Tag Archives: asuransi unit link

Premi Rp 500rb dapat UP Rp 1 Milliar, Mau?

Bijaksana 2 UP 1 M premi 500rb

Ini adalah ilustrasi untuk pria berusia 30 tahun, bekerja di dalam ruangan, dan sehat.

Premi yang dibayar adalah Rp 500.000 per bulan.

Manfaat yang didapat adalah :
– Uang Pertanggungan (UP) Meninggal Rp 500 Juta
– Tambahan Manfaat Meninggal (Term70) sebelum usia 70 tahun Rp 500 Juta

Jadi:

  • Total Manfaat Meninggal sebelum usia 70 tahun = Rp 1 Miliar + Nilai Investasi
  • Total Manfaat Meninggal usia 70 tahun sampai dengan 99 tahun = Rp 500 Juta + Nilai Investasi

 

Premi 500rb UP 1 M.PNG

Mulai dari tahun pertama, sudah tersedia Uang Pertanggungan Meninggal sebesar Rp 1 Miliar.

Bahkan berganti tahun semakin bertambah.

Jadi, apapun yang terjadi uang Rp 1 Miliar sudah disiapkan untuk keluarga Anda.

Keunggulan produk ini adalah:

  • Premi bulanan
    Bisa dibayar bulanan. Artinya dengan membayar per bulan Rp 500rb, UP Rp 1 Miliar bisa didapatkan. Di term life tertentu hanya bisa bayar tahunan atau semesteran.
  • Maslahat Meninggal, bisa melebihi Rp 1 Miliar
    Karena ada hasil investasi, bisa di lihat di gambar paling atas (kolom sebelah kiri)
  • Tidak jadi masalah melewati umur 70 tahun
    Asuransi Dasar Rp 500 Juta + rider Term-life Rp 500 Juta = TOTAL Rp 1 Miliar.
    Asuransi Dasar berlaku hingga usia 100 tahun.
    Rider Term-life berlaku hingga usia 70 tahun.
    Jika meninggal dunia sebelum usia 70 tahun, maka akan mewariskan Rp 1 Miliar + Nilai Investasi.
    Jika meninggal dunia usia 70 tahun sampai 100 tahun, maka akan mewariskan Rp 500 Juta + Nilai Investasi = TOTAL nilainya bahkan bisa melebihi Rp 1 Miliar (lihat gambar ilustrasi paling atas)
  • Nilai Investasi yang baik
    Asuransi ini digabungkan dengan unit link, sehingga sebagian premi dialokasikan untuk investasi yang akan menjadi hak nasabah, dan sebagian dipakai untuk membayar biaya-biaya, yaitu biaya asuransi, biaya akuisisi, dan biaya pengelolaan investasi.
  • Keleluasaan mengatur Nilai Investasi
    Apabila tidak mampu membayar premi, akan diberikan waktu 75 hari (tanpa denda) sebelum lapse. Saldo yang ada bisa ditarik, dengan syarat minimal sudah 2 tahun dan saldo minimal tersisa Rp 2 Juta, proses pencairan 7 hari kerja.

Manfaat Tambahan (Rider)

