Tag Archives: pensiun

“Bagaimanakah Cara Membahagiakan Orang Tua”

Apa yang menjadi tujuan hidup anda saat ini. Apa yang ingin anda capai saat ini? Apa yang anda cita citakan yang belum terwujud sampai dengan saat ini?

Jawaban yang paling banyak saya dengar adalah:

“Ingin membahagiakan orang tua”

Meskipun terdengar agak klise namun inilah jawaban yang paling banyak dilontarkan oleh orang orang meskipun sebenarnya masih banyak jawaban yang beragam lainnya karena setiap orang pasti punya impian yang berbeda. Ada yang jawabannya ingin punya rumah yang besar, atau ingin punya mobil sport yang keren, atau bisa juga ingin punya kapal pesiar yang mewah. Atau mungkin anda bercita cita untuk bisa keliling dunia..

Mungkin yang menjawab “ingin membahagiakan orang tua” itu juga sebenarnya dalam hati ingin memiliki juga semua hal yang saya sebutkan di atas mulai dari ingin punya rumah, mobil, kapal pesiar dan lain lain tapi karena malu mengungkapkan nya di depan umum, jadi dipilihlah jawaban yang paling manusiawi kedengarannya yaitu “ingin membahagiakan orang tua”.

Sudahkah kita mempersiapkan diri dan melakukan apa yang mesti dilakukan untuk dapat mencapai apa yang diimpikan dan di cita cita kan tersebut?

Bagaimana jika ingin membahagiakan dan menyenangkan orang tua, bagaimana caranya? Bisa dengan membawa mereka berwisata kemana mereka mau, memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan oleh orang tua, atau bisa juga memberikan sebuah rumah idaman di daerah yang nyaman dan asri dimana mereka dapat menikmati masa pensiun mereka dengan damai dan bahagia, atau bisa juga mengabulkan sesuatu hal yang memang menjadi cita cita orang tua kita yang belum terpenuhi, dan lain lain sebagai nya.

Karena butuh uang yang banyak, maka tentu pastinya anda mesti bekerja keras  untuk mencapai itu semua. Jika dalam kondisi normal, kita bekerja tentunya lambat laun, hasil kerja keras kita pasti akan membuahkan hasil. .

Tetapi jika takdir berkehendak lain, misalnya tiba tiba terjadi musibah atas diri kita seperti kecelakaan, terdiagnosa penyakit kritis atau bahkan yang paling ekstrim, meninggal dunia secara mendadak, apa yang akan terjadi? Padahal impian dan cita cita yang anda ingin gapai belum terlaksana misalnya ingin membahagiakan orang orang di sekitar kita seperti orang tua kita.

Yang ada justru kita menambah beban stress orang tua karena kita tertimpa musibah. Namun siapa yang bisa menerka dan menebak jika kemalangan hadir dalam hidup kita. Bukan salah kita kan jika tiba tiba kita tertimpa kemalangan. Mungkin ini sudah takdir dan nasib kita.

Jika usia kita panjang, kita mungkin bisa sempat menjadi orang yang berhasil. Begitu kita berhasil, kita memiliki kesempatan untuk membahagiakan orang tua kita. Bahkan tanpa memberikan mereka materi apa apa saja, saya yakin orang tua kita sudah merasa sangat bahagia melihat keberhasilan yang berhasil kita raih. Itu sudah menjadi hadiah terindah bagi hidup mereka pastinya.

Tetapi bagaimana jika di saat kita belum berhasil, kemalangan lebih dulu datang menimpa hidup kita? Bagaimana jika dalam perjalanan kita dalam menggapai mimpi2 yang kita idam idamkan ternyata terjadi suatu hal yang di luar kuasa kita yang menyebabkan kita tidak dapat bekerja lagi? Bahkan yang lebih tragis lagi meninggalkan orang orang yang kita cintai termasuk orang tua kita untuk selama lama nya.

Hal ini bisa membuat orang tua kita sangat terpukup pastinya. Apalagi jika kita adalah anak satu satunya yang menjadi harapan mereka di saat mereka sudah tua dan pensiun nantinya. Bagaimana nasih orang tua kita jika selama ini kitalah yang menjadi penopang finansial dalam keluarga karena mereka sudah pensiun dan sudah tidak bekerja lagi? Boro boro mengatakan mau membahagiakan orang tua, jika sudah kejadian seperti ini, bahkan malah membuat mereka sedih. Padahal kita bukan sengaja ingin membuat mereka sedih. Tapi, apa mau dikata? Takdir mau dilawan?

Namun ada satu hal yang dapat kita lakukan untuk mengendalikan agar dampak dari kemalangan atau musibah itu tidak terlampau besar sampai mengganggu dan mengusik orang orang di sekitar kita seperti orang tua kita atau mungkin istri dan anak kita (jika kita telah berumah tangga).

Belilah asuransi Tapro Allianz. Jangan berikan beban hidup orang tua kita semakin berat. kehilangan kita, sebagai anak yang paling disayang sudah merupakan sebuah pukulan berat bagi mereka, bagaimana mungkin kita tega membiarkan masalah kita yang belum terselesaikan semasa kita hidup menjadi beban dan masalah baru yang harus mereka pikul lagi.

