Tag Archives: asuransi kesehatan

Jika Saudara Sakit, Seberapa Besar Kita Bisa Membantu?

Memulai tulisan ini saya akan bertanya, seandainya saudara sakit dan dia meminjam uang kepada anda, berapa yang sanggup anda bantu?

Jika anda sudah membantu, tapi ternyata saudara anda sakitnya cukup berat sehingga butuh uang sebesar Rp 100 juta dan dia kembali meminjam uang kepada anda, apakah anda sanggup membantu dengan memberi pinjaman Rp 100 Juta?

Bagaimana jika yang sakit berat itu menimpa kita atau keluarga kita sendiri, apakah kita akan meminta bantuan uang (entah sedekah atau pinjaman) kepada saudara-saudara kita? Apakah yakin kalau mereka akan memberikan bantuan uang kepada kita? Seberapa besar bantuan yang bisa mereka berikan?

Pertanyaan-pertanyaan ini sulit dijawab. Seberat kita membantu mereka dalam hal keuangan, biasanya seberat itu pula mereka membantu kita.

Tapi saya punya solusi bagi anda dan saudara-saudara anda, supaya masalah bantu-membantu dalam urusan yang sensitif (baca: pinjam-meminjam uang) ini tidak perlu terjadi, yaitu:  milikilah asuransi yang tepat.

Untuk risiko sakit yang memerlukan rawat inap, milikilah asuransi kesehatan.

Untuk risiko sakit yang berat (contoh: kanker, jantung, stroke, gagal ginjal), selain asuransi kesehatan, miliki jugalah asuransi penyakit kritis.

Selain memiliki asuransi yang tepat, besarnya manfaat atau uang pertanggungannya atau uang santunan tunai pun harus cukup besar, bukan asal ada. Berapa kecukupannya, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anda membayar premi.

Sebagai gambaran, seorang yang terkena sakit kritis semacam kanker, dia membutuhkan uang hingga miliaran rupiah.

biaya-chrisye

Jadi, sebisa mungkin anda juga punya uang pertanggungan penyakit kritis sebesar 1 miliar.

Lalu siapa saja yang harus punya asuransi?

Jika anda khawatir dan akan kerepotan jika dipinjami uang oleh saudara-saudara anda, berarti saudara-saudara anda harus punya asuransi. Begitu pula keluarga dari saudara-saudara anda.

Tentunya saudara-saudara anda pun akan kerepotan jika dipinjami uang oleh anda, jadi anda dan keluarga anda pun harus punya asuransi.

Intinya, semua orang perlu punya asuransi. Anda, pasangan, anak, orangtua, saudara, kerabat dekat dan jauh, tetangga, teman-teman, rekan kerja. Mereka semua sangat mungkin akan menghubungi anda ketika membutuhkan uang.

Setuju?

Jika ya, sampaikan kabar baik ini kepada semua orang. []

(Artikel diambil dari https://myallisya.com/2017/10/06/)

 

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS dan pendaftaran polis hubungi saya:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Advertisements

Mengenal Macam-macam Limit pada Asuransi Kesehatan

Semua produk asuransi kesehatan ada limitnya. Limit adalah batasan manfaat yang diterima nasabah. Selama tagihan rumah sakit masih di bawah atau sama dengan angka yang tertera pada limit, peserta dapat pulang dari RS tanpa perlu membayar biaya tambahan. Tapi jika tagihan RS lebih besar dari limit, maka selisihnya harus dilunasi oleh peserta sebelum pulang dari RS.

Berikut dijelaskan beberapa macam limit yang dikenal dalam produk asuransi kesehatan, yaitu inner limityearly limit, limit kamar, limit per periode rawat inap, limit per ketidakmampuan, dan limit seumur hidup.

  1. Inner limit

Inner limit artinya limit per item dalam tabel manfaat. Selama tagihan RS untuk item-item manfaat tersebut tidak melebihi limit, maka peserta tidak perlu membayar biaya tambahan. Lebih jelasnya lihat contoh tabel manfaat di bawah ini (angka hanya sekadar contoh, tidak mewakili produk dari asuransi mana pun):

Kamar 500.000
ICU 1.000.000
Kunjungan dokter yang merawat 200.000
Konsultasi dokter spesialis 300.000
Pembedahan 80.000.000
Biaya lain-lain (obat-obatan) 10.00.000

Di Allianz, produk askes yang menggunakan inner limit adalah Allisya CareMaxi Violet, dan rider HSC+ di unit-link Tapro.

Produk asuransi kesehatan ada juga yang tidak menggunakan inner limit. Artinya, item-item manfaat yang tertera di tabel akan dibayar sesuai tagihan RS (as charge). Contohnya pada tabel di bawah ini:

Kamar 500.000
ICU Sesuai tagihan
Kunjungan dokter yang merawat Sesuai tagihan
Konsultasi dokter spesialis Sesuai tagihan
Pembedahan Sesuai tagihan
Biaya lain-lain (obat-obatan) Sesuai tagihan

Di Allianz, produk askes yang tidak menggunakan inner limit alias membayar klaim sesuai tagihan adalah SmartMed Premier.

  1. Yearly limit (Limit Tahunan)

Yearly limit artinya batasan manfaat yang diterima dalam setahun. Jika tagihan RS dalam satu tahun belum melebihi yearly limit, maka pihak asuransi akan membayar semua dengan memperhatikan limit-limit lainnya. Jika tagihan RS sudah melewati yearly limit, maka selisihnya harus dibayar oleh peserta.

