000 perbulan. Ini sifatnya investasi sehingga pada tahun tertentu (minim 5 tahun) bisa diambil hasil investasinya.

Cuman kelebihannya, jika misalnya bulan Agustus 2017 mulai bayar premi, dan di bulan Oktober 2017 sakit dan mengharuskan opname di rumah sakit, maka si pemegang polis akan mendapat santunan sebesar Rp 1,5jt perharinya. Tinggal hitung saja berapa hari dirawat. Lumayan kan.

Penjelasan detail bisa dibaca di sini.

pendaftaran polis asuransi income ini bisa menghubungi:

Natanael Agen Allianz Berlisensi

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Advertisements

“Buat Apa Asuransi Penyakit Kritis”

Orang yang keberatan dengan asuransi penyakit kritis banyak yang berkata dengan nada sinis: “Buat apa asuransi penyakit kritis, kriterianya sangat berat, orang udah mau mati baru bisa diklaim.”

Tetapi orang yang setuju asuransi penyakit kritis berpandangan: “Justru pada kondisi seperti itulah seseorang paling amat sangat butuh bantuan.”

Jika begitu kena penyakit kritis langsung meninggal dunia, biaya yang dibutuhkan memang tidak terlalu banyak, dan jika punya asuransi jiwa, uang pertanggungannya bisa langsung cair. Tapi bagaimana jika sakit kritisnya berkepanjangan?

Contoh: Gagal kedua ginjal, harus cuci darah setiap minggu hingga seumur hidup dan tidak boleh kerja berat lagi. Stroke, lumpuh separuh badan, tidak bisa bekerja lagi dan butuh penghasilan untuk hidup sehari-hari. Kanker, badan melemah perlahan-lahan, butuh suplemen penguat tubuh setiap hari, biaya perawatan yang terus-menerus bikin kantong kering.

Pada kondisi yang paling buruk ini, asuransi apa yang bisa memberikan bantuan?

Di tengah segala pro-kontra tentang produk ini, berikut 10 hal yang perlu dipahami tentang penyakit kritis dan asuransi penyakit kritis.

4 Fakta tentang Penyakit Kritis

  1. Penyakit kritis seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal butuh biaya sangat besar, bisa ratusan juta hingga miliaran rupiah, atau senilai aset anda. Asuransi kesehatan yang anda miliki mungkin tidak mencukupi.
  2. Penyakit kritis bisa menyerang siapa saja tanpa pandang jenis kelamin dan usia. Pria bisa kena, wanita pun bisa. Tua bisa kena, muda pun bisa.
  3. Penyakit kritis bisa menimbulkan hilangnya produktivitas atau kemampuan bekerja yang tentunya berpengaruh pada penghasilan dan gaya hidup.
  4. Penyakit kritis tidak melulu soal penyakit (yang membuat banyak orang muda dan sehat berpikir bahwa penyakit kritis masih jauh), tapi bisa juga karena kecelakaan, seperti kelumpuhan, trauma kepala serius, koma, buta, bisu, tuli.

6 Fakta tentang Asuransi Penyakit Kritis

  1. Asuransi penyakit kritis BUKAN PERTOLONGAN PERTAMA pada sakit atau rawat inap. Pertolongan pertamanya tetaplah uang sendiri atau asuransi kesehatan. Jadi dana darurat dan asuransi kesehatan tetap perlu dimiliki.
  2. Asuransi penyakit kritis adalah PERTOLONGAN LANJUTAN untuk biaya perawatan penyakit kritis, ketika uang sendiri tidak mencukupi dan limit asuransi kesehatan sudah tak memadai.
  3. Asuransi penyakit kritis adalah PERTOLONGAN LANJUTAN UNTUK BIAYA PEMULIHAN penyakit kritis, yang biasanya bersifat rawat jalan dan tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan rawat inap.
  4. Asuransi penyakit kritis adalah juga PENGGANTI PENGHASILAN ketika penyakit kritis yang diderita menimbulkan dampak hilangnya produktivitas sehingga tidak bisa bekerja lagi. Di sinilah nilai penting asuransi penyakit kritis yang tidak bisa digantikan asuransi kesehatan sebagus apa pun.
  5. Asuransi penyakit kritis TIDAK MENYEDIAKAN FASILITAS KARTU CASHLESS. Yang menyediakan fasilitas kartu cashless adalah asuransi kesehatan rawat inap. Klaim asuransi penyakit kritis dilakukan secara “reimburse” tetapi tanpa menyertakan kuitansi karena uang klaim diberikan tanpa melihat besarnya biaya di rumah sakit.
  6. Asuransi penyakit kritis memberikan bantuan dalam bentuk UANG TUNAI sebesar uang pertanggungan yang diambil atau sesuai ketentuan produk. Yang namanya uang tunai, penggunaannya bebas terserah yang menerima. Bisa untuk bantu biaya berobat, bisa untuk biaya hidup, bisa untuk biaya sekolah, atau bahkan buat liburan.

