Tag Archives: pentingnya asuransi

Pilih Meninggal Lebih Bermakna atau Meninggal Tidak Bermakna

Dalam sebuah seminar saya pernah mendengar bahwa kehidupan kita dimulai dari Kelahiran dan diakhiri Kematian. Di tengah-tengah Kelahiran dan Kematian ada huruf C (Choice) atau pilihan. Itulah hidup, sejak lahir hingga kematian, kita diharapkan berbagai pilihan. Begitu juga saat kita diberi pilihan mau beli asuransi atau tidak.

Mau meninggal secara bermakna tau tidak. Itu juga pilihan kita.

Si Ayah yang bijaksana pasti berpesan pada anaknya, “Nak, kamu tahu kondisi ayah saat ini. Kata dokter umur ayah sudah tidak lama lagi. Sebagai anak sulung tolong kamu jaga ibu dan adik-adikmu. Kamu tidak usah kuatir masalah biaya rumah sakit karena Ayah sudah punya asuransi penyakit kritis. Selain itu juga sudah ambil asuransi warisan. Tolong kamu hubungi agen asuransi Allianz sahabat Ayah jika terjadi sesuatu dengan ayah. Dengan uang hasil warisan dari asuransi jiwa, ayah nantinya bisa dimanfaatkan untuk modal usaha apabila ibumu dan kamu mau membuka usaha untuk membiayai keperluan hidup kalian nanti setelah ayah pergi. Bahkan uang warisan dan asuransi jiwa Allianz ini juga lebih cukup untuk biaya pendidikanmu juga adik-adikmu sampai lulus dan menjadi sarjana.”

Betapa terharunya anaknya mendengar kalimat ayahnya yang baik itu. Inilah yang dinamakan Kebermaknaan hidup sampai kematian.

Jadi jika ikut asuransi kita tidak perlu kuatir terhadap biaya keuangan hidup.

Ingin mendaftar asuransi jiwa Allianz dengan premi murah dan dapat warisan besar hubungi saya,

Natanael HP/WA 08113436830

Agen asuransi Allianz Berlisensi

Kasus-Kasus Bagi yang Berumur Pendek

Di lingkungan sosial sekitar, saya melihat bahwa dalam hal kesiapan finansial, banyak orang yang tidak mempersiapkannya denhan sungguh-sungguh. Ada banyak kasus keluarga yang ditinggal mati oleh kepala keluarganya, kehidupan keuangannya menjadi kacau dan tergantung pada uang pensiun setiap bulan yang jumlahnya tidak seberapa.

Kita tidak bisa memprediksi umur manusia. Tidak pandang beriman maupun tidak beriman, laki – laki atau perempuan, kaya maupun miskin, tinggal di kota maupun di desa, memiliki polis asuransi atau tidak, tidak ada yang dapat menghindari dari resiko meninggal pada umur pendek. Terlebih lagi pola makan dsn kerusskan lingkungan telah ikut ambil bagian dalam memperpendek usia manusia.

Bandingkan, kaum lansia di desa masih bekerja di sawah kendati usia 70 tahun. Namun, di kota besar, orang baru berusia 60 tahun saja sudah sakit-sakitan.

Saya punya teman yang meninggal dunia selesai berolahraga. Beliau meninggalkan seorang istri dan tiga anak laki2. Pihak gereja hanya bisa menyantuni sebesar Rp 2 juta. Selebihnya, rekan-rekan mengumpulkan sumbangan ala kadarnya dan hanya bisa sekali sesaat setelah yang berssngkutan dikuburkan. Selebihnya, kami hanya bisa mendoakan.

Di komplek tempat tinggal saya, setiap warga yang meninggal hanya mendapat santunan sebesar Rp200 ribu. Gaji para pegawai sipil dipotong Rp20.000 untuk membayar premi asuransi yang uang santunannya tidak mencapai Rp3 juta.

