Tag Archives: asuransi sakit kritis allianz surabaya

Testimoni Klaim Nasabah Terdiagnosa Kanker Mata

Kali ini saya akan bagikan pengalaman klaim nasabah ALLIANZ Bpk. Jaholber yang saya kutip dari blog Bpk Petrus J dgn blognya satuyangterpenting.wordpress.com

Begini kisahnya. Seorang nasabah yakni Bpk Jaholber menabung 800rb/bulan selama 8 bulan dan tiba-tiba beliau didiagnosa oleh dokter sakit kanker mata.

ALLIANZ selalu menepati membayar klaim, yaitu sebesar Rp 250.000.000 karena memang kontrak awal UP sakit kritisnya Rp 250.000.000. UP bisa lebih hingga milyaran.

94D9F594-A267-4188-8766-10C4750F1387

Nasabah sebelumnya adalah orang yang anti asuransi, orang yang hidup sehat dan tidak pernah berdoa meminta untuk dikasih sakit kanker.

Yang perlu dipetik dari kisah beliau adalah bagaimana dengan kita yang masih selalu yakin bahwa kita masih muda.. dan akan selalu sehat terus.

Siapa yang bisa menjamin diri kita dalam sepuluh tahun kedepan kita selalu sehat dan tidak akan sakit?

Siapa yang bisa menjamin?

NB: resiko sakit dan RIP (kembali kepada tuhan) tidak pernah memandang kepada siapa.. Umur berapa.. Jabatan apa.. Kaya atau miskin..jika datang ya datang saja tanpa permisi dan ijin dulu.

Dan yang suka masih menunda dengan alasan saya tidak bisa membayar premi karena banyak keperluan dan biaya ini itu… Coba direnungkan jika tidak dipaksa membayar premi sekarang.. Bagaimana jika resiko datang? aset apa yang sudah disiapkan untk jaminan biaya rumah sakit? Sedangkan sekarang saja pas-pasan. Jadi apa bisa menyediakan uang 200jt atau angka yang diminta jika sakit?

Baru-baru ini juga saya ditelpon orang ingin daftar asuransi Allianz.

“Pak, saya mau daftar asuransi kesehatan bgm caranya?”

Kecurigaan saya mulai muncul setelah survei ke rumahnya. Eh gak tahunya, dia mau ikutkan pacarnya yang sudah kena kanker payudara.

Wah sorry pak. Asuransi bukan seperti yang anda kira. Justru kalau sudah sakit, asuransi akan menolak. Saran saya lebih baik daftar BPJS saja. Pasti dicover sama BPJS.

Ingin info pendaftaran Asuransi Allianz hub Natanael HP/WA 08113436830

Advertisements

Apakah Penyakit Jantung, Kanker, Stroke dan Gagal Ginjal adalah Penyakit Keturunan?

 

Jantung:  Apakah penyakit jantung adalah penyakit keturunan?

Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah di jantung koroner. Jika pasokan darah ke jantung terhenti akibat tersumbatnya pembuluh darah koroner, maka dapat mengakibatkan serangan jantung, dan kematian.

Faktor-faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner adalah merokok, tekanan darah tinggi, kadar kolestrol tinggi dalam darah, kurangnya berolahraga, dan asupan kemak jenuh serta lemak trans dari makanan.

Meski demikian, riwayat keluarga yang terkena penyakit jantung koroner juga dapat menjadi faktor risiko yang memungkinkan kita juga terkena serangan jantung. Dari keluarga, kita bisa mewarisi gen pendukung penyakit jantung, misalnya produksi kolestrol dalam tubuh yang sudah tinggi atau kita mewarisi gaya hidup yang kurang sehat dari keluarga.

Kita perlu waspada jika ayah kita di bawah usia 55 tahun dan ibu kita di bawah 65 tahun terkena serangan jantung, karena itu berarti kita berpeluang besar mengalami hal yang sama. Menurut American Journal of Preventive Medicine, peluang yang kita peroleh sekitar 1,5 sampai 2 kali lebih besar dibandingkan teman kita yang tidak memiliki riwayat keluarga penyakit jantung.

