Tag Archives: uang pertanggungan

Asuransi Allianz Bayar Klaim Korban Lion Air

Selamat berjumpa dengan saya, Natanael, agen asuransi Allianz. Kali ini saya mau bagikan info bukti kepedulian asuransi dalam memberi santunan bagi korban Lion Air.

Bukti ini adalah manfaat jika kita daftar polis asuransi. Asuransi Allianz salah satu contoh perusahaan yang memberi andil, karena ada 5 nasabah yang menjadi korban.

Saya tidak dapat membayangkan jika 5 korban tersebut tidak memiliki asuransi. Keluarga yang ditinggal pasti bertambah bersedih.

Di Asuransi jiwa Allianz sendiri ada produk yang bagus yakni Tapro yang memiliki pembayaran premi murah minimal Rp300.000 dengan Uang Pertanggugan mulai 100juta hingga Milyaran,terantung usia.

Uang Pertanggungan dapat dipakai sebagai modal untuk warisan istri dan ansk yang ditinggal.

info pendaftaran hubungi;

Natanael

Hp/WA 08113436830

Advertisements

Rawat Inap, Sakit Kritis, Cacat Tetap, Meninggal Dunia

RSCM (Rawat inap – Sakit kritis – Cacat tetap – Meninggal dunia) bila terjadi, akan dengan sangat mudah merenggut 90% dari uang Anda.

Sebagai kepala keluarga bila Anda belum mempunyai dana warisan, saat Anda meninggal dunia maka pendapatan rutin bulanan akan langsung hilang.

Bila pendapatan rutin Anda berkisar 5-10 juta, maka 90% dari pendapatan bulanan ini bisa habis bila salah satu keluarga dirawat inap untuk waktu seminggu atau lebih.

Cacat tetap akan mengurangi produktifitas Anda. Dalam asuransi jiwa, kategori cacat tetap total adalah tidak berfungsinya 2 alat gerak tubuh atau pengelihatan, atau kombinasi dari alat gerak dan pengelihatan. Jelas kondisi ini sangat bisa mengurangi produktifitas Anda sebagai kepala keluarga.

tpd

ADDB

Sakit kritis merupakan sakit dengan kategori berat dan meyedot banyak biaya. Bahkan para artis terkenal yang sepertinya banyak uang pun tak kebal dari kebangkrutan ketika terpaksa harus mengalami penyakit berat semacam kanker dan penyakit kritis lainnya.

Ada yang harus menggelar konser musik untuk menggalang sumbangan, ada yang harus menjual rumah dan mobil, ada yang sampai bercerai dengan pasangan, bahkan ada yang saldo ATM-nya tinggal 37 ribu (tidak bisa ditarik sama sekali), plus masih dikejar-kejar penagih utang.

Jika para artis saja bankrut, bagaimana dengan kita ?

Maka Anda harus sadar, bahwa RSCM (Rawat inap – Sakit kritis – Cacat tetap – Meninggal dunia) ini sesuatu hal yang harus diantisipasi.

Sadarlah sekarang juga, tidak bisa terus berpura – pura bahwa resiko – resiko ini tidak ada. Bangunlah dari pingsan Anda, sekarang juga !

Bagaimana caranya untuk mengantisipasi RSCM (Rawat inap – Sakit kritis – Cacat tetap – Meninggal dunia) ini ?

Mudah saja. Seperti yang dijelaskan di awal tulisan, Anda relatif gampang beradaptasi untuk melepas 10% dari pendapatan bulanan Anda. Keluarga Anda cukup beradaptasi relatif mudah. Apalagi bila diingat bahwa kehilangan 10% ini bukanlah suatu kehilangan yang sebenarnya.

warren-buffett-18-262x300

Anda tidak sedang seperti membuang 10% uang di saku Anda ke tempat sampah, tapi Anda menggunakan 10% dari uang itu untuk berinvestasi dengan jalan mengikuti asuransi jiwa. Uang Anda itu akan dipergunakan untuk membayar biaya asuransi, yang sangat bermanfaat dalam menghadapi dampak dari resiko – resiko kehidupan, RSCM (Rawat inap – Sakit kritis – Cacat tetap – Meninggal dunia).

