Tag Archives: asuransi

Kisah Warsito Tim Investigasi Kejahatan Asuransi: Modus Manipulasi Klaim

 

Membeli asuransi bagi sebagian orang kalau ditanya, mereka menjawab sebagai proteksi dan ada pula bukan sebagai proteksi. Jawaban mereka cukup membuat saya terkejut yakni sebagai siasat mencari uang atau kekayaan. Bagaimana caranya?

Cara yang sering dipakai yakni dengan memalsukan identitas pada polis, memanipulasi kematian, menenggelamkan kapal, atau membakar rumahnya. Tujuannya hanya untuk mendapatkan uang yang sangat besar dari klaim, rata-rata angkanya miliaran rupiah.

Berikut sejumlah modus kejahatan terkait klaim asuransi:

  1. Klaim Kapal Pengangkutan Barang

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah kapal pengangkutan barang tenggelam dalam perjalanan dari Surabaya ke Kawasan Timur Indonesia. Kapal itu membawa berbagai kebutuhan pokok seperti makanan, dan barang kebutuhan sehari-hari yang akan didistribusikan ke kawasan Timur.

Klaim asuransi pun diajukan senilai Rp10 miliar, sesuai dengan polis asuransi marine cargo atau pengangkutan kapal. Perusahaan asuransi yang menanggung kemudian melakukan penyelidikan. Selain menggunakan jasa loss adjuster atau penilai kerugian, perusahaan asuransi itu juga menggunakan jasa seorang investigator independen.

Dari hasil investigasi, ternyata kapal itu sengaja ditenggelamkan. Si investigator menemukan ada lubang di badan kapal yang terbuat dari kayu. Sebelum kapal berlayar, kapal telah dilubangi, tetapi disumbat. Di tengah lautan, sumbat itu dibuka dan kapal tenggelam. Klaim pun diajukan, namun batal dibayarkan sebab fakta rekayasa penenggelaman berhasil diungkapkan.

Kisah itu diceritakan oleh Warsito Sanyoto, si investigator. Dia mengisahkan, kecurigaannya muncul saat menemui fakta bahwa kapal yang digunakan untuk mengangkut barang-barang tersebut adalah kapal sewaan.

Warsito sudah menjadi investigator spesialis asuransi sejak 1988. Sampai saat ini, berbagai kasus klaim sudah dia tangani. Tahun lalu, Warsito menangani 15 kasus klaim asuransi. Dia memaparkan, selain cerita yang dipaparkannya tadi, ada beberapa modus operandi yang kerap dilakukan untuk merekayasa klaim asuransi marine cargo.

2. Barang Fiktif

Dari sejumlah kejahatan asuransi di bidang marine kargo, hal yang cukup sering ditemui adalah memasukkan barang-barang fiktif ke kargo. Para pelaku mengganti barang yang seharusnya dibawa dan diasuransikan dengan barang-barang tidak berharga seperti karpet bekas, ban bekas, garam, dan lainnya. Barang-barang itu dibungkus rapi. Dilapisi plastik tebal dan peti kemas.

Sementara barang yang diasuransikan dan seharusnya dibawa, disimpan di gudang rahasia. Di tengah lautan, kapal dikondisikan seolah-seolah terkena badai. Beberapa peti dibuang ke laut.

Saat mengajukan klaim, barang yang disebutkan adalah sepeda motor, semen, atau barang-barang berharga lainnya. Padahal barang-barang itu tersimpan aman di gudang.

3. Transshipment.

Modus operandi yang lain melakukan transshipment, yakni pemindahan barang dari kapal A ke kapal B.

Kapal melaju dan membawa barang-barang yang diasuransikan. Tiba di suatu pulau, barang-barang dari kapal yang diasuransikan dipindahkan ke kapal lainnya. Lalu kapal melaju lagi. Sampai pada kedalaman tertentu yang tidak memungkinkan dilakukan penyelaman, kapal akan ditenggelamkan. Detik-detik saat kapal tenggelam pun akan direkam lewat video dan gambar. Lalu klaim diajukan. Gambar dan video dijadikan bukti bahwa kapal sudah tenggelam.

4. Persekongkolan Orang Asuransi

Banyak cara dilakukan para penjahat asuransi untuk mendapatkan miliaran rupiah dari klaim asuransi. Memalsukan identitas pada polis, memanipulasi kematian, menenggelamkan kapal, semua itu dilakukan untuk mendapatkan uang segar dari klaim yang angkanya tidak sedikit.

Loss Adjuster

Loss hanya menilai besaran klaim. Ia tidak menentukan adanya fraud atau bukan dan bergerak dengan asumsi bahwa klaim tersebut muncul karena murni risiko. Seorang loss adjuster bekerja berdasarkan data yang ada, tanpa melakukan verifikasi mendalam untuk mencari modus dibalik itu?

Kendati demikian, loss adjuster juga sering menemukan besaran klaim yang jauh di bawah nilai klaim yang diajukan tertanggung kepada perusahaan asuransi. Seorang loss adjuster dari PT Radita Hutama yang berafiliasi dengan Charles Taylor Adjusting Fikri Ramadhan Lubis menyatakan pihaknya sering menilai kerugian yang besarnya jauh di bawah nilai klaim yang diajukan. Dia menjelaskan bahwa dirinya bekerja berdasarkan polis yang ada dan membandingkannya dengan apa yang terjadi di lapangan.

Kasus Kejahatan Asuransi Jiwa

Pada asuransi jiwa kasus manipulasi juga kerap terjadi. Menurut Warsito, dari 15 kasus yang ditangani tahun lalu, sebanyak 12 kasus merupakan kasus asurani jiwa.

