Tag Archives: cara klaim

Flexi CI, Rider yang Menanggung Sakit Kritis Tanpa survival period

Asuransi Allianz Life, pada bulan Juli 2018, meluncurkan produk rider terbaru yaitu Flexi Critical Illness (Flexi CI). Rider ini disematkan pada produk unitlink konvensional Tapro Smartlink Flexi Account Plus.

Hadirnya Flexi CI tentunya menambah deretan produk asuransi penyakit kritis dari Allianz yang saat ini telah memiliki tiga produk, yaitu CI+ (49 penyakit kritis)CI Accelerated (49 penyakit kritis dengan klaim mengurangi UP jiwa), dan CI100 (100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal).

Beberapa Pilihan Plan

Flexi CI terdiri dari tiga plan, yaitu:

  1. Silver: menanggung 88 kondisi, terdiri dari 77 kondisi tahap advanced, 6 kondisi tahap katastropik, 4 kondisi kompikasi diabetes, dan 1 angioplasti.
  2. Gold: menanggung 128 kondisi, terdiri dari 88 plan Silver ditambah 30 kondisi tahap early dan 10 kondisi tahap intermediate.
  3. Platinum: menanggung 168 kondisi, terdiri dari 128 plan Gold ditambah 30 kondisi tahap early dan 10 kondisi tahap intermediate.

Selain itu, Flexi CI pun dapat ditambah tiga manfaat opsional dengan sedikit tambahan biaya asuransi, yang membuat rider ini menjadi produk penyakit kritis paling fleksibel, yaitu:

  1. Gender Spesific Benefit: UP tambahan untuk kanker spesifik sesuai jenis kelamin.
  2. Power Reset for Early Cancer: Pembaruan UP untuk kanker stadium awal (hanya untuk plan Gold dan Platinum).
  3. Continuous Cancer Benefit: UP tambahan untuk kanker berkelanjutan pada kelompok advanced CI.

Keunggulan Flexi CI

Flexi CI memiliki sejumlah keunggulan dibanding rider penyakit kritis sebelumnya, yaitu:

  1. Tanpa survival period. Survival period adalah syarat masa bertahan hidup agar bisa diklaim atau masa bertahan hidup Tertanggung atas suatu kondisi sebelum Penanggung dapat membayarkan Manfaat Asuransi. Dalam hal ini sama dengan CI+ dan CI Acc, tapi lebih baik daripada CI100 yang mensyaratkan survival period 7 hari.
  2. Masa tunggu 80 hari dari tanggal aktif polis atau pemulihan. Rider penyakit kritis sebelumnya masa tunggu 90 hari.
  3. Klaim tidak mengurangi UP jiwa. Dalam hal ini sama dengan CI+ dan CI100, tapi lebih unggul daripada CI Acc.
  4. Komprehensif, menjamin hingga 168 kondisi penyakit kritis sejak early stage sd catasthropic stage (tergantung plan).
  5. Total UP yang dapat dibayarkan hingga 150% dari UP Flexi CI (plan Gold dan Platinum).
  6. Dilengkapi fasilitas EMO (Expert Medical Opinion) untuk meningkatkan ketepatan diagnosa dan tindakan, gratis.

 

Ketentuan Umum Rider Flexi CI

Nama produk Flexi Critical Illness(Rider pada unitlink Smartlink Flexi Account Plus atau Tapro)
Manfaat Memberikan uang pertanggungan jika tertanggung terdiagnosa salah satu dari 88, atau 128, atau 168 kondisi penyakit kritis, tergantung plan yang dipilih.
Pilihan plan 1. Silver (88 kondisi): 77 kondisi advanced CI + 6 kondisi katastropik CI + 4 kondisi komplikasi diabetes + 1 kondisi angioplasti2. Gold (128 kondisi): 88 kondisi plan Silver + 30 kondisi early CI + 10 kondisi intermediate CI

3. Platinum (168 kondisi): 128 kondisi plan Gold + 30 kondisi early CI + 10 kondisi intermediate CI

Manfaat tambahan (opsional, dengan tambahan biaya asuransi) 1. Gender Specific Benefit: UP tambahan untuk kanker spesifik sesuai jenis kelamin.2. Power Reset for Early Cancer: Pembaruan UP untuk kanker stadium awal (hanya untuk plan Gold dan Platinum).