  • Accidental Death & Disablement Benefit (ADDB) merupakan perlindungan terhadap resiko meninggal dunia, cacat tetap total dan cacat tetap sebagian akibat kecelakaan.
  • Total Permanent Disability (TPD) merupakan perlindungan terhadap cacat tetap total akibat penyakit atau kecelakaan.
  • Payor Benefit/Spouse Payor Benefit merupakan manfaat yang menawarkan pembebasan premi jika Pemegang Polis atau pasangan Pemegang Polis terdiagnosa salah satu dari 49 (empat puluh sembilan) jenis penyakit kritis atau mengalami cacat tetap total.
  • Critical Illness Protection jika Pemegang Polis salah satu dari 49 (empat puluh sembilan) jenis penyakit kritis atau mengalami cacat tetap total.
  • Daily Cash Benefit jika Pemegang Polis menjalani pembedahan atau dirawat di Rumah Sakit.
  • Medical Assistant menyediakan manfaat kepada nasabah yang sedang melakukan perjalanan lebih dari 100 kilometer dari kediaman atau ketika berada di luar negeri antara lain adalah evakuasi dan repatriasi, informasi dan bantuan medis seluruh dunia 24 Jam, dana tunai darurat, dan lain sebagainya.
  • Manfaat Investasi yang fleksibel
  • Biaya-biaya; gratis biaya administrasi bulanan, gratis biaya switching s/d 4 kali per tahun, gratis biaya top-up, 0.442% biaya tambahan (supplementary charge) perbulan (pada tahun polis ke 1-5), dan 2% per tahun biaya pengolahan investasi.
  • CI Plus (Critical Illness Plus) memberikan uang pertanggungan tambahan sampai dengan usia 70 tahun jika didiagnosis untuk pertama kalinya untuk 49 jenis penyakit kritis.
  • CI 100 (Critical Illness 100) memberikan uang pertanggungan tambahan sampai dengan usia 100 tahun jika didiagnosis untuk pertama kalinya untuk 100 jenis kondisi penyakit kritis.

Manfaat tambahan (Rider) di atas adalah tambahan yang apabila Anda mau ambil harus menambah pembayaran premi, akan saya bantu hitungkan sesuai dengan permintaan.

Info permintaan ilustrasi hubungi Natanael Bisnis Eksekutif Allianz

WA 08113436830

 

Advertisements

SmartLink Flexi Account Plus Produk Asuransi Jiwa Allianz Non Syariah

Kali ini saya ingin mengulas tentang premi smartlink plus produk unit link Allianz yang non syariah.

Smartlink Allianz memiliki kelebihan melebihi produk reksadana. Kelebihannya ada manfaat lain seperti santunan sakit kritis, santunan kematian, santunan dana tunai saat opname, santunan cacat tetap total karena kecelakaan atau sakit kritis, bisa diberi fasilitas kamar rumah sakit dengan kartu cassless.

Apa yang membuat Allianz Smartlink Flexi Account Plus istimewa?

  • Produk asuransi jiwa yang sekaligus memberikan kesempatan keuntungan investasi dari polis asuransi jiwa yang Anda miliki. Tersedia manfaat dari asuransi jiwa tambahan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan Anda serta peluang memasuki pasar yang mungkin tidak dapat Anda masuki sebagai investor tunggal
  • Cara pembayaran premi secara berkala yaitu bulanan, kuartalan, semesteran dan tahunan. Anda dapat menambah dana kapan saja dan dapat ditambahkan dengan riders atau asuransi tambahan untuk mendapatkan perlindungan yang lebih luas.

Allianz Smartlink melindungi Anda dari

  • 49 jenis penyakit kritis (49 Critical Illness)
  • Santunan Meninggal dunia dan cacat tetap total karena kecelakaan
  • Santunan cacat tetap total karena sakit atau kecelakaan
  • Pembebasan premi apabila terkena penyakit kritis dan cacat tetap total
  • Pembebasan premi apabila meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan
  • Pembebasan premi apabila pasangan terkena penyakit kritis dan cacat tetap total
  • Pembebasan premi apabila pasangan meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan
  • Santunan rawat inap dan pembedahan

Catatan: Beberapa fasilitas perlindungan di atas sangat fleksibel. Boleh diambil salah satu saja menyesuaikan dana nasabah.

6 Pilihan Jenis Dana Investasi

Smartlink Rupiah Money Market Fund

Menawarkan perlindungan nilai pokok dan mempertahankan likuiditas dengan menyediakan peendapatan tetap melalui penempatan dana dalam mata uang Rupiah, diinvestasikan ke dalam instrument jangka pendek yang berkualitas tinggi seperti deposito, SBI atau reksadana, dan obligasi di bawah 1 tahun. Tingkat keamanan dan stabilitas tinggi dengan risiko rendah.

