Tag Archives: investasi

Merencanakan Keuangan Keluarga dengan Tapro Allisya Allianz

Banyak nasabah asuransi jiwa tapro Allisya Allianz yang kerap berpikir bahwa manfaat investasi di Tapro, dapat langsung dirasakan pada tahun-tahun pertama atas dasar ilustrasi.

Semua asuransi memiliki biaya akuisisi. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari persentase nya.

Persentase Alokasi biaya akuisisi dan porsi investasi dari Asuransi jiwa Tapro Allisya Allianz adalah sebagai berikut :

Biaya akuisisi tahun 1 : 75%                                                Porsi investasi tahun 1 : 25%

Biaya akuisisi tahun 2 : 40%                                               Porsi investasi tahun 2 : 60%

Biaya akuisisi tahun 3 : 15%                                                Porsi investasi tahun 3 : 85%

Biaya akuisisi tahun 4 :7,5%                                                Porsi investasi tahun 4 : 92,5%

Biaya akuisisi tahun 5 : 7,5%                                               Porsi investasi tahun 5 : 92,5 %

Biaya akuisisi tahun ke 6 dan seterusnya : 0%                Porsi investasi tahun ke 6 dan seterusnya : 100%

Besaran akuisisi ini juga lah yang menyebabkan kita tidak dapat langsung merasakan manfaat investasi dari premi yang kita setorkan setiap bulan secara maksimal di 5 tahun pertama, karena tidak seluruhnya premi tersebut dimasukkan ke porsi investasi. Total biaya akuisisi yang dikenakan oleh Allianz dari tahun 1 -5 adalah 145%. Nilai investasi baru akan mulai maksimal setelah melewati tahun ke 5 tetapi satu hal yang perlu diingat bagi anda yang membeli polis asuransi adalah bahwa nilai tunai/ nilai investasi di asuransi tidak dijamin. (Tidak hanya di Allianz tetapi di semua perusahaan asuransi dan perusahaan investasi seperti reksadana, yang namanya hasil investasi, tetap tidak ada jaminan, semua sesuai dengan kondisi ekonomi). Jadi yang paling penting untuk ditanyakan saat anda ingin membeli asuransi jiwa adalah jumlah nilai nominal dari Uang Pertanggungan/ Kalim Santunan karena nilai inilah yang dijamin oleh perusahaan asuransi akan dibayarkan di saat anda tertimpa musibah.

Ada dua tips yang bisa digunakan untuk merencanakan keuangan kita melalui asuransi jiwa, yaitu:

a. Pilih Menempatkan Investasi di Tapro Allianz

Asuransi jiwa Tapro banyak dipilih karena menawarkan proteksi sekaligus investasi. Kita cukup membayar satu kali untuk mendapatkan dua manfaat tersebut. Dengan demikian, kondisi finansial kita dan keluarga kita pada masa depan juga akan turut terbantu.

beda syariah dan konvensional

b. Bandingkan produk

Pada umumnya produk asuransi jiwa tidak jauh berbeda, namun kadang ada beberapa perbedaan antara perusahaan asuransi yang satu dengan perusahaan asuransi yang lain. Dengan membandingkan produk asuransi jiwa dari provider asuransi yang berbeda tersebut, kita dapat memilih produk mana yang lebih yang sesuai, sehingga kita bisa memaksimalkan dalam hal proteksi dan juga pengeluaran keuangan kita.

Semua tips mengenai perencanaan keuangan keluarga dengan tapro Allisya Allianz yang disebutkan diatas memiliki tujuan yaitu agar kelak keluarga kita tidak menemukan hambatan keuangan di saat kita sudah tidak lagi berada di samping mereka atau tidak lagi dalam masa produktif.

sumber: hrencanakan-keuangan-keluarga-dengan-tapro-allisya-allianz/

 

Pendaftaran polis Tapro Syariah Allianz hubungi:

Natanael Agen Allianz Berlisensi

HP/WA 08113436830

Advertisements

Bagaimana Jika Nilai Investasi Unit Link Hampir Habis?

