Tag Archives: tabungan pendidikan

Solusi Perlindungan Pembayaran Premi dari Allianz

Terbayang gak ya, jika kita sebagai orang tua saat membuat perencanaan keuangan atau istilahnya menabungkan untuk anak kita, tiba-tiba terkena resiko misal sakit kritis, cacat tetap total sehingga membuat kita tidak dapat bekerja? Memang kita takut membayangkan hal ini tetapi kita tidak boleh menghindar. Pengalaman teman saya yang mengalami sakit kanker sehingga meninggal, padahal masih punya anak. Bagaimana dengan biaya sekolahnya? Bagaimana jika tidak ada saudara dekat yang mampu membiayayai.

Sangat disayangkan apabila santunan jiwa yang sudah Anda siapkan untuk keluarga tercinta sebagai ahli waris hilang karena pembayaran Premi yang terhenti, sehingga Polis menjadi tidak aktif ataupun batal.

Solusi perlindungan pembayaran Premi dari Allianz

Apa solusinya? Solusinya jika sewaktu-waktu orang tua terjadi resiko di jalan yang membuat orang tua harus istirahat dan sudah tidak bisa mencari nafkah lagi maka Allianz yang membayar premi anak tersebut sampai si pembayar berusia 65 tahun.

Siapa yang memerlukan solusi perlindungan pengganti penghasilan untuk membayar Premi?

payor.PNG

keterangan:

Apabila suami istri sebagai pencari nafkah gabungan, dapat mengambil produk Payor Benefit & Spouse Payor Benefit sekaligus dalam Polis

*) Sampai dengan usia Pemegang Polis / Pasangannya mencapai usia 65 tahun.

**) Selama status Polis aktif sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku dalam Polis.

Perhatikan ilustrasi di bawah ini:

payor 2.PNG

Jangan tunggu anda terkena resiko baru memikirkan program asuransi untuk anak. Mulai sekaranglah orang tua wajib mengasuransikan dirinya demi anaknya.

Info pendaftaran asuransi Allianz hubungi saya,

Natanael (Bisnis Partner ASN domisili Surabaya)

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

 

Advertisements

Tiga Cita-cita

Keluarga muda adalah pasangan suami istri dengan satu atau dua anak yang masih kecil. Dengan karier yang umumnya sedang menanjak, mereka memerlukan suatu perencanaan keuangan yang komprehensif, karena “tugas keuangan” mereka masih banyak dan masih lama waktunya. Selain memenuhi biaya hidup sehari-hari untuk keluarga, ada sejumlah kebutuhan jangka panjang yang perlu dipersiapkan sejak dini. Setidaknya ada tiga momentum yang menanti mereka di masa depan:

  1. Pendidikan anak
  2. Perjalanan ibadah
  3. Masa pensiun

Pendidikan anak adalah sesuatu yang niscaya, dan mendidik anak merupakan kewajiban orangtua. Waktu terbaik mempersiapkan dana pendidikan anak adalah sedini mungkin, kalau perlu sejak anak masih dalam kandungan, karena semakin awal akan semakin murah cicilannya.

Ibadah haji merupakan kewajiban setiap muslim. Memang kewajiban ini hanya diperuntukkan bagi yang mampu. Tapi jika kita punya waktu yang cukup untuk bersiap-siap, saya yakin berangkat haji itu hanya masalah kemauan dan niat.

Masa pensiun juga akan dijalani oleh setiap orang yang dikaruniai usia normal. Setiap kita tentu tidak mau terus bekerja mencari uang seumur hidup. Cape dech. Tapi jika kita abai dengan persiapan yang satu ini, bukan tidak mungkin sampai usia senja pun kita masih harus bekerja. Ingat, dana pensiun bukan hanya monopoli kaum PNS. Setiap orang berhak dan bisa mempersiapkan sendiri dana pensiunnya.

Selain yang tiga itu, tentu masih ada sejumlah cita-cita yang ingin diraih keluarga muda. Tiap orang bisa berbeda. Yang lazim misalnya punya rumah dan kendaraan dan barang-barang lain. Tapi kenapa rumah dan kendaraan tidak saya sebut, karena tanpa diingatkan pun orang sudah akan mengusahakan memperolehnya, minimal dengan cara mencicil. Sedangkan tiga cita-cita di atas kerapkali diabaikan meski sebetulnya juga bisa dicicil, yakni sejak sekarang.