3. Continuous Cancer Benefit: UP tambahan untuk kanker berkelanjutan pada kelompok advanced CI.

Usia masuk 1 bulan sd 70 tahun
Masa perlindungan Sd usia 100 tahun
Survival period Tidak ada.
Masa tunggu (periode eliminasi) 80 hari dari tanggal berlaku polis atau dari tanggal pemulihan polis (jika sempat lapse)
Maksimum UP – Untuk dewasa, maksimum 5 miliar atau 5 x UP jiwa.– Untuk anak-anak, maksimum 2 miliar atau 5 x UP jiwa.

– Rider Flexi CI tidak dapat digabung dengan rider CI lainnya (CI Acc, CI+, dan CI100) dalam satu polis.

Batas klaim – Tahap awal: 1,25 M (maks 4 kali klaim per tertanggung)– Tahap menengah: 2,5 M (maks 2 kali klaim per tertanggung)

– Tahap lanjut: 5 M (maks 1 kali klaim per tertanggung)

 

Daftar Kondisi Penyakit Flexi CI

Plan Silver (88 Kondisi)

88 Kondisi Silver

Plan Gold (88 Kondisi Plan Silver + 30 Kondisi Tahap Early + 10 Kondisi Tahap Intermediate)

40 Kondisi Gold

Plan Platinum (128 Plan Silver + 30 Kondisi Tahap Early + 10 Kondisi Tahap Intermediate)

40 Kondisi Platinum

 

Cara Klaim Flexi CI

Flexi CI adalah asuransi berbentuk uang pertanggungan (UP) atau santunan. Cara klaimnya sebagai berikut:

  1. Mengisi formulir klaim penyakit kritis, bisa diunduh di SINI.
  2. Polis asli
  3. Surat keterangan asli dari dokter yang mendiagnosa untuk pertama kali
  4. Surat kuasa pemaparan isi rekam medis, diisi dan ditandatangani pemegang polis
  5. Salinan hasil pemeriksaan yang mendukung diagnosa
  6. Fotokopi identitas diri tertanggung/pemegang polis
  7. Dokumen lain yang menunjang, jika diperlukan.

Seluruh berkas dikirim ke kantor Allianz pusat di Allianz atau dititip ke agen asuransi anda.

Ilustrasi Tapro dengan Rider Flexi CI

 

Ilustrasi FCI Silver 30th

Ilustrasi FCI Gold 30th

Ilustrasi FCI Platinum 30th

 

Pengecualian Flexi CI

  1. Segala penyakit yang timbul dari luka yang dilakukan secara sengaja, contoh percobaan bunuh diri.
  2. Segala penyakit yang disebabkan oleh AIDS, langsung maupun tidak langsung.
  3. Segala penyakit bawaan sejak lahir/congenital.
  4. Segala penyakit, kondisi, atau luka yang telah ada sebelumnya (preexisting condition)
  5. Berada di bawah pengaruh atau terlibat dalam penggunaan narkotika atau alkohol.
  6. Penyakit kritis yang didiagnosa dalam periode eliminasi (hingga 80 hari dari tanggal berlakunya rider atau pemulihan).

 

ingin janji ketemu dengan saya untuk menanyakan asuransi sakit kritis FLEXI CI yang dapat menggantikan dana anda jika terdiaknosa.

Hubungi Saya,

Natanael Bisnis Partner ASN

Domisili Surabaya

Advertisements

Perbedaan Double claim dengan Coordination of Benefit (CoB)?

Koordinasi Benefit

Koordinasi manfaat dari dua buah asuransi kesehatan mungkin saja dilakukan. Ketentuan ini akan memaksimalkan perawatan dan pelayanan kesehatan. Setelah mengetahui bagaimana prosedur untuk mengombinasikan manfaatnya, lalu muncul pertanyaan bagaimana cara melakukan klaimnya? Apakah proses klaim akan sulit dan memakan waktu yang lama karena berkaitan dengan dua perusahaan asuransi sekaligus?

Double Claim

Double claim berbeda dengan Coordination of Benefit (CoB). Fasilitas CoB umumnya terdapat dalam produk asuransi kesehatan tradisional atau murni. Pada CoB asuransi penjamin pertama menanggung biaya perawatan kita sesuai dengan manfaat yang dimiliki. Jika ada kelebihan biaya atau excess claim, biaya tersebut dapat ditagihkan kepada asuransi penjamin kedua.