 

Setelah membaca artikel ini, bagaimana menurut anda, asuransi penyakit kritis itu penting ataukah tidak penting? []

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Agen Asuransi Allianz

Natanael HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

sumber: 10-fakta-yang-perlu-dipahami-tentang-asuransi-penyakit-kritis/

“Kesehatan Saya sudah Dicover oleh Kantor, Jadi buat Apa asuransi lagi?”

Setelah Anda menerima informasi bahwa kesehatan Anda ditanggung oleh asuransi kesehatan kantor, saran saya:  Segera hubungi Customer Care Asuransi Kesehatan dari kantor Anda untuk detil manfaat yang Anda terima.

Beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan/konfirmasi ke CS Askes dari kantor Anda:

  1.  Cara klaim kesehatan.  Apakah cashless, atau reimburse.
  2.  Limit yang Anda dapatkan:  Kelas kamar apa, atau kelas kamar harga berapa perharinya?
  3. Bagaimana cara mengetahui limit:  harus telepon CS Askes kantor, atau info dari RS rekanan
  4. Kondisi yang dikecualikan apa saja.  Kondisi bagaimana yang tidak dicover?
  5. Manfaat apa saja yang dicover: rawat inap saja kah?  Atau ada juga rawat jalan, rawat gigi, kehamilan, santunan harian?
  6. Prosedur berobat:  apakah bisa langsung ke RS konsul ke dokter ahli?  atau harus melalui faskes 1 dulu? atau ada beberapa dokter spesialis yang bisa langsung, tanpa harus ada rujukan dulu dari faskes 1?
  7. Selain Anda sebagai pekerja di kantor Anda, apakah pasangan Anda dan anakAnda  juga ditanggung?  Sampai anak keberapa yang ditanggung?  Sampai anak usia berapa yang ditanggung?

Semua hal itu harus jelas sampai ke Anda informasinya.  Jangan sampai: setelah Anda selesai konsul dengan dokter, ternyata Anda tidak bisa cashless tapi harus reimburse, atau biaya kesehatan yang tadi Anda konsulkan ke dokter ternyata termasuk pengecualian alias tidak dicover.

Sejatinya, asuransi kesehatan haruslah bisa meringankan Anda saat harus melakukan perawatan/pengobatan di RS/Klinik rekanan.  Sehingga sangat penting untuk memahami manfaat yang Anda dapat dari Asuransi Kesehatan yang diberikan oleh Kantor Anda atau bisa juga ajukan permohonan fasilitas asuransi kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS.

Bagi Anda yang sudah memiliki asuransi kesehatan pribadi, mohon cek kembali polis Anda untuk detil manfaat yang Anda dapat.  Beberapa poin penting yang bisa menjadi acuan adalah seperti pertanyaan pada customer Care tersebut di atas.

Asuransi kesehatan adalah penggantian biaya kesehatan/perawatan yang timbul selama berurusan dengan Rumah Sakit.   Apapun sakit Anda, baik sakit “ringan” (seperti Typhus, DBD) atau pun sakit “berat” (seperti kanker, gagal ginjal, jantung, dll), selama dilakukan perawatan atau pengobatan dan berhubungan dengan Rumah Sakit, maka Anda bisa memanfaatkan Asuransi Kesehatan dari kantor.

