Tag Archives: Edukasi

Mengukur Prioritas Asuransi

  1. Semakin sering frekuensi kejadiannya, semakin butuh asuransi.
  2. Semakin besar dampak keuangannya, semakin butuh asuransi.

Jika kita cermati kedua kalimat di atas.

Ambil contoh sakit. Sakit apakah yang kejadiannya sering kita alami? Mungkin batuk, pilek, meriang. Saya rasa semua orang pernah mengalaminya. Tapi apakah kita membutuhkan asuransi untuk menangani masalah batuk-pilek-meriang? Saya pribadi, untuk sakit semacam itu, biasanya dengan beristirahat saja pun sembuh sendiri. Dan kalau agak lama batuk-pilek-meriangnya, saya beli obat warung atau minta obat ke puskesmas. Tidak pakai asuransi sama sekali. BPJS Kesehatan yang saya miliki pun biasanya tidak saya gunakan.

Contoh berikutnya. Sakit apakah yang dampak keuangannya besar? Di antaranya sakit yang membutuhkan rawat inap atau pembedahan. Misalnya DBD, tipes, usus buntu, sudah pasti butuh biaya yang lumayan besar, bisa jutaan hingga puluhan juta. Apakah kita membutuhkan asuransi untuk menangani sakit rawat inap dan pembedahan? Jika anda punya tabungan puluhan juta dan tidak keberatan uang tsb terpakai untuk bayar biaya rumah sakit, silakan saja tidak punya asuransi. Tapi jika anda tidak punya uang puluhan juta, atau punya tapi keberatan jika diserahkan begitu saja ke pemilik rumah sakit, berarti anda butuh asuransi kesehatan.

Sakit yang membutuhkan rawat inap lebih jarang frekuensi kejadiannya daripada sakit yang cukup dengan rawat jalan. Tapi ternyata, untuk rawat jalan, walaupun kejadiannya sering, tanpa asuransi pun tak masalah karena bisa ditangani sendiri. Sedangkan untuk rawat inap, walaupun kejadiannya lebih jarang, tapi sekali kejadian bisa menghabiskan uang cukup banyak, maka dibutuhkan asuransi, dalam hal ini asuransi kesehatan untuk rawat inap dan pembedahan (hospital and surgical).

Contoh satu lagi. Selain sakit rawat inap, ternyata ada sakit yang dampak keuangannya lebih besar. Ialah sakit kritis. Contoh: kanker, jantung, stroke, gagal ginjal, liver, tumor otak, transplantasi organ tubuh, kebutaan, hingga kelumpuhan. Penyakit-penyakit kritis tersebut biasanya juga memerlukan rawat inap dan seringkali disertai pembedahan. Biayanya? Mulai puluhan juta, ratusan juta, hingga miliaran rupiah. Bukan hanya itu, penyakit-penyakit kritis juga bisa menimbulkan turunnya produktivitas sehingga orang ybs tidak dapat lagi mendapatkan penghasilan seperti sebelumnya.

Frekuensi atau kemungkinan terjadinya penyakit kritis mungkin lebih jarang daripada rawat inap, tapi karena dampak keuangannya lebih besar, maka risiko ini sangat membutuhkan asuransi. Selain asuransi kesehatan untuk menanggung biaya rawat inap dan pembedahan di rumah sakit, dibutuhkan juga asuransi khusus penyakit kritis yang memberikan uang tunai dalam jumlah besar untuk mengantisipasi risiko kehilangan produktivitas.

Baca juga:

10 Fakta yang Perlu Dipahami tentang Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi yang menanggung penyakit kritis biasanya tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) di asuransi jiwa. Asuransi ini memberikan klaim dalam bentuk uang tunai (uang pertanggungan), misalnya ratusan juta atau beberapa miliar, sehingga pemakaiannya fleksibel. Bisa untuk biaya berobat dan berguna juga sebagai pengganti penghasilan untuk biaya hidup.

4 Kuadran Butuh Asuransi

Bagaimana jika ada penyakit yang frekuensinya sering sekaligus menimbulkan dampak keuangan yang besar, apakah perlu asuransi? Ya, memang perlu asuransi. Tapi pertanyaannya, apakah masih ada perusahaan asuransi yang mau terima? Contoh, ada orang sudah terkena kanker, sehingga setiap periode tertentu dia harus kontrol ke rumah sakit dan dengan biaya yang besar. Dia tentu butuh bantuan, tapi sayangnya tidak akan ada perusahaan asuransi swasta yang mau terima. Kabar baiknya, sekarang sudah ada program BPJS kesehatan yang akan tetap menerima nasabah tanpa melihat kondisi kesehatannya.

Baca juga:

Prioritas Asuransi dalam Keluarga

Selain rawat inap dan penyakit kritis, risiko yang dampak keuangannya besar adalah cacat tetap (sebagian maupun total, karena sakit ataupun kecelakaan) dan meninggal dunia.

Cacat tetap menimbulkan turunnya kemampuan produktif dan berpengaruh ke penghasilan. Sebagai contoh, pada umumnya orang menyetir mobil dengan dua tangan, dua kaki, dan dua mata, di mana keseluruhannya harus berfungsi normal. Jika salah satunya tidak berfungsi, kegiatan menyetir mobil mau tak mau mesti diserahkan ke orang lain. Mengetik di komputer pun tidak nyaman dilakukan jika salah satu dari tangan atau mata tidak bisa digunakan.

Meninggal dunia jelas sekali dampak keuangannya. Jika terjadi pada pencari nafkah dalam keluarga, berarti keluarga tersebut kehilangan sumber penghasilan yang biasanya mereka dapatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

4 Kejadian Yang Membutuhkan AsuransiKeempat risiko kehidupan ini bisa kita singkat menjadi RSCM (Rawat inap, Sakit kritis, Cacat tetap, Meninggal dunia). Itulah empat hal yang memerlukan asuransi. Sudahkah anda dan keluarga memilikinya?