 

Tiga Risiko

Selain tiga momentum tersebut, ada beberapa peristiwa dalam hidup yang kita semua tidak ingin mengalaminya, tapi itu mungkin saja terjadi. Terjadinya satu dari tiga risiko di bawah ini bisa menghambat bahkan menggagalkan tiga cita-cita kita di atas tadi.

  1. Sakit
  2. Kecelakaan
  3. Kematian di bawah usia harapan hidup

Sakit. Siapa yang dalam hidupnya tidak pernah sakit? Hampir pasti tidak ada. Sakit perlu biaya untuk menyembuhkannya. Semakin parah sakitnya, semakin besar biayanya. Pertanyaannya, kita mau berobat pakai uang sendiri atau ada yang bayarin?

Kecelakaan. Peluang terjadinya kecelakaan itu kecil (dari sekian ribu perjalanan kendaraan setiap hari, berapakah yang mengalami kecelakaan?), tapi dia menguntit siapa saja tanpa pandang bulu, baik yang ceroboh maupun yang berhati-hati. Ketika pagi ini kita berangkat ke kantor, siapa yang menjamin bahwa kita akan sampai di kantor dengan selamat?

Kecelakaan ada yang berakibat cacat (sebagian maupun total) ada yang tidak. Tapi kedua-duanya perlu biaya untuk memulihkannya. Jika kecelakaan itu mengakibatkan cacat, bukan hanya biaya yang diperlukan, tapi penghasilan kita pun jadi berkurang atau malah berhenti karena tidak bisa bekerja seperti sebelumnya.

Kecelakaan pun bisa mengakibatkan kematian.

Kematian. Siapa yang tahu umur manusia? Misteri. Apakah bisa terjadi pada orang muda usia? Bisa. Kematian tidak kenal usia. Dan jika hal ini terjadi pada orang yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga, siapa yang sebenarnya terkena akibatnya? Bukan orang itu, karena dia sendiri sudah tidak butuh apa pun kecuali pahala dari amal baiknya (kalau ada). Yang merasakan akibat dari peristiwa kematian pencari nafkah utama adalah anggota keluarga yang ditinggalkan (istri, anak-anak).

Jika orang itu punya harta yang banyak, mungkin istri dan anak-anaknya tidak akan menderita kesusahan secara finansial. Tapi seorang muda biasanya belum punya harta yang banyak (kecuali bisnisnya sangat sukses). Yang ada malah utang (mungkin utang KPR, cicilan motor, dll), dan itulah yang mungkin dia wariskan kepada keturunannya.

Tapi sampai hatikah dia mewariskan utang kepada anak-keturunannya? Siapkah anak-keturunannya membayari utang dia? Jika siap, alhamdulillah. Jika tidak, bisa-bisa kelak dia tertahan di pintu surga (kalau ditakdirkan masuk surga; kalau ke neraka sih langsung aja).

 

Solusi Keuangan: Investasi Plus Asuransi

Cara terbaik mempersiapkan dana pendidikan anak adalah berinvestasi. Bukan menabung. Kenapa? Karena biaya pendidikan naik terus setiap tahun. Itulah yang disebut inflasi, dan inflasi di sektor pendidikan tergolong paling tinggi. Jika hanya menabung, maka nilai tabungan kita akan kalah oleh inflasi. Walaupun kita menabung di deposito, bunganya tidak akan kuat menahan kenaikan harga (inflasi). Saat ini bunga deposito rata-rata 4,5% (6% dipotong pajak 20%), sedangkan inflasi di sektor pendidikan sekurang-kurangnya 10%.

Di mana investasinya? Di mana saja, asalkan dia memberikan imbal hasil lebih besar daripada inflasi. Emas, perak, hewan ternak, dan tanah adalah contoh tempat berinvestasi yang aman dari tekanan inflasi. Orangtua-orangtua kita dulu melakukan ini untuk menyiapkan biaya pendidikan kita.

Tempat investasi lainnya adalah reksadana dan saham. Reksadana ada beberapa macam, antara lain reksadana saham, reksadana campuran saham-obligasi, dan reksadana campuran obligasi-deposito. Dana reksadana dikelola oleh manajer investasi yang andal di bidang investasi, kita tinggal nunggu laporan hasilnya. Berbeda dengan reksadana, saham adalah investasi langsung di pasar modal atau bursa efek. Di sini kitalah yang menjadi manajer investasi bagi diri kita sendiri.