Asuransi Kesehatan hanya memberikan penggantian untuk biaya2 yang “terlihat”, yang bisa dibaca pada tagihan Rumah Sakit.  Contohnya:  biaya dokter, biaya kamar, biaya tindakan operasi, biaya obat.  Selama Anda dirawat inap di RS, jika anda memiliki asuransi kesehatan, maka tidak peduli anda dirawat karena sakit ringan, atau sakit parah karena sakit kritis atau karena kecelakaan, semuanya akan dicover biayanya oleh asuransi kesehatan yang anda miliki.

Jangan lupa, pada umumnya, asuransi kesehatan dari kantor memberikan manfaat sesuai limit pertahun (mohon konfirmasikan ke CS Asuransi Kesehatan dari kantor Anda).  Artinya apa?  Ada beberapa kondisi yang tidak dicover oleh asuransi kesehatan dari kantor.

Contoh kasus:

Limit askes kantor = kamar kelas 1.  Ternyata saat Anda harus dirawat, kamar kelas 1 sudah penuh. Maka Anda disarankan oleh pihak RS untuk dirawat di kelas perawatan yang lebih tinggi.  (Pada jenis askes tertentu, masih bisa cover kondisi ini, pada 2 hari pertama.  Dengan ketentuan, hari ke3 kembali ke kelas 1).  Namun, bagaimana jika sampai Anda selesai dirawat, kamar kelas 1 (yang sesuai limit askes kantor) juga tidak bisa Anda tempati?  Maka terpaksa Anda harus membayar ekses klaim.

Apa itu ekses klaim? Ekses klaim adalah biaya perawatan yang dipakai oleh peserta melebihi dari plafon atau limit yang menjadi haknya dalam polis asuransi kesehatan yang dimilikinya. Semua produk asuransi kesehatan memiliki limit. Limit menunjukkan batasan manfaat yang dapat diterima oleh peserta asuransi kesehatan.  Artinya:  Anda harus pakai uang pribadi untuk membayar ekses klaim ini.

Apakah hal ini berat bagi Anda?  Tergantung berapa jumlah yang harus Anda bayar.  Mungkin jika kurang dari 1 Juta, masih belum jadi masalah ya…  Ataukah 1 juta saja sudah jadi masalah bagi finansial Anda?

Yang saya mau garis bawahi disini adalah fakta bahwa:  walaupun sudah punya asuransi kesehatan (yang katanya bisa meringankan finansial Anda saat terjadi sakit, masuk RS tinggal gesek kartu saja tidak perlu keluar uang lagi), ternyata masih ada kemungkinan Anda masih harus pakai uang pribadi lagi.  Pada contoh ini, biaya pribadi yang harus Anda keluarkan lagi adalah biaya ekses klaim.

Itu baru contoh kecil, dimana Anda masih harus bayar lagi, harus keluarkan uang lagi, untuk bayar biaya kelebihan tagihan perawatan RS.

Jangan lupa, saat Anda akan/sedang berobat ke RS:

  1.  Ada anggota keluarga lain yang mendampingi
  2. Butuh transportasi umum (jika tidak punya kendaraan pribadi)
  3. Jika penyakit Anda harus dirujuk ke RS yang lebih besar:  Butuh ambulance
  4. Jika dirujuk ke RS di luar kota/luar negeri:  butuh penginapan
  5. Pendamping Anda butuh makan
  6. Anak Anda yang ditinggal di rumah selama Anda sakit juga butuh pengasuh sementara

6 hal di atas adalah untuk kasus sakit “ringan”, contohnya: febris, DBD, thypoid.

Jika kasusnya adalah sakit “berat/kritis”, contohnya:  jantung, gagal ginjal, kanker, maka selain 6 faktor di atas, akan ada 5 hal lagi yang harus Anda ingat:

  1. Mungkin Anda butuh pengobatan alternatif
  2. Juru rawat pribadi atau tambahan supir
  3. Suplemen, vitamin ekstra untuk penyembuhan
  4. Income Anda yang terganggu atau bahkan hilang
  5. Income pasangan Anda yang terganggu  atau bahkan hilang

Apakah  11 faktor tersebut butuh biaya juga?  Jawabannya:  YA!

