Tag Archives: asuransi sakit kritis

Sekilas Produk & Keunggulan dari Fasilitas CI100 Allianz

CI100

CI 100 adalah asuransi tambahan kesehatan (rider) yang memberikan santunan jika nasabah terdiaknosa 100 kondisi penyakit kritis. Mulai dari tahap awal hingga tahap terparah. Manfaat yang diterima pun tidak mengurangi Uang Pertanggungan Dasar.

CI 100 juga menyediakan Manfaat Tambahan yaitu Angioplasty dan Tindakan Invasif Penyakit Arteri Koroner serta Komplikasi Diabetes. C1 100 memiliki masa pertanggungan sampai dengan usia 100 tahun, usia masuk yang fleksibel yaitu 5-70 tahun, dan Uang Pertanggungan (UP) yang komprehensif.

Keunggulan

  • Memberi santunan jika kita terdiaknosa dari 100 kondisi penyakit kritis.
  • Masa Perlindungan hingga usia 100 tahun.
  • Usia masuk yang fleksibel yaitu mulai dari 5 tahun hingga 70 tahun.
  • Manfaat yang diterima tidak mengurangi Uang Pertanggungan Dasar.
  • Klaim bisa diajukan lebih dari satu kali, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di dalam Polis.

100 Kondisi Penyakit Kritis yang ditanggung sebagai berikut:

ci100

Cara Klaim

Hubungi AllianzCare di 1500 136.

Officer Allianz akan membantu Anda dengan Formulir Klaim dan Dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan Klaim.

Bagaimana cara memiliki CI 100?

CI 100 adalah asuransi tambahan kesehatan atau rider. Oleh karena itu, Anda terlebih dahulu harus memiliki asuransi jiwa yang disediakan oleh Asuransi Allianz Life Indonesia sebagai polis dasar Anda. Klik di sini untuk melihat pilihan produk asuransi jiwa.

Apa saja kondisi penyakit kritis yang ditanggung oleh CI100?

Silakan klik di sini untuk mengetahui 100 kondisi penyakit kritis yang ditanggung oleh CI 100. Selain itu, CI 100 juga memiliki Manfaat Tambahan yaitu Angioplasty dan Komplikasi Diabetes.

Siapa saja yang dapat menjadi peserta CI100?

Siapa pun yang berusia 5 tahun – 70 tahun dan sudah memiliki polis asuransi jiwa dari Asuransi Allianz Life Indonesia.

Berapa lama masa perlindungan yang diberikan CI 100?

CI100 memberikan masa perlindungan hingga usia 100 tahun.

Apa yang dimaksud dengan Survival Period?

Survival Period dalam CI 100 adalah 7 Hari untuk semua kondisi penyakit. Survival Period adalah jangka waktu seseorang bertahan hidup setelah didiagnosis kondisi penyakit kritis yang ditanggung oleh CI 100. Perusahaan asuransi akan membayarkan Manfaat bila seseorang melewati jangka waktu yang disyaratkan dalam Survival Period tersebut.
Apa yang dimaksud dengan Masa Eliminasi?

Masa Eliminasi adalah masa tunggu yang berlaku hingga seseorang dapat mendapatkan manfaat polis. Masa Eliminasi pada CI 100 adalah 90 hari setelah dimulainya pertanggungan.

Bagaimana cara membayar premi asuransi saya?

Secara umum, premi bisa dibayarkan secara bulanan, triwulan, semesteran, dan tahunan. Pembayaran premi CI100 mengikuti cara pembayaran polis dasar. Contohnya, bila polis dasar asuransi jiwa dibayar setiap satu bulan sekali, premi CI100 pun dibayar setiap satu bulan sekali.

Bagaimana cara mendapatkan manfaat CI100 saat saya atau keluarga terdiagnosis kondisi penyakit kritis?

Ikuti prosedur klaim asuransi jiwa dan kesehatan pada link ini atau hubungi AllianzCare di 1500 136 atau +62 21 2926 9999. Allianz akan membantu Anda dengan Formulir Klaim dan Dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan Klaim. Manfaat CI100 sesuai tahapan kondisi penyakit kritis, bisa dilihat di sini ((insert link 100 Kondisi Penyakit Kritis).

Bagaimana cara membeli CI100?

Anda bisa langsung menghubungi layanan AllianzCare di 1500 136 atau mengisi formulir data di sini (link Permintaan Informasi).

Manfaat yang Diterima

Klik di sini untuk mengetahui manfaat yang diberikan bila seseorang terdiagnosis kondisi penyakit kritis yang ditanggung CI 100.

