Tag Archives: uang pertanggungan

Ketenangan Anda dan Keluarga dengan Tambahan Dana Santunan Jiwa

term life

(gambar diambil dari https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-jiwa/term-life)

Saya dan anda secara pribadi pasti tidak ingin membebani istri dan anak dalam hal keuangan.

Asuransi tambahan term life akan membantu keuangan keluarga anda sebagai ahli waris. Ahli waris akan mendapat santunan jiwa jika tertanggung sebagai pencari nafkah meninggal.

Syarat dan ketentuan dalam mendaftar dan mendapat Rider Term life:

  • Usia masuk: 1 – 69 tahun.
  • Maksimum usia perlindungan: 85 tahun.
  • Jumlah santunan: Minimum 20 Juta hingga maksimum tidak terbatas (dapat melebihi nilai santunan jiwa dasar) dengan mengikuti ketentuan underwriting.
  • Pengecualian berlaku sesuai syarat & ketentuan dalam polis.
  • Tersedia dalam versi non syariah & syariah.

Ingin info atau ingin mendaftar sebagai nasabah Asuransi Kesehatan dan Jiwa Allianz, hubungi saya di WA: 08113436830, Bpk Natanael

Selamat membaca

 

 

 

 

Advertisements

Penawaran Tanggung Dana Jiwa 500jt, Tanggung Dana Sakit Kritis Rp500jt Plus Uang Saku Rp1jt Perhari

Capture1.PNG

Kali ini saya akan menawarkan sebuah program bantuan dana UP Jiwa sebesar Rp500jt, bantuan dana Rp 500jt jika terdiaknosa 100 jenis sakit kritis sampai usia 100 tahun dan bantuan dana untuk uang saku atau bisa buat menambah ongkos pembantu yang menunggu saat kita dirawat inap di rumah sakit sebesar Rp1juta.

Premi cukup murah yakni Rp 700rb perbulan (ini untuk usia 24 tahun berjenis kelamin Pria). Bagaimana jika untuk usia di atas 30 tahun? silahkan kirim data usia atau foto ktp ke WA saya 08113436830, untuk saya buatkan ilustrasinya.

Manfaat program ini seperti ilustrasi diatas:

  1. Manfaat akan dibayarkan sesuai ketentuan pada Polis bila Tertanggung pertama kali terdiagnosa / menderita salah satu dari 100 Kondisi Penyakit Kritis (Critical Illness) sampai dengan Tertanggung mencapai usia 100 tahun.
  2. Santunan Harian Rawat Inap, Pembedahan dan Penyembuhan bagi nasabah dan keluarganya yang tercantum pada “Data Polis”, jika dirawat di rumah sakit sebesar Rp1juta perhari.
  3. Bila pihak yang diasuransikan hidup sampai usia 100 tahun, Manfaat yang dibayarkan adalah sebesar Nilai Investasi. Bila pihak yang diasuransikan meninggal dunia sebelum mencapai usia 100 tahun, Manfaat yang di bayarkan adalah Nilai Investasi + 100% UP.

Ilustrasi nilai investasi bisa dilihat dibawah ini:

Capture2.PNG

Berikut adalah 100 kondisi sakit kritis:

Capture3.PNG

Capture4.PNG

info pendaftaran asuransi tanggung dana syariah Allianz Life hubungi saya,

Natanael (Bisnis Partner Allianz Star Network)

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Cara Menyiapkan Warisan Rp 1 Milyar + Dana Rp 500jt Jika Terdiagnosa Sakit Kritis

Sore tadi, saya baru bertemu ibu yang sudah berusia 50 tahun. Dia seorang penggembala atau dapat diistilahkan seorang pendeta di sebuah gereja di Surabaya.

Ibu ini sadar akan manfaat asuransi sehingga meminta saya dibuatkan proposal untuk program warisan jika meninggal sebesar Rp 1 Milyar untuk anak satu-satunya dan program bantuan dana jika ibu ini terdiagnosa dari 49 penyakit kritis sebesar Rp 500jt.

