Tag Archives: rawat inap

Santunan Harian Belum Cukup untuk Mengganti Biaya Sakit Kritis

Produk asuransi santunan harian (cash plan) menjadi sorotan di dunia asuransi karena patut diduga telah disalahgunakan oleh sejumlah nasabah untuk meraih keuntungan sesaat. (Baca di: Produk Cash Plan Rawan Penipuan)

Santunan Harian merupakan santunan asuransi yang memberikan uang tunai berdasarkan jumlah hari dirawat inap. Misalnya, nasabah memiliki asuransi yang memberikan santunan sebesar 1 juta per hari, lalu dia dirawat inap selama 5 hari, maka dia berhak mendapatkan uang 5 juta. Selain santunan untuk rawat inap, produk ini juga sering dilengkapi dengan santunan untuk pembedahan.

Produk asuransi santunan harian atau disebut juga cash plan, memiliki karakteristik bisa double claim dengan asuransi kesehatan lain yang dimiliki, dan cara klaimnya menggunakan sistem reimbursement (bayar dulu lalu ajukan klaim dengan melampirkan kuitansi legalisir dan resume medis).

Di Allianz, asuransi santunan harian tersedia sebagai rider pada produk Tapro Allisya Protection Plus dengan nama Flexicare Family.

Produk ini pada dasarnya berfungsi untuk menggantikan penghasilan yang hilang karena tidak bekerja selama dirawat inap, dan juga sebagai pelengkap asuransi kesehatan cashless yang dimiliki, karena biaya sakit bukan hanya biaya medis, tapi juga biaya nonmedis seperti makan orang yang jaga, pulsa, dan transportasi.

Namun, asuransi santunan harian itu belum cukup membantu membantu problem keuangan anda jika kejadiannya adalah penyakit kritis (Jantung, stroke, kanker, dll).

Contoh: ada orang kena kanker atau stroke dan membutuhkan biaya 1 miliar. Katakanlah dia dirawat dalam waktu yang cukup lama, misalnya 30 hari, dan santunan harian yang diambilnya cukup besar misalnya 1,5 juta per hari, maka dia hanya mendapatkan uang 45 juta.

Uang 45 juta belum cukup jika orang tersebut tiba-tiba terdiaknosa sakit kritis. Sakit kritis membutuhkan biaya besar.

Dalam kasus ini, dia wajib memiliki asuransi yang lebih kuat, yaitu asuransi penyakit kritis. Ambillah uang pertanggungan yang cukup besar, minimal 1 miliar, untuk mengantisipasi kondisi terburuk dalam hidup semacam terkena penyakit kritis.

Jadi, jika anda menginginkan asuransi santunan harian, itu baik-baik saja asalkan anda sudah memiliki asuransi kesehatan cashless dan asuransi penyakit kritis.

Dan sekarang ini, mengingat ada problem terkait moral hazard (niat) yang cukup serius dengan sejumlah orang yang mengambil asuransi santunan harian, saya tidak akan melayani permintaan asuransi santunan harian jika orang itu belum memiliki asuransi kesehatan dan penyakit kritis dengan nilai proteksi yang memadai.

Kepada setiap orang yang menginginkan asuransi santunan harian, jika dia belum memiliki asuransi kesehatan cashless dan penyakit kritis, saya akan menawarkan untuk juga mengambil dua jenis asuransi yang lebih penting ini.

Contoh ilustrasi seperti tergambar di bawah:

Ilustrasi Flexi dan HSC dan CI.PNG

Seorang pria usia 30 tahun, menyetor premi 2,5 juta per bulan untuk produk Tapro Allisya Protection Plus. Manfaat proteksi yang dia peroleh:

  1. Santunan harian (Flexicare) sebesar 1 juta per hari plus ada untuk pembedahan sesuai kategorinya.
  2. Perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis (CI100) sebesar 1 miliar
  3. Rawat inap cashless (HSC+) plan kamar 1 juta
  4. Perlindungan meninggal dunia sebesar 200 juta. UP jiwa harus ada karena merupakan produk dasar dari Tapro.

Tabel Flexicare 10 unit

Tabel Manfaat HSC 1000

Dengan manfaat produk yang lengkap seperti ini, jika dia kena sakit diare dan harus dirawat selama 5 hari, maka dia bisa menggunakan kartu cashless dari rider HSC+ dan setelah itu bisa mengklaim santunan harian sejumlah 5 juta (5 x 1 juta per hari) dari rider Flexicare.

Jika dia kena kanker sehingga harus dirawat inap lebih lama, plus harus operasi dan kemoterapi, maka dia bisa mengandalkan kartu cashless dari HSC+, lalu mendapat santunan harian dari rider Flexicare, dan yang lebih besar adalah uang 1 miliar dari rider CI100.

Saya tidak dapat membayangkan jika dia terkena kanker tapi hanya memiliki produk santunan harian (Flexicare), maka dia akan mengalami kesulitan keuangan yang sangat berat.

(Cerita diambil dari asuransi-santunan-harian-itu-uang-receh-jika-kejadiannya-penyakit-kritis/)

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, hubungi saya:

Natanael Konsultan Asuransi Allianz/Agen berlisensi tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Advertisements

Tinjauan Asuransi Kesehatan Maxi Violet Allianz

Smarthealth Maxi Violet adalah salah satu produk asuransi kesehatan perorangan dari Allianz. Produk ini tergolong asuransi kesehatan murni tanpa investasi, berdiri sendiri (stand alone), dan bersifat tahunan. Tiap tahun bisa diperpanjang sampai maksimum usia 70 tahun.