Apakah 11 faktor tersebut juga ditanggung/dicover oleh Asuransi Kesehatan fasilitas dari kantor yang Anda miliki?  Jawabannya:  11 faktor tersebut TIDAK ditanggung oleh Asuransi Kesehatan kantor Anda.

Lalu, apa yang akan Anda lakukan untuk menutup biayanya?

  • Kuras tabungan.  Bisa cepat tersedia uang tunai, jumlahnya belum tentu besar.  Tanya kembali:  Sudah berapa lama Anda menabung?  Berapa besar uang yang Anda tabungkan setiap bulan?  Apa sebenarnya tujuan Anda menabung?  Apakah untuk impian masa depan yang indah dan sejahtera?  Atau memang uangnya disiapkan untuk jaga-jaga bila terjadi musibah (sakit, kecelakaan, cacat, meninggal)?
  • Jual motor/mobil/rumah/tanah.  Perlu waktu untuk tersedia uang tunai, jumlahnya bisa besar.  Ingat: jika sakit berat/kritis, Anda berlomba dengan waktu!  Anda harus segera diambil tindakan, diberi pengobatan terbaik, oleh doker ahli terbaik, di Rumah Sakit terbaik, dengan alat medis terbaik dan terlengkap.
  • Pinjam teman/saudara/kerabat.  Bisa cepat, bisa juga butuh waktu, jumlahnya tidak tentu. Ingat: jika sakit berat/kritis, Anda berlomba dengan waktu!  Anda harus segera diambil tindakan, diberi pengobatan terbaik, oleh doker ahli terbaik, di Rumah Sakit terbaik, dengan alat medis terbaik dan terlengkap.

 

Jika penyakitnya termasuk kategori “sakit berat/kritis”, apakah biayanya yang didapat dari 3 upaya di atas tersebut bisa cukup?

 

Konsultasi lebih detail tentang manfaat asuransi sakit kritis atau ingin buka polis asuransi sakit kritis Allianz hubungi:

Natanael, Agen Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo HP/WA 08113436830

Sakit Dapat Uang, Mau?

 

Asuransi itu sederhana:

  • Kalau sakit dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau meninggal (ahli waris) dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau kecelakaan atau cacat lalu dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau rumah kebakaran dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau mobil tabrakan lalu dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau barang kiriman hilang lalu dapat uang, itulah asuransi.

Sakit, meninggal, kecelakaan, cacat, kebakaran, tabrakan, kehilangan barang semuanya memiliki kesamaan, yaitu:

  • Tidak diinginkan
  • Tidak bisa diketahui waktunya
  • Jika terjadi, dibutuhkan uang.

Memang uang bukan satu-satunya yang dibutuhkan pada saat terjadi risiko yang tidak diinginkan. Tapi uang adalah salah satu yang dibutuhkan. Dan asuransi menyediakan uang pada saat dibutuhkan itu. Asuransi adalah perlindungan keuangan.

Uang yang dilindungi lewat asuransi bisa berbentuk uang tunai, tabungan, emas, properti, surat berharga, keterampilan/keahlian, dan penghasilan. Semua itu adalah hasil usaha kita, yang bisa saja tiba-tiba hilang atau berkurang karena suatu musibah yang tidak diinginkan.

Asuransi tidak bicara tentang kalau sehat dapat uang. Itu bukan asuransi. Kalau sehat, seharusnya anda tidak perlu bingung. Yang pantas bikin bingung itu kalau sakit.

Kalau sehat, anda bisa bekerja dan dari situ anda dapat uang. Kalau sehat dan bisa bekerja, seharusnya anda bisa menabung atau berinvestasi dan dari situ uang anda tambah banyak.

