Tag Archives: tapro syariah

Merencanakan Keuangan Keluarga dengan Tapro Allisya Allianz

Banyak nasabah asuransi jiwa tapro Allisya Allianz yang kerap berpikir bahwa manfaat investasi di Tapro, dapat langsung dirasakan pada tahun-tahun pertama atas dasar ilustrasi.

Semua asuransi memiliki biaya akuisisi. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari persentase nya.

Persentase Alokasi biaya akuisisi dan porsi investasi dari Asuransi jiwa Tapro Allisya Allianz adalah sebagai berikut :

Biaya akuisisi tahun 1 : 75%                                                Porsi investasi tahun 1 : 25%

Biaya akuisisi tahun 2 : 40%                                               Porsi investasi tahun 2 : 60%

Biaya akuisisi tahun 3 : 15%                                                Porsi investasi tahun 3 : 85%

Biaya akuisisi tahun 4 :7,5%                                                Porsi investasi tahun 4 : 92,5%

Biaya akuisisi tahun 5 : 7,5%                                               Porsi investasi tahun 5 : 92,5 %

Biaya akuisisi tahun ke 6 dan seterusnya : 0%                Porsi investasi tahun ke 6 dan seterusnya : 100%

Besaran akuisisi ini juga lah yang menyebabkan kita tidak dapat langsung merasakan manfaat investasi dari premi yang kita setorkan setiap bulan secara maksimal di 5 tahun pertama, karena tidak seluruhnya premi tersebut dimasukkan ke porsi investasi. Total biaya akuisisi yang dikenakan oleh Allianz dari tahun 1 -5 adalah 145%. Nilai investasi baru akan mulai maksimal setelah melewati tahun ke 5 tetapi satu hal yang perlu diingat bagi anda yang membeli polis asuransi adalah bahwa nilai tunai/ nilai investasi di asuransi tidak dijamin. (Tidak hanya di Allianz tetapi di semua perusahaan asuransi dan perusahaan investasi seperti reksadana, yang namanya hasil investasi, tetap tidak ada jaminan, semua sesuai dengan kondisi ekonomi). Jadi yang paling penting untuk ditanyakan saat anda ingin membeli asuransi jiwa adalah jumlah nilai nominal dari Uang Pertanggungan/ Kalim Santunan karena nilai inilah yang dijamin oleh perusahaan asuransi akan dibayarkan di saat anda tertimpa musibah.

Ada dua tips yang bisa digunakan untuk merencanakan keuangan kita melalui asuransi jiwa, yaitu:

a. Pilih Menempatkan Investasi di Tapro Allianz

Asuransi jiwa Tapro banyak dipilih karena menawarkan proteksi sekaligus investasi. Kita cukup membayar satu kali untuk mendapatkan dua manfaat tersebut. Dengan demikian, kondisi finansial kita dan keluarga kita pada masa depan juga akan turut terbantu.

beda syariah dan konvensional

b. Bandingkan produk

Pada umumnya produk asuransi jiwa tidak jauh berbeda, namun kadang ada beberapa perbedaan antara perusahaan asuransi yang satu dengan perusahaan asuransi yang lain. Dengan membandingkan produk asuransi jiwa dari provider asuransi yang berbeda tersebut, kita dapat memilih produk mana yang lebih yang sesuai, sehingga kita bisa memaksimalkan dalam hal proteksi dan juga pengeluaran keuangan kita.

Semua tips mengenai perencanaan keuangan keluarga dengan tapro Allisya Allianz yang disebutkan diatas memiliki tujuan yaitu agar kelak keluarga kita tidak menemukan hambatan keuangan di saat kita sudah tidak lagi berada di samping mereka atau tidak lagi dalam masa produktif.

sumber: hrencanakan-keuangan-keluarga-dengan-tapro-allisya-allianz/

 

Pendaftaran polis Tapro Syariah Allianz hubungi:

Natanael Agen Allianz Berlisensi

HP/WA 08113436830

Advertisements

Kelebihan Asuransi Allianz yang Menjadi Perhatian Saat memilih Asuransi

Apa sebenarnya kelebihan asuransi Allianz dibanding asuransi lain yang begitu banyak dan pasti semua bagus.

Berikut kelebihan yang bisa didapat dengan menjadi nasabah asuransi Allianz.

PENYAKIT KRITIS (CI100)

1. Pertanggungan s/d usia 100 tahun untuk asuransi penyakit kritis CI100. Hanya di Allianz saja yang berani memberikan perlindungan penyakit kritis sampai usia si tertanggung mencapai 100 tahun. Di asuransi lain, tidak ada yang berani.