Ingin mendapatkan brosur CI100 klik link ini : Unduh Brosur

 

Ingin mendaftar asuransi dengan fasilitas santunan sakit kritis UP Rp500jt sampai Rp1 Milyar hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

Alamat tinggal: Jalan Kolonel Sugiono 4 Wedoro, Waru, Sidoarjo

email: natanael.allianz@gmail.com

 

Advertisements

Lima Hal Penting yang Bisa Hilang dari Hidup Manusia

Di dalam kehidupan manusia, ada lima hal penting yang bisa hilang antara lain;

  1. Tabungan/investasi
  2. Harta
  3. Harga diri
  4. Penghasilan
  5. Impian

Bagaimana lima hal itu bisa hilang?

“Ada seorang kepala keluarga usia 30-an tahun, kita sebut saja Tuan X. Tuan X memiliki asuransi jiwa murni yang menanggung risiko meninggal dunia dengan UP jiwa 1 miliar. Dia juga mengambil rider kesehatan untuk diri dan keluarganya, plan kamar 500rb per hari. Selain itu, dia pun rutin berinvestasi di reksadana sebesar 1 juta per bulan. Dia sudah melakukannya selama 5 tahun, dan kini uangnya hampir 100 juta.

Dari fakta ini, jelas bahwa Tuan X adalah seorang yang telah sadar berasuransi dan berinvestasi. Bahkan dipisah pula, sesuai saran para perencana keuangan.

Tapi ada satu yang dia lewatkan: proteksi penyakit kritis.

Pada suatu hari, Tuan X pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan migrain yang akhir-akhir ini kerap mendera kepalanya. Biasanya pakai obat warung pun selesai, tapi kali ini dia bersikap waspada dengan bertanya langsung ke dokter. Ketika dokter melakukan pemindaian pada kepalanya, tak dinyana, ternyata terdapat tumor sebesar bola pingpong di otaknya. Tumor tersebut telah membangun sarang di tempurung otaknya lebih dari 10 tahun, tanpa dia sadari. Biaya operasi untuk mengangkat tumor tersebut, kata dokter, antara 500 juta sd 1 miliar tergantung rumah sakitnya, dan lebih mahal lagi jika berobatnya di luar negeri.

Tuan X terkejut. Tak menyangka. (Jika anda pun tak menyangka bisa ada tumor sebesar itu tanpa disadari, contohnya dapat dibaca di sini:http://life.viva.co.id/news/read/272466-tumor-otak-sebesar-bola-bisbol).

Tapi tak ada pilihan lain. Jika tak segera dioperasi, nyawa Tuan X terancam.

Maka digunakanlah asuransi kesehatan yang dia miliki, tapi askes tersebut hanya mampu menanggung biaya operasi dan lain-lain tak sampai 100 juta.

Karena masih kurang, dia tariklah semua tabungan dan investasinya. Tapi ini pun hanya sanggup menambahi 100 juta.

Tabungan dan investasi hilang. Ini hilang yang pertama.

Tuan X punya sebuah mobil untuk keperluan sehari-hari ke tempat kerja. Mobil itu terpaksa dijual cepat, laku 100 juta.

Masih kurang. Tuan X pun terpaksa menjual rumahnya yang sebagian masih kredit, juga secara cepat. Laku 150 juta.

Sampai sini, tabungan hilang, harta pun hilang. Ini hilang yang kedua.

Operasi telah mulai dilakukan, tapi karena masih banyak kurangnya, keluarga Tuan X berusaha cari pinjaman sana-sini. Hasilnya tak seberapa, karena ketika sehat pun cari pinjaman itu susah, apalagi di saat sakit.

Di sini, yang hilang dari diri Tuan X adalah harga dirinya. Ini hilang yang ketiga.

Karena Tuan X menjalani operasi dengan dana yang tidak cukup dan tidak segera tersedia (butuh waktu untuk jual mobil dan rumah), maka dia tidak mendapatkan fasilitas terbaik untuk operasinya sehingga penanganan tumornya tidak berlangsung dengan sempurna. Nyawanya memang terselamatkan, tapi kondisinya tidak pulih seperti sediakala. Dia tidak bisa bekerja lagi seperti sebelumnya.

Karena tidak bisa bekerja, maka penghasilan pun hilang. Ini hilang yang keempat.

Biaya hidup tak bisa ditunda. Sang istri harus banting tulang menghidupi keluarga. Anak-anak gagal masuk sekolah favorit. Tak ada lagi rekreasi di masa liburan sekolah. Mimpi naik haji harus dikubur dalam-dalam. Pensiun harus diundur entah sampai kapan. Dan di hadapan Tuan X, jangan sekali-kali bicara soal masa depan.