Yearly limit bisa terdapat pada askes yang memiliki inner limit, dan ada pula yang digabungkan pada askes tanpa inner limit.

Di bawah ini contoh tabel manfaat askes yang menggunakan yearly limit sekaligus inner limit.

Kamar 500.000
ICU 1.000.000
Kunjungan dokter yang merawat 200.000
Konsultasi dokter spesialis 300.000
Pembedahan 80.000.000
Biaya lain-lain (obat-obatan) 10.000.000
LIMIT TAHUNAN 250.000.000

Di Allianz, TIDAK TERSEDIA produk askes yang menggunakan inner limit sekaligus yearly limit.

Yearly limit terdapat juga pada askes tanpa inner limit (sesuai tagihan), seperti contoh di bawah:

Kamar 500.000
ICU Sesuai tagihan
Kunjungan dokter yang merawat Sesuai tagihan
Konsultasi dokter spesialis Sesuai tagihan
Pembedahan Sesuai tagihan
Biaya lain-lain (obat-obatan) Sesuai tagihan
LIMIT TAHUNAN 6.000.000.000

Di Allianz, SmartMed Premier tegolong produk askes tanpa inner limit dengan yearly limit. Limit tahunan pada SmartMed Premier adalah 6 miliar. Artinya, berapa pun biaya tagihan RS, akan dibayar penuh oleh Allianz selama tidak melebih 6 miliar dalam satu tahun.

Selain itu, asuransi kesehatan ada pula yang tidak menggunakan yearly limit. Artinya, berapa pun jumlah tagihan dalam setahun, akan dibayar penuh selama tidak melebihi jenis limit lainnya.

Contohnya pada tabel di bawah ini:

Kamar 500.000
ICU 1.000.000
Kunjungan dokter yang merawat 200.000
Konsultasi dokter spesialis 300.000
Pembedahan 80.000.000
Biaya lain-lain (obat-obatan) 10.000.000
LIMIT TAHUNAN Tidak terbatas

Tabel di atas menggambarkan manfaat askes tanpa yearly limit namun menggunakan inner limit.

Di Allianz, produk askes tanpa yearly limit namun dengan inner limit adalah Allisya Care, Maxi Violet, dan rider HSC+ di unit-link Tapro.

Sementara itu, sependek pengetahuan penulis, di perusahaan asuransi mana pun tidak ada produk askes yang tanpa inner limit sekaligus tanpa yearly limit.

Limit tahunan juga dapat dilihat pada batasan jumlah hari dalam setahun, seperti pada tabel berikut:

Kamar Per hari, maks 180 hari per tahun 500.000
ICU Per hari, maks 30 hari per tahun 1.000.000
Kunjungan dokter yang merawat Per hari 200.000
Konsultasi dokter spesialis Per hari 300.000
Pembedahan Per periode rawat inap 80.000.000
Biaya lain-lain (obat-obatan) Per periode rawat inap 10.00.000
Limit tahunan Tidak terbatas

Pada tabel di atas, pemakaian kamar dibatasi 180 hari dalam setahun, dan untuk kamar ICU dibatasi 30 hari dalam setahun. Jika lamanya perawatan melebihi 180 hari atau 30 hari untuk ICU, maka selisihnya dibayar sendiri oleh peserta.

  1. Limit Kamar

Limit kamar menjadi dasar penentuan plan pada semua produk askes. Limit kamar ada yang berdasarkan harga kamar per hari, ada juga yang berdasarkan kelas kamar di rumah sakit.

Limit berdasarkan harga kamar misalnya harga kamar 100 ribu, 500 ribu, 1 juta, 2 juta, dan sebagainya. Di Allianz, semua produk asuransi kesehatan yang disediakan mendasarkan limit kamarnya pada harga kamar.

Limit kamar berdasarkan kelas kamar misalnya kelas 1, kelas 2, kelas 3. Contohnya program JKN dari BPJS. Ada juga yang berdasarkan jumlah orang per kamar, misalnya kelas kamar 1 orang, kelas kamar 2 orang.

Limit kamar ini mengandung konsekuensi ekses klaim jika peserta menempati kamar yang harganya di atas plan.

Untuk askes yang menggunakan inner limit, ekses klaimnya terbatas pada selisih harga kamar, sedangkan untuk manfaat lainnya tetap sesuai limit pada plan yang diambil.

Untuk askes yang tanpa inner limit (sesuai tagihan), ketentuannya berbeda-beda. Penulis menemukan setidaknya tiga jenis ketentuan:

  1. Ada yang berlaku prorata (proporsional) dengan memperhatikan batas tahunan. Misalnya plan 500 ribu, tapi peserta menempati kamar yang harganya 800 ribu per hari. Maka biaya yang diganti perusahaan asuransi adalah 500/800 dikalikan total tagihan, sedangkan peserta harus membayar sebesar 300/800 dikalikan total tagihan.
  2. Ada yang tetap ditanggung sesuai tagihan dengan memperhatikan batas tahunan, dan peserta hanya membayar selisih kamar saja.
  3. Ada yang berlaku inner limit. Contohnya SmartMed Premier.

 

  1. Limit Per Periode Rawat Inap

Lihat contoh berikut:

Kamar Per hari, maks 180 hari per tahun 500.000
ICU Per hari, maks 30 hari per tahun 1.000.000
Kunjungan dokter yang merawat Per hari 200.000
Konsultasi dokter spesialis Per hari 300.000
Pembedahan Per periode rawat inap 80.000.000
Biaya lain-lain (obat-obatan) Per periode rawat inap 10.00.000
Limit tahunan Tidak terbatas

 

Pada tabel di atas, manfaat pembedahan dan biaya lain-lain menggunakan satuan per periode rawat inap (dicetak tebal). Artinya, nilai 80 juta untuk pembedahan dan 10 juta untuk biaya lain-lain berlaku untuk satu periode rawat inap. Jika periode rawat inapnya berbeda, maka limitnya pulih lagi.