2. Tersedia perlindungan terhadap 100 Jenis Penyakit kritis + 2 manfaat tambahan penyakit kritis (Total 102 penyakit kritis sebenarnya). Hebatnya 2 manfaat tambahan penyakit kritis ini malah Uang Pertanggungan (UP) nya tidak mengurangi UP manfaat penyakit kritis sebenarnya.

3. Perlindungan terhadap Terminal Illness di asuransi penyakit kritis Allianz (CI, CI+, CI100). Terminal illness artinya semua penyakit kritis yang telah mendapatkan diagnosa dokter & dokter Allianz dan mereka setuju berdasarkan hasil diagnosa untuk memberikan pernyataan bahwa harapan hidup dari si pasien kurang dari 12 bulan.)

4. Uang Pertanggungan yang diklaim cair sebesar 50% di tahap early stage dan 100% di tahap menengah  dan lanjutan. Bahkan untuk 5 kondisi penyakit kritis yang sangat kritis (catastrophic), Allianz menambahkan 20% dari UP lagi sehingga total UP yang dibayarkan menjadi 120%.

5. Periode Eliminasi 90 hari dihitung sejak polis aktif. Periode eliminasi ini termasuk yang paling singkat dibandingkan di asuransi lain. Asuransi lain ada yang sampai 180 hari bahkan lebih.

TOTAL PERMANENT DISABILITY (CACAT TETAP TOTAL)

6. Uang Pertanggungan dibayarkan 100 % sekaligus.

7. Jika sudah diklaim, manfaat lain seperti CI+ dan CI100 (sakit kritis), Payor, Meninggal, tetap jalan kecuali ADDB (Accidental Death & Disability Benefit).

8. Dicover sampai usia 65 tahun

9. Cacat tetap total tetap dibayar meskipun sudah ada klaim ADDB, CI+, CI100, Payor.

10. Cacat tetap total memiliki Uang Pertanggungan (UP) yang terpisah dari Uang Pertanggungan meninggal dunia/ jiwa. Di Asuransi lain, jika si nasabah terkena cacat tetap total, maka setelah nasabah melakukan klaim dan UP telah diterima maka polis langsung berakhir. Di Allianz, setelah nasabah menerima klaim UP cacat tetap total, polis belum berakhir dan masih tetap mengcover sampai dengan usia 100 tahun atau meninggal dunia (mana yang duluan terjadi)

MENINGGAL DUNIA

11. Uang Pertanggungan yang diterima ahli waris sebesar 100% meskipun sudah ada klaim CI+, CI100, TPD, ADDB & PAYOR kecuali sudah ada klaim CI Accelerated yang UP nya merupakan UP gabungan dengan UP Meninggal Dunia.

12. Untuk kasus bunuh diri atau meninggal dunia karena AIDS, tetap bisa klaim dengan catatan polis asuransinya telah berusia lebih dari 2 tahun. (Untuk kasus bunuh diri, tidak bisa dilakukan klaim di asuransi syariah/ Tapro Allisya Allianz)

ACCIDENTAL DEATH AND DISABILITY BENEFIT (CACAT ATAU MENINGGAL KARENA KECELAKAAN)

13. Dicover sampai usia 65 tahun.

ASURANSI JIWA BERJANGKA (TERM LIFE)

14. Memberikan perlindungan meninggal dunia tambahan sampai dengan usia tertanggung mencapai 70 tahun. Besar UP nya maksimal 2x UP manfaat meninggal dunia dasar.

PAYOR

15. Payor karena kondisi CI+ (sakit kritis) / TPD (cacat tetap total).

16. Payor terjadi di bawah usia 65 tahun.

17. Payor dibagi 2 yaitu : Payor Benefit ( CI+ / TPD ) dan Payor Protection ( Meninggal ). Jika CI+ ditolak, maka masih pemegang polis masih bisa ambil manfaat Payor Protection (meninggal).

18. Payor karena CI+, TPD maupun meninggal dunia, maka setoran premi akan dilanjutkan oleh Allianz sampai dengan si pemegang polis berusia 65 tahun (Seolah olah pemegang polis berusia 65 tahun untuk payor karena meninggal dunia).

SPOUSE PAYOR

19. Spouse Payor karena CI+ (sakit kritis) / TPD (cacat tetap total).

20. Spouse Payor terjadi di bawah usia 65 tahun.

21. Spouse Payor karena CI+, TPD, maka setoran premi akan dilanjutkan oleh Allianz sampai dengan si pasangan pemegang polis berusia 65 tahun.

FLEXICARE FAMILY (CASH PLAN/ SANTUNAN HARIAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT)

22. Untuk santunan harian rawat inap rumah sakit Flexicare minimal dirawat inap 1 x 24 jam saja sudah bisa reimburse. Di asuransi lain minimal harus dirawat inap 2 x 24 jam baru bisa reimburse.