Meski ada benarnya bahwa penyakit jantung koroner itu penyakit turunan, namun kita bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung dengan menerapkan gaya hidup sehat sedini mungkin. (Nutrifood Research Center dalam “Buka Fakta 101 Mitos Kesehatan”. Penerbit: Gramedia Pustaka Utama)

sumber

 

Kanker:  Apakah kanker adalah penyakit keturunan?

Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam dan guru besar FKUI, kanker payudara seperti juga kanker yang lain, bukan penyakit yang menular ataupun penyakit keturunan. Kendati begitu, sekitar tujuh persen, jadi hanya sebagian kecil kanker payudara, memang diturunkan dalam keluarga.

kata Zubairi, kanker payudara bisa dicegah. Kecuali bila ada kakak atau adik kandung (first degree relative) yang terkena kanker payudara juga, maka risiko terkena penyakit yang sama menjadi meningkat sekali, artinya sekitar 80 persen kemungkinan mengalami kanker payudara.

Bila dua anggota keluarga terdekat terkena kanker payudara, Zubairi menyarankan agar seorang wanita juga memeriksakan darahnya, apakah ada mutasi gen BRCA-1 dan BRCA-2. Mutasi genetik tersebut menandakan kemungkinan terkena kanker payudara di kemudian hari menjadi sekitar 80 persen. Pemeriksaan mutasi genetik BRCA-1 dan BRCA-2 saat ini sudah bisa dikerjakan di RS Kanker Dharmais.  (sumber)

Dari doktersehat.com, Para peneliti menyimpulkan bahwa seseorang berisiko terkena kanker apabila orangtuanya menderita kanker di usia muda maupun sudah usia lanjut.

Berdasarkan penelitian yang melibatkan 8 juta orang beserta orangtuanya menunjukkan beberapa jenis kanker yang dapat diturunkan orangtua kepada anaknya antara lain, kanker kulit sebanyak 3,5%, kanker paru-paru sebanyak 5%, kanker payudara sebanyak 8,8%, kanker prostat sebanyak 30,1%, kanker non-Hodgkin lymphoma sebanyak 1,6%, kanker kulit melanoma sebanyak 4,6%, kanker kandung kemih sebanyak 2,8%, dan kanker kolon sebanyak 6,4%.

Para peneliti juga menemukan bahwa sekitar 35 – 81 persen kanker yang diderita orangtua terjadi pada usia 69 tahun. Jenis kankernya antara lain kanker prostat sebanyak 75%, kanker paru-paru sebanyak 59%, kanker kulit sebanyak 81%, kanker kulit melanoma sebanyak 35%, kanker kolon sebanyak 59%, kanker kandung kemih sebanyak 62%, kanker payudara sebanyak 41%, dan kanker non-Hodgkin lymphoma sebanyak 54%.

Menurut para peneliti risiko kanker kemungkinan besar disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik. Belum ada faktor non genetik yang dapat meningkatkan resiko kanker pada anak ketika orangtua diagnosis terkena kanker.

 

Stroke:  Apakah stroke adalah penyakit keturunan?

Stroke (penyakit serebrovaskuler) adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke bisa berupa iskemik (sumbatan) maupun perdarahan (hemoragik).

Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah. Pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.

Orang yang berisiko tinggi mendapat serangan stroke antara lain :

  • Penderita tekanan darah tinggi, dimana tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg Penderita kolesterol tinggi
  • Penderita gula darah (diabetes mellitus)
  • Perokok
  • Penderita atrial fibrilation
  • Obesitas
  • Tidak pernah berolah raga
  • Terdapat riwayat stroke pada keluarga
  • Pernah mengalami serangan stroke sebelumnya

sumber

Dari yastroki.co.id,  Para ahli kesehatan meyakini, ada hubungan antara risiko stroke dengan faktor keturunan, walaupun tidak secara langsung. Pada keluarga yang banyak anggotanya menderita stroke, kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan stroke harus lebih ditingkatkan.