Syarat-syarat Koordinasi Benefit

Syarat yang harus dipenuhi agar Anda bisa mendapatkan fasilitas CoB sebagai berikut:

  1. surat keterangan yang dikeluarkan oleh asuransi penjamin pertama yang berisi total biaya yang telah dibayarkan oleh asuransi penjamin pertama,
  2. salinan hasil resume medis yang berisi diagnosis medis dari rumah sakitserta
  3. formulir klaim Allianz.

Sementara itu, proses double claim dapat dilakukan bila kita memiliki produk asuransi kesehatan yang memiliki manfaat Santunan Harian. Biasanya, produk sejenis ini dikategorikan sebagai rider atau asuransi kesehatan tambahan yang dapat dimiliki bila kita memiliki asuransi jiwa. Melalui fasilitas double claim, Anda bisa mendapatkan penggantian biaya perawatan sesuai dengan manfaat yang dimiliki dari dua asuransi penjamin.

Syarat Double Claim:

Syarat yang harus dipenuhi agar Anda bisa mendapatkan fasilitas double claim sebagai berikut:

  1. salinan dokumen klaim lengkap (salinan kuitansi pembayaran dan rincian biaya rumah sakit yang telah dilegalisir oleh Rumah Sakit,
  2. resume medis dan
  3. formulir klaim Allianz.

Setiap perusahaan asuransi memiliki aturan masing-masing mengenai rentang waktu pengajuan klaim. Namun pada umumnya maksimum 30 hari dari tanggal kwitansi dari rumah sakit. Oleh sebab itu, persyaratan yang harus dilengkapi harus dapat segera disiapkan agar klaim pada asuransi penjamin kedua dapat dilakukan dan segera dicairkan.

Info Pendaftaran Polis hubungi: Natanael HP/WA 08113436830

 

Alur Klaim Asuransi Jiwa

Prosedur Pengajuan Klaim

Tindakan pertama yang harus dilakukan jika terjadi kerugian akibat kecelakaan atau kehilangan. Anda harus melapor kepada kami dalam atau segera menghubungi Agen asuransi jiwa Anda untuk memperoleh bantuan.

Alur Klaim Asuransi Jiwa & Kesehatan

Unduh disini

Persyaratan Klaim Meninggal Dunia

  1. Polis Asli
  2. Formulir Klaim Meninggal Dunia Diisi Oleh Penerima Manfaat
  3. Formulir Klaim Meninggal Dunia Diisi Oleh Dokter
  4. Formulir Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medik – diisi dan tanda tangan di atas meterai oleh Ahli Waris
  5. Surat Keterangan Meninggal dari Instansi Pemerintahan yang berwenang (Kutipan Akte Kematian) yang di legalisir
  6. Bila Meninggal karena kecelakaan, lampirkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Kepolisian
  7. Bila meninggal di rumah tanpa perawatan Dokter, buat kronologis kematian dan di tandatangani oleh Ahli Waris
  8. Copy hasil pemeriksaan medis yang telah dilakukan Tertanggung
  9. Formulir Pemberitahuan No. Rekening  dan Fotocopy Buku Rekening
  10. Fotocopy Identitas diri Tertanggung
  11. Fotocopy Identitas diri Ahli waris
  12. Fotocopy Kartu Keluarga
  13. Dokumen lain bila diperlukan

Persyaratan Klaim Cacat Tetap

  1. Polis Asli
  2. Formulir Klaim Cacat Diisi Oleh Tertanggung
  3. Formulir Klaim Cacat Diisi Oleh Dokter
  4. Copy hasil pemeriksaan medis yang telah dilakukan Tertanggung dan hasil baca foto Rontgen dari bagian yang cacat
  5. Formulir Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medik
  6. Formulir Pemberitahuan No. Rekening  dan Fotocopy Buku Rekening
  7. Fotocopy Identitas diri Tertanggung
  8. Dokumen lain bila diperlukan

Persyaratan Klaim Penyakit Kritis

  1. Polis Asli
  2. Formulir Pengajuan Klaim Penyakit Kritis
  3. Formulir Surat Keterangan Dokter – disesuaikan dengan penyakit kritis yang di derita
  4. Copy hasil pemeriksaan medis yang telah dilakukan Tertanggung
  5. Formulir Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medik
  6. Formulir Pemberitahuan No. Rekening dan Fotocopy Buku Rekening
  7. Fotocopy Identitas diri Tertanggung
  8. Dokumen lain bila diperlukan

Kontak:

PT. ASURANSI ALLIANZ LIFE INDONESIA
Divisi Klaim

Allianz Tower
Jl. HR. Rasuna Said
Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2
Jakarta 12980
Indonesia