Hasil investasi anda bisa digunakan untuk sekolah anak, rumah, barang-barang, liburan, ibadah haji, hingga pensiun. Semua itu adalah kondisi sehat yang memerlukan uang. Bukan hanya sakit yang butuh uang. Kondisi sehat pun butuh uang. Tapi cara mendapatkannya bukan lewat asuransi.

Jika kondisi sehat saja butuh uang, apalagi kondisi tidak sehat?

Jadi, ambillah asuransi segera, ketika anda sehat dan punya uang untuk membayarnya.

Asuransi itu uang kecil. Sangat kecil dibanding uang besar yang dilindunginya. Uang asuransi mungkin hanya sekitar 10% dari penghasilan anda. Tapi uang yang 10% ini bisa melindungi 100% uang anda dan aset-aset yang anda kumpulkan selama bertahun-tahun.

Demikian. []

 

Ingin konsultasi mengenai asuransi? Silakan menghubungi:

Natanael HP/WA 08113436830

Bukti Klaim Dana Income Rp 1,5jt Perhari dari Tapro Allianz

Semoga nasabah saya saat ini dalam keadaan baik. Dia mendapat dana income Rp 1,5jt perhari dari Tapro Allianz saat dirawat di rumah sakit selama lima hari.

Berikut ini bukti klaim yang sudah ditransfer oleh Allianz.

bukti klaim uang saku Rp 1,5jt perhari.PNGBukti diatas menjelaskan tentang besar klaim Rp 7,5jt karena tertanggung di rawat dan menginap selama lima hari. Perhari dapat Rp 1,5jt dikalikan lima hari.

Saya bersyukur mendengar pengajuan klaim nasabah berhasil.

Program dana income ini disebut dengan flexycare family.

Flexicare family adalah santunan rawat inap dengan sistem reimburse. Biaya rumah sakit mungkin sudah ditanggung BPJS atau asuransi dari kantor. Tapi saat kita/keluarga sakit yang kita butuhkan bukan hanya biaya rumah sakit. Biaya lain-lainnya terkadang juga tak kalah besar. Apalagi jika jarak rumah sakit dari tempat tinggal cukup jauh. Nah, karena itulah kita perlu, bahkan penting untuk mendapatkan dana tambahan atau uang saku. Di sinilah peran utama flexicare family. Berikut beberapa penjelasan pokok tentang produk ini:

  1. Flexicare Family merupakan rider (proteksi tambahan) pada unit link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus).
  2. Flexicare Family mencakup santunan harian rawat inap karena sakit dan kecelakaan, pembedahan karena sakit dan kecelakaan, dan santunan penyembuhan karena sakit dan kecelakaan.
  3. Minimum masa perawatan 1 x 24 jam, maksimum 180 hari per tahun.
  4. Bisa dobel klaim. Dapat digunakan sebagai tambahan santunan jika telah memiliki askes dari kantor.
  5. Klaim Flexicare Family menggunakan sistem reimburse (bayar dulu, baru ajukan klaim).
  6. Cara pengajuan klaim dengan melampirkan kuitansi rumah sakit asli atau boleh fotokopi yang dilegalisir.
  7. Uang santunan diberikan secara lumpsum sebesar jumlah yang tertera di tabel manfaat.
  8. Uang lumpsum dikirim ke rekening peserta selambat-lambatnya 14 hari kerja setelah pengajuan klaim disetujui.
  9. Flexicare Family dapat menyertakan seluruh anggota keluarga dalam satu polis. Tentunya dengan tambahan premi.
  10. Usia masuk mulai 6 bulan sampai 55 tahun.
  11. Masa berlaku sampai usia 65 tahun.
  12. Tersedia mulai pengambilan 1 unit (100 ribu/hari) sampai 15 unit (1,5 juta/hari).
  13. Masa tunggu 1 bulan sejak diterima sebagai peserta.
  14. Beberapa penyakit tertentu dan penyakit yang telah ada sebelumnya dikenakan masa tunggu 12 bulan.

Informasi pendaftaran asuransi Allianz hubungi:

Natanael Agen Allianz Indonesia

HP/WA: 08113436830