Pernah satu kali, seorang pemilik perusahaan penyewaan komputer mengasuransikan seorang pengangguran. Dia difigurkan sebagai seorang direktur. Kemudian, si direktur gadungan itu dibawa ke rumah sakit, dua jarinya putus terpotong pisau. Nilai klaim dari putusnya dua jari itu senilai Rp 600 juta. Atas permintaan perusahaan asuransi. Penyelidikan kasus ini pun dilakukan.

TIm investigasi melakukan reka ulang dengan menggunakan sarung tangan sekali pakai. Investigator melakukan uji coba sebanyak 55 kali. Hasilnya ditemukan bahwa dengan deskripsi kejadian yang diceritakan, jumlah jari yang terpotong harusnya tiga, bukan dua. Membuktikan bahwa jari si direktur gadungan sengaja dipotong. Klaim pun batal dibayarkan.

Tak Bisa Dijerat Pidana

Kejahatan asuransi ternyata tak membuat pelakunya serta merta bisa diperkarakan. Mereka yang telah terbukti melakukan rekayasa klaim asuransi tidak otomatis akan mendekam di penjara. Para pelaku rekayasa klaim masih berkeliaran dan kerap melakukan hal yang sama berulang-ulang.

Begitulah kiranya dapat sebagai ulasan tentang maraknya kasus kejahatan klaim asuransi akhir-akhir ini. Silahkan jika ada komentar lebih lanjut.

sumber: Modus Manipulasi Klaim

 

Berapa Persen Alokasi Asuransi dan Investasi?

 

Unitlink“Berapa persen alokasi asuransi dan investasi?” Dengan kata lain, “Berapa persen premi yang masuk ke asuransi dan berapa persen premi yang masuk ke investasi?”

Bicara terus-terang, pertanyaan ini perlu penjelasan lebih lanjut. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini dengan tegas, karena sesungguhnya alokasi asuransi dan investasi bukan berbentuk persentase.

Dalam hal ini ada tiga hal yang perlu dibedakan:

  1. Perbandingan antara alokasi asuransi dengan alokasi investasi. Tidak berbentuk persentase.
  2. Perbandingan antara alokasi investasi dengan biaya akuisisi. Berbentuk persentase.
  3. Perbandingan antara premi berkala dengan top up berkala. Bisa dipersentasekan.

Yang pertama, perbandingan antara alokasi asuransi dengan alokasi investasi bukan berbentuk persentase. Dalam unit-link, premi yang disetorkan memang akan dibagi ke dalam dua keranjang, yaitu keranjang asuransi dan keranjang investasi. Tapi perbandingannya bukan dalam bentuk persentase, karena keranjang asuransi sebetulnya terdiri dari berbagai macam biaya, yang meliputi biaya akuisisi, biaya administrasi, biaya asuransi (cost of insurance, tabarru dalam asuransi syariah), biaya pengelolaan investasi, dan biaya top up. Sedangkan alokasi investasi adalah sisa dari premi setelah dikurangi berbagai macam biaya tersebut.

Yang kedua, perbandingan antara alokasi investasi dengan biaya akuisisi memang berbentuk persentase. Yang perlu dipahami, biaya akuisisi hanyalah satu dari sejumlah biaya yang dikenakan di produk unit-link, jadi alokasi investasi di sini belum bersih karena masih dipotong biaya-biaya lain.

Sebagai contoh di Tapro Allianz, berapa persen biaya akuisisinya? Jawabannya: tahun pertama 75%, tahun kedua 40%, tahun ketiga 15%, tahun keempat 7,5%, dan tahun kelima 7,5%. Total 145%. Tahun keenam dan seterusnya tidak dikenakan lagi biaya akuisisi.

 

Tahun Biaya Akuisisi Investasi (belum dipotong biaya lain)
1 75% 25%
2 40% 60%
3 15% 85%
4 7,5% 92,5%
5 7,5% 92,5%
6 dst 0% 105,26%

 

Alokasi premi berkala setelah dipotong biaya akuisisi masuk ke investasi. Tapi bukan berarti porsi yang masuk ke investasi ini tidak dikenakan biaya apa-apa lagi.

Selain biaya akuisisi, ada beberapa biaya lagi yang selalu ada dalam produk unit-link. Dua di antaranya yang cukup signifikan untuk disebut adalah biaya administrasi dan biaya asuransi. (Selengkapnya biaya-biaya pada unit-link bisa dibaca di SINI).

  • Biaya administrasi. Dikenakan tiap bulan selama polis masih berlaku. Ada yang menggratiskan biaya administrasi tahun pertama.
  • Biaya asuransi (cost of insurance atau tabarru dalam asuransi syariah). Dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil (asuransi dasar maupun rider), sejak tahun pertama sampai masa proteksinya berakhir, selama polis masih berlaku.

Di sini, banyak nasabah bahkan agen yang salah paham dan belum bisa membedakan antara biaya akuisisi dengan biaya asuransi. Dikiranya biaya akuisisi itu sama dengan biaya asuransi dan setelah itu tidak ada biaya lagi.

Pemahaman seperti ini lalu dipakai untuk menjelaskan kenapa nilai investasi unit-link sangat kecil di tahun-tahun awal. Sering dikatakan, “Nilai investasi unit-link kecil di tahun-tahun awal karena masih kena banyak potongan untuk asuransinya. Nanti setelah lima tahun, premi seluruhnya masuk ke investasi.”