Karena kini, segala impiannya telah hilang. Ini hilang yang kelima.

Demikianlah kisah Tuan X”.

***

Tuan X adalah seorang yang sadar berasuransi, tapi nyatanya dia masih bisa mengalami hal seperti itu.

Bagaimana jika orang tidak punya asuransi sama sekali? Yang semacam ini amatlah banyak di negeri kita.

Atau bagaimana jika orang punya asuransi dengan manfaat yang lengkap, tapi UP-nya kecil-kecil? Misalnya, UP penyakit kritisnya hanya 100 juta atau bahkan kurang? Yang seperti ini pun banyak sekali. Dan mereka ini masih berisiko kehilangan lima hal penting dalam hidup.

Bagaimana rasanya jika kelima hal penting tersebut hilang dari diri kita?

Pelajaran yang diambil:

  1. Punya asuransi jiwa dan kesehatan saja tidak cukup.
  2. Apalagi kalau tidak punya asuransi sama sekali.
  3. Ketika memutuskan berasuransi, berpikirlah untuk risiko yang paling buruk (baca: yang butuh biaya paling besar, yaitu penyakit kritis).
  4. Asuransi penyakit kritis adalah kewajiban, bukan pilihan.
  5. Pada saat yang sama, UP penyakit kritis haruslah cukup besar. []

(Cerita dalam artikel ini diambil dari https://myallisya.com/2013/06/01/5-hal-penting-yang-bisa-hilang-dari-hidup-manusia-sebuah-ilustrasi/

Jika anda ingin mendaftar asuransi sakit kritis, segera hubungi

Natanael Financial Konsultan/Agen Allianz berlisensi

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Asuransi Jiwa sebagai Pelimpahan Problem Kerugian Keuangan

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai manfaat asuransi jiwa, ada baiknya kita tahu dan mengerti terlebih dahulu, apa yang dimaksud dengan asuransi jiwa.

Asuransi jiwa adalah suatu pelimpahan risiko (Risk Shifting) atas kerugian keuangan (financial loss) oleh Tertanggung kepada Penanggung.

Resiko yang dilimpahkan oleh Tertanggung tersebut kepada Penanggung bukanlah risiko hilangnya jiwa seseorang, melainkan kerugian keuangan sebagai akibat hilangnya jiwa seseorang atau karena mencapai umur tua sehingga tidak produktif lagi.

Manfaat perlindungan jiwa ini adalah sebagai jaminan kepastian terhadap tertanggung dan keluarga dalam menghadapi berbagai resiko kehidupan seperti sakit kritis, cacat, meninggal dan lain sebagainya.

Tujuan dari asuransi jiwa adalah sebagai jaminan hidup anda dan keluarga anda secara finansial dengan mendapatkan bantuan dana ketika mengalami masa-masa sulit  serta saat menghadapi berbagai resiko kehidupan di kemudian hari.

Nilai ekonomi hidup seorang kepala keluarga sama dengan kapasitas penghasilannya. Jika nilai ekonomi hidup seorang kepala keluarga hilang atau berkurang, maka yang akan menderita secara langsung atas kehilangan tersebut adalah sanak keluarganya. Resiko kehilangan penghasilan ini yang harus ditanggung oleh keluarga yang ditinggalkan.

Untuk mengurangi resiko tersebut pada zaman modern ini telah ditempuh satu cara dengan mengalihkan atau melimpahkan resiko tersebut kepada pihak lain, dalam hal ini perusahaan Asuransi Jiwa yang mengkhususkan usahanya dibidang ini sebagai profesinya. Pelimpahan resiko tersebut lebih popular disebut dengan membeli polis asuransi jiwa.

Jika keuangan keluarga hanya bergantung pada misalnya ayah saja yang merupakan tulang punggung yang menyokong keuangan selama ini. Apa jadinya dengan nasib anggota keluarga yang akan ditinggalkannya. Apakah rela melihat anak anaknya kebingungan biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari gara gara tidak ada biaya?

Asuransi Jiwa pada dasarnya berkaitan dengan keberadaan seseorang, di mana resiko finansial orang itu diambil alih pada saat terjadi kematian dini tidak terduga. Ini disebut sebagai “manfaat meninggal” atau “death benefit” yang disediakan – tapi, tentunya kita sendiri tidak menghidupi kondisi itu, karena kita sudah meninggal. Bagaimana dengan resiko yang kita hadapi saat kita sendiri masih hidup?