23. Cover santunan rawat inap di rumah sakit maksimal 180 hari / tahun

24. Bedah tanpa disertai rawat inap tetap bisa dicover

25. Jika dirawat karena kecelakaan, manfaat yang diberikan sebesar 2 x daripada jika dirawat karena sakit penyakit

26. Tambahan santunan yang dibayarkan secara sekaligus (lump sum) apabila dirawat lebih dari 30 hari berturut turut di rumah sakit.

HOSPITAL & SURGICAL CARE PLUS (HSC +)

27. Manfaat bedah yang diberikan rata rata jumlahnya lebih besar daripada di asuransi lain

28. Mendapatkan manfaat tambahan perawatan kanker, dialisa (cuci darah) dan fisioterapi

29. Rawat jalan yang dilakukan 30 sebelum menjalani perawatan rawat inap rumah sakit juga bisa di klaim.

30. Rawat jalan yang dilakukan 90 hari setelah menjalani perawatan rawat inap rumah sakit juga masih bisa diklaim (dengan catatan untuk kontrol penyakit yang sama dengan penyakit yang diderita saat rawat inap rumah sakit). Di asuransi lain paling lama hanya 30 hari lamanya tetapi Allianz berani mengcover sampai dengan 90 hari setelah rawat inap rumah sakit.

31. Juga mengcover rawat jalan dan rawat gigi darurat yang diakibatkan oleh kecelakaan (perawatan dilakukan dalam tempo 48 jam setelah terjadi kecelakaan dan masih tetap dicover untuk rawat jalan lanjutan samai dengan 14 hari ke depan).

HAL – HAL YANG UMUM

32. Perusahaan Allianz memberikan pengalaman akan proses klaim asuransi yang mudah

33. Biaya asuransi (cost of insurance) pada produk asuransi yang ditawarkan sangat murah

34. Cost of Insurance (COI) / Biaya Asuransi tahun ke 1 dihutangkan dulu oleh Allianz dan baru dibebankan separuhnya di tahun ke 2 dan separuhnya lagi di tahun ke 3. (perhitungan COI sudah termasuk di dalam premi yang dibayarkan, jadi tidak mempengaruhi premi)

35. Biaya administrasi Rp. 26,500 / bulan baru mulai dibebankan di bulan ke 13. (perhitungan biaya administrasi sudah termasuk di dalam premi yang dibayarkan, jadi tidak mempengaruhi premi)

36. Usia masuk maksimal 70 tahun untuk asuransi jiwa.

Banyaknya kelebihan asuransi Allianz membuatnya menjadi pilihan utama bagi yang mencari asuransi yang berkualitas.

Tujuan utama dari mengikuti asuransi adalah sebagai persiapan atau upaya untuk berjaga-jaga terhadap peristiwa yang tidak diharapkan seperti sakit, kecelakaan, ataupun meninggal dunia, sehingga bila hal tersebut terjadi sudah ada asuransi yang menanggung biayanya atau memberikan santunan pada keluarga yang ditinggalkan agar tidak kekurangan.

Jadi salah satu usaha terbaik yang bisa dilakukan untuk melindungi keluarga adalah dengan memiliki asuransi Tapro Allianz.

Pendaftaran atau pembukaan Polis Asuransi Allianz hubungi

Natanael Agen Asuransi Allianz Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

line: natanael1975

email: natanael.allianz@gmail.com

Seberapa Siapkah Kita menghadapi Problem Keuangan Akibat RSCM?

Saya mengutip pernyataan dari blog myallisya.com (6/9/2017) yakni seberapa siapkah kita menghadapi problem keuangan akibat RSCM yakni Rawat inap, Sakit kritis, Cacat tetap, Meninggal dunia.

Kita pasti setuju:

  • Jika terkena salah satu dari RSCM (Rawat inap, Sakit kritis, Cacat tetap, Meninggal dunia), pasti BUTUH UANG?

Pertanyaannya:

  • Mau pakai uang sendiri atau ingin dibantu pakai uang asuransi?
  • Jika pakai uang sendiri, apakah anda sudah siapkan uangnya sejak sekarang? Seberapa besar yang SUDAH anda siapkan?
  • Jika ingin pakai uang asuransi, seberapa besar anda ingin dibantu dan seberapa besar premi yang dapat anda sisihkan?

Dampak Keuangan RSCM

Satu hal yang perlu disadari adalah dampak keuangan dari risiko RSCM (Rawat inap, Sakit kritis, Cacat tetap, Meninggal dunia). Apa saja problem keuangan yang ditimbulkannya?

Dampak RSCM

Program Tapro dari Allianz

Menyadari bahwa RSCM menimbulkan problem keuangan, kita tentu perlu mengetahui apa solusinya agar problem-problem keuangan tersebut dapat tertanggulangi.

