Tag Archives: asuransi sakit kritis allianz

Bukti Pembayaran Klaim Asuransi Sakit Kritis Nasabah

Surat di atas berisi peresetujuan pihak asuransi Allianz membayar klaim yang diajukan nasabah dari rekan agen asuransi Allianz, Klaim tersebut tentang sakit kanker yang dialami nasabah yang masih berusia 3 tahun.

Menurut rekan saya yakni agen Allianz bernama Bpk Pieter, “Kalau proses pengajuan klaim nya ya biasa aja. Melengkapi formulir dan submit ke Allianz. Trus pihak allianz melakukan investigasi. Kanker nya tergolong unik. Kalau gak salah LCH (coba googling aja). Anak nya sih skrg ada menjalani kemoterapi. Kondisinya sih sehat. Karena ambil nya ci+ awal nya saya juga gak tahu ini bs disetujui gak karena ci+ kan tahap advance baru bs klaim. Dia belum bs ambil ci100 karena belum berusia 5 tahun. Flexi ci juga belum ada kan saat itu. Jadi saya bilang ke nasabah nya coba aja di klaim ke Allianz. Prosesnya memang lama sih. Lebih dari 60 hari”.

Sangat memprihatinkan dan memilukan, masih usia 3 tahun sudah mendapat musibah sakit kanker yang merupakan salah satu sakit kritis yang memerlukan biaya besar.

Melihat hal tersebut, kita sebagai orang tua tidak boleh meremehkan kejadian ini. Kejadian ini merupakan pelajaran bagi kita agar tetap waspada, jangan sampai kejadian ini menimpa kita.

Kanker disebabkan karena pola makan serba instan. Kanker juga bisa karena keturunan. Apalagi kita hidup di dunia serba instan. Contohnya, ingin makan mie, tinggal masak mie instan seperti indomie atau sarimie. Mau makan ikan laut tinggal beli ikan yang diawetkan di kaleng biaasa kami sebut ikan sarden. Tidak terasa, kebiasaan jelek yang dapat memunculkan kanker.

Agar biaya sakit kanker dapat kita tanggulangi, perlu kiranya memiliki polis asuransi yang memiliki manfaat dana cash atau dana yang siap kita pakai untuk membeli segala keperluan si anak agar pulih dari sakit kritis yakni manfaat dana sakit kritis (critical illnes).

Asuransi yang memiliki manfaat demikian ada pada asuransi smartlink flexi account plus (konvensional) atau Allysia flexi acount (syariah).

Berapa preminya? Anda bisa konsultasikan ke saya,

Natanael Agen Asuransi Allianz tinggal di Surabaya – Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Advertisements

ASURANSI SAKIT KRITIS DAN ASURANSI RAWAT INAP, PENTING MANA?

Banyak orang yang masih beranggapan bahwa yang namanya asuransi itu identik dengan penggantian biaya saat kita dirawat di rumah sakit. Memang benar bahwa penggantian biaya apabila kita di opname di rumah sakit merupakan manfaat dari asuransi.

Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi yang harus kita sadari bahwa manfaat penggantian biaya selama dirawat inap di rumah sakit hanya merupakan salah satu dari sekian banyak nya manfaat dan fungsi dari asuransi. Asuransi yang membayarkan biaya perawatan selama kita dirawat di rumah sakit ini biasanya disebut asuransi kesehatan atau disingkat askes.

Di Allianz sendiri terdapat beberapa jenis askes yang bisa dipilih yaitu Hospital and Surgical Care Plus yang merupakan askes yang melekat di asuransi jiwa tapro Allianz. Ada lagi Flexicare Family yaitu manfaat asuransi kesehatan yang memberikan santunan harian selama kita dirawat inap di rumah sakit. Ini juga merupakan askes yang melekat di produk asuransi jiwa Tapro Allianz.

Sedangkan asuransi kesehatan murni yang berdiri sendiri dan bisa dibeli terpisah dari asuransi jiwa Tapro Allianz adalah Smartmed Premier, Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care.

