Tag Archives: pentingnya asuransi

Punya BPJS Saja Tidak Cukup, Biaya Hidup Orang Sakit Jauh lebih besar, Dibanding Orang Sehat

Asuransi bukan untuk anda.

Tapi, untuk orang yang anda cintai.

“Saya sudah pakai BPJS mbk…Saya sudah dapat askes dari kantor, aku juga sudah punya asuransi kesehatan. “

Apalagi katanya skg BPJS sudah meningkatkan pelayanan nya seiring dengan membludaknya masyarakat yang pakai BPJS.

BPJS atau asuransi rawat inap dari kantor, termasuk kedalam asuransi kesehatan, yang apabila kita terdiagnosa penyakit, BPJS akan membayar seluruh tagihan rumah sakit.

Tanpa kita sadari, kenyataan nya ketika kita terkena sakit bahkan sampai tidak bisa bekerja lagi, ada biaya non medis yang harus kita keluarkan.

Apa saja biaya non medisnya?

1. Bila pencari nafkah sakit, istri dan keluarga harus ikut menemani dan butuh akomodasi selama pengobatan.
2. Pengobatan alternatif/nutrisi tidak ditanggung BPJS alias tanggung biaya sendiri.
3. Ingin berobat ke Luar Negeri, pakai biaya sendiri.
4. Pekerjaan suami (pencari nafkah utama) atau istri akan terancam stop
5. Pekerjaan stop = income pun akan terancam stop.

Tapi, ada yang tidak pernah stop. Yaitu biaya hidup.
Biaya hidup orang sakit jauh lebih besarrr, dibanding orang sehat.
Benar atau benar?

Menurut pendapat saya, asuransi bukan menghitung nilai berapa jiwa kita, berapa harga resiko kita.
Tapi, menyisihkan berapa persen dari income untuk keluarga seandainya terjadi sesuatu beban finansial yang besar akan terasa ringan.

Asuransi bukan untuk anda. Tapi, untuk orang yang anda cintai.

Konsultasi:

Natanael (Agen Asuransi Jiwa dan kesehatan Allianz)

HP/WA : 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Setelah di Cek Ternyata Bukan Tumor tapi Kanker: Mahalnya Sebuah Penundaan

Apa sebenarnya yang mahal dari asuransi? Premi? Bukan. Bukan preminya yang mahal tatapi yang mahal dari Asuransi adalah PENUNDAAN. Saat sehat premi kecil saja sudah cukup, tetapi jika kita terdiagnosa penyakit maka Asuransi manapun tidak ada lagi yang menerima anda.

Premi Asuransi sangat kecil, sehingga tidak heran Banyak nasabah saya bertanya, Kok Bisa ya Asuransi bayar Manfaat Jiwa 1.7M seperti foto dibawah ini

20180226_221211531108189.jpg

Claim 1.72 M di Teluk Dalam

padahal preminya hanya 1.8 juta? Saya akan mejelaskan hal ini dilain kesempatan, tapi kali ini saya ingin menjelaskan bahwa yang mahal dari Asuransi bukanlah Preminya tetapi Penundaannya.

Beberapa tahun yang lalu, seorang sahabat sudah sepakat untuk membeli asuransi ke saya, premi juga sudah disepakati dan besar proteksi yang akan diambil adalah Jiwa 2M dan CI 100 sakit Kritis 2M.

Preminya tidak terlalu besar baginya, karena incomennya puluhan juta perbulan. Mungkin karena tidak terlalu paham atau merasa akan sehat sehat selalau teman saya ini mengirim WA dan menginformasikan bahwa permohonan SPAJ sementara di tunda karena sesuatu hal.

Saya coba bertanya kembali mengapa harus di tunda? Dia menjawab dengan beberapa alasan akhirnya saya bisa menerima pengajuan SPAJ ditunda.

Suaku ketika, bukan suatu kebetulan, ternyata Tuhan menentukan bahwa Empat bulan setelah penundaan terebut teman saya mendatangi saya dan menanyakan apakah dia masih bisa masuk Asuransi. Saya sedikit senang tetapi heran kenapa tiba tiba berubah pikiran? Setelah saya tanya tanya ternyata dia di diagnosa ada tumor dibagian tubuhnya dan bernecana akan medical checkup ke Penang. Setelah di cek ternyata bukan tumor tapi Kanker.