Yang jarang dijelaskan agen, setelah lima tahun, premi yang seluruhnya masuk ke investasi itu masih dikenakan potongan lagi untuk biaya administrasi dan biaya asuransi.

Jadi, apa perbedaan biaya akuisisi dengan biaya asuransi?

 

Biaya Akuisisi Biaya Asuransi (Tabarru)
Dikenakan di 5 tahun pertama (pada umumnya) Dikenakan sejak tahun pertama sampai masa proteksi berakhir selama polis masih berlaku
Dipotong dari premi berkala (tidak termasuk top up berkala) Dipotong dari nilai investasi
Fungsinya untuk biaya-biaya pembuatan polis serta komisi dan bonus agen Fungsinya untuk membiayai manfaat proteksi (uang pertanggungan asuransi dasar dan rider)
Berbentuk persentase, cenderung turun tiap tahun Sesuai tabel biaya asuransi, cenderung naik tiap tahun

 

Biaya akuisisi dipotong dari premi berkala (istilah lain: premi reguler, premi dasar, premi target, premi pokok). Selain premi berkala, ada tambahan premi yang disebut top up berkala (istilah lain: saver). Top up berkala hampir seluruhnya masuk ke investasi, hanya dipotong sedikit untuk biaya top up.

Perbandingan antara premi berkala dengan top up berkala bisa disajikan dalam bentuk persentase. Misalnya: setoran 1 juta per bulan, terdiri dari premi berkala 700 ribu dan top up berkala 300 ribu. Berarti persentase premi berkala 70% dan top up berkala 30%. Tapi ini bukan persentase antara asuransi dengan investasi, karena baik premi berkala maupun top up berkala dua-duanya diinvestasikan dan dari nilai investasi yang terbentuk akan dipotong biaya-biaya. Bedanya, premi berkala kena biaya akuisisi, top up berkala tidak kena biaya akuisisi.

Perbandingan antara premi berkala dan top up berkala bersifat fleksibel. Dari setoran 1 juta per bulan, bisa saja 100% merupakan premi berkala tanpa top up berkala, bisa 80% banding 20%, bisa 50% banding 50%, bahkan bisa saja premi berkala hanya 25% dan 75% merupakan top up berkala. Di sini tergantung ketentuan dari perusahaan asuransi, juga tergantung racikan agen, dan tergantung kebutuhan nasabah apakah ingin fokus di proteksi atau ingin fokus di investasi. Secara umum dapat dikatakan, jika ingin fokus di proteksi, perbesar premi berkala supaya manfaat proteksinya lebih besar. Jika ingin fokus di investasi, perbesar top up berkala dan harus rela manfaat proteksinya kecil saja.

***

Kembali ke pertanyaan di awal tulisan ini, “Berapa persen alokasi investasi dan asuransi?”

Jawaban saya: “Alokasi investasi sama dengan premi yang disetor dikurangi biaya-biaya yang dikenakan.”

Jadi, untuk mengetahui nilai investasi secara garis besar, hitung saja berapa total premi yang disetor dikurangi biaya-biaya yang timbul, lalu ditambah (atau dikurangi) hasil investasinya.

Contohnya, premi 1 juta per bulan. Pertama, cek berapa premi berkala dan berapa top up berkala untuk menghitung biaya akuisisinya. Lalu kurangilah dengan biaya akuisisi (dari premi berkala), biaya administrasi, biaya asuransi, biaya top up (atau selisih harga jual-beli unit pada unit-link yang menerapkan dual price), dan biaya pengelolaan investasi. Sisanya, itulah nilai investasi yang menjadi milik anda.

Jika tujuan anda untuk mendapatkan keuntungan investasi, tidak disarankan melalui unit-link karena potongan biayanya terlalu besar dibanding jika berinvestasi di instrumen investasi lain. Potongan biaya-biaya yang besar itu adalah untuk mendapatkan manfaat asuransinya serta upah untuk perusahaan dan agen. Unit-link bagaimana pun adalah produk asuransi, jadi ambillah dengan tujuan utama untuk mendapatkan manfaat asuransinya.

sumber: berapa-persen-alokasi-asuransi-dan-investasi/

Mengenal Istilah Asuransi (Premi, Polis, Klaim, Underwriting, Penanggung & tertanggung)

Saat ini banyak sekeli penyedia jasa asuransi, semakin banyaknya perusahaan asuransi, tentu makin membuat calon konsumen harus makin jeli membeli asuransi. manfaat, brand, klaim, premi dan segala hal yang berkaitan dengan asuransi patut jadi pertimbangan yang harus dicari dengan detail dan teliti.

Sebelum anda ikut dalam asuransi lebih baik anda memahami dulu segala hal yang berkaitan dengan asuransi tersebut, sehingga dengan memahami segala hal yang berkaitan dengan asuransi termasuk istilah-istilah dalam asuransi diharapkan ada tidak salah pilih ketika anda memutuskan untuk memilih asuransi yang paling cocok untuk anda dan juga keluarga anda.

Sebelum saya bahas apa itu premi, klaim, underwriting, penanggung dan tertanggung dalam asuransi ada baiknya saya akan jelaskan sedikit mengenai apa itu asuransi?

Pengertian Asuransi?

menurut wikipedia, asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.