Dari kompasiana.com,  Menurut medis, stroke memang ada yang disebabkan karena keturunan, dimana ketika salah satu orang tua atau bagian keluarga terkena stroke maka dimungkinkan mengalami penyakit yang sama.

Gagal Ginjal:  Apakah gagal ginjal adalah penyakit keturunan?

Gagal ginjal berarti fungsi ginjal sudah sedemikian terganggunya sehingga diperlukan hemodialisa (HD) rutin atau transplantasi ginjal untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.  Gagal ginjal tidak secara langsung diturunkan oleh keluarga, namun beberapa kondisi penyakit seperti Diabetes Mellitus (sakit gula), Hipertensi (darah tinggi) serta pola hidup Anda yang akan menentukan kondisi ginjal Anda kelak.

 

2.  POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP

Jantung

Faktor-faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner adalah merokok, tekanan darah tinggi, kadar kolestrol tinggi dalam darah, kurangnya berolahraga, dan asupan kemak jenuh serta lemak trans dari makanan.  (sumber)

Kanker

Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam dan guru besar FKUI, hanya sebagian kecil kanker payudara, memang diturunkan dalam keluarga.  Namun, tidak berarti pula kita bisa santai-santai saja. Zubairi menyarankan agar kita tetap memperbaiki gaya hidup dan segera beralih ke gaya hidup sehat. Ada beberapa gaya hidup yang memudahkan munculnya kanker payudara, yaitu makanan tinggi lemak, merokok, dan konsumsi alkohol. Jadi batasilah konsumsi lemak seperti makanan berlemak, sop buntut, susu full-cream, es krim, sampai jeroan. Hindari pula rokok dan kebiasaan menenggak alkohol.  (sumber)

Bagi Anda yang memiliki keturunan terkena kanker dari orangtua, sebaiknya perhatikan pola hidup Anda, jangan sampai gaya hidup yang tidak sehat malah akan meningkatkan risiko Anda terkena kanker. (sumber)

Stroke

Banyaknya kasus stroke dalam keluarga Anda mungkin lebih disebabkan faktor pola makan, gaya hidup, dan watak yang hampir sama. Makanan bersantan asal tidak berlebihan sebetulnya tidak berbahaya.   Namun jika setiap hari mengonsumsi makanan berlemak, terutama lemak hewani dalam jumlah berlebihan, apalagi kurang makan sayur dan buah-buahan segar, tentu akan meningkatkan risiko stroke. Cepat marah, panik, dan stres, apalagi perokok, kurang olah raga, berat badan berlebih dan kurang tidur akan melipat gandakan kemungkinan Anda terkena stroke.  (sumber)

Menurut medis, stroke memang ada yang disebabkan karena keturunan, dimana ketika salah satu orang tua atau bagian keluarga terkena stroke maka dimungkinkan mengalami penyakit yang sama. Meskipun ada faktor lain yang melingkupinya salah satunya adalah faktor konsumsi yakni seseorang yang terkena stroke diawali oleh kebiasaan buruk ketika mengkonsumsi makanan, selalu makan makanan berminyak, berlemak jenuh tinggi dan kurangnya makanan sayur. Akibatnya terjadi penyumbatan pada pembuluh darah yang lambat laun terjadi melemahnya proses aliran darah dalam tubuh akibat penyumbatan tersebut yang berujung pada tekanan darah yang tinggi. Akibatnya organ pada otak mengalami disfungsi dan berujung kematian fungsi secara permanen.

Selain faktor makanan yang memicu percepatan gejala stroke, faktor pola hidup yang tidak sehat juga menjadi faktor penting timbulnya gejala stroke. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang yang bukan keturunan keluarga yang memiliki penyakit stroke tapi karena pola hidup yang buruk mengakibatkan dirinya terkena penyakit yang berbahaya ini. (sumber)

Gagal Ginjal

Faktor penyebab terjadinya gagal ginjal:
  • Dehidrasi
  • Diabetes
  • Hipertendi
  • Ginjal Polistik
  • Glomerulonefritis
  • Refluks Nefropati
  • Konsumsi obat berlebihan
  • Serangan Jantung
  • Gangguan fungsi hati