Smartlink Rupiah Fixed Income Fund

Menawarkan pendapatan yang stabil dengan menaga modal untuk jangka panjang melalui penempatan dana dalam mata uang Rupiah, diinvestasikan ke dalam instrument jangka pendek atau menengah seperti deposito, SBI atau reksadana, dan instrumen jangka panjang seperti obligasi. Tingkat keamanan dan stabilitas tinggi dengan risiko rendah hingga sedang.

Smartlink Rupiah Balanced Fund

Menawarkan pertumbuhan modal jangka panjang dengan menghasilkan pendapatan yang stabil melalui penempatan dana dalam mata uang Rupiah, diinvestasikan ke dalam instrumen jangka pendek atau menengah seperti deposito, SBI atau reksadana, dan instrumen jangka panjang seperti obligasi dan instrument saham. Tingkat keamanan dan stabilitas tinggi dengan risiko sedang.

Smartlink Rupiah Equity Income Fund

Menawarkan hasil investasi maksimal melalui penempatan dana dalam mata uang Rupiah. Untuk mencapai tujuan investasi maka dana ini diinvestasikan ke dalam instrumen-instrumen jangka pendek seperti deposito, SBI atau reksadana pasar uang, dan instrument-instrumen saham baik secara langsung atau melalui reksadana. Tingkat keamanan dan stabilitas tinggi dengan risiko tinggi.

Smartlink Rupiah Balanced Plus Fund

Menawarkan pertumbuhan modal dengan profil risiko sedikit lebih agresif daripada Smartlink Rupiah Balanced Fund untuk jangka panang dengan menghasilkan pendapatan yang stabil melalui penempatan dana dalam mata uang Rupiah, diinvestasikan ke dalam instrument-instrumen jangka pendek atau menengah seperti deposito, SBI atau reksadana, dan instrument-instrumen jangka panjang sepeti obligasi dan saham.

Smartlink US Dollar Managed Fund

Menawarkan pendapatan yang stabil dengan menjaga modal untuk jangka panjang melalui penempatan dana dalam mata uang US Dollar, diinvestasikan ke dalam instrumen jangka pendek atau menengah seperti deposito atau reksa dana dan instrumen jangka panjang seperti obligasi. Tingkat keamanan dan stabilitas tinggi serta risiko rendah hingga sedang (sumber: smartlink-flexi-account-plus)

Untuk pengambilan manfaat apa yang ada di polis, saya biasanya menyesuaikan apa yang dibutuhkan nasabah. Saya tidak memberi fasilitas kamar dengan kartu cassless jika nasabah sudah punya.

Seperti contoh ilustrasi diagram di bawah ini:

 

premi 500 UP lengkap.PNG

Tabel di atas dengan nama tertanggung Bapak Bijaksana dapat dijelaskan:

  1. Premi dibayar sebesar Rp 550.000 perbulan dan rencana cuti premi 10 thn.
  2. jika tiba-tiba saat investasi dia terdiagnosa sakit kritis misalnya stroke, gagal ginjal, kanker, jantung, dan lainnya maka asuransi Allianz memberikan dana santunan Rp 100jt (sesuai kontrak)
  3. Jika Bapak Bijaksana sakit dan dirawat di rumah sakit maka perhari asuransi Allianz berkewajiban memberi dana Rp1jt perhari. Misal dirawat lima hari, maka Bapak Bijaksana dapat total Rp 5jt. Dana ini bisa untuk menambah kekurangan biaya saat menggunakan asuransi lain misalnya BPJS.
  4. Jika sewaktu-waktu meninggal misal pada bulan ke dua setelah dia buka polis maka asuransi Allianz berkewajiban memberi dana sebesar Rp 100jt ke keluarganya.
  5. Jika Bapak Bijaksana hidup pada usia 50 tahun, dana invstasi bisa diambil sebesar Rp 1 Milyar (hasil ini melihat bunga pada tahun saat itu)

Demikian manfaat yang ada pada polis asuransi smartlink flexi account plus Allianz yang sangat bermanfaat saat kita berencana melakukan investasi.