Secara lebih detail pengertian asuransi dapat kita lihat dari beberapa sudut pandang yaitu sudut finansial, sosial dan hukum sebagai berikut:

1. Dari sudut Finansial:

Jika dilihat dari sudut pandang finansial atau keuangan, asuransi dapat diartikan sebagai suatu alat yang dapat mengurangi risiko yang melekat pada perekonomian, dengan cara manggabungkan sejumlah unit-unit yang terkena risiko yang sama atau hampir sama, dalam jumlah yang cukup besar, agar probabilitas kerugiannya dapat diramalkan, dan bila kerugian yang diramalkan terjadi, maka akan dibagi secara proposional oleh semua pihak dalam gabungan itu.

2. Dari Sudut Hukum

Dari sudut humum asuransi merupakan suatu kontrak (perjanjian) pertanggungan risiko antara tertanggung dengan penanggung. Penanggung berjanji akan membayar kerugian yang disebabkan risiko yang dipertanggungkan kepada tertanggung. Sedangkan tertanggung membayar premi secara periodik kepada penanggung. Jadi, tertanggung mempertukarkan kerugian besar yang mungkin terjadi dengan pembayaran tertentu yang relatif kecil.

3. Dari Sudut Sosial

Sedangkan dari Sudut Sosial, asuransi dapat didefinisikan sebagai organisasi sosial yang menerima pemindahan risiko dan mengumpulkan dana dari anggota-anggotanya guna membayar kerugian yang mungkin terjadi pada masing-masing anggota tersebut. Kerugian setiap anggota dipikul bersama.

Mengenal Istilah Asuransi (Premi, Klaim, Polis, Underwriting, penanggung dan tertanggung)

Setelah Anda memahami pengertian asuransi anda setidaknya harus memahami juga istilah-istilah yang sering dilibatkan di dalam asuransi sehingga pemahaman anda mengenai asuransi bisa lebih baik yang bisa bermanfaat untuk anda ketika memutuskan untuk membeli asuransi, beberapa istilah asuransi yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

a. Polis Asuransi

Polis Asuransi adalah suatu perjanjian  asuransi atau pertanggungan yang bersifat konsensual (adanya kesepakatan), pada umumnya harus dibuat secara tertulis dalam suatu akta antara pihak yang mengadakan perjanjian. Pada akta yang dibuat secara tertulis itu dinamakan “polis”. Jadi, polis adalah tanda bukti perjanjian pertanggungan yang merupakan bukti tertulis.

b. Premi

Premi adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban dari tertanggung atas keikutsertaannya di asuransi. Besarnya premi atas keikutsertaan di asuransi yang harus dibayarkan telah ditetapkan oleh perusahaan asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan dari tertanggung.

c. Klaim asuransi

Klaim Asuransi adalah Sebuah permintaan resmi kepada perusahaan asuransi, untuk meminta pembayaran berdasarkan ketentuan perjanjian.

Klaim Asuransi yang  diajukan akan ditinjau oleh perusahaan untuk validitasnya dan kemudian dibayarkan kepada pihak tertanggung setelah disetujui.

d. Penangguh

Penangguh menurut asuransi jiwa adalah yang memberikan jasa dalam penanggulanggan risiko yang dikaitkan dengan hidup atau matinya seseorang yang diasuransikan. Perusahaan Asuransi Jiwa merupakan badan hukum milik swasta atau badan hukum milik Negara.

Di dalam tapro syariah Allianz ada istilah Penanggung atau pembayar dan Peserta asuransi. Peserta dan Penanggung atau Pembayar memiliki arti yang sama. Ini yang sering disalah artikan nasabah.
Misalnya, Pak Amir ingin mengikutkan anaknya si Buyung usia 15 tahun, maka Pak Amir sebagai peserta atau sekaligus penanggung/pembayar polisnya si Buyung (si Buyung sebagai si Tertanggung). Hal tersebut karena si Buyung masih dibawah 17 tahun (syarat jika sebagai peserta sekaligus tertanggung harus di atas 17 tahun).
Istilah ini mungkin berbeda dengan asuransi lain. Tapi di Allianz sangat detail dan memperhatikan hal ini.
Karena pak Amir sebagai peserta sekaligus pembayar polis si Buyung sehingga Pak Amir jika meninggal berhak mendapat Uang Pertanggungan dan manfaat Payor benefit.

e. Tertanggung

Tertangguh adalah seseorang yang memanfaatkan jasa dari perusahaan asuransi, baik milik swasta ataupun milik Negara, jika anda membeli salah satu jasa asuransi anda bisa dikatakan sebagai pihan tertanggung.

Untuk bisa membeli asuransi harus bekerja dan berusia di atas 17 tahun (logikanya siapa yang bayar kalau tidak bekerja). Kalau belum bekerja maka yang menjadi peserta dan pembayar polis asuransi adalah orang tua.

f. Underwriting

Underwriting menurut pengertian asuransi jiwa adalah proses penaksiran mortalitas atau morbiditas calon tertanggung untuk menetapkan apakah akan menerima atau menolak calon peserta dan menetapkan klasifikasi peserta. Mortalitas adalah jumlah kejadian meninggal relatif di antara sekelompok orang tertentu, sedang morbiditas adalah jumlah kejadian relative sakit atau penyakit di antara sekelompok orang tertentu.

Dengan memahami segala hal yang berkaitan dengan istilah asuran anda diharapkan lebih cerdas ketika memilih jasa asuransi.

Konsultasi lebih lanjut hubungi:
Agen Allianz Natanael
HP/WA 08113436830

Proteksi Asset Anda Dengan Asuransi Penyakit Kritis Allianz CI100

Ketika kita beranjak dewasa dan mulai berdikari, sedikit demi sedikit kita membangun aset untuk masa pensiun dan anak cucu kita. Namun pernah kebayang ga sih ketika terjadi resiko hidup seperti sakit kritis, ada banyak orang yang terpaksa menjual asetnya dengan harga di bawah nilai NJOP. Tentu ini bukan pilihan kita kan?