 

Bagaimana jika nilai investasi unit link hampir habis?

Untuk menanggulanginya, bisa dilakukan salah satu dari dua cara:

Pertama, melakukan top up tunggal. Atau;

Kedua, membayar biaya-biayanya saja. Biaya-biaya unit link di masa depan adalah 1) administrasi; 2) cost of insurance (COI); 3) pengelolaan investasi. Nomor 1 dan 2 ditagihkan per bulan, nomor 3 per tahun.

Contoh:

Bapak Z ikut unit link A pada usia 30. Ia telah membayar selama 10 tahun dan habis itu cuti premi. Dalam perjalanannya, ternyata kinerja investasi tidak memadai sehingga pada usia 55 tahun, nilai unitnya telah turun banyak, yang kalau dirupiahkan tinggal tersisa ratusan ribu saja. Apa yang harus dilakukan bapak Z agar polisnya tetap berlaku lebih lama?

Ada dua cara.

Pertama, top up tunggal. Misalnya ia menyetor uang 10 juta atau 20 juta sekaligus ke rekening unit linknya.

Kedua, membayar biaya-biayanya saja. Misalnya, COI pada usia 55 tahun ditetapkan sebesar 950 ribu per bulan, admin 26.500 ribu. Maka yang wajib dibayar bapak Z cukup 950.000 + 26.500 = 976.500.

Bapak Z bisa membayar COI+admin itu secara bulanan, boleh pula sekaligus untuk beberapa bulan atau setahun.

Misalnya, penagihan biaya dilakukan setiap tanggal 5. Maka pada tanggal 4 bulan bersangkutan, bapak Z menyetor uang Rp 976.500 ke rekening unit linknya.

Pada tanggal 4 bulan berikutnya, bapak Z kembali menyetor Rp 976.500. Demikian seterusnya, sampai tahun polis berganti.

Tahun polis berikutnya (di usia 56), COI akan naik tapi admin tetap. Katakanlah COI-nya menjadi Rp 1.040.000. Maka di setiap tanggal 4, bapak Z menyetor 1.066.500 (ditambah admin 26.500) ke rekening unit linknya.

Biaya pengelolaan investasi bisa diabaikan karena jumlahnya relatif kecil (2% per tahun), dan biaya itu akan terkover oleh nilai unit yang masih tersisa.

Biaya-biaya di unit link ditetapkan flat selama satu tahun (actual premium), dan ini merupakan sistem yang adil karena nasabah tidak perlu menyubsidi biaya-biaya di tahun selanjutnya.

Selain itu, cara penagihan yang dilakukan per bulan bisa meringankan beban nasabah daripada ia harus membayar sekaligus untuk satu tahun.

Pertanyaan hal ini bisa lewat HP 08113436830

sumber: bagaimana-jika-nilai-investasi-unit-link-hampir-habis/

Berapa Persen Alokasi Asuransi dan Investasi?

 

Unitlink“Berapa persen alokasi asuransi dan investasi?” Dengan kata lain, “Berapa persen premi yang masuk ke asuransi dan berapa persen premi yang masuk ke investasi?”

Bicara terus-terang, pertanyaan ini perlu penjelasan lebih lanjut. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini dengan tegas, karena sesungguhnya alokasi asuransi dan investasi bukan berbentuk persentase.

Dalam hal ini ada tiga hal yang perlu dibedakan:

  1. Perbandingan antara alokasi asuransi dengan alokasi investasi. Tidak berbentuk persentase.
  2. Perbandingan antara alokasi investasi dengan biaya akuisisi. Berbentuk persentase.
  3. Perbandingan antara premi berkala dengan top up berkala. Bisa dipersentasekan.