Info lebih lanjut hubungi:

Bisnis Eksekutif Allianz Life

Natanael

HP.WA 08113436830

Memahami Laporan Transaksi Polis Asuransi

Laporan transaksi polis asuransi dalam hal ini saya akan mengupas asuransi produk Tapro Allianz. Laporan dikirim secara berkala (bulanan, tahunan, tergantung cara bayar) ke alamat rumah atau email nasabah. Laporan transaksi juga dapat diunduh di fasilitas Allianz Eazy Connect.

Bagaimana memahami laporan transaksi polis Tapro Allianz?

Silakan disimak video berikut ini:

 

Untuk konsultasi contact

Natanael Agen Berlisensi Resmi Allianz Life

HP/WA 08113436830

Asuransi bukan tabungan

Banyak orang heran, mengapa asuransi bisa memberikan manfaat proteksi yang begitu besar dibandingkan premi yang dibayarkan. Misalnya premi 1 juta per bulan, baru bayar 1 kali lalu kena musibah bisa dapat  uang 1 miliar.

Terlalu bagus untuk bisa dipercaya. Mana mungkin?

Jawabnya: karena asuransi bukan tabungan.

Kalau tabungan,  sampai mati pun sangat kecil kemungkinannya uang 1 juta tiap bulan bisa menjadi 1 miliar, karena untuk itu butuh waktu 1000 bulan alias 83 tahun.

Kalau bukan tabungan, lalu apa?

Asuransi adalah kumpulan sumbangan. Anda menyumbang dan ribuan orang lainnya menyumbang. Maka dalam sekejap terkumpul uang dalam jumlah yang banyak, yang siap-siaga untuk dikeluarkan jika sewaktu-waktu ada penyumbang yang butuh bantuan.

Mungkin saja di antara yang butuh bantuan itu anda. Maka jika anda ingin dibantu, membantulah lebih dahulu. Inilah baru fair namanya.

Orang yang di saat masih sehat tidak mau ikut asuransi, tapi setelah terasa sakit baru tergerak ikut asuransi, hakikatnya adalah orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Ingin dibantu ketika sakit, tapi tidak mau membantu ketika sehat. Di asuransi pemerintah (BPJS), hal seperti ini dimungkinkan. Banyak orang yang ketika sehat tidak mau ikut program JKN dari BPJS, tapi ketika sudah sakit barulah daftar BPJS. Hal semacam ini tidak dimungkinkan di asuransi swasta.

Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Konsep asuransi sebagai kumpulan sumbangan disebutkan secara eksplisit dalam asuransi syariah, dan implisit dalam asuransi konvensional. Dalam asuransi syariah, peserta asuransi mengadakan perjanjian dengan para peserta lainnya untuk saling tolong-menolong (ta’awun) dengan bersama-sama mengumpulkan dana hibah yang disebut tabarru. Dana tabarru merupakan milik para peserta, digunakan hanya untuk membantu para peserta yang mengalami musibah yang dipertanggungkan, dan tidak bisa digunakan untuk keperluan lain. Sedangkan pihak perusahaan asuransi hanyalah sebagai pengelola yang mendapat imbalan atas dasar akad wakalah bil ujrah.

