Tag Archives: asuransi sakit kritis

Punya Asuransi Kesehatan Sesuai Tagihan, Masih Perlukah Asuransi Penyakit Kritis?

 Sekarang ini banyak program asuransi kesehatan yang membayar biaya pengobatan sesuai tagihan rumah sakit. Di Allianz pun sejak Agustus 2014 lalu telah diluncurkan produk SmartMed Premier, program asuransi kesehatan yang membayar klaim sesuai tagihan dengan limit tahunan 6 miliar. Artinya, berapa pun biaya yang ditagihkan rumah sakit, untuk penyakit kritis sekalipun, akan dibayar sepenuhnya oleh Allianz, selama tidak melebihi 6 miliar.

Bagus? Tentu saja. (Penjelasan lebih lengkap tentang SmartMed Premier bisa dibaca di SINI).

Pertanyaannya, jika kita sudah memiliki produk askes yang membayar klaim sesuai tagihan semacam itu, apakah kita masih perlu mengambil asuransi penyakit kritis?

Jawabannya adalah PERLU.

Mengapa?

“Karena asuransi kesehatan tidak memberikan uang tunai dalam jumlah besar; sesuatu yang sangat dibutuhkan ketika mengalami penyakit kritis.”

Aneka biaya tersembunyi penyakit kritis yang tidak ditanggung asuransi kesehatan.


Asuransi kesehatan bisa membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit. Tapi untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit, asuransi kesehatan tidak bertanggung jawab lagi.

Apa sajakah itu? Silakan dilihat kembali gambar di atas. Atau dilanjut dengan rangkuman di bawah:

  • Akomodasi untuk orang yang menemani, seperti transportasi, penginapan, biaya makan, dan lain-lain. Orang yang menemani si sakit ini bisa jadi bukan satu-dua orang. Biaya akan lebih besar jika perawatan dilakukan di luar negeri.
  • Perawatan lanjutan sepulang dari rumah sakit, seperti perawat di rumah dalam jangka waktu yang lama (untuk kasus stroke atau lumpuh), cuci darah hingga seumur hidup (untuk kasus gagal ginjal), suplemen untuk penguat tubuh yang pada umumnya berharga mahal (seperti produk kesehatan yang sering ditawarkan MLM), atau perawatan di tempat pengobatan alternatif.
  • Biaya hidup selama tidak bekerja karena menjalani perawatan, dan biaya hidup untuk keluarga jika tidak bisa bekerja lagi untuk seterusnya.
  • Segala keperluan dan cita-cita lain yang bisa terganggu akibat mengalami penyakit kritis, seperti dana pendidikan anak, rencana pensiun, cicilan rumah, cicilan mobil, rencana liburan, hingga perjalanan ibadah.

Asuransi penyakit kritis bisa membantu untuk berbagai biaya dan keperluan semacam itu, karena klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (cash). Besarnya sesuai jumlah uang pertanggungan (UP) yang tercantum dalam polis.

Misalnya dalam polis tertera UP penyakit kritis sebesar 1 miliar, maka akan diberikan sebesar 1 miliar jika tertanggung terdiagnosa suatu penyakit kritis, atau separuhnya jika penyakit kritis terdiagnosa di tahap awal (khusus untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung sejak tahap awal, contohnya CI100).

Yang namanya uang tunai, sifatnya sangat fleksibel dan tentunya boleh digunakan untuk apa saja. Mau dipakai berobat boleh, tidak berobat pun silakan saja. Berobat di rumah sakit boleh, di klinik alternatif juga boleh. Mau digunakan untuk biaya hidup sehari-hari boleh, disimpan saja untuk keperluan pendidikan anak pun baik. Untuk melunasi utang boleh, diinvestasikan untuk menambah dana pensiun pun tak masalah.

Itulah kekuatan uang tunai dalam jumlah besar, sesuatu yang tidak diberikan oleh asuransi kesehatan sebagus apa pun.

Klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (hard-cash). Penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada nasabah.

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) pada produk asuransi jiwa Tapro. Saat ini terdapat dua macam rider penyakit kritis, yaitu CI+ dan CI100. CI+ memberikan perlindungan dari 49 penyakit kritis sampai usia 70 tahun, sedangkan CI100 memberikan perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun. (Mengenai perbedaan keduanya, bisa dibaca di Perbedaan dan Persamaan antara CI+ dengan CI100).

Bagaimana dengan preminya? Sebagai contoh bisa dilihat pada gambar ilustrasi berikut:

Dengan setoran 900 ribu per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1M ditambah rider CI+ 1M. Total manfaat 2M

.

Dengan setoran 1juta per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1 M ditambah rider CI100 (100 kondisi penyakit kritis) 1 M. Total manfaat 2 M.