Dari sisi manfaat, produk ini sama persis dengan askes syariah Allisya Care. Dari sisi premi, Maxi Violet lebih tinggi sekitar 5% dibanding Allisya Care. Perbedaannya, Maxi Violet menyediakan fitur no-claim bonus sebesar 20% jika tidak ada klaim di tahun sebelumnya, dan no-claim bonus ini memotong premi perpanjangan tahun berikutnya. Perbedaan selengkapnya antara Maxi Violet dan Allisya Care bisa dibaca di SINI.

Berikut ini saya sajikan tabel manfaat dan tabel premi Maxi Violet utk manfaat rawat inap.

Tabel Manfaat Rawat Inap Maxi Violet

Tabel Manfaat Allisya Care (Rawat Inap)

Tabel Premi Rawat Inap Maxi Violet (tahunan)

Tabel premi Maxi Violet (Rawat inap)

Jika kita lihat di tabel tersebut untuk usia 16 sampai 25 tahun memiliki besar premi yang lebih mahal dibanding usia lainnya. Begitu juga di usia 51 sampai 70 tahun. Karena di usia 16 – 25 tahun rentang penyakit dan resiko sakit lebih besar. Begitu juga di usia 51 sampai 70 th sangat sering sakit di usia tersebut.

Melihat hal di atas, memang lebih baik kita segera beli polis asuransi kesehatan ini lebih dini.

Info pembukaan polis asuransi kesehatan Maxi Violet hubungi:

Natanael HP/WA 08113436830

 

sumber: https://myallisya.com/2015/03/20/tabel-manfaat-dan-tabel-premi-asuransi-kesehatan-smarthealth-maxi-violet/

HSC Allianz Layanan Asuransi Kesehatan Rawat Inap Menggunakan Kartu Cashless

Mulai 20 Januari 2014, Allianz Life Syariah meluncurkan produk baru berupa rider (manfaat tambahan) pada program Allisya Protection Plus (Tapro), yaitu Hospital & Surgical Care +.

Rider ini dikembangkan untuk memenuhi permintaan dari para nasabah yang menginginkan layanan asuransi kesehatan rawat inap yang dilengkapi kartu cashlessdalam bentuk unit link. Sebelumnya, askes rawat inap hanya terdapat dalam bentuk asuransi kesehatan murni Allisya Care. Boleh dikatakan, Hospital & Surgical Care + atau HSC+ adalah Allisya Care yang dipindahkan ke program Tapro Allisya dengan beberapa penyesuaian.


Keunggulan Rider HSC+

HSC+ memberikan layanan asuransi kesehatan rawat inap dengan keunggulan antara lain:

  1. Perlindungan kesehatan yang komprehensif (kamar, ICU, dokter umum dan spesialis, pembedahan, obat-obatan, sebelum dan sesudah rawat inap, perawat pribadi di rumah, rawat jalan dan gigi darurat akibat kecelakaan, ambulans, kemoterapi, dialisis, dan fisioterapi).
  2. Fasilitas kartu cashless untuk perawatan di rumah sakit rekanan Allianz di seluruh Indonesia.
  3. Perlindungan 24 jam di seluruh dunia.
  4. Tersedia dalam 10 pilihan plan sesuai kebutuhan dan kemampuan nasabah.
  5. Tidak ada batasan maksimum klaim per tahun untuk rawat inap.
  6. Akad sesuai syariah dengan prinsip tolong-menolong di antara sesama peserta.

Informasi Produk Rider HSC+

Usia masuk 1 bulan sd 60 tahun (ulang tahun terdekat)
Masa pertanggungan Sampai dengan usia peserta mencapai 70 tahun
Mata uang Rupiah
Fasilitas pelayanan
  • Cashless (jaringan Allianz-AdMedika)
  • Reimbursement
Masa tunggu 30 hari dari tanggal disetujuinya program HSC+ (kecuali karena kecelakaan)
Iuran Tabarru (biaya asuransi)
  • Dihitung berdasarkan usia, jenis kelamin, perokok/bukan perokok
  • Iuran Tabarru meningkat sesuai usia
  • Iuran Tabarru dipotong otomatis dari unit investasi sampai masa pertanggungan berakhir
Pilihan plan Plan 100, 200, 350, 500, 750, 1000, 1250, 1500, dan 2000

Tabel Manfaat Rider HSC+

tabel-manfaat-hsc

klik tabel untuk memperbesar

Anda berminat menambahkan rider ini dalam polis Anda?

Kontak:

Natanael

SMS / WA:  08113436830

Manfaat Askes Rawat Inap dalam Allianz

Anda sudah punya asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan minimal 1 Miliar ya?  Dan dengan adanya tambahan alokasi dana, saat ini Anda sedang mencari proteksi tambahan berupa asuransi kesehatan utamanya untuk proteksi/manfaat rawat inap?  Allianz punya beberapa pilihan manfaat rawat inap.

Saat ini tersedia empat pilihan program asuransi kesehatan rawat inap cashless dari Allianz. Tiga merupakan produk yang berdiri sendiri, artinya bisa diambil tanpa harus memiliki asuransi jiwa, yaitu Allisya Care, Maxi Violet, dan SmartMed Premier. Satu lagi merupakan rider (proteksi tambahan) pada asuransi jiwa unit-link Tapro, yaitu Hospital and Surgical Care + (HSC+).

Keempat produk ini sama-sama menyediakan fasilitas kartu cashless yang bisa digunakan di RS jaringan Allianz. Di luar itu menggunakan sistem reimburse. Karena bersifat cashless (non-tunai), maka empat produk ini tidak bisa double claim, melainkan hanya koordinasi manfaat dengan asuransi kesehatan lain yang sama-sama pakai kartu cashless.

Berikut penjelasan singkat tiap produk.

