Tag Archives: BPJS

Bagaimana Cara Ajukan Klaim Coordination Of Benefit (COB) antara BPJS Dengan Allianz?

Bagaimana cara klaim apabila mempunyai 2 asuransi kesehatan?   Misalnya asuransi pertama BPJS , dan satu lagi asurasi kesehatan yang dari SWASTA. Apabila keduanya Asuransi Swasta, maka Anda tinggal memilih mana dulu asuransi yang akan di gunakan.

Pada dasarnya ketika kita mempunyai dua ASURANSI KESEHATAN (Asuransi yang membayar biaya rawat inap SISTEM KARTU), maka bisa dua-dua nya di klaim, dengan catatan tidak melebihi biaya yang dikeluarkan. Jadi sifatnya saling melengkapi kekurangan tagihan satu sama lain. Namun hal ini bergantung juga akan kebijakan masing masing perusahan asuransi.

Contohnya : Tuan A memiliki asuransi BPJS  dan asuransi  KESEHATAN SWASTA. Saat dirawat di rumah sakit Tuan A menggunakan kamar, biaya dokter, oprasi dan obat obatan yang melebihi dari PLAFON BPJS. Untuk MEMBAYAR KEKURANGAN TAGIHANNYA , Tuan A bisa mengklaim ke perusahaan kedua (ASURANSI KESEHATAN SWASTA) TENTUNYA SESUAI DENGAN PLAFON. Hal ini pun berlaku dengan asuransi ketika dua duanya adalah asuransi swasta. Hal penting yang perlu dicatat adalah, pembayarannya

Adapun prosedur pengajuan klaim, adalah dengan cara prosedur di bawah ini (Prosedur di bawah ini adalah prosedur untuk pengajuan double klaim di Asuransi Allianz) :

  1. Apabila Anda mempunyai BPJS , maka asuransi yang pertama yang HARUS di gunakan saat anda dirawat adalah asuransi BPJS, dan kemudian kekurangan pembayarannya Anda bisa klaim ke asuransi swasta lainnya yang Anda miliki. Setelah itu, anda bisa menghubungi asuransi kedua, untuk memberitahukan bahwa Anda sedang melakukan rawat inap. Untuk menghubunginya di kartu kesehatan Anda ada no call center yang bisa dihubungi 24 jam, atau memberitahukan pihak rumah sakit bahwa selain memiliki asuransi BPJS anda pun memiliki asuransi di perusahaan asuransi lain
  2. Ketika akan pulang dari pengobatan atau rawat inap, Anda bisa meminta rincian dari perusahaan asuransi PERTAMA mengenai PERINCIANBIAYA APA SAJA YANG TIDAK DICOVER oleh perusahaan tersebut untuk kekurangannya di klaimkan ke asuransi yang kedua.(Dokumen Asli).
  3. Mintalah COPY-AN KUITANSI KESELURUHAN dari biaya pengobatan yang Anda lakukan, dengan dilengkapi dengan CAP ASLI dari rumah sakit tersebut. Sertakan pula RESUME MEDIS DARI DOKTER yang harus diisi oleh dokter yang formatnya sudah disediakan oleh ASURANSI KEDUA. Lengkapi pula dengan HASIL LAB yang berhubungan dengan pengobatan, untuk disertakan di pengajuan ke ASURANSI KEDUA.
  4. Setelah dokumen yang dibutuhkan untuk klaim ke ASURANSI KEDUA, maka segera kirimkan dokumen tersebut, yang disertai dengan pengajuan KLAIM.
  5. Apabila dokumen telah lengkap, maka Anda tinggal menunggu pencairan dana yang yang akan di trasfer perusahaan Asuransi langsung ke rekening Anda atas kekurangan dana pengobatan.