Seorang rekan saya yang lain meninggal di rumah sakit karena kanker juga memperoleh santunan yang tidak banyak. Ada juga yang cukup memprihatinkan, yakni teman saya yang berdomisili Tangerang meninggal di runah sakit, selain tidak meninggalkan polis asuransi, keluarga juga harys menyelesaikan biaya rumah sakit yang mahal.

Seorang rekan lain yang bekerja di kantor pemerintah meninggal dalam usia muda, hanya meninggalkan polis Asuransi Jiwa Bersama yang jumlahnya tidak seberapa untuk melunasi hutangnya di sebuah Bank. Selebihnya, anak yang ditinggalkannta, yang memasuki usia sekolah, hanya bisa mengharapkan santunan dari kakek dan neneknya.

Jika kepala keluarga si pencari nafkah meninggal pada usia muda, beberapa kemungkinan yang terjadi:

– Hilangnya sumber mata pencaharian keluarga.

– Istri harus bekerja menggantikan tugas suami, akibatnya perhatian terhadap perkembangan anak jadi berkurang.

Solusi mengatasi hal tersebut adalah segera ambil polis asuransi dengan program Uang Pertanggungan yang bisa membayar hutang dan bisa sebagai modal hidup istri serta anak kita.

Uang Pertanggungan yang ditawarkan, misal asuransi Allianz mulai Rp1 Milliar. Berapa preminya yang harus dibayar? Premi besarnya tergantung usia. Usia muda premi lebih murah daripada ikut saat usia sudah tua.

Kesimpulannya,

– Kematian tidak memandang usia.

– Kematian pencari nafkah tidak saja menghentikan penghasilan keluarga, tetapi juga menimbulkan dampak lain.

– Asuransi jiwa tidak menggantikan jiwa orang yang diasuransikan tetapi menggantikan penghasilan yang hilang dari tertanggung.

Info pembukaan polis Asuransi Jiwa hubungi saya,

Natanael Konsultan Asuransi Allianz Life tinggal di Surabaya dan Sidoarjo,

HP/WA 08113436830

email. natanael.albertus@gmail.com

Kalau Urusan Asuransi, Tanya Saja Sama Suami Saya

Berikut adalah video penjelasan dari seorang agen asuransi dan MDRT di Indonesia.

Banyak wanita berkata, kalau urusan asuransi, tanya saja sama suami saya. Pendapat seorang wanita tersebut kurang tepat karena wanita harus punya kepentingan untuk membeli asuransi jiwa untuk suaminya.

Ada tiga alasan.

  1. Harapan hidup bagi wanita adalah lebih lama dibandingkan pria. Secara statistik, usia harapan hidup bagi wanita di Indonesia adalah 73 tahun. Sedangkan harapan hidup bagi pria adalah 68 tahun.
  2. Biasanya pencari nafkah utama adalah pria. Jika pencari nafkah satu-satunya tiada, maka sama sekali tidak ada sumber penghasilan bagi keluarga.
  3. Secara umum seorang janda jarang menikah kembali. Tidak mudah bagi wanita untuk memiliki keinginan mencari suami yang baru. Wanita tidak mudah mencintai pria lain. Dengan kondisi ini, tentunya harus ditopang dengan keuangan yang cukup.

Jadi sekarang, khusus para istri, harus lebih sadar tentang perlunya membeli asuransi jiwa untuk suami, karena sesungguhnya asuransi jiwa dibeli untuk melindungi istri dan anak-anak yang dicintai.

Asuransi jiwa seperti apa yang harus dimiliki? Silahkan konsultasikan ke saya. Saya bantu memberikan saran dan proposal polis asuransi untuk anda.

Untuk konsultasi hubungi saya:

Natanael (Agen Asuransi Jiwa dan Kesehatan Allianz berlisensi)

HP/WA 08113436830 email: natanael.albertus@gmail.com

Premi 200rb/bulan, TOTAL UP 500 Juta! Dahsyat!