Yang pertama, perbandingan antara alokasi asuransi dengan alokasi investasi bukan berbentuk persentase. Dalam unit-link, premi yang disetorkan memang akan dibagi ke dalam dua keranjang, yaitu keranjang asuransi dan keranjang investasi. Tapi perbandingannya bukan dalam bentuk persentase, karena keranjang asuransi sebetulnya terdiri dari berbagai macam biaya, yang meliputi biaya akuisisi, biaya administrasi, biaya asuransi (cost of insurance, tabarru dalam asuransi syariah), biaya pengelolaan investasi, dan biaya top up. Sedangkan alokasi investasi adalah sisa dari premi setelah dikurangi berbagai macam biaya tersebut.

Yang kedua, perbandingan antara alokasi investasi dengan biaya akuisisi memang berbentuk persentase. Yang perlu dipahami, biaya akuisisi hanyalah satu dari sejumlah biaya yang dikenakan di produk unit-link, jadi alokasi investasi di sini belum bersih karena masih dipotong biaya-biaya lain.

Sebagai contoh di Tapro Allianz, berapa persen biaya akuisisinya? Jawabannya: tahun pertama 75%, tahun kedua 40%, tahun ketiga 15%, tahun keempat 7,5%, dan tahun kelima 7,5%. Total 145%. Tahun keenam dan seterusnya tidak dikenakan lagi biaya akuisisi.

 

Tahun Biaya Akuisisi Investasi (belum dipotong biaya lain)
1 75% 25%
2 40% 60%
3 15% 85%
4 7,5% 92,5%
5 7,5% 92,5%
6 dst 0% 105,26%

 

Alokasi premi berkala setelah dipotong biaya akuisisi masuk ke investasi. Tapi bukan berarti porsi yang masuk ke investasi ini tidak dikenakan biaya apa-apa lagi.

Selain biaya akuisisi, ada beberapa biaya lagi yang selalu ada dalam produk unit-link. Dua di antaranya yang cukup signifikan untuk disebut adalah biaya administrasi dan biaya asuransi. (Selengkapnya biaya-biaya pada unit-link bisa dibaca di SINI).

  • Biaya administrasi. Dikenakan tiap bulan selama polis masih berlaku. Ada yang menggratiskan biaya administrasi tahun pertama.
  • Biaya asuransi (cost of insurance atau tabarru dalam asuransi syariah). Dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil (asuransi dasar maupun rider), sejak tahun pertama sampai masa proteksinya berakhir, selama polis masih berlaku.

Di sini, banyak nasabah bahkan agen yang salah paham dan belum bisa membedakan antara biaya akuisisi dengan biaya asuransi. Dikiranya biaya akuisisi itu sama dengan biaya asuransi dan setelah itu tidak ada biaya lagi.

Pemahaman seperti ini lalu dipakai untuk menjelaskan kenapa nilai investasi unit-link sangat kecil di tahun-tahun awal. Sering dikatakan, “Nilai investasi unit-link kecil di tahun-tahun awal karena masih kena banyak potongan untuk asuransinya. Nanti setelah lima tahun, premi seluruhnya masuk ke investasi.”

Yang jarang dijelaskan agen, setelah lima tahun, premi yang seluruhnya masuk ke investasi itu masih dikenakan potongan lagi untuk biaya administrasi dan biaya asuransi.

Jadi, apa perbedaan biaya akuisisi dengan biaya asuransi?

 

Biaya Akuisisi Biaya Asuransi (Tabarru)
Dikenakan di 5 tahun pertama (pada umumnya) Dikenakan sejak tahun pertama sampai masa proteksi berakhir selama polis masih berlaku
Dipotong dari premi berkala (tidak termasuk top up berkala) Dipotong dari nilai investasi
Fungsinya untuk biaya-biaya pembuatan polis serta komisi dan bonus agen Fungsinya untuk membiayai manfaat proteksi (uang pertanggungan asuransi dasar dan rider)
Berbentuk persentase, cenderung turun tiap tahun Sesuai tabel biaya asuransi, cenderung naik tiap tahun

 

Biaya akuisisi dipotong dari premi berkala (istilah lain: premi reguler, premi dasar, premi target, premi pokok). Selain premi berkala, ada tambahan premi yang disebut top up berkala (istilah lain: saver). Top up berkala hampir seluruhnya masuk ke investasi, hanya dipotong sedikit untuk biaya top up.