Pada kenyataannya, beban yang terjadi saat kita mengalami musibah dan masih tetap hidup seringkali justru lebih menyengsarakan orang-orang di sekitar kita. Bukan suatu peristiwa aneh, ketika seseorang mengalami penyakit kritis seperti terkena stroke – pecahnya pembuluh darah di otak – kemudian menjadi orang lumpuh yang menuntut semua perawatan, seringkali tanpa ada harapan sembuh.

Demi menunjang kehidupan, keluarga memakai seluruh daya finansial yang ada, menghabiskan tabungan dan mencairkan seluruh aset. Jadi tidak heran jika sebuah penelitian dari WHO menunjukkan setiap tahun di seluruh dunia ada 100 juta orang menjadi miskin karena membayar biaya kesehatan.

Resiko apa saja yang dapat diasuransikan
Sepanjang hidup manusia selalu dihadapkan kepada kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa yang dapat menyebabkan lenyap atau berkurangnya nilai ekonominya . Ini mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri dan keluarganya atau orang lain yang berkepentingan. Dengan kata lain, manusia selalu menghadapi peristiwa yang akan menimbulkan resiko dalam kehidupannya sebagai berikut;

(1) Meninggal dunia (death) baik secara alamiah (natural death) maupun meninggal pada usia muda karena sakit, kecelakaan (accidental death) dan lain sebagainya.

Ada sebuah keluarga kecil, ayahnya bekerja sebagai tukang ojek yang berangkat mulai pagi dan pulang saat malam. Tiba-tiba saat bekerja, ayah tersebut mengalami kecelakaan yang membuat dia cacat dan tidak bisa bekerja. Apa yang harus diperbuat istri menghadapi hal tersebut?

Jika ayah tersebut sudah punya asuransi yang menangani misalnya dari Jasa Rahaja mungkin bisa, namun apakah kebutuhan untuk mengganti kebutuhan keluarga akan terpenuhi?

Menghadapi problem tersebut maka ayah tersebut harus membeli asuransi khususnya yang memiliki manfaat memberikan uang cash jika ayah tersebut kecelakaan dan cacat tetap total. Berapa besar santunan manfaat uang cash tersebut, bisa dirancang mulai Rp 100jt sampai Rp 500jt sesuai kemampuan keuangan ayah untuk bayar premi.

Seandainya ayah yang tertimpa kecelakaan tersebut memiliki asuransi yang mampu mengganti biaya kebutuhan sehari-hari maka dia bisa tenang bekerja. Tidak kawatir terhadap nasib keluarganya.

(2) Cacat tubuh (disability) karena sakit atau kecelakaan.
Jika seseorang menderita cacat total dan tetap, mereka tidak dapat bekerja lagi secara permanen sehingga tidak memperoleh penghasilan sama sekali untuk menghidupi dirinya sendiri maupun keluarganya.

(3) Penyakit kritis
Ada sebuah keluarga yang sebelumnya bahagia hidup berkecukupan, suatu saat problem yang tidak disangka-sangka datang. Ayahnya terserang jantung sehingga mengharuskan perawatan di rumah sakit. Mau gak mau, biaya harus disiapkan oleh istri.

Jika saat sebelum kejadian serangan jantung, si Ayah sudah punya polis asuransi yang memiliki manfaat santunan uang tunai sebesar Rp 500jt atau Rp 1 Milyar, problem tersebut terbantu. Biaya akan terbantu.

Uang tunai tersebut bisa buat perawatan atau menambah modal untuk usaha sang Ibu yang harus bekerja sendirian.

(4) Umur tua (old age) / Pensiun
Peristiwa hari tua pasti akan terjadi, tetapi berapa lama kehidupan hari tua tersebut berlangsung, tidak bisa diketahui dengan pasti.

 

Info pendaftaran Polis Asuransi dengan manfaat lengkap yakni manfaat santunan uang tunai jika terkena sakit kritis (jantung, kanker, stroke, dll) bisa menghubungi saya, 

Natanael Agen Allianz Indonesia

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

Allianz Bayar Klaim Meninggal Dunia 500 Juta

Klaim Meninggal nasabah Pieter

Cerita nyata ini saya kutip dari tulisan rekan agen Allianz di myallisya.com (31/8/2017)

Pada tulisan tersebut dikisahkan akhhir bulan Agustus 2017, Allianz membayarkan klaim meninggal dunia seorang nasabah dari agen di tim saya. Usia polis baru tiga bulan lebih. Nasabah seorang pria usia 64 tahun, sudah tergolong lanjut usia. Beliau mengambil polis Tapro dengan UP jiwa 500 juta tanpa manfaat tambahan. Preminya 2,98 juta per bulan.

