Tag Archives: stroke

Alasan Mengapa Saya Butuh Asuransi Allianz

Sering saya mendengar banyak teman saya yang terkena musibah, antara lain sakit kritis (jantung, kanker, stroke, dan lainnya) dalam usia sangat muda. Kalau diambil rata-rata antara usia 30 tahun sampai 50 tahun di antara teman saya sudah terkena sakit kritis tersebut. Itu alasan pertama.

Alasan kedua. Kalau saya nabung di Bank, target nabung Rp 1 Milyar. Kira-kira barus nabung sampai 1000 bulan jika tiap bulannya Rp 1 juta.  Seandainya saya bisa nabung sampai Rp 1 Milyar butuh waktu 80 tahun. Cukup lama.

Baru satu tahun menabung untuk mengumpulkan target Rp 1 Milyar, tiba-tiba ditengah jalan terjadi musibah sakit kritis. Mau tidak mau, saya harus mengambil tabungan yang sudah terkumpul baru Rp 7 juta. Padahal biaya rumah sakit yang harus dibayar sebesar Rp 50 juta atau Rp 100 juta. Jalan keluarnya adalah harus mencari pinjaman, mencari sumbangan ke saudara atau tetangga. Itu adalah resiko yang terjadi dan saya tidak bisa menolak.

Nah, setelah saya memiliki polis asuransi Tapro Allianz, rasa kawatir kejadian cerita di atas sudah tidak lagi menghampiri saya. Tapro (tabungan proteksi) Allianz sudah menyiapkan dana cash sebesar Rp100 juta hingga ratusan milyar, jika terjadi resiko sakit kritis pada saya.

Kira-kira kalau tidak ada produk asuransi di dunia ini, adakah produk lain yang bisa membantu seseorang menyelamatkan dari kehidupan finansial secara cepat? Jawabannya tidak ada. Hanya asuransi yang mampu mengatasi dan membayar kebutuhan finansial saya pada saat membutuhkan biaya yang cukup besar untuk membayar dokter di rumah sakit.

Info lebih detail hubungi saya,

Natanael HP/WA 08113436830

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Apakah Penyakit Jantung, Kanker, Stroke dan Gagal Ginjal adalah Penyakit Keturunan?

 

Jantung:  Apakah penyakit jantung adalah penyakit keturunan?

Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah di jantung koroner. Jika pasokan darah ke jantung terhenti akibat tersumbatnya pembuluh darah koroner, maka dapat mengakibatkan serangan jantung, dan kematian.

Faktor-faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner adalah merokok, tekanan darah tinggi, kadar kolestrol tinggi dalam darah, kurangnya berolahraga, dan asupan kemak jenuh serta lemak trans dari makanan.

Meski demikian, riwayat keluarga yang terkena penyakit jantung koroner juga dapat menjadi faktor risiko yang memungkinkan kita juga terkena serangan jantung. Dari keluarga, kita bisa mewarisi gen pendukung penyakit jantung, misalnya produksi kolestrol dalam tubuh yang sudah tinggi atau kita mewarisi gaya hidup yang kurang sehat dari keluarga.

Kita perlu waspada jika ayah kita di bawah usia 55 tahun dan ibu kita di bawah 65 tahun terkena serangan jantung, karena itu berarti kita berpeluang besar mengalami hal yang sama. Menurut American Journal of Preventive Medicine, peluang yang kita peroleh sekitar 1,5 sampai 2 kali lebih besar dibandingkan teman kita yang tidak memiliki riwayat keluarga penyakit jantung.

Meski ada benarnya bahwa penyakit jantung koroner itu penyakit turunan, namun kita bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung dengan menerapkan gaya hidup sehat sedini mungkin. (Nutrifood Research Center dalam “Buka Fakta 101 Mitos Kesehatan”. Penerbit: Gramedia Pustaka Utama)

sumber

 

Kanker:  Apakah kanker adalah penyakit keturunan?

Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam dan guru besar FKUI, kanker payudara seperti juga kanker yang lain, bukan penyakit yang menular ataupun penyakit keturunan. Kendati begitu, sekitar tujuh persen, jadi hanya sebagian kecil kanker payudara, memang diturunkan dalam keluarga.

kata Zubairi, kanker payudara bisa dicegah. Kecuali bila ada kakak atau adik kandung (first degree relative) yang terkena kanker payudara juga, maka risiko terkena penyakit yang sama menjadi meningkat sekali, artinya sekitar 80 persen kemungkinan mengalami kanker payudara.

Bila dua anggota keluarga terdekat terkena kanker payudara, Zubairi menyarankan agar seorang wanita juga memeriksakan darahnya, apakah ada mutasi gen BRCA-1 dan BRCA-2. Mutasi genetik tersebut menandakan kemungkinan terkena kanker payudara di kemudian hari menjadi sekitar 80 persen. Pemeriksaan mutasi genetik BRCA-1 dan BRCA-2 saat ini sudah bisa dikerjakan di RS Kanker Dharmais.  (sumber)

Dari doktersehat.com, Para peneliti menyimpulkan bahwa seseorang berisiko terkena kanker apabila orangtuanya menderita kanker di usia muda maupun sudah usia lanjut.

Berdasarkan penelitian yang melibatkan 8 juta orang beserta orangtuanya menunjukkan beberapa jenis kanker yang dapat diturunkan orangtua kepada anaknya antara lain, kanker kulit sebanyak 3,5%, kanker paru-paru sebanyak 5%, kanker payudara sebanyak 8,8%, kanker prostat sebanyak 30,1%, kanker non-Hodgkin lymphoma sebanyak 1,6%, kanker kulit melanoma sebanyak 4,6%, kanker kandung kemih sebanyak 2,8%, dan kanker kolon sebanyak 6,4%.

Para peneliti juga menemukan bahwa sekitar 35 – 81 persen kanker yang diderita orangtua terjadi pada usia 69 tahun. Jenis kankernya antara lain kanker prostat sebanyak 75%, kanker paru-paru sebanyak 59%, kanker kulit sebanyak 81%, kanker kulit melanoma sebanyak 35%, kanker kolon sebanyak 59%, kanker kandung kemih sebanyak 62%, kanker payudara sebanyak 41%, dan kanker non-Hodgkin lymphoma sebanyak 54%.

Menurut para peneliti risiko kanker kemungkinan besar disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik. Belum ada faktor non genetik yang dapat meningkatkan resiko kanker pada anak ketika orangtua diagnosis terkena kanker.

 

Stroke:  Apakah stroke adalah penyakit keturunan?

Stroke (penyakit serebrovaskuler) adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke bisa berupa iskemik (sumbatan) maupun perdarahan (hemoragik).

Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah. Pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.

Orang yang berisiko tinggi mendapat serangan stroke antara lain :

  • Penderita tekanan darah tinggi, dimana tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg Penderita kolesterol tinggi
  • Penderita gula darah (diabetes mellitus)
  • Perokok
  • Penderita atrial fibrilation
  • Obesitas
  • Tidak pernah berolah raga
  • Terdapat riwayat stroke pada keluarga
  • Pernah mengalami serangan stroke sebelumnya

sumber

Dari yastroki.co.id,  Para ahli kesehatan meyakini, ada hubungan antara risiko stroke dengan faktor keturunan, walaupun tidak secara langsung. Pada keluarga yang banyak anggotanya menderita stroke, kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan stroke harus lebih ditingkatkan.

Dari kompasiana.com,  Menurut medis, stroke memang ada yang disebabkan karena keturunan, dimana ketika salah satu orang tua atau bagian keluarga terkena stroke maka dimungkinkan mengalami penyakit yang sama.

Gagal Ginjal:  Apakah gagal ginjal adalah penyakit keturunan?

Gagal ginjal berarti fungsi ginjal sudah sedemikian terganggunya sehingga diperlukan hemodialisa (HD) rutin atau transplantasi ginjal untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.  Gagal ginjal tidak secara langsung diturunkan oleh keluarga, namun beberapa kondisi penyakit seperti Diabetes Mellitus (sakit gula), Hipertensi (darah tinggi) serta pola hidup Anda yang akan menentukan kondisi ginjal Anda kelak.