20180606_154103.jpg

Teman saya ini didiagnosa kanker, kita berdoa semoga teman saya ini lekas sembuh, biaya yang sudah dikeluarkan sampai saat ini berkisarRp 500 Juta dan teman saya tersebut sudah semakin pulih.

kecelakaan

Saya hanya berpikir andai saja waktu itu saya sedikit ngotot menjual asuransi padanya pastilah ia sudah tertolong dengan UP Sakit Kritis 2M dan ada lagi Warisan 2M jika dia harus pindah dunia.

Ya sudalah. Inilah mahalnya sebuah penundaan. Semoga cerita ini bisa mengilhami kita bahwa kita harus sadar pentingnya asuransi dalam hidup. Terutama bagi yang tidak ingin dana keuangannya dirampok oleh biaya sakit.

Info tentang asuransi atau ingin mendaftar hubungi saya, Natanael, WA 08113436830

sumber: https://allianzbusster.com/2019/08/16/apa-yang-paling-mahal-dari-asuransi/

Mohon Ijinkan Saya untuk Mengaktifkan Polis Asuransi Anda

Judul diatas merupakan gerakan hati saya. Begitu banyak orang yang belum faham arti pentingnya asuransi.

Seperti yang diungkapkan oleh tokoh Sanjay Tolani. Dia bukan siapa-siapa, namun dia tergerak menyelamatkan orang agar terlindungi asuransi.

SANJAY TOLANI: BIARKAN SAYA MENGAKTIFKAN POLIS ASURANSI ANDA

Salah satu teman dekat saya, dia menelepon saya dan dia bilang, “Sanjay, saya telah mengenal anda 7 tahun, tapi kami sebagai keluarga tidak pernah membeli asuransi jiwa. Dan kami mempunyai dua anak kecil. Suami saya tidak percaya dengan asuransi. Jika anda tidak keberatan, bolehkah saya bawa suami saya ke tempat anda, supaya anda bisa menjual asuransi jiwa kepadanya?”

Kapan terakhir kali anda mendapatkan seseorang yang mengatakan kepada anda: juallah asuransi jiwa ke saya?

Deal berhasil.

Saya katakan untuk membawa suaminya ke kantor saya keesokan harinya. Jadi keesokan harinya, mereka datang ke kantor saya. Dan setelah beberapa jam diskusi, kami membuat catatan tentang semua pilihan dan produknya. Kami memulai semua prosedur. Termasuk formulir aplikasinya. Semua sudah siap.

Dia mengatakan, “Saya akan pulang ke rumah dan kirimkan cheque kepada anda, dan kami siap lanjut dengan produk ini. Terbaik.”

Jadi dia pulang ke rumah dan menelepon saya, “Sanjay, saya ada masalah kecil. Buku cheque saya sudah habis. Saya akan pergi ke Bulgaria untuk 10 hari, apakah anda keberatan jika anda tunggu selama 10 hari?”

Saya katakan, “Tidak apa-apa, tidak akan membuat perbedaan.”

Saya bisa menahan aplikasi untuk 10 hari. Ini pun masih belum komplet, kami masih harus mengisi beberapa detail. Kirim cheque ke saya nanti tidak apa-apa.

Setelah 7 hari, saya dapat telepon dari istrinya. “Sanjay, kami mengalami kecelakaan mobil, untungnya anak-anak kami tidak apa-apa. Tapi tangan, kaki, dan rahang saya patah. Dan Phillip sedang mengalami koma.”

Saya tidak tahu harus jawab apa. Ini adalah teman saya yang sudah bersama saya selama 7 tahun. Kami belajar universitas bersama. Saya tidak bisa lakukan apa-apa untuknya. Dia menelepon saya keesokan harinya dan mengatakan, Phillip telah meninggal dunia.

Kalau dia hanya membayar 320 dollar saat itu, saya akan membayar klaim 700,000 dollar ke keluarganya. Aplikasi tidak lengkap dan tidak ada cheque bersamanya.

Jadi kalau klien mengatakan mereka perlu waktu, apa yang anda katakan?