 KESIMPULANNYA DATA YANG DIBUTUHKAN UNTUK KLAIM KE ASURANSI YANG KEDUA :

  • Perincian biaya yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan pertama
  • Copian kuitansi biaya keseluruhan pengobatan
  • Form Resume medis dokter (Disediakan oleh asuransi ke dua )
  • Hasil lab yang berhubungan dengan pengobatan (Boleh Copian)
  • Form pengajuan klaim 

Pengajuan DOUBLE KLAIM ASURANSI KESEHATAN itu MUDAH, asalkan Anda tahu caranya dan LENGKAP DATANYA, dan dana Klaim Anda pun akan lebih cepat cair.

Ringkasan Prosedur COB (Coordination Of Benefit) dengan BPJS yang berjalan saat ini adalah:
1. Peserta ikuti prosedur BPJS. Minta rujukan dari puskesmas nya. Masuk RS BPJS.
2. Kalau naik kelas atau ada biaya Medis yang tidak dicover BPJS, bisa diklaim reimburse ke Allianz.
Dokumen yang diperlukan:
a. Form klaim. Minimal diisi bagian Peserta nya saja. Kalau bisa minta dokter isi
b. SEP (Surat Eligibilitas Peserta) BPJS yg dikeluarkan di awal perawatan oleh petugas di BPJS center di RS
c. Resume Medis dari RS. Ini Hak pasien untuk dapat copynya
d. Yang paling penting kuitansi asli dari biaya yang dibayar sendiri. Namanya bayar, tentu berhak atas kuitansi.
Noted:
Bila nasabah membeli rider Flexicare maka tidak perlu kuitansi asli. Tapi butuh resume medis atau surat keterangan RS yg menjelaskan dirawat kapan, dokter siapa & diagnosanya.
Prosedur COB atau Koordinasi manfaat ke asuransi kedua itu mudah.  Asalkan dari perusahaan asuransi pertama sudah lengkap, maka asuransi kedua pasti akan membayar ekses klaimnya.
Bila ingin COB atau koordinasi manfaat dari BPJS ke asuransi swasta juga mudah.  Yang dibutuhkan oleh asuransi swasta adalah dokumen yang lengkap.  Yang menjadi pertanyaan adalah:  apakah BPJS bisa dan mau (dengan mudah) memberikan dokumen yang diperlukan nasabah untuk memenuhi syarat yang diminta oleh asuransi swasta?
Info lebih detail hubungi: Natanael, HP/WA 08113436830

Siapa yang bilang, BPJS saingan Asuransi Allianz?

Setelah pemerintah menekankan bahwa program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) mesti menjadi program kesehatan yang wajib dimiliki oleh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, malah semakin banyak orang yang menghubungi saya untuk membeli asuransi Allianz.

Loh kok bisa? Bukannya BPJS itu merupakan saingan dari asuransi swasta dimana apabila program BPJS sudah jalan, malah akan membuat permintaan akan asuransi swasta seperti asuransi Allianz akan semakin berkurang? Siapa yang bilang kalau BPJS merupakan saingan dari asuransi swasta seperti asuransi Allianz?

Ini adalah pendapat yang keliru. Justru dengan adanya BPJS, semakin banyak masyarakat yang tidak mengerti pentingnya asuransi, semakin teredukasi dan terdorong untuk mencari produk asuransi yang dapat memberikan manfaat yang jauh lebih baik.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang melek asuransi karena program sosialisasi BPJS yang cukup berhasil, mengakibatkan semakin banyak orang yang akhirnya menjadi sadar betapa pentingnya memiliki asuransi. Setelah mereka menyadari kalau BPJS itu sebenarnya bermanfaat, barulah mereka mulai mencari alternatif asuransi lain yang bisa memberikan service dan kenyamanan yang lebih baik daripada BPJS.