 

2.  POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP

Jantung

Faktor-faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner adalah merokok, tekanan darah tinggi, kadar kolestrol tinggi dalam darah, kurangnya berolahraga, dan asupan kemak jenuh serta lemak trans dari makanan.  (sumber)

Kanker

Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam dan guru besar FKUI, hanya sebagian kecil kanker payudara, memang diturunkan dalam keluarga.  Namun, tidak berarti pula kita bisa santai-santai saja. Zubairi menyarankan agar kita tetap memperbaiki gaya hidup dan segera beralih ke gaya hidup sehat. Ada beberapa gaya hidup yang memudahkan munculnya kanker payudara, yaitu makanan tinggi lemak, merokok, dan konsumsi alkohol. Jadi batasilah konsumsi lemak seperti makanan berlemak, sop buntut, susu full-cream, es krim, sampai jeroan. Hindari pula rokok dan kebiasaan menenggak alkohol.  (sumber)

Bagi Anda yang memiliki keturunan terkena kanker dari orangtua, sebaiknya perhatikan pola hidup Anda, jangan sampai gaya hidup yang tidak sehat malah akan meningkatkan risiko Anda terkena kanker. (sumber)

Stroke

Banyaknya kasus stroke dalam keluarga Anda mungkin lebih disebabkan faktor pola makan, gaya hidup, dan watak yang hampir sama. Makanan bersantan asal tidak berlebihan sebetulnya tidak berbahaya.   Namun jika setiap hari mengonsumsi makanan berlemak, terutama lemak hewani dalam jumlah berlebihan, apalagi kurang makan sayur dan buah-buahan segar, tentu akan meningkatkan risiko stroke. Cepat marah, panik, dan stres, apalagi perokok, kurang olah raga, berat badan berlebih dan kurang tidur akan melipat gandakan kemungkinan Anda terkena stroke.  (sumber)

Menurut medis, stroke memang ada yang disebabkan karena keturunan, dimana ketika salah satu orang tua atau bagian keluarga terkena stroke maka dimungkinkan mengalami penyakit yang sama. Meskipun ada faktor lain yang melingkupinya salah satunya adalah faktor konsumsi yakni seseorang yang terkena stroke diawali oleh kebiasaan buruk ketika mengkonsumsi makanan, selalu makan makanan berminyak, berlemak jenuh tinggi dan kurangnya makanan sayur. Akibatnya terjadi penyumbatan pada pembuluh darah yang lambat laun terjadi melemahnya proses aliran darah dalam tubuh akibat penyumbatan tersebut yang berujung pada tekanan darah yang tinggi. Akibatnya organ pada otak mengalami disfungsi dan berujung kematian fungsi secara permanen.

Selain faktor makanan yang memicu percepatan gejala stroke, faktor pola hidup yang tidak sehat juga menjadi faktor penting timbulnya gejala stroke. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang yang bukan keturunan keluarga yang memiliki penyakit stroke tapi karena pola hidup yang buruk mengakibatkan dirinya terkena penyakit yang berbahaya ini. (sumber)

Gagal Ginjal

Faktor penyebab terjadinya gagal ginjal:
  • Dehidrasi
  • Diabetes
  • Hipertendi
  • Ginjal Polistik
  • Glomerulonefritis
  • Refluks Nefropati
  • Konsumsi obat berlebihan
  • Serangan Jantung
  • Gangguan fungsi hati

Kebiasaan gaya hidup sehat menjadi salah satu hal penting untuk menjaga kesehatan ginjal.  Pola hidup sehat untuk mengendalikan penyebab gagal ginjal menjadi langkah paling penting untuk mencegah gagal ginjal.  (sumber)

3.  BIG IS BEAUTIFUL

Poin ini sebenarnya juga termasuk dalam poin ke2, yaitu gaya hidup dan pola makan.  Kegemukan bukanlah keturunan atau proses instan.  Yang sebenarnya diturunkan bukanlah “kegemukan”nya, melainkan pola makannya.  Bila dalam suatu keluarga, orangtuanya terbiasa dengan pola makan cepat saji, maka secara otomatis anaknya pun akan mengikuti pola makan tersebut.  Kegemukan terjadi akibat pola makan yang tidak sehat, yang terjadi secara terus-menerus selama bertahun-tahun.   Kegemukan harus diwaspadai karena merupakan sumber dari berbagai macam penyakit.