Meskipun pengertian dari asuransi kesehatan (askes) itu sudah cukup jelas yaitu manfaat asuransi jenis ini hanya mengganti biaya selama kita dirawat inap di rumah sakit, namun ternyata masih banyak orang yang menghubungi saya dan mengatakan bahwa mereka sedang mencari asuransi yang bisa menggantikan biaya apabila mereka dirawat di rumah sakit.

Mereka mengidentikkan asuransi itu hanya perawatan rumah sakit, tidak lebih. Mereka tahunya hanya asuransi itu adalah askes. Padahal asuransi tidak hanya askes tetapi askes (asuransi kesehatan) adalah salah satu manfaat yang dapat diberikan oleh asuransi.

Ada beberapa orang menghubungi saya, mengatakan bahwa mereka sedang mencari asuransi rumah sakit yang ada sakit kritisnya. Atau mereka bahkan juga bilang kalau mereka mau asuransi penyakit kritis yang mengcover apabila mereka dirawat di rumah sakit. Saya sampai berpikir sejenak dan agak bingung saat mau menjawabnya.

Akhirnya saya jelaskan dengan lebih rinci bahwa asuransi kesehatan (askes) rawat inap rumah sakit itu adalah produk tersendiri, berbeda dengan asuransi penyakit kritis. Cara kerja dan klaim dari kedua jenis asuransi ini juga berbeda meskipun kelihatannya sama sama untuk melindungi kesehatan si tertanggung.

Kalau di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit, kita wajib untuk berobat dan dirawat inap di rumah sakit, barulah asuransi kesehatan ini dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya. Jadi fungsinya di sini adalah perusahaan asuransi akan mengganti biaya yang timbul akibat dari perawatan kita di rumah sakit tersebut. Jika kita menggunakan sistem cashless, maka kita tidak usah bayar apa apa.

Cukup menggesek kartu askes dari perusahaan asuransi yang kita miliki saja dan kita sudah bisa dirawat inap tanpa harus mengeluarkan uang pribadi di awal. Kita hanya perlu mengeluarkan uang jika biaya pengobatan selama kita dirawat di rumah sakit melebihi plafon yang diberikan oleh asuransi kita. Mengenai plafon ini sendiri juga tergantung kita yang memilih sesuai plan manfaat yang kita inginkan. Tentunya semakin tinggi plafon manfaat, preminya juga semakin mahal.

Asuransi Penyakit Kritis tidak sama dengan Askes

Sesuai dengan definisinya, asuransi penyakit kritis memberikan manfaat Uang Pertanggungan sekaligus dalam jumlah besar yang langsung ditransfer ke rekening si nasabah pada saat si nasabah terdeteksi terkena penyakit kritis. Contoh : Rp 1 Milyar, atau Rp 2 Milyar atau bahkan lebih tergantung kesepakatan di awal saat membeli asuransi jiwa.

Jika setelah berjalan si nasabah merasa UP sakit kritisnya terlalu sedikit, dia bisa saja melakukan upgrade kapanpun untuk menambah jumlah UP yang akan dia terima nantinya apabila terdeteksi terkena sakit kritis. Tentunya kena sakit kritisnya harus setelah si nasabah memiliki polis asuransi penyakit kritis.

Jika kena nya sebelum memiliki asuransi penyakit kritis, maka kemungkinan besar dia takkan bisa lagi membeli asuransi penyakit kritis karena pasti akan ditolak oleh perusahaan asuransi. Inilah alasannya mengapa saya selalu menyarankan dan menghimbau, belilah asuransi sakit kritis sedini mungkin karena kita tidak pernah tahu apakah kita bisa terkena sakit kritis atau kebal terhadap sakit kritis.

Setidaknya jika kita telah memiliki perlindungan sakit kritis, kita sudah bisa merasa lega dan aman meskipun kita divonis terkena penyakit kritis. Jadi anda berlomba, apakah mau masuk asuransi dahulu atau kena sakit kritis dahulu. Kalau bisa pun jangan lah sampai kena sakit kritis. Tetapi itu bukan lah pilihan yang bisa pilih.

Jadi semua biaya untuk pengobatan dan perawatan, silahkan ditanggung sendiri. Memang kedengarannya kejam tetapi anda telah diberikan kesempatan saat ini. Yang perlu adna lakukan hanya angkat telepon anda dan hubungi saya segera.