Berikut diagramnya.

diagram UP 1 M sakit kritis 500jt.PNG

Program ini seperti terggambar pada diagram di atas disebut TAPRO (Tanggung Problem). Mengapa disebut Tanggung PRoblem? Karena program ini dapat menanggung problem semua orang. Cocok sekali untuk ibu ini. Sebut saja ibu ini ibu Bijak (usia 50 tahun).

Berapa premi perbulan agar mendapat dana untuk diwariskan ke anaknya sebesar Rp 1 Milyar?

Cukup hanya membayar Rp 2 juta. Uang Rp 2jt tidak seberapa jika dibanding manfaatnya. Butuh waktu berapa lama menabung Rp 2jt hingga mencapai saldo Rp 1 Milyar. Jika menabung di bank, ibu ini harus menabung lima ratus bulan.

Namun, jika ikut program TAPRO ini, ibu Bijak cukup menabung Rp 2jt perbulan dan jika ibu Bijak meninggal sebelum tabungan terkumpul, katakanlah meninggal saat bulan ke 12 (dua belas), maka asuransi Tapro Allianz akan memberi dana Rp 1 Milyar untuk anak ibu Bijak.

Coba perhatikan tabel di bawah ini: Dana warisan sudah siap pada saat selesai mendaftar dan memiliki polis Tapro Allianz.

sumarry 2 update.PNG

Manfaat kedua adalah : Dana Sakit Kritis.

Di polis Ibu Bijak juga ada manfaat bantuan Dana Sakit Kritis sebesar Rp 500jt. Beliau sadar pentingnya manfaat Dana Sakit Kritis dari Tapro asuransi Allianz Life yakni mengamankan dana dari biaya pengobatan di Rumah Sakit untuk pengobatan sakit kritis.

Bagi yang berminat dan ingin mendapat program dana warisan Rp 1 Milyar dan bantuan dana sakit kritis Rp 500jt, bisa hubungi saya, Natanael.

Agen Asuransi Allianz

Natanael

HP/WA 08113436830

 

 

 

Peluang Investasi yang Prospektif dan Likuid

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa investasi yang prospektif adalah property misal invest rumah atau tanah. Pendapat tsb benar, namun jika dikaji lebih dalam invest di property menurut saya kurang prospektif. Mengapa?

Si Bapak A katakanlah baru beli rumah sehrg Rp 1 M. Pertanyaannya, apakah jika Bapak A tiba2 sakit yg mengharuskan dia membayar biaya berobat hingga 2 M (misal sakit yg berat seperti jantung, kanker, stroke, dll) dengan secepat itu dapat menjual rumahnya yg seharga Rp2M? Pasti sulit. Tidak mudah menjual rumah. Perlu waktu bulanan sampai tahunan. Padahal biaya sakit hrs cepat dibayar kalau tidak, terpaksa rumah sakit memulangkan Bapak A. Satu-satunya jalan mungkin pinjam saudara atau perusahaan. Tapi mungkin tidak sampai Rp2M.

Dari kasus tersebut, jalan yang bijaksana adalah menjadi nasabah asuransi. Bapak A bisa membuka polis asuransi dengan manfaat mendapat uang /dana cash jika terjadi sakit kritis. Besar nilai jangan tanggung-tanggung, ambillah Rp2M untuk antisipasi dana. Ini tanpa mengurangi saldo investasi di asuransi.

Selain itu, Bapak A harus mengambil juga manfaat santunan harian. Misal santunan harian Rp1.5jt per hari jika diopname di rumah sakit. Tinggal hitung saja. Misal opname sepuluh hari maka Bapak A dapat santunan dana Rp15jt.

Kalau Bapak A sudah ada asuransi dari kantor, ini bisa dipakai dobel klaim. Istilahnya sambil menyelam minum air.

Demikian ulasan saya tentang jenis pilihan investasi yang prospektif dan memilki likuiditas cepat.

Konsultasi hub

Bisnis Eksekutif Allianz tinggal di Surabaya – Sidoarjo

Natanael

Hp/WA 08113436830

Email; natanael.albertus@gmail.com

Daftar Asuransi Allianz Apakah Harus Tes Medis?

Tidak setiap orang yang mengajukan asuransi jiwa harus menjalani tes medis.