Kebiasaan gaya hidup sehat menjadi salah satu hal penting untuk menjaga kesehatan ginjal.  Pola hidup sehat untuk mengendalikan penyebab gagal ginjal menjadi langkah paling penting untuk mencegah gagal ginjal.  (sumber)

3.  BIG IS BEAUTIFUL

Poin ini sebenarnya juga termasuk dalam poin ke2, yaitu gaya hidup dan pola makan.  Kegemukan bukanlah keturunan atau proses instan.  Yang sebenarnya diturunkan bukanlah “kegemukan”nya, melainkan pola makannya.  Bila dalam suatu keluarga, orangtuanya terbiasa dengan pola makan cepat saji, maka secara otomatis anaknya pun akan mengikuti pola makan tersebut.  Kegemukan terjadi akibat pola makan yang tidak sehat, yang terjadi secara terus-menerus selama bertahun-tahun.   Kegemukan harus diwaspadai karena merupakan sumber dari berbagai macam penyakit.

Ada yang berpendapat bahwa “tidak apa gemuk, yang penting sehat”.  Yang dimaksud sehat disini, mungkin adalah karena Anda masih bisa beraktifitas rutin ya?  Coba sesekali Anda cek kondisi “organ dalam” Anda.  Cari tau:  kadar lemak, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, fungsi hati, fungsi ginjal, dll.  Bila hasil laboratorium banyak tercetak bintang merah, artinya Anda harus mengubah pola makan menjadi lebih sehat sekarang juga.  Karena bisa jadi, saat ini Anda masih sehat karena banyaknya tumpukan lemak yang menutup organ dalam Anda.  Sehingga, bila terjadi “sesuatu kesalahan kecil” pada organ dalam, maka sulit terdeteksi adanya sinyal dari tubuh Anda terhadap hal yang tidak beres.  Organ dalam Anda menjadi tidak responsif karena tertutup lemak.  Respon baru terasa setelah terjadi “kesalahan besar” yang membuat Anda baru diketahui sudah dalam kondisi parah.

 

4.  SAKIT KRITIS BISA JUGA TERJADI PADA USIA MUDA

Fakta bahwa ternyata saat ini penyakit kritis tidak hanya terjadi pada usia senja, melainkan juga bisa terjadi pada usia muda.  Dari gaya hidup serba instan dan tidak beraturan saat ini, akibat tuntutan produktifitas kerja yang tinggi.  Ditunjang dengan kemudahan mendapatkan makanan cepat saji dimana-mana dan pola makan yang kurang sehat, bisa menyebabkan terjadinya penyakit kritis.

Beberapa contoh kasus sakit kritis usia muda:

  • Penyakit jantung pada penyanyi muda Mike Mohede, 32 tahun (sumber)
  • Serangan jantung pada comica Dodit Mulyanto, 25 tahun (sumber)
  • Meningitis pada artis Olga Syahputra, 32 tahun (sumber)
  • Kanker Serviks pada artis Julia Perez, 35 tahun (sumber)
  • Kanker payudara pada penyanyi Andien, saat kelas 2 SMA (sumber)

dan masih banyak lagi yang bisa Anda search via google.

 

5.  Rasanya sudah terapkan pola hidup sehat, pola makan sehat berimbang, rajin olahraga, tidak merokok, kenapa harus punya asuransi sakit kritis?

Semua skenario hidup, kita tidak tau akan bagaimana.  Alhamdulillah, jika kita sudah menerapkan pola hidup sehat seperti itu.  Artinya kita berupaya untuk menghindari resiko buruk kesehatan.

Pertanyaannya:

  • Bagaimana dengan orang di sekitar kita? 
  • Apakah mereka sudah melakukan upaya sehat yang sama seperti kita, atau bahkan jauh lebih baik daripada kita?
  • Bagaimana jika kita tidak merokok, tapi orang-orang di sekitar kita merokok? 
  • Bagaimana jika kita misalnya sudah menjaga lingkungan agar bersih dan sehat, tapi tetangga kita masih juga tidak menutup genangan air bersih yang akibatkan nyamuk DB?
  • Bagaimana jika kita sudah menutup mulut saat bersin dan batuk, tapi orang disekitar kita tidak?

