Tag Archives: asuransi jiwa allianz terbaik

Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Selamat bertemu kembali dengan saya, Natanael, Bisnis Eksekutif Allianz Star Network. Pada kesempatan ini saya akan membagikan tips dalam mengatur keuangan khususnya keluarga menengah. Maksudnya keluarga menengah ialah keluarga yang sedang-sedang saja tidak kaya dan tidak juga miskin. Pokoknya cukupanlah.

Tips mengatur keuangan berikut ini merupakan tips dari seorang Konsultan Perencana Kkeuangan yang cukup tenar yakni Safir Senduk. Safir Senduk adalah pendiri Safir Senduk & Rekan.

Tips yang diberikan Safir Senduk dalam mengatur keuangan ialah sebagai berikut:

  • Sebuah keluarga dengan penghasilan Rp 5 juta: Bayar hutang maksimal 30% (Rp 1,5 juta), menabung minimal. 10% (Rp 500 ribu), Asuransi maksimal. 10% (Rp 500 ribu), Biaya Hidup maksimal. 50% (Rp 2,5 juta). Pengeluaran untuk Kost sebaiknya maksimal 30% dari penghasilan.
  • Ambil Asuransi Kesehatan yang berdiri Sendiri atau gabung dengan Asuransi Jiwa? Saran Safir Senduk, kalau butuh Asuransi Jiwa, ambil yang gabungan saja yakni investasi dengan asuransi kesehatan yang di Allianz produk gabungan ini bernama Tapro. Penjelasan Tapro bisa di baca DISINI.
  • Arisan bukanlah Investasi 
  • Punya Rp 500 juta yang nganggur 1-3 bulan? Taruh saja di Reksa Dana Pasar Uang.
  • Jika mau membeli rumah, sebaiknya sebelum menikah. Namun, kalau dananya tidak ada, beli setelah nikah juga tidak apa.
  • Jika punya uang Rp 2 juta: Lunasi Kartu Kredit atau Beli Reksadana? Lebih baik lunasi Kartu Kredit. Jika ambil reksadana bisa dicari lagi uangnya.
  • Seorang yang masih belum menikah, sebaiknya pakai dua rekening, satu untuk kebutuhan sehari-hari, satu lagi untuk investasi
  • Mau beli mobil? Lebih baik beli Cash. Bagaimana jika belum punya Cash, silakan beli Kredit, asalkan memang sangat membutuhkan mobil.
  • Beli Barang Elektronik sebaiknya Cash. Kredit sebaiknya difokuskan ke hal lain saja yang lebih bermanfaat.
  • Kalau belum pernah berbisnis, pilihlah bidang bisnis berdasarkan Hobi. Tiga Pilihan memilih Bidang Bisnis: (1) Dari Hobi, (2) Dari Keahlian, (3) Dari Tawaran Keuntungan.
  • Beli Emas lebih menarik dibanding yang lain karena peminatnya di Indonesia lebih banyak
  • Buat yang masih single, kendaraan perlu karena untuk bekerja. Namun, tidak mempunyai kendaraan pun juga tak masalah.
  • Mau berhenti dari kepemilikan Kartu Kredit? Datang langsung ke banknya, dan gunting di depan CS-nya
  • Punya Mobil bukan Keharusan. Tapi kalau ditanya, mana baiknya: Kendaraan atau Rumah dulu? Buat yang masih Singl yang lebih penting adalah kendaraan dulu.
  • Dalam Jangka Panjang, kenaikan Harga Properti lebih tinggi daripada Bunga KPR.”
  • Dua Macam Investasi: (1) Bisnis, (2) Produk Investasi. Bisnis, hasil Lebih Besar, tapi Risiko juga Besar.”
  • Pilih mana beli Dinar atau Emas Batangan? jawabannya: Emas Batangan
  • Bank tidak boleh mengeluarkan Kartu Kredit tanpa seijin kita.
  • Bisnis apa yang Modal Kecil tapi bisa dijual mahal? Jawabannya: Bisnis Konsultasi.
  • Investasi Barang Koleksi. Semua Barang bisa dikoleksi, tapi tidak semua Barang Koleksi bagus untuk Investasi.
  • Anda Karyawan sekaligus Bisnis Sampingan? Silakan berhenti jadi Karyawan kalau Penghasilan Bisnis sudah tiga kali Gaji.
  • Pengen Mobil tapi Dana Terbatas? Pertimbangkan Mobil Bekas. Ini karena Nilai Mobil menyusut Sangat Besar di Tahun-tahun Pertama.
  • Pengen Kredit Mobil baru? Kalau punya cashnya, mending bayar cash saja.
  • Dua Macam Aset: (1) Aset yang membuat kita selalu Keluar Uang Tiap Bulan, dan (2) Aset yang membuat kita Mendapatkan Uang Tiap Bulan.
  • Lima Komponen Biaya Liburan: (1) Transport, (2) Akomodasi, (3) Makan Minum, (4) Obyek Wisata, dan (5) Belanja dan Oleh-oleh.