Tes medis hanya diperlukan karena satu atau dua hal:

  1. Uang pertanggungan melebihi limit non-medis.
  2. Ada riwayat sakit.

Tes Medis Berdasarkan Uang Pertanggungan

Perusahaan asuransi biasanya telah mengeluarkan tabel UP (uang pertanggungan) non-medis berdasarkan usia. Allianz sendiri pada tahun 2017 mengeluarkan tabel UP nonmedis sebagai berikut:

Tabel tes medis 2017 1

Penjelasan:

Untuk pria/wanita usia 18-45 tahun, sehat tanpa riwayat sakit, maka dia bisa mengajukan UP hingga 2,5 miliar tanpa harus menjalani tes medis. Tapi jika UP yang diambilnya lebih dari 2,5 miliar, dia harus menjalani tes medis dengan jenis pemeriksaan sesuai tabel di atas.

Untuk pria/wanita usia 46-50 tahun dan sehat, dia bisa mengajukan UP hingga 1 miliar tanpa harus menjalani tes medis. Tapi jika UP yang diambilnya lebih dari 1 miliar, dia harus menjalani tes medis dengan jenis pemeriksaan sesuai tabel di atas.

Untuk pria/wanita usia 51-56 tahun dan sehat, dia bisa mengajukan UP hingga 800 juta tanpa harus menjalani tes medis. Tapi jika UP yang diambilnya lebih dari 800 juta, dia harus menjalani tes medis dengan jenis pemeriksaan sesuai tabel di atas.

Untuk pria/wanita usia 56-70 tahun, dia bisa mengajukan UP hingga 650 juta tanpa harus menjalani tes medis. Tapi jika UP yang diambilnya lebih dari 650 juta, dia harus menjalani tes medis dengan jenis pemeriksaan sesuai tabel di atas.

Untuk anak-anak (usia 17 tahun ke bawah), UP maksimal tanpa tes medis adalah 1,5 miliar.

Tipe A, B, C, D, dan E menunjukkan hal-hal apa saja yang diperiksa dalam tes medis. Semakin tinggi UP yang diambil, semakin banyak item yang diperiksa. Detailnya bisa dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel tes medis keterangan

Perusahaan asuransi lain akan berbeda dalam menetapkan batasan UP non-medis bagi calon nasabahnya.

Tes Medis Berdasarkan Riwayat Sakit

Tanpa melihat jumlah UP, tes medis juga bisa dipersyaratkan untuk calon nasabah yang memiliki riwayat sakit.

Dari mana mengetahui riwayat sakit tersebut? Dari jawaban pertanyaan kesehatan di SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa) yang diisi calon nasabah.

Calon nasabah harus jujur dalam menjawab setiap pertanyaan di SPAJ. Jika ada pertanyaan yang dijawab tidak dengan sebenarnya, maka kontrak polis batal demi hukum. Polis yang batal demi hukum, maka polis tersebut dianggap tidak ada, dan klaim yang terjadi, jika ada, tidak wajib dibayar.

Jika calon nasabah memiliki riwayat sakit dan telah menerangkan penyakit yang pernah dialaminya, dia perlu melampirkan dokumen pendukung berupa resume medis dan hasil cek lab dari rumah sakit. Jika tidak disimpan, dia bisa memintanya ke rumah sakit tempat dia pernah dirawat. Menurut Permenkes RI no 269 tahun 2008, pihak RS harus menyimpan rekam medis (termasuk di dalamnya resume medis dan hasil cek lab) sekurang-kurangnya lima tahun.

Berdasarkan pengakuan calon nasabah dan dokumen pendukung yang dilampirkan, underwriting perusahaan asuransi akan menilai apakah calon nasabah masih perlu tes medis atau tidak. Jika perlu, item apa saja yang harus diperiksa. Tes medis dalam hal ini dibutuhkan untuk mengetahui kondisi terkini kesehatan calon nasabah.

Asuransi Jiwa atau Asuransi Kesehatan yang Perlu Tes Medis?

Ada orang bertanya, “Saya hanya ambil asuransi jiwa, tanpa rider kesehatan, apakah saya harus tes medis juga?”