Sebaik-baik kita berusaha, pengaruh lingkungan bisa jadi merupakan penyebabnya.  Kita tidak pernah tau…

Berikut bukti beberapa nasabah dengan pola hidup sehat, ternyata belum menjamin kita bebas dari resikonya.  Lengkapnya klik DISINI.

Jadi, kapan harus punya asuransi sakit kritis?

Apabila saat ini Anda masih muda, masih sehat, dan belum butuh asuransi, tapi:

  1. Ada riwayat penyakit kritis yang dialami keluarga inti Anda
  2. Gaya hidup Anda serba instan dan tidak teratur
  3. Pola makan Anda sembangan
  4. Mengalami obesitas ataupun tidak

Maka, SEKARANG adalah saat yang TEPAT bagi Anda untuk membeli asuransi sakit kritis.

Membeli asuransi sakit kritis haruslah saat Anda belum membutuhkannya.  Karena perusahaan asuransi pasti akan menerima permohonan asuransi sakit kritis yang Anda ajukan.

Bila sakit kritis sudah terjadi, sudah pasti Anda sangat membutuhkan asuransi.  Hanya saja, perusahaan asuransi sudah pasti tidak akan menerima pengajuan Anda.

Saat ini, di Allianz Syariah, Anda bisa mendapatkan pertanggungan sakit kritis sebesar 1 Miliar hanya dengan premi 500 ribu perbulan (pria 30 tahun) atau 550 ribu perbulan (wanita 30 tahun).  Anda boleh keliling dulu untuk minta ilustrasi dari perusahaan asuransi lain.  Terakhir, langsung kontak saya untuk mendapatkan ilustrasi sebagai pembanding terakhirnya.  Saya jamin, Allianz Syariah memberikan premi yang lebih murah untuk mendapatkan UP sakit kritis 1 Miliar.

Buktikan ilustrasinya, hubungi: Natanael Agen Allianz Berlisensi. HP/WA 08113436830

 

Artikel disadur dari : kapan-harus-punya-asuransi-sakit-kritis/

Antisipasi dari yang Terburuk

Apakah yang dimaksud dengan judul di atas? Antisipasi dari yang Terburuk.

Judul tersebut mengandung arti bahwa kita mengambil langkah Prepare for the worst (antisipasi dari yang terburuk), karena sebenarnya itulah hakikat asuransi.

Di antara hal-hal buruk yang mungkin dialami manusia, ada satu yang paling buruk, yaitu hilangnya kemandirian hidup. Jadi kemungkinan hal terburuk itu tetap ada karena tidak ada satu orang pun yang mampu meramal seperti apa nasibnya kelak di kemudian hari.

Kita harus mengantisipasi hal terburuk dari hidup kita misalnya, hilangnya kemandirian hidup yang berarti ketidakmampuan melakukan beberapa aktivitas dasar manusia, yaitu:

  1. Menyuap (makan, minum)
  2. Mandi
  3. Berpakaian
  4. Beralih tempat
  5. Buang air

Ketidakmampuan melakukan sebagian atau seluruh aktivitas dasar tersebut berarti juga kehilangan kemampuan untuk bekerja mendapatkan penghasilan. Jika dia seorang karyawan, dalam waktu beberapa bulan atau maksimal satu tahun, dia harus rela diberhentikan, karena tidak ada perusahaan yang mau menggaji orang yang tidak menghasilkan.

Jika dia seorang pekerja mandiri, tidak bisa bekerja lagi membuat penghasilannya otomatis berhenti. Hanya seorang pemilik bisnis besar atau investor besar dengan penghasilan pasif yang besarlah yang diperkirakan akan mampu menanggulangi masalah ini, tapi kebanyakan orang bukanlah pemilik bisnis besar dan bukan pula investor besar.

Sementara itu, pada saat yang sama, biaya hidup masih harus dipenuhi dan begitu pula biaya untuk pengobatan, khususnya jika masih ada harapan pulih kembali.

