Tag Archives: asuransi sakit kritis allianz

Tidak Mau Rugi, Ikutlah Asuransi

Sebagian orang beralasan bahwa tidak mau berasuransi adalah karena tidak mau rugi.

Asuransi adalah kontrak jangka panjang, peserta harus menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabungkan, premi yang disetor secara berkala inilah yang seringkali menjadi pertimbangan banyak orang. Rugi katanya.

Begitupun sebaliknya, orang berasuransi, ternyata sama, alasannya adalah karena tidak mau rugi.

Saat resiko hidup terjadi, mereka tidak mau rugi besar. terutama beban ekonomi lebih jelasnya keuangan keluarga. Namun, bagi para peserta asuransi Allianz, saat resiko penyakit kritis terjadi, mereka tidak khawatir karena ada uang pertanggungan besar yang mereka terima di rekening mereka.

“Wah pak, preminya kok mahal sekali, jangan mahal-mahal. Kemampuan saya hanya Rp 300rb an perbulan.” Komentar calon nasabah saat saya mengajukan proposal dengan fasilitas lengkap. Terutama yang saya berikan adalah rider atau fasilitas uang cash jika orang tersebut terdiagnosa jantung atau kanker atau sakit kritis lainnya yang perlu biaya ratusan juta. Padahal orang tersebut mampu membeli mobil. Namun, menyisihkan premi saja tidak mau.

Orang tidak berasuransi karena tidak mau rugi kecil, premi berkala, uang ratusan ribu perbulan mereka perdebatkan.

Orang berasuransi karena tidak mau rugi besar, uang pengobatan klaim penyakit kritis, daripada menanggung sendirian, lebih baik mengalihkan resiko.

Kemudian ada lagi yang menghubungi saya, “Pak tolong buatkan saya asuransi sakit kritis,” INi jadinya berapa hari? APa bisa dipercepat?”

Saya curiga dengan pertanyaan mendesak ini. Setelah saya selidiki ternyata, orang tersebut mau mendaftarkan asuransi istrinya yang ternyata sudah terdiagnosa kanker payudara. Wah, maaf pak tidak bisa. Karena, asuransi hanya menerima saat anda sehat bukan saat anda sakit. Itu uniknya dan juga kelebihannya.

Yah ibarat mobil, kalau sudah tabrakan masak baru mau diasuransikan. Pasti ditolak oleh asuransi.

Menyimak ulasan di atas, anda termasuk tipe yang mana?

Info pendaftaran asuransi Allianz hubungi:

Natanael (Agen Asuransi Allianz Indonesia berlisensi)

HP/WA: 08113436830 email: natanael.albertus@gmail.com

 

Advertisements

Pembayaran Klaim Kanker Rp200jt

Foto diatas adalah bukti klaim sakit kritis Kanker senilai Rp200jt. Sebenarnya nilai Rp200jt sedikit. Nasabah bisa kontrak Rp1Milyar. Faktor kemampuan bayar premi jadi alasan. Hanya jika dihitung kalau terkena Kanker, biaya pasti lebih besar.

Tapi syukurlah. Ibu ini sdh diberi santunan untuk membantu biaya obati Kankernya.

Yang terpenting adalah perlindungan keuangan keluarga. Bukan hanya nabung2. Apalagi si nasabah baru bayar premi 13 bulan. Coba bayangkan. Cujup gak nabung misal 1jt selama 13 bulan. Dan langsung dapat cash Rp200jt. Ini adalah asuransi

Ingin info atau daftar polis aauransi kanker hubungi

Natanael, agen asuransi Allianz tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA 08113436830

Premi Rp700rb dapat Income Rp1jt/hari+Uang Cash Sakit Kritis Rp100jt+HS Rp500rb/hari

Selamat berjumpa dengan saya, Natanael, Konsultan Asuransi berlisensi. Saya akan mengupas sebuah ilustrasi asuransi. Lihat Gambar di bawah ini.

Bijaksana1.PNG

Sebut saja Bapak Bijaksana. Yah. Saya sebut bijaksana karena beliau sadar akan pentingnya asuransi.

Pada gambar di atas, Bapak Bijaksana rela menyisihkan dana sejumlah Rp 700.000 perbulan.