  • Anda Single Parent? Pertimbangkan untuk mempunyai Bisnis Sendiri. Jangan setiap hari mengandalkan Pekerjaan Sebagai Karyawan.
  • Kredit Barang Bank Syariah: Bank beli barang itu, lalu JUAL ke kita dengan Harga Lebih Tinggi dari yang kita cicil. Sampai Lunas. Fixed.
  • Beda Beli Barang via Kredit di Bank Umum dan Bank Syariah? Bank Umum: Kita bayar Pokok+Bunga yang Naik Turun. Akadnya Kredit
  • Beda Nabung di Bank Umum dan Bank Syariah? Di Bank Umum dapatnya Bunga. Di Bank Syariah dapatnya Bagi Hasil (dari Keuntungan Bank).
  • Makin Panjang Jangka Waktu Invest, semakin tidak masalah jika memilih Produk Investasi yang Potensi Hasilnya Besar biarpun Risikonya Besar.
  • Tabungan Berjangka vs Asuransi Jiwa? Kalau pilihannya hanya dua, maka untuk Hasil Lebih Besar, pilih Tabungan Berjangka. Sedangkan untuk pengalihan resiko, pilihlah Asuransi Jiwa.
  • Tips Liburan Budget Mepet: Tekan di Biaya Penginapan dan Transport. Penginapan: Hotel Melati. Transport: Low Fare Airline.
  • Tiga Macam Budget Liburan: (1) Budget Mepet, (2) Budget Normal, (3) Budget Lebih.
  • Kredit, sebaiknya digunakan untuk Hal Produktif. Kalau Kredit hanya jadi Sofa, Baju atau Liburan, itu percuma.
  • Makan Sebelum Lapar, Berhenti Sebelum Kenyang. Dlm Keuangan, Siapkan Investasi dr Jauh Hari, dan Jgn Tamak dgn Returnnya.
  • Reksa Dana Syariah: Reksa Dana yang berinvestasi ke Instrumen Pasar Modal dan Pasar Uang yang sesuai Syariah Islam.
  • “Untuk yang baru kerja, Dana Terbatas, mulailah dengan Tabungan Berjangka, kemudian meningkat ke ReksaDana.
  • Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur. Hidup sederhana dan saling menyayangi. Itulah kunci kepuasan hidup.
  • Ada 20-30 juta rupiah dan ingin investasi di tempat yang bisa memberi pemasukan bulanan? Pertimbangkan ORI.
  • Beli mobil-kalau ada uangnya– mending cash. Beli kredit akan jadi lebih mahal padahal nilai mobil menurun.
  • Ketika kita meminjam, maka barang agunan yang paling baik untuk kita agunkan adalah barang yang nilainya menurun.
  • Punya uang dan ingin lunasi KPR? Gak usahlah, tetap mencicil dan uangnya invest saja di tempat lain.
  • Beli peralatan dan mengerjakan sendiri pekerjaan rumah tangga mungkin lebih hemat. Tapi anda kehilangan waktu untuk cari penghasilan.
  • Menabung minimal 10% dari penghasilan. Kalau bisa lebih besar (20%) lebih bagus lagi.
  • Dana cadangan = dana darurat. Besar dana cadangan yang pas minimal 3 bulan pengeluaran keluarga.
  • Kalau belanja, pakai kartu debit dibanding cash. Kalau pakai cash, nanti harus bolak-balik ke ATM.
  • Asuransi kesehatan sebaiknya dimiliki kapanpun. Asuransi jiwa sebaiknya dimiliki kalau sudah punya tanggungan.
  • Jangan pernah lepas status karyawan untuk full time di bisnis, kecuali penghasilan bisnis sudah 3 kali gaji.
  • Buka deposito bukan untuk untung, tapi untuk punya dana yang liquid. 6-7-8-juta sudah bisa.
  • Kalau sudah punya reksadana, asal bentuknya pendapatan tetap/ terproteksi gapapa gak punya deposito.Prioritas dalam mengambil asuransi kesehatan, lihat penggantian rawat inap, operasi, lalu rawat jalan.
  • Buka usaha dengan sistem franchise itu tidak menjamin untung. yang membuat untung itu kerja keras kita sendiri.
  • Ambil asuransi jiwa yang kalau Punya didepositokan, bunganya bisa untuk membayar biaya hidup orang yang anda tinggalkan.
  • Asuransi pendidikan hasilnya biasanya kecil. Aset berwujud boleh dipilih kalau sekolah anak masih lama.
  • Belilah emas secara rutin untuk untung jangka panjang, jadi anda tidak akan peduli naik turunnya secara harian.
  • Cara terbaik menyiapkan pensiun adalah dengan memiliki properti. Saat pensiun, sewakan properti tersebut.
  • Cara terhalus menolak teman yang selalu pinjam duit, pinjamkan 10% saja dari permintaannya tetapi cukup sekali saja.