Ada yang berpendapat bahwa “tidak apa gemuk, yang penting sehat”.  Yang dimaksud sehat disini, mungkin adalah karena Anda masih bisa beraktifitas rutin ya?  Coba sesekali Anda cek kondisi “organ dalam” Anda.  Cari tau:  kadar lemak, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, fungsi hati, fungsi ginjal, dll.  Bila hasil laboratorium banyak tercetak bintang merah, artinya Anda harus mengubah pola makan menjadi lebih sehat sekarang juga.  Karena bisa jadi, saat ini Anda masih sehat karena banyaknya tumpukan lemak yang menutup organ dalam Anda.  Sehingga, bila terjadi “sesuatu kesalahan kecil” pada organ dalam, maka sulit terdeteksi adanya sinyal dari tubuh Anda terhadap hal yang tidak beres.  Organ dalam Anda menjadi tidak responsif karena tertutup lemak.  Respon baru terasa setelah terjadi “kesalahan besar” yang membuat Anda baru diketahui sudah dalam kondisi parah.

 

4.  SAKIT KRITIS BISA JUGA TERJADI PADA USIA MUDA

Fakta bahwa ternyata saat ini penyakit kritis tidak hanya terjadi pada usia senja, melainkan juga bisa terjadi pada usia muda.  Dari gaya hidup serba instan dan tidak beraturan saat ini, akibat tuntutan produktifitas kerja yang tinggi.  Ditunjang dengan kemudahan mendapatkan makanan cepat saji dimana-mana dan pola makan yang kurang sehat, bisa menyebabkan terjadinya penyakit kritis.

Beberapa contoh kasus sakit kritis usia muda:

  • Penyakit jantung pada penyanyi muda Mike Mohede, 32 tahun (sumber)
  • Serangan jantung pada comica Dodit Mulyanto, 25 tahun (sumber)
  • Meningitis pada artis Olga Syahputra, 32 tahun (sumber)
  • Kanker Serviks pada artis Julia Perez, 35 tahun (sumber)
  • Kanker payudara pada penyanyi Andien, saat kelas 2 SMA (sumber)

dan masih banyak lagi yang bisa Anda search via google.

 

5.  Rasanya sudah terapkan pola hidup sehat, pola makan sehat berimbang, rajin olahraga, tidak merokok, kenapa harus punya asuransi sakit kritis?

Semua skenario hidup, kita tidak tau akan bagaimana.  Alhamdulillah, jika kita sudah menerapkan pola hidup sehat seperti itu.  Artinya kita berupaya untuk menghindari resiko buruk kesehatan.

Pertanyaannya:

  • Bagaimana dengan orang di sekitar kita? 
  • Apakah mereka sudah melakukan upaya sehat yang sama seperti kita, atau bahkan jauh lebih baik daripada kita?
  • Bagaimana jika kita tidak merokok, tapi orang-orang di sekitar kita merokok? 
  • Bagaimana jika kita misalnya sudah menjaga lingkungan agar bersih dan sehat, tapi tetangga kita masih juga tidak menutup genangan air bersih yang akibatkan nyamuk DB?
  • Bagaimana jika kita sudah menutup mulut saat bersin dan batuk, tapi orang disekitar kita tidak?

Sebaik-baik kita berusaha, pengaruh lingkungan bisa jadi merupakan penyebabnya.  Kita tidak pernah tau…

Berikut bukti beberapa nasabah dengan pola hidup sehat, ternyata belum menjamin kita bebas dari resikonya.  Lengkapnya klik DISINI.

Jadi, kapan harus punya asuransi sakit kritis?