Manfaat yang diperoleh:

  1. Perawatan rumah sakit di kamar Rp 500.000 perhari (harus opname tentunya)
  2. Jika Bapak tersebut terdiaknosa sakit kritis misalnya Jantung, gagal ginjal, dsb maka dapat uang cash Rp 100jt (ini langsung ditransfer ke rekening)
  3. Ditambah jika terkena sakit kritis sehingga beliau tidak bisa bekerja maka premi perbulan dibayar oleh asuransi.
  4. Bapak tersebut juga dapat income perhari Rp1.000.000 (satu juta rupiah). Syaratnya harus sakit dan dirawat inap di rumah sakit.
  5. Bapak tersebut jika meninggal maka keluarga dapat warisan Rp 100.000.000
  6. Kalau sehat, di tahun ke 11 sebagian hasil pembayaran premi bisa diambil untuk menambah modal usaha.

Ke enam poin di atas merupakan manfaat yang diperoleh Bapak Bijaksana. Mari kita budayakan hidup berasuransi sehingga finansial atau keuangan kita terjaga dengan baik. Bayangkan jika Bapak Bijaksana tidak ikut asuransi. Maka beliau akan kehabisan uang hanya untuk biaya rumah sakit.

Info pendaftaran hubungi:

Bisnis Eksekutif Allianz Life (Your digital insurance) tinggal di Surabaya – Sidoarjo

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

alamat: Jl. Kolonel Sugiono 4 Wedoro=Waru, Sidoarjo

 

Pentingnya Asuransi Penyakit Kritis

lumpuh

Orang boleh memiliki banyak asuransi, tapi jika belum ada asuransi penyakit kritis dalam portofolio asuransinya, ia masih mungkin untuk bangkrut.

Jika saya ditanya oleh orang, asuransi dengan manfaat apa yang paling penting menurut saya? Maka jawaban saya adalah asuransi dengan manfaat yang memberi uang cash atau dana jika saya terkena sakit kritis.

Apa sebenarnya penyakit kritis itu?

Penyakit kritis (critical illness) ialah sebutan untuk sekelompok penyakit yang tergolong berat dan sulit disembuhkan. Antara lain: kanker, stroke, aneka penyakit jantung, gagal ginjal, gagal hati, tumor otak, dan meningitis bakteri.

Penyakit kritis tidak selalu bicara penyakit, tapi juga kondisi tertentu yang tergolong berat dan tidak tersembuhkan, yang bisa disebabkan kecelakaan. Antara lain: lumpuh, buta, tuli, bisu, koma, dan luka bakar.

Bayangkan saja, jika kita mengalami salah satu jenis penyakit kritis tersebut, apa yang akan dialami? Pasti biaya perawatan yang besar dan sangat menyiksa keluarga kita. Akhirnya, kalau sudah putus asa, maka kita si penderita akan dibiarkan saja tanpa di obati. Sungguh tragis.

Namun, Asuransi Sakit Kritis Allianz memberikan suatu kunci dari problem tersebut yakni memberikan santunan dana mulai Rp 100jt hingga 10 Milyar (sesuai kontrak awal pengajuan polis asuransi).

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Di Allianz, asuransi penyakit kritis merupakan rider (manfaat tambahan) pada asuransi jiwa Tapro Allisya Protection Plus atau Tapro Syariah. Jadi, untuk mengambil asuransi penyakit kritis, kita harus mengambil asuransi jiwa. Tapi itu tak masalah karena asuransi jiwa pun tidak kalah pentingnya untuk dimiliki.

Ada dua rider penyakit kritis di Tapro yang dapat anda pilih, yaitu CI+ (menanggung 49 penyakit kritis sd usia 70 tahun) dan CI100 (merupakan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sd usia 100 tahun).

Contoh ilustrasi Tapro dengan manfaat UP jiwa 1 miliar dan UP penyakit kritis 1 miliar bisa dilihat di bawah ini. Jika memakai rider CI100, preminya untuk pria atau wanita usia 30 tahun hanyalah 1 juta per bulan. (contoh diambil dari myallisya.com)

Dengan setoran 1juta per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1 M ditambah rider CI100 (100 kondisi penyakit kritis) 1 M. Total manfaat 2 M.

Jika memakai rider CI+, preminya untuk pria atau wanita usia 30 tahun adalah 900 ribu per bulan.