1. Allisya Care

allisyacare

Allisya Care adalah asuransi kesehatan murni tanpa investasi, berdiri sendiri (stand-alone), dengan akad sesuai syariah. Allisya Care memberikan manfaat rawat inap yang lengkap meliputi kamar, ICU, konsultasi dokter umum dan spesialis, obat-obatan, pembedahan, sebelum dan sesudah rawat inap, ambulans, rawat jalan dan gigi darurat karena kecelakaan, dan sedikit manfaat kematian.

Skema klaimnya bersifat indemnity, yaitu memberikan penggantian biaya rumah sakit dengan batas sesuai plafon yang diberikan dalam tabel manfaat.

Kontrak Allisya Care berjangka tahunan dan dapat diperpanjang tiap tahun sampai usia 70 tahun. Preminya tergantung usia dan jenis kelamin, naik per lima tahun sesuai tabel premi.

Alisya Care dapat diambil untuk satu orang, dapat juga menyertakan anggota keluarga dalam satu polis.

Manfaat rawat inap yang ditanggung Allisya Care dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat Allisya Care (Rawat Inap)

2. Maxi Violet

maxi violet_Page_1

Maxi Violet adalah kembaran Allisya Care. Rincian manfaat dan ketentuan umum lainnya sama persis, jadi tidak akan saya uraikan lagi di sini.

Bedanya, Allisya Care menggunakan akad syariah, Maxi Violet konvensional. Premi Allisya Care lebih murah sekitar 5% daripada Maxi Violet. Tapi Maxi Violet memiliki fitur no-claim bonussebesar 20% yang memotong premi perpanjangan. Allisya Care juga memiliki fitur no-claim bonus, tapi besarnya tergantung surplus underwriting (tidak dijamin).

3. SmartMed Premier

smart med preimeir

Seperti halnya Allisya Care dan Maxi Violet, SmartMed Premier juga merupakan produk asuransi kesehatan murni tanpa investasi dan berdiri sendiri (stand-alone). Manfaatnya lebih lengkap daripada Allisya Care dan Maxi Violet. Selain yang sudah disebutkan, juga dilengkapi manfaat kemoterapi, cuci darah, dan HIV/Aids.

Satu hal yang paling membedakan dari produk askes Allianz lainnya, SmartMed Premier membayar klaim rumah sakit SESUAI TAGIHAN dengan limit 6 miliar setahun. Artinya, berapa pun tagihan biaya rumah sakit, selama tidak melebihi 6 miliar, akan ditanggung seluruhnya oleh Allianz. Ketentuan untuk bisa sesuai tagihan adalah nasabah harus menempati kamar sesuai plan yang diambil. Misal, ambil plan A (kamar 500 ribu per hari), maka semua biaya pengobatan akan diganti penuh asalkan nasabah menempati kamar yang harganya 500 ribu per hari atau di bawahnya.

Keistimewaan SmartMed Premier yang lainnya adalah menyediakan fasilitas cashless untuk perawatan di luar negeri, saat ini yaitu di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Kamboja.

Seperti halnya Allisya Care dan Maxi Violet, SmartMed Premier bisa diambil untuk satu orang, dan bisa juga menyertakan anggota keluarga dalam satu polis.

Rincian manfaat SmartMed Premier bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat SmartMed Premier

4. Rider Hospital and Surgical Care + (HSC+)

asuransi-allianz-hospital-dan-surgery

HSC+ adalah askes murni Allisya Care atau Maxi Violet yang disisipkan di asuransi jiwa unit-link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus), dengan beberapa perubahan. Secara umum, rincian manfaat dan plafonnya sama. Perbedaannya, HSC+ dilengkapi manfaat kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi. Selain itu, HSC+ menyediakan plan kamar di atas 1 juta dan maksimal kamar 2 juta per hari.

Ketentuan umum HSC+ mengikuti ketentuan umum produk Tapro. Cara bayar bisa bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan.

Berbeda dengan Allisya Care, Maxi Violet, dan SmartMed Premier yang dapat menyertakan anggota keluarga dalam satu polis, HSC+ hanya bisa satu orang dalam satu polis.

Rincian manfaat HSC+ bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat Rider Hospital & Surgical Care + (klik untuk memperbesar)

Rangkuman Produk Asuransi Kesehatan

Persamaan dan perbedaan empat produk asuransi kesehatan di atas dapat dirangkum dalam tabel sbb:

Allisya Care Maxi Violet SmartMed Premier Rider HSC+ (Tapro)
Syariah Konvensional Konvensional Syariah dan konvensional
Berdiri sendiri Berdiri sendiri Berdiri sendiri Rider (proteksi tambahan) pd unit-link
Murni tanpa investasi Murni tanpa investasi Murni tanpa investasi Dikaitkan dengan investasi (unit-link)
Kontrak tahunan, bergaransi perpanjangan Kontrak tahunan, bergaransi perpanjangan Kontrak tahunan, tidak bergaransi perpanjangan Kontrak mengikuti produk dasar (asuransi jiwa).
Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis untuk satu orang
Usia masuk 1 bulan sd 60 tahun Usia masuk 1 bulan sd 60 tahun Usia masuk 1 bulan sd 75 tahun Usia masuk 1 bulan sd 60 tahun
Masa perlindungan sd usia 70 tahun Masa perlindungan sd usia 70 tahun Masa perlindungan sd usia 85 tahun Masa perlindungan sd usia 70 tahun
Bisa ditambah rider Rawat Jalan, Rawat Gigi, Persalinan, dan Santunan Harian Bisa ditambah rider Rawat Jalan, Rawat Gigi, Persalinan, dan Santunan Harian Bisa ditambah rider Rawat Jalan & Gigi dan Persalinan. Rawat inap saja.
Premi hanya tahunan Premi tahunan cashless, selain itu tidak cashless Premi tahunan cashless, selain itu tidak cashless Premi bisa bulanan, kuartalan, semesteran, dan tahunan, semuanya cashless
Plan 100rb sd 1jt Plan 100rb sd 1jt Plan 500rb sd 6jt Plan 100rb sd 2jt
Fasilitas cashless di Indonesia saja Fasilitas cashless di Indonesia saja Fasilitas cashless di Indonesia dan luar negeri Fasilitas cashless di Indonesia saja
Ada inner limit (batasan per item manfaat) Ada inner limit (batasan per item manfaat) Sesuai tagihan (as charge) Ada inner limit (batasan per item manfaat)
Tanpa masa tunggu Tanpa masa tunggu Masa tunggu 30 hari, kecuali karena kecelakaan Masa tunggu 30 hari, kecuali karena kecelakaan