Konsultasi Pendaftaran Asuransi Jiwa Allianz hubungi: 

Natanael HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

 

 

Menciptakan Warisan Instant 1 Milyar bagi Orang yang Kita Sayangi?

warisanTri Djoko Santoso dalam seminarnya mengatakan bahwa ada 3 pertanyaan yang harus kita ajukan saat membuat perencanaan, yaitu:

  1. Berapa jumlah aset anda?
  2. Siapakah yang anda maksud dengan orang-orang yang anda cintai?
  3. Masalah apa yang ada dalam pikiran anda?

Salah satu komponen pendukung dalam perencanaan keuangan yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat luas adalah Asuransi Jiwa, karena mampu memenuhi seluruh tujuan perencanaan keuangan kita yaitu : surplus, kemudahan transfer dan menyediakan likuiditas yang cepat dan efektif dibandingkan aset berupa rumah atau tanah.

Asuransi Jiwa menjadi salah satu pilihan bagi orang pintar karena beberapa hal:

  • Asuransi jiwa dapat langsung dicairkan tanpa harus melewati proses hukum / penetapan waris yang berbelit-belit.
  • Asuransi dapat menciptakan likuiditas pada saat ahli waris akan melanjutkan bisnis yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.
  • Asuransi jiwa menurut para pakar keuangan adalah sebagai salah satu cara yang cepat dan murah untuk menambah asset kita dan yang menarik adalah bebas pajak.

Benjamin Franklin mengatakan bahwa ” if you fail to plan, you are planning to fail ” – Jika anda gagal untuk merencanakan, maka anda berencana untuk gagal.

Apakah Anda sudah mempersiapkan aset untuk orang-orang yang Anda sayangi?

Solusinya adalah Allianz Tapro yang memiliki Program yang memastikan Anda menciptakan Warisan dalam waktu sangat cepat dan efektif. Pada saat anda menandatangani form pengajuan polis dan disetujui oleh Allianz maka saat itu juga, telah tersedia dana warisan sebesar 1 Milyar. 

Bagaimanakah prosedurnya?

Caranya adalah dengan mencicil uang kecil Rp 1 juta untuk Anda yang berusia 3o tahun, maka sejak hari pertama diterima oleh Allianz, maka sudah tersedia dana Warisan Instant 1 Milyar.

Anda tidak perlu menunggu sampai puluhan tahun untuk bisa mempersiapkan warisan bagi orang-orang yang Anda sayangi.