Semua produk askes dari Allianz menggunakan satuan per periode rawat inap. Pengertian per periode rawat inap adalah dihitung dari tanggal masuk RS sampai dengan 30 hari dari tanggal keluar RS, dan ini berlaku untuk penyakit yang sama. Jika penyakitnya berbeda, maka tidak perlu menunggu 30 hari.

Contoh: A dirawat karena DBD tanggal 5 sd 10 Maret 2015. Jika pada tanggal 25 Maret 2015 si A masuk RS lagi karena penyakit DBD, maka limitnya meneruskan sisa pemakaian sebelumnya (belum 30 hari, masih dihitung satu periode rawat inap). Jika si A masuk RS lagi tanggal 11 April karena DBD, maka limitnya pulih lagi dari awal (dihitung beda periode rawat inap). Dan jika si A masuk RS tanggal 25 Maret 2015 karena penyakit yang berbeda, misalnya keracunan makanan, limitnya pun pulih lagi dari awal.

 

  1. Limit Per Ketidakmampuan

Lihat contoh berikut:

Kamar Per hari, maks 180 hari per tahun 500.000
ICU Per hari, maks 30 hari per tahun 1.000.000
Kunjungan dokter yang merawat Per hari 200.000
Konsultasi dokter spesialis Per hari 300.000
Pembedahan Per ketidakmampuan 80.000.000
Biaya lain-lain (obat-obatan) Per ketidakmampuan 10.00.000
Limit tahunan 250.000.000

 

Pada tabel di atas, manfaat pembedahan dan biaya lain-lain menggunakan satuan per ketidakmampuan. Per ketidakmampuan artinya per penyakit atau per kondisi. Dengan kata lain, nilai 80 juta untuk pembedahan dan 10 juta untuk biaya lain-lain berlaku untuk satu penyakit per tahun.

Contoh: A dirawat karena DBD tanggal 5 sd 10 Maret 2015. Ulang tahun polis misalnya 1 Desember 2015. Jika si A dirawat lagi karena DBD sebelum 1 Desember 2015, maka limitnya meneruskan sisa pemakaian sebelumnya. Misal pada perawatan sebelumnya, manfaat obat-obatan telah dipakai sebesar 5 juta, maka pada perawatan selanjutnya karena DBD, limit obat-obatan tinggal 3 juta. Tapi jika si A dirawat karena penyakit yang berbeda, limitnya pulih lagi dari awal (8 juta lagi untuk obat-obatan).

Di Allianz, tidak ada produk asuransi kesehatan yang menggunakan limit per ketidakmampuan.

 

  1. Limit Seumur Hidup

Lihat contoh berikut:

Kamar Per hari, maks 180 hari per tahun 500.000
ICU Per hari, maks 30 hari per tahun Sesuai tagihan
Kunjungan dokter yang merawat Per hari Sesuai tagihan
Konsultasi dokter spesialis Per hari Sesuai tagihan
Pembedahan Per ketidakmampuan Sesuai tagihan
Biaya lain-lain (obat-obatan) Per ketidakmampuan Sesuai tagihan
Limit tahunan 250.000.000
LIMIT SEUMUR HIDUP   750.000.000

 

Limit seumur hidup artinya batasan manfaat dalam seumur hidup. Setiap pemanfaatan klaim akan dihitung dan diakumulasi tiap tahun hingga menembus angka limit seumur hidup yang ditetapkan. Jika sudah melewati limit tsb, maka manfaat askes berakhir dan tidak bisa diperpanjang lagi.

Sangat jarang askes yang menggunakan limit seumur hidup.

Sumber mengenal-macam-macam-limit-pada-asuransi-kesehatan/

 

Ingin mendaftar asuransi kesehatan Allianz? Segera hubungi:

Natanael, Agen Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Tinjauan Dua Pilihan Produk Asuransi Kesehatan Syariah dari Allianz

“Pak, di Allianz ada produk asuransi kesehatan?” tanya seseorang lewat telepon.

“Tentu saja, ada, ingin asuransi kesehatan yang bagaimana?” saya balik bertanya.

“Mau asuransi kesehatan yang murni atau unit-link?” Tanya saya.

“Asuransi kesehatan yang murni nama produknya Allisya Care, tanpa investasi, bayar preminya tahunan saja, dan bisa menyertakan anggota keluarga dalam satu polis. Sedangkan asuransi kesehatan yang unit-link nama produknya Hospital and Surgical Care + (HSC+), rider pada unit-link Tapro Allisya Protection Plus, ada investasinya, ada asuransi jiwanya, bayar preminya bisa bulanan, dan satu polis hanya bisa untuk satu orang. ”

“Berapa preminya?” Ini pertanyaan yang lazim diajukan calon nasabah. Sayangnya pertanyaan ini tidak bisa dijawab langsung dengan angka.

“Premi tergantung usia, jenis kelamin, dan plan kamar yang diambil.” Masih ada beberapa faktor lain yang memengaruhi premi, tapi biar saya sampaikan yang pokok dulu.

Calon nasabah yang sudah mengerti akan mengajukan pertanyaan yang lebih terarah. “Berapa preminya jika saya ambil Tapro Allisya dengan rider HSC plan kamar 1 juta, usia 35 tahun, laki-laki, tidak merokok, pekerjaan manager?”