Kita butuh program Tapro, yaitu program asuransi yang akan Tanggung Problemkeuangan anda sesuai jenis risiko yang terjadi.

Program Tapro

Perbedaan 2 Macam Sakit

Perlu diketahui pula perbedaan dua macam sakit, agar kita dapat memilih asuransi secara tepat dan hemat.

2 Macam Sakit

Apa maksudnya lebih hemat?

Anda tidak perlu membeli sendiri semua asuransi yang dibutuhkan. Jika misalnya dari kantor anda sudah tersedia asuransi kesehatan, anda bisa berhemat dan cukup membeli asuransi penyakit kritis untuk melengkapi perlindungan kesehatan anda.

Contoh Ilustrasi

Di bawah ini adalah contoh ilustrasi Tapro Allisya Protection Plus untuk seorang bapak yang bijaksana, usia 30 tahun, dengan manfaat proteksi lengkap seperti disarankan di atas.

Ilustrasi Tapro 3jt

Cara membaca ilustrasi di atas:

Bapak Bijaksana usia 30 tahun, mengambil program Tapro dengan premi 3 juta per bulan, dan beliau mendapat sejumlah manfaat proteksi yaitu (sesuai urutan di ilustrasi):

  1. CI+ atau 49 penyakit kritis sebesar 1 miliar sd usia 70 tahun.
  2. CI100 atau 100 kondisi penyakit kritis sebesar 1 miliar sd usia 100 tahun.
  3. ADDB atau cacat/meninggal karena kecelakaan sebesar 1 miliar sd usia 65 tahun
  4. TPD atau cacat tetap total sebesar 1 miliar sd usia 65 tahun
  5. HSC+ atau rawat inap cashless plan kamar 1 juta per hari sd usia 80 tahun
  6. Meninggal sebesar 1 miliar sd usia 100 tahun atau seumur hidup
  7. Payor benefit atau bebas premi jika mengalami sakit kritis (CI+) atau TPD.

Plus ada nilai investasi yang berfungsi pokok untuk melindungi polis agar tetap aktif, tapi bisa diambil sewaktu-waktu jika diperlukan.

Ketujuh manfaat proteksi di atas telah mencakup semua risiko RSCM (Rawat inap, Sakit kritis, Cacat tetap, Meninggal dunia).

Untuk mendaftar Asuransi Tapro hubungi:

Natanael

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

(Artikel ini saya sadur dari https://myallisya.com/2017/09/06/program-asuransi-tapro-tanggung-problem-dari-allianz/)

Komposisi Asuransi Yang Ideal Untuk 1 Keluarga

happy_family_

 

Beberapa hal mendasar yang harus dipahami:

Asuransi = Proteksi, bukan Investasi.  Jika Anda membutuhkan proteksi, hubungi agen asuransi.

Investasi bukan ranah asuransi.  Walaupun pada produk unitlink ada juga porsi investasi.  Namun fungsi investasi pada produk unitlink adalah untuk membayar biaya-biaya asuransi. Ini adalah fungsi dasar dari unsur investasi pada unit link. Biaya-biaya asuransi unit link meliputi biaya akuisisi (dikenakan di 5 tahun pertama), administrasi, tabarru atau cost of insurance, dan biaya pengelolaan investasi.

Selain itu, membuat premi menjadi flat. Pada unit link, pada awalnya kita membayar premi lebih besar dari biaya-biaya asuransinya. Tapi hal ini akan meringankan kita di masa depan, karena nilai investasi yang terbentuk akan membayari biaya-biaya asuransi sehingga premi menjadi flat (tetap, tidak naik) sampai akhir masa kontrak.

Dengan adanya unsur investasi yang berfungsi membayari biaya-biaya asuransi, maka masa pembayaran pun bisa menjadi lebih pendek. Dengan pengaturan premi dasar dan top up yang tepat, masa bayar unit link bisa direncanakan agar cukup 10 tahun. Seterusnya proteksi akan terus berjalan bersamaan dengan berkembangnya nilai investasi.

 

Apa tujuan Anda berasuransi?  Tujuan asuransi adalah:  melindungi penghasilan dari musibah yang dampak keuangannya tidak dapat ditanggung.

Asuransi apa yang menjadi prioritas?  Utamanya adalah ASURANSI JIWA.

Yang utama harus punya asuransi adalah:  pencari nafkah utama.  Kenapa?  Sebab penghasilan beliau adalah sumber utama keuangan keluarga.  Dimana pada beliaulah roda kehidupan keluarga bergantung.

