Tag Archives: asuransi jiwa allianz

Menjadikan Polis Asuransi Jiwa Individu sebagai Jaminan Kredit atau Klausula Bank

pendekatan-dalam-penawaran-polis-8-638.jpg   

Jika anda mengajukan pinjaman ke bank, baik itu pinjaman untuk mencicil rumah (KPR), pinjaman untuk mencicil kendaraan (KKB), pinjaman usaha, dan pinjaman lainnya, anda diwajibkan memiliki asuransi jiwa dengan UP (uang pertanggungan) yang nilainya sama dengan nilai pinjaman.

Fungsi asuransi jiwa kredit ini adalah untuk melindungi pihak bank dari kerugian akibat gagal bayar yang mungkin terjadi jika peminjam meninggal dunia. Tapi sebetulnya terutama melindungi pihak peminjam, atau ahli warisnya, dari penyitaan aset (yang menjadi jaminan) yang akan dilakukan bank jika utang tidak dapat dilunasi karena peminjam meninggal dunia.

Untuk keperluan ini, pihak bank bekerja sama dengan perusahaan asuransi yang menjadi rekanannya akan menyediakan asuransi jiwa kredit yang preminya harus dibayar oleh peminjam saat akad kredit atau akan diperhitungkan dalam cicilan.

Tapi jika anda punya polis asuransi jiwa dengan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai kredit anda, anda bisa menjadikan polis asuransi jiwa anda itu sebagai banker’s clauseatau klausula bank untuk menjamin kredit anda. Dengan demikian, anda tidak perlu membeli asuransi jiwa kredit yang disertakan dalam pinjaman anda.

Hal tersebut sesuai pengalaman dari rekan saya bahwa pada bulan September – Oktober 2017 ini, beliau baru saja membantu seorang nasabah menjadikan polis asuransi jiwanya sebagai banker’s clause di bank tempat dia mengajukan kredit. Nasabah punya polis asuransi jiwa dengan UP 850 juta, sedangkan nilai pinjamannya 750 juta. (baca: menjadikan-polis-asuransi-jiwa-individu-sebagai-banker-clause/)

Dengan adanya klausula bank, maka jika anda meninggal dunia, perusahaan asuransi akan terlebih dahulu membayarkan UP ke pihak bank untuk melunasi sisa pinjaman anda, dan jika ada sisanya barulah diserahkan ke ahli waris anda.

Cara Mengajukan Permohonan Banker’s Clause

Klausula bank dapat diterapkan ke polis baru maupun polis lama yang sudah dimiliki.

Cara mengajukan permohonan klausula bank dengan membuat surat yang intinya meminta perusahaan asuransi untuk menjadikan polis asuransi jiwa anda sebagai klausula bank. Sebutkan nama bank dan alamat bank tempat anda meminjam uang. Surat harus ditandatangani oleh anda sebagai tertanggung/pemegang polis, pejabat bank, dan ahli waris atau penerima manfaat dari polis anda.

Ahli waris harus ikut tanda tangan karena UP yang menjadi hak mereka akan berkurang dengan adanya perubahan polis ini.

Jika polis baru akan diambil bersamaan dengan pengajuan kredit, maka form permohonan klausula bank dilampirkan bersama SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa).

Jika polis sudah lama, selain surat permohonan banker’s clause, sertakan juga Form Perubahan Polis Non-Financial yang menerangkan penerima manfaat diprioritaskan ke bank.

Contoh surat permohonan klausula bank:

Surat permohonan Banker Clause

Dan berikut adalah hasilnya.

Banker Clause

Seperti terlihat pada lembar Klausula Bank di atas, produk asuransi jiwa yang diambil nasabah adalah Allisya Protection Plus. Ini adalah produk asuransi jiwa jenis unit-link, yang memberikan perlindungan dari risiko meninggal dunia sampai tertanggung berusia 100 tahun.

Produk ini disebut juga Tapro (Tanggung Problem), karena akan membantu pemiliknya menanggung problem-problem keuangan yang mungkin timbul jika dia mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.

Selengkapnya tentang Tapro, bisa dibaca di “Allisya Protection Plus”.

Jika anda berminat menjadikan polis asuransi jiwa anda sebagai jaminan kredit, jangan lupa hak ahli waris anda akan berkurang. Jadi, hitung kembali nilai UP jiwa anda agar sesuai dengan rencana semula.

 

Untuk konsultasi mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Natanael (Agen Asuransi Allianz- Bisnis Eksekutive ASN) – tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA: 0811-343-6830 | Email: natanael.allianz@gmail.com 

Advertisements

Term Life (Rider), Apa Manfaatnya?

termlife.pngApakah jumlah santunan jiwa yang telah Anda siapkan sebagai pengganti nafkah yang hilang akan tetap bernilai terhadap inflasi, dan dapat mencukupi keluarga yang kita cintai di masa depan?