Dengan fakta bahwa semua orang pasti meninggal dunia dan tidak tahu kapan, dengan mengikuti asuransi jiwa dan memastikan preminya selalu rutin dibayar, maka keluarga Anda pasti mendapatkan dana warisan dari asuransi jiwa…kenapa pembayaran oleh perusahaan asuransi jiwa ini pasti ? Karena semua orang pasti meninggal dunia. Jadi dengan rutin membayar premi, manfaatnya akan dapat dirasakan oleh keluarga Anda nantinya, dan itu pasti.

Anda hanya perlu menjaga nilai 10% dari pendapatan rutin Anda, untuk melindungi nilai aset yang jauh lebih besar lagi. Anda pasti untung bila ikut asuransi jiwa….dan dengan logika yang sederhana bila dibalik, Anda pasti rugi bila terus melakukan penundaan mengikuti asuransi jiwa.

Membayar premi asurasi jiwa 10% dari pendapatan rutin Anda sangat mudah, dan tertimpa musibah minus 90% adalah kondisi yang sangat tidak menyenangkan. Contoh – contoh di awal tulisan ini memaparkannya dengan sangat jelas.

Anda bisa bersiap menghadapi akibat dari resiko kehidupan itu bersama Allianz, dan saya siap membantu Anda. Cukup dengan 10% dari pendapatan rutin Anda, maka produk asuransi jiwa Allianz akan memaksimalkan nilai 10% ini untuk melindungi aset – aset yang nilainya jauh lebih besar dari nilai 10% ini.

Allianz mempunyai produk – produk asuransi jiwa yang efektif, efisien dan murah untuk digunakan sebagai tools proteksi keluarga Anda.

Contoh. Sejumlah nasabah saya membayar sekitar 600ribu – 700ribu setiap bulan selama 10 tahun, untuk memperoleh uang pertanggungan jiwa sebesar 1 milyar. Misal dengan premi 700 ribu sebulan, total uang yang harus disetor selama 10 tahun adalah 700ribu x 12 bulan x 10 tahun, yaitu 84 juta.

Kelompok nasabah saya ini, telah berhasil melakukan transformasi uang puluhan juta mereka menjadi dana warisan 1 milyar…dan perlu dicatat lagi, uang 84 juta tadi dicicil selama 10 tahun, sementara dana warisan 1 milyar tersebut dapat cair kapan pun meskipun cicilannya belum lunas.

10persen

Jadi, pilih yang mana: minus 10% yang gampang….atau pilih minus 90% yang susah ?

90persen

Sadarlah sekarang juga, tidak bisa terus berpura – pura bahwa resiko – resiko ini tidak ada. Bangunlah dari pingsan Anda, sekarang juga !

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

info lebih lanjut hubungi Natanael Agen Asuransi Allianz Surabaya

HP/WA 08113436830

Ketenangan Anda dan Keluarga dengan Tambahan Dana Santunan Jiwa

term life

(gambar diambil dari https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-jiwa/term-life)

Saya dan anda secara pribadi pasti tidak ingin membebani istri dan anak dalam hal keuangan.

Asuransi tambahan term life akan membantu keuangan keluarga anda sebagai ahli waris. Ahli waris akan mendapat santunan jiwa jika tertanggung sebagai pencari nafkah meninggal.

Syarat dan ketentuan dalam mendaftar dan mendapat Rider Term life:

  • Usia masuk: 1 – 69 tahun.
  • Maksimum usia perlindungan: 85 tahun.
  • Jumlah santunan: Minimum 20 Juta hingga maksimum tidak terbatas (dapat melebihi nilai santunan jiwa dasar) dengan mengikuti ketentuan underwriting.
  • Pengecualian berlaku sesuai syarat & ketentuan dalam polis.
  • Tersedia dalam versi non syariah & syariah.

Ingin info atau ingin mendaftar sebagai nasabah Asuransi Kesehatan dan Jiwa Allianz, hubungi saya di WA: 08113436830, Bpk Natanael

Selamat membaca

 

 

 

 

Penawaran Tanggung Dana Jiwa 500jt, Tanggung Dana Sakit Kritis Rp500jt Plus Uang Saku Rp1jt Perhari

Capture1.PNG

Kali ini saya akan menawarkan sebuah program bantuan dana UP Jiwa sebesar Rp500jt, bantuan dana Rp 500jt jika terdiaknosa 100 jenis sakit kritis sampai usia 100 tahun dan bantuan dana untuk uang saku atau bisa buat menambah ongkos pembantu yang menunggu saat kita dirawat inap di rumah sakit sebesar Rp1juta.