Bila biaya kesehatan (berobat dan perawatan di RS) sudah ditanggung kantor, sisihkan sedikit penghasilan untuk memiliki polis asuransi jiwa.  Lengkapi asuransi kesehatan dari kantor, dengan memiliki polis asuransi jiwa. Maksimalkan proteksinya pada penyakit kritis dan meninggal dunia.  Kenapa?  Penyakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, dan penderitanya masih “ada” sehingga biaya hidup menjadi dobel antara penderita sakit kritis dan keluarganya.  Begitu juga bila meninggal dunia, pastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan tetap dapat hidup layak sepeninggalnya si pencari nafkah.

Bila biaya kesehatan belum ditanggung kantor, dan dana Anda terbatas, miliki BPJS untuk menghindari kebangkrutan bila terjadi musibah sakit, utamanya sakit berat.  Dengan premi yang terjangkau, mohon untuk tidak mengeluhkan pelayanan BPJS yang mungkin agak kurang memuaskan Anda.

Apa asuransi yang tepat untuk anak?  Kembali pada poin 1 di atas, bahwa asuransi adalah proteksi.  Sehingga walaupun ditujukan untuk anak, selama “judulnya” adalah asuransi, maka milikilah asuransi jiwa dan kesehatan.  Asuransi kesehatan bisa memaksimalkan fasilitas dari kantor, atau BPJS.  Asuransi jiwa utamakan untuk memaksimalkan proteksi sakit kritisnya. Sementara untuk UP jiwa / asuransi dasar (pada asuransi jiwa) bisa diminimalkan.  Ingatlah bahwa asuransi kesehatan itu ada batasan proteksinya, dan tentu saja ada perbedaan manfaat dengan asuransi penyakit kritis.

Kenapa anak juga harus punya asuransi sakit kritis?  Ingat bahwa musibah itu tidak pilih2 orang.  Siapa saja bisa terkena musibah:  orang tua, orang muda, orang sehat, orang sakit, anak-anak, laki-laki, atau perempuan.

Asuransi apa yang tepat untuk Ibu Rumah Tangga?  Jawabannya sama seperti poin di atas.

Asuransi jiwa Allianz Syariah sudah mengembangkan fitur produknya, yaitu untuk penyakit kritis, UPnya bisa 5x lebih besar dari UP jiwanya.  Sehingga selain fasilitas askes dari kantor suami (yang ternyata ada limit manfaatnya), asuransi untuk ibu rumah tangga bisa memaksimalkan proteksi penyakit kritis hingga 5x UP jiwa.

 

Dari poin-poin pemahaman dasar yang disebutkan di atas, maka komposisi ideal untuk proteksi keluarga adalah sbb:

  1.  Ayah.  Sebagai pencari nafkah utama, maka maksimalkan UP jiwa (warisan, proteksi penghasilan sepeninggalnya agar keluarga yang ditinggalkan masih dapat hidup layak) dan maksimalkan UP sakit kritis (karena sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).
  2. Ibu.  Jika ibu adalah seorang ibu rumah tangga, artinya penghasilan utama bergantung pada suami.  Proteksi yang ideal: warisan bisa minimal, namun dimaksimalkan UP sakit kritis (sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang  bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).
  3. Anak 1 dan 2.  Masih usia sekolah, biaya hidup masih bergantung pada ayah.  Proteksi yang ideal:  warisan bisa minimal, namun dimaksimalkan UP sakit kritis (sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang  bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).

 

Berikut adalah contoh   Program Asuransi  Paket untuk Keluarga

 

Tertanggung: Ayah (30 tahun, bekerja), ibu (30 tahun, IRT), anak 1 (5 tahun), anak 2 (3 tahun).

Pembayar premi untuk semua polis: Ayah

paket-keluarga

Total premi untuk contoh paket keluarga di atas adalah 2,1 juta per bulan. Sangat murah, karena masing-masing orang mendapatkan proteksi penyakit kritis 1 miliar dan ditambah proteksi jiwa 200 juta (untuk ibu dan anak). Untuk ayah, UP jiwanya 1 miliar juga karena ayah adalah pencari nafkah utama.

Keterangan manfaat:

  • Jika ayah terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ayah mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta), lalu semua polis (polis ayah, ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Benefit.
  • Jika ayah meninggal dunia, keluarga sebagai ahli waris mendapat 1M + nilai investasi, polis ayah tutup, dan semua polis (ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah seolah-olah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Protection.
  • Jika ibu terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ibu mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta). Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ibu meninggal dunia, keluarga mendapat 200 juta + nilai investasi, polis ibu tutup. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 terkena 1 dari 49 penyakit kritis, anak tsb mendapat bantuan 1 M. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 meninggal dunia, keluarga memperoleh 200 juta + nilai investasi. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ayah, ibu, dan anak 1 terkena penyakit kritis tahap awal, masing-masing mendapat bantuan 250 juta (50% dari UP CI100 500 juta). Anak 2 belum bisa mendapatkan CI100 karena usianya belum 5 tahun.