Orang yang kehilangan kemandirian hidup, berarti hidupnya bergantung sepenuhnya pada orang lain. Orang lain itu bisa jadi pasangannya, anaknya, orangtuanya, saudaranya, atau perawat, atau gabungan dari semuanya.

Orang yang hidup dengan cara ini, besar kemungkinan dia akan merasa dirinya tidak berguna. Apa lagi yang lebih menyedihkan daripada hidup tanpa guna? Apa lagi yang lebih memilukan daripada hidup menjadi beban orang lain, walaupun itu orang-orang dekatnya dan mereka rela?

Poin-poin di atas membedakan hilangnya kemandirian hidup dengan risiko buruk lainnya, yaitu kematian. Kenapa kematian tidak saya sebut sebagai risiko terburuk? Karena masalah yang ditimbulkannya secara keuangan hanya satu, yaitu putusnya penghasilan. Sementara hilangnya kemandirian hidup ada empat: putusnya penghasilan, biaya hidup terus berlanjut, biaya pengobatan terus berlangsung, dan hidup menjadi beban orang lain.

Hilangnya kemandirian hidup dapat disebabkan beberapa hal, antara lain:

1. Kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total.

Cacat tetap total berarti tidak berfungsinya kedua lengan, atau kedua kaki, atau kedua mata, atau kombinasi dari ketiga anggota tubuh tersebut. Orang normal yang tiba-tiba mengalami cacat total, pastilah kehilangan sebagian besar kemampuan dasarnya, dan harus belajar lagi dari awal untuk menyesuaikan diri dengan kondisinya yang baru.

2. Penyakit kritis yang tidak tersembuhkan atau menimbulkan kelumpuhan

Hampir seluruh penyakit kritis, jika tidak tertangani dengan cepat dan tepat, dapat berakibat hilangnya kemandirian hidup. Contohnya tidak usah jauh-jauh. Stroke, yang dulu kerap disebut penyakitnya orang kaya, kini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang kepemilikan harta. Stroke dipicu putusnya suplai oksigen ke otak akibat penyempitan atau pecahnya pembuluh darah yang mengalir ke otak. Karena tak beroleh makanan, walau cuma beberapa detik hingga menit, sel-sel otak pun kelaparan dan mati. Lalu koordinasi dengan anggota badan yang berhubungan pun terhenti.

Solusi.

Allianz Life Indonesia dengan produk Tapro (Allisya Protection Plus), menyediakan tiga produk rider yang menjangkau proteksi atas kondisi-kondisi terburuk yang mungkin dialami manusia, yaitu:

  1. ADDB (Accident Death and Disability Benefit), menanggung cacat sebagian, cacat total, dan meninggal dunia karena kecelakaan.
  2. TPD (Total Permanent Disability), menanggung cacat tetap total, karena sakit ataupun kecelakaan.
  3. CI,CI+, atau CI100, menanggung dari 49 sampai 100 kondisi penyakit kritis. Di antara tiga produk rider, CI100 adalah yang paling lengkap cakupan perlindungannya, karena di dalamnya ada TPD dan hilangnya kemandirian hidup. Hilangnya kemandirian hidup yang disebabkan penyakit kritis, jauh lebih besar dampak keuangannya dibanding oleh sebab lain. Oleh karena itu, proteksi penyakit kritis adalah asuransi yang paling penting dimiliki oleh siapa saja yang telah sadar akan pentingnya mengantisipasi faktor resiko terburuk.

Kesimpulan

Kebanyakan orang tidak punya asuransi. Orang yang sudah punya asuransi, pada umumnya manfaatnya masih kecil-kecil sehingga kurang membantu ketika dibutuhkan. Ada sebagian orang yang punya asuransi dengan manfaat pertanggungan besar, tapi cakupannya masih terbatas pada proteksi meninggal dunia dan asuransi kesehatan rawat inap.

Saran saya sebaiknya juga perlu dipertimbangkan membeli asuransi yang optimal.