Awalnya orang orang yang termasuk dalam golongan ini tidak begitu tahu dan sangat asing sekali dengan yang namanya asuransi. Mungkin di telinga mereka, asuransi itu adalah 1 kata yang sangat tidak familiar sekali. Mereka bahkan tidak tahu apa itu asuransi. Yang parahnya lagi malah ada yang beranggapan kalau asuransi itu adalah sejenis makanan. Tetapi sekarang tidak lagi setelah mereka mulai mengenal asuransi secara tidak langsung dari BPJS. Sebenarnya BPJS itu mirip dengan asuransi yang ditawarkan oleh Allianz.

Hanya saja manfaat yang diberikan oleh BPJS hanya merupakan salah satu dari sekian banyak manfaat yang dapat diberikan oleh asuransi Allianz. Perhatikan baik baik kalimat terakhir yang barusan disebutkan. Manfaat seperti yang dberikan BPJS itu hanya salah satu artinya jika anda menjadi nasabah Allianz, maka manfaat yang akan anda dapatkan jauh lebih beragam dan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan manfaat yang diberikan oleh BPJS.

Namun tentunya ada harga ada rupa. Untuk memperoleh manfaat yang jauh lebih besar tentunya ada harga yang mesti anda bayar juga yaitu premi yang lebih tinggi daripada iuran BPJS yang anda bayarkan.

Mengapa premi/iuran BPJS bisa murah? Karena ini adalah program dari pemerintah untuk seluruh masyarakat Indonesia. Pastinya ada subsidi yang diberikan oleh pemerintah demi terwujudnya program kesehatan ini. Berbeda dengan asuransi Allianz yang merupakan perusahaan swasta yang notabene tentunya menjalankan usaha untuk memperoleh profit. Namun Tidak hanya melulu masalah profit yang menjadi concern di Allianz, tetapi bagaimana cara nya menghindari terjadinya bencana finansial disaat keluarga anda sedang mengalami musibah.

BPJS hanya membayar biaya rumah sakit di saat anda maupun anggota keluarga anda ada yang sakit. Namun pernahkan anda berpikir ada biaya lain yang tidak kelihatan yang jauh lebih besar dan lebih mengancam kelangsungan keluarga anda jika tidak diantisipasi dari awal. Saya kasih contoh saja seperti ini. Di saat, kepala keluarga yaitu si suami jatuh sakit, misalnya terkena penyakit kritis. Dengan menggunakan fasilitas BPJS, si suami dapat dirawat di rumah sakit dengan gratis untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya.

Yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang adalah, di saat itu, suami tentu tidak dapat bekerja lagi. Mungkin sudah resign dari kantor karena tidak mungkin lagi bekerja setelah terkena sakit kritis misalnya kanker. Nah jika suami tidak bekerja, bagaimana nasib istri dan anak? Istri hanya ibu rumah tangga dan anak anak masih bersekolah. Bagaimana menghidupi keluarga jika penghasilan suami sudah stop?

Apalagi jika suami masih memiliki orang tua yang sudah pensiun dan selama ini hidup orang tuanya 100% bergantung dari pemberian bulanan dari si anak. Bisa kacau kan? Apakah BPJS akan menanggung pengeluaran keluarga ini? Termasuk memberi makan istri, anak, maupun orang tua? Atau apakah BPJS akan membayarkan biaya sekolah si anak? Apakah BPJS memberikan santunan kepada istri dan orang tua untuk membiayai pengeluaran mereka sehari hari seperti untuk makan dan lain lain? Jawabannya TIDAK SAMA SEKALI. Lalu bagaimana?

Jawabannya hanya 1. Jika sudah punya BPJS, jangan lupa beli juga asuransi Allianz. Tidak heran banyak orang yang menghubungi saya dan membeli asuransi Allianz setelah mereka memiliki BPJS. Karena asuransi Allianz dapat saling melengkapi dengan BPJS dimana apa yang tidak dicover oleh BPJS, dapat dicover oleh Allianz.

BPJS hanya membayar biaya rumah sakit saat si suami berobat sedangkan biaya lain lain di luar rumah sakit, itu bisa dicover oleh Allianz. Dengan memiliki kombinasi dari BPJS dan Asuransi Tapro Allianz, Anda sudah memiliki proteksi dan perlindungan yang lengkap dan menyeluruh kepada seluruh keluarga.