Premi cukup murah yakni Rp 700rb perbulan (ini untuk usia 24 tahun berjenis kelamin Pria). Bagaimana jika untuk usia di atas 30 tahun? silahkan kirim data usia atau foto ktp ke WA saya 08113436830, untuk saya buatkan ilustrasinya.

Manfaat program ini seperti ilustrasi diatas:

  1. Manfaat akan dibayarkan sesuai ketentuan pada Polis bila Tertanggung pertama kali terdiagnosa / menderita salah satu dari 100 Kondisi Penyakit Kritis (Critical Illness) sampai dengan Tertanggung mencapai usia 100 tahun.
  2. Santunan Harian Rawat Inap, Pembedahan dan Penyembuhan bagi nasabah dan keluarganya yang tercantum pada “Data Polis”, jika dirawat di rumah sakit sebesar Rp1juta perhari.
  3. Bila pihak yang diasuransikan hidup sampai usia 100 tahun, Manfaat yang dibayarkan adalah sebesar Nilai Investasi. Bila pihak yang diasuransikan meninggal dunia sebelum mencapai usia 100 tahun, Manfaat yang di bayarkan adalah Nilai Investasi + 100% UP.

Ilustrasi nilai investasi bisa dilihat dibawah ini:

Capture2.PNG

Berikut adalah 100 kondisi sakit kritis:

Capture3.PNG

Capture4.PNG

info pendaftaran asuransi tanggung dana syariah Allianz Life hubungi saya,

Natanael (Bisnis Partner Allianz Star Network)

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Cara Menyiapkan Warisan Rp 1 Milyar + Dana Rp 500jt Jika Terdiagnosa Sakit Kritis

Sore tadi, saya baru bertemu ibu yang sudah berusia 50 tahun. Dia seorang penggembala atau dapat diistilahkan seorang pendeta di sebuah gereja di Surabaya.

Ibu ini sadar akan manfaat asuransi sehingga meminta saya dibuatkan proposal untuk program warisan jika meninggal sebesar Rp 1 Milyar untuk anak satu-satunya dan program bantuan dana jika ibu ini terdiagnosa dari 49 penyakit kritis sebesar Rp 500jt.

Berikut diagramnya.

diagram UP 1 M sakit kritis 500jt.PNG

Program ini seperti terggambar pada diagram di atas disebut TAPRO (Tanggung Problem). Mengapa disebut Tanggung PRoblem? Karena program ini dapat menanggung problem semua orang. Cocok sekali untuk ibu ini. Sebut saja ibu ini ibu Bijak (usia 50 tahun).

Berapa premi perbulan agar mendapat dana untuk diwariskan ke anaknya sebesar Rp 1 Milyar?

Cukup hanya membayar Rp 2 juta. Uang Rp 2jt tidak seberapa jika dibanding manfaatnya. Butuh waktu berapa lama menabung Rp 2jt hingga mencapai saldo Rp 1 Milyar. Jika menabung di bank, ibu ini harus menabung lima ratus bulan.

Namun, jika ikut program TAPRO ini, ibu Bijak cukup menabung Rp 2jt perbulan dan jika ibu Bijak meninggal sebelum tabungan terkumpul, katakanlah meninggal saat bulan ke 12 (dua belas), maka asuransi Tapro Allianz akan memberi dana Rp 1 Milyar untuk anak ibu Bijak.

Coba perhatikan tabel di bawah ini: Dana warisan sudah siap pada saat selesai mendaftar dan memiliki polis Tapro Allianz.

sumarry 2 update.PNG

Manfaat kedua adalah : Dana Sakit Kritis.

Di polis Ibu Bijak juga ada manfaat bantuan Dana Sakit Kritis sebesar Rp 500jt. Beliau sadar pentingnya manfaat Dana Sakit Kritis dari Tapro asuransi Allianz Life yakni mengamankan dana dari biaya pengobatan di Rumah Sakit untuk pengobatan sakit kritis.