Dengan asuransi tambahan (rider) Term Life,  keluarga tercinta sebagai ahli waris akan mendapatkan tambahan santunan jiwa jika tertanggung sebagai pencari nafkah meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan.

Apa Manfaatnya:

santunan jiwa tambahan.png

Syarat dan Ketentuan:

  • Usia masuk: 1 – 69 tahun.
  • Maksimum usia perlindungan: 85 tahun.
  • Jumlah santunan: Minimum 20 Juta hingga maksimum tidak terbatas (dapat melebihi nilai santunan jiwa dasar) dengan mengikuti ketentuan underwriting.
  • Pengecualian berlaku sesuai syarat & ketentuan dalam polis.
  • Tersedia dalam versi non syariah & syariah.

Pilihan Masa Perlindungan:

pilihan

Mengukur Nilai Perlindungan:

nilai santunan.png

Apa yang harus kita miliki untuk dapat rider Term Life?

Anda terlebih dahulu harus memiliki produk asuransi jiwa yang disediakan oleh Asuransi Allianz Life Indonesia sebagai polis dasar Anda.

> Lihat Produk Non Syariah

Lihat Produk Syariah

Sumber: www.allianz.co.id/produk/asuransi-jiwa/term-life

Info lebih detail hubungi Natanael HP/WA 0811-3436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Produk yang Menanggung Sekaligus Rawat Inap, Rawat Jalan, dan Asuransi Jiwa

Saya ingin membagikan informasi dari myallisya.com/2017/12/21. Karena cerita tersebut juga saya alami. Saya pernah ditanya teman, dia mencari asuransi yang bisa menanggung rawat inap, rawat jalan dan asuransi jiwa yang ada UP-nya. Di artikel tersebut dijelaskan bahwa produk yang menanggung sekaligus rawat inap, rawat jalan, dan asuransi jiwa tidak tersedia di asuransi Allianz.

Produk yang tersedia adalah:

  •  Asuransi jiwa + rawat inap (tanpa rawat jalan). Nama produk Tapro Allisya Protection Plus.
  • Asuransi rawat inap + rawat jalan (tanpa asuransi jiwa). Nama produk Allisya Care. Selain itu ada juga Smartmed Premier dan Maxi Violet.

Di artikel tersebut dijelaskan bahwa anggaran premi bapak A adalah 300 ribu per bulan, maka manfaat yang bisa diambilnya hanyalah asuransi jiwa dengan UP 150 juta. Dan jika ingin ditambah rawat inap (rider HSC+), maka premi harus dinaikkan jadi minimal 500 ribu per bulan, dan mendapatkan rider HSC+ plan kamar 350rb.

Ilustrasi bisa dilihat di bawah ini;

Konsultasi asuransi 1 Ilustrasi

Dan rincian manfaat rawat inap rider HSC+ plan 350 bisa dilihat pada tabel bawah:

Konsultasi asuransi 1 Ilustrasi 2

Di artikel tersebut tidak membuatkan ilustrasi untuk produk asuransi rawat inap + rawat jalan, karena preminya harus tahunan, tidak sesuai dengan anggaran.

Tapi sebagai informasi, jika menggunakan produk Allisya Care dengan manfaat rawat inap + rawat jalan (tanpa asuransi jiwa), plan 350, preminya adalah 5.269.000 setahun.

Konsultasi asuransi 1 Ilustrasi 3

Seperti terlihat pada gambar di atas, premi untuk rawat inapnya sendiri 2,308 juta setahun, dan untuk rawat jalannya 2,925 juta setahun. Premi rawat jalan lebih mahal, sedangkan manfaatnya tak seberapa. Tabel manfaat rawat jalan plan D (350) bisa dilihat di bawah ini:

Konsultasi asuransi 1 Ilustrasi 4

Di artikel tersebut dijelaskan bahwa konsultasi dokter umum dibatasi 75 ribu per kunjungan, maks 30 kunjungan per tahun. Konsultasi dokter spesialis 150 ribu per kunjungan, maks 10 kunjungan per tahun. Dan untuk obat-obatan dibatasi 3 juta per tahun. Padahal preminya sendiri hampir 3 juta per tahun.

Selain itu, untuk rawat jalan ada co-share 20%. Co-share artinya berbagi risiko. Artinya, pihak asuransi mengganti sebanyak 80% biaya, dan 20% harus ditanggung nasabah. Contoh, biaya obat habis 1 juta, maka yang diganti pihak asuransi adalah 800 ribu. Sisanya 200 ribu menjadi tanggungan nasabah.