Untuk usia dan jenis kelamin yang berbeda, atau menginginkan manfaat tambahan yang lain, silakan menghubungi saya melalui kontak di bawah.

sumber: myallisya.com/2014/08/29/punya-asuransi-kesehatan-sesuai-tagihan-masih-perlukah-asuransi-penyakit-kritis/

Terima kasih.

Natanael Agen Allianz Indonesia

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Kisah Klaim Nasabah yang Mengalami Penyumbatan 85% di Pembuluh Darah Jantung

 

Klaim CI+ 3M

Pembaca yang budiman, kali ini saya akan berbagi kisah tentang seorang nasabah yang mengalami penyumbatan 85% di pembuluh darah jantungnya.

Gambar di atas adalah seremoni penyerahan klaim secara simbolis pada bulan Oktober 2016 di Medan. Nasabah berusia 51 tahun mengalami penyumbatan 85% di pembuluh darah jantung. Klaim penyakit kritis sebesar 3 miliar dibayarkan oleh Allianz, dilanjutkan dengan pembebasan premi 10 juta per bulan sampai nasabah berusia 65 tahun.

Kisah di balik klaim ini dituturkan oleh sang agen, pasangan suami-istri Bpk Suwanto (kanan) dan ibu Jenni (dua dari kiri):

Awalnya bapak ini tidak percaya akan asuransi. Setiap agen asuransi yang datang selalu dia tolak.

Kami berhasil meyakinkan beliau setelah keponakannya yang sudah menjadi nasabah kami, mengalami kanker dan mengajukan klaim ke Allianz dan prosesnya dibayarkan dengan sangat cepat.

Singkat cerita setelah percaya, ia pun mengambil polis Tapro melalui kami. Sebenarnya dia punya kemampuan untuk mengambil UP 10 miliar. Tapi karena masalah laporan keuangan sedikit ribet, akhirnya diputuskan untuk mengambil 3 miliar dulu dengan premi 10 juta per bulan (usia nasabah waktu itu 49 tahun), dan sisanya direncanakan secara bertahap akan ditambahkan setelah 3 tahun kemudian.

Tapi risiko tak bisa diduga. Ternyata 22 bulan setelah ambil polis, tanpa sengaja saat mengantar mertuanya berobat ke Malaysia, beliau pun iseng sekalian general check up. Dan dokter curiga dengan hasil EKG serta treadmillnya.

Dia pun lalu dirujuk ke dokter spesialis jantung untuk dilakukan kateterisasi. Ternyata penyumbatannya sudah 85% dan jelas sekali di angiogramnya. Padahal orangnya selalu ke gym dan jika melakukan treadmill pun sanggup sampai stage berlari.

Serasa tidak percaya, bapak ini sewaktu masih di Malaysia menghubungi kami di Medan. Seraya masih bercanda, dia berkata, “Saya kena undian.” Waduh, rupanya kena undian divonis penyakit kritis.

Akhirnya kami bantu kirimkan semua form klaim penyakit kritis untuk diisi dokter. Manfaat penyakit kritis yang diambil adalah rider CI+ (perlindungan terhadap 49 penyakit kritis).

Dalam waktu dua bulan setelah klaim dilengkapi, semua klaim dibayarkan dengan cepat oleh Allianz. Bukan hanya itu, melalui manfaat Payor Benefit, premi sebesar 10 juta per bulan pun dibayarkan oleh Allianz mulai nasabah usia 51 tahun sampai usia 65 tahun. Jika dihitung selama 14 tahun berarti manfaat Payor Benefitnya saja sekitar 1,6 miliar.

Lalu masih tersedia pula uang pertanggungan meninggal sebesar 3 miliar, plus hasil investasi.

Dengan kejadian ini, keyakinan dia terhadap asuransi pun semakin bertambah. Dia malah mau nambah lagi punya proteksi, tapi tentu sudah tidak bisa. Akhirnya dia masukkan istrinya juga mengingat pentingnya perlindungan Tapro.

Konsultasi dan pendaftaran pengajuan polis asuransi dengan klaim UP 10 Miliar jika terkena sakit kritis hubungi:

 

Natanael Agen Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

sumber; allianz-bayar-klaim-penyakit-kritis-3-miliar/

Karakteristik Kanker, Jenis Sakit Kritis Yang Paling Sering Diklaim ke Allianz

  1. jantung,
  2. stroke,
  3. kanker,
  4. gagal ginjal,
  5. tumor otak jinak.

Di dalam tulisan ini akan dibahas satu persatu kriteria sakit kritis yang paling sering diklaim ke Allianz.

 

KANKER

#  Pada rider CI+ (49 sakit kritis), kriteria kanker yang bisa diajukan klaim adalah sebagai berikut:

KANKER

Penyakit yang ditandai adanya tumor ganas akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan menyebarnya sel tumor ganas serta invasi ke jaringan.  Diagnosa harus ditegakkan berdasarkan pemeriksaan jaringan dan didiagnosa oleh Oncologist atau Phatologist.