Ingin berkonsultasi lebih detail tentang ini: Segera hubungi

Natanael Agen Allianz Life

HP 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Advertisements

Life Insurance = Asuransi Kehidupan

Pendapat Daniel Haryanto benar bahwa seringkali Life Insurance diterjemahkan sebagai “Asuransi Jiwa”. Namun terjemahan yg tepat untuk Life Insurance adalah “Asuransi Kehidupan”. Jadi “Life Insurance” atau “Asuransi Kehidupan” ditujukan utk menjaga kehidupan manusia tetap berkualitas. #Pendapatan potensial pencari nafkah yg hilang akan digantikan.

Demikian pula investasi waktu & uang untuk mendapatkan suatu keahlian tertentu dapat dilindungi dengan “Asuransi Kehidupan”.

Tidak semua orang butuh “Life Insurance”, hanya orang yg mempunyai cinta dan tanggung jawab yang membutuhkan “Life Insurance”.

Kenapa orang perlu “Life Insurance” :
1. Setiap orang pasti meninggal.
2. Keluarga yg ditinggalkan tetap membutuhkan uang untuk melanjutkan hidup.
3. Saat pencari nafkah meninggal, penghasilan potensialnya akan terhenti.

Life Insurance tidak melindungi jiwa seseorang , tetapi mengganti efek dari terjadinya peristiwa itu.

Jadi yang diasuransikan bukan jiwa tetapi nilai ekonomis, aset dan standard hidup keluarga yg tergantung padanya.

Bukankah ekonomi keluarga, aset dan standard hidup bagian penting dari kehidupan itu sendiri??

Orang membeli Polis Asuransi Kehidupan bukan berarti tidak percaya kepada Tuhan, tetapi karena rasa tanggung jawab atas kehidupan orang-orang yang dipercayakan Tuhan kepada dirinya.

Salam Kehidupan

Natanael Agen Asuransi Allianz Life

HP: 08113436830

 

Allisya Protection Plus (Asuransi Jiwa Unit-link)

Allisya

Pada kesempatan ini saya tawarkan alternatif menabung dengan fasilitas perlindungan keuangan yang luar biasa karena bisa menangani semua resiko keuangan yakni Alliasya Protection Plus atau Tapro Alliasya (Tapro Syariah).

Allisya Protection Plus atau disebut juga Tapro Allisya atau Tapro Syariah adalah sebuah program asuransi jiwa yang dipadukan dengan investasi berbasis syariah. Tapro Allisya memberikan perlindungan jiwa hingga seumur hidup, serta dapat ditambahkan manfaat proteksi kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, rawat inap, dan pembebasan premi. Investasinya disalurkan pada instrumen-instrumen investasi yang halal dan bersih sehingga insya Allah bernilai berkah.

Keunggulan

  1. Dikelola sesuai syariah di mana para peserta berakad untuk saling menolong satu sama lain. (Redaksi kontrak syariah dapat dibaca di SINI)
  2. Memberikan perlindungan jiwa hingga usia 100 tahun.
  3. Manfaat cacat tetap total (TPD: Total Permanent Disability) dapat diambil secara terpisah dari manfaat meninggal dunia, sehingga kejadian TPD tidak membuat polis harus ditutup.
  4. Memberikan manfaat tambahan perlindungan 100 kondisi kritis (CI100) sejak tahap awal penyakit hingga usia 100 tahun, klaim tanpa mengurangi UP jiwa.
  5. Memberikan UP (uang pertanggungan) lebih besar dengan premi lebih rendah dibanding produk lain yang sejenis.
  6. Jika ditambahkan rider Term-life, premi bisa lebih murah daripada produk term-life murni untuk UP yang sama. Cek di SINI.
  7. Struktur biaya lebih rendah dibanding produk lain yang sejenis.
  8. Sudah ada alokasi investasi dari premi berkala sejak tahun pertama.
  9. Dana peserta diinvestasikan dalam instrumen investasi yang halal dan bersih, bebas dari riba, judi, miras, rokok, dan usaha-usaha buruk lainnya.
  10. Hasil investasi (jika dimaksimalkan) dapat digunakan untuk berbagai keperluan di masa depan, seperti dana darurat, pendidikan anak, pensiun, perjalanan ibadah, rekreasi, dan lain-lain.

Manfaat Dasar

  1. Jika tertanggung meninggal dunia sebelum usia 100 tahun, dibayarkan UP jiwa + nilai investasi.
  2. Jika tertanggung hidup sampai usia 100 tahun, dibayarkan sebesar nilai investasi.

Keterangan lebih lanjut, buka di sini: Manfaat Dasar. 

 Manfaat Tambahan (Rider)

1. ADDB (Accident Death and Disability Benefit)

Membayarkan UP jika tertanggung meninggal atau cacat karena kecelakaan sebelum berusia 65 tahun. Keterangan lebih lengkap baca di sini: ADDB.

2. TPD (Total Permanent Disability) atau TPD A (Accelerated)

Membayarkan UP jika tertanggung menderita cacat tetap total karena sakit atau kecelakaan sebelum berusia 65 tahun. TPD tidak mengurangi manfaat dasar, TPD A mengurangi manfaat dasar. Keterangan lebih lengkap baca di sini: TPD atau TPD A.

3a. CI+ (Critical Illness Plus) dan CI (Critical Illness)

Membayarkan UP jika tertanggung pertama kali terdiagnosis atau mengalami 1 dari 49 penyakit kritis. CI+ berlaku sampai usia 70 tahun, klaim tidak mengurangi manfaat dasar. CI berlaku sampai usia 85 tahun, klaim mengurangi manfaat dasar. Keterangan lebih lengkap baca di sini: CI atau CI+.