Polis nasabah disetujui pada awal Januari 2017. Di akhir Januari, atau saat usia polis belum genap 1 bulan, nasabah terdiagnosa kanker paru ganas. Lalu pada bulan April, nasabah meninggal dunia.

Karena usia polis masih tergolong baru, Allianz melakukan investigasi mengenai riwayat kesehatan nasabah. Setelah sekitar 3 bulan, ternyata nasabah tidak punya riwayat sakit kanker. Jadi klaim meninggal nasabah pun dibayar berikut nilai investasinya.

Terima kasih Allianz. Terima kasih nasabah yang telah mempercayakan perlindungan keuangannya di Allianz.

Agen yang melayani klaim nasabah adalah bpk Pieter Djatmiko, seorang BP di tim Bp Asep Sopyan.

Sekadar informasi, cara klaim meninggal dunia dan klaim manfaat asuransi lainnya bisa dibaca di Cara Pengajuan Klaim Asuransi.

Untuk Mendaftar polis asuransi sakit kritis Allianz bisa menghubungi:

Natanael HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Punya Asuransi Kesehatan Sesuai Tagihan, Masih Perlukah Asuransi Penyakit Kritis?

 Sekarang ini banyak program asuransi kesehatan yang membayar biaya pengobatan sesuai tagihan rumah sakit. Di Allianz pun sejak Agustus 2014 lalu telah diluncurkan produk SmartMed Premier, program asuransi kesehatan yang membayar klaim sesuai tagihan dengan limit tahunan 6 miliar. Artinya, berapa pun biaya yang ditagihkan rumah sakit, untuk penyakit kritis sekalipun, akan dibayar sepenuhnya oleh Allianz, selama tidak melebihi 6 miliar.

Bagus? Tentu saja. (Penjelasan lebih lengkap tentang SmartMed Premier bisa dibaca di SINI).

Pertanyaannya, jika kita sudah memiliki produk askes yang membayar klaim sesuai tagihan semacam itu, apakah kita masih perlu mengambil asuransi penyakit kritis?

Jawabannya adalah PERLU.

Mengapa?

“Karena asuransi kesehatan tidak memberikan uang tunai dalam jumlah besar; sesuatu yang sangat dibutuhkan ketika mengalami penyakit kritis.”

Aneka biaya tersembunyi penyakit kritis yang tidak ditanggung asuransi kesehatan.


Asuransi kesehatan bisa membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit. Tapi untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit, asuransi kesehatan tidak bertanggung jawab lagi.

Apa sajakah itu? Silakan dilihat kembali gambar di atas. Atau dilanjut dengan rangkuman di bawah:

  • Akomodasi untuk orang yang menemani, seperti transportasi, penginapan, biaya makan, dan lain-lain. Orang yang menemani si sakit ini bisa jadi bukan satu-dua orang. Biaya akan lebih besar jika perawatan dilakukan di luar negeri.
  • Perawatan lanjutan sepulang dari rumah sakit, seperti perawat di rumah dalam jangka waktu yang lama (untuk kasus stroke atau lumpuh), cuci darah hingga seumur hidup (untuk kasus gagal ginjal), suplemen untuk penguat tubuh yang pada umumnya berharga mahal (seperti produk kesehatan yang sering ditawarkan MLM), atau perawatan di tempat pengobatan alternatif.
  • Biaya hidup selama tidak bekerja karena menjalani perawatan, dan biaya hidup untuk keluarga jika tidak bisa bekerja lagi untuk seterusnya.
  • Segala keperluan dan cita-cita lain yang bisa terganggu akibat mengalami penyakit kritis, seperti dana pendidikan anak, rencana pensiun, cicilan rumah, cicilan mobil, rencana liburan, hingga perjalanan ibadah.

Asuransi penyakit kritis bisa membantu untuk berbagai biaya dan keperluan semacam itu, karena klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (cash). Besarnya sesuai jumlah uang pertanggungan (UP) yang tercantum dalam polis.

Misalnya dalam polis tertera UP penyakit kritis sebesar 1 miliar, maka akan diberikan sebesar 1 miliar jika tertanggung terdiagnosa suatu penyakit kritis, atau separuhnya jika penyakit kritis terdiagnosa di tahap awal (khusus untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung sejak tahap awal, contohnya CI100).