 

Ingin mendafar asuransi Allianz hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Hanya dalam Waktu 3 Hari, Allianz Life Bayar Klaim Meninggal Julia Perez 733 Juta

 

Klaim Jupe

Julie Perez alias Jupe meninggal dunia pada 10 Juni 2017 di RS Cipto Mangunkusumo, setelah berjuang selama 3 tahun melawan penyakit kanker serviks. Tiga hari setelah itu, klaimnya langsung dibayar oleh Allianz sebesar 733 jutaan.

Jupe adalah pemilik polis asuransi jiwa dan penyakit kritis di Allianz. Sebelumnya pada bulan Juni 2015 diberitakan bahwa klaim penyakit kritisnya telah dibayar oleh Allianz dengan jumlah yang tidak disebutkan.

Tentang hal ini, Jupe pernah berkata, “Kalau tahu akan sakit maka saya akan memilih uang pertanggungan Rp 3 atau 5 miliar sejak awal, daripada harus berhutang sana-sini saat saya sakit kemarin. asuransi ini adalah bentuk cinta terhadap diri kita. Namun ternyata saya terlalu pelit dengan diri sendiri.”

Jupe Jangan Pelit thd Diri Sendiri.jpeg

Kita bisa menduga nilai klaim polis yang diterima Jupe dan keluarganya tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan selama tiga tahun terakhir ini.

Satu pelajaran yang bisa diambil, punya polis asuransi saja belum cukup. Pastikan polis asuransi anda memiliki manfaat proteksi penyakit kritis, dan pada saat yang sama uang pertanggungannya harus cukup besar untuk menanggulangi segala biaya yang timbul, baik biaya medis maupun nonmedis (contoh: kehilangan produktivitas dan penghasilan).

Apakah anda menyadari bahwa penyakit kritis seperti dialami Jupe bisa terjadi pada siapa saja?

Jika ya, segera lengkapi polis anda dengan asuransi penyakit kritis dari Allianz.

Asuransi penyakit kritis adalah asuransi yang memberikan uang tunai sejumlah yang dijanjikan ketika seseorang mengalami salah satu penyakit kritis.

 

Info pendaftaran polis Allianz hubungi: Natanael 08113436830

 

sumber: allianz-life-bayar-klaim-meninggal-julia-perez-733-juta-dalam-waktu-3-hari/

Mengapa Sakit Kritis Bisa Menimpa Orang Muda?

Berikut ini saya akan bagikan pengalaman seorang dokter muda bernama dr. Pandu Ranggabirawa. Kesehariannya bertugas di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, beliau sekaligus adalah agen asuransi Allianz.

Dalam kesempatan malam itu, Dokter Pandu memberikan informasi lengkap tentang penyakit-penyakit kritis yang sebabnya terkadang tidak diketahui orang, dan gejalanya juga terkadang terlewatkan oleh orang.

Pasien tua dan muda selalu ada, bahkan Dokter Pandu berkata pasien termuda yang pernah dia temui adalah anak berusia 17 tahun, meninggal karena serangan jantung. Stroke pada orang berusia 28 tahun.

Mengapa semua bisa terjadi? Mengapa penyakit kritis bisa menimpa ke orang yang berusia muda?

Banyak faktor, salah satunya adalah gaya hidup, yaitu makanan yang dikonsumsi, minuman, rokok, pola tidur, dan sebagainya.

Banyak orang berkata ada namanya stroke ringan dan berat. Salah!

Stroke tidak ada ringan maupun berat. Stroke pada dasarnya ada dua penyebab, penyumbatan di pembuluh darah otak, dan pecahnya pembuluh darah di dekat otak.

Cara penanganannya pun berbeda. Banyak broadcast mengatakan tusuk jari dengan jarum. Salah! Itu tidak mengatasi sama sekali. Cara terbaik adalah membawa pasien ke Rumah Sakit dengan segera dan ditangani oleh pihak yang lebih mengerti.

Penyumbatan di pembuluh darah otak dapat ditangani dengan obat pengencer darah, itupun harus dalam masa Golden Period, yaitu 4 jam sejak terjadinya stroke.