Penyakit-penyakit yang dikecualikan:

  1. Carsinoma in situ dan tumor yang secara histologi menggambarkan prekanker atau tidak invasif, termasuk dalam hal ini adalah carsinoma in situ payudara, Cervical dysplasia CIN 1, CIN 2, CIN 3.
  2. Hyperkeratoses, basal cell and squamous skin cancer, dan melanoma dengan ketebalan yang kurang dari 1.5mm Breslow, atau kurang dari Clark Level 3 kecuali ada bukti yang menunjukkan adanya penyebaran.
  3. Kanker kelenjar prostat yang berdasarkan pemeriksaan jaringan demikian juga dengan TNM klasifikasi T1a atau T1b atau kanker kelenjar prostat berdasarkan klasifikasi yang sama atau klasifikasi Lesser, T1N0M0 Pappilary microcarcinoma kantung kemih, dan Chronic Lymphocytic Leukimia kurang dari RAI stage 3, dan
  4. Semua tumor yang disebabkan karena infeksi HIV
  5. Termasuk adalah leukimia (selain lymphotic leukimia), tumor ganas semua orga tubuh kecuali semua tumor kulit (selain melanoma malignum) dan tumor jinak dan kanker stadium insitu tidak diasuransikan dalam ta’awuni ini.

 

#  Pada rider CI100 (100 kondisi kritis), kriteria kanker yang bisa diajukan klaim adalah sebagai berikut:

EARLY CI

KARSINOMA IN SITU

Karsinoma in situ pada organ tertentu

Karsinoma in situ yang ditanggung adalah yang terjadi pada organ berikut:  payudara, rahim, tuba falopi, vulva, vagina, leher rahim, usus besar (colon), rektum, penis, testis, paru-paru, perut, nasofaring atau kandung kemih.

Karsinoma in situ berarti pertumbuhan baru yang bersifat focal autonomous dari sel-sel carcinomatous yang terbatas pada sel dimana sel tersebut berasal dan belum mengakibatkan invasi dan/atau kerusakan jaringan di sekitarnya.  Invasi berarti infiltrasi dan/atau pengrusakan aktif jaringan normal yang melewati membran dasar.

Diagnosis karsinoma in situ harus dibbuktikan dengan laporan histopatologi.  Selain itu, diagnosa karsinoma in situ harus berdasarkan pemeriksaan mikroskopik pada sediaan jaringan, dan harus dibuktikan dengan hasil biopsi.  Diagnosis klinis saja tidak memenuhi kriteria yang dapat dibayarkan.

Diagnosis klinis atau klasifikasi Cervical Intraephitelial Neoplasia (CIN) dengan laporan CIN I, CIN II, CIN III (displasia hebat tanpa carcinoma in situ) tidak memenuhi persyaratan klaim dan dikecualikan.  Karsinoma in situ dari sistem saluran empedu juga dikecualikan.

Kanker Prostat tahap awal

Kanker Prostat yang secara histologis dijelaskan menggunakan klasifikasi TNM sebagai T1a atau T1b atau kanker prostat yang menggunakan klasifikasi lain yang setara.

Kanker tiroid tahap Awal

Kanker Tiroid yang secara histologis dijelaskan menngunakan klasifikasi TNM sebagai T1N0M0 mikrokarsinoma papilari tiroid yang diameternya kurang dari 1 cm.

Kanker Kandung Kemih Tahap Awal

Mikrokarsinoma papilari pada kandung kemih (Ta)

Leukimia Limfositik Kronis Tahap Awal

Leukimia Limfositik Kronis (Crhonic Lymphotic leukaemia (CLL)) RAI stadium 1 atau 2.  CLL RAI stadium 0 atau lebih rendah dikecualikan.

Melanoma Tahap Awal

Melanoma invasive dengan ketebalan Breslow kurang dari 1.5mm, atau kurang dari Clastk Level 3.  Melanoma invasive yang secara histologis dideskripsikan sebagai  “in-situ” dikecualikan.

INTERMEDIATE CRITICAL ILLNESS

KARSINOMA IN SITU DAN KANKER TAHAP AWAL PADA ORGAN TERTENTU YANG DILAKUKAN PEMBEDAHAN RADIKAL

Dilakukan pembedahan radikal untuk meminimalisir penyebaran keganasan di organ tertentu tersebut yang dinyatakan sebagai kondisi yang diperlukan secara medis.  “Pembedahan Radikal” disini didefenisikan (kecuali ditentukan lain) sebagai pembuangan menyeluruh dan tuntas dari salah satu organ berikut: payudara (mastectomy), prostat (prostectomy), rahim (hysterectomy), indung telur (oopherectomy), tuba falopi (salpingectomy), usus besar (colectomy sebagian dengan end to end anastomosis) atau lambung (gasterectomy sebgaian dengan end to end anastomosis).

Diagnosa karsinoma in situ harus selalu ditegakkan berdasarkan pemeriksaan mikroskopik pada sediaan jaringan dan didukung oleh hasil biopsi dari organ yang diangkat.  Diagonsis klinis saja tidak memenuhi standar ini.