Perbandingan antara premi berkala dengan top up berkala bisa disajikan dalam bentuk persentase. Misalnya: setoran 1 juta per bulan, terdiri dari premi berkala 700 ribu dan top up berkala 300 ribu. Berarti persentase premi berkala 70% dan top up berkala 30%. Tapi ini bukan persentase antara asuransi dengan investasi, karena baik premi berkala maupun top up berkala dua-duanya diinvestasikan dan dari nilai investasi yang terbentuk akan dipotong biaya-biaya. Bedanya, premi berkala kena biaya akuisisi, top up berkala tidak kena biaya akuisisi.

Perbandingan antara premi berkala dan top up berkala bersifat fleksibel. Dari setoran 1 juta per bulan, bisa saja 100% merupakan premi berkala tanpa top up berkala, bisa 80% banding 20%, bisa 50% banding 50%, bahkan bisa saja premi berkala hanya 25% dan 75% merupakan top up berkala. Di sini tergantung ketentuan dari perusahaan asuransi, juga tergantung racikan agen, dan tergantung kebutuhan nasabah apakah ingin fokus di proteksi atau ingin fokus di investasi. Secara umum dapat dikatakan, jika ingin fokus di proteksi, perbesar premi berkala supaya manfaat proteksinya lebih besar. Jika ingin fokus di investasi, perbesar top up berkala dan harus rela manfaat proteksinya kecil saja.

***

Kembali ke pertanyaan di awal tulisan ini, “Berapa persen alokasi investasi dan asuransi?”

Jawaban saya: “Alokasi investasi sama dengan premi yang disetor dikurangi biaya-biaya yang dikenakan.”

Jadi, untuk mengetahui nilai investasi secara garis besar, hitung saja berapa total premi yang disetor dikurangi biaya-biaya yang timbul, lalu ditambah (atau dikurangi) hasil investasinya.

Contohnya, premi 1 juta per bulan. Pertama, cek berapa premi berkala dan berapa top up berkala untuk menghitung biaya akuisisinya. Lalu kurangilah dengan biaya akuisisi (dari premi berkala), biaya administrasi, biaya asuransi, biaya top up (atau selisih harga jual-beli unit pada unit-link yang menerapkan dual price), dan biaya pengelolaan investasi. Sisanya, itulah nilai investasi yang menjadi milik anda.

Jika tujuan anda untuk mendapatkan keuntungan investasi, tidak disarankan melalui unit-link karena potongan biayanya terlalu besar dibanding jika berinvestasi di instrumen investasi lain. Potongan biaya-biaya yang besar itu adalah untuk mendapatkan manfaat asuransinya serta upah untuk perusahaan dan agen. Unit-link bagaimana pun adalah produk asuransi, jadi ambillah dengan tujuan utama untuk mendapatkan manfaat asuransinya.

sumber: berapa-persen-alokasi-asuransi-dan-investasi/

Asuransi Penyakit Kritis UP 1 Miliar Mulai 300 Ribu Per Bulan

kompas-pasien-kanker-dan-keluarga-bangkrutSebuah survei yang dimuat di Harian Kompas menyebutkan bahwa 85% pasien kanker dan keluarga bangkrut. Mengapa? Karena saking besarnya biaya untuk pengobatan dan perawatan kanker, bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Bahkan para artis terkenal yang sepertinya banyak uang pun tak kebal dari kebangkrutan ketika terpaksa harus mengalami penyakit berat semacam kanker dan penyakit kritis lainnya. Ada yang harus menggelar konser musik untuk menggalang sumbangan, ada yang harus menjual rumah dan mobil, ada yang sampai bercerai dengan pasangan, bahkan ada yang saldo ATM-nya tinggal 37 ribu (tidak bisa ditarik sama sekali), plus masih dikejar-kejar penagih utang. (Baca di SINI).