3b. CI100 (100 Kondisi Penyakit Kritis)

Membayarkan UP jika tertanggung terdiagnosis atau mengalami satu dari 100 kondisi penyakit kritis, sejak tahap awal penyakit, sampai usia 100 tahun. Klaim tidak mengurangi manfaat dasar. Keterangan lebih lengkap, baca di sini: CI100.

4. Flexicare Family

Santunan rawat inap, pembedahan, dan penyembuhan bagi nasabah dan keluarganya yang tercantum dalam “data polis” jika dirawat di rumah sakit, sampai sebelum usia 65 tahun. Keterangan lebih lengkap baca di sini: Flexicare Family.

5a. Payor Benefit

Pembebasan premi berkala jika pemegang polis terdiagnosis/mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total dan Allianz akan membayarkan sebesar premi berkala tsb sampai usia pemegang polis mencapai 65 tahun.

5b. Payor Protection

Pembebasan premi berkala jika pemegang polis meninggal dunia dan Allianz akan membayarkan sebesar premi berkala tsb sampai usia pemegang polis seolah-olah mencapai 65 tahun.

5c. Spouse Payor Benefit

Pembebasan premi berkala jika pasangan (suami/istri) dari pemegang polis terdiagnosis/mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total dan Allianz akan membayarkan sebesar premi berkala tsb sampai usia pasangan pemegang polis mencapai 65 tahun.

5d. Spouse Payor Protection

Pembebasan premi berkala jika pasangan (suami/istri) dari pemegang polis meninggal dunia dan Allianz akan membayarkan sebesar premi berkala tsb sampai usia pasangan pemegang polis seolah-olah mencapai 65 tahun.

Info lengkap tentang macam-macam rider Payor bisa dibaca di sini: Payor of Premium.

6. Term Life

Merupakan tambahan manfaat meninggal dunia, dibayarkan jika tertanggung meninggal dunia sebelum mencapai usia 70 tahun. Keterangan lebih lengkap baca di sini: Term Life.

7. Hospital and Surgical Care +

Memberikan penggantian biaya rawat inap dan pembedahan di rumah sakit dengan sistem cashless, masa perlindungan sampai usia 70 tahun. Selengkapnya baca di sini:HSC+.

7>

Ketentuan Umum Allisya Protection Plus

Jenis produk Unit-link (asuransi jiwa + investasi)
Masa kontrak Hingga usia tertanggung mencapai 100 tahun
Mata uang Rupiah
Usia masuk tertanggung
  • Anak-anak: 15 hari sd 17 tahun (ulang tahun terdekat)
  • Dewasa: 18 sd 70 tahun (ulang tahun terdekat)
Usia maksimum proteksi 100 tahun (ulang tahun terdekat)
Usia pemegang polis Minimum 18 tahun
Termaslahat (penerima manfaat, ahli waris)
  • Ada hubungan insurable interest (hubungan keluarga atau hubungan darah): suami, istri, anak, orangtua, saudara kandung.
  • Jika ahli waris masih anak-anak, harus dicantumkan walinya.
Frekuensi pembayaran premi Bulanan, triwulanan, semesteran, tahunan.
Minimum premi
  • Bulanan 300 ribu
  • Triwulanan 625 ribu
  • Semesteran 1 juta
  • Tahunan 1,5 juta
Maksimum premi Tidak dibatasi.
Minimum top up berkala
  • Bulanan 100 ribu
  • Triwulanan 250 ribu
  • Semesteran 500 ribu
  • Tahunan 1 juta
Maksimum top up berkala 3 (tiga) kali premi berkala
Top up tunggal Minimum 1 juta, maksimum tidak dibatasi
Cara pembayaran premi
  • Transfer (teller, ATM, M-banking, I-banking)
  • Autodebet tabungan (BRI, BCA, Mandiri)
  • Kartu kredit (semua jenis kartu)
Laporan transaksi
  • Laporan transaksi dikirimkan secara berkala kepada nasabah setiap kali ada penyetoran premi (setiap bulan, triwulan, semester, atau tahun).
  • Laporan transaksi dan surat-menyurat lainnya dikirimkan melalui kurir atau email (pilih salah satu).
Pemeriksaan kesehatan
  • Tidak diperlukan jika sehat tanpa riwayat sakit dan uang pertanggungan masih dalam batas tabel medical.
  • Diperlukan jika uang pertanggungan melebihi batas dalam tabel medical atau ada riwayat sakit.

Tabel Medical klik di SINI.

Keputusan underwriting (penilaian risiko) Tergantung riwayat kesehatan, pekerjaan, dan hobi tertanggung, keputusan underwriting ada 6 kemungkinan:

  1. Diterima
  2. Diterima dengan ekstrakontribusi
  3. Diterima dengan pengecualian untuk rider tertentu
  4. Diterima dengan ekstrakontribusi dan pengecualian untuk rider tertentu
  5. Ditangguhkan
  6. Ditolak
Perubahan polis Perubahan polis ada dua macam:

  1. Non-finansial: Perubahan yang tidak berpengaruh terhadap premi. Contoh: Perubahan alamat, ahli waris, cara bayar.
  2. Finansial: Perubahan yang berpengaruh terhadap premi. Contoh: Perubahan premi, perubahan UP, penambahan/pengurangan rider.

Perubahan polis finansial maupun non-finansial dapat dilakukan kapan saja.

Berakhirnya polis
  1. Saat tertanggung mencapai usia 100 tahun
  2. Pembayaran premi terhenti di dua tahun pertama
  3. Nilai investasi tidak mencukupi untuk membayar biaya-biaya asuransi dan administrasi.
  4. Penarikan seluruh dana investasi (surrender)
  5. Tertanggung meninggal dunia

Mana yang terjadi lebih dulu.