Bagaimana mungkin kita tega meninggal kan mereka untuk selama lamanya tanpa memberikan sesuatu untuk mereka dapat menjalani hidup dengan layak tanpa kita di tengah tengah mereka? Bukankah tujuan kita yang mulia tadinya ingin membahagiakan mereka?

Ingat, usia mereka juga sudah tidak muda lagi, tidak produktif lagi untuk bekerja. Kepada siapa anda mau menitipkan orang tua anda nantinya jikalau terjadi apa apa dengan diri anda? Kepada siapa mereka harus menggantungkan hidup nantinya padahal anda merupakan satu satu nya harapan mereka di masa tua?

Karena itu lindungilah diri anda dengan Asuransi Tapro Allianz. Jangan biarkan penyesalan datang terlambat. Kita jelas tidak akan pernah tahu batas hidup yang dipunya. Tapi selagi masih ada waktu tersisa, bahagiakanlah mereka sebaik yang kita bisa.

Orangtua jelas tidak akan menuntut banyak dari anaknya. Di hari tua, hal yang paling mereka inginkan adalah topangan menjalani sisa hari yang dipunya. Perhatian dan kasih sayang yang kamu berikan akan jadi bentuk balasan yang paling dirindukan. Mengusap punggung ibumu yang sedang batuk karena kesehatan yang menurun atau sekedar mendengar cerita masa muda ayah sudah cukup membuat mereka tersenyum.

Untuk itu selagi masih ada waktu dan kesempatan, cobalah untuk lebih banyak mengukir bahagia di wajah yang semakin menua itu. Begitu juga jika hari terakhir mereka datang kamu tidak akan pernah menyesal karena belum sempat membahagiakan ayah dan ibumu. Kita tidak pernah tahu, mereka atau kita yang akan lebih dulu dipanggil untuk meninggalkan dunia ini.

Untuk itu, mari buatlah mereka bahagia dan selalu merasa aman selagi masih ada masa tersisa. Beli asuransi Tapro Allianz sekarang juga.

Konsultasi hubungi: Natanael HP 08113436830

Cara Menghadapi Pensiun dengan Bahagia

Kepada Bapak-bapak atau Ibu-ibu yang telah berumur di atas 55 tahun, sudah pensiun dari pekerjaan utama, biaya hidup dan kesehatan terjamin, semua anak sudah mandiri dan berhasil, aset dan investasi sudah banyak, serta masih sehat wal afiat, saya ingin bertanya: “Masih adakah cita-cita yang belum tercapai?”

Oke, saya perjelas lagi. Tentu bukan lagi cita-cita material-duniawi yang saya tanyakan kepada Bapak/Ibu, dan saya yakin bukan itu yang ingin Bapak/Ibu kejar. Yang saya maksud adalah cita-cita yang bersifat profetik (spiritual-sosial-kemanusiaan).

Untuk memperjelasnya, saya ingin Bapak/Ibu coba membandingkan dengan cita-cita profetik saya, yang saat ini berumur awal 30-an tahun. Saya ingin:

  • Mempunyai 100 anak, 98 di antaranya anak angkat
  • Membangun sekolah murah/gratis untuk orang miskin
  • Memberikan beasiswa untuk sebanyak mungkin siswa/mahasiswa tidak mampu
  • Mendirikan lembaga keuangan untuk membantu permodalan para pengusaha kecil (seperti dilakukan Muhammad Yunus di Bangladesh dengan Grameen Bank-nya).
  • Membantu penerbitan dan penyebarluasan gagasan-gagasan yang bermanfaat untuk kemanusiaan.
  • Mewakafkan tanah untuk pekuburan sekaligus menjadi taman tempat tumbuhnya pepohonan.

Sebagian besar cita-cita ini tergolong amal jariyah, yang pahalanya akan terus mengalir selama manfaatnya masih dirasakan oleh sesama manusia.

Tapi semua cita-cita tersebut membutuhkan dana untuk mewujudkannya, meskipun dana bukan satu-satunya. Saya membayangkan, seandainya saya punya uang miliaran rupiah, satu atau beberapa cita-cita di atas sudah bisa saya wujudkan sekarang juga.

Bapak/Ibu mungkin punya cita-cita profetik yang berbeda dengan saya, tapi saya yakin punya. Nah, saya bisa membantu Bapak/Ibu mewujudkan cita-cita tersebut. Kalaupun bukan di dunia ini, minimal ketika Bapak/Ibu sudah pindah ke alam kekal.

Bagaimana caranya?

Ya, tak salah lagi, dengan mengikuti program asuransi jiwa seumur hidup.

Kalau Bapak/Ibu bertanya kepada perencana keuangan, apakah masih perlu asuransi jiwa di usia setua ini, mereka akan menjawab tidak. Tapi saya maklum, karena mereka hanya bicara tentang asuransi sebagai kebutuhan dasar.

Saya ingin mengajak Bapak/Ibu membawa misi hidup ke tataran yang lebih tinggi, melintasi dunia fana. Jika ada yang pantas dikejar pada usia lanjut, maka itu adalah bekal perbuatan baik yang akan melapangkan kuburan kita.