Apabila saat ini Anda masih muda, masih sehat, dan belum butuh asuransi, tapi:

  1. Ada riwayat penyakit kritis yang dialami keluarga inti Anda
  2. Gaya hidup Anda serba instan dan tidak teratur
  3. Pola makan Anda sembangan
  4. Mengalami obesitas ataupun tidak

Maka, SEKARANG adalah saat yang TEPAT bagi Anda untuk membeli asuransi sakit kritis.

Membeli asuransi sakit kritis haruslah saat Anda belum membutuhkannya.  Karena perusahaan asuransi pasti akan menerima permohonan asuransi sakit kritis yang Anda ajukan.

Bila sakit kritis sudah terjadi, sudah pasti Anda sangat membutuhkan asuransi.  Hanya saja, perusahaan asuransi sudah pasti tidak akan menerima pengajuan Anda.

Saat ini, di Allianz Syariah, Anda bisa mendapatkan pertanggungan sakit kritis sebesar 1 Miliar hanya dengan premi 500 ribu perbulan (pria 30 tahun) atau 550 ribu perbulan (wanita 30 tahun).  Anda boleh keliling dulu untuk minta ilustrasi dari perusahaan asuransi lain.  Terakhir, langsung kontak saya untuk mendapatkan ilustrasi sebagai pembanding terakhirnya.  Saya jamin, Allianz Syariah memberikan premi yang lebih murah untuk mendapatkan UP sakit kritis 1 Miliar.

Buktikan ilustrasinya, hubungi: Natanael Agen Allianz Berlisensi. HP/WA 08113436830

 

Artikel disadur dari : kapan-harus-punya-asuransi-sakit-kritis/

Lima Jenis Penyakit Kritis yang Berpotensi Menjadi Beban Finansial

Ada lima jenis penyakit kritis yang berpotensi menjadi beban finansial atau beban keuangan.

Berikut data yang disampaikan Menkes RI di sela-sela Sidang Kesehatan Dunia Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)[2]:

1. Penyakit jantung

Jantung termasuk penyakit kritis yang menghabiskan triliunan rupiah. Disebutkan pada periode Januari – Juni 2014, terjadi 232.010 kasus yang menghabiskan dana Rp1,82 triliun. Beberapa masalah yang sering terjadi adalah adanya penyumbatan aliran darah ke jantung. Untuk itu ada beberapa jenis perawatan yang biasa dilakukan, baik dengan operasi bypass (memberikan saluran baru ke jantung) atau pemasangan ring (memberikan semacam cincin untuk membuka saluran yang tersumbat).[3]

2. Stroke

Pada peringkat kedua penyakit yang mendatangkan beban finansial tertinggi adalah stroke. Pada periode yang sama, pasien yang ditangani sejumlah 172.303 dengan biaya perawatan mencapai Rp794,08 miliar. Penyakit yang juga sering disebut sebagai penyakit tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak ini perlu perawatan yang intensif karena berhubungan dengan otak. Tak jarang penderitanya akan mengalami cacat seumur hidup. Karena itulah pengobatannya butuh biaya yang mahal.[4]

3. Ginjal

Penyakit kritis lain yang juga menghabiskan banyak biaya adalah penyakit ginjal. Menurut Menkes, biaya yang dikeluarkan untuk menangani 138.779 pasien ginjal sebesar Rp750 miliar. Pengobatannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cuci darah rutin, operasi untuk mengangkat batu ginjal, hingga cangkok ginjal.[5]

4. Diabetes

Penyakit yang dikenal berhubungan dengan gula ini menurut Menkes menghabiskan Rp313,64 miliar untuk menangani 70.584 pasien sepanjang Januari – Juni 2014. Penderita diabetes harus punya disiplin tinggi untuk mengontrol gula darah. Semakin tinggi kadar gula penyandang diabetes, maka akan semakin tinggi sejumlah penyakit komplikasi yang mungkin menyertai, seperti stroke, jantung, dan ginjal.[6]