Kanker prostat tahap awal yang secara histologik digambarkan sebagai T1a atau T1b dengan penggolongan TNM atau yang digolongkan dengan klasifikasi lain yang setara jika sudah dilakukan prostatectomy radikal.  Semua tingkat cervical intraephitelial neoplasia (CIN) dan prostatic intraephitelial neoplasia (PIN) secara khusu dikecualikan.

Karsinoma in situ berarti pertumbuhan baru yang bersifat focal autonomous dari sel-sel carcinomatous yang terbatas pada sel dimana sel tersebut berasal dan belum mengakibatkan invasi dan/atau kerusakan jaringan di sekitarnya.  Invasi berarti infiltrasi dan/atau pengrusakan aktif jaringan normal yang melewati membran dasar.

Diagnosis karsinoma in situ harus dibbuktikan dengan laporan histopatologi.  Selain itu, diagnosa karsinoma in situ harus berdasarkan pemeriksaan mikroskopik pada sediaan jaringan, dan harus dibuktikan dengan hasil biopsi.  Diagnosis klinis saja tidak memenuhi kriteria yang dapat dibayarkan.

ADVANCED CRITICAL ILLNESS

KANKER  (kondisi seperti pada rider 49 sakit kritis)

CATASTROPHIC CI

KANKER DENGAN METASTASIS

Semua tumor ganas dengan metastasis/penyebaran jauh sesuai stadium IV AJCC dan tumor otak glioma stadium III/IV WHO.  Penyebaran yang hanya ke kelenjar getah bening dikecualikan.  Diagnosis keganasan harus dikonfirmasi oleh bukti histologis.  Semua tumor yang berhubungan dengan/disebabkan infeksi HIV dikecualikan.

Info lebih lanjut dan pendaftaran polis Allianz dgn Asuransi Sakit Kritis hubungi;

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya

HP/WA: 08113436830

 

Sumber; kanker-jenis-sakit-kritis-yang-paling-sering-diklaim-ke-allianz-ini-karakteristiknya/

Reaksi Anda Bagaimana Jika Divonis Kanker


Membaca judul di atas terasa ngeri! Tidak mungkin berharap, kanker menyerang saya. Dan jika ditanya bagaimana reaksi saya suatu saat jika divonis kanker oleh dokter? Jawaban saya adalah cemas. Bukan cemas karena kematian. Tetapi cemas karena bagaimana dengan keluarga saya dalam menanggung biaya sakit kanker saya? Itu poin pentingnya.

Mungkin saya hanya bisa berkata, “Sudah, gak usah dirawat ke dokter, habis-habiskan biaya saja.”

Kalau kita ulas tentang kanker, istilah kanker itu bukan hanya ditujukan untuk satu jenis penyakit saja namun bisa dikategorikan ke banyak jenis penyakit karena ada lebih dari 100 jenis kanker yang ditemukan sampai saat ini. Sebagian besar kanker diberi nama sesuai dengan di organ tubuh sel kanker itumulai tumbuh misalnya, kanker yang dimulai di usus besar disebut kanker usus besar; kanker tumbuh di payudara di sebut kanker payudara.

 

Kanker adalah satu kata yang sangat mengerikan dan menjadi momok yang sangat menakutkan. Ketika dokter menyatakan seorang pasien terkena sakit kanker, maka pikiran pasien dan keluarga akan memasuki tahap penuh kejutan dan pertanyaan.

Namun, solusi (walaupun bukan solusi satu-satunya), kita perlu memproteksi dengan asuransi penyakit kritis CI100 Allianz. Asuransi ini dapat memberikan perlindungan dari tahap awal saat penderita baru terdiagnosa karena dengan uang santunan yang diberikan. Tujuannya dengan santunan tersebut kita dapat segera memperoleh pengobatan terbaik untuk menyembuhkan penyakit kanker yang kita alami sesegera mungkin.

Allianz-CI100

Bila stadium kankernya masih dini, maka proses pengobatan akan relatif lebih cepat dan harapan kesembuhannya akan lebih baik. Jangan membuang-buang waktu percuma dengan mencari pengobatan alternatif, karena hingga kini pengobatan kanker hanyalah operasi, khemoterapi, radioterapi atau terapi hormon. Dengan membuang waktu, artinya memberikan kesempatan pada kanker untuk terus tumbuh dan menyebar ke seluruh tubuh, sehingga akhirnya sudah tidak dapat diobati lagi.

Jadi bagaimana sikap yang terbaik bila menghadapi kenyataan menderita kanker ? Tentunya yang terbaik adalah menerima kenyataan itu secepat mungkin, yaitu masuk ke fase penerimaan atau pasrah, sehingga lebih cepat diobati oleh dokter. Tentunya jika saat ini Anda masih sehat, sebaiknya Anda segera membeli asuransi penyakit kritis CI100 Allianz. Karena jika Anda sudah terdiagnosa kanker, maka semuanya sudah terlambat. Anda tidak akan bisa beli asuransi penyakit kritis Allianz ini lagi.