Jawab: Justru karena yang diambil asuransi jiwa maka ada ketentuan tes medis. Jika yang diambil hanya asuransi kesehatan, malah tidak diperlukan tes medis sama sekali, yang penting pertanyaan kesehatan dijawab dengan sebenarnya.

Asuransi kesehatan murni (tanpa asuransi jiwa) tidak memerlukan tes medis karena jikapun ada riwayat sakit, maka penyakit tersebut tinggal dikecualikan saja atau dikenakan masa tunggu, atau ditolak keseluruhan jika penyakitnya dinilai terlalu berat. Sementara premi biasanya tetap.

Sedangkan asuransi jiwa, jika ada riwayat sakit, maka perlu tes medis karena hasilnya akan berpengaruh ke besaran premi, apakah tetap standar atau dikenakan tambahan (ekstrapremi).

Di Mana Melakukan Tes Medis, dan Biayanya Ditanggung Siapa?

Tes medis dilakukan di RS atau laboratorium yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Contoh RS dan laboratorium yang bekerja sama dengan Allianz untuk tes medis antara lain RS Siloam, RS Pondok Indah, RS Premier, RS Mayapada, dan RS Mitra, dan Lab Prodia.

Biaya tes medis ditanggung oleh perusahaan, kecuali tes medis untuk pemulihan polis yang sudah lapse.

Jika di daerah tertentu tidak ada RS yang bekerja sama, atau lokasinya terlalu jauh dari tempat calon nasabah, maka tes medis dapat dilakukan di RS atau klinik terdekat dengan biaya sendiri, dan biayanya dapat diminta ganti ke Allianz dengan cara reimburse.

sumber: https://myallisya.com/

Info pendaftaran dan konsultasi hubungi:

Natanael Agen Asuransi Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

Asuransi bukanlah Masalah Untung-Rugi

Contoh kasus.  Berdasarkan tabel premi sakit kritis 1 Miliar, maka untuk profil:

Pria 30th.

Premi = 500rb perbulan

Manfaat:

UP dasar       = 200 juta

UP 49 sakit kritis   = 500 juta

UP 100 sakit kritis     = 500 juta

(Total UP sakit kritis = 1 Miliar)

Manfaat payor

 

Saya setor premi 500 ribu perbulan, dalam 10 tahun berarti saya keluar dana 60 juta untuk dapat proteksi sakit kritis sebesar 1 Miliar.  Jika dalam 10 tahun itu saya tidak sakit kritis, UPnya tidak cair ya? Wah, saya rugi 60 juta dong ya….

 

Penjelasan:

Pertama, meluruskan pemahaman bahwa Asuransi = proteksi.

Asuransi bukanlah masalah untung-rugi.  Menjadi untung, jika sudah beli asuransi, lalu terjadi sakit kritis, ada Uang Pertanggungan yang cair.  Menjadi rugi, jika sudah beli asuransi, tapi tidak terjadi sakit kritis, tidak ada Uang pertanggungan yang cair, premi yang dibayarkan menjadi “terasa” hangus.

Mari kita sama-sama meluruskan pemahaman ini.  Mari kita membuka wawasan diri dengan pemahaman yang lebih baik, yaitu bahwa Asuransi Jiwa adalah salah satu bagian dari beberapa rencana keuangan keluarga Anda.  Jika Anda sudah mengatur pos-pos pengeluaran rutin bulanan, kini saatnya Anda menambah alokasi pos untuk premi asuransi.  Tidak ada dana lebih untuk asuransi?  Tidak masalah, Anda bisa mengurangi biaya di pos “gaya hidup”.  Kurangi biaya “gaya hidup” Anda, untuk memaksimalkan biaya hidup.  Lebih detil untuk ini, silahkan googling ya.

Memiliki asuransi jiwa merupakan ikhtiar/upaya untuk menyiapkan dana tunai jumlah besar, dengan menyisihkan hanya sebagian kecil dari penghasilan Anda.  Setuju ya?

Kedua.  Kita tidak pernah tau apakah resiko hidup tersebut (contohnya: sakit kritis) akan datang pada kita?  Bisa ya, bisa tidak.  Kita tidak pernah tau kapan resiko tersebut bisa terjadi?  Mungkin saat usia senja, mungkin malah saat usia produktif.  Kita juga tidak bisa pilih-pilih resiko, maunya kalau sakit tuh hanya sakit pilek saja lah, sakit jantung stroke kankernya terjadi kepada si Fulan saja….  Kita tidak bisa seperti itu.  Menjadi sakit adalah takdir Allah SWT yang tidak bisa ditolak, harus diterima, dan tetap disyukuri.