 

Bagi Anda yang belum memiliki tabungan besar atau aset banyak untuk diwariskan kepada anak anak yang Anda sayangi, maka Program Warisan Instant ini adalah program yang sangat cocok bagi Anda yang ingin mempersiapkan warisan dalam waktu singkat.

Untuk konsultasi Gratis dan ikut serta dalam program ini, silakan hubungi saya, Natanael di nomor HP atau whatsapp 08113436830

Penawaran Ini untuk Istri dan Anak Anda, UP Rp 2,5 Miliar dengan Premi Rp 600rb Perbulan

Saya tawarkan UP Warisan lebih dari 2,5 miliar untuk keluarga anda. Sekali lagi, untuk keluarga (istri/suami, anak). Bukan untuk anda sendiri. Jika kita hanya berpikiran keuntungan pribadi sendiri, maka tidak perlu membaca semua artikel saya ini. Memang benar, kita nanti meninggal tidak membawa harta. Tetapi, orang yang kita tinggal apakah harus membayar hutang-hutang kita?

Kalau kita meninggal tidak membawa hutang tidak masalah, tetapi bagaiman jadinya jika kita meninggal ternyata meninggalkan hutang ratusan juta rupiah.

Penawaran ini buat orang yang mementingkan finansial istri dan anak-anaknya.

Karena risiko hidup ada berbagai macam, dan semuanya bukan soal pilihan ganda yang bisa dipilih salah satu, langkah paling menentramkan adalah menyiapkan skenario untuk beberapa kemungkinan sekaligus.

Di bawah ini saya menawarkan proteksi jiwa UP 1 miliar ditambah 4 bentuk proteksi lain dengan total UP lebih dari 2,5 miliar.

Jika anda pria umur 26-30 tahun, bekerja dalam ruangan, dan sehat, maka yang perlu anda sisihkan cukup 600 ribu per bulan. Premi untuk usia dan jenis kelamin yang berbeda, dapat dilihat di Ilustrasi Total UP > 2,5 Miliar Manfaat Lengkap (ini bisa saya buatkan jika anda minta).

Lengkap dan murah, bukan? Semuanya ada dalam 1 program yang disebut Allisya Protection Plus atau Tapro Allisya.
Keterangan Manfaat

  • Jika tutup usia sebelum usia 70 tahun, akan cair uang 1 miliar ditambah nilai investasi.
  • Jika tutup usia setelah usia 70 tahun, akan cair uang 500 juta ditambah nilai investasi.
  • Jika tutup usia karena kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan cair uang 1,5 miliar ditambah nilai investasi.
  • Jika mengalami cacat akibat kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan diberikan sebesar persentase dari 500 juta.
  • Jika terdiagnosa 1 dari 49 penyakit kritis sebelum umur 70 tahun, akan keluar uang 500 juta.
  • Jika mengalami cacat tetap total, akibat kecelakaan ataupun sakit, akan cair lagi 500 juta.
  • Jika terdiagnosa sakit kritis atau cacat tetap total sebelum usia 65 tahun, maka selain mendapat 500 juta, akan dibayarkan pula tabungan otomatis sebesar premi sampai umur 65 tahun.
  • Jika selamat sehat wal afiat sampai umur 100 tahun, maka alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan atas karunia nikmatnya kepada anda. Anda dipersilakan menarik semua nilai investasinya.

Ilustrasi Produk

Untuk keterangan lebih lanjut, atau ingin mendapatkan ilustrasi, silakan menghubungi kontak di bawah ini:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Jika Dana Terbatas, Asuransi Apa Yang Harus Diambil Lebih Dulu?

AsuransiJika dana untuk asuransi terbatas, kita perlu lebih bijak menentukan asuransi apa yang sebaiknya kita ambil sebagai prioritas. Dalam hal ini ada beberapa kekeliruan yang sering saya jumpai di lapangan, antara lain mendahulukan asuransi untuk anak, meniatkan asuransi untuk pendidikan, mengambil asuransi dengan uang pertanggungan yang minim, dan mendahulukan asuransi kesehatan (untuk salah satu anggota keluarga) daripada asuransi jiwa (untuk pencari nafkah).

Berikut ini saya sajikan beberapa contoh asuransi yang sebaiknya diambil jika dana terbatas. (Selain artikel ini, baca juga Prioritas Asuransi).

