Tag Archives: pentingnya Allianz.

Kenapa Menunda Membeli Asuransi

Tung Desem Waringin: “Kenapa Orang Menunda Membeli Asuransi?”

Tanya:

Pak Tung, saya Didik dari Palangkaraya. Saya datang hari ini spesial untuk acara ini. Kebetulan saya di bidang asuransi, saya sering ketemu nasabah-nasabah yang dia tahu persis sebenarnya asuransi itu penting, dia tahu biaya kesehatan itu mahal, tapi menunda-nunda, nanti ya nanti ya. Ada saran gak dari Bapak untuk kami yang bekerja di bidang asuransi, apa yang bisa kami sampaikan kepada para nasabah yang sebenarnya sangat tahu tentang pentingnya asuransi?

Jawab TDW:

Begini bapak-ibu, kalau ini saya ingat kisah pribadi saya. Saya dulu juga menunda-nunda asuransi. Ternyata begini, orang menunda karena dia merasa untungnya buat dia tidak jelas. Saya untungnya apa, saya kan asuransi keluar terus nih. Lalu untungnya apa? Nanti kalau mati, kan gak enak.

Tapi satu hari saya gabung asuransi karena agen asuransinya sakti mandraguna. Pada waktu itu saya tunda tunda, tapi orangnya ulet sekali. Padahal telepon sudah saya persulit, tetap dia datang lagi. Dia tanya kapan saya kosong, wah saya tidak tahu kosongnya kapan. Satu hari dia nongol di rumah saya, wah ini mesti karyawan saya yang bocorin. Saya bilang, sori ya sekarang ini waktu untuk keluarga. Dia tetep oke, tetep baik, dia tangguh.

Dan karena saya gak enak hati, lama-lama saya nerima juga. Saya heran. Saya itu kalau ada orang yang dahsyat tangguh, saya jadi kepengen tahu kenapa kok tangguh. Kenapa sih, kalau orang lain saya tolak satu kali dua kali, anda terus menerus dahsyat luar biasa?

Dia langsung cerita. Pak Tung, saya dulu juga gak setangguh ini. Tapi hari ini saya tangguh karena kenapa? Satu hari pada waktu saya mau nawarkan asuransi juga, hampir close, saya merasa bahwa orang ini penting, bahwa dia harus punya asuransi, ternyata orang ini sibuk jadi gak bisa ketemu. Pada waktu itu sudah hampir ya, tapi dia sibuk lagi dan sibuk lagi. Akhirnya saya merasa gak enak hati, saya jadi lupa untuk tangguh, saya gembos, saya pikir nanti kalau butuh dia akan telpon sendiri, dan ini orang adalah saudara saya.

Ternyata dia tabrakan dan meninggal dunia. Ini sodara pak. Waktu saya datang, saya kecewa pak. Saya nangis lebih kenceng dari istrinya. Kenapa? Karena saya datang hanya membawa ucapan duka dan bunga doang. Mestinya saya datang harus ngasih dia 2 miliar.

Mulai hari itu saya janji pada diri saya sendiri, bahwa kalau saya merasa bahwa yang saya jual ini penting, saya harus sungguh-sungguh, saya tidak mau menunda-nunda, saya akan ketemu, kalau akhirnya dia nolak ya terserah dia. Akan saya usahakan terus, akan saya uber, karena saya tahu bahwa ini penting untuk dia. Nah, kalau saya melihat Pak Tung, Pak Tung ini mirip saudara saya.

Cilaka gak bapak ibu?

Ternyata begini lho bapak ibu. Orang menunda karena tidak jelas untungnya tidak tahu ruginya. Ketika orang tahu ruginya, aduh kalau aku nunda-nunda, something happen, mestinya anak istri saya bisa menerima banyak ternyata enggak, itu sangat painful.

Manusia itu otaknya mencari nikmat menghindari sengsara. Kalau tidak jelas nikmatnya, actionnya (pun tertunda). Tapi sayangnya 80% motivasi datang karena menghindari sengsara. Oo kalau anda gini dapat sekian sekian, anda gak peduli. Tapi kalau mendadak anda meninggal, keluarga anda gak dapat apa-apa cuma dapat karangan bunga, lha itu bapak-ibu. Langsung saya eksekusi, sini mana tanda tangan! []

Artikel bisa dibaca juga di https://myallisya.com/2018/06/04/tung-desem-waringin-kenapa-orang-menunda-membeli-asuransi/

Alasan Mengapa Mengambil Polis Asuransi

 

Pertanyaannya, kenapa ada sebagian orang mengambil sejumlah polis asuransi? Setidaknya karena 3 hal:

  1. Orang tersebut tidak mau merepotkan orang lain
  2. Orang tersebut tidak rela kerja keranya sia-sia
  3. Orang tersebut tidak mau keluarganya terlantar

Orang yang tidak punya asuransi sangat mungkin mengalami tiga hal di atas.