Yang bisa kita siasati di awal adalah bagaimana strategi kita dalam mengatur rencana keuangan keluarga kita (baca kembali poin pertama).

Lanjut.  Katakanlah usia Anda saat ini 30th.  Anda menerapkan pola hidup sehat, sehingga sampai usia 40 tahun kondisi kesehatan Anda tetap prima.  Hal ini wajar bukan?  Secara umum diketahui bahwa usia non produktif itu adalah setelah masa pensiun, sekitar usia 55 tahun lebih.  Secara umum, justru pada usia senja tersebutlah baru muncul gejala penurunan kondisi kesehatan.  Ini juga dianggap wajar, karena demikianlah yang terjadi di sekitar kita.

Nah, yang dianggap belum wajar itu yang bagaimana?  Yaitu yang mengalami gejala penurunan kondisi kesehatan pada usia produktif!  Belum bisa dianggap wajar, namun saat ini faktanya demikian.  Contoh yang semua orang tau, tentunya kisah hidup artis muda Indonesia.  Masih muda, namun sudah mengalami sakit kritis.

Anda sudah menerapkan pola hidup sehat, tapi lingkungan sekitar tidak mendukung.  Menjamurnya restoran cepat saji, outlet penjual kopi, makanan instan yang mudah didapat di warung dekat rumah, sayur dan buah organik yang harganya malah lebih mahal, pola hidup tetangga Anda yang kurang sehat, tetangga Anda buang ludah sembarangan, dan sebagainya…  Hal sepele, namun sedikit banyak tentu bisa memberikan dampak juga bagi kesehatan Anda.

Hal penting untuk dipertimbangkan:

Jika selama ini Anda menyisihkan sedikit dari penghasilan Anda untuk ditabung, atau diinvestasikan, pasti tujuannya untuk kebahagiaan Anda, bukan?  Untuk masa depan anak, pendidikan anak, liburan, perjalanan ibadah, dll.  Sudahkah Anda menyisihkan sedikit penghasilan Anda untuk tujuan meminimalkan dampak buruk keuangan keluarga Anda, jika terjadi resiko hidup yang tidak diinginkan?  Inilah yang dimaksud dengan asuransi sebagai salah satu bagian dari beberapa rencana keuangan keluarga.

Jika dalam 10 tahun ke depan, Anda tidak mengalami sakit kritis, Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Sungguh, saya pun selalu mendoakan agar saya dan semua nasabah saya senantiasa diberi nikmat kesehatan oleh Allah, agar kita semua dapat beraktifitas, dapat berkarya, dapat berpenghasilan, dapat menyisihkan penghasilan untuk ditabung.  Aamiin…  Semua hasil dari upaya yang kita kerjakan adalah bertujuan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik, bagi diri kita dan anak-anak kita.  Setuju ya?

Ketiga, pemahaman tentang konsep asuransi jiwa Syariah.  Pada asuransi Syariah, premi yang disetorkan kepada Perusahaan Asuransi (sebagai pengelola dana) adalah Dana Tabarru atau Dana Kebajikan.  Semua peserta asuransi Syariah mengeluarkan dana tabarru.  Dana Tabarru ini dikumpulkan dalam rekening terpisah yaitu rekening Tabarru.  Jika seorang nasabah mengalami resiko, maka diambillah Dana Tabarru ini sebagai Uang Pertanggungan.  Memiliki asuransi syariah, artinya secara otomatis kita melakukan sedekah rutin setiap bulannya (mengikuti cara bayar), dan juga bisa ikut membantu peserta lain yang tertimpa musibah.

sumber: https://proteksikita.com/2017/08/01/kehilangan-sedikit-atau-kehilangan-banyak-yang-mana-pilihan-bijak-anda/

Pendaftaran dan informasi hubungi:

Natanael Agen Allianz life tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Mau Dibantu 250 juta atau 500 juta? (Bagaimana Memilih Ilustrasi Asuransi Unit-link)

Jika anda ditawari dua ilustrasi unit-link dengan kondisi seperti di bawah ini, mana yang akan anda pilih?