Definisi penyakit kritis pun perlu kita pahami. Diabetes bukan penyakit kritis. Contoh gagal ginjal, yang sering menjadi bagian dari komplikasi diabetes, maka komplikasi diabtes tersebut didefinisikan juga sebagai penyakit kritis. Pada umumnya ada 4 jenis kondisi sakit kritis yang paling sering menjadi perhatian nasabah, yaitu stroke, serangan jantung, kanker dan gagal ginjal.

Tetapi penyakit kritis lain juga sangat wajib diperhatikan dan diwaspadai, karena tidak ada yang tahu kita bisa terkena penyakit apa suatu saat, dan kita tidak bisa memilih-memilih penyakit dan juga kita tidak akan tahu kapan munculnya penyakit tersebut.

Jadi penyakit kritis ini sendiri pun memiliki arti penyakit yang sudah kritis/kronis/lanjut, mungkin bisa dikatakan tidak dapat atau kecil harapannya untuk kembali ke keadaan semula/normal. Maka asuransi penyakit kritis dapat membayarkan klaim saat kondisi sudah sakit tahap lanjut atau tahap kritis (CI dan CI+), tetapi ada juga asuransi penyakit kritis yang menanggung penyakit kritis dari tahap awal seperti asuransi sakit kritis CI100 dari Allianz.

Hanya kalau kita lihat faktanya, kebanyakan orang (mungkin termasuk diri kita) baru tahu kondisi penyakitnya kritisnya ketika sudah di tahap lanjut/kritis. Kita sering tidak merasa aware dan sadar kalau sebenarnya penyakit itu sudah ada di dalam diri kita karena penyakit itu tidak menimbulkan gejala apapun di tahap2 awal.

Misalnya, seseorang yang keadaannya disaat itu terlihat sehat-sehat saja dan masih rajin melakukan aktifitas bekerja sehari-hari, lalu tiba-tiba mendadak terkena stroke ditengah aktifitasnya, ini merupakan hal yang tidak terduga. Jadi kebanyakan orang, selama masih bisa bekerja dia akan terus bekerja sehingga dia mengabaikan dengan kondisi kesehatannya sendiri.

Lalu bagaimana dengan fungsi asuransi penyakit kritis dari Allianz?

Asuransi penyakit kritis (Critical Illness) Allianz memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  1. Membiayai pengobatan/perawatan penyakit kritis, baik di dalam maupun di luar rumah sakit
  2. Mengganti biaya pengobatan/perawatan penyakit kritis
  3. Mengganti biaya lain di luar pengobatan/perawatan
  4. Mengganti penghasilan yang hilang selama itu atau karena tidak bisa bekerja, yang dijadikan sebagai Dana Pengganti Penghasilan
  5. Melindungi dan mencegah kehilangan aset dan jeratan utang
  6. Membiayai cicilan/utang yang masih ada atau masih belum terlunaskan
  7. Mengurangi beban biaya kehidupan sehari-hari keluarga
  8. Menambah dana aset keluarga untuk kebutuhan sehari-hari demi masa depan yang lebih jelas
  9. Mengganti sebagai dana pendidikan anak ke depan, dikarenakan putusnya dana pendidikan yang sedang disiapkan akibat orang tua yang mengalami penyakit kritis
  10. Memelihara dan memberi rasa kepercayaan diri dalam menjalani hidup

Penyakit kritis itu sebagian besar tidak datang tiba-tiba, tapi hasil dari akumulasi kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat. Apalagi zaman sekarang ini, sangat beragam faktor yang bisa menyebabkan orang menjadi sakit. Stress pekerjaan, polusi udara, merokok, kebanyakan duduk dan kurang olahraga, aneka makanan mengandung bahan kimia, dll.

Kadar gula darah, asam urat, kolesterol, dan menumpuknya lemak, berperan memicu timbulnya penyakit kritis. Semua itu terkumpul sedikit demi sedikit dan menumpuk dan seringkali tanpa disadari. Walaupun mungkin telah menjalani hidup sehat, tetap tidak akan bisa menjamin kita akan sehat selama-lamanya.