Cari produk yang namanya asuransi Tapro Allianz yang telah ditambah/dilengkapi manfaat perlndungan penyakit kritis CI100. Anda cukup hubungi saja saya dan katakan anda mau beli asuransi Tapro Allianz yang sudah ada CI100 dan saya akan mengatur segala sesuatunya untuk anda.

Mengapa BPJS masih harus dilengkapi dengan asuransi Tapro Allianz

Meskipun saat ini telah ada BPJS yang dikelola oleh pemerintah, namun bila dilihat dari fasilitas dan tanggungan yang diberikan maka memiliki asuransi Allianz tetap Anda butuhkan. Berikut ini beberapa kekurangan BPJS yang di sempurnakan atau dapat dipenuhi oleh  asuransi Allianz, yaitu :

  • Harus sabar mengantri

Banyaknya peserta BPJS masih tidak sebanding dengan jumlah rumah sakit, sehingga seringkali terjadi antrian, bahkan dalam beberapa kasus pasien yang seharusnya segera ditangani harus tertunda karena prosesnya yang cukup lama.  Hal ini tidak perlu Anda lalui bila menjadi nasabah asuransi Allianz karena Anda bisa langsung mendapat pelayanan prima dari rumah sakit kapan dan dimanapun (swasta ataupun negeri)

  • Tidak bisa digunakan untuk berobat keluar negeri

Penggunaan BPJS hanya dapat dipakai di dalam negeri, sedangkan bila menggunakan salah satu satu produk asuransi Allianz yaitu SmartMed maka Anda bisa berobat di hampir seluruh rumah sakit yang berada di Indonesia, Malaysia dan Singapura telah ada sistem kartu, sedangkan untuk negara lain memakai sistem reimburse.

  • Prosedurnya cukup panjang

Untuk menggunakan BPJS seorang pasien harus melewati prosedur yang cukup panjang, dimana peserta BPJS tidak bisa langsung ke rumah sakit, akan tetapi harus mendapat rujukan dari klinik atau puskesmas terdekat, setelah itu harus mengantri lagi untuk pengurusannya di rumah sakit.  Sedangkan bila menggunakan asuransi Allianz Anda bisa berobat langsung kerumah ssakit mana saja tanpa harus mengurus rujukan.

  • Tidak semua rumah sakit melayani BPJS

Peserta BPJS hanya boleh berobat ke rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS saja, dan terkadang kondisi rumah sakit sedang full, sehingga membuat pasien harus antri dan menunggu kamar kosong untuk bisa dirawat atau masa perawatan dipersingkat karena banyaknya pasien. Berbeda bila Anda menjadi nasabah asuransi Allianz dimana Anda bisa berobat disemua rumah sakit dimana saja Anda berada, bahkan diluar negeri sekalipun, karena kita tidak pernah tahu saat-saat dimana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ingin Konsultasi Gratis dan Pendaftaran Polis, segera hubungi: 

Agen Asuransi Allianz Berlisensi

Natanael

HP 08113436830 (WA/Call)

email: natanael.albertus@gmail.com

Beda BPJS dengan Asuransi Kesehatan Swasta

Apakah BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan bisa Saling Melengkapi?

“Pemerintah menghimbau warga Indonesia untuk memiliki BPJS”

Saat ini pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memiliki layanan kesehatan atau yang disebut dengan BPJS Kesehatan.

Pada dasarnya BPJS Kesehatan memberikan layanan kesehatan dengan menerapkan konsep managed care atau penyedia layanan medis dimana pihak BPJS Kesehatan memiliki otoritas untuk mengatur manfaat perawatan medis yang akan diterima oleh masyarakat.
BPJS Kesehatan akan memberikan manfaat layanan medis dasar seperti rawat jalan, rawat inap dan tindakan medis lainnya. Namun semua manfaat ini harus mengikuti prosedur yang telah ditentukan oleh pihak BPJS Kesehatan.