Dengan setoran 900 ribu per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1M ditambah rider CI+ 1M. Total manfaat 2M

 

 

 

 

Untuk konsultasi asuransi dan produk asuransi Allianz secara gratis, silakan menghubungi saya:

Natanael (Business Eksekutive ASN)

HP/WA: 0811-343-6830 (email: natanael.allianz@gmail.com) Tinggal di Surabaya

 

Sumber : myallisya.com/2015/09/24/asuransi-apa-yang-paling-penting/

Bukti Klaim Rp400jt ke Nasabah yang Sakit Kritis

bukti klime nasabah 400jt.jpg

Selamat Berjumpa di Tahun Baru 2018

Berikut saya mau bagikan bukti klaim nasabah yang terdiagnosa sakit krits. Kebetulan bukti ini saya dapat dari group WA sesama agen asuransi.

Bukti diatas menjelaskan tentang pencairan klaim sakit kritis asurnasi Allianz, sebesar Rp400juta-an yang langsung ditransfer ke rekening nasabah. Ini berbeda dengan klaim chassles. Kalau Chassles, asuransi hanya mencover seluruh biaya sakit di rumah sakit. Sedangkan klaim sakit kritis ini, asuransi mentransfer dana berupa uang sejumlah Rp 400jt sesuai kontrak di awal pembelian polis. Misalnya di awal kontrak nilai pertanggungan sakit kritis sebesar Rp1 Milyar, pasti Asuransi akan mentransfer dana sebesar Rp 1 Milyar.

Kalau misalnya si nasabah ini punya hutang saat sakit, bisa dibayangkan bagaimana pusingnya keluarga mereka membayar hutang si nasabah. Namun karena dibantu dengan dana dari Allianz sebesar Rp 400jt maka bisa buat melunasi hutangnya dan tidak membebani keluarga.

Pertanyaan lebih detail atau ingin dibuatkan ilustrasi hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Tipe Pekerjaan Berikut dapat Meningkatkan Resiko Serangan Jantung

Ada beberapa tipe dan karakteristik pekerjaan yang sebenarnya mungkin dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung. Berikut adalah penjabarannya seperti dikutip Health.com:

1. Terlalu lama duduk 
Orang yang sifat pekejaannya selalu menetap (minim aktivitas fisik) memiliki risiko lebih tinggi terkena masalah jantung daripada mereka yang pekerjaannya lebih aktif, kata Dr Martha Grogan, seorang ahli jantung dari Mayo Clinic, Rochester, Minnesotta.

Grogan mengatakan, tidak diketahui secara pasti mengapa hal ini bisa terjadi. Tetapi menurutnya, terlalu berlama-lama duduk dapat menyebabkan penurunan sensitivitas insulin dan enzim yang biasanya memecah lemak. Sebagai antisipasinya, Anda bisa berdiri dan berjalan-jalan sekali-sekali di tengah kesibukan pekerajaan Anda.

2. TNI Polri  dan pemadam kebakaran

Penggabungan antara jenis pekerjaan yang cenderung tidak aktif dan memiliki tingkat stres tinggi – seperti melawan tindak kejahatan atau pemadam kebakaran – tidak bagus untuk kesehatan jantung. Sekitar 22 persen kematian pada polisi dan 45 persen pada petugas pemadam kebakaran kebanyak disebabkan karena penyakit jantung dibandingkan 15 persen jenis pekerjaan lainnya.

Bekerja berjam-jam, shift (jaga) malam, makan yang tidak sehat di tempat kerja, stres, paparan karbon monoksida atau polusi, serta faktor risiko lain, seperti hipertensi mungkin memainkan peran penting terhadap berkembangnya penyakit jantung. Jika Anda tidak dapat mengubah pekerjaan Anda, setidaknya Anda bisa melakukan perubahan dengan fokus pada hal-hal seperti makan sehat, olahraga, dan menurunkan tekanan darah – yang dapat Anda kendalikan.

3. Pengendara bus

Sopir bus lebih mungkin untuk mengalami hipertensi dibandingkan dengan pekerja lainnya, jelas Dr Peter L. Schnall, profesor kedokteran dari University of California, Irvine. Menurut Schnall, sopir bus berisiko mengalami tekanan dan stres saat melakukan pekerjaannya karena mereka membutuhkan kewaspadaan untuk menghindari kecelakaan dan menjaga penumpang tetap aman.