Sebelum saya menjelaskan lebih jauh tentang judul di atas yakni premi Rp200rb perbulan bisa dapat total UP Rp 500jt. Terlebih dahulu saya akan jelaskan tentang apa itu asuransi? Karena masih belum banyak yang memahami tentang asuransi.

Asuransi adalah tabungan untuk masa depan. Asuransi adalah warisan uang cash. Asuransi adalah proteksi sakit kritis, saat seseorang terdiagnosa penyakit kritis, akan menerima uang cash.

Perhatikan contoh kasus ini:

screen-shot-2017-01-19-at-7-49-23-am
Polis dengan premi 300rb per bulan.

Bapak berinisial B menabung secara rutin di Asuransi Allianz Rp 300rb per bulan, apabila sehat Bapak B akan memiliki dana masa depan. Namun kenyataan berkata lain, Bapak B ternyata tidak sehat dan mengalami Penyakit Gagal Ginjal.

Cair dana tunai 216 Juta ke rekening Bapak B, sehingga Bapak B dapat menggunakan uang tersebut untuk berobat maupun kebutuhan hidupnya.

Bapak B menggunakan fasilitas Asuransi Kesehatan BPJS untuk berobat, sehingga uang tunai 216 Juta ini dia pakai untuk kebutuhan hidupnya.

Contoh kedua:

screen-shot-2017-01-19-at-7-49-30-am
Premi 1 Juta per bulan + Proteksi 500 Juta.

Bapak O menabung 1 Juta per bulan di Allianz. Tanpa berharap sakit, Bapak O terus menabung hingga 10 tahun. Namun di tahun ke 10 tersebut, Bapak O terkena kanker tenggorokan, yang membutuhkan biaya sangat besar.

Walaupun Bapak O baru menabung 10 tahun ( 1 Juta x 12 bulan x 10 tahun = 120 Juta uang yang ditabung ), tidak jadi masalah, karena Uang Proteksi 500 Juta sudah ready kapanpun dibutuhkan (mulai dari hari ke 91 menabung)

 

Contoh ketiga:

screen-shot-2017-01-19-at-7-49-36-am
Premi 500rb + 500rb, Uang Cash 1 M.

Memiliki beberapa polis sekaligus boleh saja, karena dapat klaim secara bersamaan.

Seperti contoh polis milik anak dari Bapak F ini. Bapak F sayang anak, sehingga dia menabungkan 500rb x 2 per bulan, total menabung 1 Juta per bulan untuk anaknya. Dengan harapan nanti ada uang untuk anaknya kuliah.

Namun selang beberapa tahun kemudian ada resiko Tumor Otak pada si anak. Bersyukur sudah tersedia Uang Cash 1 Milyar. Langsung masuk ke rekening Bapak F. Sehingga dapat dipakai untuk berobat si anak. Bahkan cukup untuk biaya sekolah si anak.

Untuk direnungkan

screen-shot-2017-01-19-at-7-49-44-am
Tanya pada istri Anda. Tanya pada suami Anda. Tanya pada anak Anda. Tanya pada orang tua Anda.

Tanya mereka : Mana yang mereka pilih, di-Waris-kan UANG CASH 1 Milyar atau di-Waris-kan HUTANG ?

Kalau sudah dapat jawabannya, sekarang jawab pertanyaan ini.

screen-shot-2017-01-19-at-7-49-51-am

 

Tanya diri sendiri : Pilih mana apabila Sakit, Mendapat UANG CASH 1M 

atau JUAL HARTA ?

Kalau Anda sudah menjawab. Silakan Anda siapkan TABUNGAN + WARISAN + PROTEKSI UANG CASH 1M di Allianz.

 

34
Bukti Pembayaran Klaim Proteksi Sakit Kritis Rp 5 Milyar

Allianz memberikan Proteksi terbesar, terlengkap, terbaik.