Jika para artis saja bisa bangkrut, bagaimana dengan kita?

Jangan lupa, dampak penyakit kritis bukan hanya soal biaya berobat di rumah sakit, tapi juga bisa mengurangi kemampuan bekerja. Jika ini terjadi pada pencari nafkah dalam keluarga, berarti keluarga tsb kehilangan sumber penghasilan.

Nah, jika besok atau lusa dokter mendiagnosa suatu penyakit yang butuh biaya ratusan juta sampai miliaran, siapkah kita dan keluarga kita?

Jika akibat penyakit berat tersebut membuat kita kehilangan produktivitas dan penghasilan, siapkah kita dan keluarga kita? 

Solusi: Asuransi Penyakit Kritis dari Tapro Allianz

Jika belum siap, jangan khawatir. Ada solusinya dari Allianz, penyedia asuransi penyakit kritis terbaik dan termurah di Indonesia, melindungi hingga 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun. Syaratnya, anda mengambil program ini selagi masih sehat dan punya uang.

Dengan program ini, anda tidak perlu merogoh uang 1 miliar saat dibutuhkan, tapi cukup dengan mencicil mulai sekarang premi 300 ribu per bulan (tergantung usia dan jenis kelamin), maka anda telah menyiapkan uang tunai untuk biaya penyakit kritis sebesar 1 miliar.

Ada dua produk asuransi penyakit kritis yang disarankan. Keduanya merupakan rider (asuransi tambahan) pada produk asuransi jiwa unit-link Tapro Allisya Protection Plus. Anda boleh mengambil salah satu saja atau sekaligus dua-duanya.

  1. CI+: Menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut dengan masa perlindungan sd usia 70 tahun.
  2. CI100: Merupakan pengembangan dan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai tahap yang paling parah, bisa diambil mulai usia 5 tahun dengan maca perlindungan sd usia 100 tahun.

CI+ maupun CI100 memiliki masa tunggu 90 hari dari tanggal disetujuinya polis atau dari tanggal pemulihan polis. Jadi, waktu terbaik memiliki produk ini adalah 3 bulan yang lalu. Tapi jika sekarang masih sehat, semoga belum terlambat.

Tabel Premi Asuransi Penyakit Kritis

 tabel-premi-ci-1m-dengan-payor-benefit

tabel-premi-ci-1m-tanpa-payor-benefit

Catatan:

  • UP penyakit kritis (CI+ dan CI100) bisa diambil maksimal 5 kali UP jiwa. Jadi, untuk mendapatkan UP penyakit kritis 1 miliar, UP jiwanya minimal 200 juta.
  • Untuk melengkapi perlindungan, bisa ditambahkan rider Payor Benefit, yang memberikan pembebasan premi jika pembayar premi mengalami 1 dari 49 penyakit kritis atau cacat tetap total. Jadi, selain mendapat uang pertanggungan penyakit kritis sebesar 1 miliar, pembayaran polis juga dibebaskan sd usia 65 tahun.
  • Tabel premi di atas adalah untuk pria/wanita tidak merokok dan pekerjaannya tergolong tidak berisiko tinggi. Jika merokok (khusus CI100) atau pekerjaan berisiko (CI+ dan CI100), preminya akan lebih tinggi.

Kelebihan Asuransi Penyakit Kritis dari Allianz

  1. Menanggung hingga 100 kondisi penyakit kritis (Ci100)
  2. Menanggung mulai tahap awal (early stage) (Ci100)
  3. Masa perlindungan hingga usia 100 tahun (CI100)
  4. Klaim tidak mengurangi UP jiwa (CI+ dan CI100)
  5. Syarat survival period paling singkat. Tanpa survival period untuk CI+ dan 7 hari untuk CI100.
  6. Premi dan biaya asuransi paling murah dibanding produk sejenis di pasaran.
  7. UP penyakit kritis bisa diambil hingga 5 kali dari UP jiwa. Cocok untuk anak-anak, lajang, dan ibu rumah tangga yang secara teori tidak terlalu membutuhkan UP jiwa yang besar.