Contoh 1: Dana 300 ribu per bulan, belum punya asuransi apa pun.

Sebuah keluarga memiliki penghasilan 3 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 300 ribu per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Menurut saya, asuransi yang prioritas untuk diambil adalah asuransi jiwa untuk pencari nafkah (orangtua).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Blog myallisya.com memakai slogan “1 yang terpenting: melindungi penghasilan keluarga”, karena penghasilanlah yang membuat roda kehidupan keluarga bisa berjalan.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 300 ribu per bulan, ada dua pilihan:

  1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 100 sd 500 juta, kecelakaan (ADDB) 100 sd 250 juta, cacat tetap total (TPD) 100 sd 250 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 100 sd 250 juta, dan bebas premi.
  2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 300 sd 800 juta.

Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, kondisi kesehatan, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana kalau di antara anggota keluarga ada yang sakit dan harus dirawat inap?

Jika ingin ditanggung juga untuk asuransi kesehatan sekeluarga, maka pilihannya adalah:

  1. Mendaftar program JKN BPJS kelas 3 dengan premi per orang 25.500, empat orang berarti 102 ribu per bulan.
  2. Sisanya 200 ribu per bulan dibelikan asuransi jiwa untuk pencari nafkah. Tapi karena saat ini jarang sekali produk asuransi jiwa yang menyediakan premi bulanan 200 ribu, alternatifnya ambil premi triwulanan 600 ribuan, semesteran 1,2 juta, atau tahunan 2,4 juta.

Contoh 2: Dana 500 ribu per bulan, belum punya asuransi apa pun.

Mirip dengan contoh 1, kali ini sebuah keluarga memiliki penghasilan 5 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 500 ribu per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Pendapat saya:

  1. Asuransi jiwa untuk pencari nafkah dengan premi 300-400 ribuan per bulan.
  2. Asuransi kesehatan untuk sekeluarga melalui program JKN BPJS dengan premi 100-170 ribuan per bulan (tergantung kelas yang dipilih).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 400 ribu per bulan, ada dua pilihan:

  1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 150 sd 650 juta, kecelakaan (ADDB) 150 sd 350 juta, cacat tetap total (TPD) 150 sd 350 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 150 sd 350 juta, dan bebas premi.
  2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 400 juta sd 1,2 miliar.

Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Asuransi kesehatan bermanfaat jika di antara anggota keluarga ada yang mengalami sakit, terutama sakit yang memerlukan rawat inap di rumah sakit. Asuransi kesehatan harus dianggarkan untuk seluruh anggota keluarga, karena kita tak pernah tahu siapa yang akan mengalami sakit.

Asuransi kesehatan memakai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan. Dalam hal ini setidaknya ada dua pilihan:

  1. Kelas 3, dengan premi 25.500 per orang. Total 4 orang berarti 102 ribu per bulan.
  2. Kelas 2, dengan premi 42.500 per orang. Total 4 orang berarti 170 ribu per bulan.

Contoh 3: Dana 1 juta per bulan, belum punya asuransi apa pun

Kali ini kita mengambil contoh sebuah keluarga yang memiliki penghasilan 10 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 1 juta per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Pendapat saya:

  1. Asuransi jiwa untuk pencari nafkah, dengan premi 750 ribu per bulan. Jika penghasilan 10 juta itu diperoleh berdua suami-istri, maka preminya bisa dibagi dua, mungkin 400 ribu untuk suami dan 350 ribu untuk istri.
  2. Asuransi kesehatan melalui program JKN-BPJS, ambil kelas 1 (premi 59.500 per orang x 4, total 238 ribu per bulan).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 750 ribu per bulan, ada dua pilihan:

  1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 250 juta sd 1 miliar, kecelakaan (ADDB) 250 sd 500 juta, cacat tetap total (TPD) 250 sd 500 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 250 sd 500 juta, dan bebas premi.
  2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 750 juta sd 2 miliar.

Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Contoh 4: Dana di bawah 1 juta per bulan, sudah punya asuransi kesehatan dari kantor

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini sebuah keluarga sudah memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan tempat pencari nafkah bekerja. Penghasilan 10 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 1 juta per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak.