 

Konsultasi dan Pendaftaran Polis Asuransi dengan manfaat Sakit Kritis hubungi:

Natanael, HP/WA 08113436830

 

Artikel ini disadur dari artikel bagaimana-komposisi-asuransi-yang-ideal-untuk-1-keluarga/

Perbedaan dan Persamaan antara Tapro Syariah dan Tapro Konvensional

 

Sampul polis Tapro Allisya Protection Plus

Allianz menyediakan dua produk unitlink (biasa disebut Tapro). Yang satu menggunakan skema syariah, nama produknya Allisya Protection Plus. Satunya lagi menggunakan skema nonsyariah atau konvensional, nama produknya Smartlink Flexi Account Plus.

Kepada saya sering ditanyakan, apa perbedaan antara Tapro yang syariah dan Tapro yang konvensional. Saya biasanya menjawab, perbedaan keduanya sama seperti perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional. Sedangkan dari segi premi dan besarnya manfaat hampir tidak ada perbedaan.

 

Perbedaan Tapro Syariah dan Tapro Konvensional

Setidaknya ada enam perbedaan penting antara produk Tapro syariah dan Tapro konvensional. Selebihnya hanya perbedaan istilah.

  1. Prinsip Pertanggungan

Asuransi syariah menggunakan prinsip yang disebut risk sharing (pembagian risiko di antara sesama peserta), sedangkan asuransi konvensional menggunakan prinsip risk transfering (pengalihan risiko dari tertanggung kepada perusahaan asuransi).

  1. Kontrak atau Akad

Kontrak pada asuransi syariah menggunakan dua akad, yaitu akad hibah (pemberian sukarela) dan akad wakalah bil ujrah (arti harfiah: penyerahan dengan upah). Akad hibah: Para peserta memberikan dananya untuk menolong para peserta yang mengalami suatu musibah. Akad wakalah bil ujrah: Para peserta menyerahkan pengelolaan dana kepada perusahaan asuransi dan sebagai pengelola dana, perusahan asuransi berhak mendapatkan upah. (Redaksi kontrak polis Tapro Allisya Protection Plus bisa dilihat diSINI)

Akad pada asuransi konvensional menggunakan akad jual-beli biasa (tadabuli), yaitu pihak tertanggung membeli proteksi kepada pihak penanggung (perusahaan asuransi), dan pihak penanggung menjual proteksi kepada pihak tertanggung.

  1. Penyimpanan Dana Klaim

Pada asuransi syariah, dana yang akan digunakan untuk membayar klaim disimpan di rekening terpisah dari rekening perusahaan. Rekening ini disebut Rekening Dana Tabarru. Dana tabarru atau dana kebajikan ini adalah milik para peserta.

Pada asuransi konvensional, rekening dana klaim tidak ada kewajiban dipisahkan dengan rekening perusahaan.

  1. Penyaluran Dana Investasi

Penyaluran dana pada unitlink syariah (termasuk Tapro Allisya Protection Plus) ditempatkan pada instrumen-instrumen investasi yang terbebas dari hal-hal yang haram atau syubhat seperti maysir (judi), gharar (ketidakpastian), dan riba (bunga). Contohnya, sektor perbankan konvensional, minuman keras, dan rokok.

Pada asuransi konvensional, hal ini tidak mendapat perhatian.

  1. Adanya Dewan Pengawas Syariah

Asuransi syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah dari DSN-MUI. Untuk asuransi syariah dari Allianz, anggota DPS-nya adalah (1) Drs. H. Mohamad Hidayat, MBA, MH, (2) Dr. H. Hasanudin, dan (3) H. Rahmat Hidayat, SE, MT, Ph.D.

Asuransi konvensional tentunya tidak memiliki dewan pengawas syariah.

Kedua-duanya tentu saja mendapat pengawasan dari otoritas yang berwenang, seperti OJK.

  1. Pengecualian Meninggal Dunia

Dalam asuransi jiwa syariah, bunuh diri dikecualikan selamanya. Sedangkan dalam asuransi konvensional, bunuh diri hanya dikecualikan di dua tahun pertama, setelah itu tetap ditanggung.