Reksadana dan saham ini cara modern. Kita perlu “sedikit” belajar untuk menguasainya. Cara ini bisa menghasilkan retur yang lebih besar daripada emas dan perak, tapi risiko ruginya pun lebih besar pula.

Cara yang sama, yaitu investasi, dapat pula kita terapkan pada persiapan ibadah haji dan dana pensiun. Intinya, kita mengumpulkan uang untuk masa depan, namun jangan sampai nilainya tergerus oleh inflasi.

Sebagaimana disebutkan di atas, cita-cita bisa kandas jika terjadi risiko yang tidak diinginkan pada diri kita. Oleh karena itu, sembari kita berinvestasi, kita pun perlu melindungi diri kita dan keluarga dengan asuransi. Yang dilindungi oleh asuransi bukanlah risiko itu sendiri, melainkan keuangan kita. Misalnya, jika kita sakit lalu berobat, dana yang sedianya diinvestasikan jadi terpakai untuk bayar dokter. Jika biaya dokternya mahal, bisa-bisa hasil investasi yang sudah ada pun terpakai semuanya, atau malah kurang sehingga kita terpaksa harus pinjam uang.

Untuk melindungi dari sakit, kita butuh asuransi kesehatan. Jika kita orang kantoran, atau PNS, biasanya sudah ada askes dari kantor. Syukur alhamdulillah, walaupun kecukupannya masih perlu dipertanyakan.

Untuk melindungi dari kecelakaan dan kematian, kita butuh asuransi jiwa. Asuransi kecelakaan jarang yang berdiri sendiri; biasanya dia nempel pada asuransi jiwa.

Demi keluarga yang kita sayangi, berasuransi adalah suatu keniscayaan dalam perencanaan masa depan kita.

Sekarang ini ada produk asuransi yang menggabungkan proteksi dan investasi dalam satu rekening. Namanya unit link. Unit link memberikan proteksi dari sakit (sakit biasa maupun sakit kritis), kecelakaan, dan kematian; pada saat yang sama, juga menyediakan imbal hasil menguntungkan lewat investasi pada reksadana.

Sambil kita mempersiapkan cita-cita kita (pendidikan anak, ibadah haji, pensiun), kita pun mendapat perlindungan dari risiko-risiko (sakit, kecelakaan, kematian) yang mungkin menimpa di tengah perjalanan.

Demikian. Semoga Tuhan senantiasa menaungi kita dengan kesehatan dan keselamatan. Semoga cita-cita kita di masa depan menjadi kenyataan.

Info pendaftaran asuransi Allianz hubungi:

Natanael Agen Allianz Indonesia

HP/WA: 08113436830

Tanya Jawab Seputar Penggunaan Allianz Eazy Med

1. Apakah Allianz eAZy Med itu?

Allianz eAZy Med adalah layanan pemesanan dan pengantaran obat resep dokter yang disediakan oleh PT Asuransi Allianz Life Indonesia untuk nasabahnya melalui aplikasi HaloDoc dalam menu ApotikAntar.

2. Apa keunggulan layanan Allianz eAZy Med?

Anda akan mendapatkan obat dengan resep tanpa harus mengantre atau menunggu lama di apotek. Dan, dengan adanya Allianz eAZy Med, obat dapat langsung diantarkan kepada alamat tujuan. Selain itu, jaringan apotek dan apoteker yang dimiliki oleh HaloDoc telah tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki izin resmi.

3. Siapa saja Nasabah Allianz yang berhak menggunakan layanan Allianz eAZy Med?

Nasabah Allianz yang berhak menggunakan layanan Allianz eAZy Med adalah Nasabah yang memiliki:

  • Asuransi Jiwa dengan Rider Asuransi Kesehatan (Hospital & Surgery Care+, Allisya Hospital & Surgery Care+) Rawat Inap (Perawatan Sesudah Rawat Inap)
  • Asuransi Kesehatan Individu (SmartHealth Maxi Violet, SmartMed Premier, AlliSya Care) Rawat Inap (Perawatan Sesudah Rawat Inap) dan Rawat Jalan
  • Asuransi Kesehatan Kumpulan (SmartHealth Classic Premier, SmartHealth Blue Sapphire, SmartHealth Light Titanium) Rawat Inap (Perawatan Sesudah Rawat Inap) dan Rawat Jalan

4. Apakah saya bisa memesan obat tanpa resep dengan menggunakan layanan Allianz eAZy Med?

Saat ini, layanan Allianz eAZy Med hanya dapat digunakan jika menggunakan resep dokter.