Apakah anda tahu, jika teman saya itu menelepon saya saat ini jam 3 pagi, saya tidak hanya akan mengangkat telepon itu, tapi saya akan lakukan apa pun yang dia katakan. Karena saya merasa bersalah. Saya mempunyai kuasa itu untuk menjaga keluarga itu dan saya tidak melakukannya.

Ketika klien memberi tahu anda biarkan aku memikirkannya, “Pak Klien, anda mempunyai waktu 3 minggu untuk memikirkannya. Biarkan saya mengaktifkan asuransi polis anda. Kami mempunyai periode proteksi gratis. Tanyalah kepada keluarga anda, istri anda, atau siapa pun juga, tapi biarkanlah saya aktifkan polis anda. Karena jika anda telah membuat keputusan tentang polis ini, jadi inilah yang anda butuhkan, jadi biarkanlah saya implementasikan untuk anda. Jika anda memiliki waktu yang telah untuk implementasikan, periode proteksi gratis ada di sana. Dan kami akan mengembalikan premi 100% ke anda.”

Bisnis ini adalah apa yang kita lakukan. Berapa orang dari kami yang siap untuk hidup dengan perasaan merasa bersalah itu?

Sampai saat ini sudah 5 tahun sejak kejadian itu, tapi saya tetap merasa bersalah.

Jika kita hadir untuk konferensi, sebagian datang memakai mobil, sebagian memakai pesawat. Jika kita terbang dengan pesawat, hal pertama yang mereka perlihatkan adalah video keselamatan. Jika selang oksigen jatuh, anda harus membantu diri anda sendiri sebelum membantu anak anda.

Berapa orang dari kita yang sudah memberi proteksi terhadap keluarga kita sendiri?

Lihat kita adalah dokter dalam profesi ini. Jika kita tidak percaya terhadap obat kita sendiri, bagaimana anda bisa memberi obat anda kepada klien anda, anda harus percaya terhadap obat anda sendiri. Tunjukkanlah ke klien kopi produk yang sudah anda beli. Manusia mempunyai kecenderungan untuk mengkopi. Kita sangat senang mengkopi. Kita mengkopi semasa kita kecil. Jadi kenapa tidak sekarang.

Jadi anda bisa tunjukkan apa yang anda punyai ke klien anda. Pak klien, saya sudah membeli ini untuk diri sendiri dan keluarga saya. Apa yang sudah anda lakukan untuk anda sendiri? []

Sumber: https://myallisya.com/2019/09/20/sanjay-tolani-biarkan-saya-mengaktifkan-polis-asuransi-anda/

Sharing Dr. Sanjay Tolani tentang Pentingnya Asuransi dalam Perencanaan Keuangan Kita

Nama saya Dr. Sanjay Tolani, saya sudah menjalani bisnis ini lebih dari 17 tahun, dan saya sudah 13 tahun menjadi anggota teratas dari MDRT.

Asuransi melindungan keuangan anda dari beberapa skenario berikut:

Pertama, seandainya anda meninggal dunia, siapa yang menangani keuangan anak anda? Apakah anda rela atau tega, anak anda mengharap belas kasihan orang tua atau saudara dekat? Tentu hal ini jangan sampai terjadi. Karena jika kita sudah memiliki asuransi terutama asuransi jiwa, maka dari UP (Uang Pertanggungan) atau warisan asuransi akan cair dan menurun ke anak anda.

Kedua, seandainya anda jatuh sakit, apalagi sakit yang memiliki biaya tinggi seperti kanker, jantung, dan lainnya yang butuh biaya besar. Siapa yang sanggup membiayayai?

Ketiga, seandainya anda tua kelak, misalnya usia pensiun. Apakah anda mau hanya berserah dan dibiayai anak anda? Sebagai orang yang dulu pernah jaya, kita harus memiliki dana hari tua yang bisa membuat kita terbebas dari keuangan. Kita harus punya asset berupa rumah, deposito, dan tabungan untuk jaga-jaga. Asuransi dapat juga menjadi pilihan harta hari tua anda.

Keempat, anda pasti ingin melanjutkan studi yang lebih tinggi. Nah, hasil anda menyetor di asuransi terutama asuransi uni link dapat memberikan investasi yang maksimal karena bunga yang tinggi dan resiko yang kecil. Resiko kecil karena didampingi oleh perlindungan jika sakit, maka kita tidak kawatir atau tidak perlu mengambil hasil tabungan asuransi unit link kita.