Tabel Ilustrasi A dan BCatatan:

  1. UP jiwa (warisan) adalah manfaat yg diberikan kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia sd usia 100 tahun.
  2. CI100 (Critical Illness 100) adalah proteksi dari 100 kondisi kritis sejak tahap awal penyakit hingga usia 100 tahun. 
  3. ADDB (Accident Death and Disability Benefit) adalah proteksi cacat tetap atau meninggal dunia karena kecelakaan sd usia 65 tahun. 
  4. TPD (Total Permanent Disability) adalah proteksi cacat tetap total, baik karena sakit ataupun kecelakaan, sd usia 65 tahun. 
  5. Payor Benefit adalah pembebasan premi jika pemegang polis mengalami cacat tetap total atau penyakit kritis sd usia 65 tahun. 

Di antara dua alternatif, ilustrasi A dan ilustrasi B, mana yang anda pilih?

Untuk membantu anda menentukan pilihan, saya akan pandu dengan dua pertanyaan:

  1. Jika anda mengalami suatu musibah, berapakah anda ingin dibantu: 250 juta atau 500 juta?
  2. Jika anda ingin memberikan warisan kepada anak-anak anda, berapa yang ingin anda wariskan: 250 juta atau 500 juta?

Jika dua pertanyaan itu diajukan kepada saya, jelas saya akan pilih mendapat bantuan 500 juta daripada 250 juta, dan memberikan warisan 500 juta ketimbang 250 juta.

Bagaimana dengan anda?

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana dengan investasinya? Ilustrasi A lebih besar nilai investasinya daripada ilustrasi B. Ilustrasi A nilai investasinya terus berkembang meskipun setop bayar setelah 10 tahun, sedangkan ilustrasi B nilai investasinya habis meskipun bayar terus.

Betul, tapi saya tetap pilih ilustrasi B. Mengapa?

  1. Nilai investasi tidak dijamin, sedangkan saya butuh proteksi yang dijamin. Belum tentu ada nilai 31 juta di 5 tahun mendatang, belum tentu ada uang 889 juta di 40 tahun mendatang. Sedangkan nilai 500 juta adalah dijamin.
  2. Investasi butuh waktu, sedangkan yang namanya risiko bisa datang kapan saja. Bisa dilihat di tabel di atas, nilai 31 juta baru diperoleh setelah 5 tahun, dan nilai 889 juta baru diperoleh setelah 40 tahun, itu pun jika asumsi investasinya terpenuhi. Sedangkan nilai uang 500 juta, tidak perlu waktu lama, segera siaga begitu polis disetujui. Khusus manfaat penyakit kritis, ada masa tunggu 90 hari dari tanggal polis disetujui, tapi ini pun bukan waktu yang lama.
  3. Asuransi itu proteksi (perlindungan kekayaan), bukan investasi (pengembangan kekayaan). Meskipun produk ini berjenis unit-link yang ada investasinya, tetap saja tujuannya asuransi. Jadi saya pilih maksimalkan manfaat asuransinya. Jika saya ingin investasi, saya akan melakukannya di instrumen lain yang murni untuk investasi, bukan melalui produk asuransi.

Mungkin ada yang khawatir dengan polis lapse karena di ilustrasi B nilai investasinya akan habis selewat tahun ke-30, meskipun premi bayar terus. Bagaimana kalau itu terjadi?

Saya tetap pilih ilustrasi B. Mengapa?

  1. Waktu 30 tahun lagi itu masih lama, padahal saya butuh proteksi sebesar mungkin sejak sekarang dengan kemampuan yang ada saat ini.
  2. Asuransi itu biaya. Kalaupun preminya hangus, saya tak keberatan.
  3. Seiring waktu, penghasilan saya pun mestinya telah meningkat. Jadi saya tak akan kesulitan melakukan top up supaya polis tetap berlanjut.
  4. Seiring waktu, kebutuhan proteksi saya pun pasti telah bertambah, bukan lagi 500 juta. Mungkin dalam 5 atau 10 tahun kemudian, saya butuh menambah nilai proteksi polis.
  5. Nilai investasi habis bisa dicegah dengan melakukan top up tunggal, atau dibiarkan saja pun tak apa-apa. Sepanjang saya membayar biaya asuransinya (tabarru), saya tetap mendapatkan proteksi.