Untuk pertanyaan ini jawabannya yakni, misal: “Preminya 1 juta per bulan.” Ini dengan asumsi calon nasabah hanya meminta rider HSC plan 1 juta dengan UP jiwa yang minimal dan tanpa rider lain.

Demikian pula jika yang ditanyakan calon nasabah adalah produk Allisya Care: “Berapa preminya per tahun jika saya ambil plan H (kamar 1 juta), untuk saya usia 35 tahun dan istri usia 34 tahun?” Dengan mudah saya tinggal menghitung di aplikasi dan menjawab, “Preminya 9.702.250 setahun untuk berdua.” Jika dia minta ilustrasi, tinggal saya kirim via email.

“Apakah asuransi ini bisa untuk rawat jalan?” Kadang ditambah dengan rawat gigi dan persalinan.

Jawaban saya “Belum”. Rawat jalan yang tersedia hanya jika berkaitan dengan rawat inap, misalnya sebelum dan sesudah rawat inap, atau jika disebabkan kecelakaan.

“Bagaimana jika ingin ditambah rawat jalan?”

Untuk Allisya Care, jika ingin ditambah rawat jalan, preminya nambah lagi, dan tambahannya lebih besar daripada premi rawat inap untuk plan yang sama. Tidak disarankan. Sedangkan untuk rider HSC+, tidak bisa ditambahkan rawat jalan.

Berikut ini adalah penjelasan yang lebih detail tentang dua produk asuransi kesehatan syariah yang tersedia di Allianz Life Indonesia.

1. Allisya Care

Allisya Care adalah asuransi kesehatan murni tanpa investasi, berdiri sendiri (stand-alone), dengan akad sesuai syariah. Allisya Care memberikan manfaat rawat inap yang lengkap meliputi kamar, ICU, konsultasi dokter umum dan spesialis, obat-obatan, pembedahan, sebelum dan sesudah rawat inap, ambulans, rawat jalan dan gigi darurat karena kecelakaan, dan sedikit manfaat kematian.

Skema klaimnya bersifat indemnity, yaitu memberikan penggantian biaya rumah sakit dengan batas sesuai plafon yang diberikan dalam tabel manfaat. Jika biaya yang dikenakan rumah sakit lebih besar dari plafon, nasabah harus membayar kekurangannya secara tunai sebelum pulang dari RS.

Kontrak Allisya Care berjangka tahunan dan dapat diperpanjang tiap tahun sampai usia 70 tahun. Preminya tergantung usia dan jenis kelamin, naik per lima tahun sesuai tabel premi.

Alisya Care dapat diambil untuk satu orang, dapat juga menyertakan anggota keluarga dalam satu polis.

Manfaat rawat inap yang ditanggung Allisya Care dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat Rawat Inap

Sedangkan tabel preminya bisa dilihat di bawah ini:

Tabel Premi Allisya Care

Sebagai contoh, jika seorang wanita usia 32 tahun mengambil paket rawat inap plan D, dia cukup membayar premi 2.046.000 setahun, ditambah administrasi dan meterai 36 ribu, total 2.082.000 setahun.

Jika pesertanya sekeluarga, maka preminya dihitung per orang sesuai usianya, lalu ditambahkan dan dipotong diskon keluarga 5%. Misalnya ada 4 peserta dan mereka ambil plan E (kamar 500rb), maka:

  1. Suami usia 35 tahun. Premi 2.516.000
  2. Istri usia 33 tahun. Premi 2.812.000
  3. Anak pertama perempuan usia 7 tahun. Premi 2.245.000
  4. Anak kedua laki-laki usia 5 tahun. Premi 2.245.000

Total premi untuk 4 orang: 9.818.000.

Dipotong diskon keluarga 5% (490.900): 9.327.100

Ditambah admin dan meterai 36.000, maka premi yang harus dibayar adalah 9.363.100 setahun.

Premi Allisya Care hanya bisa tahunan, tidak bisa bulanan, atau triwulanan, atau semesteran.

Selengkapnya mengenai Allisya Care, silakan dibaca di SINI.

2. Rider HSC+ (Hospital and Surgical Care +)

HSC+ memiliki manfaat yang mirip dengan Allisya Care, dengan beberapa tambahan. Secara umum, rincian manfaat dan plafonnya sama. Perbedaannya, HSC+ dilengkapi manfaat kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi. Selain itu, HSC+ menyediakan plan kamar di atas 1 juta dan maksimal kamar 2 juta per hari.

Ketentuan umum HSC+ mengikuti ketentuan umum produk Tapro. Cara bayar bisa bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan.

Berbeda dengan Allisya Care, Maxi Violet, dan SmartMed Premier yang dapat menyertakan anggota keluarga dalam satu polis, HSC+ hanya bisa satu orang dalam satu polis.

Rincian manfaat HSC+ bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat HSC

Mengenai preminya, rider HSC+ tidak memiliki tabel premi, karena tergantung juga pada besarnya UP dasar dan rider lainnya.

Sebagai gambaran, premi 1 juta per bulan bisa mendapatkan manfaat rider HSC+ plan kamar 1 juta, untuk pria-wanita usia 50 tahun ke bawah.

Ilustrasi HSC+ usia 50

Tabel manfaat rider HSC+ plan 1000 bisa dilihat di bawah ini:

Tabel Manfaat HSC+ Plan 1jt

Selengkapnya mengenai rider HSC+ bisa dibuka di SINI.