Secara statistik, kebanyakan orang akan mengalami penyakit kritis sebelum meninggal. Penyakit kritis yang paling sering terjadi adalah jantung, stroke, kanker, ginjal, dan koma. Bilamana terjadi salah satu penyakit kritis diatas , maka kita tidak pernah bisa menduga berapa lama penyakit tersebut akan diderita, sementara income mendadak terhenti karena tidak mampu lagi mampu bekerja. Tentu masalah kan?

Tidak dapat dipungkiri , biaya pengobatan untuk penyakit kritis sangat besar, paling tidak ratusan juta rupiah baik untuk operasi maupun biaya pengobatan yang terus menerus harus dikeluarkan selama sakit. Sebab itu, ketika terkena penyakit kritis bisa berdampak serius pada kestabilan finansial keluarga. Bahkan menurut hasil survey kompas, 85% pasien kanker keluarganya mengalami bencana keuangan.

Tekanan finansial yang dihadapi oleh penderita penyakit kritis bisa dikurangi dengan mengikuti program asuransi sakit kritis. Dengan dukungan finansial dari lembaga asuransi, nasabah bisa memfokuskan energi mereka pada proses pengobatan dan pemulihan penyakit. Jadi pikiran lebih tenang sehingga harapan untuk sembuh lebih besar.

Untuk itu besarnya santunan penyakit kritis yang diperlukan minimal sebesar 5x income tahunan. Santunan penyakit kritis diperlukan bukan hanya untuk membayarkan biaya berobat, namun juga untuk menopang biaya hidup keluarga yang masih harus berjalan.

Perlu diketahui bahwa bila memiliki cicilan rumah, biasanya asuransi jiwa di KPR hanya dibayarkan apabila peminjam meninggal dunia. Jadi bila peminjam terkena penyakit kritis, kewajiban cicilan KPR tetap harus dibayarkan. Jadi sangatlah bijak untuk menyiapkan asuransi sakit kritis untuk menjaga keberlangsungan KPR ketika musibah datang. Karena di saat terkena penyakit kritis, penghasilan juga akan terhenti, lalu mau bayar tagihan KPR nya setiap bulan pakai apa?

Penghasilan terhenti bisa beragam penyebabnya, bisa karena di PHK karena sudah tidak dianggap produktif lagi karena sudah tidak dapat bekerja seperti biasanya lagi atau bisa juga karena sudah tidak ada semangat bekerja lagi atau tidak bisa fokus dalam bekerja karena stress mikirin penyakitnya.

Stress memikirkan apakah penyakit kritis yang diderita ini akan sembuh atau tidak setelah diobati. Stress juga mikirin berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan untuk mengobati penyakit kritis ini. Jika setelah keluar uang banyak, tetapi penyakit nya tidak kunjung sembuh juga bagaimana?

Jika sudah menggadaikan mobil dan aset lain untuk biaya berobat, tapi jika penyakit nya bandel dan tidak kunjung sembuh juga bagaimana? Yang ada malah sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah kena sakit kritis, habis uang untuk berobat, penyakit nya tidak sembuh sembuh, aset sudah habis dijual semua, tabungan semakin menipis, biaya pendidikan anak juga sudah digunakan untuk biaya berobat, uang untuk biaya hidup sehari hari juga sudah hampir habis dan tidak ada pemasukan lagi, serta sudah bisa dipastikan masa depan suram mengancam anda sekeluarga.

Stress yang terakhir mungkin disebabkan oleh penyesalan, mengapa di kala masih sehat, saat ditawarkan asuransi penyakit kritis ci100 dari Allianz yang mencover seumur hidup (sampai usia si tertanggung mencapai 100 tahun) malah tidak mau. Malah berpikir asuransi itu tidak penting, malah berpikir nya terlalu lama sehingga keduluan terkena penyakit kritis nya dulu.

Ingat loh, jika anda sudah terkena dan terdiagnosa sakit kritis, pupuslah harapan anda untuk punya asuransi Penyakit Kritis. Di saat itu, yang bisa menolong anda hanya uang dan aset pribadi anda sendiri. Bayangkan jika anda tidak punya uang dalam jumlah yang banyak di tabungan. Atau anda tidak memiliki banyak aset yang bisa dijual dan digadaikan untuk ditukar menjadi cash.

Satu satunya harapan hanya memohon belas kasihan dari kerabat/teman/pendonor yang mungkin berbaik hati yang mau meminjamkan atau memberikan uang mereka kepada anda yang saat ini sudah dalam keadaan sekarat. Ingat, orang atau kerabat yang mau meminjamkan uang kepada anda di saat anda terkena sakit kritis juga akan mikir, kira kira ini duit bisa dibalikin gak ya ntar.

Karena kan anda sedang menderita sakit kritis nih, anda tidak bekerja lagi, jadi gimana caranya anda mau mengembalikan uang hasil pinjaman tersebut? Karena anda sedang tertimpa musibah dikarenakan terkena penyakit kritis, kerabat atau teman anda juga tidak akan mungkin tega untuk mendesak anda untuk segera melunasi hutang hutang anda kepada mereka.

Jadi dari awal, mereka akan berpikir ulang dan berpikir masak masak untuk meminjamkan anda uang tersebut karena sudah dipastikan tidak akan bisa dikembalikan. Kecuali yang meminjamkan uang itu adalah orang tua kandung anda atau saudara kandung anda. Mungkin mereka rela tidak dikembalikan uang nya asalkan anda bisa sembuh.