Kesimpulan

  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan untuk sekeluarga, pilihannya Allisya Care, Maxi Violet, atau SmartMed Premier.
  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan sesuai syariah, pilihannya Allisya Care atau rider HSC+ di Tapro Allisya Protection Plus.
  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan sesuai tagihan, pilihannya SmartMed Premier.
  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan yang relatif murah, pilihannya Allisya Care.
  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan yang preminya bisa bulanan, pilihannya rider HSC+ di unit-link Tapro.
  • Jika harga bukan masalah bagi anda, askes terbaik ialah SmarMed Premier karena membayar klaim RS sesuai tagihan dengan limit 6 miliar setahun.

Produk Lain Terkait Kesehatan

Selain empat produk di atas, Allianz menyediakan dua produk lain yang menyediakan bantuan untuk risiko sakit. Pertama adalah rider Flexicare Family, yang memberikan santunan kesehatan untuk kejadian rawat inap dan pembedahan. Kedua adalah rider Critical Illness, yang memberikan uang pertanggungan jika tertanggung terdiagnosa atau mengalami salah satu dari sejumlah penyakit atau kondisi kritis. Keduanya tersedia sebagai rider (proteksi tambahan) pada unit-link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus).

1. Rider Flexicare Family

Flexicare Family memberikan santunan kesehatan berupa uang tunai jika tertanggung dirawat di rumah sakit atau mengalami pembedahan, baik karena sakit ataupun kecelakaan. Cara klaimnya bersifat reimburse dan bisa double claim dengan menyertakan fotokopi kuitansi legalisir.

Santunan yang diberikan Flexicare Family sesuai dengan jumlah unit yang diambil, tanpa melihat berapa biaya yang dikenakan rumah sakit. Lebih jelasnya bisa melihat tabel manfaat berikut:

Tabel Manfaat FlexicareTabel di atas menggambarkan manfaat Flexicare Family sebanyak 10 unit. Sebagai contoh, jika seseorang dirawat karena sakit selama 5 hari tanpa pembedahan, maka sepulangnya dari rumah sakit, dia dapat mengajukan klaim secara reimburse untuk memperoleh santunan sebesar 5 x 1 juta, sama dengan 5 juta. Atau jika dia mengalami pembedahan kategori intermediate karena kecelakaan, dia akan mendapatkan santunan sebesar 18 juta. Santunan penyembuhan pun ada, tapi hanya kalau dirawat lebih dari 30 hari.

Flexicare Family, sesuai namanya, bisa menyertakan anggota keluarga (suami/istri dan anak) dalam satu polis. Tentunya premi untuk satu orang berbeda dengan premi untuk beberapa orang.

Flexicare Family tidak saya golongkan sebagai asuransi kesehatan, karena bentuknya hanya berupa santunan harian. Biasanya produk ini dimaksudkan sebagai pelengkap dari asuransi kesehatan yang sudah dimiliki. Santunan yang diperoleh bermanfaat untuk menutup biaya-biaya tambahan yang tidak ditanggung asuransi kesehatan, misalnya biaya transportasi, makan, orang yang menemani, dan lain-lain. Atau bisa juga dianggap sebagai pengganti penghasilan yang hilang selama tidak bisa bekerja karena sakit.

2. Rider Critical Illness

Rider Critical Illness (asuransi penyakit kritis) memberikan uang pertanggungan sebesar yang tertera di polis jika tertanggung terdiagnosa atau mengalami salah satu dari 49 penyakit kritis, atau salah satu dari 100 kondisi kritis yang ditanggung (tergantung produknya). Contoh penyakit kritis antara lain serangan jantung, jantung koroner, stroke, kanker, penyakit hati kronis, gagal ginjal, angioplasti, tumor otak, dan meningitis bakteri. Semua penyakit itu membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan dan pemulihan (antara ratusan juta sampai miliaran rupiah), oleh karena itu diperlukan suatu proteksi yang didesain khusus untuk menanggulangi dampak keuangannya.

Asuransi penyakit kritis berbeda dalam banyak segi dengan asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan menanggung semua penyakit selama ada rawat inap atau pembedahan (hospital and surgical), sedangkan asuransi penyakit kritis menanggung risiko yang tergolong penyakit kritis saja. Asuransi kesehatan memberikan penggantian sebesar biaya rumah sakit atau maksimal sebesar plafon, sedangkan asuransi penyakit kritis memberikan sejumlah uang pertanggungan sesuai dengan yang tertera di polis tanpa melihat biaya yang ditagihkan rumah sakit.

Critical illness tidak melulu bicara soal penyakit, sebagian lagi berupa kondisi yang tidak tersembuhkan seperti kelumpuhan, kebutaan, bisu, tuli, kerusakan organ tubuh penting, hilangnya kemandirian hidup, hingga terminal illness (ketika usia seseorang divonis tidak lebih dari 12 bulan). Semua kondisi ini tidak bisa ditangani oleh asuransi kesehatan rawat inap, karena persoalannya bukan di biaya berobat. Dalam kasus ini, fungsi asuransi penyakit kritis bukan terutama untuk pengobatan maupun pemulihan, melainkan untuk mengganti penghasilan yang hilang karena tidak bisa bekerja lagi untuk jangka waktu yang panjang, bahkan untuk selamanya.