Perbedaan dan Persamaan antara Allisya Care dan Rider HSC+

Keterangan Allisya Care Rider HSC+
Jenis produk Asuransi murni, berdiri sendiri Rider pada unit-link Tapro Allisya
Kontrak Tahunan, bergaransi perpanjangan Mengikuti produk dasar
Polis keluarga Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis untuk satu orang
Usia masuk 15 hari sd 60 tahun 30 hari sd 60 tahun
Masa perlindungan Sd usia 70 tahun Sd usia 70 tahun
Manfaat khusus Tidak ada Kemoterapi, Dialisis, Fisioterapi
Rider Rawat jalan, Rawat gigi, Persalinan, Santunan harian Tidak ada
Masa tunggu penyakit biasa Tidak ada masa tunggu Masa tunggu 30 hari
Masa tunggu penyakit khusus 12 bulan 12 bulan
Pre-existing diseases Dikecualikan selamanya Dikecualikan selamanya
Periode pembayaran premi Tahunan Bisa bulanan, triwulanan, semesteran, tahunan, mengikuti produk dasar
Plan kamar 100 ribu sd 1 juta 100 ribu sd 2 juta
Inner limit Ada Ada
Fasilitas kartu cashless Ada Ada
Jaringan rumah sakit Admedika-Individu Admedika-Individu

Sumber: 2-pilihan-produk-asuransi-kesehatan-syariah-dari-allianz/

Untuk pembuatan ilustrasi, silakan menghubungi:

Natanael, Agen Allianz Indonesia

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Mengenal Gejala dan Jenis Penyakit Paru-Paru Basah

gejala paru

(sumber: cantik.tempo.co/ 20/12/2016)

Terkena sakit paru-paru membuat kita tidak dapat melakukan aktifitas kerja seperti biasa. Bagi sistem pernapasan, paru-paru merupakan organ yang penting sehingga kita wajib menjaga agar organ tersebut berfungsi secara normal.  Penyebabnya misalnya, polusi udara, naiknya asam lambung, atau bau asap sampah dan beberapa hal lainnya.

waspadai-7-tanda-paru-paru-yang-bermasalah

(Sumber: merdeka.com/27/01/ 2014)

Jika penyakit paru-paru menyerang. kita harus cepat mengatasinya. Sayangnya banyak orang tidak mengenal, apakah yang menyerangnya itu penyakit paru-paru. Coba perhatikan beberapa gejala paru-paru bermasalah berikut ini

  • 1. Mengalami Napas Pendek

    Jika Anda mulai merasakan bahwa pernapasan Anda tidak bisa panjang alias pendek-pendek, hal ini bukan hanya sekadar faktor usia yang menua. Bisa jadi napas pendek-pendek tersebut adalah gejala dari sakit paru-paru seperti COPD atau yang juga dikenal dengan nama Chronic Obstructive Pulmonary Disease. Saat napas pendek-pendek terjadi, maka penderita biasanya akan mengurangi aktivitas dan memilih untuk banyak beristirahat.

    2. Pusing yang Dialami Setiap Pagi

    Paru-paru yang bermasalah salah satu gejalanya adalah mengalami sakit kepala yang terjadi khususnya setiap pagi tepat setelah bangun tidur. Hal ini bisa terjadi ketika pernapasan Anda tidak bisa dilakukan secara dalam-dalam saat sedang tidur. Gejala ini ada hubungannya dengan gejala yang pertama disebutkan, napas pendek-pendek.

    3. Kesulitan Tidur

    Sulit tidur juga bisa menjadi gejala paru-paru yang bermasalah, apalagi bila Anda terlalu sering menumpuk bantal dengan tujuan supaya dapat menambah kenyamanan untuk bernapas. Beberapa orang yang mengalami kesulitan tidur karena pernapasan terganggu pun akan memilih tidur di kursi supaya lebih baik. Ketika Anda memutuskan untuk tidur telentang dengan tidak memakai bantal dan dengan posisi lurus, maka hal ini akan membuat kinerja paru-paru menjadi lebih keras.

    4. Bibir dan Kuku Berwarna Biru

    Kondisi kuku dan bibir yang berwarna biru juga bisa menjadi tanda bahwa paru-paru Anda sedang tidak sehat. Saat paru-paru mengalami masalah, maka otomatis ini menjadikan peredaran oksigen ke seluruh tubuh menjadi kurang sempurna dan dapat memicu bagian tubuh tertentu berwarna biru, seperti kuku dan bibir. Ketika oksigen dapat dibawa oleh darah, warnanya jelas akan cerah merah, sementara darah yang kurang oksigen dapat menjadi kebiruan dan bahkan gelap. Warna kebiruan ini akan tampak di sekitar mata, gusi dan juga bibir pada orang yang kulitnya gelap.

    5. Dada Tong

    Mungkin Anda sudah pernah mendengar akan istilah barrel chest, yaitu saat paru-paru menjadi bengkak dan ini juga bisa disebut dengan dada tong. Postur tertentu kemudian terbentuk pada tubuh Anda dan hal ini akan segera dapat diketahui oleh dokter saat ia menyuruh Anda mengangkat kedua tangan sambil menarik napas. Gejala ini dapat memicu pembengkakan pada paru-paru dan diafragma akan terdorong ke bawah.

    Apabila benar gejala ini adalah gejala COPD, maka Anda perlu melihat dan mengecek apakah dinding dada membesar sedangkan otot dada, iga dan otot leher akan melemah. Itulah mengapa orang yang mengalami paru-paru bermasalah cenderung memilih atau kebiasaan berposisi duduk dengan postur menjorok ke depan. Atau kalau tidak, ia akan duduk dengan lutut di depan dada dalam keadaan ditekuk.