Tanya pada diri sendiri : Apakah sangat membantu apabila terjadi resiko sakit kritis diberikan uang oleh Allianz 5 Milyar rupiah ?

screenshot_2016-01-05-23-33-20-1
Bukti pembayaran klaim sakit kritis 1 Milyar.

Kalau Anda merasa tabungan ini dapat membantu Anda dan keluarga, Anda boleh menanyakan ke saya GRATIS. Mari kita bantu teman-teman dan saudara-saudara lainnya, keluarga Indonesia agar bisa terhindar dari keterpurukan ekonomi akibat resiko kehidupan sakit kritis.

Bagi saya yang terpenting ialah Uang Cash 1 Milyar

Setelah kita mengerti asuransi pada penjelasan di atas, maka saatnya kita menentukan, mau menabung berapa.

Besaran premi (jumlah tabungan rutin) tergantung dari kapasitas masing-masing orang.

Banyak generasi muda (usia 20-30 tahun) yang belum memiliki kemampuan menabung dalam nominal besar.

Oleh karena itu, Allianz sangat mengerti Anda.

Dengan menyisihkan kurang dari Rp 7.000 per hari, Anda sudah dapat memiliki proteksi hingga 500 Juta + tabungan masa depan.

Premi 200rb usia 20th.PNG

 

Perhatikan gambar ilustrasi diatas.

Seorang muda berusia 23 tahun menabung Rp 200.000,-/bln di TAPRO Allianz. Dengan program TAPRO ini, sudah otomatis tersedia Tabungan Masa Depan + Proteksi atas Resiko (Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Total, Meninggal Dunia)

Jadi, bagi Anda yang masih mahasiswa namun Anda peduli dengan Masa Depan Anda. Maka program TAPRO ini sangat cocok untuk Anda.

Mengapa demikian?

Karena, kalau dibandingkan dengan menabung secara pribadi, yang didapatkan hanyalah Tabungan. Lihat gambar dibawah ini:

transasksi usia 23.PNG

Menabung 200rb/bln, setahun 2,4jt. Menabung 10 tahun total 24 Juta. 76 tahun menabung belum terkumpul 200 Juta.

Apabila menabung secara pribadi dan terjadi Resiko Kehidupan (Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Total, Meninggal Dunia), maka yang dipakai adalah tabungan pribadi.

Namun, dengan program TAPRO Allianz, apabila terjadi Resiko, entah itu kena resiko cepat (di usia muda) atau kena resiko lama (di usia tua), tetap tidak pakai uang tabungan, melainkan pakai Uang Asuransi dari Allianz.

Bagi mereka yang sudah mengerti pentingnya Asuransi, biasanya mereka menentukan Uang Pertanggungan yang besar, misalnya 1 Milyar atau 2 Milyar, atau bahkan 5 Milyar.

Mengapa??

Karena kalau Proteksi kita hanya “ala kadar”, bisa jadi Proteksi tersebut belum cukup besar untuk menutupi biaya berobat dan biaya kehidupan yang semakin meningkat akibat resiko sakit kritis.

Yang harus diperhatikan bila kita menabung di program TAPRO Allianz :
– Kita masuk bukan untuk INVESTASI (walaupun ada porsi Investasinya),
– Kita masuk bukan menyumpahi diri kita agar cepat meninggal,
– Kita masuk bukan untuk MEMBANTU teman/saudara yang menjadi agen,

TAPI kita masuk asuransi untuk PERLINDUNGAN diri kita dan keluarga kita di hari esok APABILA hal yang tidak diinginkan (seperti terjadi penyakit berat: Kanker, Stroke, Jantung, dll) terjadi.

Sumber inspirasi tulisan: satuyangterpenting.wordpress.com

Konsultasi Gratis

Natanael (Bisnis Eksekutif Allianz Star Network) tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

Line: natanael1975

 

 

Asuransi adalah Kebutuhan Kita

Utk para istri, paksa suami anda beli asuransi jiwa. Utk para suami, buktikan rasa sayang anda kpd istri dan anak dg memiliki asuransi jiwa.