Yang namanya uang tunai, sifatnya sangat fleksibel dan tentunya boleh digunakan untuk apa saja. Mau dipakai berobat boleh, tidak berobat pun silakan saja. Berobat di rumah sakit boleh, di klinik alternatif juga boleh. Mau digunakan untuk biaya hidup sehari-hari boleh, disimpan saja untuk keperluan pendidikan anak pun baik. Untuk melunasi utang boleh, diinvestasikan untuk menambah dana pensiun pun tak masalah.

Itulah kekuatan uang tunai dalam jumlah besar, sesuatu yang tidak diberikan oleh asuransi kesehatan sebagus apa pun.

Klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (hard-cash). Penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada nasabah.

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) pada produk asuransi jiwa Tapro. Saat ini terdapat dua macam rider penyakit kritis, yaitu CI+ dan CI100. CI+ memberikan perlindungan dari 49 penyakit kritis sampai usia 70 tahun, sedangkan CI100 memberikan perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun. (Mengenai perbedaan keduanya, bisa dibaca di Perbedaan dan Persamaan antara CI+ dengan CI100).

Bagaimana dengan preminya? Sebagai contoh bisa dilihat pada gambar ilustrasi berikut:

Dengan setoran 900 ribu per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1M ditambah rider CI+ 1M. Total manfaat 2M

.

Dengan setoran 1juta per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1 M ditambah rider CI100 (100 kondisi penyakit kritis) 1 M. Total manfaat 2 M.

Untuk usia dan jenis kelamin yang berbeda, atau menginginkan manfaat tambahan yang lain, silakan menghubungi saya melalui kontak di bawah.

sumber: myallisya.com/2014/08/29/punya-asuransi-kesehatan-sesuai-tagihan-masih-perlukah-asuransi-penyakit-kritis/

Terima kasih.

Natanael Agen Allianz Indonesia

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Kisah Klaim Nasabah yang Mengalami Penyumbatan 85% di Pembuluh Darah Jantung

 

Klaim CI+ 3M

Pembaca yang budiman, kali ini saya akan berbagi kisah tentang seorang nasabah yang mengalami penyumbatan 85% di pembuluh darah jantungnya.

Gambar di atas adalah seremoni penyerahan klaim secara simbolis pada bulan Oktober 2016 di Medan. Nasabah berusia 51 tahun mengalami penyumbatan 85% di pembuluh darah jantung. Klaim penyakit kritis sebesar 3 miliar dibayarkan oleh Allianz, dilanjutkan dengan pembebasan premi 10 juta per bulan sampai nasabah berusia 65 tahun.

Kisah di balik klaim ini dituturkan oleh sang agen, pasangan suami-istri Bpk Suwanto (kanan) dan ibu Jenni (dua dari kiri):

Awalnya bapak ini tidak percaya akan asuransi. Setiap agen asuransi yang datang selalu dia tolak.

Kami berhasil meyakinkan beliau setelah keponakannya yang sudah menjadi nasabah kami, mengalami kanker dan mengajukan klaim ke Allianz dan prosesnya dibayarkan dengan sangat cepat.

Singkat cerita setelah percaya, ia pun mengambil polis Tapro melalui kami. Sebenarnya dia punya kemampuan untuk mengambil UP 10 miliar. Tapi karena masalah laporan keuangan sedikit ribet, akhirnya diputuskan untuk mengambil 3 miliar dulu dengan premi 10 juta per bulan (usia nasabah waktu itu 49 tahun), dan sisanya direncanakan secara bertahap akan ditambahkan setelah 3 tahun kemudian.

Tapi risiko tak bisa diduga. Ternyata 22 bulan setelah ambil polis, tanpa sengaja saat mengantar mertuanya berobat ke Malaysia, beliau pun iseng sekalian general check up. Dan dokter curiga dengan hasil EKG serta treadmillnya.

Dia pun lalu dirujuk ke dokter spesialis jantung untuk dilakukan kateterisasi. Ternyata penyumbatannya sudah 85% dan jelas sekali di angiogramnya. Padahal orangnya selalu ke gym dan jika melakukan treadmill pun sanggup sampai stage berlari.

Serasa tidak percaya, bapak ini sewaktu masih di Malaysia menghubungi kami di Medan. Seraya masih bercanda, dia berkata, “Saya kena undian.” Waduh, rupanya kena undian divonis penyakit kritis.

Akhirnya kami bantu kirimkan semua form klaim penyakit kritis untuk diisi dokter. Manfaat penyakit kritis yang diambil adalah rider CI+ (perlindungan terhadap 49 penyakit kritis).