Namun, meskipun Anda tidak dapat mengontrol stres atau polusi, Anda dapat mengatasi faktor-faktor risiko lainnya. Sebuah riset menunjukkan, 56 persen dari para sopir bus di Taipei telah didiagnosa hipertensi jika dibandingkan dengan 31 persen jenis pekerjaan lainnya. Mereka juga memiliki kolesterol tinggi, berat badan, trigliserida, dan penyakit jantung.

4. Pekerja shift

Pergeseran jadwal atau berganti shift malam umum terjadi di kalangan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan lainnya. Orang-orang pada kelompok ini biasanya memiliki risiko lebih tinggi penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Bekerja shiftsendiri dapat mengganggu irama sirkadian dan jam tidur seseorang yang memainkan peran penting dalam menjaga gula darah, tekanan darah, dan regulasi insulin. Tapi gaya hidup yang tidak sehat juga dapat menjadi faktor pemicu.

Pekerja shift malam tampaknya lebih mungkin untuk merokok, kata Dr Nieca Goldberg, direktur medis dari Joan H. Tisch Center for Women Health di NYU Langone Medical Center di New York City. Sementara itu durasi tidur yang pendek telah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih besar.

5. Bartender

Banyak negara-negara bagian dan kota-kota di Amerika Serikat sudah memiliki undang-undang larangan merokok di restoran dan bar. Namun bartender yang bekerja di tempat-tempat yang tidak memiliki peraturan seperti itu memiliki risiko lebih besar untuk secara sengaja menghisap asap tembakau.

“Sudah jelas menunjukkan bahwa asap rokok secara signifikan meningkatkan risiko serangan jantung,” kata Dr Grogan.

6. Pekerja terowongan

Sebuah studi pada 1988 yang melibatkan lebih dari 5.000 pekerja terowongan di New York City menemukan bahwa orang yang pernah bekerja di terowongan transportasi memiliki peningkatan risiko kematian terkait jantung sebesar 35 persen ketimbang populasi umum.

“Ini intuitif. Para pekerja ini biasanya lebih berisiko terpapar tingkat yang lebih tinggi karbon monoksida dibandingkan dengan pekerja jembatan,” kata Dr Mauro Moscucci, kepala divisi kardiovaskular dari University of Miami Miller School of Medicine. Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

7. Pekerja pabrik

Orang yang bekerja di pabrik atau pekerjaan yang sangat menuntut kuota namun tendah tingkat pengawasan atau kontrol dari pekerjaan, juga dianggap berada pada kelompok yang berisiko tinggi penyakit jantung. “Bekerja di luar kemampuan adalah sebuah stressor yang dapat mengarah ke penyakit jantung,” kata Dr Moscucci.

Sebuah penelitian dalam The Landmark Whitehall di mana melibatkan hampir 11.000 pegawai sipil Inggris menemukan bahwa pria dan wanita dengan kontrol pekerjaan rendah memiliki dua kali lipat mendapatkan penyakit jantung. Hal yang sama berlaku pula pada pekerja yang mendapat kontrol lebih besar.

8. Bekerja 11 jam lebih

Karyawan yang bekerja selama berjam-jam juga berisiko lebih tinggi. “Kami mengetahui ada hubungan antara beban kerja dan penyakit arteri koroner,” kata Dr Schnall.

Studi Whitehall juga menemukan adanya peningkatan kasus penyakit jantung koroner (67 persen) pada pegawai negeri Inggris yang bekerja 11 jam atau lebih dalam sehari dibandingkan dengan mereka yang hanya bekerja 7 sampai 8 jam. Jika Anda tidak dapat mengurangi jam kerja, Anda dapat fokus pada faktor-faktor risiko lain yang dapat Anda kontrol seperti makan banyak buah dan sayuran, cukup tidur, dan melakukan aktivitas fisik selama beberapa minggu.

9. Pekerjaan tanpa asuransi kesehatan

Sekitar 50 juta orang Amerika Serikat, atau 1 dari 6 orang, tidak diasuransikan pada tahun 2010. Kurangnya asuransi kesehatan telah dikaitkan dengan buruknya kondisi kesehatan pada umumnya dan kesehatan jantung pada khususnya. Riset pada 2007 dalam Journal of American Medical Association menemukan, ada perbaikan tingkat kesehatan pada orang dewasa yang mendapat asuransi setelah sebelumnya mereka tidak diasuransikan.