Pandangan yang Salah oleh Masyarakat terhadap Asuransi

Kesadaran berasuransi di tengah masyarakat Indonesia sejauh ini masih rendah, seperti yang dilansir KOMPAS.com –

Berikut ini pandangan salah yang berkembang di masyarakat, dan bagaimana pandangan yang lebih tepat mengenai asuransi.

1. Membeli Asuransi = Investasi?

Masih banyak kalangan yang menganggap, membeli asuransi sama saja membuang uang percuma. Malah, tak sedikit yang menilai membeli asuransi sebagai langkah investasi.

Pandangan seperti itu sebenarnya salah kaprah. Asuransi dalam kamus perencanaan keuangan adalah salah satu strategi manajemen risiko finansial. Dengan membeli produk asuransi, kita mengalihkan risiko keuangan pada pihak ketiga yaitu perusahaan asuransi.

intinya adalah, sebagai manusia biasa kita memiliki risiko untuk sakit. Sakit membuat kita harus berobat yang menguras biaya.

Kondisi sakit juga membuat kita tidak bisa bekerja. Dengan membeli asuransi kesehatan, ketika risiko sakit itu menimpa kita, biaya berobat dan kerugian akibat produktivitas yang terhenti, kita alihkan ke perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi yang akan membayar biaya berobat tersebut.

2. Asuransi dan penghasilan

Banyak yang salah kaprah dalam tujuan membeli asuransi. Pada saat memiliki penghasilan, banyak orang yang langsung membeli asuransi. Padahal langkah ini belum tentu benar. Membeli asuransi diperlukan jika Anda telah memiliki tanggungan seperti anak atau istri.

Saat itulah sebagai pencari nafkah kita mengalihkan risiko kematian atau kesehatan diri dan keluarga kepada perusahaan asuransi. Jika belum memiliki tanggungan, belum ada kondisi mendesak bagi kita untuk memiliki asuransi.

3. Asuransi jiwa tak wajib

Selama ini asuransi jiwa sering disepelekan sehingga tak banyak yang membeli asuransi jenis ini.

Padahal jika kita sudah bekerja dan memiliki tanggungan yang akan terpengaruh kesejahteraan hidupnya bila kita meninggal dunia, maka memiliki proteksi jiwa adalah wajib hukumnya bagi kita.

Asuransi jiwa tersebut akan berfungsi menggantikan kontribusi finansial kita kepada para ahli waris yang selama ini menjadi tanggungan kita.

Sebaliknya, bila kita sudah bekerja tetapi tidak menanggung siapapun, belum perlu bagi kita membeli asuransi jiwa. Jadi, perlukah anak muda membeli produk asuransi?

Untuk asuransi kesehatan, kita bisa menjadi peserta Asuransi Kesehatan Allianz yakni Maxi Violet dan Smartmed Premier, untuk mengcover risiko-risiko terkait kesehatan. Bagaimana dengan asuransi jiwa?

Bila kita saat ini sudah menanggung hidup orang lain, seperti orangtua, adik, atau saudara, maka lebih baik memiliki asuransi jiwa yakni Tapro Allianz.

4. Salah mengasuransikan diri

Dan jangan salah mengasuransikan diri. Pencari nafkah, suami atau istri, itulah yang diasuransikan. Bukan anak atau istri/suami.

Artinya risiko si pencari nafkah ditanggung oleh perusahaan asuransi. Jika mengalami kematian, misalnya, ahli waris seperti anak dan istri, akan tetap menjalani kehidupannya dengan dana risiko dari perusahaan asuransi.

Pencari nafkah membeli asuransi untuk anak atau istri, padahal mereka bukan pencari nafkah. Istri, jika sebagai pencari nafkah bersama suami, dapat membeli asuransi jiwa dengan ahli waris anaknya atau keluarganya.