Keempat skenario ini adalah alasan mengapa kita harus membeli asuransi.

Jika pendapatan anda hilang, anda memerlukan asuransi untuk melindungi anda. Itu adalah dasarnya.

Jadi jika anda sadar hanya ada satu variabel penting dalam hidup anda, yang mempengaruhi segala hal dalam hidup anda, anda harus melindunginya. Dan itu adalah PENDAPATAN.

Itu adalah satu hal yang bisa kita lindungi… PENDAPATAN anda.

Jadi PENDAPATAN anda harus dilindungi. Itu alasan kenapa anda harus memiliki ASURANSI.

Untuk konsultasi mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Natanael ( Business Partner ASN)

HP/WA: 08113436830 / Tinggal di Surabaya

Konsep Asuransi sudah Digagas Tuhan Melalui Nabi Nuh

Karena iman, maka Nuh–dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan r –dengan taat mempersiapkan bahtera s  untuk menyelamatkan keluarganya; t  dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. u 
sumber: http://alkitab.sabda.org/search.php?search=Nabi%20Nuh&scope=all&exact=off

Jika kita membaca ayat di atas yang saya kutip dari Ibrani 11:7 (Alkitab), dapat disimpulkan bahwa konsep asuransi sudah digagas oleh Allah sejak jaman Nabi Nuh. Karena Iman, maka Nuh-dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum terjadi (kelihatan). Dan dengan patuhnya, Nabi Nuh melaksanakan perintah Allah.

Nabi Nuh menyelamatkan keluarganya dengan membuat perahu (bahtera). Meskipun saat itu banyak orang yang mengolok-olok dia, karena Nabi Nuh membuat perahu dikala musim panas atau kering dan mustahil ada banjir.

Perintah Allah ke Nabi Nuh adalah konsep dasar asuransi. Tujuannya adalah agar keluarganya selamat. Selamat tidak hanya nyawanya, tetapi selamat dari kebangkrutan ekonomi. Selamat dari kemiskinan karena ditinggal pergi suami atau ayah sebagai kepala keluarga.

Nabi Nuh mengimani hal itu. Nabi Nuh mengimani bahwa perahu yang dibuatnya karena Allah akan mengirim air bah sehingga terjadi banjir. Dan, Nabi Nuh berhasil menyelamatkan keluarganya.

Nabi Nuh patuh terhadap perintah Tuhan. Dia mau melaksanakan karena iman.

Nah, jika kita kaitkan dengan konsep asuransi juga sama. Asuransi membicarakan sesuatu hal yang belum terjadi. Membicarakan program ke depan yang belum tentu terjadi. Namun, kita sebagai manusia ber-iman, percaya bahwa Allah memberikan kita petunjuk atau tanda akan sesuatu hal yang belum terjadi.

Maaf saya tulis artikel ini karena masih banyak yang beranggapan bahwa ikut asuransi berarti tidak percaya pada kemurahan Tuhan. Ikut asuransi berarti tidak menyerahkan hidup pada Tuhan. Jujur saja ya, saya tidak menyalahkan pendapat tersebut. Hanya saja, pendapat ini terlalu naif buat saya. Dan terlalu sombong. Istilah nya kesombongan rohani.

Sebagai manusia beriman, kita diberi kebijaksanaan untuk merencanakan yang terbaik buat Tuhan dan sesama, terutama keluarga. Sebaiknay hal ini seiring sejalan, tidak berat sebelah. Di kisah Nabi Nuh jelas digambarkan sebuah antisipasi positif terhadap sesuatu yang akan terjadi. Kita perlu belajar bagaimana mengantisipasi dampak keuangan yang terjadi jika terjadi sesuatu.

Kita boleh berserah pada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan pasti pegang kita tapi kita tidak boleh pasrah. Kita harus berusaha. Kita harus merencanakan sebuah tujuan masa depan yang lebih baik.

Demikian kiranya. Salam.

Kenapa Menunda Membeli Asuransi

Tung Desem Waringin: “Kenapa Orang Menunda Membeli Asuransi?”