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Pendapat saya: Maksimalkan dana yang ada untuk asuransi jiwa bagi pencari nafkah (ayah saja atau ayah dan ibu).

Tanya-Jawab

T: Dari keempat contoh tersebut, mengapa selalu disarankan ambil asuransi jiwa dulu, bukan asuransi kesehatan?

J: Pertama, risiko yang ditanggung dalam asuransi jiwa, yaitu cacat tetap, penyakit kritis, dan meninggal dunia, lebih besar dampak keuangannya daripada risiko yang ditanggung dalam asuransi kesehatan, yaitu rawat inap di rumah sakit. Kedua, seluruh anggota keluarga bergantung secara ekonomi kepada pencari nafkah (misalnya ayah). Selama ayah masih hidup, sehat, dan mampu bekerja normal, ekonomi keluarga akan tetap bisa berjalan. Ketiga, Bicara asuransi jiwa, kita bisa dengan tegas mengatakan: untuk pencari nafkah. Tapi jika mendahulukan asuransi kesehatan, kita akan dihadapkan pada pertanyaan: siapa dulu yang harus diberikan askes? Apakah ayah, ibu, anak pertama, atau anak kedua? Kalau yang diberikan askes itu ayah, bagaimana kalau yang sakit ibu atau anak? Kalau yang diberikan askes itu anak pertama, bagaimana kalau yang sakit anak kedua?

T: Mengapa untuk asuransi kesehatannya selalu disarankan pakai JKN-BPJS, bukan asuransi swasta?

J: Pertama, dana yang ada cukupnya memang untuk BPJS saja. Kedua, kalau pakai askes swasta, premi 300 ribu per bulan hanya cukup untuk askes satu orang, itu pun dengan plan yang rendah (kamar 200 ribu). Pertanyaannya, manfaat askes ini harus diberikan kepada siapa? Ayah, ibu, anak pertama, atau anak kedua? Ketiga, ini juga yang membedakan asuransi Allianz dengan asuransi lain, yaitu kami selalu menyarankan para nasabah untuk mengikuti program JKN dari BPJS Kesehatan.

T: Bagaimana dengan asuransi pendidikan?

J: Dana yang dialokasikan untuk persiapan pendidikan anak mestinya di luar dari dana yang dianggarkan untuk asuransi jiwa dan kesehatan. Jadi, untuk persiapan pendidikan anak, tetap harus menabung atau berinvestasi lagi secara tersendiri. Kalau mau disatukan dengan asuransi boleh juga, alokasinya ditaruh sbg top up/saver. Tapi keinginan untuk mempersiapkan pendidikan anak jangan sampai mengurangi manfaat asuransi jiwa untuk pencari nafkah.

Baca juga: Prinsip dan Tips Persiapan Dana Pendidikan Anak.

T: Bagaimana dengan asuransi rawat jalan dan melahirkan?

J: Rawat jalan dan melahirkan perlu dipersiapkan, tapi sebaiknya tidak lewat asuransi. Biaya rawat jalan tidaklah besar, dan biaya melahirkan pun masih terukur. Dibandingkan rawat inap, penyakit kritis, cacat tetap, atau meninggal dunia, mana yang lebih besar dampak keuangannya? Sementara premi rawat jalan dan melahirkan itu mahal sekali, bahasa kerennya “not worth it“.

Jika anda punya JKN-BPJS, di situ sudah tercakup manfaat rawat jalan dan persalinan. Jika dirasa masih kurang, anda bisa tambah dengan dana darurat. Khusus untuk melahirkan, sebaiknya ditambah pula dengan menabung secara khusus, apalagi keperluan persalinan bukan hanya biaya rumah sakit, tapi juga pakaian bayi, tasyakuran, perawatan ibunya, dll yang semua itu tidak ditanggung asuransi mana pun.

T: Tentang contoh 4, keluarga tsb sudah punya askes dari kantor. Kalau mau nambah askes lagi bagaimana?

J: Boleh saja, tapi kalau dananya terbatas (1 juta atau kurang), penuhi dulu kebutuhan asuransi jiwanya.

T: Memangnya berapa kebutuhan asuransi jiwa?