Baiklah, saya tidak berpanjang kata lagi. Saya mulai dengan sebuah contoh. Misalnya Bapak/Ibu punya uang nganggur 1 miliar, ada banyak hal bisa dilakukan, antara lain:

  • Memberikan pinjaman kepada 100 pengusaha kecil, masing-masing 10 juta.
  • Memberikan beasiswa 1 juta per bulan kepada 10-20 mahasiswa hingga lulus kuliah.
  • Mendirikan sebuah masjid, atau melemparkan uang “pecahan 100 juta” kepada 10 panitia pembangunan masjid yang kerap meminta sumbangan di jalan raya.
  • Membangun sebuah gedung sekolah, atau membantu membangun kembali puluhan sekolah yang hampir ambruk.
  • Mendirikan panti asuhan untuk anak-anak jalanan
  • Memodali pembangunan klinik kesehatan untuk kaum duafa
  • Membangun akses jalan di kampung sepanjang 5-10 kilometer.
  • Membeli sebidang tanah untuk menjadi taman ataupun sarana olahraga masyarakat umum.
  • Dan lain-lain.

Tapi jika saat ini uang nganggur 1 miliar tersebut belum tersedia, Bapak/Ibu bisa mengumpulkannya sedikit demi sedikit. Jika Bapak/Ibu bisa menabung atau berinvestasi 5 juta per bulan, uang 1 miliar bisa dicapai dalam waktu kurang-lebih 15 -18 tahun. Cukup lama, tapi tak ada salahnya dilakukan. Jika menabung 10 juta per bulan, uang 1 miliar bisa diperoleh dalam waktu sekitar 8 tahun.

Tapi ada cara yang jauh lebih cepat dan lebih murah, yaitu melalui program asuransi jiwa dari Allianz Life. Dalam waktu 1 bulan saja, uang 1 miliar sudah siap digunakan. Karena ini asuransi jiwa, maka ada syaratnya, yaitu meninggal dulu. Tapi saya harap ini bukan masalah, karena toh niatnya untuk menambah bekal perjalanan di alam keabadian.

Jadi, berapa biayanya untuk mendapatkan dana abadi 1 miliar?

Saya akan berikan beberapa contoh, dimulai dari usia masuk 55 tahun, ketika Bapak/Ibu kemungkinan baru saja mengambil pensiun. Program ini bernama Allisya Protection Plus (Tapro Allisya). Maksimum usia masuk 70 tahun.

Tabel di atas adalah premi standar jika tidak dikenakan loading (tambahan biaya asuransi). Mahal? Relatif. Tapi cita-cita profetik Bapak/Ibu jauh lebih besar ketimbang cicilan ini.

Cita-cita profetik Bapak/Ibu mungkin membutuhkan dana yang lebih besar. Tak masalah. Jika ingin dana abadi 10 miliar, premi dikalikan 10. Atau mungkin tak usah sebesar itu. oke juga. Untuk dana abadi 100 juta, premi dibagi 10.

Tambahan lagi, sebagian premi yang disetorkan akan diinvestasikan, sehingga jika Bapak/Ibu berumur panjang, hasil investasinya akan kembali kepada Bapak/Ibu dan tetap bisa digunakan untuk mewujudkan cita-cita profetik apa pun yang belum kesampaian.

Jika tulisan ini kebetulan dibaca oleh Bapak/Ibu, silakan renungkan pesan ini. Jika tulisan ini dibaca oleh orang-orang yang lebih muda, silakan sampaikan pemikiran ini kepada orangtua anda.

Demikian.

Salam selalu untuk Bapak/Ibu yang membaca pesan ini. Semoga bermanfaat.

Info, Natanael agen Eksekutif Allianz Life

HP 08113436830 / email: natanael.albertus@gmail.com

Ingin Mulai Berbisnis tapi Takut Rugi?

Jika ada solusi berbisnis dengan modal kecil, resiko kecil, namun memiliki hasil maksimal, apakah anda akan mau menjalankannya?

Saya akan membagikan suatu program yang baru dan unik dan banyak menciptakan para milyader baru setiap tahun. Hanya dalam waktu 3 tahun akan mendapatkan income milyaran. Kami menyebutnya dengan The Wave New Business Trend.

Bayangkan diri anda lima tahun dari sekarang.

Jika kesuksesan, berpenghasilan 1 Milyar dalam waktu 3 tahun adalah keinginan anda, maka program bisnis ini memang cocok untuk anda.

Modal di bisnis ini hanya Rp 300.000

Tidak ada resiko dan tidak perlu pengalaman.

Di bisnis ini kita melakukan see system yaitu:

1. Simple

2. Easy

3. Efektif

Sistem ini sangat mudah dilakukan. Kita hanya menabung kemudian menceritakan tentang manfaat atau alasan mengapa kita menabung di TAPRO. Hanya itu, tidak ada yang lain.

Ingin lebih jelas hubungi

Consultan Finansial

Natanael

HP/WA 08113436830

PIN: 54A7F03B