Dalam waktu dua bulan setelah klaim dilengkapi, semua klaim dibayarkan dengan cepat oleh Allianz. Bukan hanya itu, melalui manfaat Payor Benefit, premi sebesar 10 juta per bulan pun dibayarkan oleh Allianz mulai nasabah usia 51 tahun sampai usia 65 tahun. Jika dihitung selama 14 tahun berarti manfaat Payor Benefitnya saja sekitar 1,6 miliar.

Lalu masih tersedia pula uang pertanggungan meninggal sebesar 3 miliar, plus hasil investasi.

Dengan kejadian ini, keyakinan dia terhadap asuransi pun semakin bertambah. Dia malah mau nambah lagi punya proteksi, tapi tentu sudah tidak bisa. Akhirnya dia masukkan istrinya juga mengingat pentingnya perlindungan Tapro.

Konsultasi dan pendaftaran pengajuan polis asuransi dengan klaim UP 10 Miliar jika terkena sakit kritis hubungi:

 

Natanael Agen Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

sumber; allianz-bayar-klaim-penyakit-kritis-3-miliar/

Karakteristik Kanker, Jenis Sakit Kritis Yang Paling Sering Diklaim ke Allianz

  1. jantung,
  2. stroke,
  3. kanker,
  4. gagal ginjal,
  5. tumor otak jinak.

Di dalam tulisan ini akan dibahas satu persatu kriteria sakit kritis yang paling sering diklaim ke Allianz.

 

KANKER

#  Pada rider CI+ (49 sakit kritis), kriteria kanker yang bisa diajukan klaim adalah sebagai berikut:

KANKER

Penyakit yang ditandai adanya tumor ganas akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan menyebarnya sel tumor ganas serta invasi ke jaringan.  Diagnosa harus ditegakkan berdasarkan pemeriksaan jaringan dan didiagnosa oleh Oncologist atau Phatologist.

Penyakit-penyakit yang dikecualikan:

  1. Carsinoma in situ dan tumor yang secara histologi menggambarkan prekanker atau tidak invasif, termasuk dalam hal ini adalah carsinoma in situ payudara, Cervical dysplasia CIN 1, CIN 2, CIN 3.
  2. Hyperkeratoses, basal cell and squamous skin cancer, dan melanoma dengan ketebalan yang kurang dari 1.5mm Breslow, atau kurang dari Clark Level 3 kecuali ada bukti yang menunjukkan adanya penyebaran.
  3. Kanker kelenjar prostat yang berdasarkan pemeriksaan jaringan demikian juga dengan TNM klasifikasi T1a atau T1b atau kanker kelenjar prostat berdasarkan klasifikasi yang sama atau klasifikasi Lesser, T1N0M0 Pappilary microcarcinoma kantung kemih, dan Chronic Lymphocytic Leukimia kurang dari RAI stage 3, dan
  4. Semua tumor yang disebabkan karena infeksi HIV
  5. Termasuk adalah leukimia (selain lymphotic leukimia), tumor ganas semua orga tubuh kecuali semua tumor kulit (selain melanoma malignum) dan tumor jinak dan kanker stadium insitu tidak diasuransikan dalam ta’awuni ini.

 

#  Pada rider CI100 (100 kondisi kritis), kriteria kanker yang bisa diajukan klaim adalah sebagai berikut:

EARLY CI

KARSINOMA IN SITU

Karsinoma in situ pada organ tertentu

Karsinoma in situ yang ditanggung adalah yang terjadi pada organ berikut:  payudara, rahim, tuba falopi, vulva, vagina, leher rahim, usus besar (colon), rektum, penis, testis, paru-paru, perut, nasofaring atau kandung kemih.

Karsinoma in situ berarti pertumbuhan baru yang bersifat focal autonomous dari sel-sel carcinomatous yang terbatas pada sel dimana sel tersebut berasal dan belum mengakibatkan invasi dan/atau kerusakan jaringan di sekitarnya.  Invasi berarti infiltrasi dan/atau pengrusakan aktif jaringan normal yang melewati membran dasar.

Diagnosis karsinoma in situ harus dibbuktikan dengan laporan histopatologi.  Selain itu, diagnosa karsinoma in situ harus berdasarkan pemeriksaan mikroskopik pada sediaan jaringan, dan harus dibuktikan dengan hasil biopsi.  Diagnosis klinis saja tidak memenuhi kriteria yang dapat dibayarkan.