5. Kanker

Penyakit kanker juga termasuk penyakit yang mendatangkan beban keuangan. Jumlahnya mencapai Rp313,09 miliar untuk merawat 56.033 pasien. Ada beragam jenis kanker yang menyerang. Mulai dari kanker otak, laring, paru-paru, payudara, serviks, dan lainnya. Untuk merawat penderita, biasanya pasien harus menjalani terapi kemo (diberi obat suntik untuk melemahkan kanker) hingga operasi pengangkatan kanker pada bagian tubuh yang terserang.[7]

Agar terhindar dari jenis jenis penyakit tersebut  Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan ahlikesehatan. Salah satu upaya pencegahannya menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany di antaranya adalah dengan tidak merokok. Sebab rokok merupakan faktor risiko yang menyebabkan aneka penyakit kritis seperti jantung, stroke, hingga kanker.[8] Dan agar terhindar dari risiko beban finansial atas jenis penyakit kritis yang mungkin menghampiri keluarga, sebaiknya Anda mempersiapkan proteksi seperti dana darurat untuk kesehatan atau memiliki asuransi sesuai dengan kebutuhan Anda.

Saya merekomendasikan anda wajib memiliki asuransi sakit kritis Allianz life. Apa itu?

Silahkan konsultasi ke Natanael, agen Allianz Life. HP 08113436830 (WA/SMS/Call)

atau email ke natanael.albertus@gmail.com

 

sumber: https://www.futuready.com/artikel/kesehatan/5-penyakit-kritis-berpotensi-menjadi-beban-finansial

 

 

 

Mengenal Penyebab Stroke

Terkena Stroke merupakan momok yang sangat menakutkan bagi para penderita hipertensi. Sebenarnya tidak terbatas hanya ke orang orang yang menderita hipertensi, tetapi stroke juga dapat menyerang siapapun juga termasuk yang mengidap memiliki kolestrol tinggi maupun penderita diabetes. Stroke merupakan salah satu penyakit kritis yang dicover oleh asuransi penyakit kritis Allianz baik CI, CI+ maupun CI100. Jadi apabila anda sudah memiliki asuransi tapro Allianz dengan manfaat sakit kritis, anda sudah boleh merasa tenang dan lega. Bagi anda yang belum memiliki manfaat perlindungan sakit kritis, disarankan untuk anda segera memiliki nya sekarang juga.

Bukan berarti dengan memiliki asuransi sakit kritis, maka anda akan terhindar dari serangan stroke. Bukan begitu, tetapi setidaknya dengan memiliki asuransi sakit kritis baik CI, CI+ atau CI100, anda tidak akan menghabiskan biaya yang sangat besar untuk berobat di kala anda terkena stroke. Mungkin anda berpikir, well, jika sudah kena stroke ya tidak usah diobati lagi. Toh sudah tidak bisa ngapa ngapain juga dan kemungkinan sembuhnya sangat kecil.

Memang benar, namun di saat anda sudah terkena stroke, apalagi stroke berat. Tentunya anda sudah tidak mampu lagi ngapa ngapain kan. Bahkan untuk makan atau buang air saja anda butuh bantuan orang lain kan. Anda juga tidak bisa untuk berpindah tempat secara mandiri dari satu tempat ke tempat lainnya. Menurut anda apakah anda tidak membutuhkan biaya sama sekali setelah terkena stroke? Jika anggota keluarga anda menggaji seorang perawat untuk mengurus segala keperluan anda setiap harinya, tentunya perlu uang untuk mempekerjakan perawat itu bukan?

Selain itu selama anda stroke pasti juga ada obat obatan yang perlu anda konsumsi secara rutin. Mungkin anda juga rutin konsultasi dan kontrol ke dokter setiap minggu atau setiap bulan untuk memeriksakan kondisi kesehatan anda. Itu semua butuh uang kan?

Jadi sangat penting bagi kita untuk memperlengkapi diri dengan asuransi Tapro Allianz yang memiliki manfaat penyakit kritis. Untuk berjaga jaga apabila suatu saat mungkin kita bisa terserang stroke. Jangan beranggapan bahwa stroke hanya bisa menyerang orang orang paruh baya saja. Usia 30 atau 40 juga bisa terkena stroke. Jika anda memutuskan untuk masuk asuransi Allianz, di saat anda sudah memasuki usia paruh baya, boleh dikatakan sudah agak terlambat. Selain anda nantinya membayar harga premi yang lebih mahal, UP manfaat yang anda dapatkan juga tidak maksimal jika anda masuknya telat.