Jadi belilah asuransi ketika masih sehat. Sisihkan sebagian kecil pendapatan Anda saat ini untuk membayar premi setiap bulannya. Jumlah premi yang Anda sisihkan setiap bulan dari pendapatan ini tidaklah seberapa jumlahnya dibandingkan dengan jumlah biaya pengobatan yang akan Anda keluarkan untuk mengobati kanker jikalau Anda tidak memiliki asuransi. Jumlahnya bisa berpuluh atau beratus kali lipat jumlahnya.

Pelajaran dari kasus ini adalah belilah asuransi penyakit kritis Allianz sekarang juga dan apabila nantinya Anda terdiagnosa kanker, segeralah untuk menerima kenyataan dengan masuk ke fase lima secepatnya yaitu pasrah dan segera berobat ke dokter agar penyakit Anda bisa segera diobati sehingga hasilnya akan lebih baik. Jangan membuang waktu percuma yang tidak ada hasilnya, karena kanker akan terus tumbuh sehingga akibatnya akan lebih buruk.

Dengan memiliki asuransi bukankah Anda telah memiliki uang santunan yang dapat dipergunakan untuk berobat sedini mungkin. Anda juga tidak perlu kuatir mengenai biaya pengobatan kanker yang mahal. Tanpa adanya kesiapan biaya maka tidak akan ada tindakan apa apa yang bisa dilakukan oleh pihak rumah sakit.

sakit-kritis

Jika pihak rumah sakit menyatakan bahwa biaya yang harus Anda keluarkan adalah, “500 juta rupiah! Atau 1 milliar rupiah!” Apakah Anda siap atau sudah memiliki uang tunai sebesar itu saat itu juga? Jika belum, biasanya yang akan dilakukan oleh kebanyakan orang yang tidak memiliki asuransi adalah :

  • Jual/ Gadai harta (namun pada saat kepepet seperti itu, biasanya harga aset akan di bawah harga pasar alias jual rugi)
  • berhutang/Pinjam Uang (pada saat seperti ini siapa yang akan memberikan pinjaman sebesar itu? Biasanya yang muncul adalah ‘kami bantu dalam doa’ atau ‘maaf saat ini kami belum punya dana segitu’ dan lain-lain yang intinya tidak bisa meminjamkan dana)
  • Minta sumbangan (melalui broadcast di bbm, whats app, sosial media, dll.)

Saya yakin ketiga pilihan di atas bukanlah pilihan yang bijak. Oleh sebab itu sedia payung sebelum hujan alias siapkan asuransi penyakit kritis sebelum musibah itu terjadi.

Seiring terus meningkatnya harga obat di seluruh dunia dari tahun ke tahun, tentu saja biaya pengobatan kanker juga akan terus bertambah. Banyak yang akhirnya beralih ke pengobatan tradisional ketika mendengar besarnya biaya pengobatan kanker. Pada saat seperti, tidak hanya penderitaan fisik dan emosional yang akan Anda dialami. Tetapi juga penderitaan keuangan/finansial.

Di sinilah manfaat asuransi itu akan sangat berperan besar. Meskipun tubuh fisik Anda terkena penyakit namun finansial / keuangan Anda terganggu sehingga masa depan seluruh anggota keluarga Anda berada di ambang kehancuran.

Mungkin jika Anda terkena kanker, Anda rela berkorban dengan cara tidak mau lagi menjalani pengobatan untuk mengobati penyakit Anda. Anda tidak mau mengorbankan keuangan keluarga. Lebih baik Anda meninggal karena penyakit ini daripada harus mengorbankan uang tabungan untuk pendidikan anak anak Anda kelak atau uang pensiun orang tua Anda.

Tapi apakah anggota keluarga Anda bisa tahan dan rela tidak berbuat apa apa dan hanya bisa pasrah melepas Anda begitu saja? Terlebih lebih orang tua Anda yang telah melahirkan Anda ke dunia ini. Bisa Anda bayangkan kesedihan di wajah mereka yang sudah tua melihat Anda tidak berdaya melawan penyakit ini? Begitu juga dengan pasangan yang sangat mencintai Anda dan ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama Anda sampai akhir hayat? Atau saudara kandung Anda yang tumbuh besar bersama?

Bisakah mereka berdiam diri? Saya rasa tidak. Mereka pasti akan melakukan sesuatu untuk Anda yang pastinya akan menghabiskan uang mereka dalam hitungan puluhan hingga ratusan juta. Berapapun rela mereka keluarkan agar Anda bisa sembuh seperti sediakala. Anda yang merasa sungkan pastinya akan merasa tidak enak dengan pengorbanan mereka yang pada akhirnya dapat mempengaruhi proses penyembuhan Anda.