J: Sederhananya, jika pencari nafkah meninggal dunia, uang pertanggungan yang diwariskan harus bisa menggantikan penghasilan yang biasanya dia berikan untuk keluarganya. Minimal untuk biaya hidup sekeluarga dan pendidikan anak-anak sampai mereka mandiri. Atau lebih minimal lagi, cukup jika dijadikan modal usaha untuk melanjutkan kehidupan ekonomi keluarga.

Misalnya, penghasilan 3 juta per bulan, anggaran asuransi 300 ribu per bulan. Untuk usia 30 tahun, standarnya mendapatkan UP 150 juta (ditambah ADDB, TPD, dan CI100 @150 juta). Jika dia meninggal, keluarganya memperoleh uang 150 juta. Uang ini mungkin tidak cukup kalau hanya dihabiskan begitu saja untuk biaya hidup tiap bulan sampai anak mandiri. Tapi kalau dijadikan modal usaha, hasilnya bisa lumayan dan dana pokoknya pun bisa berkembang.

Tapi kalau premi 300 ribu per bulan dimaksimalkan di manfaat meninggal, maka bisa memperoleh UP hingga 800 juta. Uang 800 juta, seandainya didepositokan saja dengan bunga 5% (40 juta per tahun), itu cukup untuk menggantikan penghasilan 3 juta per bulan.

Cuma kalau dimaksimalkan di manfaat meninggal, risiko penyakit kritis dan cacat tetap belum ditanggung.

T: Seberapa penting asuransi yang menanggung risiko cacat tetap (karena sakit ataupun kecelakaan) dan penyakit kritis? Apakah manfaat meninggal saja tidak cukup?

J: Pertama, manfaat meninggal saja akan cukup seandainya seseorang TIDAK MUNGKIN mengalami cacat tetap dan penyakit kritis. Kedua, risiko cacat tetap dan penyakit kritis bisa membuat seseorang tidak bisa bekerja, dan jika tidak bekerja, dia tidak akan memperoleh penghasilan. Jadi, bicara melindungi penghasilan keluarga, mengambil manfaat meninggal saja belum cukup.

T: Tentang risiko penyakit kritis, apakah tidak cukup dengan asuransi kesehatan saja?

J: Pertama, bicara penyakit kritis semacam kanker, jantung, stroke, gagal ginjal, jelas sekali ada kebutuhan biaya yang sangat besar, bisa ratusan juta sd miliaran. Asuransi kesehatan biasa saja tidak mungkin cukup. Kedua, di samping itu ada satu akibat lain yang sering ditimbulkan penyakit kritis, yaitu berkurangnya kemampuan bekerja, atau bahkan tidak bisa bekerja sama sekali, baik untuk sementara ataupun selamanya. Yang dibutuhkan di sini ialah sejumlah uang tunai (UP) untuk menggantikan penghasilan yang hilang karena tidak bisa bekerja.

 

sumber: https://myallisya.com/2014/12/16/jika-dana-terbatas-asuransi-apa-yang-harus-diambil-lebih-dulu/

Asuransi Jiwa: Cara Cepat Menyiapkan Warisan dengan Hasil Maksimal

Tahukah anda, asuransi jiwa bisa dipakai untuk mempersiapkan warisan? Malah asuransi jiwa adalah cara mempersiapkan warisan yang paling mudah, cepat, dan hasilnya besar.

Jika anda telah melewati umur 40 tahun, cek harta kekayaan anda, berapa jumlahnya. Dari jumlah itu, hitung berapa yang bisa diwariskan untuk anak-anak anda. Apakah mencapai 1 miliar? Jika sudah, tidakkah anda ingin menambahnya lagi? Siapa tahu di tengah jalan uang itu terpakai oleh anda untuk biaya berobat dsb, sebab semakin tua seseorang, semakin dekat ia dengan dokter dan obat-obatan.

Jika belum mencapai 1 miliar, atau malah jika belum ada sama sekali, tidakkah anda ingin memberikan warisan yang cukup besar untuk anak-keturunan anda, jika suatu saat anda dipanggil Yang Mahakuasa? Dengan warisan yang cukup besar itu, hidup mereka diharapkan dapat lebih baik daripada anda sendiri.