Penempatan dana investasi Ada 3 pilihan jenis dana:

  1. Allisya Rupiah Fix Income Fund: Potensi risiko rendah, potensi hasil menengah (konservatif).
  2. Allisya Rupiah Balanced Fund: Potensi risiko sedang, potensi hasil menengah-tinggi (moderat).
  3. Allisya Rupiah Equity Fund: Potensi risiko tinggi, potensi hasil tinggi (agresif).
Alokasi investasi (dihitung dari premi berkala dasar) Tahun 1: 25%Tahun 2: 60%

Tahun 3: 85%

Tahun 4: 92,5%

Tahun 5: 92,5%

Tahun 6 dst: 105,26%

Biaya-biaya Polis

1. Biaya akuisisi dan pemeliharaan (dipotong dari premi berkala dasar; top up tidak dihitung). Tahun 1: 75%Tahun 2: 40%

Tahun 3: 15%

Tahun 4: 7,5%

Tahun 5: 7,5%

Tahun 6 dst: 0%

Total: 145%

2. Selisih harga jual-beli unit (bid over price) 5%
3. Biaya administrasi Rp. 26.500 per bulan, mulai dikenakan di tahun kedua. 12 bulan pertama gratis.
4. Biaya asuransi (tabarru)
  • Besarnya tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, kondisi kesehatan, dan uang pertanggungan.
  • Biaya asuransi ditagihkan secara bulanan (tanpa melihat frekuensi pembayaran premi)
  • Biaya asuransi 12 bulan pertama ditagihkan di tahun kedua dan ketiga (masing-masing setengahnya).
  • Biaya asuransi tahun kedua dan seterusnya ditagihkan di tahun berjalan.
  • Biaya asuransi tahun pertama dan kedua dicantumkan di data polis. Biaya asuransi tahun-tahun selanjutnya akan diberitahukan setiap menjelang ulang tahun polis.
5. Biaya pengelolaan investasi 2% per tahun
6. Biaya penarikan dana Tidak dikenakan biaya
7. Biaya top up tunggal Tidak dikenakan biaya
8. Biaya switching (pengalihan dana) Gratis 4 kali dalam setahun. Lebih dari 4 kali dikenakan biaya 1% atau minimal 100 ribu.

Cara Pendaftaran Polis

Mengisi Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ) dengan melampirkan:

  1. Fotokopi KTP tertanggung dan pemegang polis
  2. Fotokopi Akta Lahir (jika ada tertanggung anak)
  3. Fotokopi Kartu Keluarga (jika menyertakan anggota keluarga) atau Buku Nikah (jika suami-istri)
  4. Bukti transfer premi pertama, kecuali cara bayar dengan kartu kredit.
  5. Salinan resume medis (jika pernah dirawat) atau hasil medical check up (jika ada)
  6. Form tambahan lain jika diperlukan.

Pembuatan Proposal Ilustrasi

Untuk mendapatkan proposal ilustrasi produk ini, mohon mencantumkan data-data sebagai berikut:

  1. Nama
  2. Jenis kelamin
  3. Tanggal lahir
  4. Pekerjaan
  5. Merokok/tidak
  6. Data anggota keluarga (nama, jenis kelamin, tanggal lahir) jika ingin disertakan
  7. Manfaat yang diinginkan atau premi yang dianggarkan.
  8. Email

Semua data dikirim ke email: natanael.albertus@gmail.com

sumber:

Allisya Protection Plus (Asuransi Jiwa Unit-link)

 

Perlukah Beli Asuransi Jiwa & Sakit Kritis meskipun sudah Dicover oleh Kantor?

Beruntung sekali bagi orang-orang yang sudah memiliki asuransi dari tempat mereka bekerja. Biasanya asuransi yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada karyawannya adalah asuransi kesehatan yang memberikan santunan rawat inap, rawat jalan, rawat gigi, dan kacamata. Dan limit manfaatnya pun kadang semakin besar jika jabatannya semakin tinggi. Ada juga beberapa kantor memberikan asuransi kesehatan yang mengcover juga anggota keluarganya, bahkan mengcover hingga biaya imunisasi dasar, yang pastinya sangat bermanfaat bagi mereka yang baru memiliki bayi.

saya akan bagikan kasus tentang suatu kejadian pada seorang karyawan kantor. Kisah ini merupakan tulisan kisah nyata dari pengalaman teman saya.

Misalnya ada seorang karyawan yang mendapatkan asuransi dari kantor yang mengcover rawat inap dan membayar semua biaya sesuai tagihan Rumah Sakit. Kejadian pertama. Suatu ketika dikarenakan perusahaan sedang sangat berkembang, terkadang ada beberapa waktu lembur bagi karyawan. Dan dikarenakan sangat bersemangat, sang karyawan lupa menjaga kondisi kesehatannya. Hingga akhirnya drop dan terkena thypus. Terpaksa dirawat inap di Rumah Sakit selama 1 minggu. Karena kantor memfasilitasinya dengan Askes Sesuai Kwitansi, maka ketika sembuh dan pulih, si karyawan tidak pusing memikirkan biaya Rumah Sakit dan dia pun masih bisa terima gaji. Kejadian kedua. Suatu ketika di usia yang masih produktif karyawan tersebut terkena stroke dan harus di rawat karena penyakitnya tersebut. Sudah bisa dipastikan biaya rawat inapnya akan dicover oleh asuransi dari kantor bukan? Dengan demikian si karyawan tidak akan mengalami masalah finansial karena biaya-biaya selama di rumah sakit sudah tercover. Tapi bagaimana jika setelah keluar dari rumah sakit lalu dia sudah tidak memiliki kemampuan untuk bekerja? Bagaimana caranya dia bisa memberikan nafkah keluarganya dan membiayai sekolah anak-anaknya?