Dalam asuransi konvensional, kata-kata semacam tolong-menolong tidak disebutkan secara eksplisit, tapi sebetulnya semua orang sama-sama tahu bahwa uang yang dipakai perusahaan asuransi untuk membayar klaim sebetulnya berasal dari kumpulan premi para nasabah. Bedanya dengan asuransi syariah, status uang tersebut telah menjadi milik perusahaan, sehingga secara prinsip perusahan berhak menggunakannya untuk apa saja atau mau diinvestasikan ke mana, yang penting ketika nasabah hendak klaim uangnya ada.

sumber: myallisya.com/2016/09/06/asuransi-bukan-tabungan/

ingin konsultasi lebih lanjut hubungi:

Natanael Agen Asuransi Allianz

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Bagaimana Jika Nilai Investasi Unit Link Hampir Habis?

 

Bagaimana jika nilai investasi unit link hampir habis?

Untuk menanggulanginya, bisa dilakukan salah satu dari dua cara:

Pertama, melakukan top up tunggal. Atau;

Kedua, membayar biaya-biayanya saja. Biaya-biaya unit link di masa depan adalah 1) administrasi; 2) cost of insurance (COI); 3) pengelolaan investasi. Nomor 1 dan 2 ditagihkan per bulan, nomor 3 per tahun.

Contoh:

Bapak Z ikut unit link A pada usia 30. Ia telah membayar selama 10 tahun dan habis itu cuti premi. Dalam perjalanannya, ternyata kinerja investasi tidak memadai sehingga pada usia 55 tahun, nilai unitnya telah turun banyak, yang kalau dirupiahkan tinggal tersisa ratusan ribu saja. Apa yang harus dilakukan bapak Z agar polisnya tetap berlaku lebih lama?

Ada dua cara.

Pertama, top up tunggal. Misalnya ia menyetor uang 10 juta atau 20 juta sekaligus ke rekening unit linknya.

Kedua, membayar biaya-biayanya saja. Misalnya, COI pada usia 55 tahun ditetapkan sebesar 950 ribu per bulan, admin 26.500 ribu. Maka yang wajib dibayar bapak Z cukup 950.000 + 26.500 = 976.500.

Bapak Z bisa membayar COI+admin itu secara bulanan, boleh pula sekaligus untuk beberapa bulan atau setahun.

Misalnya, penagihan biaya dilakukan setiap tanggal 5. Maka pada tanggal 4 bulan bersangkutan, bapak Z menyetor uang Rp 976.500 ke rekening unit linknya.

Pada tanggal 4 bulan berikutnya, bapak Z kembali menyetor Rp 976.500. Demikian seterusnya, sampai tahun polis berganti.

Tahun polis berikutnya (di usia 56), COI akan naik tapi admin tetap. Katakanlah COI-nya menjadi Rp 1.040.000. Maka di setiap tanggal 4, bapak Z menyetor 1.066.500 (ditambah admin 26.500) ke rekening unit linknya.

Biaya pengelolaan investasi bisa diabaikan karena jumlahnya relatif kecil (2% per tahun), dan biaya itu akan terkover oleh nilai unit yang masih tersisa.

Biaya-biaya di unit link ditetapkan flat selama satu tahun (actual premium), dan ini merupakan sistem yang adil karena nasabah tidak perlu menyubsidi biaya-biaya di tahun selanjutnya.

Selain itu, cara penagihan yang dilakukan per bulan bisa meringankan beban nasabah daripada ia harus membayar sekaligus untuk satu tahun.

Pertanyaan hal ini bisa lewat HP 08113436830

sumber: bagaimana-jika-nilai-investasi-unit-link-hampir-habis/

Kekurangan Term Life dan Kelebihan Unit Link

Di antara berbagai jenis produk asuransi, menurut saya hanya dua yang layak dipertimbangkan, yaitu term life (asuransi jiwa berjangka) dan unit link (asuransi jiwa plus investasi).

Banyak perencana keuangan menyarankan untuk memisahkan asuransi dan investasi. Asuransinya ambil term life, investasinya boleh di mana saja (reksadana, emas, saham, dll). Saya setuju, tapi tidak semua orang cocok dengan saran ini.