Tel: 1500 136

Tel: +6221-2926 9999
Fax: +6221-2926 9090
Email : contactus@allianz.co.id

 

Cara Mengurus Claim Coordination of Benefit (Koordinasi Manfaat Asuransi Kesehatan)

Jika seorang nasabah memiliki dua asuransi kesehatan atau lebih di perusahaan asuransi yang berbeda, dia dapat memanfaatkan keduanya melalui skema COB. COB kepanjangan dari Coordination of Benefits dapat diterjemahkan sebagai Koordinasi manfaat. Koordinasi Manfaat tersebut merupakan istilah di dalam klaim asuransi kesehatan.

Jenis asuransi kesehatan yang dimaksud adalah produk yang menggunakan prinsip indemnity (membayar klaim sesuai kerugian yang dialami nasabah dengan maksimal sebesar limit produk). Produk ini biasanya dilengkapi fasilitas kartu cashless, bukan asuransi jenis santunan harian reimburse (cash plan) dan bukan pula asuransi penyakit kritis.

 

Ketentuan Coordination of Benefits

  • Saat opname (rawat inap), nasabah menggunakan salah satu asuransi kesehatan, disebut penanggung pertama. Jika produk dilengkapi kartu cashless, nasabah tinggal menunjukkan kartu ke petugas admin Rumah Sakit. Nasabah tidak dapat menggunakan dua kartu askes pada saat bersamaan.
  • Jika penanggung pertama sudah membayar seluruh biaya tagihan rumah sakit, maka nasabah tidak dapat melakukan klaim ke asuransi kesehatan yang satunya lagi (disebut penanggung kedua). Di sini tidak berlaku COB.
  • Tapi jika tagihan RS melebihi limit yang dapat ditanggung oleh penanggung pertama, maka nasabah dapat mengklaimkan selisih biaya atau ekses klaim ke penanggung kedua dengan cara reimbursementDi sinilah berlaku skema COB atau koordinasi manfaat.

Penanggung kedua ini pun hanya dapat membayar sesuai limit manfaat yang dimilikinya. Jika penanggung kedua ini tidak mampu membayar semua selisih, dan nasabah memiliki asuransi kesehatan ketiga, maka selisihnya bisa diklaimkan ke penanggung ketiga.

Dengan prinsip indemnity, maka berapa pun produk asuransi kesehatan yang dimiliki nasabah, dia hanya dapat mendapatkan penggantian maksimum sebesar biaya yang dibebankan rumah sakit, dengan batasan setinggi-tingginya sesuai limit dari produk asuransi kesehatan yang dia ambil. Dengan kata lain, nasabah tidak bisa cari untung dari asuransi kesehatan. Itulah tujuan dari dibuatnya skema COB atau koordinasi manfaat.

 

Cara Melakukan Klaim COB

  • Mengisi formulir klaim asuransi kesehatan
  • Lampiran yang diperlukan:
  1. Resume medis yang diisi dan ditandatangani dokter serta dicap RS
  2. Surat Koordinasi Manfaat (asli) dari asuransi penanggung pertama disertai perincian biaya yang dibayarkan dan tidak dibayarkan. Di surat ini disertakan juga salinan seluruh dokumen klaim yang telah disetujui penanggung pertama, meliputi surat persetujuan klaim, kuitansi, perincian biaya, salinan resep, dan hasil tes diagnostik.
  3. Kuitansi asli selisih biaya (ekses klaim) yang dibayar oleh nasabah berikut perincian biaya dari ekses klaim.
  • Semua dokumen dikirim ke kantor pusat perusahaan asuransi atau dititip lewat agen.

Contoh Surat Koordinasi Manfaat

Berikut adalah contoh Surat Koordinasi Manfaat. Surat ini harus diminta ke asuransi pertama setelah rawat inap selesai, dan ditujukan ke asuransi kedua.

Surat Koordinasi ManfaatSumber : https://myallisya.com/2017/10/21

allianz.co.id

 

 

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Natanael Agen Asuransi Allianz tinggal di Surabaya- Sidoarjo

HP/WA 08113436830

 

Batas Waktu Pengajuan Klaim Asuransi Allianz

Berapa hari batas waktu pengajuan klaim asuransi di Allianz. Ini kerap ditanyakan nasabah.