Ilustrasi lainnya. Misalnya ada seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan dengan manfaat asuransi yang sangat lengkap. Jika dia atau anggota keluarganya sakit dan mesti dirawat inap, dia tinggal gesek kartu asuransi dari kantor atau reimburse ke kantor. Lalu beberapa tahun kemudian setelah mengumpulkan modal selama bekerja, dia memutuskan untuk tidak menjadi pekerja lagi dan kemudian menjadi seorang wiraswasta. Otomatis asuransi yang dia dapatkan dari perusahaannya akan hilang, dan kini dia tidak punya satupun polis asuransi karena ketika dia masih bekerja di perusahaan tersebut dia tidak pernah membeli polis asuransi lain. Beberapa waktu kemudian setelah dia menjadi wiraswasta dia terkena sakit stroke. Biaya yang dibutuhkan sangatlah besar. Akibatnya dia harus menguras seluruh tabungan hasil dari gaji saat dia masih bekerja dulu dan hasil dari wirausahanya, menjual aset-asetnya seperti rumah atau toko, bahkan mungkin dia harus pinjam uang kepada keluarga atau teman-temannya.

Dari kisah di atas, Allianz Life menerbitkan suatu Rider yakni Critical Illnes (Sakit Kritis)

Apa Itu Rider Critical Illness?

  1. Rider Critical Illness merupakan proteksi tambahan pada unit link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus).
  2. Rider Critical Illness ada tiga macam. CI+, CI accelerated, dan CI100.
  3. Rider CI+ memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa atau mengalami salah satu dari 49 penyakit kritis. (Klik Daftar 49 penyakit kritis). Masa perlindungan sd usia 70 tahun dan klaim tidak mengurangi uang pertanggungan dasar.
  4. Rider CI accelerated memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa atau mengalami satu dari 49 penyakit kritis, masa perlindungan sd usia 85 tahun, dan klaimnya mengurangi UP dasar.
  5. Rider CI100 memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa atau mengalami satu dari 100 kondisi penyakit kritis, klaim bisa diberikan sejak tahap awal penyakit, masa perlindungan sd usia 100 tahun, dan klaim tidak mengurangi UP dasar.
  6. Uang pertanggungan Critical Illness dapat diambil dengan minimum 8 juta dan maksimum 2 miliar rupiah.
  7. Rider CI accelerated dan CI+ dapat diambil mulai usia 1 tahun sd 64 tahun. Sedangkan rider CI100 dapat diambil mulai usia 5 tahun sd 70 tahun.
  8. Klaim Critical Illness diajukan selambat-lambatnya 30 hari setelah diagnosa ditegakkan. Selanjutnya tim dokter Allianz akan mengadakan pemeriksaan terhadap klaim peserta. Dana segera dicairkan begitu klaim disetujui.

Asuransi penyakit kritis (Critical Illness) memiliki 5 fungsi:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Uang pertanggungan penyakit kritis mungkin memenuhi empat fungsi pertama, mungkin pula beberapa fungsi saja, atau mungkin saja satu fungsi pun tidak tercukupi. Oleh karena itu, UP proteksi penyakit kritis harus besar, lebih besar dari biaya untuk berobat, dan masih ada sisanya untuk biaya perawatan lanjutan, mengganti penghasilan, dan membayar utang (jika sebelumnya terpaksa berutang). Semua itu bermanfaat membawa seseorang pada fungsi kelima: terjaganya kepercayaan diri karena terhindar dari perasaan membebani orang lain.

Berapa UP penyakit kritis yang ideal? Dari segi dampaknya, penyakit kritis memiliki dampak keuangan yang setara dengan peristiwa meninggal dunia, atau malah lebih besar. Jadi, idealnya, UP penyakit kritis sama dengan UP jiwa. Tapi berapa pun itu, UP penyakit kritis tetap berguna untuk mengurangi beban hidup.


Penyakit kritis itu sebagian besar tidak datang tiba-tiba, tapi hasil dari akumulasi kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat. Apalagi zaman sekarang, macam-macam sebab orang jadi sakit. Stres pekerjaan, polusi udara, rokok, kebanyakan duduk dan kurang olahraga, aneka makanan mengandung bahan kimia, dll. Kadar gula darah, asam urat, kolesterol, dan menumpuknya lemak, berperan memicu timbulnya penyakit kritis. Semua itu terkumpul sedikit demi sedikit, menumpuk terus, seringkali tanpa disadari.

Penyakit kritis adalah sejenis penyakit yang datangnya perlahan-lahan, pengobatannya memerlukan waktu lama, sembuhnya perlahan-lahan, dan harus disertai perubahan gaya hidup dengan disiplin yang ketat. Jika tidak dapat disembuhkan, maka bisa berakibat hilangnya kemandirian hidup. Dan jika sampai pada umurnya, maka proses ke arah sana pun umumnya perlahan-lahan.

Jadi, siapkan diri anda menghadapi kondisi terburuk dalam hidup.

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (proteksi tambahan) dalam asuransi jiwa Tapro Allisya Protection Plus. Ada 49 penyakit kritis yang ditanggung (baca di sini). Klaim bisa diajukan ketika tertanggung pertama kali terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis, tanpa harus menjalani perawatan terlebih dahulu.

Bagaimana menurut Anda? Perlukah beli Asuransi Jiwa dan Sakit Kritis meskipun sudah dicover oleh kantor?

sumber:

Sudah Punya Asuransi Kesehatan (Askes Fasilitas Kantor), Masih Perlukah Asuransi Penyakit Kritis?

Apa Itu Rider Critical Illness?