Blog ini diberi slogan “melindungi penghasilan keluarga”, salah satu alasannya karena asuransi penyakit kritis, bersama asuransi meninggal dunia dan cacat tetap, merupakan produk asuransi yang penting dimiliki demi mempertahankan kelangsungan ekonomi sebuah keluarga.

Rider Critical Illness di Tapro Allianz ada tiga macam, yaitu CI Accelerated (CIA), CI+, dan CI100. CIA dan CI+ menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut, dengan perbedaan CIA masa perlindungannya sampai dengan usia 85 tahun dan klaimnya mengurangi UP dasar, sedangkan CI+ sampai dengan usia 70 tahun dan klaimnya tidak mengurangi UP dasar. Sementara itu, CI100 menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal dengan masa perlindungan hingga usia tertanggung mencapai 100 tahun.

Perbedaan dan persamaan tiga produk rider tersebut bisa dilihat di tabel ini:

CI Accelerated CI+ CI100
Menanggung 49 penyakit kritis Menanggung 49 penyakit kritis Menanggung 100 kondisi penyakit kritis
Menanggung penyakit kritis tahap lanjut (advanced) Menanggung penyakit kritis tahap lanjut (advanced) Menanggung kondisi kritis sejak tahap awal, menengah, lanjut, dan terparah.
Klaim mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar
Usia masuk 1 sd 64 tahun Usia masuk 1 sd 64 tahun Usia masuk 5 sd 70 tahun
Masa perlindungan sd usia 85 tahun Masa perlindungan sd usia 70 tahun Masa perlindungan sd usia 100 tahun
Tanpa survival period Tanpa survival period Survival period 7 hari
Masa tunggu 90 hari Masa tunggu 90 hari Masa tunggu 90 hari

Saya akan membantu Anda supaya lebih mudah membandingkan dan memilih asuransi kesehatan atau manfaat rawat inap yang sesuai kebutuhan Anda dan tentunya sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Perbandingan antara 3 manfaat rawat inap (sesuai plafon), yaitu:

  1. Allisya Care  (asuransi kesehatan murni, syariah)
  2. Maxi Violet  (asuransi kesehatan murni, konvensional)
  3. Hospital Surgical Care / HSC (bukan asuransi kesehatan murni, melainkan rider/manfaat tambahan pada asuransi jiwa)

Profil nasabah:

Wanita, usia 40 tahun, merokok, bekerja dalam ruangan.  Kebutuhan: proteksi manfaat rawat inap, plan kamar 1 juta/hari

Pilihan proteksi manfaat rawat inap yang ditawarkan:

#  Dari Segi Besarnya Premi

1.  Allisya Care

Klik Gbr untuk memperbesar

2.  Maxi Violet

Klik gbr untuk memperbesar

3.  Rider HSC (manfaat tambahan pada polis asuransi jiwa, bukan askes murni)

Klik gbr untuk memperbesar

#  Dari Segi Detil MANFAAT

1.  Allisya Care

Klik gambar untuk memperbesar

2.  Maxi Violet

Klik Gambar untuk memperbesar

3.  Rider HSC

Klik Gambar untuk memperbesar

#  Dari Segi Ketentuan “Penyakit atau Luka Yang Sudah Ada Sebelumnya (Pre-Existing Disease) dan Penyakit Khusus”, dan PENGECUALIAN

1.  Allisya Care

klik gbr untuk memperbesar

klik gbr utk memperbesar

klik gbr utk memperbesar

2.  Maxi Violet

klik gbr utk memperbesar

Klik gbr utk memperbesar

Klik gbr utk memperbesar

3.  Rider HSC

Klik gbr utk memperbesar

#  Dari segi KETENTUAN LAINNYA

Klik gbr utk memperbesar

#  KESIMPULAN dari ilustrasi di atas,  dengan profil/data peserta tersebut.

  • Allisya Care (AC) = premi lebih murah 5%
  • Maxi Violet (MV) = premi murah
  • HSC+ = premi lebih mahal
  • AC dan MV hanya ada manfaat tambahan:  santunan kematian
  • HSC+ manfaat tambahan lebih lengkap:  kemoterapi, dialisa, fisioterapi
  • Ketentuan pre-existing disease, pengecualian dan ketentuan lainnya adalah SAMA pada AC, MV dan HSC+
  • AC dan MV hanya ganti biaya rawat inap selama di RS saja.
  • HSC+ ganti biaya rawat inap di RS dan ada warisan (UP dasar) yang besarnya dapat dimaksimalkan sesuai kebutuhan.  (Pada kasus ini: nasabah minta UP dasar diminimalkan, agar dapat plan 1jt dengan premi masih murah, tujuan askes digabung dengan asuransi jiwa adalah agar preminya flat dan ada nilai tunai).
  • AC dan MV tidak ada nilai tunai (tabungan), bila tidak ada klaim maka premi “hangus” (tidak dikembalikan)
  • HSC+ = ada nilai tunai (tabungan), premi yang disetorkan dialokasikan untuk tabungan/nilai investasi (ingat: HSC+ adalah rider dari asuransi jiwa, sedangkan fitur ini (ada nilai tunai) adalah karakteristik produk asuransi jiwa unitlink.  Sehingga pada kondisi ini tampak seperti merupakan keunggulan HSC+ dibandingkan AC dan MV)

Catatan:

Artikel ini hanya membandingkan asuransi kesehatan Allianz yang fiturnya:  sesuai plafon. Untuk asuransi kesehatan Allianz sesuai tagihan, Anda bisa dapatkan info detilnya dengan menghubungi saya di 08113436830

Tanya Jawab

Tanya: Allisya Care dan Maxi Violet kan produk yang masa kontrak dan pembayarannya tahunan. Apakah produk ini ada garansi dapat diperpanjang?