Manfaat rawat jalan pada Allisya Care hanya bisa diklaim menggunakan sistem reimbursement (bayar dulu, lalu ajukan klaim). Produk rawat jalan yang bisa cashless hanya Smartmed Premier.

Secara umum, dengan membandingkan premi dan manfaatnya, serta kebutuhan biayanya yang tidak besar, saya tidak sarankan ambil rawat jalan. (Baca juga: Rawat Jalan Itu Tidak Perlu Pakai Asuransi)

Risiko yang memerlukan asuransi hanya 4, disingkat R-S-C-M, yaitu Rawat inap, Sakit kritis, Cacat tetap, dan Meninggal dunia.

Keempatnya membutuhkan biaya yang lumayan besar hingga sangat besar, bahkan bisa menimbulkan hilangnya sumber penghasilan.

Demikian.

Untuk konsultasi mengenai asuransi dan produk-produk asuransi dari Allianz, silakan menghubungi saya:

Natanael (Bisnis Eksekutif ASN_)

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

sumber: https://myallisya.com/2017/12/21/mohon-informasi-mengenai-asuransi-rawat-inap-rawat-jalan-dan-ada-asuransi-jiwanya/#more-12203

Tidak Semua Asuransi Kesehatan yang Berani Cover Sakit Berikut Ini

Asal kita sebelum ikut asuransi belum terkena sakit di bawah ini, asuransi pasti mengcover biayanya.

Allianz Life memberi santunan secara cash (uang cash) jika anda terkena sakit di bawah ini, namun syaratnya sebelum daftar polis harus belum terdeteksi sakit ini. Unik memang, dan kalau ada orang yang beranggapan, kok asuransi ingin enaknya saja ya, gak mau mencover sakit saya yang sudah ada. Kalau ada orang yang sehat, mana ada yang sadar dan mau beli polis asuransi.

Memang demikian asuransi. Asuransi tidak menanggung biaya sakit yang sudah kita alami sebelumnya. Juga tidak menanggung biaya kelahiran jika si pemegang polis sebelum daftar polis sudah hamil. Karena asuransi menanggung hal yang tiba-tiba terjadi dan tidak dapat kita rencanakan sebelumnya.

49 PENYAKIT KRITIS yang dicover ALLIANZ sebagai berikut:

1. Serangan Jantung Pertama
2. Stroke
3. Operasi Jantung Koroner
4. Operasi Penggantian Katup Jantung
5. Kanker
6. Gagal Ginjal
7. Kelumpuhan
8. Multiple Sclerosis
9. Transplantasi Organ Vital Tubuh
10. Penyakit Alzheimer/Gangguan Otak Organik Degeneratif yang tidak dapat pulih kembali.
11. Koma
12. Penyakit Parkinson
13. Terminal Illness
14. Penyakit Paru-paru Kronis/Tahap Akhir
15. Penyakit Hati Kronis
16. Penyakit Motor Neuron
17. Muscular Dystrophy
18. Anemia Aplastis
19. Operasi Pembuluh Aorta
20. Hepatitis Fulminant
21. Pulmonary Arterial Hypertension Primer
22. Meningitis Bakteri
23. Tumor Otak Jinak
24. Radang Otak
25. Luka Bakar
26. Poliomyelitis
27. Trauma Kepala Serius
28. Apallic Syndrome
29. Penyakit Jantung Koroner Lain Yang Serius
30. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner
31. Lupus Eritematosus Sistemik (Systemic Lupus Erythematosus)
32. HIV Yang didapatkan melalui Transfusi Darah dan Pekerjaan
33. Tuli (Hilangnya fungsi Indra pendengaran)
34. Bisu (Kehilangan Kemampuan Bicara)
35. Kebutaan
36. Skleroderma progresif
37. Penyakit Kista Medullary
38. Cardiomyopathy
39. Aneurisma Pembuluh Darah Otak Yang Mensyaratkan Pembedahan
40. Terputusnya Akar -Akar Syaraf Plexus Brachialis
41. Stroke Yang Memerlukan Operasi Arteri Carotid
42. Operasi Scoliosis Idiopatik
43. Pankreatitis Menahun Yang Berulang
44. Penyakit Kaki Gajah Kronis
45. Hilangnya Kemandirian Hidup
46. Kematian Selaput Otot atau Jaringan (Gangrene)
47. Rheumatoid Arthritis Berat
48. Colitis Ulterative Berat (Cronh’s disease)
49. Penyakit Kawasaki Yang Mengakibatkan Komplikasi Pada Jantung

  • Info Lebih Detail atau ingin tahu berapa premi anda dengan santunan sakit kritis Rp 1 Milyar Hubungi:
  • Agen Asuransi Allianz Natanael, HP/WA 08113436830
  • Domisili Surabaya dan Sidoarjo.