Bagi Anda yang telah memiliki asuransi  penyakit kritis dari Allianz, kekuatiran ini setidaknya tidak akan separah mereka yang sama sekali tidak memiliki asuransi. Meskipun Anda tidak bisa menghindar dari yang namanya nasib buruk yaitu divonis terkena kanker oleh dokter tetapi dengan memiliki asuransi setidaknya Anda akan merasa lega karena uang santunan ratusan juta sampai milyaran rupiah (tergantung Uang Santunan Penyakit Kritis yang Anda beli di polis asuransi Anda) sudah disiapkan oleh Allianz untuk ditransferkan ke rekening tabungan pribadi Anda.

Uang ini nantinya bisa Anda gunakan untuk biaya pengobatan. Bahkan jika Anda ingin membeli obat obatan herbal sebagai penunjang selain pengobatan secara medis, Anda dapat menggunakan uang ini. Uang ini juga bisa Anda manfaatkan untuk biaya beli tiket pesawat dan hotel jika Anda berencana untuk berobat ke luar negeri. Karena sistem proteksi dari asuransi penyakit kritis Allianz ini adalah dengan memberikan uang santunan tunai yang langsung ditransfer ke rekening tabungan Anda maka Anda memiliki fleksibilitas yang tinggi untuk menggunakannya.

Cara kerja asuransi penyakit kritis CI100 Allianz ini sangat berbeda dengan asuransi kesehatan rumah sakit dimana Anda diwajibkan untuk rawat inap di rumah sakit dulu baru biaya pengobatan Anda akan dicover. Berbeda juga dgn BPJS yang hanya mengcover jika Anda berobat di puskesmas, faskes, rumah sakit tertentu di di dalam negeri saja.

Dengan memiliki asuransi sakit kritis CI100 Allianz, Anda seperti diberikan sebuah harapan. Anda tidak dibiarkan pasrah menerima nasib naas tanpa bisa berbuat apa apa. Anda diberi kesempatan untuk mendapatkan pengobatan terbaik agar Anda bisa segera sembuh dari penyakit kanker yang saat ini menggerogoti Anda.

 

Pendaftaran untuk Asuransi Sakit Kritis Allianz hubungi Saya,

Natanael Agen Allianz Berlisensi

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

sumber ide: reaksi-anda-bagaimana-jika-divonis-kanker/

UP 2 Miliar TANPA tes medis hingga usia 45th

Terhitung mulai tanggal 1 Juli 2016, Allianz Life Indonesia menerapkan tabel tes medis baru untuk pengajuan asuransi jiwa individu. Dengan tabel baru ini, batas tanpa tes medis mengalami kenaikan dari sebelumnya 1,6M menjadi 2M, dan batas usianya pun naik dari sebelumnya 40 tahun menjadi 45 tahun.

Ketentuan ini berlaku untuk calon nasabah yang sehat tanpa riwayat sakit, dinyatakan melalui jawaban pertanyaan di SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa). Jika ada riwayat sakit, tetap ada kemungkinan diminta tes medis berapa pun UP yang diambilnya.

Kenaikan batasan non-medical test ini tentunya akan semakin memudahkan para nasabah maupun calon nasabah untuk memperoleh uang pertanggungan yang besar di Allianz. Aturan ini berlaku baik untuk produk syariah maupun konvensional, dan penghitungan UP untuk keduanya dipisah.

Selengkapnya tabel tes medis terbaru bisa dilihat di tabel di bawah:

Tabel Tes Medis untuk Dewasa (Usia 18-70 Tahun)

tabel-tes-medis-dewasa

Tabel Tes Medis untuk Anak (Usia 0-17 Tahun)

tabel-tes-medis-anak

Keterangan dan Rincian Tipe Tes Medis

tabel-tes-medis-keterangan

Hal-hal yang baru di tabel tes medis 2016:

  1. Untuk dewasa usia 18 – 45 tahun dan sehat, UP 2M tidak perlu tes medis. Sebelumnya 1,6M dan itu pun sampai usia 40 tahun saja.
  2. Anak-anak usia 0 sd 17 tahun, UP 1,5M tidak perlu tes medis. Sebelumnya 1M.
  3. Untuk segala usia sd 70 tahun, UP 650 juta tidak perlu tes medis.sebelumnya 500 juta.
  4. Akumulasi uang pertanggungan akan dihitung dari nol setelah 2 tahun. Contoh: Bapak A usia 40 tahun punya UP jiwa 1,6 Miliar pada tanggal 1 Januari 2015. Lalu pada tanggal 1 Januari 2017, dia mengambil lagi polis Tapro dengan UP 2M. Maka Bapak A tidak perlu tes medis jika sehat tanpa riwayat sakit.

 

Contoh Ilustrasi

Bagaimana mendapatkan UP 2M dan berapa minimal preminya untuk usia 45 tahun?