10. Kehilangan pekerjaan

Meskipun ini tidak terkait antara jenis pekerjaan dan risiko serangan jantung, tetapi kehilangan pekerjaan juga bisa membahayakan kesehatan jantung. Riset menunjukkan, pekerja berusia lebih tua yang kehilangan pekerjaan bukan karena kesalahan mereka sendiri (misalnya, kantor atau pabrik bangkrut dan bukan karena masalah kesehatan) memiliki risiko dua kali lipat menderita stroke.

Bahkan sebuah studi dari ilmuwan Harvard pada 2009 menemukan, orang yang kehilangan pekerjaan mereka lebih mungkin untuk mengembangkan masalah baru, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung di kemudian hari.

sumber: kompas.com.

Namun, jika seseorang sudah mendapaftar dan memiliki polis asuransi kesehatan khususnya smartmed premier dan asuransi sakit kritis Allianz hal tersebut tidak perlu kawatir lagi.

Info lebih detail hubungi saya, Natanael, Konsultan Asuransi HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Keunggulan Produk Sakit Kritis Allianz

banner 5

Asuransi sakit kritis Allianz berbeda dengan asuransi kesehatan Allianz, Asuransi kesehatan Allianz memiliki fokus yaitu membayar biaya biaya yang timbul akibat perawatan di rumah sakit,

Sementara asuransi sakit kritis Allianz, lebih fokus pada uang tunai atau santunan tunai yang diberikan cash kepada nasabah sesuai kontrak tanpa butuh rawat inap, yang dapat bebas nasabah tentukan untuk keperluan apapun. Asuransi sakit kritis atau biasa disingkat CI+ atau CI atau CI 100 adalah asuransi tambahan kesehatan (rider) yang memberikan perlindungan menyeluruh terhadap 49 penyakit kritis.

4 Keunggulan Produk Sakit Kritis Allianz :

  1. Melindungi Anda dari 49 kondisi penyakit kritis.
  2. Masa Perlindungan hingga usia 70 tahun.
  3. Usia masuk yang fleksibel yaitu mulai dari 1 tahun hingga 64 tahun.
  4. Manfaat yang diterima tidak mengurangi Uang Pertanggungan Dasar.

Daftar 49 Penyakit Kritis di Allianz, produk CI maupun CI+ dari Allianz antara lain:

1. Serangan Jantung Pertama
2. Stroke
3. Operasi Jantung Koroner
4. Operasi Penggantian Katup Jantung
5. Kanker
6. Gagal Ginjal
7. Kelumpuhan
8. Multiple Sclerosis
9. Transplantasi Organ Vital Tubuh
10. Penyakit Alzheimer/Gangguan Otak Organik Degeneratif yang tidak dapat pulih kembali.
11. Koma
12. Penyakit Parkinson
13. Terminal Illness
14. Penyakit Paru-paru Kronis/Tahap Akhir
15. Penyakit Hati Kronis
16. Penyakit Motor Neuron
17. Muscular Dystrophy
18. Anemia Aplastis
19. Operasi Pembuluh Aorta
20. Hepatitis Fulminant
21. Pulmonary Arterial Hypertension Primer
22. Meningitis Bakteri
23. Tumor Otak Jinak
24. Radang Otak
25. Luka Bakar
26. Poliomyelitis
27. Trauma Kepala Serius
28. Apallic Syndrome
29. Penyakit Jantung Koroner Lain Yang Serius
30. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner
31. Lupus Eritematosus Sistemik (Systemic Lupus Erythematosus)
32. HIV Yang didapatkan melalui Transfusi Darah dan Pekerjaan
33. Tuli (Hilangnya fungsi Indra pendengaran)
34. Bisu (Kehilangan Kemampuan Bicara)
35. Kebutaan
36. Skleroderma progresif
37. Penyakit Kista Medullary
38. Cardiomyopathy
39. Aneurisma Pembuluh Darah Otak Yang Mensyaratkan Pembedahan
40. Terputusnya Akar -Akar Syaraf Plexus Brachialis
41. Stroke Yang Memerlukan Operasi Arteri Carotid
42. Operasi Scoliosis Idiopatik
43. Pankreatitis Menahun Yang Berulang
44. Penyakit Kaki Gajah Kronis
45. Hilangnya Kemandirian Hidup
46. Kematian Selaput Otot atau Jaringan (Gangrene)
47. Rheumatoid Arthritis Berat
48. Colitis Ulterative Berat (Cronh’s disease)
49. Penyakit Kawasaki Yang Mengakibatkan Komplikasi Pada Jantung

Manfaat yang diterima

  • Kecuali Angioplasty dan Penatalaksanaan Invasif Lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner, Manfaat yang dibayarkan 100% Uang Pertanggungan (UP).
  • Manfaat Angioplasty dan Penatalaksanaan Invasif Lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner dibayarkan sebesar 10% UP.