Bagi yang berminat dan ingin mendapat program dana warisan Rp 1 Milyar dan bantuan dana sakit kritis Rp 500jt, bisa hubungi saya, Natanael.

Agen Asuransi Allianz

Natanael

HP/WA 08113436830

 

 

 

Peluang Investasi yang Prospektif dan Likuid

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa investasi yang prospektif adalah property misal invest rumah atau tanah. Pendapat tsb benar, namun jika dikaji lebih dalam invest di property menurut saya kurang prospektif. Mengapa?

Si Bapak A katakanlah baru beli rumah sehrg Rp 1 M. Pertanyaannya, apakah jika Bapak A tiba2 sakit yg mengharuskan dia membayar biaya berobat hingga 2 M (misal sakit yg berat seperti jantung, kanker, stroke, dll) dengan secepat itu dapat menjual rumahnya yg seharga Rp2M? Pasti sulit. Tidak mudah menjual rumah. Perlu waktu bulanan sampai tahunan. Padahal biaya sakit hrs cepat dibayar kalau tidak, terpaksa rumah sakit memulangkan Bapak A. Satu-satunya jalan mungkin pinjam saudara atau perusahaan. Tapi mungkin tidak sampai Rp2M.

Dari kasus tersebut, jalan yang bijaksana adalah menjadi nasabah asuransi. Bapak A bisa membuka polis asuransi dengan manfaat mendapat uang /dana cash jika terjadi sakit kritis. Besar nilai jangan tanggung-tanggung, ambillah Rp2M untuk antisipasi dana. Ini tanpa mengurangi saldo investasi di asuransi.

Selain itu, Bapak A harus mengambil juga manfaat santunan harian. Misal santunan harian Rp1.5jt per hari jika diopname di rumah sakit. Tinggal hitung saja. Misal opname sepuluh hari maka Bapak A dapat santunan dana Rp15jt.

Kalau Bapak A sudah ada asuransi dari kantor, ini bisa dipakai dobel klaim. Istilahnya sambil menyelam minum air.

Demikian ulasan saya tentang jenis pilihan investasi yang prospektif dan memilki likuiditas cepat.

Konsultasi hub

Bisnis Eksekutif Allianz tinggal di Surabaya – Sidoarjo

Natanael

Hp/WA 08113436830

Email; natanael.albertus@gmail.com

Daftar Asuransi Allianz Apakah Harus Tes Medis?

Tidak setiap orang yang mengajukan asuransi jiwa harus menjalani tes medis.

Tes medis hanya diperlukan karena satu atau dua hal:

  1. Uang pertanggungan melebihi limit non-medis.
  2. Ada riwayat sakit.

Tes Medis Berdasarkan Uang Pertanggungan

Perusahaan asuransi biasanya telah mengeluarkan tabel UP (uang pertanggungan) non-medis berdasarkan usia. Allianz sendiri pada tahun 2017 mengeluarkan tabel UP nonmedis sebagai berikut:

Tabel tes medis 2017 1

Penjelasan:

Untuk pria/wanita usia 18-45 tahun, sehat tanpa riwayat sakit, maka dia bisa mengajukan UP hingga 2,5 miliar tanpa harus menjalani tes medis. Tapi jika UP yang diambilnya lebih dari 2,5 miliar, dia harus menjalani tes medis dengan jenis pemeriksaan sesuai tabel di atas.

Untuk pria/wanita usia 46-50 tahun dan sehat, dia bisa mengajukan UP hingga 1 miliar tanpa harus menjalani tes medis. Tapi jika UP yang diambilnya lebih dari 1 miliar, dia harus menjalani tes medis dengan jenis pemeriksaan sesuai tabel di atas.

Untuk pria/wanita usia 51-56 tahun dan sehat, dia bisa mengajukan UP hingga 800 juta tanpa harus menjalani tes medis. Tapi jika UP yang diambilnya lebih dari 800 juta, dia harus menjalani tes medis dengan jenis pemeriksaan sesuai tabel di atas.

Untuk pria/wanita usia 56-70 tahun, dia bisa mengajukan UP hingga 650 juta tanpa harus menjalani tes medis. Tapi jika UP yang diambilnya lebih dari 650 juta, dia harus menjalani tes medis dengan jenis pemeriksaan sesuai tabel di atas.