Dengan mengombinasikan UP dasar dengan rider Termlife, preminya cukup 1,5 juta per bulan. Ilustrasinya di bawah:

tabel-medis-20161

Keterangan:

  • Jika meninggal dunia sebelum usia 70 tahun, cair UP 2M + nilai investasi
  • Jika meninggal dunia setelah usia 70 tahun dan sebelum usia 100 tahun, cair UP 700 juta + nilai investasi.

 

Bagaimana jika ingin UP 2M sampai usia 100 tahun? Preminya 2,8 juta per bulan.

 

tabel-medis-20162

Pendaftaran polis Asuransi Allianz UP 2 Milyar hubungi:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya

HP/WA 08113436830

sumber: info/tabel-tes-medis/

“Kesehatan Saya sudah Dicover oleh Kantor, Jadi buat Apa asuransi lagi?”

Setelah Anda menerima informasi bahwa kesehatan Anda ditanggung oleh asuransi kesehatan kantor, saran saya:  Segera hubungi Customer Care Asuransi Kesehatan dari kantor Anda untuk detil manfaat yang Anda terima.

Beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan/konfirmasi ke CS Askes dari kantor Anda:

  1.  Cara klaim kesehatan.  Apakah cashless, atau reimburse.
  2.  Limit yang Anda dapatkan:  Kelas kamar apa, atau kelas kamar harga berapa perharinya?
  3. Bagaimana cara mengetahui limit:  harus telepon CS Askes kantor, atau info dari RS rekanan
  4. Kondisi yang dikecualikan apa saja.  Kondisi bagaimana yang tidak dicover?
  5. Manfaat apa saja yang dicover: rawat inap saja kah?  Atau ada juga rawat jalan, rawat gigi, kehamilan, santunan harian?
  6. Prosedur berobat:  apakah bisa langsung ke RS konsul ke dokter ahli?  atau harus melalui faskes 1 dulu? atau ada beberapa dokter spesialis yang bisa langsung, tanpa harus ada rujukan dulu dari faskes 1?
  7. Selain Anda sebagai pekerja di kantor Anda, apakah pasangan Anda dan anakAnda  juga ditanggung?  Sampai anak keberapa yang ditanggung?  Sampai anak usia berapa yang ditanggung?

Semua hal itu harus jelas sampai ke Anda informasinya.  Jangan sampai: setelah Anda selesai konsul dengan dokter, ternyata Anda tidak bisa cashless tapi harus reimburse, atau biaya kesehatan yang tadi Anda konsulkan ke dokter ternyata termasuk pengecualian alias tidak dicover.

Sejatinya, asuransi kesehatan haruslah bisa meringankan Anda saat harus melakukan perawatan/pengobatan di RS/Klinik rekanan.  Sehingga sangat penting untuk memahami manfaat yang Anda dapat dari Asuransi Kesehatan yang diberikan oleh Kantor Anda atau bisa juga ajukan permohonan fasilitas asuransi kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS.

Bagi Anda yang sudah memiliki asuransi kesehatan pribadi, mohon cek kembali polis Anda untuk detil manfaat yang Anda dapat.  Beberapa poin penting yang bisa menjadi acuan adalah seperti pertanyaan pada customer Care tersebut di atas.

Asuransi kesehatan adalah penggantian biaya kesehatan/perawatan yang timbul selama berurusan dengan Rumah Sakit.   Apapun sakit Anda, baik sakit “ringan” (seperti Typhus, DBD) atau pun sakit “berat” (seperti kanker, gagal ginjal, jantung, dll), selama dilakukan perawatan atau pengobatan dan berhubungan dengan Rumah Sakit, maka Anda bisa memanfaatkan Asuransi Kesehatan dari kantor.

Asuransi Kesehatan hanya memberikan penggantian untuk biaya2 yang “terlihat”, yang bisa dibaca pada tagihan Rumah Sakit.  Contohnya:  biaya dokter, biaya kamar, biaya tindakan operasi, biaya obat.  Selama Anda dirawat inap di RS, jika anda memiliki asuransi kesehatan, maka tidak peduli anda dirawat karena sakit ringan, atau sakit parah karena sakit kritis atau karena kecelakaan, semuanya akan dicover biayanya oleh asuransi kesehatan yang anda miliki.

Jangan lupa, pada umumnya, asuransi kesehatan dari kantor memberikan manfaat sesuai limit pertahun (mohon konfirmasikan ke CS Asuransi Kesehatan dari kantor Anda).  Artinya apa?  Ada beberapa kondisi yang tidak dicover oleh asuransi kesehatan dari kantor.

Contoh kasus:

Limit askes kantor = kamar kelas 1.  Ternyata saat Anda harus dirawat, kamar kelas 1 sudah penuh. Maka Anda disarankan oleh pihak RS untuk dirawat di kelas perawatan yang lebih tinggi.  (Pada jenis askes tertentu, masih bisa cover kondisi ini, pada 2 hari pertama.  Dengan ketentuan, hari ke3 kembali ke kelas 1).  Namun, bagaimana jika sampai Anda selesai dirawat, kamar kelas 1 (yang sesuai limit askes kantor) juga tidak bisa Anda tempati?  Maka terpaksa Anda harus membayar ekses klaim.