Selain itu, setelah saya menggali berbagai kemungkinan yang ada di unit link, khususnya produk yang saya jual yaitu Tapro Allisya, ternyata preminya tidak berselisih jauh dibandingkan term life untuk mendapatkan manfaat yang sama. Malah beberapa produk term life masih lebih mahal dibandingkan unit link Tapro Allisya ini.

Kekurangan Term Life

Jadi, ya, saya tahu term life lebih murah ketimbang unit link, tapi dengan beberapa catatan:

  1. Murah hanya pada awalnya atau selama masa kontrak (5, 10, 20 tahun). Pada saat perpanjangan preminya akan naik berlipat-lipat. Oleh karena itu, kalau anda memutuskan mengambil term life, minta juga ilustrasi berapa preminya jika asuransi diperpanjang.
  2. Hanya bisa bayar tahunan. Bayar tahunan berarti keluar uang sekaligus banyak, misalnya 3 atau 5 juta tergantung manfaat proteksinya. Bagi orang yang uangnya berlimpah, ini tak masalah. Tapi tidak semua orang punya uang sebanyak itu. Kalaupun punya, mungkin masih ada keperluan lain yang juga penting. Selain itu, selisih uang yang ada bisa juga dipakai untuk bisnis atau investasi. Siapa tahu hasilnya bisa menutupi premi bulan berikutnya. Biasanya orang mengambil term life dengan tujuan agar bisa berinvestasi sendiri. Bagaimana mau investasi, kalau belum apa-apa uangnya sudah diambil oleh asuransi.
  3. Beberapa produk term life mensyaratkan tes kesehatan saat perpanjangan sehingga jika kesehatan anda menurun, perpanjangan asuransi anda belum tentu diterima. Oleh karena itu, kalau anda mengambil term life, cari yang ada garansi perpanjangannya.
  4. Kalau ditambah rider, seperti kecelakaan dan sakit kritis, belum tentu ridernya tersedia. Selain itu, belum tentu tarif ridernya murah juga.
  5. Bagi yang peduli dg nilai-nilai syariah: term life umumnya bukan produk syariah. Memang sudah ada yang syariah, tapi silakan cek preminya.

 

Kelebihan Unit Link Tapro Allisya

Unit link Tapro Allisya mengenakan premi 355 ribu per bulan untuk mendapat UP jiwa 1 miliar, tanpa rider apa pun. Manfaat ini berlaku untuk pria usia 30 tahun, tidak merokok, dan pekerjaannya dalam ruangan.

Silakan anda survai, adakah produk term life yang bisa memberikan premi seperti ini untuk UP 1 miliar? Jika dihitung per tahun, memang ada yang lebih murah. Tapi ini per bulan.

Kelebihannya:

  1. Preminya flat, tidak naik sampai kapan pun. Malah anda berkesempatan mendapatkan masa bayar lebih pendek (10 tahun) jika hasil investasi sesuai ilustrasi dengan asumsi tertinggi.
  2. Cara bayar bulanan cocok untuk orang yang keuangannya terbatas atau mereka yang merencanakan keuangan dengan periode bulanan (karena gajinya juga bulanan).
  3. Masa bayar bisa lebih pendek untuk masa proteksi yang lebih panjang.
  4. Tidak usah memikirkan perpanjangan. Masa berlaku proteksi sampai 70 tahun (UP 1 miliar), dan masih ada sisa UP 340 juta sampai usia 99 tahun.
  5. Tidak usah medical check up (untuk UP 1 miliar ke bawah)
  6. Kalau mau ditambah rider, tersedia bermacam rider yang bagus dan lebih murah.
  7. Maslahat meninggal akan lebih besar dari 1 miliar karena ditambah hasil investasi. Dengan begini, UP jiwa anda tidak usah diupgrade, karena sudah ada tambahannya dari hasil investasi. Anda juga, kalau mau dan butuh banget uang, bisa mengambil sebagian hasil investasi itu selagi masih hidup.
  8. Produk sudah sesuai syariah, baik dari segi akad maupun penyaluran dana investasi.