    6. Membengkaknya Bagian Kaki

    Tanda bahwa paru-paru Anda bermasalah bisa juga dengan pengalaman di mana pergelangan kaki membengkak. Karena jantung dan paru-paru saling berkaitan satu sama lain, maka gejala pembengkakan seperti ini bisa jadi menunjukkan bahwa Anda tengah mengidap penyakit jantung. Teorinya, oksigen tidak bisa didapat tubuh secara cukup saat paru-paru bermasalah dan ini menjadikan kemampuan jantung untuk memompa pun akan melemah sehingga cairan akan menumpuk di bagian kaki yang kita sebut dengan kondisi bengkak.

    7. Batuk-batuk

    Batuk jika terjadi dan dialami dalam frekuensi yang terlalu sering, maka Anda seharusnya patut mencurigai kondisi tubuh Anda. Penyebab batuk berdahak sesekali saja bisa jadi memang batuk biasa, namun ketika sudah terlalu sering dan bahkan seolah-olah batuk tersebut susah sembuh yang juga datang secara bertubi-tubi tiada jeda, paru-paru Anda jelas sedang bermasalah. Seringnya batuk dapat menjadi tanda bahwa saluran bronchial Anda mengalami peradangan di mana menjadikan sisi elastisnya menurun. (sumber: gejala-paru-paru-bermasalah)

    Setelah mengetahui gejala di atas, kita dapat segera mengambil tindakan cepat, sebelum kita terkena masalah paru-paru. Namun, bagi pemilik Asuransi Kesehatan SmartHealth Maxi Violet, kita tidak perlu khawatir dengan biaya pemeriksaan dan perawatannya. Asuransi kesehatan SmartHealth Maxi Violet akan menanggung biaya pengobatan selama penyakit tidak termasuk dalam kondisi Pre-Existing Condition atau penyakit yang telah ada sebelumnya dan perawatan dilakukan sesuai plan.

  • Namun jangan khawatir jika punya Asuransi Kesehatan Smartmed Premier yang maksimal, terutama menanggung penyakit Pre-Existing Condition atau penyakit/luka yang telah ada sebelumnya. Kelebihannya, pembayaran sesuai tagihan kwitansi rumah sakit.

Info untuk konsultasi gratis hubungi:

Natanael Konsultan Asuransi

HP/WA 08113436830

email. natanael.albertus@gmail.com

 

Seputar Asuransi Kesehatan Allianz yang Mencover Biaya Sesuai Tagihan, Limit 6 Miliar

Kali ini saya akan jelaskan tentang Asuransi Kesehatan terbaik yang dimiliki Allianz yakni Smartmed Premier. Keunggulannya adalah limit pertahun Rp 6 Miliar dan mencover biaya sakit di Rumah Sakit sesuai tagihan.

Keunggulan asuransi kesehatan smartmed premier sebagai berikut:

  1. Sebuah produk asuransi kesehatan yang komprehensif bagi individu & keluarga dengan cakupan seluruh dunia, memberikan manfaat Rawat Inap, Kemoterapi, Hemodialisis, Manfaat Biaya Pemakaman, Evakuasi Medis Darurat & Repatriasi, fasilitas cashless di Singapura &Malaysia, HIV/AIDS, Rawat Jalan, Persalinan, Rawat Gigi, dan Bonus apabila Tidak Ada Klaim (sebagai pilihan yang bisa ditambah).
  2. As Charge (sesuai dengan tagihan biaya dirumah sakit)* dam memiliki limit tahunan yang besar.*sesuai dengann ketentuan di polis
  3. Sistem pembayaran dengan kartu (Cashless) dalam jaringan penyedia di Indonesia, Singapura & Malaysia dan reimburst jika diluar jaringan provider.
  4. Memiliki 10 pilihan Plan Kamar mulai dari Rp.500.000/hari s/d Rp.6.000.000/hari
  5. Peserta dapat memilih antara Batasan Tahunan yang berbeda dan tingkat co-share (0%, 10%, 20%) hanya untuk Rawat Inap & Manfaat Persalinan dan yang pertama kali ada pada produk kesehatan individual.

Di produk Smartmed ada istilah layanan CO-Share. Layanan Co-Share adalah layanan yang diberikan kepada peserta SmartMed Premier untuk memilih berapa pertanggungan yang akan dibebankan ke PT Allianz Life dan berapa yang dibebankan ke peserta itu sendiri (Khusus untuk benefit Rawat Jalan & Persalinan) dan 3 pilihan layanan Co-Share yang bisa dipilih diawal kepesertaan (20%,10% dan 0%), sebagai contoh : peserta memilih layanan Co-Share 20%, maka jika terjadi klaim yang sesuai dengen ketentuan klaim didalam polis dan layak untuk dibayarkan, maka PT Allianz Life akan membayarkan 80% dari biaya yang dimaksud (total semua biaya atau inner limit) dan peserta akan menanggung sebesar 20% nya (Ekses Klaim).

Jika nasabah dalam setahun tidak melakukan klaim maka yang menarik di Smartmed premier asuransi kesehatan ini memberlakukan perhitungan no claim bonus. Artinya, jika peserta selama 1 tahun kepesertaan tidak pernah melakukan klaim dan mau melanjutkan kepesertaannya untuk 1 tahun kedepan, maka premi untuk perpanjangan kepesertaan tersebut akan mendapat discount 20% dari premi yang seharusnya dibayar peserta.