Jawab: Allisya Care dan Maxi Violet ada jaminan dapat diperpanjang. Smartmed Premier tidak.

Tanya: Premi produk askes Allisya Care dan Maxi Violet apakah naik setiap tahun atau flat?

Jawab: Premi sesuai dengan tabel premi, secara umum cenderung naik pada rentang usia tertentu. Premi tergantung jenis kelamin dan kelompok usia.

Tanya: Saya ingin mengasuransikan ibu saya. Beliau sudah memiliki darah tinggi sejak dua tahun lalu. Apakah jika dirawat karena darah tinggi akan ditanggung?

Jawab: Tekanan darah tinggi (hipertensi) jika sudah ada dan masih ada sampai sekarang, termasuk ke dalam preexisting diseases (penyakit atau luka yang telah ada sebelumnya). Pada produk Allisya Care dan Maxi Violet, biasanya dikecualikan secara permanen (selamanya). Pada produk Smartmed Premier, dikecualikan atau dikenakan masa tunggu selama lima tahun (60 bulan), dengan catatan tidak ada klaim dalam lima tahun tsb.

Sudah ada gambaran mengenai perbedaan dan keunggulan masing2 manfaat rawat inap tersebut?

Silahkan memilih asuransi kesehatan mana yang sesuai kebutuhan Anda.

Menabung 350rb perbulan, Gratis Biaya Rawat Inap di RS

Apa anda ingin tabungan anda tetap utuh meskipun sakit dan butuh biaya perawatan di rumah sakit? Apakah anda ingin hanya nabung Rp 350rb an, sudah dapat fasilitas rawat inap yang memadai? Jika jawaban anda iya, silahkan baca penjelasan ini.

Rawat Inap GratisProfi nasabah sebagai berikut:

  1. Jenis kelamin: laki-laki
  2. Usia: 34 tahun
  3. Merokok/tidak: tidak
  4. Premi per bulan: Rp 350.000,-
  5. Keluarga yang ditanggung: 1 istri, 1 anak perempuan.

Dengan profil di atas, berikut ini manfaat asuransi yang didapatkan:
1. Asuransi jiwa (hingga usia 100 tahun) sebesar: Rp 50.000.000,-
2. Santunan/pertanggungan 100 jenis penyakit kritis (hingga usia 100 tahun) sebesar: Rp 50.000.000,-
3. Biaya Rawat Inap (masa pertanggungan 36 tahun sejak diterima daftar asuransi). Rincian biaya yang ditanggung sebagai berikut:

Tabel Rincian Biaya Rawat Inap

  1. Santunan Rawat Inap sekeluarga (masa pertanggungan 31 tahun sejak diterima daftar asuransi). Rincian santunan rawat inapnya sebagai berikut:

Tabel Santunan Biaya Rawat Inap

  1. Bebas premi, jika tertanggung mengalami salah satu dari 49 jenis penyakit kritis (tertera dalam polis) hingga usia 65 tahun.

Ayo, mana lagi yang lebih murah dari ini? Apakah Anda sudah punya asuransi? Jika belum buruan ambil. Banyak pilihan produk yang sangat bermanfaat. Belum paham dengan produk asuransi yang cocok dengan kebutuhan Anda? Silahkan hubungan saya:

Natanael Allianz HP/WA/ 08113436830

Cara Membandingkan Produk Asuransi

Secara umum, perbandingan produk unit-link dapat dilakukan dengan melihat 4 aspek, yaitu besaran premi dan manfaat, proyeksi nilai investasi, biaya-biaya polis, dan fitur manfaat asuransi secara detail.
Besaran Premi dan Manfaat Asuransi

Berapa premi dan berapa manfaat asuransinya, inilah hal pertama yang paling mudah dilihat ketika membandingkan ilustrasi produk unit-link. Misalnya, dengan premi 1 juta per bulan, manfaatnya apa saja, UP atau uang pertanggungan jiwanya berapa, UP kecelakaan berapa, UP cacat tetap total berapa, UP sakit kritis berapa, rawat inap rumah sakit plan kamar berapa, ada manfaat bebas premi atau tidak, dan sebagainya.

Dalam membandingkan beberapa produk, manfaat asuransinya harus sejenis supaya bisa dibandingkan. Jika di ilustrasi unit-link A ada manfaat UP jiwa, kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, dan pembebasan premi, maka di ilustrasi unit-link B dan C dan D pun sama. Jika di unit-link A ditawarkan manfaat rumah sakit, maka di ilustrasi lain pun serupa. Jika di proposal A ada manfaat rawat inap, lalu anda membandingkan dengan proposal B yang tidak ada manfaat rawat inap, maka itu perbandingan yang tidak setara.

Tentunya setiap orang akan cenderung memilih produk yang memberikan manfaat asuransi lebih besar dengan premi yang sama, atau premi yang lebih rendah dengan manfaat yang sama.

Beberapa contoh ilustrasi premi dan manfaat unit-link dapat diilihat di SINI.
Proyeksi Nilai Investasi

Proyeksi nilai investasi perlu dilihat ketika anda membandingkan ilustrasi unit-link. Jika premi dan manfaat asuransinya sama, lihat juga berapa nilai investasinya. Dalam membandingkan nilai investasi, asumsi return investasi yang digunakan harus sama, misalnya sama-sama 5%, 10%, 15%, atau 18%.