Di kala hidup, anda telah membesarkan dan mendidik mereka. Untuk itu saja mereka wajib berbakti dan memuliakan anda. Bayangkan betapa besar rasa terima kasih mereka kepada anda, orangtua mereka, jika setelah meninggal pun anda masih berbuat baik kepada mereka dengan meninggalkan sejumlah besar warisan yang berharga. Dengan begitu, doa-doa pun akan lebih tulus mereka hadiahkan untuk menyertai perjalanan anda di alam keabadian sana.

Sekarang mari kita berhitung lagi. Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk mengumpulkan 1 miliar? Jika anda berumur 40 tahun, anggaplah anda punya harapan hidup 25 tahun lagi (usia harapan hidup orang Indonesia sekitar 65 tahun). Dalam waktu 25 tahun itu, berapa yang harus anda kumpulkan tiap tahun untuk mencapai 1 miliar? Yaitu sekitar 40 juta setahun. Sanggupkah anda menyisihkan uang 40 juta setahun, atau sekitar 3,4 juta sebulan? Tarohlah anda sanggup. Maka pada usia 65, anda punya uang 1 miliar untuk anak-keturunan anda.

Bagaimana jika umur anda tidak mencapai 65? Berarti yang bisa diwariskan tak lebih sebesar uang yang berhasil anda kumpulkan.

Jika anda berumur 45 tahun, maka perkiraan waktu yang anda punya 20 tahun lagi, sehingga uang yang harus anda tabungkan lebih besar, yakni 50 juta setahun atau 4,2 juta sebulan.

Jika anda berumur 50 tahun, waktu anda sekitar 15 tahun, maka yang harus anda kumpulkan 67 juta setahun atau 5,6 juta sebulan.

Jika anda berumur 55 tahun, waktu anda sekitar 10 tahun, maka setoran anda 100 juta setahun atau 8,3 juta sebulan.

Jika anda berumur 60 tahun, mungkin waktu anda tinggal 5 tahun, maka yang harus anda tabung adalah 200 juta setahun atau 16,7 juta sebulan.

Apakah anda sanggup? Taruhlah anda sanggup, tapi jika ada cara yang lebih murah dan cepat dengan hasil besar, tidakkah anda mau mengambilnya?

Ya, cara cepat itu ada. Yaitu melalui asuransi jiwa. Asuransi jiwa yang berlaku seumur hidup.

Dengan asuransi jiwa, anda yang berumur 40 tahun cukup mengumpulkan uang tiap bulan 1,1 juta, atau per tahun 13,2 juta, maka uang 1 miliar sudah siap anda wariskan sejak pengajuan asuransi anda disetujui. Anda pun tak perlu mengumpulkan selama 25 tahun, melainkan cukup 10 tahun. Total yang anda keluarkan 132 juta, tapi yang anda wariskan 1 miliar plus. Plusnya adalah hasil investasi yang tersedia pada saat warisan dikeluarkan.

Jika anda berumur 45 tahun, maka yang anda kumpulkan cukup 1,5 juta per bulan.

Jika anda berumur 50 tahun, yang anda kumpulkan 2 juta per bulan.

Jika anda berumur 55 tahun, yang anda kumpulkan 3 juta per bulan.

Jika anda berumur 60 tahun, anda cukup menyetorkan 4 juta per bulan.

Dengan program ini, uang 1 miliar sudah anda miliki sejak bulan pertama, siap anda wariskan kapan pun kepada anak-keturunan anda.

Sekali lagi, bayangkan betapa besar rasa terima kasih mereka kepada anda, orangtua mereka, atas warisan yang mereka terima. Bayangkan doa-doa tulus yang akan mereka antarkan untuk menemani anda di alam sana.

Jika anda berumur cukup panjang, katakanlah sampai 70 tahun, 80 atau 90 tahun, uang 1 miliar itu tetap bisa anda wariskan. Malah anda dapat pula menikmati hasil investasi yang jumlahnya melebih total setoran anda, dan bisa jadi melebihi 1 miliar yang anda persiapkan untuk warisan. Hasil investasi ini dapat anda nikmati selagi hidup.

Tertarik?