Ilustrasi Asuransi Penyakit Kritis

ilustrasi-ci100-1m-anak

Ilustrasi di atas adalah untuk anak usia 5 tahun. Selain CI100 UP 1M, polis juga dilengkapi UP jiwa sebesar 200 juta dan fasilitas bebas premi jika pembayar premi (ayah) mengalami 1 dari 49 penyakit kritis atau cacat tetap total.

Bagaimana dengan ayahnya?

Jika ayahnya usia 30 tahun, preminya cukup 400 ribu per bulan jika pakai CI+ (49 penyakit kritis) dan 600 ribu per bulan jika pakai CI100 (100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal) dengan nilai sebesar 1M. Selain itu dilengkapi UP jiwa 200 juta plus fasilitas bebas premi jika mengalami 1 dari 49 penyakit kritis atau cacat tetap total.

ilustrasi-ci-1m

ilustrasi-ci100-1m

Catatan:

  • Ilustrasi dibuat dengan memaksimalkan proteksi sehingga nilai investasinya minim.
  • Jika ingin nilai investasi lebih besar, disarankan menambahkan top up berkala, minimal 100 ribu per bulan, maksimal 3 kali premi berkala.

Info lebih lanjut hubungi:

Natanael, Financial Consultan PT. A.J. Allianz

HP/WA 08113436830

Tips dalam Berinvestasi

Di dalam Jurnal Allianz , 26 Sep 2016 dijelaskan bahwa tujuan dari berinvestasi pada umumnya untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. Dana yang disiapkan pun beragam mulai dari nominal ratusan ribu, hingga ratusan juta. Oleh karena berinvestasi merupakan hal yang penting karena menyangkut perencanaan finansial jangka panjang, kita perlu melakukannya dengan sebaik mungkin. Apa saja yang bisa dilakukan untuk berinvestasi dengan maksimal? Simak tips berikut ini yuk.

 

  1. Tentukan tujuan

Tentukan apa tujuan dari investasimu? Hal ini penting untuk kita memilih instrumen apa yang tepat sesuai jangka waktu, dan manfaatnya.

  1. Kenali profil risiko

Tiap orang memiliki profil risikonya masing-masing. Apakah itu agresif (bersedia menerima risiko yang paling tinggi dalam investasi), konservatif (memilih investasi yang paling kecil risikonya), atau moderat (memilih investasi dengan risiko yang lebih besar, namun cukup aman) .

  1. Kenali investasi Anda

Tak kenal maka tak sayang. Kalau kita sayang dengan uang yang akan kita alokasikan, pelajari dulu instrumen investasi yang ada. Sehingga bisa mengetahui mana yang cocok dengan kebutuhan dan profil risiko kita.

  1. Pantau kinerja investasi

Jika sudah menentukan pilhan dan mulai berinvestasi, jangan lupa untuk memantau perkembangannya. Hal ini agar kita bisa mengetahui momen yang tepat kapan saatnya mengembangkan investasi, ataupun menarik dana.

  1. Review berkala

Tinjau ulang kebutuhan masa depan kita. Seperti misalnya melihat perkembangan kondisi ekonomi, bertambahnya anggota keluarga, berlaih profesi, dan lain sebagainya.  Dengan begitu kita bisa mempertimbangkan, apakah investasi kita di masa mendatang sudah mencukupi? Atau perlu di tambah lagi.

Bagimana, mudahkan? Tunggu apalagi, yuk berinvestasi.