Sedangkan kebanyakan/pada umumnya manfaat Asuransi Kesehatan swasta bersifat indemnity atau menggantikan kerugian atau pembiayaan, di mana asuransi tidak terlibat dalam menentukan perawatan medis yang diperoleh Tertanggung.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan mengusung prinsip gotong royong. Artinya pembiayaan pengobatan untuk membantu mereka yang sakit berasal dari peserta lainnya yang sehat. Ini membedakan BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta.

Berbeda dari asuransi swasta, berobat menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus melalui sistem rujukan berjenjang. Pasien harus terlebih dulu datang ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, baik itu puskesmas, klinik, atau dokter praktik perorangan.

Fasilitas kesehatan tingkat pertama ini harus dipilih sejak awal mendaftar JKN, dan disarankan untuk memilih lokasi terdekat dari alamat domisili. Jika tidak bisa ditangani di sana, barulah pasien dirujuk ke rumah sakit untuk bertemu dokter spesialis.

Khusus bagi peserta BPJS Kesehatan yang mengidap penyakit kronis, terdapat program rujuk balik, yang membuat pasien tak harus bolak-balik berkonsultasi ke dokter spesialis di rumah sakit untuk mendapatkan resep obat rutin.

Dokter spesialis akan merujuk pasien untuk kembali ke puskesmas, sehingga dokter umum di puskesmaslah yang selanjutnya akan memberikan resep obat. Demikian juga untuk menebus obat, pasien dapat datang ke apotek yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Masih Perlu Asuransi Swasta? Sama seperti penggunaan asuransi swasta, ada batasan sesuai aturan. Berdasarkan diagnosis medis pasien, BPJS Kesehatan menanggung biaya pengobatan pasien dengan mengacu pada Indonesia Case-Based Groups (INA CBGs). Dari sinilah didapat standar paket harga tertentu untuk  tiap diagnosis. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 59 yang baru keluar bulan September lalu, telah dilakukan sejumlah penyesuaian harga paket layanan kesehatan. Karena itu, memiliki asuransi swasta akan memberi manfaat lebih.

Saat ini  ada 30 perusahaan asuransi swasta yang telah bekerja sama dengan BPJS kesehatan dengan skema koordinasi manfaat atau Coordination of Benefit (CoB). Perusahaan asuransi itu antara lain: PT Asuransi Central Asia, PT AIA Financial, PT Asuransi Jiwa Recapital, PT Asuransi Allianz Life Indonesia, PT Astra Aviva Life, PT Bosowa Asuransi, PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera, PT Equity Life Indonesia, PT Great Eastern Life Indonesia, PT MNC Life Assurance, PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Tugu Mandiri, PT Asuransi AXA Mandiri Financial Service, PT Lippo Insurance, dan PT Avrist Assurance.

Prinsip dari COB BPJS Kesehatan adalah peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan manfaat lebih (nonmedis) bila membeli asuransi kesehatan tambahan dari penyelenggara program asuransi kesehatan tambahan (penyelenggara program asuransi kesehatan tambahan atau badan penjamin lainnya yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan nantinya akan menjamin biaya sesuai tarif yang berlaku pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sedangkan selisihnya akan menjadi tanggung jawab asuransi swasta selama sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Bagi masyarakat yang mampu yang ingin mendapat pelayanan non-medis lebih, seperti naik kelas ruang inap, maka bisa memanfaatkan skema CoB ini. Dari segi bisnis, bisa dibilang BPJS Kesehatan tidak mematikan asuransi swasta. Adanya BPJS Kesehatan, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki jaminan kesehatan semakin meningkat (diambil dari parenting.co.id).

Dengan perbedaan tersebut maka BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan swasta dapat saling melengkapi dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan perlindungan kesehatan.