5. Bagaimana cara saya mendapatkan layanan Allianz eAZy Med?

Layanan ini bisa didapatkan melalui aplikasi HaloDoc yang dapat diunduh melalui smartphone di Play Store (Android) dan App Store (iPhone) atau klik logo download di bawah ini:

      

6. Bagaimana cara mendapatkan user dan password layanan Allianz eAZy Med?

Lakukan langkah pendaftaran akun pada aplikasi HaloDoc dengan cara berikut ini:

  • Pilih menu “Create Account” dan masukkan email dan password Anda dengan diakhiri klik menu “Create”.
  • Klik “Accept” pada laman Terms And Conditions.
  • Lengkapi data diri Anda pada laman “Create Account” dan klik menu “Save”.

7. Bagaimana cara saya memesan obat resep dokter dengan menggunakan layanan Allianz eAZy Med?

Cara memesan obat dengan resep menggunakan layanan Allianz eAZy Med dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

a. Download HaloDoc di Play Store & App Store. Allianz eAZy Med bisa digunakan pada Android Minimum OS Android 4.3 (JellyBean) dan iPhone Minimum iOS 8.

b. Buka aplikasi HaloDoc serta pilih fitur Apotik Antar, klik menu “Obat Dengan Resep Dokter” serta klik menu “Asuransi” & pilih jenis asuransi Allianz.

c. Isilah form Data Klaim (nomor kartu peserta, foto form klaim, foto kartu peserta, foto kuitansi dokter, dan foto resep) dan diakhiri memilih “Submit.” Dokumen yang di foto dan di-upload harus berupa dokumen asli dan kualitas foto harus jelas serta memiliki pencahayaan yang baik.

d. Lengkapi alamat pengiriman Anda dengan klik menu “Lanjutkan Pesanan”. Kemudian pilihlah button “Proses Pesanan” dan tampilan pemesanan Anda akan terlihat pada laman “Order Selesai”.

e. Konfirmasi detail order dapat dilihat dengan memilih “Accept Order” atau “Reject Order”. Bila Pengguna memilih “Accept Order, pengguna akan menerima pesanan obat resep dokter. Seluruh data transaksi dan data klaim akan diteruskan ke PT. Asuransi Allianz Life Indonesia.

8. Siapa yang akan membayar biaya pengantaran obat resep dokter?

Selama masa promosi yaitu 15 September – 31 Desember 2016, Nasabah Allianz tidak dikenakan biaya pengantaran obat resep dokter ke alamat yang diinginkan. Setelah masa promosi berakhir, biaya kirim ditanggung oleh Nasabah Allianz.

9. Mengapa layanan Allianz eAZy Med selalu berhenti/hang saat saya akan meng-upload foto resep dan lain-lain?

Aktifkan App Permissions ApotikAntar pada smartphone Anda dengan cara mengecek:

  • Android: Settings – Application Manager – ApotikAntar – Permissions.
  • iPhone: Settings – ApotikAntar – Allow ApotikAntar to Access

10. Bagaimana cara mengecek status pemesanan dan pengiriman obat dengan resep yang saya lakukan?

Anda dapat mengecek status pemesanan dan pengiriman obat melalui menu “History Order”. Khusus pengiriman, Anda akan mendapatkan informasi status “Delivery” yang dilengkapi data Nama Driver dan Nomor Handphone Driver bila obat sedang diantarkan.

11. Berapa lama klaim reimbursement saya diproses oleh Allianz?

Klaim akan diproses dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah dokumen klaim yang lengkap dan dikirimkan oleh ApotikAntar telah diterima di Kantor Pusat Allianz.

12. Bagaimana cara mengecek status klaim reimbursement saya?

Anda dapat mengecek status klaim reimbursement pembelian obat dengan menghubungi:

  • Call Center Allianz : 021-2926 9999
  • Email : Contactus@Allianz.co.id

13. Apakah dokumen seperti resep, form klaim, dan kuitansi dokter harus saya simpan?

Dokumen asli seperti resep, form klaim, dan kuitansi dokter harus Anda simpan jika sewaktu waktu diperlukan oleh Allianz untuk keperluan proses klaim.

14. Apakah data kesehatan saya atau anggota keluarga saya terjaga keamanannya saat menggunakan Allianz eAZy Med?

HaloDoc mengacu pada prosedur HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act) yang menjamin kerahasiaan data kesehatan Anda dan keluarga.

Info pendaftaran asuransi kesehatan Allianz hubungi:

Natanael Agen Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP: 08113436830