Apa itu ekses klaim? Ekses klaim adalah biaya perawatan yang dipakai oleh peserta melebihi dari plafon atau limit yang menjadi haknya dalam polis asuransi kesehatan yang dimilikinya. Semua produk asuransi kesehatan memiliki limit. Limit menunjukkan batasan manfaat yang dapat diterima oleh peserta asuransi kesehatan.  Artinya:  Anda harus pakai uang pribadi untuk membayar ekses klaim ini.

Apakah hal ini berat bagi Anda?  Tergantung berapa jumlah yang harus Anda bayar.  Mungkin jika kurang dari 1 Juta, masih belum jadi masalah ya…  Ataukah 1 juta saja sudah jadi masalah bagi finansial Anda?

Yang saya mau garis bawahi disini adalah fakta bahwa:  walaupun sudah punya asuransi kesehatan (yang katanya bisa meringankan finansial Anda saat terjadi sakit, masuk RS tinggal gesek kartu saja tidak perlu keluar uang lagi), ternyata masih ada kemungkinan Anda masih harus pakai uang pribadi lagi.  Pada contoh ini, biaya pribadi yang harus Anda keluarkan lagi adalah biaya ekses klaim.

Itu baru contoh kecil, dimana Anda masih harus bayar lagi, harus keluarkan uang lagi, untuk bayar biaya kelebihan tagihan perawatan RS.

Jangan lupa, saat Anda akan/sedang berobat ke RS:

  1.  Ada anggota keluarga lain yang mendampingi
  2. Butuh transportasi umum (jika tidak punya kendaraan pribadi)
  3. Jika penyakit Anda harus dirujuk ke RS yang lebih besar:  Butuh ambulance
  4. Jika dirujuk ke RS di luar kota/luar negeri:  butuh penginapan
  5. Pendamping Anda butuh makan
  6. Anak Anda yang ditinggal di rumah selama Anda sakit juga butuh pengasuh sementara

6 hal di atas adalah untuk kasus sakit “ringan”, contohnya: febris, DBD, thypoid.

Jika kasusnya adalah sakit “berat/kritis”, contohnya:  jantung, gagal ginjal, kanker, maka selain 6 faktor di atas, akan ada 5 hal lagi yang harus Anda ingat:

  1. Mungkin Anda butuh pengobatan alternatif
  2. Juru rawat pribadi atau tambahan supir
  3. Suplemen, vitamin ekstra untuk penyembuhan
  4. Income Anda yang terganggu atau bahkan hilang
  5. Income pasangan Anda yang terganggu  atau bahkan hilang

Apakah  11 faktor tersebut butuh biaya juga?  Jawabannya:  YA!

Apakah 11 faktor tersebut juga ditanggung/dicover oleh Asuransi Kesehatan fasilitas dari kantor yang Anda miliki?  Jawabannya:  11 faktor tersebut TIDAK ditanggung oleh Asuransi Kesehatan kantor Anda.

Lalu, apa yang akan Anda lakukan untuk menutup biayanya?

  • Kuras tabungan.  Bisa cepat tersedia uang tunai, jumlahnya belum tentu besar.  Tanya kembali:  Sudah berapa lama Anda menabung?  Berapa besar uang yang Anda tabungkan setiap bulan?  Apa sebenarnya tujuan Anda menabung?  Apakah untuk impian masa depan yang indah dan sejahtera?  Atau memang uangnya disiapkan untuk jaga-jaga bila terjadi musibah (sakit, kecelakaan, cacat, meninggal)?
  • Jual motor/mobil/rumah/tanah.  Perlu waktu untuk tersedia uang tunai, jumlahnya bisa besar.  Ingat: jika sakit berat/kritis, Anda berlomba dengan waktu!  Anda harus segera diambil tindakan, diberi pengobatan terbaik, oleh doker ahli terbaik, di Rumah Sakit terbaik, dengan alat medis terbaik dan terlengkap.
  • Pinjam teman/saudara/kerabat.  Bisa cepat, bisa juga butuh waktu, jumlahnya tidak tentu. Ingat: jika sakit berat/kritis, Anda berlomba dengan waktu!  Anda harus segera diambil tindakan, diberi pengobatan terbaik, oleh doker ahli terbaik, di Rumah Sakit terbaik, dengan alat medis terbaik dan terlengkap.

 

Jika penyakitnya termasuk kategori “sakit berat/kritis”, apakah biayanya yang didapat dari 3 upaya di atas tersebut bisa cukup?

 

Konsultasi lebih detail tentang manfaat asuransi sakit kritis atau ingin buka polis asuransi sakit kritis Allianz hubungi:

Natanael, Agen Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo HP/WA 08113436830