Perbedaan CI+ dan CI100 :

  • CI+ menanggung 49 kondisi penyakit kritis, CI100 menanggung 100 kondisi penyakit kritis.
  • CI+ masa perlindungannya sampai usia 70 tahun, CI100 sampai usia 100 tahun.
  • CI+ menanggung penyakit kritis tahap lanjut (advanced), CI100 menanggung penyakit kritis mulai tahap awal (early stage).
  • CI+ tidak ada syarat survival period (masa bertahan hidup sejak terdiagnosa penyakit kritis), CI100 ada survival period selama 7 hari.
  • CI+ usia masuknya mulai usia 1 sd 64 tahun, CI100 mulai usia 5 sd 70 tahun.
  • CI+ biaya asuransi atau iuran tabarru-nya lebih murah daripada biaya asuransi CI100.

Persamaan CI+ dan CI100 :

  • Masa tunggu 90 hari dari tanggal polis disetujui, atau dari tanggal pemulihan polis (jika sempat lapse).
  • Maksimum UP 2 miliar, kecuali disetujui lebih oleh Allianz.
  • Klaim CI+ maupun CI100 tidak mengurangi UP jiwa dasar.
  • UP CI+ dan CI100 dapat melebihi UP jiwa dasar. Dalam satu polis Tapro, hanya dapat ditambahkan beberapa rider penyakit kritis.
  • 49 penyakit kritis yang ada di CI+, seluruhnya ada di CI100. Jadi, CI100 sudah mencakup CI+.
  • Jika anda belum memiliki asuransi penyakit kritis sekarang ini, saya menganjurkan anda untuk membeli asuransi jiwa Allianz (Tapro) ditambah dengan manfaat tambahan asuransi penyakit kritis CI, CI+ atau CI100 sekarang juga.

TANYA & JAWAB PRODUK SAKIT KRITIS ALLIANZ

T: Bagaimana cara memiliki CI Plus?
J: CI Plus adalah asuransi tambahan kesehatan atau rider. Oleh karena itu, Anda terlebih dahulu harus memiliki asuransi jiwa yang disediakan oleh PT. Asuransi Allianz Life Indonesia sebagai polis dasar Anda. Klik di sini untuk melihat pilihan produk asuransi jiwa.

T: Apa saja kondisi penyakit kritis yang ditanggung oleh CI Plus?
J: Silakan klik di sini untuk mengetahui 49 kondisi penyakit kritis yang ditanggung oleh CI Plus.

T: Siapa saja yang dapat menjadi peserta CI Plus?
J: Siapa pun yang berusia 1 tahun – 64 tahun dan sudah memiliki polis asuransi jiwa dari PT. Asuransi Allianz Life Indonesia.

T: Berapa lama masa perlindungan yang diberikan CI Plus?
J: CI Plus memberikan masa perlindungan hingga usia 70 tahun.

T: Apa yang dimaksud dengan Masa Eliminasi?
J: Masa Eliminasi adalah masa tunggu yang berlaku hingga seseorang dapat mendapatkan manfaat polis. Masa Eliminasi pada CI Plus adalah 90 hari setelah dimulainya pertanggungan.

T: Bagaimana cara membayar premi asuransi saya?
J: Secara umum, premi bisa dibayarkan secara bulanan, triwulan, semesteran, dan tahunan. Pembayaran premi CI Plus mengikuti cara pembayaran polis dasar. Contohnya, bila polis dasar asuransi jiwa dibayar setiap satu bulan sekali, premi CI Plus pun dibayar setiap satu bulan sekali.

T: Bagaimana cara mendapatkan manfaat CI Plus saat saya atau keluarga terdiagnosis kondisi penyakit kritis?
J: Ikuti prosedur klaim asuransi jiwa dan kesehatan, Saya akan membantu Anda dengan Formulir Klaim dan Dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan Klaim.

T: Bagaimana cara membeli CI Plus?

Cara membeli CI Plus tinggal hubungi: 08113436830 (Natanael Agen Asuransi Allianz)