Tanya:

Pak Tung, saya Didik dari Palangkaraya. Saya datang hari ini spesial untuk acara ini. Kebetulan saya di bidang asuransi, saya sering ketemu nasabah-nasabah yang dia tahu persis sebenarnya asuransi itu penting, dia tahu biaya kesehatan itu mahal, tapi menunda-nunda, nanti ya nanti ya. Ada saran gak dari Bapak untuk kami yang bekerja di bidang asuransi, apa yang bisa kami sampaikan kepada para nasabah yang sebenarnya sangat tahu tentang pentingnya asuransi?

Jawab TDW:

Begini bapak-ibu, kalau ini saya ingat kisah pribadi saya. Saya dulu juga menunda-nunda asuransi. Ternyata begini, orang menunda karena dia merasa untungnya buat dia tidak jelas. Saya untungnya apa, saya kan asuransi keluar terus nih. Lalu untungnya apa? Nanti kalau mati, kan gak enak.

Tapi satu hari saya gabung asuransi karena agen asuransinya sakti mandraguna. Pada waktu itu saya tunda tunda, tapi orangnya ulet sekali. Padahal telepon sudah saya persulit, tetap dia datang lagi. Dia tanya kapan saya kosong, wah saya tidak tahu kosongnya kapan. Satu hari dia nongol di rumah saya, wah ini mesti karyawan saya yang bocorin. Saya bilang, sori ya sekarang ini waktu untuk keluarga. Dia tetep oke, tetep baik, dia tangguh.

Dan karena saya gak enak hati, lama-lama saya nerima juga. Saya heran. Saya itu kalau ada orang yang dahsyat tangguh, saya jadi kepengen tahu kenapa kok tangguh. Kenapa sih, kalau orang lain saya tolak satu kali dua kali, anda terus menerus dahsyat luar biasa?

Dia langsung cerita. Pak Tung, saya dulu juga gak setangguh ini. Tapi hari ini saya tangguh karena kenapa? Satu hari pada waktu saya mau nawarkan asuransi juga, hampir close, saya merasa bahwa orang ini penting, bahwa dia harus punya asuransi, ternyata orang ini sibuk jadi gak bisa ketemu. Pada waktu itu sudah hampir ya, tapi dia sibuk lagi dan sibuk lagi. Akhirnya saya merasa gak enak hati, saya jadi lupa untuk tangguh, saya gembos, saya pikir nanti kalau butuh dia akan telpon sendiri, dan ini orang adalah saudara saya.

Ternyata dia tabrakan dan meninggal dunia. Ini sodara pak. Waktu saya datang, saya kecewa pak. Saya nangis lebih kenceng dari istrinya. Kenapa? Karena saya datang hanya membawa ucapan duka dan bunga doang. Mestinya saya datang harus ngasih dia 2 miliar.

Mulai hari itu saya janji pada diri saya sendiri, bahwa kalau saya merasa bahwa yang saya jual ini penting, saya harus sungguh-sungguh, saya tidak mau menunda-nunda, saya akan ketemu, kalau akhirnya dia nolak ya terserah dia. Akan saya usahakan terus, akan saya uber, karena saya tahu bahwa ini penting untuk dia. Nah, kalau saya melihat Pak Tung, Pak Tung ini mirip saudara saya.

Cilaka gak bapak ibu?

Ternyata begini lho bapak ibu. Orang menunda karena tidak jelas untungnya tidak tahu ruginya. Ketika orang tahu ruginya, aduh kalau aku nunda-nunda, something happen, mestinya anak istri saya bisa menerima banyak ternyata enggak, itu sangat painful.

Manusia itu otaknya mencari nikmat menghindari sengsara. Kalau tidak jelas nikmatnya, actionnya (pun tertunda). Tapi sayangnya 80% motivasi datang karena menghindari sengsara. Oo kalau anda gini dapat sekian sekian, anda gak peduli. Tapi kalau mendadak anda meninggal, keluarga anda gak dapat apa-apa cuma dapat karangan bunga, lha itu bapak-ibu. Langsung saya eksekusi, sini mana tanda tangan! []

Artikel bisa dibaca juga di https://myallisya.com/2018/06/04/tung-desem-waringin-kenapa-orang-menunda-membeli-asuransi/

APAKAH ASURANSI BISA DIGANTIKAN DENGAN TABUNGAN?