Harga satu botol obat pengencer darah adalah seharga satu motor vario, dan kita harus menyiapkan dana sebesar empat buah motor vario untuk dapat sembuh, itupun harus dilihat lagi kondisi selanjutnya.

Penanganan untuk pecahnya pembuluh darah di dekat otak itu sangat berbeda dengan penanganan untuk penyumbatan. Pecahnya pembuluh darah di otak harus dilakukan operasi, yaitu tengkorak kepala di bor dan di buka untuk di sedot cairan darahnya.

Penyebab kematian terbesar menurut data WHO adalah penyakit kritis, yaitu 67%.  Tapi ternyata data itu tidak sepenuhnya benar, data di Allianz, penyakit kritis menyebabkan lebih dari 95% kematian.

 

IMG-20160511-WA0000(1)

 

Sedikit bercerita, Dr. Pandu mengisahkan bagaimana dia bisa terjun ke dunia asuransi, yang tadinya dia sama sekali tidak menghiraukan.

Sahabat beliau menelpon dan dengan panik meminta tolong untuk menjemput ibunya dengan ambulans.  Dengan sigap Dr. Pandu mengirimkan ambulans dan menjemput, lalu berbincang dengan sahabatnya tersebut.

Gejala stroke yang diderita ibu sahabatnya itu oleh dokter syaraf mengharuskan pasien di rawat di kamar ICU dan perhitungan biaya adalah 10 Juta per hari, dengan minimal perawatan 30 hari, belum termasuk biaya obat-obatan 70 Juta, jadi total biaya yang harus disiapkan adalah 370 Juta.

Dokter syaraf berkata, kalau kamu tidak punya uang 370 Juta sebaiknya kamu jangan masukkan ke Rumah Sakit, karena percuma, daripada setengah jalan dan tidak sanggup bayar dan harus lewat kan sayang.

Sejak kejadian itu Dr. Pandu “klik” dengan yang namanya asuransi, dan segera menghubungi Ibu Marjana, seniornya di RS Siloam yang kini sudah full time di Allianz. Dengan premi 7,5jt per bulan, UP Sakit Kritis untuk orang tuanya adalah 1 M.

Sedikit kaget, Dokter Pandu berkata agak berat, namun Ibu Marjana menawarkan agar premi gratis, dan sejak saat itulah Dokter Pandu menjadi agen asuransi yang membantu mendistribusikan uang besar kepada orang-orang lewat TAPRO Allianz.

 

IMG-20160511-WA0001

 

Orang biasanya tidak percaya sebelum mengalami. Tapi bagi yang sudah mengalami, pasti tahu betapa mahalnya sakit itu, apalagi sakit kritis.  Dan ternyata banyak orang yang tidak sadar bahwa biaya non medical itu LEBIH BESAR daripada biaya medical.

Biaya tersembunyi penyakit kritis yang seringkali orang abaikan:

– Biaya akibat penghasilan yang hilang karena tidak mampu bekerja
– Biaya yang hilang akibat harus merawat orang yang dicintainya
– Biaya untuk membeli nutrisi khusus
– Biaya transportasi karena harus berobat ke luar negeri
– Biaya berobat alternatif yang tidak dicover oleh perusahaan
– Biaya pendidikan anak yang tidak bisa berhenti
– Biaya hidup seluruh anggota keluarga

Dan semua biaya-biaya itu, tidak bisa dibayar oleh BPJS maupun asuransi kesehatan dengan limit terbesar sekalipun baik dari perusahaan maupun asuransi.   Semua itu hanya dapat dibayar dengan uang tunai.

Dr. Pandu menghimbau agar kita yang masih sehat bisa sadar untuk punya proteksi sakit kritis, uang tunai besar agar kita terhindar dari bencana keuangan.

Terima kasih Dokter Pandu sudah berbagi dengan kami.

Ingin mendaftar polis Asuransi Sakit Kritis Allianz? disini form pendaftaran polis Allianz

atau hubungi: Natanael, Agen Allianz berlisensi HP/WA: 08113436830

sumber cerita: sakit-kritis-menurut-dokter-dan-pengalaman-seorang-survivor-kanker-payudara/