Hub Agen Allianz Life,

Natanael

HP/WA 08113436830

 

Continue reading

Perlindungan Asuransi Menjamin Kebahagiaan Anak dan Cucu Kita

Di dalam jurnal Allianz Indonesia, 12 May 2016 dijelaskan bahwa ketika memasuki usia pensiun, tentunya kita ingin menikmati sisa umur kita dengan menyenangkan, karena anak-anak kita sudah hidup mandiri dan memiliki keluarga kecil. Memiliki keluarga dengan anak dan cucu merupakan salah satu berkat terbesar dalam hidup kita.

Pada tahapan usia kehidupan ini kebutuhan asuransi jiwa tak hanya diperlukan untuk sekedar proteksi jiwa saja, tapi juga untuk tujuan tertentu. Manfaat asuransi jiwa ini untuk membiayai hari tua kita atau sebagai dana warisan kepada anak dan cucu tersayang. Merencanakan asuransi jiwa sebagai warisan pun tak kalah pentingnya, khususnya untuk kebahagiaan anak dan cucu kita.

Sebagian orang awam tidak tahu bahwa produk investasi dalam asuransi juga bisa digunakan untuk sebuah warisan. Bahkan sebenarnya asuransi adalah cara tercepat, mudah serta memberikan hasil yang besar jika digunakan sebagai warisan. Asuransi adalah cara yang paling efisien untuk mengelola keuangan agar dapat memberikan warisan yang cukup untuk anak dan cucu.

Ada beberapa perbedaan pandangan tentang perencanaan keuangan dan warisan Antara masyarakat maju dan Indonesia. Kebanyakan orang Indonesia mengumpulkan aset konvensional sebagai tabungan investasi dan warisan seperti rumah, properti, tanah, logam mulia, dan lainnya. Sedangkan di negara maju, banyak orang yang memiliki paper asset, contohnya seperti asuransi.

Warisan aset konvensional berupa properti atau bisnis tidak bisa dipecah begitu saja secara sama rata kepada semua ahli waris. Apabila perlu uang cash dan ingin mencairkan dana kadang perlu waktu dan biaya. Sedangkan papper assets jauh lebih mudah dan sederhana, karena bila terjadi risiko dan butuh dana segera, maka dana tersebut bisa langsung segera dicairkan.

Saat aset seseorang tidak bisa diwariskan kepada ahli waris secara merata, polis asuransi jiwa dapat membantu memecahkan masalah ini. Adanya warisan yang berasal dari Uang Pertanggungan (UP) dari asuransi jiwa, akan sangat membantu mewujudkan kebutuhan ataupun keinginan mereka, suatu saat. Maka dari itu, UP dari asuransi jiwa bisa digunakan untuk menggenapkan warisan pada salah satu pihak agar adil dan sesuai kehendak pemilik aset.

Jika kita memiliki produk asuransi unitlink, kita pasti memiliki dua potensi pendapatan yaitu uang pertanggungan dan hasil investasi. Selain UP dari asuransi jiwa yang diterima oleh ahli waris yaitu anak dan cucu, investasi yang telah kita kelola juga bisa dijadikan sebagai warisan. Jika kita sudah memiliki aset investasi dalam asuransi, maka hasil investasinya bisa dinikmati untuk anak dan cucu kita, atau bahkan mereka juga bisa meneruskan mengelola investasi yang kita miliki agar semakin berkembang dan mendapat manfaat yang maksimal.

Smartlink Flexi Account Plus dari Allianz Life Indonesia memberikan solusi untuk mewujudkan semua impian disaat kita berada disamping keluarga tercinta maupun ketika harus meninggalkan mereka. Program asuransi ini akan memberikan kenyamanan perlindungan jiwa dan hasil investasi yang maksimal.

Mari rencanakan warisan untuk kebahagiaan anak dan cucu kita dengan perlindungan jiwa yang maksimal dari Smartlink Flexi Account Plus.

Pembukaan rekening Allianz Life segera hubungi Agen Allianz Life Indonesia,

Natanael HP/WA 08113436830