Diagnosis klinis atau klasifikasi Cervical Intraephitelial Neoplasia (CIN) dengan laporan CIN I, CIN II, CIN III (displasia hebat tanpa carcinoma in situ) tidak memenuhi persyaratan klaim dan dikecualikan.  Karsinoma in situ dari sistem saluran empedu juga dikecualikan.

Kanker Prostat tahap awal

Kanker Prostat yang secara histologis dijelaskan menggunakan klasifikasi TNM sebagai T1a atau T1b atau kanker prostat yang menggunakan klasifikasi lain yang setara.

Kanker tiroid tahap Awal

Kanker Tiroid yang secara histologis dijelaskan menngunakan klasifikasi TNM sebagai T1N0M0 mikrokarsinoma papilari tiroid yang diameternya kurang dari 1 cm.

Kanker Kandung Kemih Tahap Awal

Mikrokarsinoma papilari pada kandung kemih (Ta)

Leukimia Limfositik Kronis Tahap Awal

Leukimia Limfositik Kronis (Crhonic Lymphotic leukaemia (CLL)) RAI stadium 1 atau 2.  CLL RAI stadium 0 atau lebih rendah dikecualikan.

Melanoma Tahap Awal

Melanoma invasive dengan ketebalan Breslow kurang dari 1.5mm, atau kurang dari Clastk Level 3.  Melanoma invasive yang secara histologis dideskripsikan sebagai  “in-situ” dikecualikan.

INTERMEDIATE CRITICAL ILLNESS

KARSINOMA IN SITU DAN KANKER TAHAP AWAL PADA ORGAN TERTENTU YANG DILAKUKAN PEMBEDAHAN RADIKAL

Dilakukan pembedahan radikal untuk meminimalisir penyebaran keganasan di organ tertentu tersebut yang dinyatakan sebagai kondisi yang diperlukan secara medis.  “Pembedahan Radikal” disini didefenisikan (kecuali ditentukan lain) sebagai pembuangan menyeluruh dan tuntas dari salah satu organ berikut: payudara (mastectomy), prostat (prostectomy), rahim (hysterectomy), indung telur (oopherectomy), tuba falopi (salpingectomy), usus besar (colectomy sebagian dengan end to end anastomosis) atau lambung (gasterectomy sebgaian dengan end to end anastomosis).

Diagnosa karsinoma in situ harus selalu ditegakkan berdasarkan pemeriksaan mikroskopik pada sediaan jaringan dan didukung oleh hasil biopsi dari organ yang diangkat.  Diagonsis klinis saja tidak memenuhi standar ini.

Kanker prostat tahap awal yang secara histologik digambarkan sebagai T1a atau T1b dengan penggolongan TNM atau yang digolongkan dengan klasifikasi lain yang setara jika sudah dilakukan prostatectomy radikal.  Semua tingkat cervical intraephitelial neoplasia (CIN) dan prostatic intraephitelial neoplasia (PIN) secara khusu dikecualikan.

Karsinoma in situ berarti pertumbuhan baru yang bersifat focal autonomous dari sel-sel carcinomatous yang terbatas pada sel dimana sel tersebut berasal dan belum mengakibatkan invasi dan/atau kerusakan jaringan di sekitarnya.  Invasi berarti infiltrasi dan/atau pengrusakan aktif jaringan normal yang melewati membran dasar.

Diagnosis karsinoma in situ harus dibbuktikan dengan laporan histopatologi.  Selain itu, diagnosa karsinoma in situ harus berdasarkan pemeriksaan mikroskopik pada sediaan jaringan, dan harus dibuktikan dengan hasil biopsi.  Diagnosis klinis saja tidak memenuhi kriteria yang dapat dibayarkan.

ADVANCED CRITICAL ILLNESS

KANKER  (kondisi seperti pada rider 49 sakit kritis)

CATASTROPHIC CI

KANKER DENGAN METASTASIS

Semua tumor ganas dengan metastasis/penyebaran jauh sesuai stadium IV AJCC dan tumor otak glioma stadium III/IV WHO.  Penyebaran yang hanya ke kelenjar getah bening dikecualikan.  Diagnosis keganasan harus dikonfirmasi oleh bukti histologis.  Semua tumor yang berhubungan dengan/disebabkan infeksi HIV dikecualikan.

Info lebih lanjut dan pendaftaran polis Allianz dgn Asuransi Sakit Kritis hubungi;

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya

HP/WA: 08113436830

 

Sumber; kanker-jenis-sakit-kritis-yang-paling-sering-diklaim-ke-allianz-ini-karakteristiknya/