Asuransi itu perlindungan keuangan. Jika sakit, jika kecelakaan, jika cacat, jika meninggal, atau jika terjadi musibah lain yang menimbulkan dampak keuangan, asuransi bisa membantu meringankan kerugian keuangan yang timbul.

Asuransi tidak bermaksud mencegah semua itu terjadi. Asuransi hanya mengurangi dampak keuangan yang timbul akibat hal-hal tersebut.

Tapi meski semua itu tampaknya mudah dipahami, masih banyak orang yang menolak asuransi dengan bermacam alasan, dan mengira bahwa asuransi bisa diganti dengan hal lain.

5 Hal Yang Sering Dikira Bisa Menggantikan Asuransi

Ada orang yang berkata, “Saya mau nabung atau investasi sendiri saja.”

Menabung dan berinvestasi itu baik. Tapi apakah asuransi bisa digantikan dengan tabungan/investasi?

Risiko seperti sakit, kecelakaan, dan meninggal, bisa terjadi kapan saja tanpa diduga. Bisa berpuluh tahun ke depan, atau tahun depan, atau bulan depan, esok lusa, bahkan hari ini juga. Sementara tabungan dan investasi itu butuh waktu untuk bisa menjadi banyak. Menabung 1 juta per bulan, untuk menjadi 1 miliar butuh waktu seribu bulan atau 80 tahun. Pertanyaan: bagaimana jika risiko terjadi saat tabungan belum mencukupi?

Tetapi asuransi bisa menyediakan perlindungan keuangan dalam waktu cepat. Begitu polis disetujui, hari itu juga perlindungan telah berlaku. Tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku, misalnya mengenai masa tunggu. Tapi secara garis besar, asuransi menyediakan uang besar dalam waktu jauh lebih singkat dibandingkan menabung atau berinvestasi sendiri.

Ada juga yang berkata, “Saya akan menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati.”

Menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati itu baik. Tapi apakah bisa menjamin tidak akan sakit atau kecelakaan? Kita mungkin selalu menjaga kesehatan, tapi yang namanya penyakit sering tidak bisa diduga dari mana datangnya, dan itulah sebabnya selalu ada orang sakit setiap hari. Kita mungkin selalu hati-hati, tapi bisa jadi orang lain yang ceroboh, dan itulah makanya selalu ada orang yang kecelakaan setiap hari.

Selain itu, kita pun bisa berasuransi seraya tetap menjaga kesehatan dan selalu hati-hati.

Sekali lagi, asuransi tidak mencegah sakit dan kecelakaan, tapi meminimalkan dampak keuangan yang ditimbulkannya.

Ada juga yang berkata, “Saya mau perbanyak sedekah saja, biar Tuhan yang akan melindungi saya.”

Sedekah itu baik. Tapi apakah asuransi bisa digantikan dengan sedekah?

Tuhan akan membalas sedekah kita, tapi apakah kita tahu bagaimana bentuk balasan dari sedekah itu? Tidak. Bentuk balasan Tuhan bisa bermacam-macam, dan waktunya pun kita tak pernah tahu. Jadi, bagaimana bisa sesuatu yang bentuknya tak diketahui dapat menggantikan asuransi yang bentuknya jelas?

Dan asuransi itu, khususnya yang syariah, pada hakikatnya adalah sedekah yang diformalkan dengan balasan yang sudah ditentukan dalam polis. Tidak ada larangan soal ini. Di luar balasan yang ditentukan, mungkin ada balasan lain lagi dari Tuhan, kita tak pernah tahu. Kita hanya bisa bicara tentang yang tampak.

Dan kita pun bisa berasuransi seraya tetap bersedekah.

Ada lagi yang berkata, “Seandainya potensi ZIS (zakat, infak, sedekah) bisa dimaksimalkan, kita tidak perlu asuransi.”

Untuk ini saya beri contoh. Jika ada sebuah keluarga kaya dengan gaya hidup 50 juta per bulan, lalu kepala keluarganya sakit berat sehingga menghabiskan aset-asetnya dan lalu meninggal dunia sehingga penghasilannya terputus, apakah ada lembaga ZIS atau lembaga sosial lain yang dapat memberikan nafkah kepada keluarga yang ditinggalkan, tidak usah 50 juta tapi cukuplah 10 juta saja per bulan untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum selama seumur hidup? Saya yakin tidak ada yang mampu. Bagaimana jika ada banyak keluarga semacam itu yang minta bantuan ke lembaga ZIS?