 

Semakin Banyak Membantu, Semakin Banyak Dibantu

Ilustrasi A dan ilustrasi B preminya sama-sama 700 ribu per bulan. Tapi orang yang memilih ilustrasi B akan mendapat bantuan 500 juta seandainya mengalami penyakit kritis, kecelakaan, atau cacat total, dan ahli warisnya akan memperoleh 500 juta seandainya dia dipanggil Tuhan. Sedangkan orang yang memilih ilustrasi A, bantuan yang diterimanya dan warisan yang diberikannya lebih kecil yaitu 250 juta.

Mengapa orang yang memilih ilustrasi B bisa mendapat bantuan yang lebih besar? Jawabannya tidak lain karena dia pun membantu lebih besar.

Asuransi dibangun dengan prinsip saling membantu di antara sesama peserta. Orang yang membantu lebih besar untuk para peserta lainnya, dia berhak memperoleh bantuan yang lebih besar pula.

Perhatikan tabel berikut:

Tabel iuran tabarru per bulan

Ilustrasi A dengan total manfaat > 1 miliar, total iuran tabarru-nya adalah 158.903 per bulan di tahun pertama kepesertaan. Sedangkan ilustrasi B dengan total manfaat > 2 miliar, total iuran tabarru-nya 297.820 per bulan. Tabarru adalah derma atau sedekah yang diberikan oleh peserta untuk membantu para peserta lain yang mengalami suatu musibah yang ditanggung. Iuran tabarru tiap peserta ini dikumpulkan dalam satu rekening dana bersama, di mana dari rekening dana bersama inilah uang klaim asuransi akan dicairkan untuk diberikan kepada siapa yang membutuhkan.

Iuran tabarru dipotong dari premi. Ilustrasi A dan ilustrasi B preminya sama-sama 700 ribu per bulan. Tapi dana yang dialokasikan untuk tabarru (sedekah) pada ilustrasi B lebih besar dibanding pada ilustrasi A. Itulah makanya UP atau bantuan yang akan diterima pemilik ilustrasi B pun lebih besar.

Dengan kata lain, semakin besar kita membantu orang lain, semakin besar pula kita akan mendapat bantuan.

Selisih premi dikurang tabarru digunakan untuk biaya lain dan sisanya masuk ke investasi. Ilustrasi A, karena alokasi untuk sedekahnya lebih kecil, maka nilai investasinya jadi lebih besar. Nilai investasi ini adalah murni uang milik sendiri, itulah sebabnya untuk mencapai jumlah yang besar butuh waktu yang lama. Sedangkan dana yang diikhlaskan sebagai sedekah (tabarru), dalam waktu singkat segera berubah menjadi uang yang besar, karena digabung dengan iuran tabarru dari para peserta lain.

Asuransi adalah tentang meringankan beban sesama manusia. Setiap orang yang meringankan beban sesamanya, maka bebannya pun akan diringankan. Semakin besar dia meringankan beban orang lain, semakin besar pula keringanan yang akan dia terima.

Betapa mulianya cara kerja dan prinsip asuransi, saya pun teringat sebuah ayat dalam kitab suci yang menyatakan bahwa harta yang disedekahkan itu akan dibalas hingga 700 kali lipat bahkan lebih (al-Baqarah [2]: 261).

Sekarang, jika anda punya uang 1 juta dan diberikan kesempatan untuk menyumbang 200 ribu atau 400 ribu, berapakah yang akan anda sumbangkan?

Sumber: https://myallisya.com/2015/06/17/mau-dibantu-250-juta-atau-500-juta-tentang-memilih-ilustrasi-asuransi-unit-link/

Konsultasi gratis dan pendaftaran polis asuransi Allianz hubungi:

Natanael (Agen Asuransi Allianz Berlisensi tinggal di Surabaya)

HP/WA: 08113436830