Nasabah asuransi kesehatan Allianz dengan produk smartmed premier dapat berobat di Ruma Sakit jaringan provider Allianz. Jaringan provider adalah Rumah Sakit atau Klinik yang sudah melakukan kerjasama dengan provider produk SmartMed Premier (Provider = AdMedika) yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia, Malaysia & Singapore dan diluar jaringan provider adalah Rumah Sakit/Klinik di seluruh dunia yang belum bekerja sama dengan provider.

Jadi jika peserta menjalani perawatan di jaringan provider maka peserta bisa menggunakan kartu SmartMed Premier sebagai alat pembayaran/Cashless (selama tidak melebihi dari plan kamar yang dipilih dan sesuai dengan ketentuan klaim yang terdapat dalam polis ) dan peserta hanya membayar Ekses klaim yang terjadi (jika ada), tapi jika perawatan dilakukan di luar jaringan provider, maka peserta harus membayar dulu ke rumah sakit/klinik tersebut dan kemudian kwitansi pembayaran serta dokumen-dokumen yang diperlukan bisa di reimburst ke PT Allianz Life dalam waktu maksimal 30 hari setelah meninggalkan Rumah Sakit/Klinik tersebut.

Yang membuat kantong saat gak punya uang aman adalah fasilitas Cashless. Cashless untuk klaim Rawat Inap & Persalinan hanya bisa dilakukan di jaringan provider (Admedika) di Indonesia, Malaysia dan Singapore sedangkan Cashless rawat jalan & Gigi hanya bisa di jaringan provider Admedika di Indonesia.

Apakah dengan bayar premi bulanan bisa dapat fasilitas Cashless? Tidak. Hanya polis dengan metode pembayaran premi 6 bulanan & tahunan saja yang bisa mendapatkan fasilitas Cashless.

Misalnya peserta tidak dapat kamar sesuai plan, maka peserta boleh melakukan perawatan di ruangan yang lebih tinggi  1 plan diatas plan yang dimiliki dan maksimal 2 hari. Tapi jika peserta secara sengaja memilih kamar yang lebih tinggi dari plan maka akan diberlakukan inner limit sesuai dengan tabel manfaat SmartMed Premier.

Bagaimana dengan koordinasi manfaatnya, contoh : jika peserta sudah membeli maxiviolet plan Rp 500.000, lalu membeli lagi SmartMed Premier Plan Rp. 1000.000 kemudia peserta dirawat di RS jaringan provider Admedika dengan kamar Rp 1.300.000/hari, apakah selisihnya bisa dicover oleh produk MaxiViolet?

Jika peserta klaim dengan menggunakan cashless maka peserta diharuskan membayar ekses klaimnya terlebih dahulu, setelah itu ekses klaimnya bisa direimburst ke Allianz Life dengan melampirkan medical record Rumah Sakit dan kwitansi biaya perawatan yang dibayarkan.

Suatu saat nasabah saya kena loading karena pernah operasi batu empedu dan gula darahnya tinggi. Keputusan underwriting produk ini bisa salah satu dari 5 keputusan berikut ini : Diterima, Diterima dengan Extrapremi, Diterima dengan pengecualian, Diterima dengan Extra premi & Pengecualian, dan ditolak. Dan nasabah saya waktu itu harus kena loading 100% yang semula preminya pertahun Rp 9jt menjadi Rp 18jt pertahun.

Tentang aturan polis apakah bisa diperpanjang otomatis saat berakhirnya kontrak. Jawabannya adalah tidak otomatis, tetapi 30 hari sebelum polis berakhir akan dikirim surat pemberitahuan, bisa berupa renewal notice atau surat pemberitahuan bahwa polisnya tidak dapat diperpanjang, untuk yang dikirim renewal notice, jika ada konfirmasi & pembayaran, maka polis akan diperpanjang (prosedur renewal), jika peserta sudah pernah melakukan klaim tidak akan langsung distop/tidak boleh perpanjangan saat renewal, tetapi akan ada re- underwritting untuk melihat apakah klaimnya wajar atau tidak , akan ada pertimbangan dari riwayat klaim tersebut.

Kelebihan lain adalah jika tertanggung terdiagnosa HIV/AIDS dengan atau tanpa melakukan rawat inap di rumah sakit maka Allianz Life akan membayarkan manfaat secara lumpsump sebesar Rp 10.000.000.

Sumber: pertanyaan-seputar-asuransi-kesehatan-smartmed-premier/

Konsultasi lebih lanjut atau pendaftaran asuransi kesehatan Smartmed Premier

Hubungi: Natanael, Konsultan Asuransi Allianz

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Premi Asuransi 4 Juta Setahun VS Biaya Berobat 32 Juta Sekali Rawat Inap

imageSakit merupakan salah satu risiko hidup yang harus kita hadapi bila kita mengalaminya.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok.

Kali ini saya akan bagikan kisah pengalaman rekan agen asuransi Allianz yang menceritakan pengalaman nasabahnya.

“Sama seperti nasabah saya ini tidak pernah menyangka bahwa anaknya akan jatuh yang mengakibatkan kepalanya menderita cukup parah karena terkena benda tajam dan harus dioperasi.

Polisnya aktif sejak 31 July 2015 dan kecelakaan terjadi 22 Agustus 2015, kurang dalam sebulan sejak polis disetujui. Manfaat rawat inap yang dimiliki tertanggung adalah kelas kamar dengan tarif satu juta per malam.
Sesuai polis, manfaat perawatan karena Kecelakaan yang dijamin oleh Allianz adalah sebesar sepuluh juta tanpa rawat inap. Namun nasabah saya mendapatkan penggantian biaya hingga 25 juta dari total biaya rumah sakit sebesar 32 juta.