Oleh sebab itu, penyakit kritis merupakan sejenis penyakit yang datangnya perlahan-lahan, pengobatannya memerlukan waktu lama, sembuhnya perlahan-lahan, dan harus disertai perubahan gaya hidup dengan disiplin yang ketat. Jika tidak dapat disembuhkan, maka bisa berakibat hilangnya kemandirian hidup bahkan meninggal dunia.

Jadi, mari siapkan diri kita menghadapi kondisi terburuk dalam hidup ini.

Ingin konsultasi lebih lanjut tentang asuransi sakit kritis hubngi saya, Natanael. Saya tinggal di Surabaya dan Sidoarjo. Jawa Timur.

HP/WA 08113436830

85% Keluarga Bangkrut karena Sakit Kritis



Jika dihadapkan pada kenyataan misalnya, tiba-tiba istri, atau suami atau anak anda terdiagnosa sakit kritis. Anda pasti akan berusaha mengupayakan segala biayanya.

Apa itu sakit kritis? Sakit kritis adalah penyakit yang jika terkena membutuhkan biaya besar dan bersifat berkelanjutan. Contohnya, kanker, jantung, atau sakit karena komplikasi diabetes, gagal ginjal. Berapa biayanya. Biayanya yang pasti sangat besar. Asuransi kesehatan yang anda miliki mungkin tidak mencukupi.

Penyakit kritis bisa menyerang siapa saja tanpa pandang jenis kelamin dan usia. Pria bisa kena, wanita pun bisa. Tua bisa kena, muda pun bisa.

Penyakit kritis bisa menimbulkan hilangnya produktivitas atau kemampuan bekerja yang tentunya berpengaruh pada penghasilan dan gaya hidup.

Penyakit kritis tidak melulu soal penyakit (yang membuat banyak orang muda dan sehat berpikir bahwa penyakit kritis masih jauh), tapi bisa juga karena kecelakaan, seperti kelumpuhan, trauma kepala serius, koma, buta, bisu, tuli.

6 Fakta tentang Asuransi Penyakit Kritis

  1. Asuransi penyakit kritis BUKAN PERTOLONGAN PERTAMA pada sakit atau rawat inap. Pertolongan pertamanya tetaplah uang sendiri atau asuransi kesehatan. Jadi dana darurat dan asuransi kesehatan tetap perlu dimiliki.
  2. Asuransi penyakit kritis adalah PERTOLONGAN LANJUTAN untuk biaya perawatan penyakit kritis, ketika uang sendiri tidak mencukupi dan limit asuransi kesehatan sudah tak memadai.
  3. Asuransi penyakit kritis adalah PERTOLONGAN LANJUTAN UNTUK BIAYA PEMULIHAN penyakit kritis, yang biasanya bersifat rawat jalan dan tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan rawat inap.
  4. Asuransi penyakit kritis adalah juga PENGGANTI PENGHASILAN ketika penyakit kritis yang diderita menimbulkan dampak hilangnya produktivitas sehingga tidak bisa bekerja lagi. Di sinilah nilai penting asuransi penyakit kritis yang tidak bisa digantikan asuransi kesehatan sebagus apa pun.
  5. Asuransi penyakit kritis TIDAK MENYEDIAKAN FASILITAS KARTU CASHLESS. Yang menyediakan fasilitas kartu cashless adalah asuransi kesehatan rawat inap. Klaim asuransi penyakit kritis dilakukan secara “reimburse” tetapi tanpa menyertakan kuitansi karena uang klaim diberikan tanpa melihat besarnya biaya di rumah sakit.
  6. Asuransi penyakit kritis memberikan bantuan dalam bentuk UANG TUNAI sebesar uang pertanggungan yang diambil atau sesuai ketentuan produk. Yang namanya uang tunai, penggunaannya bebas terserah yang menerima. Bisa untuk bantu biaya berobat, bisa untuk biaya hidup, bisa untuk biaya sekolah, atau bahkan buat liburan.

Setelah membaca artikel ini, bagaimana menurut anda, asuransi penyakit kritis itu penting ataukah sangat penting?