Usia paling bagus untuk mulai masuk asuransi Tapro Allianz adalah di usia 20 an, sejak anda telah mulai bejerka dan bisa menghasilkan uang sendiri. Jika anda belum mampu masuk dengan premi yang tinggi, anda bisa mulai dari premi yang murah dahulu, mungkin sekitar Rp 500.000 per bulan. Seiring dengan peningkatan penghasilan anda, anda bisa mulai upgrade premi anda untuk memperoleh manfaat yang lebih tinggi.

Setidaknya di awal, anda sudah tercover asuransi. Tidak perlu menunggu sampai sudah berusia agak tua baru mulai berpikir untuk ikut asuransi. Sangat beresiko sekali jika anda berpikir seperti itu karena belum tentu kondisi kesehatan anda masih sehat seperti sekarang ini. Jika nantinya anda sudah keburu terserang penyakit tertentu seperti diabetes, kolestrol tinggi, hipertensi, tentunya agak sulit bagi anda untuk masuk asuransi lagi.

Pihak asuransi bisa menolak pengajuan anda nantinya jika anda sudah menderita penyakit. Berapapun uang yang anda miliki saat itu, tidak akan ada guna nya lagi. Anda tidak bisa memaksa atau menyogok perusahaan asuransi untuk menerima anda. Hal ini bukan hanya berlaku di Allianz, bahkan semua perusahaan asuransi akan menolak anda menjadi nasabah mereka apabila kondisi kesehatan anda sudah tidak sehat atau anda sudah mengidap penyakit tertentu.

Sebelum kita belajar tentang cara untuk mencegah penyakit stroke, ada baiknya kita mengetahui apa itu penyakit stroke. Penyakit stroke adalah rusaknya atau tidak berfungsinya pembuluh darah atau jaringan di otak.

Lantas, apa penyebabnya? penyebabnya bisa dikarenakan merokok, tekanan darah tinggi, stroke sebelumnya, diabetes, kolesterol tinggi, usia, menkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol gemar mengkonsumsi makanan cepat saji.

Sebagian orang tidak tahu bagaimana mencegah penyakit yang satu ini. Caranya cukup mudah dan dapat dilakukan semua orang.

1. Makanan sehat

Cara pertama adalah mengkonsumsi makanan yang sehat. Perhatikan makanan yang akan anda konsumsi, pilih makanan yang sehat seperti sayuran dan buah, anda juga harus membatasi makanan yang manis, daging dan berlemak karena bisa menyebabkan Stroke dikemudian hari.

2. Berhenti merokok

Kita semua tahu rokok tidak sehat bagi tubuh kita, didalam bungkus rokok pun tertulis jelas penyakit-penyakit yang disebabkan karena rokok. Jika anda ingin terhindar dari penyakit strok ataupun penyakit lainnya, mulai sekarang berhentilah merokok.

3. Olah raga

Olah raga rutin minimal 3 kali seminggu sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Aliran darah  menjadi lancar dan tubuh akan selalu bugar, ini akan mencegah tubuh terserang resiko penyakit stroke.

4. Berhenti minum alkohol

Minuman alkohol selain memabukan minumam ini bisa menyebabkan resiko penyakit stroke. Hindarilah minuman yang beralkohol, cintailah tubuh anda.

5. Menjaga berat badan

Berat badan berlebihan, terlalu gemuk, berhati-hatilah stroke bisa disebabkan karena berat badan yang berlebihan.Lakukanlah diet, supaya berat badan anda normal kembali.