Tapi jika anda sudah dicover oleh asuransi penyakit kritis, apalagi asuransi penyakit kritis CI100 dari Allianz, anda sudah bisa merasa tenang. Bukan berarti anda berharap terkena penyakit kritis jika anda sudah ada asuransi penyakit kritis. Tidak, bukan begitu. Bagaimana pun juga, meskipun sudah ada asuransi, tetap saja tidak ada seorangpun yang dalam keadaan sehat, mau dan bisa menerima jika terkena dan terdiagnosa penyakit kritis. Namun jika penyakit kritis sudah menghampiri hidup anda, apakah anda bisa menolak dan menghindar?

Anda memilih mau pakai uang sendiri atau mau pakai uang asuransi untuk berobat ketika anda terkena sakit kritis? Anda mau menggunakan uang pinjaman dari kerabat atau uang yang dikasih secara cuma cuma oleh perusahaan asuransi yang tidak perlu dikembalikan lagi untuk biaya pengobatan di saat anda terkena sakit kritis? Anda hanya perlu rutin membayar premi yang jumlahnya tidak seberapa tetapi di saat anda terdiagnosa sakit kritis, sejumlah uang dengan nilai besar dari ratusan juta hingga milyaran telah siap dicairkan dan ditransfer ke rekening bank anda dari Allianz.

Intinya anda mau kehilangan harga diri anda dengan mengemis ngemis meminta bantuan pada orang lain di saat anda terkena musibah atau anda mau menjadi seorang gentleman yang mampu untuk menyelesaikan masalah anda sendiri disaat anda divonis oleh dokter kalau anda terkena penyakit kritis?

Hebat kan? Anda tidak perlu pusing mau mengembalikan uang ini pakai apa nantinya. Bahkan setelah di transfer ke rekening tabungan anda, anda bebas untuk menggunakan uang ini nantinya karena uang ini telah menjadi hak milik anda 100% sepenuhnya. Jadi mau digunakan untuk berobat boleh, mau digunakan untuk modal usaha boleh juga, mau utk beli mobil  baru juga bisa, atau mau dipakai untuk beli tanah atau rumah juga silahkan saja, tidak ada yang melarang.

Dengan memiliki asuransi penyakit kritis CI100 dari Allianz, anda akan dilindungi dari resiko terkena penyakit kritis seumur hidup anda (sampai dengan usia anda mencapai 100 tahun). Jadi jangan salah pilih asuransi penyakit kritis ya.

Karena jika sampai salah pilih dan tidak memilih asuransi penyakit kritis CI100 dari Allianz, akibatnya bisa sangat fatal karena Anda hanya buang buang waktu dan buang buang duit untuk bayar premi demi mendapatkan manfaat perlindungan penyakit kritis yang ecek ecek. Mengapa saya sebut ecek ecek? Karena tidak ada perlindungan penyakit kritis dari asuransi lain yang berani memberikan proteksi seperti halnya ci100 Allianz.

Allianz-CI100

Jangan sampai memilih asuransi penyakit kritis yang perlindungannya nanggung. Banyak perusahaan asuransi di luar sana yang memberikan perlindungan asuransi penyakit kritis yang hanya mengcover sampai usia si tertanggung mencapai 65 tahun dan 70 tahun saja.

Jadi jika saat ini anda sudah punya asuransi penyakit kritis selain dari Allianz, silahkan buka kembali buku polis asuransi dan periksa, sampai usia berapakah anda diproteksi dari resiko penyakit kritis. Karena penyakit kritis itu bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, baik ketika masih muda maupun sudah berusia di atas 70 tahun. Anda akan rugi sekali jika selama ini anda membayar premi secara rutin namun proteksi sakit kritis yang diberikan kepada anda hanya melindungi sampai usia anda mencapai 70 tahun saja.

jadi mari tinjau polis asuransi Anda untuk memastikan perlindungan penyakit kritis nya sudah maksimal atau belum. Namun jika saat ini Anda belum memiliki asuransi sakit kritis yang bagus, ada baiknya anda mengambil dan membeli asuransi penyakit kritis ci100 dari Allianz karena  asuransi penyakit kritis ci100 Allianz ini adalah asuransi penyakit kritis yang terbaik yang ada saat ini.

Ingin mendaftar asuransi sakit kritis atau konsultasi hubungi Natanael, Agen Asuransi Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo,

Telpon 08113436830 

Perlindungan Asuransi Menjamin Kebahagiaan Anak dan Cucu Kita

Di dalam jurnal Allianz Indonesia, 12 May 2016 dijelaskan bahwa ketika memasuki usia pensiun, tentunya kita ingin menikmati sisa umur kita dengan menyenangkan, karena anak-anak kita sudah hidup mandiri dan memiliki keluarga kecil. Memiliki keluarga dengan anak dan cucu merupakan salah satu berkat terbesar dalam hidup kita.

Pada tahapan usia kehidupan ini kebutuhan asuransi jiwa tak hanya diperlukan untuk sekedar proteksi jiwa saja, tapi juga untuk tujuan tertentu. Manfaat asuransi jiwa ini untuk membiayai hari tua kita atau sebagai dana warisan kepada anak dan cucu tersayang. Merencanakan asuransi jiwa sebagai warisan pun tak kalah pentingnya, khususnya untuk kebahagiaan anak dan cucu kita.