Misalnya, anda mendapatkan ilustrasi dengan setoran premi sama-sama 1 juta per bulan, manfaat asuransi sama (contohnya: UP jiwa 500 juta, UP sakit kritis 500 juta, UP kecelakaan 500 juta, UP cacat tetap total 500 juta, dan ada pembebasan premi), maka bandingkan pula nilai investasinya dengan asumsi investasi yang sama. Pada tahun ke-5 nilai investasinya berapa, tahun ke-10 berapa, dan seterusnya. Tentunya jika manfaat asuransi sama, orang cenderung akan memilih yang nilai investasinya lebih besar.

Seringkali antara satu proposal dengan proposal lain tidak menggunakan asumsi yang sama, maka mintalah agen anda untuk membuatkan proposal lagi menggunakan asumsi yang anda inginkan, misalnya dengan mengganti jenis dana.
Biaya-Biaya Polis

Premi dan manfaat serta proyeksi nilai investasi adalah perbandingan dari sisi permukaan. Lebih dalam lagi, anda juga disarankan memperhatikan biaya-biaya polis yang dikenakan. Biaya-biaya polis unit-link pada umumnya meliputi biaya akuisisi, biaya asuransi (atau tabarru dalam asuransi syariah), biaya administrasi, biaya pengelolaan investasi, dan biaya top up atau selisih harga jual-beli unit. Yang paling perlu diperhatikan adalah biaya akuisisi dan biaya asuransi. Biaya administrasi pun dapat dipertimbangkan, selebihnya perbedaannya tidak signifikan.

Biaya-biaya polis ini biasanya dicantumkan di proposal unit-link, tapi tidak semua unit-link menuliskannya secara lengkap. Untuk yang tidak lengkap ini, anda bisa menanyakannya kepada agen.

Proposal unit-link dari Allianz, yaitu Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus), termasuk yang tidak mencantumkan biaya-biaya polis secara lengkap. Jadi biar saya tuliskan di sini:
Biaya akuisisi: Tahun 1: 75%, Tahun 2: 40%, Tahun 3: 15%, Tahun 4: 7,5%, Tahun 5: 7,5%, Tahun 6 dan seterusnya: 0%. Total: 145% dihitung dari premi dasar.
Biaya asuransi (tabarru): Tergantung manfaat, besarnya UP, jenis kelamin, dan usia. Biaya asuransi tahun pertama dicantumkan di proposal halaman 1.
Biaya administrasi: 26.500 per bulan.
Biaya pengelolaan investasi: 2% per tahun (untuk equity fund)
Selisih harga jual-beli unit (di tempat lain dapat disetarakan dengan biaya top up): 5%

Dengan bekal informasi ini, silakan anda cek di polis atau ilustrasi unit-link anda berapa biaya-biayanya. Tentunya semakin rendah struktur biaya, semakin menguntungkan bagi nasabah.
Fitur Manfaat Asuransi secara Detail

Lebih ke dalam lagi, dan ini yang paling penting, adalah fitur dari manfaat asuransi yang diambil. Bagaimana pun, kita mencari asuransi untuk mendapatkan manfaat proteksi. Idealnya kita mendapatkan manfaat proteksi yang bagus dengan premi yang murah. Tapi ketersediaan produk di pasaran tidak selalu sesuai keinginan kita, dan tidak ada produk unit-link yang unggul atau terbaik dalam segala hal.

Mungkin saja di proposal A, UP-nya lebih besar dari proposal B, tapi untuk detail manfaatnya anda lebih setuju dengan proposal B. Mungkin sama-sama memberikan manfaat proteksi penyakit kritis, tapi fitur-fiturnya tentu ada perbedaan. Sama-sama manfaat rawat inap, rincian manfaatnya tentu berbeda. Bahkan sama-sama manfaat dasar pun bisa memiliki perbedaan yang signifikan. Ada manfaat dasar yang murni menanggung risiko meninggal dunia, ada manfaat dasar yang menanggung risiko meninggal dunia ATAU cacat tetap total.

Fitur manfaat secara detail ini tidak akan semuanya dicantumkan di proposal. Oleh karena itu, sebaiknya anda meminta lihat contoh polisnya. Tapi dari pengalaman saya beberapa kali memperlihatkan contoh polis kepada calon nasabah yang meminta, umumnya contoh polis tersebut didiamkan saja tanpa dibaca, atau dibaca tapi kurang dipahami. Jadi tetap lebih praktis jika anda menanyakannya secara langsung kepada agen melalui diskusi yang lebih mendalam.

Di bagian ini saya menyodorkan panduan dasar mengenai hal-hal yang dapat anda diskusikan dengan calon agen anda mengenai fitur manfaat asuransi yang lazim ditawarkan produk unit-link. Panduan ini meliputi manfaat dasar, rider penyakit kritis, rider kecelakaan, rider cacat tetap total, rider bebas premi, dan rider rawat inap.

Manfaat Dasar

Manfaat dasar unit-link biasanya memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia. Masa perlindungan biasanya hingga seumur hidup (sampai usia 99 atau 100 tahun). Ini yang ada di unit-link pada umumnya.

Tapi ada juga unit-link yang manfaat dasarnya bukan hanya meninggal dunia, melainkan digabung dengan risiko cacat tetap total (CTT, TPD). Apa artinya? Jika tertanggung menderita cacat tetap total, maka polis berakhir walaupun tertanggung belum meninggal dunia. Dengan berakhirnya polis, maka berakhir pulalah manfaat-manfaat lainnya seperti rawat inap, penyakit kritis, kecelakaan, dan bebas setor.

Ada pula unit-link yang masa perlindungan manfaat dasarnya tidak sampai usia 100 tahun, tapi sampai 75 atau 80 tahun.

Jangan lupa, bandingkan pula biaya asuransinya (tabarru) untuk usia dan UP yang sama. Misal: berapa biaya asuransi untuk UP 1 miliar, pria usia 30 tahun.