Demikian, silakan para pembaca menimbang-nimbang.

Salam,

Natanael HP/WA 08113436830

sumber: https://myallisya.com/2012/03/10/kekurangan-term-life-dan-kelebihan-unit-link/

Unit Link dan Term-life Tinjauan Perbandingan

 

Ketika anda mengambil asuransi jiwa berjangka (term-life), perusahaan asuransi bertaruh bahwa anda tidak akan mati pada masa pertanggungan. Dan biasanya mereka selalu benar. Kalau biasanya tidak, tentu mereka sudah bubarkan perusahaan asuransinya, sebab keuntungan mereka didapat dari hasil pertaruhan ini. (Pameo populer mengatakan, “bandar selalu menang”).

Anda sendiri tidak bertaruh apa-apa karena walaupun anda telah membayar premi, pada dasarnya anda berharap tetap hidup sampai masa pertanggungan berakhir.

Tapi dalam unit link, perusahaan asuransi tidak bertaruh dengan hidup-matinya jiwa anda. Mereka hanya berharap anda akan hidup cukup lama sampai uang yang anda setorkan ke mereka mencapai hasil investasi yang cukup untuk membayar klaim anda.

Lalu apakah term-life itu judi? Ada yang menganggap begitu. Tapi sekarang ada term-life yang syariah. Kalau sudah syariah tentu bukan judi. Akadnya disebut tabarru atau berbuat kebajikan (tolong-menolong). Preminya ya sama-sama hangus juga kalau tidak klaim, hanya ada bagi hasil dari surplus dana tabarru.

Kemudian, ini yang kerap disalahpahami orang: meski unit link berlaku seumur hidup, jenis asuransi jiwa pada unit link sebetulnya asuransi jiwa berjangka juga. Bedanya dengan term-life, jangka waktu pada unit link berlaku sampai usia 99 atau 100, sedangkan pada term-life hanya berlaku sampai usia 70 tahun.

Mengapa unit link termasuk asuransi jiwa berjangka? Karena biaya asuransi tetap dikenakan setiap tahun selama polis masih ingin tetap berlaku. (Pada asuransi jiwa seumur hidup atau whole-life, biaya asuransi dikenakan di muka, 5 atau 10 tahun pertama, dengan memperhitungkan biaya asuransi tahun-tahun selanjutnya sehingga premi jadi mahal).

Penetapan biaya asuransi jiwa pada unit link menggunakan metode actual premium (riil sesuai usia pada tahun berjalan dan naik setiap tahun), sedangkan pada term-life tarifnya ditetapkan dengan metode level premium (rata/flat mulai awal masuk hingga akhir pertanggungan).

Dalam unit link, nasabah membayar biaya asuransi (iuran tabarru dalam unit ink syariah) secara terus-menerus sampai uang pertanggungannya cair (alias meninggal). Biaya asuransi tersebut dipotong dari hasil investasi sehingga hampir tidak akan terasa bahwa nasabah telah membayar.

Jadi dalam unit link  tidak ada kemungkinan memberikan uang gratis ke perusahaan asuransi. Uang pertanggungan pasti keluar, dan jumlahnya akan jauh lebih besar daripada total biaya asuransi yang dibayarkan selama berpuluh-puluh tahun.

Sementara dalam term-life, hal ini tidak dimungkinkan karena ada pembatasan usia maksimal, biasanya 70 tahun. Batasan itu pun jika sebelumnya telah mendaftar pada usia 50 tahun. Lewat usia 60, umumnya perusahaan asuransi jiwa akan menolak aplikasi nasabah. Iyalah, orang mau mati kok baru minta asuransi jiwa. Jelas perusahaan gak mau rugi.