Perusahaan asuransi menetapkan batasan waktu pengajuan klaim asuransi. Keterangan ini tertulis lengkap di polis anda.  Jika Nasabah terlalu lama mengajukan klaim, sehingga melebihi batas waktu yang ditentukan maka kemungkinan besar perusahaan asuransi tidak akan memberikan manfaat yang dijanjikan.

 

  1. Klaim Cacat Tetap Total

Pemberitahuan klaim cacat tetap total (TPD) ini harus disertai dengan bukti-bukti yang lengkap dan harus diserahkan kepada kami selambat-lambatnya 210 hari sejak tanggal terjadinya cacat tetap total.

 

  1. Klaim Penyakit Kritis

Pemberitahuan klaim secara tertulis dan bukti dari penyakit yang bersangkutan pada saat klaim wajib disampaikan dalam waktu selambat-lambatnya 30 hari sejak diagnosa penyakit kritis ditegakkan.

 

  1. Klaim Cacat Total Karena Kecelakaan

Pemberitahuan mengenai terjadinya Cacat Tetap karena Kecelakaan   ini harus segera disampaikan kepada kami secara tertulis dalam waktu selambat-lambatnya 60 hari sejak terjadinya kecelakaan, atas pengajuan klaim itu, kami akan mengirimkan formulir klaim yang sesuai untuk pelaporan dan bukti klaim kepada termaslahat.

Formulir klaim dan bukti-bukti klaim yang telah dilengkapi harus sudah diserahkan kepada kami dalam jangka waktu 210 hari terhitung sejak tanggal terjadinya kecelakaan.

 

  1. Klaim Meninggal

Pengajuan Klaim dan berkas-berkas klaim maslahat meninggal harus diterima dan dilaporkanke kantor pusat kami di Jakarta paling lambat 60 hari kalender sejak tanggal terjadinya resiko. Keterlambatan penyampaian klaim dan/atau berkas-berkas klaim tidak akan menggugurkan keabsahan klaim, asalkan alasan keterlambatan dapat dibuktikan dan diterima secara wajar. Klaim maslahat meninggal akan kami bayarkan selambat-lambatnya 14 hari kerja sejak klaim disetujui.

 

  1. Klaim Manfaat Kesehatan Reimburst

Pengajuan Klaim dan berkas-berkasnya paling lambat 30 hari. Uang lumpsump dikirim ke rekening peserta selambat-lambatnya 14 hari kerja.

Penjelasan dan pendaftaran polis Asuransi Allianz hubungi:

Natanael Agen Allianz Berlisensi

HP/WA: 08113436830

Line: natanael1975

email: natanael.allianz@gmail.com

Cara Mengajukan Klaim Asuransi Allianz

Untuk mengajukan klaim asuransi Allianz, anda harus melengkapi beberapa persyaratan administrasi sesuai dengan jenis klaimnya.


Berikut adalah tabel yang berisi dokumen pendukung yang diperlukan untuk pengajuan klaim, tergantung jenis manfaat apa yang ingin di klaim.

Note: Jika anda mendaftar asuransi Allianz melalui website www.asuransi-jiwa.org ini, maka kami akan membantu anda dalam semua proses klaim yang anda lakukan. Karena kami berada di kantor pusat asuransi Allianz di Jakarta, itu memudahkan kami untuk memproses semua proses klaim yang masuk dari semua nasabah kami.

Yang perlu anda lakukan hanya mempersiapkan dokumen pendukung yang diperlukan untuk proses klaim.

image1dok-klaim

Catatan:

  • Klaim meninggal dunia diajukan selambat-lambatnya 60 hari sejak terjadinya meninggal dunia.
  • Klaim penyakit kritis diajukan selambat-lambatnya 30 hari sejak diagnosa penyakit kritis.
  • Klaim kecelakaan diajukan selambat-lambatnya 60 hari sejak tanggal terjadinya kecelakaan.
  • Klaim cacat tetap total diajukan selambat-lambatnya 210 hari sejak tanggal terjadinya cacat tetap total.
  • Klaim payor benefit karena cacat tetap total diajukan selambat-lambatnya 210 hari sejak tanggal terjadinya cacat tetap total. Klaim payor benefit karena penyakit kritis selambat-lambatnya 30 hari sejak terdiagnosa penyakit kritis.
  • Klaim Flexicare Family/Allisya Care/Maxi Violet diajukan selambat-lambatnya 30 hari setelah berakhirnya perawatan.

alur-klaim-asuransi-jiwa-allianz