5 Fungsi Asuransi Penyakit Kritis

 

Askes Allisya Care (Sistem Cashless)

Saya dalam kesempatan ini mau membagikan pengetahuan tentang Allisya Care yakni salah satu asuransi kesehatan terbaik dengan sistem cashless dari Allianz.

Allisya Care adalah asuransi kesehatan perorangan dengan sistem cashless (memakai kartu). Masa kontrak satu tahun, dapat diperpanjang otomatis hingga usia 70 tahun. Di bawah ini adalah tabel manfaat Allisya Care untuk manfaat dasar Rawat Inap, Rawat Jalan, Persalinan, Rawat Gigi, dan Santunan Harian.

Tabel Manfaat Rawat Inap

Tabel Manfaat Rawat Jalan

tabel-manfaat-rawat-jalan

Catatan:

1.  Produk ini dapat mengikutsertakan seluruh anggota keluarga inti (suami/istri, anak) dalam satu polis, dengan diskon 5%.

2. Dapatkan diskon 10% jika produk ini diambil bersama asuransi jiwa Tapro Allisya Protection Plus.

3.  Dengan batasan tertentu, plan yang diambil dapat berbeda antara manfaat Rawat Inap dan jenis manfaat lainnya. Misal: Rawat Inap Plan E, Rawat Jalan Plan D, Rawat Melahirkan Plan C, Rawat Gigi Plan F, Santunan Harian Plan G, dan lain-lain.

4. Besaran premi untuk tiap plan, jenis kelamin, dan golongan usia dapat dilihat di Tabel Premi Allisya Care.

5. Bicara terus-terang, saya tidak rekomendasikan ambil rider rawat jalan, rawat gigi, dan persalinan. Pertimbangannya bisa dibaca di artikel ini: https://myallisya.wordpress.com/2013/06/05/asuransi-rawat-jalan-perlukah/ atau di sini: https://myallisya.wordpress.com/2013/11/02/rawat-jalan-itu-tidak-perlu-pakai-asuransi/

Sumber: https://myallisya.com/produk/allisya-care-kesehatan/tabel-manfaat-allisya-care-2/

Asuransi Jiwa sebagai Pelengkap Perencanaan Keuangan

Ada sesorang yang memiliki deposito luar biasa besar, bisnis yang bagus, rumah atau properti yang melimpah belumlah lengkap tanpa asuransi, terutama asuransi jiwa. Bagaimana jika terjadi masalah dengan deposito, investasi dan bisnisnya, misalnya kebangkrutan.

Begitu juga apabila kita punya hutang KPR (Kredit Rumah) atau Kredit Mobil yang belum lunas. Bagaimana seandainya saat hutang belum lunas, kita meninggal secara tiba-tiba. Bagaimana dengan hutang-hutang kita, apa harus dilimpahkan ke anak kita atau istri kita.

Kita sudah berusaha dengan susah payah mengumpulkan uang untuk kebutuhan masa depan, tiba-tiba pada suatu waktu musibah datang. Mungkin sakit kritis, mungkin kecelakaan. Dalam sekejap, uang yang telah terkumpul bisa hilang. Dan jika musibah itu berupa kematian pada orang yang menjadi tumpuan penghasilan, keluarga yang ditinggalkan akan kebingungan dalam kesedihan.

Asuransi melindungi hasil usaha kita (penghasilan, tabungan, investasi, aset) dari risiko yang mungkin terjadi dalam masa perjanjian, seperti sakit, kecelakaan, dan kematian. Asuransi tidak berwenang mencegah terjadinya musibah. Kita pun tentunya berharap hidup kita senantiasa aman tenteram sentosa selamanya. Tapi jika misalnya peristiwa tak diinginkan itu datang, asuransi akan meringankan beban kita dalam masalah keuangan.

Sakit butuh duit. Kecelakaan menguras uang. Kematian pun ada ongkosnya, khususnya bagi yang ditinggalkan. Tanpa asuransi, bisa jadi penghasilan kita, tabungan, hasil investasi, dan aset akan tersedot untuk membiayai hal-hal itu. Padahal mestinya penghasilan itu kita gunakan untuk biaya hidup, tabungan untuk pendidikan anak, hasil investasi untuk ibadah haji, dan aset untuk dana pensiun. Semua impian bisa berantakan, cita-cita bisa kandas, bahkan kekayaan bisa ludes, hanya karena kita lupa menyertakan asuransi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Intinya, aset yang cukup liquid adalah program asuransi yang disebut paper aset kontrak uang pertanggungan. Hanya diperlukan catatan kematian oleh catatan sipil (jika meninggal), dan kelurga istri dan anak mendapat warisan dari uang pertanggungan kontrak asuransi yang kita miliki.

sumber: https://myallisya.com/2011/12/17/lengkapi-perencanaan-keuangan-anda-dengan-asuransi-jiwa/

 

Limit pada Asuransi Kesehatan

Alkes

Makhluk apa sebenarnya Limit itu?

Setiap orang yang kenal asuransi pasti pernah dengar istilah LIMIT. Semua produk asuransi kesehatan memiliki limit. Limit dapat diartikan sebagai batasan.

Selama tagihan rumah sakit masih di bawah atau sama dengan angka yang tertera pada limit, peserta dapat pulang dari RS tanpa perlu membayar biaya tambahan. Tapi jika tagihan RS lebih besar dari limit, maka selisihnya harus dilunasi oleh peserta sebelum pulang dari RS.

Berikut ini dijelaskan beberapa macam limit yang dikenal dalam produk asuransi kesehatan, yaitu inner limit, yearly limit, limit kamar, limit per periode rawat inap, limit per ketidakmampuan, dan limit seumur hidup.