Rider Penyakit Kritis

Secara umum, rider penyakit kritis dibedakan menjadi rider yang menanggung penyakit kritis tahap akhir saja (advanced stage), dan rider yang menanggung penyakit kritis sejak tahap awal (early stage). Tentunya rider penyakit kritis yang menanggung sejak tahap awal akan lebih mahal biayanya dibanding rider penyakit kritis yang menanggung tahap akhir saja. Rider penyakit kritis juga dibedakan berdasarkan klaimnya, ada yang mengurangi UP dasar dan ada yang tidak mengurangi.

Lebih lengkap lagi, dalam membandingkan manfaat penyakit kritis antara satu produk dengan produk lain, ada beberapa aspek yang perlu dicermati, antara lain: jumlah kondisi atau penyakit yang ditanggung, masa berlaku proteksi, menanggung sejak tahap awal atau hanya tahap akhir, klaimnya mengurangi UP dasar atau tidak, ada syarat survival period (masa bertahan hidup) atau tidak, kalau ada berapa hari masa survival periodnya, dan biaya asuransinya.

Di Tapro Allianz ada 3 jenis rider penyakit kritis, yaitu CI accerated, CI+, dan CI100.

Rider Kecelakaan (Personal Accident)

Secara umum, rider kecelakaan menanggung manfaat meninggal dunia atau cacat karena kecelakaan. Ada unit-link yang menambahkan pada rider ini manfaat santunan jika dirawat karena kecelakaan. Selebihnya tidak banyak perbedaan detail dalam rider ini antara satu unit-link dengan unit-link lain. Jadi, jika ingin membandingkan, cukup dilihat biaya asuransinya saja dan masa perlindungannya. Biaya asuransi pada rider kecelakaan bersifat tetap (flat), tidak dipengaruhi usia. Yang membedakan adalah kelas risiko pekerjaan.

Di Tapro Allianz, hanya tersedia satu rider kecelakaan, yaitu ADDB (Accident Death and Disability Benefit). Manfaatnya memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia atau cacat tetap karena kecelakaan, dengan masa perlindungan sampai tertanggung berusia 65 tahun.

Perbedaan kecil biasanya terdapat pada persentase cacat.

Rider Cacat Tetap Total (TPD)

Sebagian besar unit-link memiliki rider cacat tetap total atau TPD (Total Permanent Disability). Tapi ada juga yang tidak, dan menjadikan rider ini bagian dari manfaat dasar seperti dijelaskan di atas. Tidak banyak perbedaan detail dalam rider ini antara satu unit-link dengan unit-link lain. Jadi, jika ingin membandingkan, cukup dilihat biaya asuransinya saja dan masa perlindungannya.

Di Tapro Allianz, Rider TPD memberikan uang pertanggungan jika tertanggung mengalami cacat tetap total, baik karena sakit atau kecelakaan. Masa perlindungan sampai tertanggung berusia 65 tahun. Pengertian cacat tetap total ialah kehilangan fungsi secara permanen pada dua anggota gerak dan penglihatan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua mata, atau kombinasi dari ketiganya. Rider ini juga memberikan perlindungan jika tertanggung mengalami kemandirian hidup, dengan kriteria tidak bisa melakukan 3 dari 5 aktivitas dasar sehari-hari. Klaim rider TPD ada yang mengurangi UP dasar, ada juga yang tidak mengurangi UP dasar.

Rider Bebas Premi

Rider bebas premi, sesuai namanya, memberikan manfaat dibayarkannya premi oleh perusahaan asuransi jika pemegang polis mengalami suatu risiko yang ditanggung.

Variasi dalam rider ini antara lain: jenis risiko yang menjadikan bebas setor premi, masa perlindungan, dan tentunya biaya asuransi.

Bicara jenis risiko yang menjadikan bebas premi, pada umumnya menanggung risiko penyakit kritis atau cacat tetap total. Tapi ada juga yang menanggung bebas premi karena risiko penyakit kritis saja, tanpa cacat tetap total, karena kalau cacat tetap total polis berakhir.

Jika pemegang polis berbeda dengan tertanggung, manfaat bebas premi juga bisa ditambahkan dengan risiko meninggal dunia. Misalnya jika tertanggung anak, pemegang polis ayah, maka bisa ditambahkan rider bebas premi dari risiko si ayah meninggal dunia.

Rider ini juga bisa ditambahkan untuk pasangan pemegang polis (Spouse Payor).

Di Tapro Allianz, rider bebas premi karena sakit kritis atau cacat tetap total disebut Payor Benefit, berlaku sampai pemegang polis berusia 65 tahun. Kemudian rider bebas premi karena meninggal dunia disebut Payor Protection, masa berlaku sd pemegang polis seolah-olah berusia 65 tahun.

Rider Rawat Inap

Rider rawat inap secara umum ada dua jenis, yaitu yang klaimnya bersifat cashless dan bersifat reimburse. Rider rawat inap cashless disebut juga asuransi kesehatan, sedangkan yang reimburse biasanya berupa santunan harian.

Untuk rider rawat inap cashless, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membandingkan produk, antara lain: apakah klaimnya sesuai tagihan atau ada plafonnya tiap manfaat, berapa limit tahunan, rincian manfaatnya apa saja, manfaat tambahannya apa saja (kemoterapi, cuci darah, dll), dan berapa biaya asuransinya.

Di Tapro Allianz, rider rawat inap cashless disebut HSC+ (Hospital and Surgical Care +). Fitur standar menyediakan fasilitas kartu cashless, ada plafon tiap manfaat (inner limit), tidak ada limit tahunan, dan menyediakan tambahan manfaat untuk kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi. Selengkapnya mengenai produk dan pilihan produk asuransi kesehatan lainnya, bisa dilihat di artikel “Beberapa Pilihan Asuransi Kesehatan dari Allianz“.

Demikian. []