Info lebih lanjut atau ingin konsultasi hubungi saya,

Natanael, Konsultan Asuransi Jiwa dan Kesehatan tinggal di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

HP/WA 08113436830

Tiga Penyakit Kritis dengan Biaya Pengobatan Tinggi dan Solusi Mengatasi Biayanya

https://lifestyle.kompas.com/read/2016/08/06/173500723/Tiga.Penyakit.Kritis.dengan.Biaya.Pengobatan.Tinggi

Seperti liputan KOMPAS.com – menulis bahwa dalam laporan organisasi kesehatan dunia (WHO), di tahun 2020 tiga perempat kematian di negara berkembang disebabkan oleh penyakit kritis. Dari beberapa penyakit kritis, ada tiga yang memiliki presentase cukup tinggi yaitu penyakit jantung dengan 70 persen, stroke dengan 75 persen, dan diabetes dengan 70 persen. Wah, kita perlu hati-hati dengan ketiga penyakit kritis ini!

Namun, tidak hanya itu saja, selain berisiko tinggi terhadap kematian, penyakit kritis juga memiliki biaya pengobatan yang tinggi. Hasil survei Global Medical Trend yang diadakan oleh Willis Tower Watson, sebuah perusahaan konsultan internasional pada April 2016, menyatakan adanya kenaikkan tarif medis dunia sekitar 8 persen dan akan terus berkembang.

Berikut biaya pengobatan yang harus dikeluarkan pasien dan keluarganya akibat tiga penyakit di atas menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI:

1. Penyakit jantung

Penyakit ini disebabkan tersumbatnya aliran darah ke jantung. Dari kurang lebih 232.000 kasus penyakit jantung membutuhkan dana sekitar Rp1,82 triliun. Hal itu masih bisa bertambah tergantung jenis penyakit jantung yang diderita pasien. Seperti biaya katerisasi jantung yang membutuhkan Rp7 juta sampai Rp12 juta. Atau pemasangan ring pada jantung yang menelan harga Rp45 juta sampai Rp75 juta.

2. Stroke

Sama dengan penyakit jantung, stroke disebabkan oleh penyumbatan aliran darah. Bedanya hal ini terjadi di otak manusia. Sehingga pasien bisa mengalami cacat seumur hidup. Terdapat sekitar 172.000 kasus untuk penyakit stroke dengan jumlah biaya kurang lebih Rp 794 miliar.

3. Diabetes

Jenis penyakit ini tidak bisa dianggap remeh. Biaya yang dibutuhkannya cukup tinggi dibanding penyakit kritis lainnya. Sekitar Rp319.000 miliar. (https://lifestyle.kompas.com/read/2016/08/06/173500723/Tiga.Penyakit.Kritis.dengan.Biaya.Pengobatan.Tinggi)

Nah, ini sekilas tentang biaya pengobatan yang cukup membuat kantong kita habis. Bagaimana solusinya?

Solusinya adalah anda harus lekas ikut program perlindungan keuangan yakni ikut asuransi yang menanggung atau membayar/ memberi santunan jika kita atau keluarga kita terkena sakit kritis. Misalnya program CI100 punya asuransi terbesar di dunia Allianz Life.

Apa itu CI100? CI100 memiliki sejumlah manfaat antara lain:

Menangggung 100 jenis kondisi penyakit kritis mulai tahanp awal hingga akhir. lihat tabel ini:

Selengkapnya tentang Rider CI100 bisa dibaca di bawah ini. 

ci100-1
ci100-2
pengecualian-ci100
100 Ci 1
100 Ci 2

Bagusnya program ini tidak mengurangi Uang Pertanggungan anda.

Info lebih detail atau ingin ilustrasi lebih jelas bisa saya buatkan. Tinggal hubungi saya, Natanael Partner Anda menuju sukses (saya berdomisili Surabaya dan Sidoarjo, jadi jika ada yang ingin bertemu saya silakan buat janji dulu)

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

4 risiko Hidup yang Terasa BERAT Jika Ditanggung Sendirian?

Survei tentang R-S-C-M

Bagaimana Caranya?

Pilih Mana..?

Solusi dari masalah tersebut adalah anda wajib memiliki Tapro Allianz.