  1. Merepotkan Orang

Jika ada teman atau saudara anda sakit dan dia pinjam uang kepada anda, apakah anda akan langsung meminjaminya uang atau berpikir dulu cukup panjang? Jawablah dengan jujur. Jika anda akhirnya meminjaminya uang, berapa banyak yang bisa anda keluarkan? Jika bantuan dari anda tidak cukup, tidakkah dia akan minta bantuan ke orang lain lagi?

Bagaimana jika yang terpaksa harus meminjam uang itu anda?

Di sini kita butuh asuransi kesehatan untuk rawat inap. Dengan memiliki asuransi kesehatan, kita bukan saja sudah berupaya untuk tidak merepotkan orang lain di kala kita sakit, tapi juga membantu banyak orang yang ikut asuransi ini untuk sama-sama tidak merepotkan teman atau keluarganya di kala sakit.

  1. Kerja Keras Sia-sia

Jika orang itu sakitnya sangat berat dan membutuhkan biaya sangat besar, contoh kena kanker atau stroke, dia mungkin tidak akan merepotkan anda lagi karena percuma saja. Tapi tidakkah aset-aset yang dia miliki, seperti perhiasan, kendaraan, dan rumah, bisa habis dijual atau digadaikan?

Apakah mudah mengumpulkan aset? Tidak mudah, butuh kerja keras dan juga butuh waktu.

Apakah mudah menghabiskan aset? Sangat mudah dan bisa terjadi dalam sekejap.

Di sini kita butuh asuransi penyakit kritis. Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, kita bukan saja melindungi aset-aset yang kita miliki, tapi juga melindungi aset-aset orang-orang lain yang ikut asuransi seperti kita.

  1. Keluarga terlantar

Jika orang itu tidak bisa bekerja lagi karena sakitnya tidak sembuh, atau bahkan meninggal dunia, dan dia selama ini adalah pencari nafkah dalam keluarga, selanjutnya siapa yang memberikan nafkah bagi keluarganya?

Kenapa agama sangat menganjurkan kita menyantuni anak yatim? Karena anak yatim tidak punya ayah yang memberinya nafkah – dan perhatian.

Di sini kita butuh asuransi jiwa. Dengan ikut asuransi jiwa, kita bukan saja melindungi anak-anak kita, tapi juga anak-anak orang-orang lain yang menjadi peserta asuransi jiwa seperti kita.

Rekomendasi asuransi jiwa, klik di “Tapro Allisya Protection Plus“.

Jadi, apakah anda:

  • Suka merepotkan orang lain?
  • Rela kerja keras anda sia-sia?
  • Mau keluarga anda terlantar?

Jika tidak, ambillah asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, dan asuransi jiwa sekarang juga.

Selain itu, sebetulnya bisa ditambahkan beberapa alasan lain.

4.  tidak mau terjerembab ke dalam riba.

Kok riba? Ya, kalau saya butuh uang tapi tak ada teman atau saudara yang bisa membantu, paling mudah adalah cari pinjaman yang ada ribanya. Mungkin gesek kartu kredit, KTA (kredit tanpa agunan), atau gadai BPKB 1 jam cair.

5. tidak mau mati meninggalkan utang.

Jika kita meninggal dunia dengan meninggalkan utang, dan keluarga kita tidak mampu melunasi, maka sampai di akhirat pun utang tsb tetap wajib dibayar. Dibayar dengan apa? Dengan amal baik, itu pun jika ada.

Mungkin saat ini anda tidak punya utang dan bertekad tidak akan berutang kepada siapa pun. Tapi jika mengalami sakit berat, mungkin saja tekad itu harus dibatalkan.

6. tidak mau terhina di hadapan manusia. 

Biarlah kita terhina di hadapan Tuhan, karena memang demikian adanya, tapi janganlah kita sampai terhina di hadapan manusia. Bilamana itu terjadi? Jika kita punya utang dan tidak mampu melunasinya sehingga terpaksa harus sembunyi karena dikejar-kejar penagih utang. Bahkan dengan meminjam uang saja, itu sudah membuat kita berposisi lebih rendah dibandingkan orang yang kita pinjami uang.

sumber; myallisya.com/2017/08/23/3-alasan-kenapa-saya-ambil-asuransi/

 

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, anda bisa menghubungi:

Natanael HP/WA 08113436830

email: natanae;