Hipertensi atau penyakit karena tekanan darah tinggi termasuk penyakit yang tidak menular, namun mudah menyerang siapa saja. Di antara pria dan wanita, menurut penelitian, wanita yang paling besar potensinya mengalami hipertensi. Menurut data tahun 2013 dari Riset Kesehatan Dasar menyebutkan usia delapan belas tahun ke atas yang mengalami hipertensi di Indonesia sebanyak 25,8%. Angka tersebut terbilang tinggi dan sebaiknya dihindari agar tidak mengalami peningkatan. Bagaimana caranya? Yaitu, dengan mencegah hipertensi sejak dini. Ada lima cara pencegahan hipertensi dini yang dapat Anda lakukan di bawah ini.

Batasi Konsumsi Garam

Maksud dari membatasi konsumsi garam bukan berarti Anda yang suka mengkonsumsi langsung garam. Batasi konsumsi garam adalah dengan membatasi mengkonsumsi olahan makanan yang dicampur dengan garam dan dominan dengan rasa asin. Kadar garam yang tinggi dapat mengganggu kelancaran dari aliran darah di dalam tubuh. Sehingga agar hipertensi tidak menyerang, sejak dini batasi konsumsi garam Anda.

Batasi Konsumsi Kafein

Senyawa kafein identik terkandung dalam minuman kopi. Senyawa kafein sendiri memiliki efek yang baik dan kurang baik. Tergantung dari kebiasaan Anda mengkonsumsi minuman berkafein. Guna mencegah hipertensi sejak dini, sebaiknya batasi konsumsi kafein. Senyawa kafein yang terlalu banyak masuk ke tubuh sama seperti kadar garam, mengganggu aliran darah. Sehingga menyebabkan hipertensi. Perlu diketahui jika senyawa kafein yang Anda konsumsi sudah berlebihan, maka tidak sekadar menyebabkan hipertensi, namun juga mengarah pada serangan jantung.

Mengontrol Porsi Makan Harian

Kegemukan yang mengarah pada obesitas juga dapat menyebabkan hipertensi. Pencegahan hipertensi sejak dini dapat Anda lakukan dengan mengontrol porsi makan harian. Sebab jika berat badan tidak terkontrol, maka timbunan lemak akan mengganggu jalannya aliran darah. Untuk itu, sebaiknya Anda mulai sekarang membatasi apa saja yang hendak dikonsumsi. Atur pola makan Anda dengan memperhatikan antara prosi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Olahraga Teratur Menyehatkan Jantung

Cegahlah hipertensi sejak dini dengan cara yang sangat mudah. Dengan olahraga teratur, maka aliran darah akan lancar. Ketika aliran darah lancar, maka imbasnya juga terasa pada jantung yang lebih sehat. Olahraga melatih otot dan pergerakan aliran darah agar lebih lancar. Sehingga hipertensi tidak akan terjadi dan tubuh Anda selalu sehat setiap hari.

Hindari Merokok dan Konsumsi Minuman Beralkohol

Tanpa disadari oleh orang yang hobi melakukan, merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol memang tampak biasa-biasa saja. Namun, dampak negatifnya berlangsung perlahan demi perlahan. Salah satunya adalah hipertensi. Senyawa nikotin pada rokok dan senyawa alkohol jelas membuat tubuh semakin mengarah tidak sehat. Senyawa nikotin dan senyawa alkohol membuat aliran darah terganggu. Terlebih senyawa nikotin yang semakin menumpuk pada dinding pembuluh darah. Bukan kebiasaan yang sehat ketika Anda merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol. Untuk itu, sejak dini sebelum terlambat cegah dan hindari kebiasaan merokok ataupun mengkonsumsi minuman beralkohol.

Sehat itu memang mudah, namun bukan berarti untuk diremehkan. Ketika Anda mengabaikan kesehatan, banyak risiko penyakit yang datang menyapa. Seperti penyakit hipertensi yang terbilang sebagai penyakit umum dan berbahaya. meskipun tidak menular, hipertensi akan mengarah pada penyakit-penyakit lainnya. Untuk itu, cegah sebelum terlambat dengan lima pencegahan hipertensi sejak dini seperti yang sudah disebutkan di atas. Lebih tepat lagi, apabila anda segera beli asuransi Allianz yang telah dilengkapi dengan manfaat asuransi penyakit kritis.