Demikian beberapa perbedaan yang pokok antara Tapro syariah dan Tapro konvensional. Sekadar mengulang penjelasan di atas, perbedaan keduanya saya sajikan dalam tabel berikut:

No Keterangan Tapro Syariah (Allisya Protection Plus) Tapro Konvensional (Smartlink Flexi Account Plus)
1 Prinsip pertanggungan Risk sharing Risk transfering
2 Kontrak Akad hibah dan akad wakalah bil ujrah Akad jual-beli biasa
3 Penyimpanan dana klaim Rekening Dana Tabarru (milik para peserta, dipisahkan dari rekening perusahaan) Rekening milik perusahaan
4 Penyaluran investasi Hanya pada instrumen investasi yang sesuai syariah Islam Boleh di mana saja
5 Dewan Pengawas Syariah Ada Tidak ada
6 Pengecualian meninggal dunia Bunuh diri Bunuh diri ditanggung setelah polis berjalan 2 tahun

 

Persamaan Tapro Syariah dan Tapro Konvensional

Seperti disebutkan di atas, dari segi premi dan manfaat, Tapro syariah maupun konvensional hampir tidak ada perbedaan, kecuali dalam beberapa detail yang tidak terlalu penting. Lebih lengkapnya bisa dilihat dalam tabel berikut:

No Keterangan Tapro Syariah (Allisya Protection Plus) Tapro Konvensional (Smartlink Flexi Account Plus)
1 Biaya administrasi (per bulan) Rp 26.500 Sama
2 Biaya akuisisi(Persentase dihitung dari premi berkala) Tahun 1: 75%Tahun 2: 40%Tahun 3: 15%Tahun 4: 7,5%

Tahun 5: 7,5%

Tahun 6 dst: 0%

Sama
3 Alokasi investasi(Persentase dihitung dari premi berkala) Tahun 1: 25%Tahun 2: 60%Tahun 3: 85%Tahun 4: 92,5%

Tahun 5: 92,5%

Tahun 6 dst: 105,26%

Sama
4 Biaya asuransi (tabarru) Tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan UP Sama
5 Biaya pengelolaan investasi (per tahun) – Fix income fund: 2%- Balanced fund: 2%- Equity fund: 2% – Money market fund: 1%- Fix income fund: 2%- Balanced fund: 2%– Balanced plus fund: 2%

– Equity fund: 2%

6 Selisih harga jual-beli unit 5% Sama
7 Biaya top up berkala dan top up tunggal Mengikuti selisih harga jual-beli unit 5% Sama
8 Rider (asuransi tambahan) 1. ADDB2. TPD3. CI, CI+, atau CI1004. HSC+

5. Flexicare Family

6. Termlife

7. Payor Benefit

8. Payor Protection

9. Spouse Payor Benefit

10. Spouse Payor Protection

(Keterangan tiap manfaat, bisa dilihat di SINI).

Sama
9 Keterangan manfaat tiap rider Sama Sama
10 Usia masuk tertanggung Minimum 15 hari, maksimum 70 tahun Sama
11 Usia masuk pemegang polis Minimum 18 tahun Sama
12 Mata uang Rupiah Sama
13 Premi minimum – 300 ribu (bulanan)- 625 ribu (triwulanan)- 1 juta (semesteran)– 1,5 juta (tahunan) Sama
14 Minimum top up tunggal 1 juta Sama
15 Minimum penarikan dana 1 juta Sama
16 Minimum saldo jika ada penarikan dana 2 juta rupiah Sama
17 Cara pembayaran premi Transfer, autodebet tabungan, kartu kredit Sama

Demikian.

Natanael HP/WA: 08113436830

Asuransi Penyakit Kritis UP 1 Miliar Mulai 300 Ribu Per Bulan

kompas-pasien-kanker-dan-keluarga-bangkrutSebuah survei yang dimuat di Harian Kompas menyebutkan bahwa 85% pasien kanker dan keluarga bangkrut. Mengapa? Karena saking besarnya biaya untuk pengobatan dan perawatan kanker, bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Bahkan para artis terkenal yang sepertinya banyak uang pun tak kebal dari kebangkrutan ketika terpaksa harus mengalami penyakit berat semacam kanker dan penyakit kritis lainnya. Ada yang harus menggelar konser musik untuk menggalang sumbangan, ada yang harus menjual rumah dan mobil, ada yang sampai bercerai dengan pasangan, bahkan ada yang saldo ATM-nya tinggal 37 ribu (tidak bisa ditarik sama sekali), plus masih dikejar-kejar penagih utang. (Baca di SINI).

Jika para artis saja bisa bangkrut, bagaimana dengan kita?

Jangan lupa, dampak penyakit kritis bukan hanya soal biaya berobat di rumah sakit, tapi juga bisa mengurangi kemampuan bekerja. Jika ini terjadi pada pencari nafkah dalam keluarga, berarti keluarga tsb kehilangan sumber penghasilan.

Nah, jika besok atau lusa dokter mendiagnosa suatu penyakit yang butuh biaya ratusan juta sampai miliaran, siapkah kita dan keluarga kita?

Jika akibat penyakit berat tersebut membuat kita kehilangan produktivitas dan penghasilan, siapkah kita dan keluarga kita? 