Kasus kecelakaan yang dialami oleh nasabah saya sedikit berbeda pada kasus umumnya, demikian saya ceritakan kronologisnya.

Ketika mendaftar di UGD Rumah Sakit, pasien terdaftar sebagai korban kecelakaan dan kepalanya terbentur benda tajam yang mengakibatkan dahi robek cukup parah dan dalam.
Ketika itu penjaminan yang disetujui oleh Admedika hanyalah sejumlah sepuluh juta rupiah, sesuai dengan manfaat perawatan kecelakaan yang terdapat dalam polis.
Apabila perawatan selesai dilakukan hari itu juga, maka masalah akan selesai.
Namun karena luka cukup parah dan karena tertanggung masih batita kurang dapat berkoordinasi dengan baik ketika dokter melakukan perawatan. Oleh karena itu dokter terpaksa harus mengambil tindakan operasi dengan bius total. Akibat dari operasi dengan bius total ini tentu saja tertanggung harus dirawat inap. Singkat kata rawat inap selama 2 hari di Rumah Sakit tidak dijamin oleh Admedika dengan alasan kejadiannya adalah karena kecelakaan dan sudah diberikan manfaat yang sesuai dengan polis.

Total biaya operasi dan rawat inap dan operasi adalah 32 juta, dan hanya dicover oleh Allianz sebesar 10 juta.
Keberatan tentu diajukan oleh nasabah saya karena nasabah saya merasa mempunyai manfaat rawat inap, namun karena saat itu nasabah saya mengetahui upaya yang saya ajukan kepada Admedika tidak membuahkan hasil, maka beliau menyetujui saran saya untuk membayar dahulu kekurangannya sebesar 22 juta. Menilik dari kasusnya saya merasa keberatannya patut untuk diperjuangkan dan saya katakan saya akan proses pengajuan keberatan ini kepada Allianz.

Segera setelah saya dapatkan semua dokumennya saya layangkan email ke Allianz untuk permohonan claim reimbursement atas biaya yang dibayarkan oleh nasabah saya.
Awalnya claim saya juga ditolak namun saya tidak putus asa, dan dengan bantuan team leader saya kami menjelaskan bahwa permintaan rawat inap tidak diminta oleh nasabah saya, melainkan oleh dokter yang merawat karena alasan medis yang kuat dan kami juga mempunyai bukti pendukung permintaan rawat inap yang ditanda tangan oleh dokter ybs.
Setelah balasan tersebut saya sampaikan, Allianz melakukan investigasi ke RS ybs dan setelah proses investigasi selesai hasilnya Allianz memutuskan untuk membayar claim nasabah saya sebesar 15 juta dari sebesar 22 juta claim yang kami diajukan.
Saya rasa ini win win solution bagi kedua belah pihak dan nasabah saya cukup puas dengan keputusan ini.

Polis yang dibayarkan nasabah saya ini sebesar Rp. 4,066,000 per tahun atau Rp. 338,833 per bulan dan manfaat yang sudah didapat adalah penggantian rumah sakit sebesar Rp. 25 juta rupiah.

image

Tidak ada yang kebal akan Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat, dan Meninggal

Tidak ada yang tahu kapan terjadinya

Bila terjadi….sudah pasti biaya besar, mau dibayarkan oleh siapa?

Mari Berasuransi
Natanael

HP/WA 08113436830

 

sumber cerita: premi-asuransi-4-juta-setahun-vs-biaya-berobat-32-juta-sekali-rawat-inap/

Dokumen Rumah Sakit Apa Saja yang Perlu Disimpan?

IMG_2181.JPGCalon Nasabah yang mengajukan asuransi dengan riwayat penyakit harus menyertakan dokumen resume medis dari rumah sakit agar penilaian Underwriting dapat lebih tepat yaitu sesuai dengan penyakit yang di derita oleh Calon Nasabah. Ada rumah sakit yang sudah secara teratur memberikan dokumen dokumen pemeriksaan kesehatan selama pasien dirawat di rumah sakit namun ada juga yang tidak.

Berikut informasi mengenai dokumen apa saja yang berhak diminta oleh pasien sebelum pulang dari rumah sakit :

1. Hasil Pemeriksaan Diagnostik, mencakup pemeriksaan rontgen, MRI, Laboratorium, USG, pap smear, endoskopi CT Scan, dan lain-lain. Atas pemeriksaan yang dilakukan, pasien berhak mendapatkan salinan hasil pemeriksaan.

2. Resume Medis, resume medis adalah ringkasan pelayanan yang diberikan oleh tenaga penyedia layanan kesehatan atau dokter, selama masa perawatan hingga pasien keluar dari rumah sakit baik dalam keadaan hidup maupun meninggal.

3. Kwitansi asli dan rincian pembayaran.

Point 1 dan 2 sangat dibutuhkan untuk pengajuan asuransi jika Anda sudah memiliki riwayat penyakit. Jika anda tidak menyimpannya Anda bisa mendatangi bagian Rekam Medis tempat Rumah Sakit Anda dirawat untuk meminta salinannya. Dan ada baiknya bila Anda sudah membaca artikel ini anda bisa membiasakan diri menyimpan baik dokumen hasil pemeriksaan kesehatan Anda selama di Rumah Sakit agar jika sewaktu-waktu diperlukan dengan mudah Anda bisa mendapatkannya.

Info lebih lanjut hubungi:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436820

 

sumber: dokumen-rumah-sakit-yang-perlu-disimpan/