Sebagian orang awam tidak tahu bahwa produk investasi dalam asuransi juga bisa digunakan untuk sebuah warisan. Bahkan sebenarnya asuransi adalah cara tercepat, mudah serta memberikan hasil yang besar jika digunakan sebagai warisan. Asuransi adalah cara yang paling efisien untuk mengelola keuangan agar dapat memberikan warisan yang cukup untuk anak dan cucu.

Ada beberapa perbedaan pandangan tentang perencanaan keuangan dan warisan Antara masyarakat maju dan Indonesia. Kebanyakan orang Indonesia mengumpulkan aset konvensional sebagai tabungan investasi dan warisan seperti rumah, properti, tanah, logam mulia, dan lainnya. Sedangkan di negara maju, banyak orang yang memiliki paper asset, contohnya seperti asuransi.

Warisan aset konvensional berupa properti atau bisnis tidak bisa dipecah begitu saja secara sama rata kepada semua ahli waris. Apabila perlu uang cash dan ingin mencairkan dana kadang perlu waktu dan biaya. Sedangkan papper assets jauh lebih mudah dan sederhana, karena bila terjadi risiko dan butuh dana segera, maka dana tersebut bisa langsung segera dicairkan.

Saat aset seseorang tidak bisa diwariskan kepada ahli waris secara merata, polis asuransi jiwa dapat membantu memecahkan masalah ini. Adanya warisan yang berasal dari Uang Pertanggungan (UP) dari asuransi jiwa, akan sangat membantu mewujudkan kebutuhan ataupun keinginan mereka, suatu saat. Maka dari itu, UP dari asuransi jiwa bisa digunakan untuk menggenapkan warisan pada salah satu pihak agar adil dan sesuai kehendak pemilik aset.

Jika kita memiliki produk asuransi unitlink, kita pasti memiliki dua potensi pendapatan yaitu uang pertanggungan dan hasil investasi. Selain UP dari asuransi jiwa yang diterima oleh ahli waris yaitu anak dan cucu, investasi yang telah kita kelola juga bisa dijadikan sebagai warisan. Jika kita sudah memiliki aset investasi dalam asuransi, maka hasil investasinya bisa dinikmati untuk anak dan cucu kita, atau bahkan mereka juga bisa meneruskan mengelola investasi yang kita miliki agar semakin berkembang dan mendapat manfaat yang maksimal.

Smartlink Flexi Account Plus dari Allianz Life Indonesia memberikan solusi untuk mewujudkan semua impian disaat kita berada disamping keluarga tercinta maupun ketika harus meninggalkan mereka. Program asuransi ini akan memberikan kenyamanan perlindungan jiwa dan hasil investasi yang maksimal.

Mari rencanakan warisan untuk kebahagiaan anak dan cucu kita dengan perlindungan jiwa yang maksimal dari Smartlink Flexi Account Plus.

Pembukaan rekening Allianz Life segera hubungi Agen Allianz Life Indonesia,

Natanael HP/WA 08113436830

Tingkatkan Kenyamanan bagi Nasabah, Allianz Life Luncurkan Allianz Hospital Assistant

Allianz Hospital Assistant adalah layanan layaknya seorang asisten pribadi bagi nasabah asuransi kesehatan individu yang menjalani rawat inap di rumah sakit rekanan Allianz dan AdMedika  Layanan pribadi meliputi informasi lengkap mengenai proses administrasi rawat inap melalui panggilan telepon secara langsung 

Allianz Hospital Assistant memiliki latar belakang medis dan siap melayani nasabah kapan saja PT Asuransi Allianz Life Indonesia (“Allianz Life”) bekerja sama dengan PT Administrasi Medika (AdMedika) memperkenalkan layanan Allianz Hospital Assistant untuk memberikan kenyamanan kepada nasabah asuransi kesehatan individu Allianz yang menjalani perawatan rawat inap. Acara konferensi pers yang bertempat di Hotel Double Tree Hilton, Jakarta, dihadiri oleh Joachim Wessling, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Todd Swihart, Managing Director Allianz Health & Corporate Solutions (AHCS) Allianz Life Indonesia, Iskriono Windiarjanto, Direktur Utama AdMedika dan Murali Raja Direktur IT & Operation AdMedika.

Allianz Life sebagai penyedia jasa asuransi jiwa dan kesehatan yang fokus pada pemenuhan kebutuhan nasabah, memelopori layanan yang akan meningkatkan kenyamanan nasabah ketika menjalani rawat inap. Layanan bernama Allianz Hospital Assistant berperan selayaknya asisten pribadi yang akan memastikan berbagai kebutuhan perlindungan asuransi nasabah terpenuhi selama menjalani rawat inap di rumah sakit rekanan Allianz dan AdMedika di Indonesia. Dalam layanan ini, nasabah atau wali nasabah akan dihubungi oleh petugas Allianz Hospital Assistant secara personal melalui telepon seluler untuk diberikan informasi yang dimulai dari berhasil atau tidaknya proses administrasi, status penjaminan, dan berakhirnya masa rawat inap.

“Kami memahami bahwa dalam kondisi sakit yang mengharuskan rawat inap, nasabah mungkin saja merasakan stres. Fokus dari keluarga atau kerabat pasien akan terarah kepada aspek perawatan dan penyembuhan, sehingga berbagai urusan administratif yang menunjang perawatan akan kami bantu. Hal ini tentunya akan meningkatkan kenyamanan bagi para nasabah kami,” ujar Todd Swihart, Managing Director AHCS Allianz Life Indonesia.