Untuk anak-anak (usia 17 tahun ke bawah), UP maksimal tanpa tes medis adalah 1,5 miliar.

Tipe A, B, C, D, dan E menunjukkan hal-hal apa saja yang diperiksa dalam tes medis. Semakin tinggi UP yang diambil, semakin banyak item yang diperiksa. Detailnya bisa dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel tes medis keterangan

Perusahaan asuransi lain akan berbeda dalam menetapkan batasan UP non-medis bagi calon nasabahnya.

Tes Medis Berdasarkan Riwayat Sakit

Tanpa melihat jumlah UP, tes medis juga bisa dipersyaratkan untuk calon nasabah yang memiliki riwayat sakit.

Dari mana mengetahui riwayat sakit tersebut? Dari jawaban pertanyaan kesehatan di SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa) yang diisi calon nasabah.

Calon nasabah harus jujur dalam menjawab setiap pertanyaan di SPAJ. Jika ada pertanyaan yang dijawab tidak dengan sebenarnya, maka kontrak polis batal demi hukum. Polis yang batal demi hukum, maka polis tersebut dianggap tidak ada, dan klaim yang terjadi, jika ada, tidak wajib dibayar.

Jika calon nasabah memiliki riwayat sakit dan telah menerangkan penyakit yang pernah dialaminya, dia perlu melampirkan dokumen pendukung berupa resume medis dan hasil cek lab dari rumah sakit. Jika tidak disimpan, dia bisa memintanya ke rumah sakit tempat dia pernah dirawat. Menurut Permenkes RI no 269 tahun 2008, pihak RS harus menyimpan rekam medis (termasuk di dalamnya resume medis dan hasil cek lab) sekurang-kurangnya lima tahun.

Berdasarkan pengakuan calon nasabah dan dokumen pendukung yang dilampirkan, underwriting perusahaan asuransi akan menilai apakah calon nasabah masih perlu tes medis atau tidak. Jika perlu, item apa saja yang harus diperiksa. Tes medis dalam hal ini dibutuhkan untuk mengetahui kondisi terkini kesehatan calon nasabah.

Asuransi Jiwa atau Asuransi Kesehatan yang Perlu Tes Medis?

Ada orang bertanya, “Saya hanya ambil asuransi jiwa, tanpa rider kesehatan, apakah saya harus tes medis juga?”

Jawab: Justru karena yang diambil asuransi jiwa maka ada ketentuan tes medis. Jika yang diambil hanya asuransi kesehatan, malah tidak diperlukan tes medis sama sekali, yang penting pertanyaan kesehatan dijawab dengan sebenarnya.

Asuransi kesehatan murni (tanpa asuransi jiwa) tidak memerlukan tes medis karena jikapun ada riwayat sakit, maka penyakit tersebut tinggal dikecualikan saja atau dikenakan masa tunggu, atau ditolak keseluruhan jika penyakitnya dinilai terlalu berat. Sementara premi biasanya tetap.

Sedangkan asuransi jiwa, jika ada riwayat sakit, maka perlu tes medis karena hasilnya akan berpengaruh ke besaran premi, apakah tetap standar atau dikenakan tambahan (ekstrapremi).

Di Mana Melakukan Tes Medis, dan Biayanya Ditanggung Siapa?

Tes medis dilakukan di RS atau laboratorium yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Contoh RS dan laboratorium yang bekerja sama dengan Allianz untuk tes medis antara lain RS Siloam, RS Pondok Indah, RS Premier, RS Mayapada, dan RS Mitra, dan Lab Prodia.

Biaya tes medis ditanggung oleh perusahaan, kecuali tes medis untuk pemulihan polis yang sudah lapse.

Jika di daerah tertentu tidak ada RS yang bekerja sama, atau lokasinya terlalu jauh dari tempat calon nasabah, maka tes medis dapat dilakukan di RS atau klinik terdekat dengan biaya sendiri, dan biayanya dapat diminta ganti ke Allianz dengan cara reimburse.

sumber: https://myallisya.com/

Info pendaftaran dan konsultasi hubungi:

Natanael Agen Asuransi Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830