Solusi: Asuransi Penyakit Kritis dari Tapro Allianz

Jika belum siap, jangan khawatir. Ada solusinya dari Allianz, penyedia asuransi penyakit kritis terbaik dan termurah di Indonesia, melindungi hingga 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun. Syaratnya, anda mengambil program ini selagi masih sehat dan punya uang.

Dengan program ini, anda tidak perlu merogoh uang 1 miliar saat dibutuhkan, tapi cukup dengan mencicil mulai sekarang premi 300 ribu per bulan (tergantung usia dan jenis kelamin), maka anda telah menyiapkan uang tunai untuk biaya penyakit kritis sebesar 1 miliar.

Ada dua produk asuransi penyakit kritis yang disarankan. Keduanya merupakan rider (asuransi tambahan) pada produk asuransi jiwa unit-link Tapro Allisya Protection Plus. Anda boleh mengambil salah satu saja atau sekaligus dua-duanya.

  1. CI+: Menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut dengan masa perlindungan sd usia 70 tahun.
  2. CI100: Merupakan pengembangan dan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai tahap yang paling parah, bisa diambil mulai usia 5 tahun dengan maca perlindungan sd usia 100 tahun.

CI+ maupun CI100 memiliki masa tunggu 90 hari dari tanggal disetujuinya polis atau dari tanggal pemulihan polis. Jadi, waktu terbaik memiliki produk ini adalah 3 bulan yang lalu. Tapi jika sekarang masih sehat, semoga belum terlambat.

Tabel Premi Asuransi Penyakit Kritis

 tabel-premi-ci-1m-dengan-payor-benefit

tabel-premi-ci-1m-tanpa-payor-benefit

Catatan:

  • UP penyakit kritis (CI+ dan CI100) bisa diambil maksimal 5 kali UP jiwa. Jadi, untuk mendapatkan UP penyakit kritis 1 miliar, UP jiwanya minimal 200 juta.
  • Untuk melengkapi perlindungan, bisa ditambahkan rider Payor Benefit, yang memberikan pembebasan premi jika pembayar premi mengalami 1 dari 49 penyakit kritis atau cacat tetap total. Jadi, selain mendapat uang pertanggungan penyakit kritis sebesar 1 miliar, pembayaran polis juga dibebaskan sd usia 65 tahun.
  • Tabel premi di atas adalah untuk pria/wanita tidak merokok dan pekerjaannya tergolong tidak berisiko tinggi. Jika merokok (khusus CI100) atau pekerjaan berisiko (CI+ dan CI100), preminya akan lebih tinggi.

Kelebihan Asuransi Penyakit Kritis dari Allianz

  1. Menanggung hingga 100 kondisi penyakit kritis (Ci100)
  2. Menanggung mulai tahap awal (early stage) (Ci100)
  3. Masa perlindungan hingga usia 100 tahun (CI100)
  4. Klaim tidak mengurangi UP jiwa (CI+ dan CI100)
  5. Syarat survival period paling singkat. Tanpa survival period untuk CI+ dan 7 hari untuk CI100.
  6. Premi dan biaya asuransi paling murah dibanding produk sejenis di pasaran.
  7. UP penyakit kritis bisa diambil hingga 5 kali dari UP jiwa. Cocok untuk anak-anak, lajang, dan ibu rumah tangga yang secara teori tidak terlalu membutuhkan UP jiwa yang besar.

Ilustrasi Asuransi Penyakit Kritis

ilustrasi-ci100-1m-anak

Ilustrasi di atas adalah untuk anak usia 5 tahun. Selain CI100 UP 1M, polis juga dilengkapi UP jiwa sebesar 200 juta dan fasilitas bebas premi jika pembayar premi (ayah) mengalami 1 dari 49 penyakit kritis atau cacat tetap total.

Bagaimana dengan ayahnya?

Jika ayahnya usia 30 tahun, preminya cukup 400 ribu per bulan jika pakai CI+ (49 penyakit kritis) dan 600 ribu per bulan jika pakai CI100 (100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal) dengan nilai sebesar 1M. Selain itu dilengkapi UP jiwa 200 juta plus fasilitas bebas premi jika mengalami 1 dari 49 penyakit kritis atau cacat tetap total.

ilustrasi-ci-1m

ilustrasi-ci100-1m

Catatan:

  • Ilustrasi dibuat dengan memaksimalkan proteksi sehingga nilai investasinya minim.
  • Jika ingin nilai investasi lebih besar, disarankan menambahkan top up berkala, minimal 100 ribu per bulan, maksimal 3 kali premi berkala.

Info lebih lanjut hubungi:

Natanael, Financial Consultan PT. A.J. Allianz

HP/WA 08113436830