Dalam term-life, ada kemungkinan nasabah akan memberikan uang gratis kepada perusahaan asuransi jika dalam masa pertanggungan ia masih hidup. Dan kemungkinan ini sangat besar, mengingat usia harapan hidup orang Indonesia rata-rata mencapai 65 tahun. Jika orang meninggal jauh di bawah usia itu, besar kemungkinan penyebabnya bukan “faktor usia”, tapi sebab lain seperti kecelakaan, sakit kritis, atau tertular flu burung. (Saya tidak sebutkan penyakit menular karena AIDS juga penyakit menular, namun dari jenis yang tidak bikin orang mati secara cepat).

Sebuah tabel mortalitas yang pernah saya baca menyebutkan, tingkat kematian pada laki-laki di kisaran usia 25-40 tahun adalah 0,135% alias 1,35 per mil (seribu). Artinya, di antara seribu orang, yang berkemungkinan meninggal pada rentang usia itu adalah 1,35 orang (antara 1-2 orang).

Jika dibaca kebalikannya, maka di antara 1000 orang, 998,65 orang tetap hidup. Dengan kata lain, peluang seorang muda usia 25-40 tahun untuk tetap hidup adalah 99,865%.

Kesimpulannya, jika seorang muda usia mengambil program asuransi jiwa berjangka (term-life), 99,865% uangnya akan hangus.

Di unit link, khusus manfaat meninggal dunia, kemungkinan uang hangus itu tidak ada. Biaya asuransi yang telah dibayarkan memang tidak akan dikembalikan, tapi biaya itu akan diganti dalam bentuk uang pertanggungan (UP). Dan besarnya UP ini jauh lebih besar daripada total biaya asuransi yang ditagihkan selama seumur hidup nasabah.

Kemudian dari segi premi, term-life sedikit lebih murah. Untuk laki-laki usia 30 tahun, dari ilustrasi yang pernah saya peroleh dari sebuah perusahaan asuransi, UP 1 miliar bisa didapat dengan premi 3 juta per tahun selama 20 tahun. Untuk jangka waktu lebih pendek (10 atau 5 tahun), preminya sama tapi manfaatnya lebih besar. Kemudian jika ingin memperpanjang masa perlindungan, biaya premi akan naik beberapa kali lipat. Di usia 50 tahun, ilustrasi yang saya terima menunjukkan laki-laki tsb harus membayar premi 15,530 juta (naik 5 kali lipat lebih) sampai usia 70.

Premi unit link agak lebih mahal daripada term-life. Tentu saja, karena premi pada unit link dibagi dua: sebagian untuk bayar porsi asuransi, sebagian lagi untuk porsi investasi. Perusahaan penyedia unit link sudah memperhitungkan perbandingan keduanya sehingga premi cukup dibayar dalam jangka waktu tertentu (misalnya 10 tahun), dan untuk seterusnya biaya asuransi akan dipotong secara otomatis dari hasil investasi.

Sebagai contoh, untuk mendapatkan UP 1 miliar bagi laki-laki 30 tahun, sebuah produk unit link mengenakan premi 355 ribu per bulan (disetahunkan jadi 4,26 juta, tapi bayarnya bisa bulanan). Dengan catatan asumsi investasi terpenuhi, nasabah bisa membayar cukup selama 10 tahun. Selanjutnya hasil investasi akan membayari sendiri biaya asuransi tahun-tahun selanjutnya sampai nasabah ybs meninggal dunia. (Penjelasan tentang produk unit link dimaksud, klik di sini).

Untuk membandingkan keduanya silakan hitung sendiri.

Itulah sekilas tinjauan mengenai perbandingan antara unit link dan term-life. Masih ada beberapa perbedaan lainnya, tapi biar saya pelajari lagi dan saya bagikan hasilnya di lain kesempatan. []

sumber: https://myallisya.com/2011/11/26/unit-link-dan-term-life-dalam-perbandingan/