Lalu jika anda adalah donatur di lembaga ZIS tersebut, apakah anda rela uang anda digunakan untuk menyubsidi keluarga tersebut? Saya yakin tidak, dan saya sendiri pun jika jadi donatur di lembaga ZIS tersebut tidak akan rela uang saya digunakan untuk menyubsidi orang dengan cara seperti itu. Masih banyak keluarga miskin di Indonesia yang akan cukup bahagia bisa mendapat bantuan beberapa ratus ribu per bulan.

Tapi lembaga asuransi bisa melakukan tugas memberikan nafkah kepada keluarga yang ditinggalkan, dengan syarat sebelumnya sang kepala keluarga ikut program asuransi yang tepat. Untuk menanggung biaya sakit berat supaya tidak menjual aset-aset, programnya ialah asuransi penyakit kritis. Sedangkan untuk perlindungan dari kehilangan pencari nafkah karena meninggal dunia, programnya ialah asuransi jiwa.

Ada juga yang berkata, “Saya akan selalu berdoa kepada Tuhan supaya selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.”

Berdoa itu baik. Jika doa kita sungguh-sungguh dan ikhlas, pasti dikabulkan. Tapi seperti halnya sedekah, apakah kita tahu pasti bentuk pengabulan dari doa kita?

Kita pun bisa berasuransi seraya tetap berdoa dengan tulus dan sungguh-sungguh.

Perlu diketahui bahwa asuransi tidak mencegah terjadinya musibah. Jika memang musibah harus terjadi, ya terjadilah. Tapi asuransi bisa mengurangi kerugian keuangan yang timbul akibat musibah.

2 Hal yang Bisa Menggantikan Asuransi

Jadi, apakah asuransi tidak tergantikan?

Tidak juga. Setidaknya ada dua hal yang bisa menggantikan asuransi.

Pertama, harta yang banyak.

Asuransi memberikan perlindungan dalam bentuk uang atau harta. Jika kita memiliki harta yang banyak, yang nilainya lebih dari cukup untuk menggantikan apa yang bisa diberikan asuransi, kita boleh tidak ikut asuransi.

Orang-orang kaya seperti Dahlan Iskan, Aburizal Bakri, James Riyadi, Chairul Tanjung, Hasyim Djojohadikusumo, atau Sandiaga Uno, tentu tak akan bermasalah jika harus keluar uang beberapa miliar sampai puluhan miliar untuk biaya sakit.

Pertanyaannya, apakah bagi anda saat ini, keluar uang beberapa miliar terasa bukan masalah? Jika masih masalah, berarti anda butuh asuransi.

Kedua, jasa yang banyak.

Jika anda memiliki jasa yang banyak kepada banyak orang, anda pun tidak perlu asuransi.

Para kiai besar di pesantren, para tokoh agama yang dihormati, para intelektual besar, para politisi jujur yang bekerja nyata, seperti Gus Mus, Habib Rizieq Shihab, Habib Quraish Shihab, Aa Gym, Buya Syafii Maarif, Franz Magnis-Suseno, bahkan Jokowi dan Ahok, sudah pasti akan mudah mendapat bantuan jika mereka butuh uang.

Pertanyaannya, apakah saat ini anda sudah berjasa banyak kepada banyak orang? Apakah anda punya murid-murid atau pengikut yang siap membantu kapan saja anda butuh bantuan?

Jika belum mencapai level itu, anda butuh asuransi.

Dan jelas, dua hal itu (harta yang banyak dan jasa yang banyak) tidak bisa dibuat seketika. Butuh kerja keras, dedikasi tanpa henti, dan waktu yang panjang untuk bisa mencapainya.

Jadi, untuk orang-orang pada umumnya, seperti saya, anda, para pembaca artikel ini, asuransi adalah kebutuhan yang tidak bisa digantikan dengan cara lain.

Jika anda setuju, dan ingin berasuransi, silakan menghubungi saya untuk konsultasi GRATIS.

Sumber: https://myallisya.com/2017/10/12/apakah-asuransi-bisa-digantikan-dengan-cara-lain