Dengan memiliki produk Tapro Allisya Protection Plus dari Allianz, anda tidak perlu khawatir soal biaya jika sewaktu-waktu ditakdirkan mengalami salah satu dari Rawat inap, Sakit kritis, Cacat tetap, atau Meninggal dunia. 

Tertarik dengan Tapro dan ingin mendapatkan penawaran produk? Silakan hubungi saya, Natanael (Agen Asuransi Allianz), HP/WA 08113436830

Siapkan Dana Jika Terserang Sepuluh Penyakit Paling Mematikan Ini!

Apa penyakit paling sering jadi penyebab kematian di Indonesia saat ini? Peringkat pertama ternyata diduduki oleh masalah pembuluh darah di otak alias stroke. Pernyataan ini ditulis pada artikel Utami Widowati, CNN Indonesia | Kamis, 14/05/2015.

Dari data yang ditulis pada penelitian tersebut disimpulkan 10 jenis penyakit paling sering menjadi penyebab kematian di Indonesia adalah penyakt : 
1. Cerebrovaskular atau pembuluh darah di otak seperti pada pasien stroke. 
2. Penyakit jantung iskemik. 
3. Diabetes Melitus dengan komplikasi.  
4. Tubercolusis pernapasan. 
5. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan komplikasi. 
6. Penyakit pernapasan khususnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). 
7. Penyakit liver atau hati. 
8. Akibat kecelakaan lalu lintas. 
9. Pneumonia atau radang paru-paru. 
10. Diare atau gastro-enteritis yang berasal dari infeksi. 

Apakah anda sudah mengantisipasi hal ini? Berapa biaya yang dikeluarkan jika anggota keluarga atau kita sendiri tertimpa 10 penyakit kritis di atas? Tentu saja sangat besar biayanya.

Asuransi Allianz sudah mengantisipasi biaya tersebut sehingga kita sebagai nasabah tidak perlu kawatir. Jika kita sudah menjadi bagian dari nasabah dan mengambil polis Tapro dengan rider (manfaat) dana cash sakit kritis.

Ingin mengetahui berapa dana cash yang diberikan untuk nasabah jika terkena serangan diantara sepuluh sakit kritis di atas segera konsultasikan kepada saya, agen asuransi Allianz.

Natanael Agen Asuransi Allianz

HP/WA 08113436830

Jangan Remehkan Asuransi Sakit Kritis

Sering saya mengunjungi teman atau saudara yang sudah terkena sakit kritis. Kebanyakan mereka terkena sakit jantung atau kanker. Namun, yang paling disayangkan, kesemua teman yang sudah tergeletak tak berdaya di rumah sakit itu tidak memiliki asuransi yang dapat membantu dana jika terkena sakit kritis. Mereka hanya bermodalkan tabungan atau kartu kesehatan cassless asuransi yang ternyata tidak mampu mencover biaya sakit. Ujung-ujungnya harus nambah.

Iya kalau nambah hanya ratusan ribu, ini nambahnya sangat besar masih dikisaran ratusan juta.

Melihat hal itu, saya ingin menginformasikan program asuransi yang dapat memberi santunan terhadap keuangan akibat biaya sakit kritis. Katakanlah jantung, misalnya pasang ring yang perlu uang ratusan juta.

Program ini dinamakan Flexi CI yang merupakan program yang dapat mengatasi problem keuangan akibat berobat oleh karena sakit kritis.

Tabel di atas merupakan program asuransi sakit kritis bernama Flexi Ci. Program ini program terbaru asuransi Allianz yang dipersembahkan kepada nasabah.

Pada tabel dijelaskan, jika bapak mengalami sakit jantung misalnya, maka Bapak tersebut mendapat dana dari Asuransi Allianz sebesar Rp 1,25Milliar.

Dan yang peling hebat lagi, produk ini memiliki survival period atau masa bertahan hidup nol. Jadi misal si nasabah terkena sakit kritis, maka tidak menunggu sampai seminggu baru bisa klaim tapi saat itu juga sudah dapat klaim.

Info lebih jelas hubungi saya,

Natanael Agen Asuransi Allianz tinggal di Surabaya

HP/WA 08113436830