  1. Inner limit

Inner limit artinya limit per item dalam tabel manfaat. Selama tagihan RS untuk item-item manfaat tersebut tidak melebihi limit, maka peserta tidak perlu membayar biaya tambahan. Lebih jelasnya lihat contoh tabel manfaat di bawah ini (angka hanya sekadar contoh, tidak mewakili produk dari asuransi mana pun):

Kamar 500.000
ICU 1.000.000
Kunjungan dokter yang merawat 200.000
Konsultasi dokter spesialis 300.000
Pembedahan 80.000.000
Biaya lain-lain (obat-obatan) 10.00.000

Di Allianz, produk askes yang menggunakan inner limit adalah Allisya Care, Maxi Violet, dan rider HSC+ di unit-link Tapro.

Produk asuransi kesehatan ada juga yang tidak menggunakan inner limit. Artinya, item-item manfaat yang tertera di tabel akan dibayar sesuai tagihan RS (as charge). Contohnya pada tabel di bawah ini:

Kamar 500.000
ICU Sesuai tagihan
Kunjungan dokter yang merawat Sesuai tagihan
Konsultasi dokter spesialis Sesuai tagihan
Pembedahan Sesuai tagihan
Biaya lain-lain (obat-obatan) Sesuai tagihan

Di Allianz, produk askes yang tidak menggunakan inner limit alias membayar klaim sesuai tagihan adalah SmartMed Premier.

  1. Yearly limit (Limit Tahunan)

Yearly limit artinya batasan manfaat yang diterima dalam setahun. Jika tagihan RS dalam satu tahun belum melebihi yearly limit, maka pihak asuransi akan membayar semua dengan memperhatikan limit-limit lainnya. Jika tagihan RS sudah melewati yearly limit, maka selisihnya harus dibayar oleh peserta.

Yearly limit bisa terdapat pada askes yang memiliki inner limit, dan ada pula yang digabungkan pada askes tanpa inner limit.

Di bawah ini contoh tabel manfaat askes yang menggunakan yearly limit sekaligus inner limit.

Kamar 500.000
ICU 1.000.000
Kunjungan dokter yang merawat 200.000
Konsultasi dokter spesialis 300.000
Pembedahan 80.000.000
Biaya lain-lain (obat-obatan) 10.000.000
LIMIT TAHUNAN 250.000.000

Di Allianz, TIDAK TERSEDIA produk askes yang menggunakan inner limit sekaligusyearly limit.

Yearly limit terdapat juga pada askes tanpa inner limit (sesuai tagihan), seperti contoh di bawah:

Kamar 500.000
ICU Sesuai tagihan
Kunjungan dokter yang merawat Sesuai tagihan
Konsultasi dokter spesialis Sesuai tagihan
Pembedahan Sesuai tagihan
Biaya lain-lain (obat-obatan) Sesuai tagihan
LIMIT TAHUNAN 6.000.000.000

Di Allianz, SmartMed Premier tegolong produk askes tanpa inner limit dengan yearly limit. Limit tahunan pada SmartMed Premier adalah 6 miliar. Artinya, berapa pun biaya tagihan RS, akan dibayar penuh oleh Allianz selama tidak melebih 6 miliar dalam satu tahun.

Selain itu, asuransi kesehatan ada pula yang tidak menggunakan yearly limit. Artinya, berapa pun jumlah tagihan dalam setahun, akan dibayar penuh selama tidak melebihi jenis limit lainnya.

Contohnya pada tabel di bawah ini:

Kamar 500.000
ICU 1.000.000
Kunjungan dokter yang merawat 200.000
Konsultasi dokter spesialis 300.000
Pembedahan 80.000.000
Biaya lain-lain (obat-obatan) 10.000.000
LIMIT TAHUNAN Tidak terbatas

Tabel di atas menggambarkan manfaat askes tanpa yearly limit namun menggunakaninner limit.

Di Allianz, produk askes tanpa yearly limit namun dengan inner limit adalah Allisya Care, Maxi Violet, dan rider HSC+ di unit-link Tapro.

Sementara itu, sependek pengetahuan penulis, di perusahaan asuransi mana pun tidak ada produk askes yang tanpa inner limit sekaligus tanpa yearly limit.

Limit tahunan juga dapat dilihat pada batasan jumlah hari dalam setahun, seperti pada tabel berikut:

Kamar Per hari, maks 180 hari per tahun 500.000
ICU Per hari, maks 30 hari per tahun 1.000.000
Kunjungan dokter yang merawat Per hari 200.000
Konsultasi dokter spesialis Per hari 300.000
Pembedahan Per periode rawat inap 80.000.000
Biaya lain-lain (obat-obatan) Per periode rawat inap 10.00.000
Limit tahunan Tidak terbatas

Pada tabel di atas, pemakaian kamar dibatasi 180 hari dalam setahun, dan untuk kamar ICU dibatasi 30 hari dalam setahun. Jika lamanya perawatan melebihi 180 hari atau 30 hari untuk ICU, maka selisihnya dibayar sendiri oleh peserta.

  1. Limit Kamar

Limit kamar menjadi dasar penentuan plan pada semua produk askes. Limit kamar ada yang berdasarkan harga kamar per hari, ada juga yang berdasarkan kelas kamar di rumah sakit.

Limit berdasarkan harga kamar misalnya harga kamar 100 ribu, 500 ribu, 1 juta, 2 juta, dan sebagainya. Di Allianz, semua produk asuransi kesehatan yang disediakan mendasarkan limit kamarnya pada harga kamar.

Limit kamar berdasarkan kelas kamar misalnya kelas 1, kelas 2, kelas 3. Contohnya program JKN dari BPJS. Ada juga yang berdasarkan jumlah orang per kamar, misalnya kelas kamar 1 orang, kelas kamar 2 orang.