Saat ini Allianz Hospital Assistant tersedia bagi nasabah asuransi kesehatan individu Allianz, di mana layanan ini juga memungkinkan nasabah menghubungi kembali petugas ketika membutuhkan bantuan administratif. Dengan adanya Allianz Hospital Assistant, nasabah diharapkan untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai proses administrasi yang sedang berjalan, sehingga tidak perlu mengalami menunggu tanpa mengetahui perkembangan atau kebutuhan lainnya. AdMedika yang menjadi mitra Allianz Life dalam layanan ini telah melayani lebih dari 4,2 juta peserta dari asuransi, korporasi dan BUMN. “Tahun 2017 merupakan tahun yang penting dimana kami telah bertransformasi dari sekedar perusahaan Third Party Administrator menjadi perusahaan Total Health Solution dan layanan Allianz Hospital Assistant ini adalah salah satu milestone yang menandai transformasi ini,” kata Iskriono Windiarjanto, Direktur Utama AdMedika.

“Kenyamanan sangat penting untuk meningkatkan kepuasan nasabah kami. Oleh karena itu, kami senantiasa berupaya menghadirkan berbagai terobosan yang dapat dirasakan secara langsung oleh nasabah. Kami menggunakan dan menggabungkan berbagai teknologi agar mampu memberikan pengalaman berinteraksi yang diinginkan nasabah, serta membuat kami semakin termotivasi untuk menghadirkan berbagai terobosan lainnya,” papar Joachim Wessling, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dari segi people, process & technology dan memberi nilai tambah melalui service innovation yang customer centric,” tutup Iskriono. Perusahaan yang telah merambah bisnis diluar administrasi jaminan kesehatan seperti emergency assistant services, hospital information system, big data analytic dan mobile app ini berkata siap untuk mendukung penuh Allianz Life dan memastikan Allianz Hospital Assistant berjalan dengan lancar.

info pendaftaran polis asuransi Allianz segera hubungi :

Natanal (agen allianz Surabaya

HP 08113436830

sumber: http://allianz.co.id

Apa yang menjadi fokus Anda saat anggota keluarga sedang dirawat inap di rumah sakit? 

Apa yang menjadi fokus Anda saat terdapat anggota keluarga Anda sedang dirawat inap di rumah sakit? Tentunya perhatian penuh akan Anda berikan pada perawatan dan penyembuhan keluarga Anda tersebut. Namun, seringkali waktu dan tenaga keluarga pasien justru tersita pada proses administrasi di rumah sakit.

 

Kondisi inilah yang mendorong Allianz Life Indonesia untuk memberikan sebuah terobosan layanan yaitu Allianz Hospital Assistant (AHA) berupa komunikasi dari seorang petugas yang selayaknya asisten pribadi untuk membantu administrasi nasabah Allianz yang sedang dirawat inap. Layanan terbaru ini khusus diberikan kepada nasabah asuransi kesehatan individu Allianz yang menjalani perawatan rawat inap. Diharapkan dengan adanya layanan AHA, nasabah akan mendapatkan kenyamanan lebih ketika berada di rumah sakit.

 

Melalui inovasinya ini, Allianz Life Indonesia ingin memastikan agar berbagai kebutuhan perlindungan asuransi nasabah benar-benar terpenuhi selama menjalani rawat inap di rumah sakit rekanan Allianz dan AdMedika di Indonesia. Untuk itu, nasabah atau wali nasabah akan dihubungi oleh petugas AHA secara personal melalui telepon seluler untuk diberikan informasi yang dimulai dari berhasil atau tidaknya proses administrasi, status penjaminan, dan berakhirnya masa rawat inap. Nasabah pun dapat kembali menghubungi petugas ketika membutuhkan bantuan administratif lainnya. Dengan adanya AHA, nasabah diharapkan dapat memperoleh informasi lengkap mengenai proses administrasi yang sedang berjalan, sehingga tidak perlu mengalami menunggu tanpa mengetahui perkembangan atau kebutuhan lainnya.

 

Kenyamanan dan kepuasan nasabah adalah hal yang utama bagi Allianz. Oleh karena itu, Allianz selalu berupaya memberikan terobosan yang dapat dirasakan secara langsung oleh nasabah. Pemanfaatan teknologi dan komitmen Allianz terwujud dalam produk serta layanan yang mampu memenuhi kebutuhan nasabah. 

 

Joachim Wessling, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia memberikan kata sambutan dalam acara launching Allianz Hospital Assistant (24/1)

 

Iskriono Windiarjanto, Direktur Utama AdMedika, mengatakan bahwa AdMedika siap memberikan support untuk Allianz dalam memberikan layanan Allianz Hospital Assistant

 

Todd Swihart, Managing Director Allianz Health & Corporate Solutions (AHCS) Allianz Life mengemukakan bahwa Allianz Hospital Assistant hadir untuk memberikan kenyamanan pada nasabah asuransi kesehatan Allianz yang harus menjalani rawat inap, dengan memberikan informasi perlindungan asuransi secara proaktif

Murali Raja, Direktur IT & Operation AdMedika, Iskriono Windiarjanto, Direktur Utama AdMedika, Joachim Wessling, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, dan Todd Swihart, Managing Director Allianz Health & Corporate Solutions Allianz Life Indonesia meresmikan peluncuran layanan Allianz Hospital Assistant

 

Berita pers selengkapnya mengenai Allianz Hospital Assistant dapat dilihat pada tautan berikut:

Tingkatkan Kenyamanan bagi Nasabah, Allianz Life Luncurkan Allianz Hospital Assistant

Info pendaftaran Asuransi Allianz

Hubungi Agen Asuransi Allianz Natanael HP 08113436830