Limit kamar ini mengandung konsekuensi ekses klaim jika peserta menempati kamar yang harganya di atas plan.

Untuk askes yang menggunakan inner limit, ekses klaimnya terbatas pada selisih harga kamar, sedangkan untuk manfaat lainnya tetap sesuai limit pada plan yang diambil.

Untuk askes yang tanpa inner limit (sesuai tagihan), ketentuannya berbeda-beda. Penulis menemukan setidaknya tiga jenis ketentuan:

  1. Ada yang berlaku prorata (proporsional) dengan memperhatikan batas tahunan. Misalnya plan 500 ribu, tapi peserta menempati kamar yang harganya 800 ribu per hari. Maka biaya yang diganti perusahaan asuransi adalah 500/800 dikalikan total tagihan, sedangkan peserta harus membayar sebesar 300/800 dikalikan total tagihan.
  2. Ada yang tetap ditanggung sesuai tagihan dengan memperhatikan batas tahunan, dan peserta hanya membayar selisih kamar saja.
  3. Ada yang berlaku inner limit. Contohnya SmartMed Premier.

 

  1. Limit Per Periode Rawat Inap

Lihat contoh berikut:

Kamar Per hari, maks 180 hari per tahun 500.000
ICU Per hari, maks 30 hari per tahun 1.000.000
Kunjungan dokter yang merawat Per hari 200.000
Konsultasi dokter spesialis Per hari 300.000
Pembedahan Per periode rawat inap 80.000.000
Biaya lain-lain (obat-obatan) Per periode rawat inap 10.00.000
Limit tahunan Tidak terbatas

 

Pada tabel di atas, manfaat pembedahan dan biaya lain-lain menggunakan satuan per periode rawat inap (dicetak tebal). Artinya, nilai 80 juta untuk pembedahan dan 10 juta untuk biaya lain-lain berlaku untuk satu periode rawat inap. Jika periode rawat inapnya berbeda, maka limitnya pulih lagi.

Semua produk askes dari Allianz menggunakan satuan per periode rawat inap. Pengertian per periode rawat inap adalah dihitung dari tanggal masuk RS sampai dengan 30 hari dari tanggal keluar RS, dan ini berlaku untuk penyakit yang sama. Jika penyakitnya berbeda, maka tidak perlu menunggu 30 hari.

Contoh: A dirawat karena DBD tanggal 5 sd 10 Maret 2015. Jika pada tanggal 25 Maret 2015 si A masuk RS lagi karena penyakit DBD, maka limitnya meneruskan sisa pemakaian sebelumnya (belum 30 hari, masih dihitung satu periode rawat inap). Jika si A masuk RS lagi tanggal 11 April karena DBD, maka limitnya pulih lagi dari awal (dihitung beda periode rawat inap). Dan jika si A masuk RS tanggal 25 Maret 2015 karena penyakit yang berbeda, misalnya keracunan makanan, limitnya pun pulih lagi dari awal.

 

  1. Limit Per Ketidakmampuan

Lihat contoh berikut:

Kamar Per hari, maks 180 hari per tahun 500.000
ICU Per hari, maks 30 hari per tahun 1.000.000
Kunjungan dokter yang merawat Per hari 200.000
Konsultasi dokter spesialis Per hari 300.000
Pembedahan Per ketidakmampuan 80.000.000
Biaya lain-lain (obat-obatan) Per ketidakmampuan 10.00.000
Limit tahunan 250.000.000

 

Pada tabel di atas, manfaat pembedahan dan biaya lain-lain menggunakan satuan per ketidakmampuan. Per ketidakmampuan artinya per penyakit atau per kondisi. Dengan kata lain, nilai 80 juta untuk pembedahan dan 10 juta untuk biaya lain-lain berlaku untuk satu penyakit per tahun.

Contoh: A dirawat karena DBD tanggal 5 sd 10 Maret 2015. Ulang tahun polis misalnya 1 Desember 2015. Jika si A dirawat lagi karena DBD sebelum 1 Desember 2015, maka limitnya meneruskan sisa pemakaian sebelumnya. Misal pada perawatan sebelumnya, manfaat obat-obatan telah dipakai sebesar 5 juta, maka pada perawatan selanjutnya karena DBD, limit obat-obatan tinggal 3 juta. Tapi jika si A dirawat karena penyakit yang berbeda, limitnya pulih lagi dari awal (8 juta lagi untuk obat-obatan).

Di Allianz, tidak ada produk asuransi kesehatan yang menggunakan limit per ketidakmampuan.

 

  1. Limit Seumur Hidup

Lihat contoh berikut:

Kamar Per hari, maks 180 hari per tahun 500.000
ICU Per hari, maks 30 hari per tahun Sesuai tagihan
Kunjungan dokter yang merawat Per hari Sesuai tagihan
Konsultasi dokter spesialis Per hari Sesuai tagihan
Pembedahan Per ketidakmampuan Sesuai tagihan
Biaya lain-lain (obat-obatan) Per ketidakmampuan Sesuai tagihan
Limit tahunan 250.000.000
LIMIT SEUMUR HIDUP   750.000.000

 

Limit seumur hidup artinya batasan manfaat dalam seumur hidup. Setiap pemanfaatan klaim akan dihitung dan diakumulasi tiap tahun hingga menembus angka limit seumur hidup yang ditetapkan. Jika sudah melewati limit tsb, maka manfaat askes berakhir dan tidak bisa diperpanjang lagi.

Sangat jarang askes yang menggunakan limit seumur hidup. Meskipun jarang, ada baiknya anda mengenalinya.

Demikian pelajaran tentang Limit pada Asuransi Kesehatan. Sekian.

Sumber: https://myallisya.com/2015/06/01/mengenal-macam-macam-limit-pada-asuransi-kesehatan/